Minggu, 11 Februari 2018

Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya

Cirebon, Siti Efi Farhati

Pada mulanya pesantren dan seni budaya memiliki hubungan yang sangat erat, terlebih pada zaman Walisongo, seni dan budaya justru dijadikan sebagai media dakwah dan syi’ar agama Islam, hanya saja dalam perjalanan sejarahnya, pesantren dan seni budaya semakin memiliki jarak dan tampak kurang harmonis.?

Demikian ungkap Raffan S. Hasyim, direktur Pusat Studi Budaya dan Manuskrip Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon saat berkesempatan menjadi pembicara dalam pembukaan pekan Griya Seni dan Gallery di Brana Cafe, Cirebon. Senin (20/5).

Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya

“Di Cirebon sendiri, justru sejarah pendirian pesantren tidak bisa terlepas dari rutinitas keraton sebagai pusat kebudayaan, Sunan Gunung Jati sebagai juru dakwah menjadikan seni tradisi dan budaya Kacirebonan sebagai alat syi’ar yang dinilai strategis. Meski dalam perjalanannya, penjajah Belanda turut andil besar dalam kesan pemisahan antara seni budaya dan pesantren tersebut,” ungkap Raffan.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut lagi Raffan menambahkan, meskipun terkesan sulit untuk meleburkan kembali antara seni budaya dengan pesantren, namun secara perlahan hal tersebut mulai tampak menggembirakan, beberapa pesantren di Cirebon sudah tidak begitu tabu untuk mengenal bahkan mementaskan seni seperti wayang dan lain-lain.

“Saya menaruh harapan kepada generasi muda agar dapat menghangatkan kembali hubungan seni budaya Cirebon dengan pesantren, karena memang sebenarnya kedua aspek terebut merupakan penguat identitas bangsa yang tidak bisa dipisahkan,” tambah Filolog yang sedang menempuh gelar doktor di Univeritas Padjajaran Bandung ini.

Siti Efi Farhati

Diskusi budaya yang bertema Seni Budaya Cirebon Sebagai Pintu Kebangkitan Budaya Nusantara ini merupakan sesi pembuka dari serangkaian kegiatan kebudayaan yang akan dilangsungkan dalam sepekan mendatang. Selain diskusi, acara ini juga dilengkapi dengan pameran fotografi bertema seni dan budaya, dan juga dihadiri oleh puluhan santri, mahasiswa, tokoh budayawan, penggiat seni, dan masyarakat umum

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Makam Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati. Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya di Siti Efi Farhati ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock