Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas

Aceh Besar, Siti Efi Farhati. Meski baru dilantik Selasa malam (22/8) lalu, PCNU Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam telah bergerak jauh sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, salah satu pergerakan mereka adalah mengupayakan pendirian Universitas Nahdlatul Ulama. Perguruan tinggi dianggap ujung tombak untuk kemajuan umat Islam secara umum, dan NU secara khusus. ?

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Aceh Besar Tgk. Dhiauddin Idris mengatakan, NU harus turut serta dalam mengelola negara Indonesia. Syarat utama untuk melakukan itu butuh calon-calon penyelenggara negara yang berkualitas. NU memiliki kader warga yang secara kultur mayoritas.

“Kami optimis untuk jurusan-jurusan tertentu justru akan jadi minat utama calon mahasiswa, misalnya kedokteran atau keperawatan, dimana nantinya para alumni dapat mendedikasikan dirinya pada lembaga-lembaga amal usaha NU, bahkan masyarakat secara luas; mengingat begitu banyak anak-anak Aceh yang butuh perhatian khusus. Apalagi Aceh Besar merupakan daerah penyelenggaran pendidikan inklusif yang dicanangkan Kemdikbud,” jelasnya Jumat malam (26/8). ?

Siti Efi Farhati

Saat ini , tambahnya, pendirian universitas dalam tahap pengurusan lahan. Sementara taget berdiri, kalau memungkinkan, ingin tahun ini. “Kita berharap secepatnya. Kami baru ditugaskan PWNU Aceh untuk mengurus hibah lahan. Insyaallah kalau dalam dua bulan ini hibah lahan clear,” katanya.

Menurut dia, jika pengurusan hibah itu berjalan dengan lancar, maka tahun ini juga akan didirikan karena sudah ada yang menawarkan pendirian bangunan sederhana yang dapat difungsikan sebagai sekretariat panitia pendirian sekaligus sekretariat PCNU Aceh Besar. (Abdullah Alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Doa, Kyai Siti Efi Farhati

Jumat, 09 Februari 2018

UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan

Dubai, Siti Efi Farhati



Uni Emirat Arab (UAE) pada Rabu menunjuk sosok-sosok perempuan umenduduki jabatan baru sebagai menteri negara urusan kebahagiaan dan toleransi serta seorang perempuan berusia 22 tahun sebagai menteri kepemudaan.?

Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, melalui beberapa pesan di Twitter, menetapkan delapan perempuan masuk ke daftar kabinetnya -yang berisi 29 menteri, lapor AFP.?

UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan

Ohoud al-Roumi, yang sebelumnya merupakan direktur dewan kantor kementerian, ditunjuk sebagai "menteri negara untuk kebahagiaan".?

"Kebahagiaan tidak hanya menjadi harapan di negara kami. Akan ada rencana, proyek, program dan indeks. (Kebahagiaan) akan menjadi bagian tugas semua kementerian," kata Sheikh Mohammed, yang juga merupakan kepala pemerintah di Dubai.?

Shamma al-Mazroui (22 tahun) ditetapkan sebagai menteri negara kepemudaan sementara Lubna al-Qassimi, menteri veteran urusan kerja sama internasional dan pembangunan, diserahi jabatan baru berupa menteri negara untuk toleransi.?

Siti Efi Farhati

Kabinet tersebut berisikan delapan menteri baru, termasuk lima perempuan baru, yang berusia rata-rata 38 tahun, kata kantor berita negara WAM.?

Uni Emirat Arab dianggap sebagai tempat aman yang terhindar dari gelombang pemberontakan Musim Semi Arab yang menerpa di sekitar kawasannya.?

Tahun lalu, pemerintah UAE berupaya memperluas mandat demokratisnya yang baru lahir dengan memberikan kesempatan hingga seperempat dari satu juta warga negaranya memberikan hak suara dalam pemilihan.?

Siti Efi Farhati

Sebanyak 87 dari 330 kandidat adalah perempuan, yang memainkan peranan lebih besar dalam kehidupan masyarakat di UAE dibandingkan dengan di Arab Saudi.?

Jumlah warga negara UAE tercatat sangat kecil dari keseluruhan penduduk yang berjumlah sembilan juta orang. Sebagian besar penduduk adalah para pekerja dari negara-negara asing. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Internasional Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Mustasyar PBNU KH Ma‘ruf Amin menerima penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengukuhan gelar kehormatan baru baginya, dilangsungkan di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, kompleks UIN Syahid Jakarta, Sabtu (5/5).

KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan

Penganugerahan gelar kehormatan diberikan secara simbolis oleh Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syahid Jakarta. Sekurangnya 600 orang baik dari kalangan akademisi maupun umum, turut hadir menyaksikan pengukuhan gelar kehormatan bagi Kiai Ma‘ruf. Tepuk tangan mereka, menggema di ruang auditorium kampus tersebut saat penyerahan gelar simbolis berlangsung.

Sidang Senat Terbuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 5 Mei 2012, memutuskan bahwa Kiai yang menduduki posisi Mustasyar PBNU ini layak menerima Gelar Doktor Kehormatan.

Siti Efi Farhati

“Kiai Ma‘ruf Amin adalah seorang ulama yang cemerlang dalam ilmu Hukum Ekonomi Syariah dan motor penggerak Ekonomi Syariah Indonesia,” ungkap Atho Mudzhar dalam pidato sambutannya selaku promotor I.

Siti Efi Farhati

Menurut M Amin Suma, Promotor II, penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan bagi Kiai Ma‘ruf hingga tindak lanjut penganugerahan hari ini, sudah diusulkan sejak Januari 2011 lalu.

“Penganugerahan Doktor HC ini lebih bisa dipertanggungjawabkan dari banyak sisinya, bila kurang tepat dinyatakan dari semua seginya. Termasuk dari segi yuridis adaministratif, di samping terutama dari sudut pandang pertimbangan ilmiah akademik dan kepatutan lainnya,” tegas Amin Suma.

Lebih-lebih dari sisi pandang jasa-jasa besar dan luar biasa KH Ma‘ruf Amin melalui pengabdian dan ilmu pengetahuannya kepada umat dan masyarakat, serta kepada agama, nusa, dan bangsa Indonesia, tandas Amin Suma.

Sebanyak 37 karangan bunga yang berisikan ucapan selamat, berjajar menghiasi muka gedung auditorium sehingga menutupi sebagian gedung rektorat yang berhadapan dengan ruang dimana acara berlangsung. Ucapan selamat dalam karangan bunga, dikirim oleh kolega, kampus, dan sejumlah instansi yang mengikuti jejak kiprah KH. Ma‘ruf Amin.

Acara ditutup dengan doa. Sebelum doa, rektor UIN Syahid Jakarta mengetuk palu sebanyak 3 kali. Dengan ketukan palu di atas mejanya, ia mengatakan bahwa Sidang Senat Terbuka UIN Syahid Jakarta secara resmi ditutup berbarengan dengan ketukan palu.

Usai sidang ditutup, sekurangnya 20 Dewan Senat Terbuka meninggalkan ruangan dengan mengucapkan selamat bagi KH. Ma‘ruf Amin. Akhirnya, Kiai Ma‘ruf yang masih keturunan Syekh Nawawi Albantani ini, mesti rela mengulurkan tangan menyambut seratus lebih antrean pengunjung yang ingin mengucapkan selamat padanya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis     : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU, Syariah, Kyai Siti Efi Farhati

Senin, 29 Januari 2018

Ikuti Pameran di Aljazair, HIPSI Pringsewu Siapkan Misi Dagang ke Eropa

Pringsewu, Siti Efi Farhati. Menyambut misi dagang di beberapa negara Eropa diantaranya Prancis dan Turki serta melalui perhelatan internasional di Aljazair, Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Kabupaten Pringsewu, Lampung siap berpartisipasi aktif. Hal ini disampaikan Ketua HIPSI Pringsewu Fathurrahman saat ditemui di Rumah Makan Sate Sidodadi Pringsewu, Rabu (7/9).

Ikuti Pameran di Aljazair, HIPSI Pringsewu Siapkan Misi Dagang ke Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Pameran di Aljazair, HIPSI Pringsewu Siapkan Misi Dagang ke Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Pameran di Aljazair, HIPSI Pringsewu Siapkan Misi Dagang ke Eropa

Menurut Ustadz Faun, sapaan Fathurrahman, misi dagang akan dimulai pada 21 November 2016 sampai 2 Desember 2016 ini akan menyusul undangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Aljazair bernomor 617/EK.01.02/IX/2016/02 kepada HIPSI agar berpartisipasi pada event Pameran Indonesia Terpadu yang berlangsung di Safex Pins Maritimes Alger-Aljazair.

Pada kesempatan tersebut lanjutnya, HIPSI Pringsewu akan mengirim delegasinya bersamaan untuk meramaikan ajang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia. Hal ini senada dengan pernyataan Muhammad Ghozali Ketua Umum HIPSI melalui pesan singkat Whatsapp.

"Insyaallah even ini merupakan kesempatan strategis para pengusaha santri Indonesia untuk mengenalkan produk-produk dalam negeri. Aljazair yang mayoritas penduduknya muslim merupakan salah satu pintu masuk paling berpotensi menembus pasar Eropa," jelasnya.

Siti Efi Farhati

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair dimaksudkan membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods dan sektor manufaktur lainya.

"Seperti teh dan kopi misalnya, Aljazair masih impor dari tetangganya Eropa padahal produk tadi tersedia di kita, bila ini kita garap, potensi ekspor kesana makin terbuka," lanjutnya.

Siti Efi Farhati

Rencananya misi dagang para pengusaha sarungan dibawah naungan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) bertajuk HIPSI goes to Aljazair and Europe ini diikuti oleh 43 peserta perwakilan dari pengurus dan anggota dari masing-masing propinsi se Indonesia. Kegiatan lebih dari sepekan ini disamping expo produk di Aljazair, delegasi HIPSI juga menghadiri pertemuan bisnis dan upaya kerja sama melalui Kadin (kamar dagang dan industri) di Istanbul Turki dan Prancis.

"Masing-masing kita dorong memamerkan produk unggulan daerahnya. Kita berharap misi HIPSI ini dapat menarik investor khususnya dari Eropa. Insyaallah bila ini terwujud, maka saatnya kaum sarungan ekonominya bangkit," harap Gus Ghozali -yang merupakan cicit salah satu pendiri NU dan Nahdlatut Tujjar, KH Wahab Chasbullah ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai Siti Efi Farhati

Sabtu, 27 Januari 2018

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan

Nahdlatul Ulama bagian dari sejarah nasional Republik Indonesia. Peranannya dalam mengisi perjuangan dan kemerdekaan negeri ini besarnya tak terkira. Waktu demi waktu jatuh bangun dilalui dengan segala bentuk cerita yang tiada tara. Kawan dan musuh silih berganti membuat bendera hijaunya semakin berani berkibar di angkasa.

Di balik kebesaran NU itu, ada banyak tokoh yang menghabiskan tenaga dan pikiran. Tanpa mental yang kuat dan tangguh, tentu NU tak akan bisa sejaya ini. Kita mengenal sosok Hadratussyekh M. Hasyim Asy’ari sebagai pendirinya, didampingi KH. Wahab Hasbullah dan kiai-kiai lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, bendera NU tidak mungkin dipegang terus oleh Pendiri Pesantren Tebuireng tersebut. Pada 1947, Hadratussyekh meninggal. Meninggalkan Indonesia, meninggalkan NU. Masa Mbah Hasyim akhirnya habis.

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Memoar Tokoh NU yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan

Tongkat estafet diwariskan dari masa ke masa dengan semangat yang sama. Ketokohan silih berganti dengan berbagai corak. Muncullah tokoh-tokoh yang memiliki perjalanan hidup mengagumkan. Dari kalangan pesantren hingga organisatoris. NU banyak melahirkan manusia pilihan, tetapi tidak semua dikenal. Untungnya, Pustaka Tebuireng diberkati inisiatif untuk memperkenalkan kembali tokoh-tokoh yang terlupakan itu.?

Buku Membuka Ingatan berisi sejarah hidup beberapa tokoh NU yang tidak banyak dikenal, bahkan oleh kalangan pemuda NU sendiri. Enam tokoh NU yang lahir pada tahun 1960-an itu ialah Fahmi Dja’far Saifuddin, Asmah Sjahruni, Mohammad Zamroni, Prof Dr KH M. Tolchah Mansoer, HM. Subchan Z.E, H. Mahbub Djunaidi. Dari deretan nama tersebut, mungkin sebagian kita tidak mengenalnya, atau mengenal namanya saja tanpa tahu sejarah hidupnya yang inspiratif.

“Dalam perjalanannya, Nahdlatul Ulama memiliki dan melahirkan tokoh-tokoh hebat yang layak dijadikan teladan. Misalnya, Fahmi D. Saifuddin. Selain karena kecakapan pengetahuan yang dimiliki dan kelincahannya dalam bergerak, juga totalitasnya dalam mengabdi. Dengan landasan keikhlasan seringkali menjadi tameng yang ampuh baginya untuk menghindarkan diri dari godaan ingin populer. Mereka berjuang sungguh-sungguh tanpa ingin diberi hadiah, gelar, jabatan, dan popularitas.” (hal. vi)

Menurut KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) dalam pengantarnya, buku ini diterbitkan untuk menumbuhkan kembali ingatan warga NU akan adanya sejumlah tokoh NU yang terlupakan, bahkan mungkin sudah tidak banyak lagi yang ingat nama mereka. Padahal, mereka tokoh yang layak diteladani karena prestasi juga integritas. Mereka mempunyai karakter yang berbeda-beda, tetapi punya satu hal yang sama, semangat pengabdian untuk Indonesia dan Islam serta NU. (hal. xii)

Siti Efi Farhati

Dengan menikmati buku setebal 498 halaman ini, kita jadi tahu para tokoh yang mencatatkan namanya dalam tinta emas perjalanan NU. Generasi muda utamanya dari kaum NU sebagai pewaris perjuangan pendahulunya, penting untuk mengambil pelajaran dari kehidupan tokohnya. Tidak patut kita melupakan begitu saja tokoh-tokoh pejuang sebelum kita. Dari buku ini, pembaca akan lebih mengetahui perkembangan organisasi NU dalam kurun waktu 1960-1990, suatu masa yang cukup panjang dan penuh perubahan.

Siti Efi Farhati

Data Buku

Judul: Membuka Ingatan: Memoar Tokoh NU yang Terlupakan Jilid I

Penulis: Tim Pustaka Tebuireng

Penerbit: Pustaka Tebuireng

Cetakan: I, Maret 2017

ISBN: 978-602-8805-47-6

Tebal: xiii + 498 halaman

Peresensi: Hilmi Abedillah

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Sidoarjo, Siti Efi Farhati. Bencana puting beliung yang melanda Desa Terungkulon dan Keboharan Krian beberapa hari lalu, masih menyisahkan rasa trauma bagi warga terutama bagi anak-anak. Untuk mengobati rasa itu, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sidoarjo melakukan pemulihan psikis anak-anak korban puting beliung di Desa Terung Kulon dengan memberikan motivasi spiritual dan mengajak mereka bermain, Ahad (19/2).

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Ketua PC ISNU Sidoarjo, Sholehuddin menyampaikan bahwa sedikit anak-anak yang tidak masuk sekolah karena masih trauma atas kejadian yang mencekam beberapa waktu yang lalu. Karena itu, PC ISNU Sidoarjo memutuskan program pemulihan kejiwaan para korban, mengingat hal ini belum ada yang menangani, padahal ini persoalan serius.

Ia menegaskan bahwa, setiap musibah itu datang dari Allah SWT. Sebagai hamba-Nya yang beriman, harus menerima ujian itu dengan penuh kesabaran, karena Allah bersama dan cinta orang-orang yang sabar.

"Yakinlah, ada hikmah di balik setiap musibah. Semoga dengan kesabaran kita, Allah SWT membalas dengan berlipat lipat pahala dan kebaikan," katanya.

Siti Efi Farhati

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, selain logistik, kesehatan dan recovery bangunan yang rusak adalah pemulihan psikis korban yang alami trauma. Oleh sebab itu, kegiatan yang digagas oleh ISNU Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari anak-anak terutama Kepala Desa setempat.

Kegiatan pemulihan psikis akibat trauma pasca bencana yang bertajuk Ceria Bersama ISNU itu diikuti sekitar 70 anak. Mereka benar-benar menikmati kegiatan dengan penuh keceriaan. Pasalnya, tim trauma center ISNU yang dikoordinir oleh M Nuh, bersama anggotanya, menyajikan berbagai permainan, dari tanpa alat sampai dengan permainan dengan menngunakan alat. Tepuk tanga dengan variasi, latihan konsentrasi, mencari kelompok, dan lain sebagainya.

Di akhir sesi, acara ditutup dengan istighfar dan doa sebagai refleksi. Dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan berupa alat-alat tulis dan snack, yang diserahkan oleh Ketua ISNU Sidoarjo, Sholehuddin dan diserahkan kepada tokoh pemuda Desa Terung Kulon, Dartok yang mewakili Kepala Desa setempat. Dengan diiringi Shalawat Badar, seluruh bingkisan diserahkan oleh PC ISNU Sidoarjo kepada perwakilan kades. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati RMI NU, Kyai Siti Efi Farhati

Kamis, 18 Januari 2018

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

Subang, Siti Efi Farhati. Dalam Muktamar Ke-33 NU di Jombang beberapa hari lalu, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menyatakan tidak bersedia untuk memegang jabatan Rais Aam melalui surat yang ia tulis secara manual. Uniknya surat itu ditulis menggunakan aksara Arab Pegon.

Arab Pegon, kata A Hisyam Karim, mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta, adalah aksara Islam Nusantara warisan ulama-ulama Nusantara yang saat ini tetap bertahan.

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

"Arab Pegon ini unik karena aksara itu perpaduan antara aksara arab dan beberapa huruf lokal yang bunyinya tidak ada dalam bahasa arab seperti huruf C (?), E (?), NY(?), NG (? ), GA (?), sampai sekarang arab pegon masih dipakai di pesantren-pesantren dalam melogat kitab kuning," kata Hisyam dalam pengajian NU Caracas, Ahad (9/8) malam.

Siti Efi Farhati

Menurut Hisyam, adalah berlebihan jika ada anggapan bahwa konsep Islam Nusantara itu anti Arab. Sebaliknya Islam Nusantara tetap cinta dan bangga dengan Arab, bahkan sebagian rukun Islam tidak bisa lepas dari hal-hal yang berbau Arab.

Siti Efi Farhati

"Islam Nusantara tetap bangga dengan Arab karena dari sana lah Islam datang, Islam Nusantara syahadatnya tetap dengan Bahasa Arab. Begitu pun adzan, iqomat, sholat juga pakai bahasa Arab, niat dan doa buka puasa kadang pakai bahasa arab juga, haji dan umroh juga ke Arab, bukan ke Eropa," tegas Ketua NU Caracas ini.

Ditambahkannya, hanya zakat saja yang agak berbeda, karena zakat di Arab menggunakan gandum atau kurma, sementara di Indonesia menggunakan beras atau uang rupiah, karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi yang dihasilkan dari padi.

"Karena di sini tanaman yang cocok adalah padi, maka para leluhur membuat istilah juga jadilah seperti padi semakin berisi semakin merunduk, karena yang sering dilihatnya padi," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam memahami Islam Nusantara harus membedakan mana yang sifatnya sakral dan mana yang profan. Karena, kalau yang sakral ini ditambahkan dengan unsur lokal maka akan berakibat menjadi bidah dhalalah.

"Jadi Islam Nusantara bermain dalam tataran yang profan ini, yang bukan prinsipil, contohnya Arab Pegon itu," tutupnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan

Tangerang Selatan, Siti Efi Farhati. Mocahmad Nur Arifin mengambil pelajaran penting dalam bacaannya tentang Soekarno, yakni substansi lebih penting dari kemasan.

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan

Hal tersebut ia sampaikan saat bincang bukunya berjudul Bung Karno “Menerjemahkan” Al-Quran di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (15/8).

Ia mengatakan demikian pasalnya dalam bukunya, ia menuangkan beberapa transformasi makna ayat-ayat Al-Quran yang terdapat dalam pemikiran Bung Karno. 

Meskipun Presiden Pertama Republik Indonesia itu tidak secara langsung menyebut ayat Al-Qurannya. Ia menyebut Al-Qur’an Surat Al-Balad yang sejalan dengan pemikiran Bung Karno tentang berdikari dalam ekonomi.

Siti Efi Farhati

Pada acara tersebut, pria yang mendapat rekor MURI karena terpilih sebagai wakil bupati termuda itu juga mengingatkan agar kita tidak hanya menyalah-nyalahkan orang lain, menghardik orang lain dengan berbagai tuduhan.

“Jika kamu menghardik orang lain, lalu di mana pernamu untuk Indonesia?” katanya menyindir.

Tidak berhenti di situ, pemuda saat ini jangan sampai Kaya visi miskin isi, kaya gagasan miskin teladan. Maka dari itu, Wakil Bupati Trenggalek itu mengingatkan agar sama-sama berjuang demi kebangkitan Indonesia.

Siti Efi Farhati

“Jika ada kata saling, maka perjuangan itu tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, pembanding bincang buku Tsamara Amany (politisi muda) mengambil peran kesetaraan Bung Karno. Ia mengatakan, bahwa Indonesia itu seperti burung. 

“Perempuan dan laki-laki adalah sayapnya,” ujarnya. Tanpa kehadiran salah satunya, maka Indonesia tidak akan bisa terbang tinggi. (Syakirnf/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai Siti Efi Farhati

Kamis, 11 Januari 2018

Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang

Jakarta, Siti Efi Farhati - Tasawuf lebih relevan di zaman sekarang dibandingkan waktu-waktu yang lampau, demikian antara lain disampaikan Haidar Bagir dalam diskusi yang diselenggarakan menyusul kuliah umum dan peluncuran buku dengan tema ‘Sufism in the Modern World’, Jumat (26/2), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Pimpinan Penerbit Mizan itu mendasarkan apa yang disampaikannya pada kenyataan bahwa manusia di zaman sekarang dihadapkan berbagai persoalan yang bisa diatasi secara tepat dengan pendekatan tasawuf.

Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang

Dalam kesempatan yang sama Haidar juga menyampaikan bahwa dalam waktu mendatang, sangat mungkin dilakukan kerja sama penerbitan buku-buku karangan intelektual Nahdlatul Ulama dan lembaga-lembaga yang bernaung di bawahnya. Tujuannya agar pemikiran-pemikiran intelektual NU dapat dibaca kalangan luas, tidak hanya dalam bentuk disertasi-disertasi.

Siti Efi Farhati

Adapun buku yang diluncurkan adalah buku berjudul ‘Pergulatan Islam di Dunia Kontemporer’. Buku yang ditulis oleh Carl W Ernst setelah Peristiwa 11 September itu merupakan pengantar ringkas kepada Islam dan peradaban muslim bagi publik luas, berbasis pada semangat ilmiah, mengangkat isu-isu kunci tentang doktrin dan peradaban Islam sejak kelahiran hingga perkembangan mutahirnya.

Dalam acara yang terselenggara atas kerja sama Penerbit Mizan Lembaga Ta’lif wan Nasr (LTN) dan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) ini juga dilakukan penyerahan buku secara simbolik dari pihak Mizan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai Siti Efi Farhati

Minggu, 07 Januari 2018

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Jakarta, Siti Efi Farhati - Jihad dengan peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah peperangan untuk mempertahankan hak kehidupan masyarakat Muslim yang diserang lebih dahulu. Selain itu perang juga dilakukan untuk membela kaum yang lemah.

Ini berbeda pada zaman sekarang di mana soal keamanan dunia sudah diatur oleh PBB sehingga tidak mungkin lagi terjadi penyerangan terhadap umat Muslim seperti pada masa dahulu.

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Demikian disampaikan Prof Dr Ahmed Ad-Dawoody dalam diskusi Tashwirul Afkar yang digagas Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (29/7) sore.

Siti Efi Farhati

Ahmed memaparkan hal yang perlu ditunjukkan umat Islam adalah mempertahankan esksistensi diri umat Islam, namun bukan untuk menyerang kaum non-Muslim. Tentang jihad banyak ayat yang membicarakan dalam perspektif hukum Islam. Salah satunya pada Al-Quran Surat At-Taubah ayat 9.

Sayangnya, kata Ahmed, para penafsir melakukan hal yang mereka anggap sebagai aksi jihad melihat ayat ini hanya secara sepotong-sepotong. Padahal dalam menafsirkan suatu ayat seseorang harus paham tata aturan bahasa Arab dan aturan penafsiran lainnya. Itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

Ahmed menambahkan, suatu hukum harus menyesuaikan waktu (masa) dan tempat. Aturan tentang perang juga perlu mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya.

Siti Efi Farhati

Aturan hukum tentang perang menjadi hal yang penting dalam hubungan umat Islam baik dengan sesama umat Islam, umat Islam dan non-Muslim, umat Islam dalam suatu negara, dan antarnegara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Kyai, Quote Siti Efi Farhati

Sabtu, 06 Januari 2018

Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kamis (5/1) pagi memimpin ziarah ke makam Raden KH Abdul Wahab atau (Kiai Ronggo) di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Kiai Ronggo sendiri merupakan pembabat alas Kota Kraksaan sekaligus pendiri Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan.

Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo

Ziarah makam Kiai Ronggo ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT Kota Kraksaan ke-7 tahun 2017. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko dan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Hadir pula Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Kraksaan.

Siti Efi Farhati

Ziarah diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan dilanjutkan pembacaan tahlil bersama. Setelah doa bersama, dilakukan tabur bunga di atas makam Kiai Ronggo oleh Bupati Tantri dan diikuti oleh seluruh undangan lain.

Siti Efi Farhati

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari mengungkapkan, ziarah ini digelar sebagai upaya pengenalan terhadap generasi penerus terkait dengan tokoh-tokoh agama yang ada di Kabupaten Probolinggo, khususnya Kota Kraksaan.

“Ziarah ini dilakukan agar masyarakat tidak melupakan jasa orang yang telah berbuat baik terhadap kemajuan di Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan kita mampu meneladani kesholehan dan keilmuan dari Kiai Wahab demi perbaikan dan kemajuan Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Hasan Aminuddin mengatakan bahwa Kiai Abdul Wahab atau Kiai Ronggo memiliki jiwa sosial yang tinggi. Selain kesalehan ibadahnya juga memiliki kesalehan sosialnya yang sudah banyak mewakafkan tanahnya untuk kepentingan agama dan kepentingan bangsa.

“Kiai Ronggo salah satu pejuang syiar Islam yang ikut membabat alas Kota Kraksaan. Hari ini kita ingin mengembalikan kepada sejarahnya. Kraksaan dahulu itu merupakan cikal bakal pada Pemerintahan Belanda,” katanya.

Menurut Hasan, Kota Kraksaan ini harus dijaga dengan baik. Diantaranya menjaga kebersihan yang lebih sulit dari pada membangun. Serta tertib terhadap peraturan perundang undangan, khususnya pada hari Jumat mulai pukul 11 siang sampai selesainya sholat Jum’at para pedagang untuk tidak melakukan transaksi atau melayani pembeli. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Ahlussunnah, Sholawat Siti Efi Farhati

Minggu, 31 Desember 2017

Besarnya NU Harus Diimbangi dengan Kuatnya Organisasi

Pringsewu, Siti Efi Farhati. Saat bertemu dengan seluruh Pengurus Harian MWCNU Kecamatan Pagelaran dan 22 Ranting NU yang ada di Kecamatan tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim mengibaratkan jam’iyyah NU seperti alat berat slender.

Besarnya NU Harus Diimbangi dengan Kuatnya Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Besarnya NU Harus Diimbangi dengan Kuatnya Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Besarnya NU Harus Diimbangi dengan Kuatnya Organisasi

"NU itu merupakan organisasi keagamaan terbesar di dunia. NU membawa beban jamaah besar, ibaratnya NU itu seperti slender. Jalannya pelan pelan tapi walaupun pelan tetap jalan," ujarnya dalam kegiatan yang juga dibarengkan dengan Penilaian Lomba MWCNU Se Kabupaten Pringsewu, Sabtu (18/6).

Ia menambahkan bahwa slender akan keluar untuk memperbaiki jalan yang rusak. Begitu juga NU yang didirikan untuk menjadikan Islam rahmatan lil alamin di tengah tengah masyarakat. "NU hadir untuk memperbaiki ahlak, akidah dan seluruh aspek dalam beragama," tegasnya dengan suara yang lantang.

Siti Efi Farhati

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh pengurus NU di segala tingkatan di Kabupaten Pringsewu untuk senantiasa aktif dalam berorganisasi. "Tidak ada pengurusnya saja NU bisa jalan apalagi ada pengurus yang aktif mengurusi NU. Kan aneh kalau ada pengurusnya malah NU tidak jalan" ujarnya.

Siti Efi Farhati

Taufiq juga mengimbau kepada pengurus agar senantiasa berusaha untuk menjadikan jam’iyyah NU kuat. Besarnya NU harus diimbangi dengan kuatnya organisasi yang meliputi berbagai macam hal seperti administrasi, pemahaman keaswajaan dan sejenisnya.

"Pengurus NU harus memperdalam Ke NU an serta peka terhadap permasalahan agama yang berkembang di masyarakat," tandasnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada ruginya berkiprah di NU jika diniati karena Allah SWT. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Humor Islam, Syariah Siti Efi Farhati

Selasa, 26 Desember 2017

Beberapa Keutamaan Membayar Zakat

Tidak ada satu pun perkara yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wata‘ala kecuali Allah menjanjikan imbalan dan keutamaan bagi orang yang melaksanakannya. Termasuk di antaranya adalah zakat. Keutamaan dan imbalan bagi orang yang melaksanakan zakat banyak disampaikan di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Beberapa Keutamaan Membayar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Keutamaan Membayar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Keutamaan Membayar Zakat

? ? ?

Siti Efi Farhati

“Bentengilah harta kalian dengan zakat.” (HR. al-Baihaqi)

Dan Beliau juga bersabda:

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa membayar zakat hartanya, maka kejelekannya akan hilang dari dirinya.” (HR. al-Haitsami)

Termasuk dari keutaman zakat adalah:

Pertama, masuk ke dalam surga, sebagaiana janji Allah dalam firman-Nya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orangorang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang Itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’: 162)

Yang dimaksud dengan pahala besar dalam ayat ini adalah jaminan surga bagi orang-orang yang patuh membayar zakat sebagaimana yang dijanjikan kepada Bani Israil. (Lihat ath-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, Beirut, Dar al-Fikr, cetakan kedua, 2001, jilid IX halaman 399)

(Baca: Dasar Kewajiban Zakat dalam Islam)Kedua, diampuni kesalahan-kesalahannya. Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan Sesungguhnya Allah telah mengambil Perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya aku beserta kamu, Sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik Sesungguhnya aku akan menutupi dosa-dosamu. dan Sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka Barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, Sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’iddah: 12)

Dengan ayat ini Allah menjanjikan ampunan dosa bagi orang yang membayar zakat sekaligus menjanjikan jaminan surga sebagaimana ayat sebelumnya. (Lihat Abu al-‘Abbas al-Fasi, al-Bahr al-Madid, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, cetakan kedua, 2002, jilid IX, halaman: 399) 

Ketiga, mendapatkan petunjuk dan hidayah dalam segala urusan, Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang patuh membayar zakat, memiliki harapan besar mendapatkan petunjuk dalam segala urusannya. (Lihat al-Fakhrar-Razi, Tafsir al-Fakhr Razi, Beirut, Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, cetakanketiga, 2002, jilid I, halaman 2189)

Keempat, mendapat balasan pahala yang terbaik dari zakat yang dilaksanakan dan dilipatgandakan, Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat.mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikanBalasankepadamereka (denganbalasan) yang lebihbaikdariapa yang telahmerekakerjakan, dansupaya Allah menambahkarunia-Nyakepadamereka. dan Allah memberirezkikepadasiapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.”(QS. An-Nuur: 37 - 38)

(Baca juga: Makna Perintah Zakat Bergandengan dengan Perintah Shalat dalam Al-Quran) Kelima, harta yang dimiliki menjadi barakah, berkembang semakin baik dan banyak, baginda Nabi Muhammad bersabda:

? ? ? ? ?

“Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa zakat seseorang tidak akan mengurangi hartanya sedikit pun. Artinya meskipun harta seseorang berkurang karena digunakan membayar zakat, namun setelah dizakati hartanya akan menjadi penuh barakah dan bertambah banyak sebagaimana yang dijelaskan oleh imam an-Nawawi di dalam kitab beliau Syarh an-Nawawi ala Muslim:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di dalam hadits di atas ulama menyebutkan dua sisi. Satu, hartanya akan diberkahi, dijauhkan dari bahaya-bahaya kemudian kekurangan hartanya ditutupi dengan berkah yang samar. Hal ini terlihat nyata dan terbukti secara adat. Kedua, meskipun kelihatannya berkurang sebab dizakatkan, namun hartanya berada di dalam pahala yang akan menutupi kekurangan hartanya tersebut dan akan mendatangkan tambahan lipat ganda” (an-Nawawi, Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim, Beirut, Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, cetakan kedua, 2003, jilid XVI halaman 141)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan membayar zakat. Wallahu a’lam. (Moh. Sibromulisi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pondok Pesantren, Kyai, Tokoh Siti Efi Farhati

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Lampung Timur, Siti Efi Farhati - Dalam era globalisasi ini, tantangan mahasiswa sangatlah berat dan kompleks, apalagi selaku mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung. Ke depan mereka dituntut siap menjadi kader-kader (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Jadilah kader PMII yang kaffah, yang dapat menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyyah ke pelosok Nusantara dan dunia.

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Demikian disampaikan Mabincab PMII Kabupaten Lampung Timur Ahmad Fauzi di hadapan 64 peserta dalam pembukaan Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, di gedung PCNU Kabupaten Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur, Senin (20/11).

Siti Efi Farhati

“Sahabat-sahabat semua yang butuh PMII dan NU, bukan PMII yang butuh sahabat-sahabat. Menjadi mahasiswa tidak hanya mengejar IPK dan lulus cepat saja, salah satu yang terpenting adalah ikut aktif dalam organisasi yang sesuai dengan nafas dan akidah Aswaja an-Nahdliyyah, yakni PMII sebagaimana yang telah diputuskan dalam Muktamar NU di Jombang Jawa Timur dua tahun lalu, bahwa PMII adalah salah satu badan otonom NU,” imbuh alumnus IAIN Metro Lampung ini.

Mapaba PMII Komisariat UNU Lampung dilaksanakan selama empat hari ke depan, Senin-Kamis, (20-23/11) dengan tema besar Meneguhkan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai Dasar Pergerakan.Mapaba juga diikuti peserta dari Komisariat STIE Lampung Timur, Komisariat STIS Braja Harjosari, Komisariat Universitas Terbuka.

Siti Efi Farhati

Hadir dalam agenda pembukaan Mapaba tersebut Rektor UNU Lampung Nasir, anggota DPRD Lampung Timur Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa M Akmal Fathoni, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Jadwal Kajian, Tokoh Siti Efi Farhati

Jumat, 22 Desember 2017

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir

Kairo, Siti Efi Farhati. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir dikunjungi antropolog asal Jerman, Prof. Dr. Judith Schlehe di Kairo, Selasa malam (15/12). Kunjungannya dalam rangka meneliti dinamika warga negara Indonesia di negeri tersebut.

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir

Guru Besar Universitas Freiburg hadir didampingi asistennya, Faridah Ulfa. Turut serta Ahmad Ginanjar Syaban selaku Wakil Homestaff KBRI. Mereka disambut pengurus harian, dan sejumlah nahdliyyin di Mesir.

Sebelum memulai dialog, profesor yang lancar berbahasa Indonesia ini mengucapkan terima kasih atas keramahan dan bantuan teman-teman Indonesia. Sehingga selama di Mesir ia mendapat kemudahan mendapat akses dan data untuk bahan penelitiannya.

Siti Efi Farhati

Setelah Ketua Tanfidziyah Nurul Ahsan memaparkan struktur organisasi dan kegiatannya, Bu Judith, begitu rekan-rekan NU Mesir memanggilnya, menyampaikan kekagumannya terhadap NU.

Ia sangat mengapresiasi peran NU dalam membangkitkan dinamika pemikiran dan mengakomodasi kebutuhan organisasi anggotanya yang beragam. Tercatat lebih dari 7 lembaga yang ada di bawah PCINU Mesir, masing-masing memilki fokus pada bidang tertentu, semisal; kajian filsafat dan pemikiran, budaya, seni, turats Islam, fatwa, jelajah sejarah, sampai media dan jurnalistik (cetak/online).

Siti Efi Farhati

Hal ini, kata dia,? tentunya akan berdampak positif dan memberi warna tersendiri bagi mahasiswa dan dinamikanya.

Dialog berlangsung dengan sistem dua arah dan dibuat sesantai mungkin hingga setiap orang bisa menjadi pembicara maupun pendengar. Dr. Judith memulai percakapan dengan mengajukan beberapa pertanyaan perihal motif belajar di Mesir, hubungan WNI dengan orang Mesir, serta hubungan ulama Indonesia dengan syeikh-syeikh di Mesir. Pada kesempatan itu, setiap peserta yang hadir memberikan opini maupun pengalaman pribadinya.

Semua peserta tampak semakin antusias tatkala pengarang buku berjudul Religion, Tradition and The Popular mengajukan pertanyaan-klarifikasi tentang Masisir (Masyarakat Indonesia di Mesir) yang dianggap eksklusif di mata Atase Pendidikan dan KBRI. Pernyataan tersebut langsung disanggah oleh salah satu peserta yang mengungkapkan bahwa pihak KBRI sendirilah yang sebenarnya belum bergaul dengan Masisir.

Pengajar di Institut für Völkerkunde Freiburg ini juga membagikan pengalamannya saat meneliti di Indonesia, termasuk bagaimana ia dan beberapa dosen UGM memprakarsai kerjasama antar dua perguruan tinggi dalam bidang Antropologi. Ia juga bercerita tentang pengalamannya saat meneliti dan mempelajari mitos Nyai Roro Kidul di pantai selatan maupun mitos lainnya di pulau Jawa.

Ada satu pengalaman yang sangat menarik bagi Dr. Judith, yaitu saat ia meneliti prosesi budaya kirab di Yogyakarta.

"Ketika acara kirab berlangsung ada salah satu ormas setempat yang tidak menyetujui acara tersebut. Bagi organisasi keagamaan ini, acara tersebut tidak ada dalam Islam," katanya mengawali cerita.

Ia menyampaikan bahwa yang membuatnya kagum adalah ketika abdi-dalem keraton bisa meyakinkan ormas tersebut agar menerima kirab tanpa meninggalkan konflik berlarut.

"Abdi-dalem mengatakan bahwa ini bukan untuk prosesi agama, melainkan hanya sebagai pertunjukan budaya dan penarik turis belaka. Acara ini lantas mendapat dukungan dari ormas tersebut dan berlanjut setiap tahun," ucapnya.

Penggagas program pertukaran antropolog Indonesia-Jerman sejak tahun 2004 ini juga menambahkan bahwa hal menarik menjadi antropolog saat penelitian adalah ketika kita bisa menemukan dan memahami sudut pandang tertentu yang tidak dimiliki penduduk lokal.

Di akhir dialog, Dr. Judith menyampaikan harapannya untuk Indonesia. Setelah meneliti Indonesia dan masyarakatnya, ia menemukan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang berpotensi menjadi negara maju.

Apalagi di matanya, Indonesia adalah negara mayoritas muslim yang sukses menjodohkan antara Islam dan Demokrasi. Ia juga berharap, bahwa sentralisasi urusan dunia ke satu negara harus dihentikan dan berganti menjadi desentralisasi, semisal China sebagai contoh ekonomi, Jerman sebagai pusat teknologi, Indonesia sebagai contoh perjodohan Islam dan demokrasi, maupun pusat lainnya.

Bu Judith memberi nasehat penutup pada rekan PCINU Mesir untuk segera pulang apabila telah selesai belajar di luar negeri dan segera ikutserta membangun Indonesia dari dalam. Perbincangan ditutup dengan pertukaran cendera mata. [Miftah Wibowo/Mhd/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Quote Siti Efi Farhati

Senin, 18 Desember 2017

Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat

Jombang, Siti Efi Farhati. Rapat pleno Muktamar Ke-33 NU, Rabu (5/8), di alun-alun Jombang, dengan agenda pengesahan hasil sidang-sidang komisi salah satunya menyepakati tentang keputusan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyyah tentang pandangan Islam terhadap utang luar negeri.

Forum Muktamar menegaskan, Islam mengajurkan umatnya untuk bekerja dan mengelola hidupnya secara mandiri tanpa lilitan utang. Dalam konteks negara, Pemerintah harus mandiri dalam menghidupi kehidupan rakyatnya.

Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)

Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat

“Pemerintah tidak boleh mengambil utang, kecuali benar-benar dalam kondisi darurat agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan menjadi beban bagi generasi mendatang,” papar Abdul Moqsith saat membacakan keputusan Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudlu’iyyah di hadapan ribuan muktamirin.

Siti Efi Farhati

Sesuai dengan maqamnya, katanya, utang hanya diperkenankan untuk membiayai hal-hal yang sifatnya mendesak (hajiyyat), dan diprioritaskan untuk pendanaan hal-hal yang berimplikasi pada hajat hidup rakyat, seperti pembangunan energi dan infrastruktur.

Siti Efi Farhati

Hal ini karena tugas negara pada hakikatnya adalah menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua, terutama bagi kalangan rakyat lemah, tanpa membeda-bedakan latar belakang keyakinan agama dan kesukuan mereka. Rakyat kecil dan lemah itulah yang senantiasa harus menjadi prioritas kerja negara, baik dengan uang sendiri atau uang pinjaman. Dana utang sama sekali tidak diperkenankan untuk membiayai pos-pos yang menguntungkan sebagian kecil rakyat, apalagi dengan cara-cara yang tidak halal.

Jika terpaksa dilakukan, maka Islam telah menentukan rambu-rambunya. Pihak debitur harus berkomitmen untuk membayar sesuai dengan syarat yang diperjanjikan. Sementara ? bagi kreditur, ia tidak boleh menarik keuntungan dari pinjaman tersebut. Jika sudah jatuh tempo, tapi pihak debitur benar-benar dalam kondisi tidak mampu, dianjurkan untuk memberi tenggang waktu dengan rescheduling atau membebaskannya.

Forum bahtsul masail menyayangkan kondisi bangsa Indonesia yang hingga kini lekat dengan utang luar negeri. Menurut forum, jika dibandingkan dengan data kekayaan sumber daya alam, kondisi tersebut sangat ironis dan mengkhawatirkan, walau pemerintah dengan indikator ekonomi makro masih menyatakan aman.

“Akumulasi hutang yang menumpuk membuat pertumbuhan ekonomi tidak bergerak, rawan risiko, dan menimbulkan disinsentif bagi pengelola ekonomi untuk mencapai kinerja baik akibat terlalu besarnya transfer keluar untuk memenuhi kewajiban hutang luar negeri.”

Sebagai bangsa yang mendambakan kemandirian dan bermartabat di mata dunia, kita menginginkan negara yang bebas utang. Walau tidak mudah, sudah saatnya kita merenungkan kembali kebijakan defisit anggaran yang digunakan untuk mendukung ekspansi fiskal dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita tidak boleh selamanya terjebak pada skema pembiayaan utang untuk membiayai pembangunan. Oleh karena itu, dibutuhkan formulasi baru agar pembiayaan pembangunan tidak lagi mengandalkan dari utang," jelas Moqsith.

Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah merupakan forum kajian keagamaan yang berusaha mencari jawaban atas persoalan keagamaan tentang topik-topik tertentu. Jawaban merujuk pada kutub mu’tabarah dan disajikan dalam bentuk deskripsi utuh, tak sekadar jawaban halal-haram. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, News, Pesantren Siti Efi Farhati

Minggu, 03 Desember 2017

Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes

Brebes, Siti Efi Farhati. Melihat keramaian pasar sekilas tidak ada yang istimewa. Tetapi melihat membludaknya para pengunjung pasar beserta para penjualnya setiap menjelang Idul Fitri atau lebaran tiba menjadi fenomena dan kebiasaan menarik.

Masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang berjumlah 17 kecamatan ini secara umum menamakan tradisi ramai-ramai ke pasar tersebut dengan istilah ‘Prepegan’. Istilah Prepegan ini merujuk pada makna berbondong-bondong ke sebuah tempat dengan tujuan tertentu.

Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes

Dalam konteks menjelang Idul Fitri, masyarakat ramai-ramai belanja kebutuhan pokok menyambut malam takbiran dan silaturrahim di pagi harinya. Mereka tidak mungkin mencari kebutuhan-kebutuhan pokok apapun karena seluruh aktivitas pasar maupun toko semua tutup karena merayakan lebaran.

Salah satu alasan itulah yang membuat masyarakat berbondong-bondong mencukupi kebutuhan hingga pasca lebaran. Peluang ini ditangkap oleh para penjual kebutuhan pokok di pasar sehingga selain para pembeli, penjual pun membludak karena ramai-ramai membuka lapak dagangannya.

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati sempat menelusuri ‘Prepegan’ di salah satu pasar di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Sabtu (24/6) pagi. Padatnya pasar hingga meluber ke sebagian jalan menimbulkan tersendatnya lalu lintas di jalan pasar tersebut.

?

Siti Efi Farhati

Ada 10 Anggota Pramuka dari SMK Ma’arif Bantarkwung yang turut membantu masyarakat mengurai kemacetan. Mereka berdiri berjajar tepat di marka jalan yang ada di tengah dengan membawa bendera semaphore berwarna kuning dan merah serta pluit.

Menurut penuturan salah satu anggota Pramuka bernama Lia yang turut terjun ke tengah jalan, aktivitas ‘Prepegan’ yang sudah menjadi tradisi masyarakat di Pasar Desa Bangbayang membuat personil Pramuka SMK Ma’arif Bantarkawung menyusun program tahunan untuk membantu warga mengurai kemacetan.

“Setiap tahun kita terjun ke lapangan untuk mengurai kemacetan,” ujar Lia sambil beraktivitas menertibkan jalan. Masyarakat merasa terbantu dengan hadirnya adik-adik Pramuka dalam mengatur lalu lintas yang begitu padat.

Kelangkaan gas

Menjelang lebaran, tradisi ‘Prepegan’ turut berdampak pada perputaran ekonomi yang naik pesat. Pantauan Siti Efi Farhati, barang-barang yang banyak dicari dalam tradisi ini antara lain daging ayam, janur maupun ketupat yang siap isi, sayuran, rempah-rempah, dan gas untuk kebutuhan memasak.

Namun, kebutuhan gas LPG 3 kilogram sangat langka setiap momen menjelang lebaran. Hal ini turut menghambat masyarakat dalam menyiapkan hidangan lebaran karena kelangkaan gas yang akhirnya tidak bisa memasak.

Mayoritas pembeli menggunakan kendaraan motor menuju ke pasar. Tidak sedikit terlihat motor yang membawa tabung gas kosong. Mereka mencari keberadaan gas di setiap lapak dan toko, hasilnya nihil.

“Bingung harus cari ke mana lagi,” ucap pengunjung pasar bernama Suratno tampak frustrasi di tas motornya dengan menenteng tabung gas kosong.

?

Kelangkaan gas ini menjadi keprihatinan mayoritas warga menjelang lebaran. Karena menurut mereka, justru banyak agen-agen nakal yang sengaja menimbun gas agar bisa dijual berlipat-lipat pasca lebaran.

Di tengah krisis gas, masyarakat tetap bergembira menyambut hari raya Idul Fitri dengan melestarikan tradisi ‘Prepegan’ ini. Bahkan ada yang sampai berbelanja kebutuhan pokok hingga satu mobil pick-up. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Habib, Sunnah, Kyai Siti Efi Farhati

Selasa, 28 November 2017

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba

Bondowoso,Siti Efi Farhati. Kepala Nasional Baanar (Baanar) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Idy Muzayyad mendukung hukuman tegas untuk pengedar dan bandar narkoba. Bahkan, menurut dia, Baanar? setuju memberlakukan hukuman mati.

“Kami mendukung hukuman mati. Mereka tidak mau dihukum mati, tapi mereka menghukum membunuh rakyat kita 30 orang lebih setiap hari. Ini tidak adil, maka hukuman mati sebagai ketegasan,” katanya pada Deklarasi Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) dan Pemuda-Santri Bondowoso Anti Narkoba di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Tansil Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Sabtu (27/8) sore.

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba

Idy mengemukakan, menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), setiap hari ada 30 hingga 40 orang meninggal gara-gara narkoba. Menurut sumber yang sama pengguna narkoba saat ini ada sekitar 5,9 juta.

Siti Efi Farhati

Narkoba, tambahnya, sudah memasuki ke segala lini dengan mudahnya. Bahkan pesantren sekalipun menjadi tempat potensial untuk menjadi tempat peredaran barang berbahaya itu.

"Kalau pesantren saja potensial, apalagi lembaga yang lain. Karena itu tidak bisa pemerintah bekerja sendirian dan masyarakat juga tidak bisa sendiri. Harus ada sinergi dengan pihak lain. Kami sebagai pemuda mendukung ketegasan aparat keamanan dalam menghadapi peredaran narkoba ini," jelasnya.

Siti Efi Farhati

Baanar itu Badan Ansor Anti Narkoba. Logo berbentuk tameng, di dalamnya ada pemuda sehat tanpa narkoba yang warnanya putih, adalah hasil istikharah. "Artinya Baanar menjadi tameng khususnya kalangan muda dan umumnya warga NU dari bahaya narkoba," kata dia menjelaskan organisasi baru di tubuh Gerakan Pemuda Ansor? tersebut.

Baanar ini, tambah pria yang pernah Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, yaitu kependekan dari “waqina adzaa baanar”. Artinya jauhkan kami dari api neraka gara-gara narkoba.

Deklarasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso Salwa Arifin, para Muspika dan Muspida Bondowoso, Pengurus NU Bondowoso, banom-banom NU Bondowoso, santriwan-santriwati Mambaul Ulum, PKH se-Kabupaten Bondowoso dan wali santri PP Mambaul Ulum. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Aswaja Siti Efi Farhati

Senin, 27 November 2017

PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengajak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanjanya untuk pertanian lebih besar dari pemerintahan sebelumnya. Kiai Said meminta pemerintah mengatasi soal kesejahteraan petani, berikut segala kompleksitasnya.

PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan

“Selagi petani belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, kita harus memprioritaskan kepentingan mereka,” kata KH Said yang biasa disapa Kang Said kepada Siti Efi Farhati seusai rapat koordinasi dengan federasi buruh Sarbumusi di Gedung PBNU, Rabu (24/9) siang.?

Kang Said berharap Jokowi-JK juga memperhatikan nasib petani. Keduanya, kata Kang Said, mesti berkenan menurunkan anggaran besar untuk pertanian sebagai tulang punggung kehidupan.

Siti Efi Farhati

“Masak anggaran pertanian lebih kecil dibanding anggaran untuk pendidikan atau kementerian agama, pertahanan?” kata Kang Said menuju lift.

Siti Efi Farhati

Kehidupan petani sederhana. Asal ada air, bibit bagus, dan pupuk, itu sudah cukup. Petani tidak pernah kenal untuk dari dulu. Tidak rugi saja petani sudah Alhamdulillah. Lain kalau agrobisnis.

Ke depan jangan lagi petani menjadi korban, korban kebijakan, korban konflik lahan, tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan

Way Kanan,Siti Efi Farhati. Muhammad? Setyo Mukti Wicaksono, Juara II Penyaji Terbaik Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional Tahun 2015 membawakan lakon Anoman Maneges untuk meramaikan hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 90 di gedung PCNU Way Kanan, Jalan Lintas Sumatera Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu, Senin (8/2) malam.

"Kenapa memilih lakon ini karena berkisah tentang kebaikan yang menang melawan kejahatan. Menjadi harapan supaya NU senantiasa bisa demikian," ujar Pelajar SMPN1 Baradatu Kabupaten Way Kanan itu.

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan



Anoman Maneges
, ujar dalang kelahiran Way Kanan 3 Maret 2001 itu, berkisah tentang Negara Astina yang kedatangan seorang pandhita sakti mandraguna bernama Resi Lomana dan kegelisahan Anoman yang menanyakan kenapa umur sudah tua masih belum bisa pergi ke alam baka.

Siti Efi Farhati

Resi Lomana menyatakan perselisihan antara Pandhawa dan Korawa disebabkan ulah dua orang dilingkungan Pendawa, yaitu Prabu Kresna dan Semar.? Oleh karena itu, melenyapkan Semar dan Kresna menjadi target utama Resi Lomana.

"Namun karena Pandhawa memiliki pegangan Jamus Kalimasada (kalimat Syahadat) dan berpijak pada tatanan apik sebagaimana Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 dimiliki Indonesia, niat jahat Resi Lomana yang sejatinya penjelmaan Batara Kala tidak bisa terwujud. Adapun Anoman diberi wejangan Semar agar bersabar dan melanjutkan darma baktinya di dunia," kata Mukti menjelaskan.

Siti Efi Farhati

Sekretaris PCNU Way Kanan Totok Dwi Pambudi menyatakan, pertunjukan wayang kulit oleh Mukti merupakan cermin Islam Nusantara, yang tidak anti budaya namun menggunakannya sebagai sarana dakwah sebagaimana dilakukan Sunan Kalijaga.

Mukti tampil setelah menerima wayang Anoman dari KH Mahfudz Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahun Najah, Pringsewu, Lampung yang akan mengisi pengajian akbar pada Selasa (9/2) pukul 09.00 WIB.

Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Way Kanan dibantu petugas kepolisian mengamankan pertunjukan dihadiri puluhan warga di Kecamatan Baradatu tersebut. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, IMNU, Kyai Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock