Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam?

Jakarta, Siti Efi Farhati



Zakat adalah salah satu rukun Islam. Dan hal itu tidak bertentangan dengan kultur masyarakat Papua, ujar warga Kabupaten Jayawijaya, Papua, Tauluk Assho (60).

Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam?

Didampingi putranya, H Abu Hanifah Assho yang merupakan Ketua PC GP Ansor Jayawijaya, ia menjelaskan di daerahnya ada tradisi kurogo magasyarak yang artinya dipotong untuk berbagi.

“Itu kebiasaan setelah panen. Masyarakat di daerah kami biasa berbagi dengan cara seperti itu. Dan pembagiannya untuk siapa hingga yang berhak menerima siapa juga diatur,” kata dia, di Jakarta, Selasa (17/1).

Nama Assho menurut dia pula, terinspirasi dari Masjid Al-Aqsa, satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur).

Siti Efi Farhati

“Saya tertarik masuk Islam karena Islam itu unik. Nilai-nilainya tidak jauh beda dengan kebudayaan kami,” papanrya.

Dalam hal pernikahan, contohnya kata Tauluk menjelaskan, juga tidak diperkenankan satu garis keluarga.

“Termasuk cara berinteraksi dengan masyarakat. Bagaimana cara makan, sama persis dengan Islam yang disyiarkan ke tempat kami,” ujar dia pula.

Siti Efi Farhati

Tauluk memeluk Islam sejak muda. Sejak itu, dirinya memperjuangkan dan mengajak masyarakat di daerah identik dengan sebutan Bumi Cendrawasih turut memeluk Islam kendati dengan sejumlah rintangan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Internasional, Kajian Islam, Pertandingan Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Lampung Tengah, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung menggelar Safari Ramadhan 1438 H di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Dusun Banyuwangi, Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (11/6). Safari ke pesantren ini merupakan kegiatan perdana Ansor ? Lampung Tengah masa khidmat 2016 – 2020.?

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono mengatakan, bahwa Tujuan safari ke pesantren pimpinan KH Ahmad Karimullah salah satunya adalah untuk lebih mendekatkan kembali Ansor dengan pesantren.

“ Dan yang tidak kalah penting adalah kami ngalap barokah dengan poro Kiai yang ada disini,” katanya menyampaikan.?

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Saryono menambahkan, Ansor dan pesantren tidak bisa dipisahkan, karena pendiri Ansor memang adalah dari kalangan pesantren. “Dan Banser bertugas menjaga ulama dalam mengembangkan ajaran Aswaja,” imbuhnya.?

KH Ahmad Karimullah selaku pengasuh pesantren Bumi Sholawat ? menyambut baik kegiatan safari PC GP Ansor Lampung Tengah. Dikatakannya, silaturahim pengurus Ansor diharapkan tidak hanya berhenti pada agenda Safari di bulan Ramadhan saja, namun bisa dalam bentuk lain, seperti agenda pengkaderan Ansor dan Banser. ?

Siti Efi Farhati

“Terus terang saja jika ada agenda tahunan seperti Haflah Akhirussanah di pondok pesantren ini selalu melibatkan kader Banser dari Kecamatan Bekri, belum dari kader Banser dari wilayah kecamatan sendiri,” tuturnya.

Kedepan, lanjut Gus Mad sapaan akrab KH Ahmad Karimullah sanri pesanren Bumi Sholawat bisa dilibatkan dalam kegiatan pengkaderan.

“ Mudah-mudahan diwaktu yang akan datang, jika PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Diklaktsar Banser dan PKD Ansor santri-santri Bumi Sholawat akan ikut berpartisipasi,” ? tuturnya.

Disela-sela akhir Safari Ramadhan keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah memberikan santunan kepada 15 anak yatim piatu dan cindera mata satu gulung karpet untuk Mushola Pesantren Bumi Sholawat.?

Hadir dalam agenda tersebut; Kiai Ahmad Bahrudin (ustadz Pesantren Bumi Sholawat), Harmono, S.H.I (Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah), Kiai Sholihin (Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Khozinatul Ulum Seputih Banyak), pengurus ranting NU, dan puluhan santri putra dan santri putri dan masyarakat sekitar pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban. (Akhmad Syarief Kurniawan/ Muslim Abdurrahman)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Khutbah, PonPes Siti Efi Farhati

Senin, 29 Januari 2018

LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN

Magelang, Siti Efi Farhati. Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Salam menyelenggarakan mujahadah dan motivasi sukses UN bagi siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Salam di Aula Balai Desa Sucen Salam Magelang,   

Ketua LP Ma’arif NU Kecamatan Salam, H Suratin mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kepedulian LP Ma’arif untuk membantu para siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah kelas VI yang sebentar lagi akan menempuh Ujian Nasional. 

LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN

Dengan kegiatan ini kami berharap para siswa memiliki motivasi tinggi dan semangat belajar yang tekun. Bagi siswa yang berhasil memperoleh nilai terbaik ditingkat MI se-Kecamatan Salam akan diberikan penghargaan beasiswa sebesar satu juta rupiah. 

Siti Efi Farhati

Ia juga menghimbau kepada warga Nahdliyin di Kecamatan Salam agar menyekolahkan putra-putrinya di pendidikan Ma’arif dan mengajak para guru untuk bersama-sama menjadikan lembaga pendidikan ma’rif yang bermutu,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Acara diawali dengan mujahadah yang dipimpin oleh KH Muhsin Al-Hafidz dan ditutup dengan do’a oleh KH Habibullah. Kemudian acara dilanjutkan dengan “spiritual success motivation” yang diawali dengan game-game menarik. 

Para peserta pun nampak antusias dan hanyut dalam suasana penuh hidmat. Tak hanya itu, ustadz Saeful Bahri pun mengajak para siswa untuk senantiasa bersyukur dan merenungi segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. 

Sementara itu, motivator Amron Awaludin mengungkapkan, tujuan kegiatan “spiritual success motivation” ini untuk memberikan motivasi, baik kepada siswa, orang tua maupun guru dengan pendekatan kepada  Allah SWT. 

Dalam motivasi ini para peserta diajak dan diarahkan untuk lebih mengenal Allah dalam proses kegiatan belajar mengajar. Menurutnya spiritual adalah bentuk kecerdasan manusia yang tertinggi yang dapat mengangkat derajat manusia dan membawa ke dalam kebahagiaan hakiki. 

Ada tiga kunci kesuksesan dalam meraih cita-cita; pertama ikhtiar maksimal, kedua do’a dengan mujahadah, ketiga hati optimis dan tawakal.

“Berdo’a minta diberikan kemudahan saat UN adalah wajib. Berdo’a dan mendekatkan diri kepada Tuhan adalah sebuah proses sugesti, maka harus diyakini dan dilakukan secara benar. Dan semesta akan mendukung do’a itu untuk terwujud”, tuturnya.

Tidak hanya siswa yang mendapatkan motivasi, namun juga para orang tua siswaBahwa orang tua adalah sebagian mereka yang menyadari akan tanggung jawab atas amanah putra-putrinya dari Allah. Tugas para orang tua belum selesai dengan mengantarkan anak belajar di sekolah, namun orang tua juga wajib membimbing dan mendampingi anaknya ketika belajar di rumah. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua PAC IPNU Salam, Muhammad Imam Muttaqien mengungkapkan, bahwa kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun, selain ingin memberikan motivasi kepada siswa-siswi, kegiatan ini juga sekaligus untuk meneguhkan eksistensi pada masyarakat luas, bahwa Salam adalah salah satu basis IPNU IPPNU di wilayah Kabupaten Magelang. 

“Dengan semangat belajar, berjuang dan bertaqwa, kita yakin para siswa-siswi akan diberikan hasil yang terbaik dan dapat lulus dengan nilai yang maksimal,” tegasnya di sela-sela acara.

Dari 10 MI Ma’arif yang mengikuti kegiatan ini, masing-masing sekolah mengirimkan antara 10-20 siswa yang di dampingi oleh orang dan gurunya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Bahtsul Masail Siti Efi Farhati

Jumat, 19 Januari 2018

PMII Perkuat Kaderisasi

Pontianak, Siti Efi Farhati. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dikenal sebagai organisasi pencetak pemimpin hebat di negeri ini.?

PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Perkuat Kaderisasi

Salah satu kadernya adalah, Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar. PMII terus mencetak pemimpin baru dengan cara memperkuat kaderisasi.

“Kita memperkuat doktrin kaderisasi. Mahasiswa yang telah melewati kaderisasi PMII, dia harus lebih peka terhadap masyarakat dan negeri ini. Kepekaan sosial inilah yang terus kita tanamkan agar kader PMII memberikan manfaat bagi negara dan bangsa,” kata Ketua Umum PB PMII, Addin Jauharuddin saat temu kader di Pondok Nelayan Pontianak, Jumat (10/5) lalu.

Siti Efi Farhati

Dijelaskan pria kelahiran Cirebon ini, PMII memiliki basis di kampus-kampus. Untuk itu, ada tiga hal yang saat ini diperkuat, yakni taat organisasi, kaderisasi, dan memperkuat basis di kampus. Masuk PMII itu berarti masuk dunia organisasi. Seorang kader PMII harus memahami seluk beluk berorganisasi.

“Kalau sudah memahami tata cara berorganisasi, di masyarakat akan mudah bergaul dan masuk ke dunia apa saja. Bukan tidak mungkin, kader PMII akan menjadi pemimpin di masyarakatnya,” ujar Addin.

Siti Efi Farhati

Salah satu kekuatan organisasi adalah militansi. Saat melakukan sebuah pergerakan untuk mencapai tujuan, diperlukan militansi dan kekompakan. Untuk mendapatkan militansi, diperlukan kaderisasi yang mantap.?

“Kemudian, kita memperkuat basis di kampus terutama yang umum. Maksudnya, PMII tidak lagi memiliki basis di kampus Islam, melainkan juga di perguruan tinggi umum. Tujuannya, PMII tak lagi membicarakan masalah agama an sich, melainkan persoalan apa saja yang dihadapi masyarakat,” beber pria yang sedang kuliah S2 di Universitas Nasional Jakarta.

Sosok kader PMII nantinya tidak hanya hebat dalam berbicara agama, melainkan juga politik, ekonomi makro, ekonomi mikro, kedokteran, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Dengan keragaman kader seperti itu akan membuat PMII semakin kuat di masyarakat.?

“Selain itu, kita juga meminta seluruh kader dalam melaksanakan agenda formal harus di kampus. Sebab, PMII basis utamanya di kampus. Jangan lari dari kampus,” instruksi Addin.?

PMII bisa dikatakan sebagai organisasi kemahasiswaan yang sangat besar di Indonesia. Hampir seluruh kampus di Indonesia ada PMII-nya. Wajar apabila pemerintah banyak menaruh harapan pada PMII untuk bisa mengkader mahasiswa jadi pemimpin hebat.

“Pemerintah telah mempercayai kita untuk menyelenggarakan ASEAN Youth Assembly. Kepercayaan tersebut sebagai wujud nyata PMII untuk pemuda dan Indonesia. Kita terus berkiprah agar bisa melahirkan pemimpin masa depan Indonesia,” tekad Addin.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Fragmen, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Sabtu, 13 Januari 2018

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dikukuhkan sebagai Tokoh Perubahan oleh salah satu media cetak nasional pada 30 April 2013 lalu diharapkan dapat mengawal perubahan dari pesantren, seperti dalam slogannya menjelang Muktamar NU di Makassar, yakni “Kembali ke Pesantren”.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir berpendapat, gelar Tokoh Perubahan bagi Kang Said ini patut dijadikan landasan pacu untuk semakin bersemangat dalam mengawal perubahan, dan perubahan ini mestinya dapat dimulai dari pesantren.

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

“Kembali ke Pesantren” sebagaimana dijadikan maskot Kang Said menjelang Muktamar di Makassar, perlu dikuatkan kembali, kata Kiai Saifuddin Amsir kepada Siti Efi Farhati usai menggelar pengajian kitab hadis Riyadlush Shalihin di Masjid Ath-Thahariyah, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jum’at (10/5) malam lalu.?

Siti Efi Farhati

“Bagaimana pun, pesantren adalah basis utama Nahdliyin. Jadi, secara logika, gelar ini justru menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi NU untuk mewujudkan perubahan itu. Harapan saya, Kiai Said benar-benar memberdayakan pesantren,” tegas ulama Betawi ini.

Bagi Abuya, sapaan akrab Kiai Amsir, semangat perubahan telah diilhami oleh al-Qur’an. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu mau merubah dirinya sendiri. Di dalam hadits, dijelaskan barangsiapa melihat kemungkaran (ketidakberesan), maka gunakan kekuasaan atau pengaruhnya untuk mengubahnya.?

Siti Efi Farhati

Dalam sejarah perubahan NU, lanjut dosen Ushuluddin UIN Jakarta ini, yang paling fenomenal adalah Munas Alim Ulama NU 1983 dan Muktamar NU ke-27 di Situbondo 1984. Sejarah mencatat, hasil Muktamar tersebut mendukung asas tunggal Pancasila. Melalui serangkaian diskusi mendalam yang dipimpin oleh KH Achmad Siddiq dan Gus Dur, akhirnya muktamirin bisa menerima Pancasila sebagai asas organisasi.

“Muktamar ini kan dilaksanakan di pesantren Asembagus pimpinan Kiai As’ad. Jadi, pesantren memang luar biasa pengaruhnya bagi bangsa ini. Meski saya waktu itu belum pengurus PBNU, tapi saya memimpin delegasi dari Jakarta,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ali Musthofa Asrori

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam Siti Efi Farhati

Senin, 01 Januari 2018

Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku

Jakarta, Siti Efi Farhati?



Salah seorang putra H. Mahbub Djunaidi, Yuri Mahatma menceritakan sosok ayahnya. Menurut dia, Mahbub adalah orang yang sederhana dan penuh perhitungan. Dia bukan tipe orang yang suka berfoya-foya.? ?

Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku

“Papa bukan orang yang banyak duit, tidak makan di luar dan banyak jalan-jalan. Tapi satu hal, untuk kebutuhan buku, dia enggak pelit. Sangat tidak pelit,” katanya di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).? ?

Kalau anak-anaknya berulang tahun, Mahbub Djunaidi yang pernah aktif di IPNU, Ketua Umum pertama PB PMII, GP Ansor, Pertanu, Lesbumi NU, Mustasyar PBNU 1989-1994 itu akan memberi buku dengan selalu ada tanda tangannya.?

Pada ulang tahun kedelapan, Yuri Mahatma mendapat hadiah buku 80 Hari Keliling Dunia karangan Jules Gabriel Verne. Buku karangan orang Prancis itu kemudian diterjemahkan Mahbub sendiri dari judul aslinya Around the World in Eighty Days.?

Siti Efi Farhati

“Pernah diajak bapak bareng, terserah beli buku mau apa, bapak yang bayarin. Untuk yang lain, yangtidak penting-penting, dia pelit,” jelasnya.?

Anak Mahbub yang lain, Mira, pernah menceritakan, suatu ketika ayahnya pulang dari Prancis. Ia membawa oleh-oleh sekoper besar. Istri dan anak-anaknya telah begitu senang akan mendapatkan hadiah dari Eropa. Namun, ketika dibuka, hanyalah buku. Tak ada yang lain.

Ajaran hidup yang ditekankan Mahbub Djunaidi kepada anak-anaknya adalah disiplin dan menghargai waktu. Esai-esai dan terjemahannya yang sangat lentur itu diciptakan oleh penulis disiplin dan penuh penghargaan terhadap waktu.? ?

“Banget disiplin. Terutama soal waktu, memanfaatkan waktu. Orangnya disiplin,” kata Yuri yang dikenal sebagai musisi jazz yang tinggal di Bali itu. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Rabu, 20 Desember 2017

Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan

Judul: Resolusi Jihad Paling Syar’i, Biar Kebenaran Yang Hampir? Setengah? ? Abad yang Dikaburkan Catatan Sejarah Terbongkar

Penulis: Gugun El-Guyanie

Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Cetakan: I, 2010

Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan

Tebal: xiv+128 hal.

Peresensi: Ahmad Shiddiq *

Siti Efi Farhati



Para ulama yang tergabung dalam Jam’iyyah NU, tentu memiliki pandangan dan ijtihad terhadap seluruh persoalan agama, termasuk dalam menafasirkan makna jihad secara kontekstual. Diskursus tentang jihad selalu menyita perhatian dari berbagai kalangan, baik Islam sendiri atau pun non muslim. Bagi kalangan Islam, ajaran jihad merupakan sesuatu yang inheren, sehingga setiap muslim secara otomatis adalah seorang mujahid. Dalam merespon situasi yang membahayakan kedaulatan, PBNU kemudian membuat undangan kepada konsul NU di seluruh Jawa dan Madura.

Siti Efi Farhati

Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari? langsung memanggil kiai Wahab Hasbullah, kiai Bisri Samsuri, dan para kiai lainnya untuk mengumpulkan para kiai se Jawa dan Madura, atau utusan cabang NU-nya untuk berkumpul di Surabaya, tepatnya di Kantor PB Ansor Nahdlatul Oelama (ANO) di Jl. Bubutan VI/2, bukan di kantor PBNU yang saat itu berada di jalan Sasak nomor 23 Surabaya. Hingga memutuskan hal penting bagi bangsa dan negara, yang dikenal Revolusi Jihad tanggal 22 Oktober. Lalu pertanyaannya kenapa dalam lembaran sejarah perjuangan kaun santri lenyap begitu saja.

Buku yang yang ditulis oleh Gugun El- Guyanie ini, sangat penting untuk diketahui bangsa yang sudah lebih setengah abad merdeka. Karena, Pertama, Resolusi Jihad yang perankan NU termajinalisasi bahkan terhapus dari memori sejarah bangsa. Tentu karena pergulatan dan manuver politik, ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang ingin menggusur NU dari dinamika percaturan politik kebangsaan.

Mengapa heroisme terjadi di Surabaya? Kota yang menjadi simbol kota santri, ibu kota NU, dan di ibu kota tersebut pula Jam’iyah NU didirikan tahun 1926? Mengapa dalam pembahasan Resolusi Jihad ini perlu mengungkap setting geosospol dan geokultur. Karena kota Surabaya memiliki khas yang unik, baik dari segi politik, budaya, maupun religiusitasnya. Dengan demikian, akan ditemukan titik sinkron antara Surabaya dan heroisme jihad dari para kiai dan santri dalam membela tanah air. Surabaya kota pesisir timur pantai utara Jawa yang terus berubah, sekarang telah menjadi sebuah metropolitan, dengan proses dan dinamika yang muncul didalamnya.

Maka wacana Resolusi Jihad NU harus dihidupkan kembali, direkontruksi dan tidak ditempatkan pada upaya politisasi sejarah. Tanpa Resolusi Jihad, tak akan ada NKRI. Kedua, pada lingkup internal, banyak kader-kader Muda NU yang tidak mengerti rangkaian sejarah Resolusi Jihad. Hal ini dapat dibuktikan, ingatan masyarakat tentang Resolusi Jihad NU 1945 yang memiliki mata rantai dengan peristiwa 10 November di Surabaya semakin punah. Jangankan masyarakat umum, generasi penerus NU dari pusat sampai ranting, Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU pun banya yang tidak mendapatkan transfer sejarah mengenai resolusi penting ini.

Dari fatwa Resolusi Jihad ini, yang keluarkan oleh NU, umat menyambut seruan tersebut dengan gegap gempita. Dimana-mana, peperangan berkobar. Puncaknya, pada pagi, dari ujung-ujung terjauh pulau Jawa, para mujahid berdatangan memenuhi kota Surabaya. Pekik takbir pun membahana, menggoncang jiwa-jiwa musuh yang durjana. Resolusi Jihad telah menggerakkan perang paling kolosal yang pernah ada dalam sejarah Nusantara, yang kemudian terkenal dengan peristiwa 10 November 45. Namun, sejarah tidak merekam perjuangan kaum santri dengan Resolusi Jihadnya. Artinya bahwa kontribusi NU yang begitu besar dalam mempertahankan kedaulatan NKRI ternyata dipandang sebelah mata oleh pemerintah dari zaman kemerdekaan sampai hari ini.

Seandainya saja Resolusi Jihad tidak ada, juga laskar-laskar yang berafilasi dengan? NU seperti Hizbullah dan Sabilillah bersama laskar-laskar rakyat lain tidak lahir untuk menentang sekutu, mungkin Indonesia yang merdeka tidak bisa dinikmati sampai hari ini. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian para pengambil kebijakan, juga para sejarawan untuk memposisikan peran NU secara proporsional. Saatnya sejarah harus menampilkan peristiwa-peristiwa yang sebenarnya terjadi, bukan menutupi, mengurangi atau menambahi, memanipulasi atau mengkomoditinya.

Munculnya hari pahlawan, kota pahlawan, dan peristiwa 10 November serta para pahlawan yang gugur adalah bagian dari roh Resolusi Jihad yang ditiupkan oleh para kiai dan santri. Berapa pengorbanan jiwa dan raga yang harus dibayar oleh mereka untuk membayar kecintaannya pada bangsa, tetapi apa balasan pemerintah bagi mereka (warga NU)? Meminggirkan pendidikan pesantren, menuduh pesantren sarang teroris, menyinggirkan alumni pesantren dari dunia kerja?. Pada hal, dengan Resolusi Jihad berdampak pada dua hal penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Pertama, dampak politik, lahirnya resolusi jihad, secara politik meneguhkan kedaulatan Indonesia sebagai negara bangsa (nation state) yang merdeka dari penjajahan. Meski setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia selalu berdarah-darah untuk mengahadapi masuknya tentara sekutu, agresi militer Belanda pertama dan kedua. Kedua, dampak militer. Resolusi jihad, dengan tampilnya lascar Hizbullah dan sabilillah, berkontribusi besar melahirkan tentara nasional. Tanpa laskar-laskar tersebut, yang terkomando dalam Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan, rekrutmen tentara nasional akan mengalami kesulitan. (hal, 102)

Resolusi Jihad NU telah mengobarkan jiwa dan raga para pejuangnya. Namun sampai hari ini, banyak generasi bangsa yang tidak mengenal tragedy bersejarah itu, bahkan generasi NU sendiri. Hal ini dikarenakan, para sejarawan nasional, atas kepentingan penguasa tidak? mencatat Resolusi jihad NU dalam tinta emas sejarah. Oleh karena itu, sudah saatnya sejarah harus berbicara jujur, untuk mengajarkan kepada generasi bangsa bahwa Resolusi Jihad NU adalah pengorbanan yang besar dari para kiai dan santri yang setia, dan mencintai tanah airnya. Orang-orang pesantren selalu meyakini hadits Rasullah bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Untuk itu, buku ini penting dibaca oleh generasi bangsa, mahasiswa, akademisi (sejarawan), warga dan pengurus NU dari berbagai level, agar bangsa ini bisa menghargai jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa-raganya, demi terwujud kemerdekaan yang hakiki dari tangan penjajah. Dengan demikian, bangsa ini tidak seperti kata pepatah “air susu di balas air tubah”. Waallahu a’lamu bi al-shawab.



*) Santri Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya
Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Doa Siti Efi Farhati

Tasywiqul Khillan, Satu Keunggulan Nahwu Ulama Nusantara

KH Muhammad Makshum bin Salim orang Indonesia yang menunjukkan keunggulan ulama Nusantara. Ulama asal Semarang, Jawa Tengah ini menulis kitab Tasywiqul Khillan. Dalam kitab itu, pengalaman membaca dan keahliannya mengenai Nahwu (tata bahasa Arab) terlihat jelas.

Dalam kitabnya, sejumlah rujukan digunakan. Secara jelas ia menyebutkan rujukan utamanya seperti hasyiyah Abu Bakar Asy-Syanwani atas Syarah Al-Jurumiyah karya Syekh Kholid, Syarah Kafiyah Ibnul Hajib karya Syekh Ridho Istrobadzi, dan Mughnil Labib, Syudzurudz Dzahab, Qathrun Nada karya Jamaluddin Ibnu Hisyam Al-Anshori.

Tasywiqul Khillan, Satu Keunggulan Nahwu Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasywiqul Khillan, Satu Keunggulan Nahwu Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasywiqul Khillan, Satu Keunggulan Nahwu Ulama Nusantara

Tasywiqul Khillan merupakan catatan panjang (hasyiyah) atas Mukhtasshor Jiddan, syarah Al-Jurumiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan guru besar dan salah seorang Mufti Syafi’iyah abad 19 M di Mekkah.

Siti Efi Farhati

KH Muhammad Makshum merasa perlu memberikan uraian panjang atas Mukhtasshor Jiddan. Karena, para santri di Indonesia mengharapkan uraian lebih lanjut karya singkat Sayyid Ahmad Zaini Dahlan itu. Kitab itu diselesaikan di Semarang.

Siti Efi Farhati

KH Muhammad Makshum menyelesaikan kitabnya pada Jumadil Akhir 1303 H/1886 M. Meskipun begitu, karya yang berjumlah 222 halaman baru dicetak 54 tahun kemudian oleh penerbit Al-Maktabah Al-Ilmiyah pada Dzulqa‘dah 1358 H yang bertepatan dengan Januari 1940 M. Sebelum masuk cetak, Tasywiqul Khillan dibaca kembali oleh salah seorang guru besar Universitas Al-Azhar Ahmad Sa’ad Ali.

Sebagai ulama yang meneruskan tradisi ulama sebelumnya, ia memasukkan keberkahan di dalam karyanya. Misalnya ketika mengi‘rob ‘Bismillahirrahmanirrahim’, ia ingin menghindari pengulangan I‘rob yang sudah dijelaskan para ulama terdahulu.

“Uraian khusus mengenai bismllah sudah sering ditulis orang sehingga tidak perlu diulangi lagi di sini. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan sendiri menulis uraian itu. Tetapi saya akan menyebutkan sebagiannya saja hanya untuk mengambil berkah darinya,” tulis KH M Makshum di halaman 3 karyanya.

Sementara perihal perbedaan pendapat mengenai huruf jarr ‘Rubba’ di halaman 219 KH M Makshum mengatakan, “Ulama Nahwu membahas Rubba sebagai huruf jarr kecuali Syekh Kafrawi dan Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Tetapi kami juga akan membahasnya hanya untuk mengambil keberkahan.”

Perbedaan pendapat ahli Nahwu disikapi KH M Makshum secara bijaksana. Bahkan ia bukan menegangkan otot syaraf mendukung satu pendapat atau membuang pendapat yang lemah, tetapi justru mengambil keberkahan darinya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Doa Siti Efi Farhati

Jumat, 01 Desember 2017

Masjid Keramat Luar Batang Jakarta Butuh Perhatian Serius

Jakarta, Siti Efi Farhati. Masjid kuno Luar Batang di kawasan cagar budaya di Jakarta Utara membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam pembangunan dua menaranya.

"Kami minta pemerintah pusat maupun pemerintah DKI Jakarta dapat memberikan perhatian serius untuk pembangunan masjid dan pemugarannya," kata Humas Masjid Jami Keramat Luar Batang Yudo Sukmono di Jakarta, Rabu.

Masjid Keramat Luar Batang Jakarta Butuh Perhatian Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Keramat Luar Batang Jakarta Butuh Perhatian Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Keramat Luar Batang Jakarta Butuh Perhatian Serius

Dia menjelaskan, untuk saat ini pihaknya masih membutuhkan biaya untuk membangun dua menara di masjid yang dibangun pada 1732 oleh Habib Husein bin Abubakar.

Siti Efi Farhati

Masjid Jami Keramat Luar Batang yang di dalamnya terdapat makam ulama besar Habib Husein bin Abubakar dan muridnya, Haji Abdul Kadir, ditetapkan sebagai benda cagar budaya berdasarkan peraturan daerah khusus Ibukota Jakarta Nomor 9 tahun 1999.

Siti Efi Farhati

Ia mengatakan Habib Husein merupakan orang dari Yaman Selatan yang menetap di Luar Batang dan menyebarkan agama Islam di kawasan tersebut.

"Saat ini sudah ada dua menara dan pihak pembangunan merencanakan akan membangun dua lagi sehingga totalnya empat menara," katanya.

Namun Yudo Sukmono juga menyayangkan renovasi yang dilakukan sebelumnya karena telah menghilangkan banyak keasliannya.

Ia menambahkan, pembangunan masjid bersejarah yang berada di Jalan Luar batang V No 1 Penjaringan Jakarta Utara tersebut banyak bersumber dari sumbangan masyarakat.

"Banyak masyarakat yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia bahkan luar negeri untuk mencari keberkahan melalui ziarah ke makam Habib Husein," katanya.

Ia mengatakan jumlah pengunjung pada bulan Ramadhan tidak terlalu banyak dibanding bulan-bulan lainnya.

"Sebelum Ramadhan tiba, kita telah melakukan khatam ziarah. Artinya, kegiatan mengakhiri ziarah sebelum Ramadhan dan jika ada yang datang selama bulan suci juga tidak ada masalah," katanya.

Ia menambahkan, ziarah ke makam Habib Husein hanya akan ditutup waktu shalat lima waktu.

Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah dapat memberikan perhatian serius di tempat makam keramat yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU, Kajian, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Jumat, 24 November 2017

Reforma Agraria, Upaya NU Hilangkan Kesenjangan Ekonomi

Bandarlampung, Siti Efi Farhati

Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A Jalil mengatakan, Reforma Agraria sangat penting ? dilakukan sebagai upaya menghilangkan kesenjangan ekonomi di Indonesia.?

Hal ini disampaikannya pada Pra-Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017,? di Pondok Pesantren Al Hikmah, Bandarlampung, Sabtu (4/11).

Reforma Agraria, Upaya NU Hilangkan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria, Upaya NU Hilangkan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria, Upaya NU Hilangkan Kesenjangan Ekonomi

"Kepemilikan tanah saat ini timpang. Hampir 50 persen perkebunan sawit dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar," katanya pada acara yang mengangkat tema besar Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga ini.

Sementara itu, lanjutnya masyarakat hanya memiliki kebun-kebun kecil yang sudah tidak produktif dikarenakan tidak ada dana untuk peremajaan. Hal ini diperburuk dengan status tanah yang tidak jelas statusnya alias tidak memiliki sertifikat tanah.

Oleh karenanya, saat ini, sesuai dengan semangat Nahdlatul Ulama yang mendorong dan peduli terhadap reforma agraria ini, Pemerintah mencanangkan program pengadaan sertifikat bagi masyarakat dalam rangka maksimalisasi lahan pertanian dan perkebunan.

Siti Efi Farhati

"Jika tanah sudah memiliki sertifikat tentunya akan dapat dengan mudah bekerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan untuk mendapatkan dana mengelola lahan," katanya.

Siti Efi Farhati

Pada tahun 2017 ada 5 juta bidang tanah yang disertifikasi dan pada tahun 2018 akan naik menjadi 7 juta bidang tanah. Sementara pada tahun 2019 diproyeksikan 9 juta bidang yang akan disertifikasi. "Untuk Lampung saat ini mendapat jatah 200 ribu bidang tanah," jelasnya.

Dengan status tanah yang telah disertifikasi khususnya milik warga NU, Sofyan berharap warga NU dapat memanfaatkannya dengan maksimal dengan jiwa kewirausahaan yang dimilikinya.

"Warga NU itu memiliki jiwa entrepreneurship. Umumnya tidak tergantung kepada pemerintah," tandasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam Siti Efi Farhati

Kamis, 14 September 2017

Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya

Cirebon, Siti Efi Farhati. “Kesehatan itu tak punya agama,” tegas Jusak I Indrawan, Ketua Yayasan Griya Kesehatan Indonesia dari Geraja Kristen Indonesia Jakarta.

Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya

Karena itulah yayasan yang dipimpinnya menurunkan 30 orang tenga medis untuk membantu pengobatan gratis kepada warga sekitar pesantren Kempek , Cirebon, Jawa Barat, Kamis, (13/9).?

Meski pengobatan itu ditangani tenaga medis Kristen, ratusan warga Muslim berduyun mendatangi posko kesehatan Yayasan Griya Kesehatan Indonesia tersebut. “Yang bisa kami tangani adalah penyakit ringan seperti ISPA, kulit, dan maag. Tapi ada juga pasien dengan penyakit lain, seperti mata. Ya, kami layani,” ujarnya.?

Diakui Jusak, bakti sosial tersbut merupakan rangkaian dari Musayawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) yang akan berlangsung 14-17 September mendatang, di pesantren Kempek.

Siti Efi Farhati

“Kami diminta panitia untuk pengadakan pengobatan gratis. Karena itu tugas kami, kami bersedia. Kami ingin berbagi dengan sesama anak bangsa. Bersama NU, kami sering kali melakukan kegiatan serupa,” tambahnya.

“Mulai besok, kami akan memberikan penanganan lebih untuk peserta Munas-konbes. Kami menyiapkan mobil klinik. Mobil ini berfungsi semacam Unit Gawat Darurat yang bisa menangani sementara untuk penyakit berat seperti jantung.”

Siti Efi Farhati

Hari sebelumnya, yayasan tersebut juga melakukan hal yang sama di pesantren Darul Maa’rif. "Di pesantren itu target kami melayani 300 orang pasien. Ternyata lebih. Kami melayani 316 warga,” tambahnya.

?

Redaktur ? ? ? ? : Hamzah Sahal

Penulis ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam Siti Efi Farhati

Selasa, 05 September 2017

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif

Surabaya, Siti Efi Farhati. Sebagai organisasi yang eksis di perkotaan, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Surabaya dituntut menyesuaikan diri dengan karakter dan pola hidup masyarakat urban, dalam perjuangan dan sistem pergerakan mereka.

Hal tersebut diejawantahkan di antaranya dalam kegiatan Latihan Kader Muda tahun 2016 yang ditempatkan di Balai Diklat PWNU Jawa Timur, Jumat hingga Ahad 20-22 Mei 2016. Kaderisasi formal IPNU yang mengambil tema “Reformulasi Gerakan Pelajar NU yang Kritis Transformatif dan Militan di Tengah Masyarakat Urban” ini diikuti oleh 75 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Surabaya.

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif

Dalam pelatihan ini, PC IPNU Surabaya menyuguhkan berbagai materi-materi strategis dan kontekstual dan mendatangkan pemateri dari kalangan akademisi dan paraktisi, di antaranya adalah Imam Syafi’I (Direktur JTV) dan Abdul Quddus Salam (Pengurus Pusat Lakpesdam NU), serta ditutup oleh Ketua PCNU Surabaya. Ahnaf al-Asbihani selaku ketua panitia menjelaskan bahwa, pelatihan ini dirancang sebagai upaya menjawab tantangan pelajar dan masyarakat urban yang sangat dinamis.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan, menyatakan bahwa tugasnya sebagai pengurus organisasi yang menjadi ujung tombak kaderisasi NU di Kota Metropolitan tidaklah mudah,?

Siti Efi Farhati

“Kami harus bekerja keras di tengah apatisme pelajar dan banyaknya problematika di kalangan remaja dan masyarakat perkotaan”, tegasnya. Namun ia optimis dengan inovasi konsep NU Urban yang tengah digagas di Surabaya ini sembari menaruh harapan pada kader-kader baru.

Latihan Kader Muda (Lakmud) merupakan salah satu jenjang kaderisasi formal di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Lakmud didahului oleh Masa Kesetiaan Anggota dan ditindaklanjuti dengan Latihan Kader Utama. Selain kaderisasi formal, IPNU juga mempunyai kaderisasi informal dan non-formal. (Najih/Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Kajian Islam, News Siti Efi Farhati

Jumat, 18 Agustus 2017

Kiai Said: NU adalah Ashabul Haq

Jakarta, Siti Efi Farhati. Tantangan Nahdlatul Ulama hari ini adalah bagaimana agar di kemudian hari, generasi mendatang bangga menjadi kader NU, terus menjaga negara Indonesia dari gerakan radikalisme.

Kiai Said: NU adalah Ashabul Haq (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: NU adalah Ashabul Haq (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: NU adalah Ashabul Haq

“Kalau saya bangga, tapi cucu saya belum tentu, Pak Arifin Junaedi (ketua LP Ma’arif NU) bangga, Pak Imam (Menpora RI) bangga jadi NU, cucunya belum tentu. Ini tantangan ,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’aarif NU Nasional II di lantai 8, Gedung PBNU. Sabtu (25/3)

Pada acara yang diselenggarakan Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU tersebut, Kiai Said sangat menekankan agar masyarakat bangga menjadi NU, karena NU merupakan ashabul haq (pemegang kebenaran).

“Gimana caranya, anak, cucu keturunan ila yaumil qiyamah bangga menjadi kader NU, karena kita yakin NU-lah ashabul haq,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Ia meminta kepada semua warga NU agar berani menyuarakan nahnu ashabul haq (kami pemegang kebenaran), baik kebenaran dalam beragama, maupun dalam berpolitik bangsa.

Ia menjelaskan, kebenaran dalam beragama karena mengikuti salah satu imam madzhab empat dalam fiqih, juga mengikuti Imam Asy’ari dalam bidang aqidah, dan sebaliknya menjadi salah kalau mengikuti Imam Samudra atau Imam Muhammad bin Abdul Wahab.?

“Maka kita jangan ragu-ragu, nahnu ashabul haq,” kembali Kiai Said menegaskan.

Sedangkan kebenaran kedua, ialah perpolitikan dalam berbangsa, karena Mbah Hasyim Asy’ari mensinergikan antara Islam dan nasionalisme.(Husni Sahal/Mukafi Niam).

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Sunnah, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Kamis, 20 Juli 2017

MTs Nurul Islam Rintis Program Unggulan Baca Kitab

Jepara, Siti Efi Farhati. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Islam Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, setengah tahun ini sedang merintis program unggulan baca kitab. Sebelumnya madrasah dengan 250-an siswa ini juga mempunyai program unggulan kaligrafi yang sudah berjalan sejak tahun 2006.

MTs Nurul Islam Rintis Program Unggulan Baca Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Nurul Islam Rintis Program Unggulan Baca Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Nurul Islam Rintis Program Unggulan Baca Kitab

Mata pelajaran baca kitab dimasukkan dalam muatan lokal. Tiap Ahad siswa memperoleh materi kitab Tijan Addurari metode Ibtidai dengan durasi dua jam pelajaran.

Program yang baru berjalan semester ganjil kemarin awalnya menuai pro kontra, karena banyak yang menganggap siswa takut dengan kitab kuning. Tetapi karena diajar guru dengan metode santai program ini ternyata bisa diterima murid dengan baik.

Siti Efi Farhati

Selama sepekan guru yang mendampingi mata pelajaran Baca Kitab adalah Abdul Rohman, A. Jamaludin dan M. Nidhom. Sebelum pelajaran, siswa rutin melantunkan syiir rumus makna gandul. Setelah itu menyimak kitab yang sudah bermakna gandul. Jika sudah, siswa diminta membaca satu per satu. Sesudah itu baru membaca kitab Tijan Addurari tanpa makna.

Siti Efi Farhati

Meski belum genap setahun, program penguasaan kitab klasik ini, menurut Waka Kesiswaan Abdul Rohman, sebanyak 50 persen siswa sudah berani membaca kitab gundul.

“Kendalanya siswa yang kurang IQ susah menerima materi. Hal itu madrasah menempuhnya dengan pelajaran tambahan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu yakni Baca Tulis Al-Qur’an (BTA),” tambahnya.

Untuk mengetahui hasil program, pihak sekolah melaksanakan Class Meeting Cabang Baca Kitab, Kamis (17/12); dan Unjuk Baca Kitab saat Pembagian Rapot, Sabtu-Ahad (19-20/12). Tiga siswa yang akan praktik baca kitab gundul Khoirul Anam (kelas VII A), Ika Nurfiana Rahma (kelas VIII A) dan Sumayah (kelas IX B).

Lelaki yang kerap disapa Maman itu menjelaskan, mapel Baca Kitab bertujuan untuk mengembangkan baca kitab. Usai siswa lulus yang mempunyai keinginan mondok bisa diteruskan karena sudah memiliki bekal.

Di samping itu, dulu KH Mudhoffar Fatkhurrohman merupakan salah satu guru di lingkungan di MTs Nurul Islam. “Mbah Mudhoffar merupakan pengarang Syiir Rumus Makna Gandul kemudian dibikinlah kitab metode Ibtidai,” imbuhnya.

Ia berharap program itu semakin berkembang dan terus ada di MTs Nurul Islam. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Sunnah, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Jumat, 19 Mei 2017

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Jakarta, Siti Efi Farhati. Salah seorang ulama asal Mekah Arab Saudi Dr Syaikh Muhammad Ismail berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) sore. Bersama rombongan, Syaikh Muhammad membahas masa depan lembaga pendidikan NU di Mekah.

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Hadir dalam kesempatan ini Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Wasekjen PBNU yang membidangi pendidikan Masduki Baidlawi dan Hanif Saha Ghofur, serta Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi dan segenap pengurus pusat LP Ma’arif NU.

Syaikh Muhammad menegaskan, kunjungannya untuk kepentingan pendidikan, bukan politik. ”Kalaupun saya nanti ke pesantren-pesantren maka itu silaturahim biasa, menyangkut pendidikan, akhlak, dan cara-cara berdakwah yang baik,” ujarnya.

Siti Efi Farhati

Masduki menjelaskan, tahun 2000 lalu dia bersama KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Faqih, dan sejumlah kiai lainnya datang ke pesantren Syaikh Muhammad dan mendirikan madrasah NU di Mekah. Kini sekolah swasta untuk tingkat TK hingga SMA ini mengalami sedikit hambatan.

Siti Efi Farhati

”Sekarang pemerintah Arab Saudi sedang menerapkan persyaratan yang sangat ketat, menyangkut keamanan, pelayanan publik, perizinan, dan lain-lain. Kehadiran Syaikh di sini dalam rangka ingin membantu kami mengatasi masalah ini,” katanya.

Masduki menambahkan, di sana status madrasah di bawah pengelolaan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Arab Saudi itu disarankan KBRI menjadi sekolah negeri. Namun, PCINU setempat mengajukan syarat akan tetap mempertahankan karakter dan sejarah ke-NU-an lembaga pendidikan ini.

”Jika tidak, mereka tidak setuju, dan mau dikelola sendiri oleh PCINU. Untuk bantuan kan sudah menjadi kewajiban negara (Arab) kepada pendidikan dasar. Meski swasta NU tetap menuntut untuk mendapatkan hak-haknya karena tak ada perbedaan antara negeri dan swasta,” paparnya.

Kepada Syaikh Muhammad, Marsudi menjelaskan profil singkat NU dan lembaga pendidikannya, termasuk pesantren. Menurut dia, lembaga pendidikan NU di Indonesia sangat besar dan semuanya turut serta mengembangkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pesantren, Kajian Islam, Hadits Siti Efi Farhati

Kamis, 09 Maret 2017

1,7 Juta Lebih Umat Islam Tunaikan Haji Tahun Ini

Jeddah, Siti Efi Farhati. Pemerintah Arab Saudi memperbarui data kunjungan jemaah haji dari luar negeri tahun ini melalui Direktur Jenderal Paspor Mayjen Suleiman bin Abdulaziz Al-Yahya. Sebanyak 1.735.391 orang dilaporkan telah tiba di Tanah Suci dengan aman.

Al-Yahya dalam jumpa pers Senin (28/8), seperti ? dikutip kantor berita Arab Saudi SPA, merinci bahwa sebanyak 1.631.979 datang melalui jalur udara, 88.585 lewat jalur darat, dan 14.827 melalui jalur laut.

1,7 Juta Lebih Umat Islam Tunaikan Haji Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
1,7 Juta Lebih Umat Islam Tunaikan Haji Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

1,7 Juta Lebih Umat Islam Tunaikan Haji Tahun Ini

Dia juga mengklaim departemennya, di bawah pengawasan langsung Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz, Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Komite Tinggi Haji Arab Saudi, berhasil mengelola arus masuk para jemaah dari udara, darat, dan laut secara ketat dan cepat.

Al-Yahya juga mengingatkan, orang-orang yang berani mengangkut jemaah domestik tanpa izin ke tempat-tempat suci akan mendapat hukuman denda dan dan penjara.

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pengawasan yang ketat kepada jemaah untuk menjamin keamanan dan kelancaran ibadah haji musim ini.

Sepertibdilaporkan Arab News, Mayjen Jamaan Al-Ghamdi, asisten komandan pasukan keamanan haji mengatakan, sejak awal musim haji, terdapat 61 kantor ilegal telah ditutup, serta 10.333 warga Saudi dan 213.541 ekspatriat ditahan karena melanggar peraturan haji. (Red: Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Jumat, 21 Oktober 2016

Empat Ikhtiar Meraih Husnul Khatimah

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Empat Ikhtiar Meraih Husnul Khatimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Ikhtiar Meraih Husnul Khatimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Ikhtiar Meraih Husnul Khatimah

? ? ?

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Siti Efi Farhati

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran, ayat 102, :

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Lewat ayat diatas Allah SWT me-wanti-wanti atau mengingatkan agar kita semua kelak ketika ajal  tiba, kita meninggal dunia dalam keadaan beriman kepada Allah.  Inilah yang disebut dengan husnul khatimah.  Husnul khatimah adalah tolok ukur satu-satunya apakah seseorang  sukses dalam hidupnya atau tidak. Memang banyak tolok ukur kesuksesan dalam hidup ini, seperti hidup kaya raya,  memiliki jabatan tinggi, dihormati dalam masyarakat,  hidup dalam kondisi kesehatan yang prima dan sebagainya.  Namun apalah arti hidup kaya raya, jika ketika meninggal dunia seseorang tak mampu  menyebut nama “Allah”. Apalah arti menduduki jabatan tinggi, jika di akhir hayat seseorang  tidak mengenal siapa Sang Penciptanya.  Apalah arti hidup mulia dan dihormati di tengah-tengah masyarakat, jika di akhir hayat seseorang mati dalam keadaan kafir. Na’udzubillahi mindzalik.

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Husnul khatimah adalah harga mati yang harus selalu diusahakan dan diupayakan oleh siapa saja yang menginignkan surga dan menetap disana untuk selamanya. Cara kita mengupayakan agar diberi husnul khatimah adalah selalu bertakwa kepada Allah SWT, kapan  pun dan dimana pun kita berada. Husnul khatimah tidak hanya harus diupayakan secara terus menerus, tetapi harus pula selalu dimintakan kepada Allah SWT. Kita harus selalu berdoa kepada Allah agar diberi husnul khatimah. Jangan sampai kita lupa tidak memohon  husnul khatimah kepada Allah SWT dalam setiap doa kita karena husnul khatimah merupakan puncak dari semua kesuksesan di dunia ini. Tanpa husnul khatimah, sia-sialah hidup seseorang karena itu berarti neraka tempatnya di akherat sana.

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Untuk menggapai husnul khatimah sesungguhnya tidak mudah karena setan bisa saja mengambil kesempatan di saat akhir menjelang kematian seseorang. Setan bisa saja berusaha sekuat tenaga untuk menyesatkannya dengan segala cara; bahkan terkadang menjelma dalam rupa ayah dan ibunya. Imam Al-Qurthubi dalam kitabnya berjudul At-Tadzkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhirah menyatakan berdasarkan  sebuah riwayat Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa ketika seorang hamba mendekati ajalnya maka duduklah dua setan di sampingnya.   Setan yang berada di sebelah kanan yang menyerupai ayahnya mengatakan:

“Wahai anakku, aku sangat sayang dan cinta kepadamu. Jika kamu mau mati, maka matilah dengan membawa agama Nasrani sebab itu  adalah sebaik-baik agama.”

Sedangkan setan yang di sebelah kiri, yang menyerupai ibunya, mengatakan:

“Wahai anakku, perutku dahulu tempat hidupmu dan air susuku sebagai minumanmu serta pangkuanku sebagai tempat tidurmu, maka aku minta hendaknya kamu mati dengan membawa agama Yahudi sebab itu adalah sebaik-baik agama.”

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Agar kita terhindar dari upaya penyesatan oleh setan yang akan menjerumuskan kita, maka Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada kita berupa doa memohon kepada Allah agar senantiasa menetapkan iman kita sampai akhir hayat kita. Doa tersebut sebagaimana termaktub dalam Surat Ali Imran ayat 8, sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Husnul khatimah merupakan karunia terbesar dari Allah SWT yang tak tertandingi oleh apa  pun. Di saat setan terus melakukan berbagai godaan dan penyerupaan menjelang kematian seseorang, hanya Allah yang dapat menjaga dan menyelamatkan iman orang tersebut. Menurut Imam Sufyan Al-Tsauri, ada 4 (empat) cara yang bisa dilakukan seseorang untuk meraih husnul khatimah sebagai berikut:



1. Menjaga iman dan ketakwaaan kepada Allah SWT secara istiqamah.



Siapa  pun yang menginginkan terjaga iman dan ketakwaannya hendaknya menjauhi benar-benar hal-hal yang bisa merusak  iman dan ketakwaannya. Ia  harus bertaubat dari segala dosa dan kemaksiatan, apalagi terhadap syirik . Hal itu bisa  dicapai, diantaranya dengan membaca doa seperti yang diajarkan Rasulullah SAW:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:  "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui."



2. Berusaha sungguh-sungguh memperbaiki lahir batin.



Hendaknya, niat  dan tujuan semua amal saleh harus benar-benar bersih lahir batin. Tidak ada niat dalam beribadah kecuali semata-mata karena untuk mencari ridha Allah SWT sebagaimana yang kita ucapkan dalam doa iftitah setiap kali memulai shalat:

 ? ? ? ? ? ? ? ?  

Artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”



3. Senantiasa berdoa kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan iman.



Nabi Yusuf AS memberikan contoh doa husnul khatimah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Surat Yusuf, ayat 101 :

? ? ? ?

Artinya: “Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.”

4. Senantiasa berdizkir kepada Allah dalam keadaan apa  pun.



Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, Surat 152, yang berbunyi:

? ?

Artinya: “Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.”

Ayat diatas menegaskan janji Allah bahwa siapa  pun yang senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, maka Allah akan senantiasa mengingat orang itu. Allah akan selalu memberinya petunjuk dan pertolongan hingga orang itu meninggal dalam keadaan mengingat-Nya.  

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Mudah-mudahan kita semua senantiasa mendapat hidayah dari Allah SWT, dapat melaksanakan perintah-peritah-Nya dan meninggalkan apa yang menjadi larangan-larangan-Nya. Ketika ajal tiba, kita tetap dalam keadaan iman, Islam dan ihsan sehingga kita memperoleh husnul khatimah. Amin ya Rabbal Alamin.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Sabtu, 27 Februari 2016

GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan menggelar Kongres XV pada 25-28 November 2015 di Yogyakarta. Kongres merupakan forum tertinggi dalam organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama ini.

Kongres GP Ansor akan digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Jl Kaliurang Km 12,5, Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta. Kongres akan diikuti oleh sekitar 3.000 utusan dari unsur pimpinan pusat, pimpinan wilayah, dan pimpinan cabang se-Indonesia.

GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah

Sebelum Kongres digelar, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan di antaranya pada hari ini Senin (23/11) dilaksanakan Ziarah ke makam sejumlah tokoh dan alim ulama di Yogyakarta.

Siti Efi Farhati

Ziarah yang diikuti oleh Kader GP Ansor, khususnya Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) yakni ke makam KH Moenawir, KH Ali Maksum.

Siti Efi Farhati

GP Ansor juga akan menziarahi makam pendiri dan tokoh Muhammadiyah yakni KH Ahmad Dahlan di Karangkajen dan Ki Bagus Hadikusumo di Kuncen. “Ini adalah bagian dari tradisi GP Ansor dan NU untuk selalu menghormati dan menghargai para pendahulu kita yang telah banyak berjasa,” kata Alfa Isnaeni, Ketua Satuan Koordinasi Nasional BANSER di sela-sela acara Ziarah, Senin (23/11/2015).

Setelah itu kemudian ziarah ke makam KH Nur Iman Mlangi. Terakhir ke makam KH Mufid Masud, pendiri Pesantren Sunan Pandanaran.

Alfa menambahkan, melalui ziarah ini kader-kader Ansor dan Banser berharap dapat barokah, mengambil hikmah sejarah? dan inspirasi dari perjuangan mereka untuk umat, bangsa, negara dan agama.

“Kami berharap Kongres XV GP Ansor di Yogyakarta nanti berjalan sukses, mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru untuk bangsa Indonesia, dan ummat,” kata Alfa.

Kongres XV GP Ansor

Kongres adalah forum tertinggi untuk pengambilan keputusan. Kongres XV GP Ansor akan membahas dan menetapkan sejumlah keputusan-keputusan penting terkait dengan arah dan kebijakan organisasi, masalah kebangsaan, dan keummatan.

Kongres XV juga akan melaksanakan regenerasi kepengurusan Pimpinan Pusat GP Ansor dalam periode 5 tahun mendatang. Kongres XV GP Ansor mengambil tema “Menjaga Keutuhan Bangsa, memperkuat Kedaulatan Negara, Meluhurkan Nilai Kemanusiaan.”

Kongres XVGP Ansor juga dirangkai dengan kegiatan Silaturahmi Akbar, Apel BANSER, Pameran dan Bazaar, Dialog Sosok Inspiratif dan Sukses, Khalaqoh Kiai Muda,? Batsul Massail, hingga Pentas Seni dan Budaya.

GP Ansor

Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus Banser (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat. (Faktkhul Maskur/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Ulama Siti Efi Farhati

Selasa, 16 September 2014

Sepuluh Ribu Lebih Syekhermania Padati Lapangan Seputih Banyak Lampung Tengah

Lampung Tengah, Siti Efi Farhati - Untuk ketiga kalinya Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dari Surakarta menyapa para penggemarnya (Syekhermania) di Bumi Beguai Jejamo Wawai tepatnya di Lapangan Merdeka Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (2/11) malam.

Sekretaris Syekhermania Lampung H Muhyidin Thohir mengatakan, di sela-sela agenda itu Lampung Tengah Bershalawat diperkirakan jamaah yang hadir pada malam ini 10.000 lebih warga Muslim dan Muslimat.

Sepuluh Ribu Lebih Syekhermania Padati Lapangan Seputih Banyak Lampung Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Ribu Lebih Syekhermania Padati Lapangan Seputih Banyak Lampung Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Ribu Lebih Syekhermania Padati Lapangan Seputih Banyak Lampung Tengah

"Alhamdulillah beliau (Habib Syech) sudah enam kali ke Provinsi Lampung, di Kabupaten Lampung Tengah tiga kali, di Kabupaten Pringsewu sekali, di Kota Metro sekali, dan di Kabupaten Lampung Selatan sekali," kata mantan Sekretaris PW GP Ansor Lampung ini.

Tema yang diusung dalam Lampung Tengah Bershalawat malam ini adalah shalawat untuk keselamatan umat.

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf menyampaikan, semoga dengan lantunan shalawat warga Lampung diberikan rahmat. Dengan lantunan shalawat warga Lampung dijauhkan dari segala bencana, terwujudnya Provinsi Lampung yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

"Kita doakan bersama-sama semoga para kiai, para ulama, para habib di Provinsi Lampung diberikan kesehatan dalam membimbing masyarakat dan santrinya," pungkasnya.

Puluhan shalawatan dilantunkan oleh Habib Syech di Bumi Lampung Tengah dengan iringan grup hadrah Ahbabul Musthofa Lampung, dibuka dengan lantunan Ya Lal Wathan dan ditutup dengan lagu Indonesia Raya.

Tokoh-tokoh NU Lampung yang hadir antara lain adalah Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Muhsin Abdillah, Rais Syuriyah NU Lampung Tengah KH Nur Daim, Habib Yahya Pringsewu, Habib Asadullah Assegaf Tigeneneng, KH Zakaria Ahmad Kota Metro, dan puluhan kiai lainnya, Forkompinda Kabupaten Lampung Tengah, para santri dan warga setempat. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Minggu, 15 Juni 2014

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing

Lombok Tengah, Siti Efi Farhati?

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama akan mengadakan Rapat Kerja Nsional di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara mulai Kamis sampai Ahad (23-26/2).

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Pergunu H. Akhsan Ustadhi, Rakernas tersebut adalah penjabaran dari pokok-pokok yang dibahas di Kongres Pergunu pada 2016 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

“Rakernas menjadi aktualisasi yang telah dihasilkan di kongres dalam bentuk program yang harus dilaksanakan Pergunu dari tingkat pusat sampai anak cabang,” katanya di Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan pada Kamis malam (23/2).

Siti Efi Farhati

Sementara Ketua Panitia Rakernas Pergunu Muhammad Zain di tempat yang sama, mengatakan, Rakernas adalah keprihatinan Pergunu akan kondisi dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

Siti Efi Farhati

“Menurut Ketum Pergunu Kiai Asep Abdul Chalim, di Indonesia terjadi pergeseran paradigma dalam pendidikan, sekolah atau guru tak bisa melahirkan anak yang kreatif dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Pokok-pokok pikiran di Kongres Pergunu, lanjut dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, akan diarahkan dalam bentuk program untuk bagaimana caranya membentuk dunia pendidikan yang membuahkan anak kreatif dan berdaya saing tinggi.? ?

Dewan Pakar Pimpinan Pusat Pergunu tersebut, dulu dunia pendidikan Indonesia, dengan segala keterbatasan fasilitas telah melahirkan generasi yang sekarang. Sementara saat ini dengan fasilitas yang lebih baik, seharusnya melahirkan anak didik yang kreatif dan berdaya saing. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Pemurnian Aqidah, Pertandingan Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock