Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Jakarta, Siti Efi Farhati. Menjelang pelaksanaan Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara, Ahad (17/1) mendatang, Komunitas Lintas Iman yang terdiri dari PBNU, KWI, PGI, MATAKIN, PHDI, WALUBI, dan LPOI mengadakan pertemuan di Gedung PBNU lantai 8, Jumat (15/1) siang. Seluruh elemen lintas iman menyerukan bahwa terorisme, radikalisme, dan narkoba adalah musuh bersama.

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mewakili seluruh elemen lintas iman mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah, mewaspadai, dan membendung serta melawan radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Siti Efi Farhati

“Permasalahan ini tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan, pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta dan partisipasi seluruh pihak. Hanya dengan kebersamaan dan sinergitas yang kuat antara negara dan masyarakat, radikalisme, terorisme, dan narkoba akan sulit berkembang di Indonesia,” ujar Kang Said dalam jumpa pers.

Siti Efi Farhati

Sesungguhnya yang memberi ruang dan membuka peluang bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme, terorisme, dan narkoba di Indonesia adalah sikap ketidakpedulian dan sifat acuh masyarakat terhadap realitas sosial.

“Upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme dan kebhinekaan merupakaan ikhtiar mendesak yang harus ditempuh pemerintah,” tambah Kang Said.

Ia mengatakan, kita sebagai negara yang memiliki keragaman bahasa, agama, suku, adat-istiadat, ras, Indonesia telah mampu menunjukkan kepada dunia akan potret kehidupan bangsa yang harmoni.

Keberagaman yang ada merupakan salah satu tonggak dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tandas Kang Said. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Sunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 13 Februari 2018

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

Jakarta, Siti Efi Farhati. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar peringatan hari lahir atau Dies Natalis yang ke-13 pada Ahad, (3/5) di Kampus Jl Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta Pusat dengan mengangkat tema ‘Kita adalah Islam Nusantara’.

“Dengan tema ini, STAINU Jakarta ingin menegaskan komitmennya sebagai kampus yang istiqomah memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam Nusantara,” tegas Pembantu Ketua (Puka) IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd saat dihubungi Siti Efi Farhati, Selasa (28/4) di Jakarta.

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

Aris menambahkan, untuk itulah STAINU Jakarta ke depan akan membuka program studi dengan ciri khas Islam Nusantara seperti Tasawuf, Ilmu Falak, Pariwisata Haji dan Umroh, dan lain-lain.?

Siti Efi Farhati

“Sebelumnya, STAINU Jakarta juga konsisten dengan mata kuliah khas NU dan Islam Nusantara, yakni Arummanis (Aurod, Rawatib, Mawalid, Manaqib, dan Istighotsah),” imbuhnya.

Siti Efi Farhati

Menurut keterangannya, acara puncak pada Ahad besok, akan digelar orasi ilmiah oleh Ketum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dan Budayawan, Dr Radhar Panca Dahana tentang Islam dan Budaya Nusantara. Selain itu, rangkaian acara sebelumnya akan diadakan pembacaan manaqib, tahlil, shalawat, dan selayang pandang dari para pendiri STAINU Jakarta.

Kemudian, tambah Aris, STAINU Jakarta juga mengadakan rangkaian kegiatan seperti FGD Islam Nusantara, tanam 1300 pohon, Festival Islam Nusantara, Training Leader Campus, ToT Kerajinan Tangan, Baksos, dan Pengobatan gratis.

“STAINU juga akan meluncurkan kedai kopi Nusantara yang akan dipadukan dengan Taman Baca Masyarakat di sekitar Kampus,” pungkas Aris. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Ubudiyah, Amalan Siti Efi Farhati

Minggu, 11 Februari 2018

Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjelaskan, KPK hanya memiliki personil yang sedikit jika dibandingkan dengan praktik yang terjadi di Indonesia. Setidaknya, KPK hanya memiliki 1600 orang pegawai.

“KPK itu kecil. KPK hanya sekitar 1600 orang pegawai,” kata Agus saat menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari kedua yang diselenggarakan atas kerjasama LD PBNU dengan Hidmat Muslimat NU di Lantai 8 Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup

Karena itu, ia mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama melaporkan indikasi tindakan korupsi dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan dampak dari pada korupsi.

“Kita harapkan partisipasi bapak ibu untuk melaporkan dan menyadarkan banyak pihak, memberikan kontribusi paling tidak mengingatkan seseorang untuk tidak korupsi,” terangnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, tidak sedikit koruptor yang tertangkap oleh KPK. Agus mengatakan, sejauh ini ada 17 gubernur dan lima puluh delapan bupati walikota yang ditangani oleh lembaga anti rasuah itu.

Siti Efi Farhati

“Yang ditangani KPK 17 gubernur. Ini yang ditangani KPK saja, belum (yang ditangani) polisi dan jaksa,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengaku senang karena menurut salah satu survei internasional, persepsi korupsi Indonesia mengalami penurunan. “Di bidang korupsi, kita bergerak ke arah yang lebih baik. Yang ngukur lembaga internasional yang berada di Berlin (Corruption Perception Index),” urainya.

Data Corruption Perception Index menunjukkan, tahun 2014 Indonesia berada di peringkat ke-114 dari 174 negara yang disurvey. Sementara, tahun 2015 Indonesia menempati urutan ke-107 bersama dengan Argentina dan Djibouti. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Kajian, Pesantren Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh

Bogor, Siti Efi Farhati. Ketua Umum DPP Serikat Buruh Muslimin Indonesia Saiful Bahri Anshori dalam seluruh program kerjanya pada periode 2010-2015 akan difokuskan bagaimana mensejahterakan para buruh anggota Sarbumusi.



Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh

“Soliditas diantara pengurus harus dimatangkan, Sarbumusi bukan untuk partai politik, tetapi untuk kesejahteraan buruh,” katanya dalam sambutannya sebagai ketua umum terpilih, Selasa (3/8).

Untuk mencapai tujuan tersebut, banyak hal yang harus dilakukan, seperti membangun basis dan koordinasi yang rapi diantara seluruh jajaran pengurus Sarbumusi dari tingkat DPP sampai ke basis.

Siti Efi Farhati

“Sarbumusi memperjuangkan keadilan dalam konteks rahmatan lil alamiin, semua buruh harus diperjuangkan, bukan hanya buruh NU saja,” imbuhnya.

Selanjutnya, hubungan dengan mitra kerja sesama serikat buruh dan dengan pemerintah perlu ditegaskan. Jejaring yang dimiliki memungkinkan adanya sharing berbagai program yang bisa dikerjakan untuk pemberdayaan buruh.

Siti Efi Farhati

“Tak sulit membangun Sarbumusi, banyak program yang bisa dikerjakan,” paparnya.

Pengembangan networking tak hanya terkait dengan jejaring dalam negeri, tetapi juga komunitas internasional yang memiliki perhatian terhadap masalah buruh, tetapi ia mengingatkan, fihak asing juga memiliki agenda sendiri sehingga harus pandai-pandai menentukan sikap.

Mengingat Menakertrans sekarang adalah orang NU, yaitu Muhaimin Iskandar, maka ia akan meminta dukungan dan jejaring ke Disnaker di daerah agar Sarbumusi dapat memperolah akses pada program pemberdayaan masyarakat.

“Kita juga siap membantu memfasiitas jika ada kasus di Mahkamah Konstitusi atau di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terangnya.

Saat ini yang tengah diupayakan adalah mendapatkan kantor sekretariat tetap yang luas dan bisa menjadi basecamp buruh dari daerah yang pergi ke Jakarta. Saat ini sudah ada fihak yang menjanjikan memberi kantor seluas 200 meter dengan tiga lantai. Kantor di gedung PBNU sangat tidak memadai untuk Sarbumusi yang memiliki anggota puluhan ribu.

Upaya lain adalah membuat buku tentang fikih buruh yang bisa menjadi panduan bagi buruh dalam bertindak. Dalam Al Qur’an dan Hadist, banyak sekali ayat yang berbicara tentang hubungan kerja antara majikan dan buruh, semua hal tersebut harus menjadi inspirasi dan nilai-nilai yang dipegang oleh anggota Sarbumusi.

Baginya, mendapat amanah untuk mengelola Sarbumusi berarti harus mampu mensejahterakan buruh, menjayakan Indonesia dan membahagiakan NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Solo, Siti Efi Farhati. Kajian Ar-Raudah menggelar kajian rutin Selasa sore pada pekan ke-2 dan ke-4 di selasar masjid Nurul Huda Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS), Jawa Tengah, Selasa, (26/11). Kajian bernafas Ahlussunnah wal Jamaah ini mengaji kitab Risalatul Jamiah karya Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi.

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Puluhan jamaah yang terdiri dari berbagai fakultas di UNS turut hadir. Kehadiran Ar-Raudhah cukup membantu mereka yang berhaluan aswaja. Sebelumnya majelis taklim di sekitar kampus UNS cukup banyak. Namun, majelis ilmu model aswaja terbilang langka.

Para mahasiswa UNS dari kalangan Nahdliyyin terkadang menempuh jarak sekitar 7 km untuk mendapatkan siraman ilmu dari para ulama ataupun habib di daerah Pasar Kliwon, Solo ataupun di tempat lain. Namun, kesulitan itu kini sedikit terbantu dengan adanya kajian Ar-Raudhah UNS.

Siti Efi Farhati

Ar-Raudhah UNS sendiri merupakan majelis ilmu yang dirintis oleh Habib Novel al-Aydrus dan kemudian dilanjutkan oleh Habib Muhammad bin Husain al-Habsyi. Seiring perkembangannya, majelis ini kini semakin besar jamaahnya. Bahkan banyak dari kalangan mahasiswa ataupun dosen yang bukan dari Nahdliyyin pun tertarik mengikuti kajian ini.

Dalam kesempatan itu, Habib Muhammad menerangkan pentingnya meningkatkan iman dan membersihkan hati. “Bagaimana caranya? Di antaranya dengan duduk semacam ini (majelis ilmu). Meskipun sederhana, akan tetapi iman kita bisa meningkat,” tutur ulama yang juga aktif dalam kegiatan NU Solo itu.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut ia menjelaskan, cara lain untuk membersihkan hati yakni dengan pengakuan atau bertobat kepada Allah SWT. Dengan itu, kita juga dapat mengintrospeksi kesalahan kita untuk selanjutnya mengganti dengan perbuatan baik. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Ubudiyah, Doa Siti Efi Farhati

Minggu, 21 Januari 2018

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, Siti Efi Farhati. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Dari  pantauan Siti Efi Farhati, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

Siti Efi Farhati

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Kamis, 18 Januari 2018

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012. Hal ini berdasarkan hasil ru’yatul hilal bil fi’li atau observasi hilal yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah dan sejumlah ahli falak NU di sejumlah titik rukyat di Indonesia.

“Tim rukyatul hilal NU pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2012 M / 29 Sya’ban 1433 H telah melakukan ru’yatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal,” demikian dalam ikhbar PBNU.

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Karena hilal tidak terlihat maka umur bulan Sya’ban 1433 H adalah 30 hari (istikmal). “Atas dasar istikmal dan sesuai dengan pendapat al-madzahib arba’ah, maka dengan ini PBNU mengihbarkan bahwa awal bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012.”

Siti Efi Farhati

Dalam surat ikhbar yang ditandatangani KH Ubaidillah Syatori (rais syuriyah), KH Malik Madani (katib aam), KH Said Aqil Siroj (ketua umum tanfidziyah) dan H Marsudi Syuhud (Sekjen) PBNU juga mengimbau umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433 H dengan penuh keimanan dan keyakinan.

Siti Efi Farhati

“Mari menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dengan meningkatkan ketawqaan dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, beribadah dengan penuh kekhusyu’an dan berbagai aktifitas sosial yang bermanfaat,” demikian ikhbar PBNU.

Ikhbar PBNU ini dikeluarkan setelah sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Kantor Kementerian Agama Jakarta telah menetapkan atau itsbat jatuhnya awal Ramadhan.

“Sesuai laporan dan pencermatan telah berkesimpulan bahwa hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 M,” demikian disampaikan Menteri Agama.

Pada saat berita ini diturunkan, sidang itsbat masih sedang mendengarkan berbagai pendapat dari para peserta sidang dari berbagai ormas Islam dan para ahli falak dan astronomi.

Penulis: A. Khoirul Anam

 

 





Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Khutbah Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

Jember, Siti Efi Farhati. Warga Jember menyambut baik program pembuatan kartu tanda anggota NU (Kartanu) yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU (PCNU) setempat. Syarat pembayaran Rp 8000 untuk ongkos kartu dan administrasi tak menyurutkan antusiasme mereka memiliki Kartanu.

Untuk membuat kartu tanda pengenal ini mereka datang berduyun-duyun mendatangi kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) kecamatan setempat guna mengikuti proses pemotretan dan pengisian identitas.

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

“Ini beda dengan kartu anggota partai. Kalau kartu anggota partai, sudah gratis masih tidak ada yang mau datang,” ujar Hasani, panitia pembuat Kartanu PCNU Jember di kantor MWCNU Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, Kamis (5/9).

Siti Efi Farhati

Dia menambahkan, untuk sementara PCNU Jember menargetkan dapat menerbitkan 193.000 Kartanu. Jumlah ini sebenarnya sangat tidak sepadan dibandingkan dengan jumlah warga NU di Kabupten Jember yang tergolong mayoritas.

Siti Efi Farhati

Karena itu, kata Hasani, pihaknya masih menunggu perkembangan untuk membuat Kartanu secara massal lagi. “Bisa jadi nanti kita fasilitasi buat Kartanu lagi, tergantung perkembangan,” tukasnya (Aryudi/Mahbib).

Pembuatan Kartanu dibuka mulai 1 September hingga 23 Desember 2013. Sementara peluncurannya sudah dilakukan beberapa waktu lalu di kantor PCNU Jember. Demi kelancaran, panitia akan mendatangi semua MWCNU secara bergilir untuk mengadakan pemotretan dan menerima isian data diri warga.

“Alhamdulillah, sampeyan bisa lihat sendiri, warga sangat antusias ingin foto untuk Kartanu,” ungkapnya. (Aryudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, News, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji

Banyuwangi, Siti Efi Farhati

Para alumnus Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari melaksanakan pengajian rutin tiap bulan di kediaman Ahmad Mufid, Jl. Citarum No 46, lingkungan Kemasan, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi.

Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji

Kegiatan pada Kamis malam (17/11) dimulai dengan membaca Rotibul Haddad serta pembacaan tahlil. "Karena pondok pesantren kita adalah ladang penanaman ajaran serta penguatan amaliyah-amaliyah Nahdlatul Ulama kepada setiap santri. Perantara itu semua, pesantren kita dapat berkembang dan mampu bertahan di tengah-tengah perkotaan," ungkap sholeh salah satu alumni yang hadir malam itu.

Pengajian rutin dengan pembacaan kitab Arbain Nawawi juga disematkan dalam acara tersebut. Hal ini diperlukan untuk mengingatkan kembali nasihat-nasihat hadits sahih kepada alumni yang menjadi sumber rujukan amaliyah setiap hari.

Siti Efi Farhati

Pembahasan malam tersebut berkaitan dengan masalah niat. Ahmad Mufid selaku tuan rumah juga sebagai pembaca kitab di hadapan puluhan alumni yang hadir.

"Ketahuilah rasa ikhlas itu menjadi nyata dengan hilangnya rasa ujub (sombong). Barang siapa yang sombong atas dengan amal perbuatannya, maka sirnalah keikhlasannya. Dan secara otomatis sirna pula lah pahala perbuatannya," terangnya berdasar kitab tersebut.

Siti Efi Farhati

di bagian akhir, ia mengutip salah satu pendapat dari ulama yang menjelaskan tentang keihlasana. Menurut Syekh Al-Harits Al-Muhasibi dalam kitab Ar-Riayah berpendapat: "Ikhlas itu hanya mengharapkan ketaatan pada Allah, tidak mengharapkan pada selain-Nya.

Ahmad Syakur Isnaini, Ketua Jamiyah Majelis Alumni berharap kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat kepada seluruh anggota? juga kepada orang lain umumnya.

Sebagai penutup acara diisi dengan berbagai kegiatan, mulai ramah tamah, komunikasi berbagai topik antaralumni semisal mulai pekerjaan, politik, sampai keluarga. Serta pembayaran iuran tambahan kas jamiyah. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pondok Pesantren, Anti Hoax, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Selasa, 09 Januari 2018

Pencari Nafkah Lebih Butuh Akses Jalanan, Dibanding Demonstran

Jakarta, Siti Efi Farhati - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau sekelompok umat Islam yang merencanakan demosntrasi pada 25 November 2016 dan 2 Desember 2016 mendatang untuk menjaga ketertiban dan tetap menghormati pengguna jalan lain. Pihak PBNU meminta demonstran memberikan hak jalan bagi ribuan warga pencari nafkah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam.

Pencari Nafkah Lebih Butuh Akses Jalanan, Dibanding Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencari Nafkah Lebih Butuh Akses Jalanan, Dibanding Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencari Nafkah Lebih Butuh Akses Jalanan, Dibanding Demonstran

Imbauan ini disampaikan menyusul rencana aksi gelar sajadah oleh sekelompok umat Islam yang dengan sengaja mengagendakan shalat Jumat di jalan protokoler di Jakarta pada 25 November 2016 dan 2 Desember 2016 mendatang.

Siti Efi Farhati

“Jangan sampai aktivitas demonstrasi mengalahkan kebutuhan masyarakat dalam mencari nafkah,” kata Kiai Moqsith.

Menurutnya, aktivitas demonstrasi menempati status keperluan sekunder (al-hâjiyyât). Sementara aktivitas masyarakat untuk memenuhi hajat hidupnya dan hajat hidup keluarganya termasuk ke dalam kategori kebutuhan primer (ad-dharûriyyât).

Dalam kaidah agama, kebutuhan primer (ad-dharûriyyât) harus diutamakan dibandingkan aktivitas dengan kategori keperluan sekunder (al-hâjiyyât).

Siti Efi Farhati

“Jadi hal itu tidak lepas dari tujuan diturunkannya syariat Islam (maqâshidus syarî‘ah) di mana agama Islam melindungi lima kebutuhan primer manusia (ad-dharûriyyatul khams) seperti menjaga fisik, harta, kebebasan pikiran, keturunan, dan martabatnya,” kata salah seorang dosen pengampu mata kuliah tafsir di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Quote, Pondok Pesantren Siti Efi Farhati

Senin, 08 Januari 2018

LKKNU Jatim Bantu Korban Gusuran Pembangunan Tol

Jombang, Siti Efi Farhati - Akibat pembangunan jalan tol Mojokerto-Jombang, sejumlah lahan termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Taman Pembinaan Anak Sholeh (TAPAS) II, di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang harus digusur. Para guru dan murid terpaksa mengungsi untuk bisa tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

Dan untuk tetap memberikan semangat kepada mereka, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur memberikan motivasi dan menyerahkan sumbangan alat tulis dan kebutuhan lain kepada PAUD tersebut.

LKKNU Jatim Bantu Korban Gusuran Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Bantu Korban Gusuran Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Bantu Korban Gusuran Pembangunan Tol

"Tidak banyak yang bisa kami berikan, hanya sejumlah alat tulis, lemari dan meja belajar. Semoga semua ini bermanfaat bagi mereka," kata H Zahrul Azhar Asumta, Senin (4/9).

Siti Efi Farhati

Ketua PW LKKNU Jatim ini juga memberikan motivasi agar tetap semangat dalam belajar. "Kami melihat dari sisi kemanusiaan bahwa korban membutuhkan perhatian khusus. Jangan sampai dalam diri anak-anak ini terbayang bahwa sekolahnya digusur. Sehingga trauma," kata Gus Hans, sapaan akrabnya.

Siti Efi Farhati

Pengasuh di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang itu menyayangkan belum ada upaya penanganan khusus dari Pemkab setempat. Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak Pemkab. "Kami sudah konfirmasi kepada pihak Pemkab, pengakuannya kepada kepada kami mereka akan membantu dan menyediakan lahan untuk PAUD ini," jelasnya.

Menurut pimpinan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) ini, seharusnya Pemkab Jombang memberikan langkah khusus dalam menangani persoalan tersebut. "Tidak boleh disamakan dengan korban yang lain. Karena ini lembaga pendidikan, fasilitas umum. Yang terdampak juga anak-anak," terangnya.

?

PAUD Tapas II harus dirobohkan lantaran merupakan lahan yang akan digunakan untuk tol Mojokerto-Jombang, Kamis (1/9) lalu. Sementara untuk kelangsungan belajar, para guru dan murid mengungsi di PAUD Tapas I yang berada di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben yang berjarak sekitar 2 kilo meter dari bangunan lama.

?

Ruang kelas lama yang dihuni 40 siswa itu terpaksa harus dirobohkan setelah sehari sebelumnya, panitera Penggadilan Negeri (PN) Jombang membacakan surat keputusan nomor 16/Pdt.Eks.LL/2016/PN.Jbg tentang eksekusi lahan terdampak pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono (Moker) seksi II. Para guru dan siswa ini pun terpaksa harus mengalah demi pembangunan tersebut. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Sunnah Siti Efi Farhati

Minggu, 07 Januari 2018

Masjid Membina ke-Kita-an

Banyuwangi, Siti Efi Farhati. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi berpendapat, masjid adalah tempat pembelajaran dan pembinaan umat. Juga tempat melebur ke-ana-an (ke-aku-an) dalam ke-nahnu-an (ke-kita-an).

Masjid Membina ke-Kita-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Membina ke-Kita-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Membina ke-Kita-an

“Dengan nahnu, kita akan kuat!” katanya saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) para Imam, khotib, ta’mir masjid Pengurus Cabang LTMNU Kabupaten Banyuwangi, bertempat di aula Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Ahad, (24/2).  

Ia kemudian mengutip salah satu bait Al-fiyah ibn Malik, Lirofi wa nasbi wajarina shalah, Ka’rif bina fainnana nilnal minah. Nahnu itu ketika disuruh rafa’, nasab, dan jar, tetap kuat.  

Siti Efi Farhati

“NU rapuh, karana kenahnuannya masih labil dan membentuk kenahnuan sendiri,” tambahnya.  

Siti Efi Farhati

Kiai kelahiran Purwokerto 1954 juga mengatakan, di masjid pula, umat belajar mengikuti aturan main dalam jamaah (organisasi).

Siapapun imam, makmum harus mengikuti, ruku, sujudnya imam. Bahkan jika imam itu jabatannya lebih rendah dari makmum. “Tidak ada kekuatan, tanpa berjamaah,” tambahnya.

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai  pusat pemberdayaan umat” tersebut, difasilitasi PP LTMNU dan PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

Semaan Al-Qur’an untuk Kuatkan Religiusitas Kader IPNU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Dalam rangka memperingati hari lahir ke-63, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggelar acara Semaan Al-Quran di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (24/2).

Ketua Panitia Peringatan Harlah ke-63 IPNU Ahmad Farikhul Badi menyampaikan bahwa IPNU sebagai kader muda NU harus mampu menggabungkan kekuatan intelektual dan religiusitas guna mencapai kader yang berakhlakul karimah.

Semaan Al-Qur’an untuk Kuatkan Religiusitas Kader IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Semaan Al-Qur’an untuk Kuatkan Religiusitas Kader IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Semaan Al-Qur’an untuk Kuatkan Religiusitas Kader IPNU

Menurutnya, dalam setiap gerakannya, IPNU tentu harus selalu berpedoman pada Al-Quran. Oleh karenanya, semaan ini merupakan bagian dari ikhtiar PP IPNU agar semua kader berintrospeksi atas gerak langkah yang telah dan akan dilakukan oleh IPNU.

“Semaan ini merupakan bagian dari ikhtiar PP IPNU untuk kita, semua kader, melakukan instrospeksi diri atas gerak dan langkah yang sudah, sedang, dan akan dilakukan oleh IPNU,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut.

Siti Efi Farhati

Ia menambahkan, hal ini juga sebagai bagian dari respons IPNU sebagai garda terdepan mempertahankan NKRI dari berbagai polemik yang terjadi, seperti radikalisme, disintegrasi, dan terorisme.

“Terlebih melihat kondisi negara yang belakang ini mengalami berbagai gangguan, baik radikalisme, disntegrasi maupun terorisme yang terjadi di mana-mana. Maka IPNU harus mengambil perannya sebagai civil society yang harus berdiri di garda terdepan memperhankan NKRI,” imbuhnya.

Sementara itu, senada dengan Badi’, Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid menyampaikan bahwa semaan ini adalah momen reflektif di hari lahir IPNU yang ke-63 untuk menegaskan kembali perannya sebagai wadah kaderisasi anak muda NU dalam menjawab berabgai tantangan kekinian.

Siti Efi Farhati

“Melalui semaan Al-Quran sebagaimana yang telah para ulama NU dulu ajarkan, kita menemukan momen reflektif untuk menegaskan kembali keberperanan kita sebagai wadah kaderisasi anak muda NU dalam menjawab berbagai tantangan kekinian,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini bukanlah tujuan, tetapi bagian dari proses yang akan terus dilakukan guna menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kegiatan ini bukanlah tujuan, melainkan bagian dari proses yang akan terus kita laksanakan secara kontinu demi menegakkan syiar Islam Ahlussunah wal Jamaah an-Nahdliyyah,” tambahnya. (Syakir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah Siti Efi Farhati

Minggu, 17 Desember 2017

Pesantren Al-Asyariah Juarai Liga Santri Nusantara Region Banten

Tangerang,Siti Efi Farhati. Pondok Pesantren Al-Asyariah Tangerang berhasil meraih juara Liga Santri Nusntara (LSN) Region Banten setelah di final berhasil menaklukkan Pondok Pesantren Darussalam Serang dengan skor tipis 2-1 di Stadion Mini Solear Kabupaten Tangerang pada Ahad (4/9).

Pesantren Al-Asyariah Juarai Liga Santri Nusantara Region Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Asyariah Juarai Liga Santri Nusantara Region Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Asyariah Juarai Liga Santri Nusantara Region Banten

Dengan demikian, Al-Asyariah akan mewakili Banten untuk berlaga dalam Final Liga Santri Nusantara bersama bersama tim dari 31 Region lainya. "Alhamdulillah ini kedua kalinya kami mewakili Banten dalam Liga Santri. Mudah-mudahan kami bisa memberikan prestasi yang terbaik buat Banten," ucap Pengasuh Pesantren Al-Asyariah Ust.H. Makhrusillah.

Ketua Panitia Liga Santri Nusantara Khoirun Huda menyampaikan, proses pelaksanaan Liga Santri di Banten berlangsung lancar dan sukses. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh kiai dan pengasuh pesantren dan para santri yang sudah terlibat dan berpartisipasi dalam Liga Santri Nusantara ini.

Siti Efi Farhati

“Saya berharap ke depan akan lebih banyak lagi pesantren yang melakukan pembinaan sepakbola bagi santri sehingga dapat berpartisipasi dalam ajang bergengsi seperti ini," katanya.

Siti Efi Farhati

Sementara Koordinator Region LSN Banten Ahmad Fauzi menyampaikan, Al-Asyariah sebagai Juara tidak boleh terlena dan tidak boleh berbagga diri dengan kemenangan.

Menurutnya ini adalah awal perjuangan karena dalam final Liga Santri mereka harus berhadapan dengan tim-tim tangguh dari berbagai pesantren se-Indonesia. "Para pemain harus terus gigih berlatih mempersiapkan fisik dan mental guna menyongsong pertandingan selanjutnya," tegasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Liga Santri Region Banten ini dilaksanakan sejak tanggal 27 Agustus sampai dengan 4 September 2016. Liga tersebut diikuti 14 tim dari pondok-pondok pesantren di Banten. (Khoirun Huda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sholawat, Ubudiyah, AlaSantri Siti Efi Farhati

Rabu, 06 Desember 2017

Inilah Lafal dan Keutamaan Sayidul Istighfar Menurut Rasulullah

Sayidul istighfar merupakan lafal istighfar yang paling utama dari sekian bentuk istighfar. Sayidul istighfar memuat pengakuan nikmat dan dosa. Lafal istighfar terbaik ini juga mengandung pengakuan status penciptaan. Ini yang membuat sayidul istighfar lebih utama dari bentuk-bentuk istighfar lainnya. Bunyi sayidul istighfar adalah sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Inilah Lafal dan Keutamaan Sayidul Istighfar Menurut Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lafal dan Keutamaan Sayidul Istighfar Menurut Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lafal dan Keutamaan Sayidul Istighfar Menurut Rasulullah

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

Siti Efi Farhati

Artinya, “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Siti Efi Farhati

Sayidul istighfar mengandung keutamaan yang luar biasa. Keindahan dan bobot lafal pengakuan di dalamnya memberikan nilai khusus bagi pembacanya di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW menyebut ganjaran khusus bagi mereka yang mengamalkan sayidul istighfar pagi dan sore.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca sayidul istighfar di sore hari, lalu ia meninggal di malam itu, niscaya ia termasuk penghuni surga. Demikian juga berlaku bagi mereka yang membaca sayidul istighfar di pagi hari, lalu wafat di hari itu juga, niscaya ia termasuk penghuni surga.”

Keterangan ini disebutkan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar. Dalam karyanya itu Imam Nawawi memasukkan sayidul istighfar ke dalam doa harian yang dianjurkan untuk dibaca pagi dan sore hari. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Pertandingan Siti Efi Farhati

Membela Kehormatan Nusantara di Timur Tengah

Orang-orang Nusantara pada abad 17 hingga19 banyak menimba ilmu di Haramain. Tak sedikit para santri itu di kemudian hari mencapai keilmuan yang setaraf ulama internasional. Mereka menjadi khatib, imam, memimpin pengajian dengan murid dari berbagai negara. Tak hanya itu, keilmuan mereka ditunjukkan dengan menulis banyak karya. Di antara ulama yang mencapai taraf seperti itu adalah Syekh Mukhtar Atharid Al-Bughuri.?

Meski demikian, komentar miring kadang sering dilontarkan orang Arab kepada orang Nusantara dengan perkataan “Ya Jawah-jawah baqar. Ya jawah, ya jawah ya’kul hanasy, hai orang Jawa, hai orang jawa yang seperti sapi. Hai orang Jawa, hai orang Jawa yang memakan sejenis ular. (hal.93)

Membela Kehormatan Nusantara di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Membela Kehormatan Nusantara di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Membela Kehormatan Nusantara di Timur Tengah

Konon pada masa Syekh Mukhtar Atharid Al-Bughuri berkiprah di Masjidil Haram, terjadi polemik tentang hukumnya belut yang sering dikonsumsi orang-orang Nusantara. Pada masa tersebut, ulama Timur Tengah ada yang mengharamkan memakan belut karena dianggap sebagai bagian dari jenis ular. Syekh Mukhtar Atharid mengatakan:

“Pada permulaan tahun 1329 H, terjadilah debat di antara orang yang disandarkan kepada ilmu dengan orang selevelnya dari para ulama Jawa mengenai masalah belut. Di antara mereka terjadilah korespondensi tanya jawab. Salah satu di antara mereka berdua berkata mengenai keharaman belut. Dia menyandarkan hal tersebut dengan beberapa hal samar yang akan saya terangkan serta sanggahannya, tanpa menukil pendapat ulama madzhab dan kitab-kitab mereka. Sedang pihak lain menyanggah jawaban tersebut dan berkata mengenai kehalalan belut itu dengan bersandar bahwa belut termasuk dalam keumuman halalnya hewan laut, di mana yang dikehendaki adalah air secara mutlak seperti keterangan yang akan datang, dengan menukil dari kitab-kitab tafsir dan tidak mampunyai hewan itu hidup di daratan.” (hal. 1-2)?

Sebagai orang Nusantara yang pernah memakan dan menyukai belut, Syekh Mukhtar Atharid Al-Bughuri memberikan penjelasan dalam bentuk karya “As-Shawa’iqul Muhriqah lil Auhamil Kazibah fi Bayani Hillil Baluti war Raddu ‘ala man Haramahu”. Karya yang diselesaikan pada 8 Muharram 1329 H itu kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Amirul Ulum dan Khairul Anwar. Pada kitab itu, ia membela kehormatan orang-orang Nusantara.?

Kitab tersebut disusun ke dalam 10 bagian. Bagian pertama pengantar dari pengarang yang menjelaskan asal-mula polemik masalah belut tersebut. Bagian kedua membahas hal-hal yang berkaitan dengan belut yaitu pembagian jenis-jenis hewan. Bagian ketiga membahas tentang makna lautan yang disandarkan pengarang kepada ulama-ulama lain.?

Siti Efi Farhati

Pada bagian ini, pengarang menyebutkan, bahwa firman Allah dalam surat Al-Maidah: 96, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jamal yang mengutip Tafsir Khazin; yang dimaksud lautan adalah semua air, baik yang tawar maupun asin, sungai, lautan, ataupun kolam. (hal. 29).?

Pada bagian keempat, pengarang menjuduli babnya dengan “Ancaman Terlalu Mudah Memberi Hukum Halal atau Haram atas Suatu Perkara Tanpa Dalil Syar’i”. ?

“Bagi orang yang tidak memiliki kemampuan berfatwa, tidak diperkenankan berfatwa mengenai perkara yang tidak dia temukan tertulis dalam kitab. Walaupun dia menemukan satu perkara yang sama, atau beberapa perkara. Orang yang ahli dalam faqih adalah orang yang ahli dalam kaidah ushul imamnya, semua bab dari ilmu Fiqih. Sekiranya dia mampu menganalogikan suatu perkara yang tidak dinash oleh imamnya. Ini adalah suatu kedudukan yang sangat agung, dan tidak ditemukan pada saat ini. Karena itu adalah kedudukan para Ashab al-Wujuh, dan mereka telah terputus sejak masa 400 tahun.” (hal. 33)

Bagian lima, pengarang menukil penjelasan Imam Ibnu Hajar dalam kitab “Fatawi Kubra” yang menukil Imam Nawawi dalam kitab “al-Majmu” yang berkaitan dengan cara berpendapat dalam hukum agama. Bagian keenam membahas pendapat para imam mengenai kehalalan hewan seperti belut dan belut itu sendiri. Bagian ketujuh membahas bentuk dan dingkah laku belut. Pada bagian kedelapan, menyebutkan bahwa belut adalah hewan yang hidup di air. ?

Siti Efi Farhati

Pada bagian kesembilan, barulah pengarang menetapkan hukum belut. Pada bagian ini, pengarang mencantumkan berbagai pendapat ulama yang mengatakan haramnya belut. Kemudian pengarang membantahnya dan menjelaskan argumentasinya. Sementara bagian kesepuluh, pengarang menjelaskan hukum memakan beberapa jenis hewan seperti remis, keong, tutut.?

Pada versi terjemahan Amirul Ulum, dicantumkan naskah asli “As-Shawa’iqul Muhriqah lil Auhamil Kazibah fi Bayani Hillil Baluti war Raddu ‘ala man Haramahu”, tapi sayangnya tidak terlalu jelas.?

Peresensi adalah Abdullah Alawi





Data Buku

Judul asli : As-Shawa’iqul Muhriqah lil Auhamil Kazibah fi Bayani Hillil Baluti war Raddu ‘ala man Haramahu

Penulis : Syekh Mukhtar Atharid Al-Bughuri

Judul terjemahan : Kitab Belut Nusantara

Penerjemah : Amirul Ulum dan Khairul Anwar

Tebal : xii+98 halaman

Cetakan : Juli, 2017

Penerbit : CV. Global Press

ISBN : 978-602-61890-0-4

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Syariah, Aswaja, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Minggu, 26 November 2017

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara

Jakarta, Siti Efi Farhati. Musim hujan dan tingginya pasang air laut yang diperkirakan akibat pemanasan global telah membuat banyak warga yang tinggal di pantai. Para penduduk yang tinggal di Kamal Muara selama dua minggu ini terpaksa hidup ditengah-tengah banjir.

Untuk membantu meringankan penderitaan warga Kamal Muara, khususnya di RW 01 dan RW 04 Kamal Pelelangan, Lazis NU mengirimkan bantuan sembako yang terdiri dari 56 dus indomie, 105 dus aqua, 90 potong sarung dan 4 kardus susu bayi.

Bantuan tersebut diterima oleh Takmir Masjid Al Huda Sahlani pada Sabtu siang (8/12). “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh NU,” katanya.

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara

Sumbangan sebanyak satu truk tersebut ditempatkan di Masjid Al Huda yang selanjutnya akan dibagi-bagikan kepada warga yang masing kebanjiran. Warga juga sudah mendapatkan pengobatan gratis dari sebuah partai, namun belum ada respon yang memadai dari pemerintah.

Dikatakan oleh Rais Ranting NU Kamal Muara ini bahwa  banjir sebenarnya merupakan hal yang sering terjadi saat air laut pasang, namun kali ini merupakan banjir tertinggi yang dialaminya sejak tahun 1975 ketika ia mulai menetap disana.

“Kami harap pemerintah segera membuat tanggul-tanggul agar air laut tidak masuk karena tanggul yang ada sudah banyak yang rusak,” harapnya.

Siti Efi Farhati

Saat banjir, biasanya warga mengungsi ke Masjid, namun kali ini masjid pun ikut banjir dengan ketinggian selutut orang dewasa sehingga warga terpaksa kembali mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. SMP terpaksa diliburkan untuk digunakan sebagai tempat pengungsian sementara gedung SD dan Madrasah libur tiga hari karena kebanjiran.

Di daerah-daerah yang lebih rendah, banjir masih setinggi lutut, namun untuk lokasi yang lebih tinggi banjir hanya tinggal di jalanan dan tidak masuk dalam rumah. Warga juga sudah pulang ke rumahnya masing-masing dan beraktifitas seperti biasanya. (mkf)

Siti Efi Farhati



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Halaqoh, Ulama Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor

Purworejo, Siti Efi Farhati

Banjir dan tanah longsor yang beberapa hari lalu melanda beberapa titik di Kabupaten Purworejo menggerakkan para kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk turut membantu.

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor

Mereka yang tergabung dalam Corp Brigade Pembangunan (CBP), badan semiotonom IPNU, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat focus menangani evakuasi. Sementara sebagian anggota IPNU-IPPNU lainnya melakukan pengumpulan dana bantuan dari masyarakat yang kini mencapai lebih dari 25 juta rupiah.

Di tiga hari pertama, hasil penggalagan dana telah disalurkan hingga ke 15 titik lokasi bencana, yakni di Donorati, Caok, Jelok, Sudimoro, Pacekelan, Sibatur, Ngesong, Jenar Wetan, Krandegan, Tangkisan, Gintungan, Berjan, Sucen, Tologrejo dan Sidomulyo.

Siti Efi Farhati

Relawan IPNU-IPPNU juga berkonsentrasi menyisir sungai untuk mendata rumah roboh dan madarasah-madarasah yang kehilangan kitab. "Alhamdulillah hari ini telah berhasil distribusikan bantuan alat-alat ngaji ke dua madasah di Sucen dan Gintungan," ungkap Muhammad Hidayatullah, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Purworejo sekaligus koordinator relawan, dalam siaran pers, Sabtu (25/6).

Untuk selanjutnya, lanjut Hidayat, IPNU-IPPNU akan melakukan tindakan pascalongsor dan banjir yang terkonsentrasi ke anak-anak dengan anggaran bantuan sebesar 10 juta rupiah. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Lomba Siti Efi Farhati

Selasa, 14 November 2017

Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal

Solo, Siti Efi Farhati. Seperti halnya di Yogyakarta yang menggelar Grebeg Syawal, Keraton Solo mengadakan upacara serupa yang dihelat di halaman depan Masjid Agung Solo, Jumat (9/8). Acara dimulai dengan kirab prajurit Keraton Solo dari  halaman Keraton Solo menuju Masjid Agung Solo.

Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal

Barisan prajurit Keraton Solo yang berpakaian warna hitam itu berjalan diiringi tabuhan drum band (Corobalen) khas Keraton Solo. Di belakang arakan prajurit, diarak dua gunungan besar yang diusung beberapa abdi dalem.

Dua gunungan itu masing-masing bernama jaler dan estri (laki-laki dan perempuan). Gunungan berbentuk lancip menyerupai tumpeng yang berisi berbagai sayuran seperti kacang, wortel dan terung itu bernama jaler. Sedangkan gunungan estri berbentuk agak bulat menyerupai kubah yang berisi rengginang.

Siti Efi Farhati

Sesampainya di Masjid Agung, dua gunungan itu diletakkan di halaman masjid. Gunungan itu didoakan oleh Tafsir Anom atau takmir Masjid Agung. Usai didoakan ratusan warga menyerbu gunungan

Siti Efi Farhati

Dengan berharap berkah, mereka berebut mengambil rengginang yang habis dalam waktu sekejab. Bahkan sebagian warga masih mencari sisa-sisa rengginang meski kerangka gunungan telah diambil.

“Ini merupakan ritual tahunan sebagai wujud kedekatan Keraton Solo dengan masyarakat dan Masjid Agung. Isi gunungan itu semuanya hasil bumi,” jelas Kerabat Keraton, KRMH Satriyo Hadinagoro.

Sementara itu, gunungan jaler diarak kembali oleh abdi dalem menuju halaman Keraton Solo. Ratusan warga yang menunggu gunungan tersebut langsung berebut mengambil sayur-sayuran hasil bumi itu. “Saya mengambil kacang panjang dengan harapan bisa sehat dan selamat,” ucap Slamet, salah satu warga. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Kajian, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 07 November 2017

LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran

Jakarta, Siti Efi Farhati. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) mendorong Pemerintah Daerah penerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT untuk memanfaatkannya sesuai ketentuan yang berlaku. Sejauh ini masih ditemukan banyak penyelewengan, sehingga manfaat atas alokasi dana tersebut tidak maksimal dirasakan masyarakat.

"Misalnya ada DBHCHT yang digunakan untuk mengaspal jalan, padahal itu jelas tidak boleh," ungkap Sekretaris LPPNU Imam Pituduh di Jakarta, Jumat (30/11). 

LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran

Dorongan agar DBHCHT dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku juga terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema DBHCHT untuk Kemakmuran Petani yang diselenggarakan Pengurus Wilayah LPPNU Kalimantan Tengah dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya, Kalteng, Rabu (28/11). 

Siti Efi Farhati

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Andi Najmi Fuaidi yang menjadi salah satu pembicara, mengatakan hanya terdapat 16 Pemda tingkat I di Indonesia yang mendapatkan alokasi DBHCHT. Oleh karena ini, daerah yang sudah mendapatkannya tidak boleh memanfaatkan di luar ketentuan yang berlaku.

“Penggunaan DBHCHT tidak boleh untuk infrastruktur. Dana ini harus untuk pengembangan sektor pertanian, tegas Andi di hadapan dosen dan mahasiswa Universitas Palangka Raya, serta jajaran pengurus di PWNU Kalteng, dan tamu undangan lain yang sebagian besar adalah petani. 

Siti Efi Farhati

Andi mengharapkan agar kelompok masyarakat yang menggeluti bidang pertanian memanfaatkan dana tersebut agar tidak digunakan untuk program yang tidak ada kaitannya dengan sektor pertanian

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya Dr. Ir. Suharno, dalam forum yang sama mengatakan bahwa DBHCHT termasuk dana yang belum dikenal luas masyarakat. Jika mengacu kepada peraturan yang ada sektor pertanian memiliki peluang besar dikembangkan dengan dana tersebut. 

"Di samping dapat digunakan di sektor pertanian, kalangan kampus juga bisa memanfaatkan DBHCHT untuk riset pengembangan pertanian," ungkap Suharno. 

Suharno mengaku siap membantu Pemerintah memanfaatkan DBHCHT untuk kemajuan sektor pertanian di Kalimanta Tengah. "Meskipun di sini tidak ada tanaman tembakau dan industri tembakau, kami siap membantu Pemerintah memaksimalkan penggunaan DBHCT agar beberapa kendala di sektor pertanian non tembakau dapat terkurangi," pungkasnya di acara yang diselenggarakan di Aula Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya tersebut.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Kajian Sunnah, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock