Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang

Purworejo, Siti Efi Farhati. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah bergerak membantu pemulihan pasca terjadinya longsor di Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno, Senin (30/10).

Dengan menggunakan peralatan seadanya, beberapa personil Banser membersihkan rumah dan jalanan dari timbunan material longsor. Selain itu, Ansor dan Banser juga telah menggalang dana untuk warga yang terdampak longsor.

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang

"Bantuan kepada keluarga korban berupa uang tunai dan sebagian bahan pangan," ungkap Ahmad Afif, ketua PAC GP Ansor Bruno yang dihubungi Siti Efi Farhati via aplikasi pesan singkat.

Afif, sapaan akrabnya, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan melalui Ansor Banser Kecamatan Bruno.

Siti Efi Farhati

"Mudah-mudahan bisa meringankan beban yang terkena musibah," imbuhnya. 

Seperti banyak diberitakan, Desa Karanggedang diguyur hujan lebat pada Jumat (27/10) sore sampai malam hari dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta satu orang luka-luka. Selain itu, longsor juga merusak beberapa rumah dan menimbulkan material yang menutup akses jalan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Boedi Harjono pada Sabtu (28/10) memberikan keterangan bahwa, korban yang meninggal atas nama Tarsono (56) dan korban luka-luka adalah istri Tarsono, yang mengalami patah tulang paha sebelah kiri. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Meme Islam, Nahdlatul Ulama, Khutbah Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba

Sidoarjo, Siti Efi Farhati - SMK Plus Nahdlatul Ulama Sidoarjo mendatangkan pemateri untuk mendiskusikan bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo di sekolah setempat. Kehadiran BNN ini untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya hingga penanganan bagi pecandu narkoba.

Guru BK SMK Plus NU Sidoarjo M Zakariya menuturkan, maraknya kasus narkoba yang menyasar di kalangan pelajar membuat para guru menjadi prihatin. Agar kasus tersebut tidak masuk di lingkungan sekolah, pihaknya sengaja memberikan edukasi dan pemahaman seputar narkoba kepada para siswanya.

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba

"Agar peserta didik baru maupun para siswa SMK Plus NU Sidoarjo terhindar dari narkoba, kami sengaja menghadirkan tim dari BNN Sidoarjo. Diharapkan para siswa bisa mengantisipasi dan mencegah penyebaran barang haram itu. Tak hanya itu saja, supaya anak-anak dan orang lain bisa selamat dari bahaya narkoba," kata Zakariya, Kamis (28/7).

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mempertebal keimanan para siswa setiap hari sebelum proses belajar-mengajar para siswa terlebih dulu shalat dhuha, membaca surah Yasin, istighotsah, dan kegiatan yang bersifat positif lainnya.

Siti Efi Farhati

"Para siswa kami ajarkan tatakrama dengan selalu senyum, salam, sapa dan tetap mengedepankan sopan santun. Pada saat pengenalan lingkungan sekolah yang kami adakan pada tanggal 18 hingga 20 Juli kemarin, kami juga meminta kepada anak-anak untuk menampilkan bakatnya masing-masing seperti qiroah, tari tradisional, nasyid, nyanyi, drama dan lain sebagainya. Hal ini untuk menghindari adanya penyalagunaan narkoba, salah satunya dengan melakukan hal-hal positif," tandasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Meme Islam Siti Efi Farhati

Sabtu, 06 Januari 2018

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik

Bandung, Siti Efi Farhati



Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat masa khidmat 2016-2020 resmi dilantik Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas di Monumen Perjuangan Bandung, Rabu (10/5).

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik

Pria akrab disapa Gus Yaqut mengambil sumpah pengurus di hadapan ribuan anggota Ansor dan Banser se-Jawa Barat serta Rais Syuriah PWNU Jabar KH Nuh Addawami dan Ketua PWNU KH Hasan Nuri Hidayatullah.

Gus Yaqut mengatakan, berdirinya Indonesia hasil dari rakyat, yang salah satunya para ulama NU. Maka ketika ada yang merongrong Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologinya, Ansor harus melawan.

Ketua PW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar menegaskan bahwa Ansor sekarang harus bisa membuktikan sebagai generasi terbaik. Ketika ada yang mengusik Indonesia, Ansor sudah tentu siap melawan.

Selepas pelantikan, dilakukan juga peletakan batu pertama Kantor PW Ansor di kompleks PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung Bandung. Gus Yaqut menyumbang Rp 100 juta sebagai stimulus berdirinya Graha Ansor Jabar.

Siti Efi Farhati

Satkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk membangun Graha Ansor sebesar Rp 1,5 miliar. Hingga saat ini sudah terkumpul Rp 400 juta sehingga ketika ada sumbangan Rp 100 juta, total terkumpul Rp 500 juta. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Selasa, 02 Januari 2018

GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser

Batam, Siti Efi Farhati. Sebanyak 200 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batam mengikuti? Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kegiatan dimulai pada 30 Januari kemarin dan berakhir hingga Ahad (2/1) hari ini.

GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser

Diklatsar ke-8 ini mengambil tema “Merapatkan Barisan Kader Muda NU, Mengawal Paham Aswaja dan NKRI.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan yang harus dilaksanakan dalam rangka rekrutmen kader dan membangun militansi,” kata Candra Ibrahim, Ketua GP Ansor Batam.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Khoirul Anam, Satkorcab Banser Batam lebih menekankan tugas Banser yaitu sebagai pengawal ulama dalam rangka mempertahankan aqidah Ahlussunnah waljamaah dan NKRI. (Abdul Majid/Anam)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam, Halaqoh Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Laskar pelajar putri NU antinarkoba siap memasuki medan perjuangan. Mereka akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan perihal narkoba dan bahayanya di sekolah masing-masing.

Setelah dibekali materi yang cukup terkait narkoba selama dua hari, laskar yang terdiri dari 75 pelajar putri NU menutup pembekalannya dengan membuat persiapan aksi dengan sejumlah perencanaan strategi tindak lanjut.

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Dalam membuat strategi persiapan, mereka dibagi menjadi enam kelompok diskusi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (7/3) sore. Setiap kelompok didampingi oleh dua pengurus IPPNU.

“Mereka berasal dari 15 sekolah yang tersebar di Jabodetabek. Mereka menyatakan perang terhadap narkoba di sekitar lingkungan masing-masing,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Siti Efi Farhati di kantor PBNU, Kamis (7/3) sore.

Laskar pelajar putri antinarkoba berjuang dengan panji “Perang Terhadap Narkoba Dimulai dari Diri Sendiri”. Panji berisikan kalimat itu ungkap Farida, cukup efektif dan bertenaga untuk disuarakan.

Siti Efi Farhati

“Di kelompok ini, kita bentuk organisasi kecil. Dengan itu, gerakan laskar pelajar putri antinarkoba lebih terarah,” kata seorang pengurus PC IPPNU Tangsel Zaimah yang mendampingi salah satu kelompok laskar di Kantor PBNU lantai delapan, Kamis (7/3) sore.

Siti Efi Farhati

Setiap kelompok menyusun agenda aksinya pada selembar karton. Program sosialisasi dan penyuluhan narkoba dirumuskan sesuai dengan tantangan dan peluang yang ada di masing-masing sekolah dan daerah mereka.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Budaya, Meme Islam Siti Efi Farhati

Senin, 11 Desember 2017

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu

Oleh M. Abul Fadlol AF

--Cerita tentang penciptaan Adam dan Hawa yang diproduksi oleh Tuhan dalam al-Qur’an berfungsi sebagai pemutus lingkaran tasalsul. Berangkat dari pertanyaan, siapakah yang lebih dahulu tercipta, apakah Adam atau Hawa?

Secara ilmiah, pertanyaan ini sulit dijawab. Sama halnya ketika ditanya, mana yang lebih dahulu, antara telur dan ayam. Tuhan kemudian memutus rantai ini dengan menjelaskan bahwa proses penciptaan awal dilakukan secara vegetatif dengan Adam sebagai titik awalnya.

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tulang Rusuk Nabi Adam Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu

Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam, seperti halnya perkembangbiakan pohon singkong dengan bagian tubuh singkong itu sendiri. Baru kemudian, setelah hawa tercipta dari proses vegetatif, hukum ilmiah perkembangbiakan generatif berlaku (QS. Al-Nisa’ : 1).

Jika cerita dalam al-Qur’an mengandung sebuah pesan. Apa pesan Tuhan kepada manusia tentang metode penciptaan ganda ini?

Seringkali, cerita penciptaan vegetatif Adam dan Hawa ini dijadikan landasan untuk membangun sistem peradaban patriarkhi. Yaitu peradaban yang memposisikan laki-laki jauh lebih unggul dari perempuan. Alasannya, karena Adam tercipta lebih dahulu. Namun, ini adalah alasan yang cukup lucu.

Pada dasarnya, hukum patriarkhi hanya berlaku atas penciptaan secara vegetatif. Dalam hal ini, patriarkhi hanya berlaku atas Adam dan Hawa. Karena dalam sejarah teologi, hanya kedua manusia itulah yang mengalami perkembangbiakan secara vegetatif. Namun, jika kita lahir dari proses generatif, maka hukum patriarkhi itu tidak berlaku. Karena secera generatif, terdapat sinergitas proses penciptaan yang tidak terpisahkan antara sel sperma laki-laki dan ovum perempuan. Jika peradaban patriarkhi dilandaskan atas cerita penciptaan Adam dan Hawa, maka sungguh, peradaban itu mendeklarasikan dirinya seperti pohon singkong. Mereka yang lebih mengunggulkan laki-laki atas perempuan, sama halnya mengklaim dirinya lahir dari batang singkong, bukan rahim perempuan.

Siti Efi Farhati

Terdapat hikmah yang bijaksana terkait penciptaan vegatatif Adam dan Hawa. Kenapa Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam? Jawabannya : Jika Hawa tercipta dari tulang kaki, maka ia akan menjadi budak yang diinjak-injak. Jika tercipta dari tulang tangan, maka ia adalah buruh yang selalu disuruh. Jika tercipta dari tulang pundak, ia adalah kuli yang memikul beban kaum adami. Namun ia tercipta dari tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru. Ia menjaga nafas dan perasaan sang laki-laki.

Siti Efi Farhati

Oleh sebab itu, kecenderungan laki-laki adalah mencintai perempuan. Karena perempuan membawa keteduhan atas laki-laki oleh sebab tulang rusuk yang telah dititipkan. Maka wajar, jika pengendali lelaki adalah perempuan.

Bahkan, dalam hadits Nabi, salah satu cobaan terberat laki-laki adalah perempuan dan bukan sebaliknya. Jika dikaitkan dengan jodoh, maka sejatinya jodoh adalah kesesuaian “rusuk”. Mungkin Tuhan telah mematahkan tulang rusuk laki-laki saat ia lahir. Dan menanamkan rusuknya kepada seorang perempuan yang baru lahir pula. Suatu saat, mereka akan dipertemukan. Ya, jodoh adalah proses pencarian tulang rusuk. Laki-laki yang mencari rusuknya dan perempuan yang mencari pemilik asalnya. Dan benarlah kata sebuah lirik lagu, “Jika memang dirimulah tulang rusukku, kau akan kembali pada diri ini” – Gieshel.

Datangnya Islam ke jazirah Arab, salah satunya untuk mengemban misi penyelamatan harkat dan martabat perenpuan. Metode yang digunakan adalah bertahab. Dari yang dianggap barang dagangan dan hewan, menjadi “barang” perhiasan. Dari yang tidak mendapatkan apa-apa, sehingga mendapatkan warisan.

Sampai puncaknya, deklarasi nabi dengan menyebut redaksi ummi sebanyak tiga kali. Jika nabi pernah berkata : Innal-ulama’a waratsatul-anbiya’ (Sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para nabi), maka setiap dari kita berpotensi menjadi seorang ulama’, dengan meneruskan misi-misi nabi itu. Salah satu misi tersebut adalah menjaga dan meningkatkan harkat dan martabat perempuan dalam sendi peradaban. Bukan malah membenamkannya. Dengan kata lain, indikator ketaatan kita terhadap al-Qur’an dan nabi, dipandang dari sejauh mana kita mampu menghargai perempuan sama seperti kita menghargai diri sendiri.

Tuhan tidak menciptakan laki-laki dan perempuan untuk saling menguasai, melainkan saling melengkapi. Cukuplah sejarah patriarkhi Arab menjadi simbol peradaban yang buruk. Al-Qur’an telah mengajarkan kesetaraan hak, kewajiban dan derajat diantara keduanya. Menindas perempuan berarti menindas khittah al-Qur’an. Apalagi jika penindasan itu dilandasi dengan ayat-ayat al-Qur’an itu sendiri. Haafidzuu, saling menjagalah kalian. Dalam kaidah sharaf bermakna li al-Musyarakah baina al-Syakhshain (saling menjaga diantara dua orang). Saling menjaga hak, kewajiban serta derajat yang sama. Tugas memahami dan mengerti adalah tugas bersama. Hapuskan patriarkhi, peradaban singkongistik. Maha suci Tuhan yang menciptakan dua adalah satu dan satu adalah dua.

 “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan adalah saudara” – H.R Aisyah R.A.

 

M. Abul Fadlol AF, Ketua Umum di Himpunan Alumni Pondok Pesatren al-Sa’adah (Himasa) Jatirogo, Tuban, Mahasiswa Tafsir-Hadits UIN Walisongo Semarang

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam, Syariah Siti Efi Farhati

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh

Sidoarjo, Siti Efi Farhati - Aksi solidaritas untuk korban gempa bumi di Aceh terus mengalir dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari PMII Sidoarjo. PMII Sidoarjo melakukan penggalangan dana di perempatan Jalan A Yani yang menyusuri sepanjang alun-alun Sidoarjo, Kamis (15/12).

Koordinator penggalangan dana Haris Aliq mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah gempa. Dana yang dihimpun ini diharapkan mampu meringankan beban korban gempa di Aceh.

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh

"Kegiatan ini merupakan bentuk penumbuhan rasa sosial dan ukhuwah kebangsaan dari organisasi PMII se-Sidoarjo, menumbuhkan rasa solidaritas kami dan menjadi bukti dari rasa ukhuwah kami terhadap bencana yang melanda saudara kita di Aceh," kata Haris.

Siti Efi Farhati

Sementara itu Ketua PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda mengatakan, kegiatan penggalangan dana itu merupakan implementasi dalam menjalankan Nilai Dasar Pergerakan (NDP PMII) hablum minan nash, antara sesama umat manusia.

Siti Efi Farhati

"Kami juga mengajak Instansi Pemeritahan Sidoarjo untuk ikut serta menyalurkan bantuannya. Kegiatan ini akan berlangsung empat hari mulai Kamis hingga Ahad (18/12) mendatang. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu saudara-saudara kita yang ada di Aceh," ucap Mahmuda. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam, Pesantren Siti Efi Farhati

Senin, 27 November 2017

Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi

Di dalam cerita sufi dikisahkan tentang adanya seorang yang berminat kepada tasawuf. Dari seorang temannya dia mendengar tentang adanya guru sufi yang agung. Karena itu, dia pergi ke sana dengan menyewa seekor unta dari seorang penggembala.

Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan yang berat dan lama, akhirnya sampailah dia ke rumah sang guru. Ternyata, orang yang akan dijadikan gurunya itu justru bersikap sangat hormat kepada si penggembala unta, sampai-sampai si penyewa unta itu terheran-heran.

Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi

“Saya datang untuk berguru kepada Anda, tetapi sikap Anda kepada penggembala unta layaknya kepada seorang guru saja,” kata si penyewa unta itu tanpa menutupi kekesalannya. Sang guru, yakni si tuan rumah itu, menjelaskan bahwa si penggembala unta itu memang tidak lain adalah gurunya sendiri.

Cerita seperti itu banyak sekali di dalam tasawuf. Tetapi sebetulnya bukan monopoli tradisi sufisme, sebab hampir semua budaya mengarah ke situ. Dalam pepatah Melayu, misalnya, dikatakan, “Makin berisi, padi makin merunduk.” Idenya ialah tentang sikap rendah hati, seperti ditampakkan oleh si penggembala unta dalam cerita di atas, yang ternyata adalah gurunya guru sufi.

Siti Efi Farhati

Di kalangan ulama ada pandangan bahwa tidak ada yang tahu seorang wali kecuali wali. Maka kalau kita mengatakan bahwa seseorang itu wali, maka efeknya seolah- olah kita mengklaim diri kita sendiri sebagai wali (orang suci). Dalam hal ini, ungkapan Ali ibn Abi Thalib sangat bagus ketika menggambarkan kesucian, “Sebaikbaik kesucian adalah menyembunyikan kesucian itu.”

Siti Efi Farhati

Dalam paham keagamaan sehari-hari, kita juga mengenal ada yang disebut sebagai orang-orang yang suci, tempat-tempat yang suci, dan waktu-waktu yang suci. Secara implisit, konsep kesucian itu juga sering kali dikaitkan dengan sejumlah ritual dalam Islam, misalnya zakat, sedekah, wudhu, dan lain-lain; konsep ini juga terkait dengan istilah-istilah seperti subh, quds, mash, dan lain-lain. (Red: Mahbib)

Dikutip dari Ensiklopedi Nurcholish Madjid (Jilid 3), 2012 (Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ulama, Meme Islam Siti Efi Farhati

Minggu, 26 November 2017

Habib Umar: Istighfar, Obat Segala Problema

Brebes, Siti Efi Farhati. Problematika hidup manusia dapat diatasi dengan membaca istighfar. Lafal istighfar dapat menyapu dosa-dosa baik dosa besar maupun dosa kecil. Di samping menghapus dosa, istighfar dapat membuka pintu rezeki dan meningkatkan derajat manusia. Rasulullah SAW sendiri yang sudah dijamin diampuni dosanya tetap beristighfar sedikitnya 100 kali per hari.

Habib Umar: Istighfar, Obat Segala Problema (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar: Istighfar, Obat Segala Problema (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar: Istighfar, Obat Segala Problema

Demikian disampaikan Habib Umar Muthohar saat mengisi Haul ke-3 KH Masruri Abdul Mughni dan Haul ke-18 Ny Hj Adziyah binti H Miftah di masjid Annur pesantren Al-Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes, Sabtu (25/10) sore.

Menurut Habib Umat, perjalanan hidup manusia itu seperti aliran sungai yang kerap mendapatkan kotoran sehingga menghambat perjalanan air. Kotoran itu dosa-dosa yang harus kita keruk, bersihkan dengan istighfar. “Mintalah ampun kepada Allah SWT setiap saat, setiap waktu,” ajaknya.

Siti Efi Farhati

Habib Umar juga mengajak warga belajar agama Islam di pesantren. “Untuk menjadi jenderal urusan agama, ya belajarlah ke pondok,” ucapnya. Jangan sampai mengaji hanya lewat radio-radio liar yang tidak dikenal kredibiltas keimanan dan keilmuannya.

Siti Efi Farhati

Biasanya yang sering kita dengar di radio-radio liar itu senang membid’ah-bid’ahkan haul, tahlil, manaqib.

Lebih dari 10 ribu pengunjung memadati haul. Mereka datang dari seluruh penjuru Nusantara. Mereka terdiri atas alumni, keluarga alumni maupun orang tua santri, dan santri yang masih mondok di pesantren Al Hikmah 2. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam Siti Efi Farhati

Selasa, 21 November 2017

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award

Padang, Siti Efi Farhati. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Propinsi Sumatera Barat memberikan penghargaan Bintang Sembilan Ansor (Bisa) Award tahun 2016 kepada 9 tokoh berpengaruh di Sumatera Barat, 9 tokoh kategori yang berdedikasi dan pengabdian di Ansor Sumatera Barat dan bintang kehormatan kepada mantan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun dan mengawal demokrasi Indonesia.?

Husni sendiri pernah menjadi Sekretaris PW Nahdlatul Ulama Sumatera Barat masa khidmat 2010-2015. ? Penghargaan tersebut diberikan pada acara Doa dan Zikir untuk Bangsa yang digelar, Senin (15/8) malam di aula PWNU Sumbar, Jalan Ciliwung No. 10 Padang.?

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award

Menurut Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Ansor kepada para pendahulu-pendahulu yang sudah berbuat untuk Ansor di Sumatera Barat. "Kita harus menghormati para senior. Mereka sudah berbuat sesuai dengan zamannya," kata Rahmat alumni pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Padangpariaman ini.?

Dikatakan Rahmat, ketika seseorang masuk ke dalam organisasi Ansor, tentu ada yang mengajak atau merekomendasikan sehingga menjadi kader Ansor. Mereka tentu sudah berjasa kepada kita dalam memperkenalkan Ansor sehingga bisa berkidmat hingga hari ini. "Selain itu, kita menjadi besar di Ansor karena ada pihak yang turut membesarkan," tutur Rahmat.

Siti Efi Farhati

Terkait dengan sembilan tokoh yang ? diberikan penghargaan kategori tokoh berpengaruh di Sumatera Barat sesuai dengan bidangnya masing-masing. Mereka adalah KH Tuanku Bagindo M. Leter, H. Hendra Irwan Rahim, H. Nasrul Abit, H. Leonardi Harmainy, Dt Bandaro Basa, Alex Indra Lukman, Hj. Tina Hatta, H. Febby Dt. Bangso, HM Sayuti, ? Dt. Panghulu, Rudi Kusuma.?

Sedangkan penerima Bintang Semiblan Ansor (Bisa) Award 2016 kategori dedikasi dan pengabdian di Ansor diberikan kepada Drs. H Darman Harun, Mukhsin Azis, Khusnun Aziz, H Syahrial Baktiar, Rusli Intan Sati, Yulinofri Idris, Taharuddin, Armaidi Tanjung, Zulhardi Z Latif.?

Rangkaian kegiatan Doa dan Zikir untuk Bangsa bertemakan Mengenang jasa ulama dan Tokoh NU untuk Kemerdekaan dan Pembangunan Indonesia, diawali dengan yasinan dan tahlilan 40 hari wafatnya Ketua KPU Husni Kamil Manik, pengukuhan Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor, penganugerahan penghargaan Bintang Sembilan Ansor (Bisa) Award 2016 dan tausyiah sesepuh NU di Sumatera Barat Tuanku Bagindo M. Leter. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam, Kyai, Sholawat Siti Efi Farhati

Minggu, 19 November 2017

Innalillah, KH Masduqi Mahfudz Wafat

Jakarta, Siti Efi Farhati. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Achmad Masduqi Machfudz wafat pada Sabtu, 1 Maret 2014 sekitar pukul 17.27 WIB di Rumash Sakit Syaiful Anwar Malang. Informasi diteruskan dari staf syuriyah PBNU H Mahbub Muafi. 



Innalillah, KH Masduqi Mahfudz Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, KH Masduqi Mahfudz Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillah, KH Masduqi Mahfudz Wafat

Dikutip dari website pesantren yang diasuhnya, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda, KH Masduqi Mahfudz dilahirkan di desa Saripan (Syarifan) Jepara Jawa Tengah pada 1 Juli 1935. 

Mantan Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur ini dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Ia memiliki prinsip hidup "Kalau kita sudah meraih berbagai macam ilmu terlebih ilmu agama, maka kebahagiaan yang akan kita capai tidak saja kebahagiaan akhirat, akan tetapi kebahagiaan dunia pun akan teraih."

Siti Efi Farhati

Dari hasil pernikahannya dengan Nyai Chasinah putri dari KH Chamzawi Umar pada 7 Juli 1957 dalam usia 22 tahun, ia dikaruniai 9 orang anak. Sebelum memasuki dunia perkuliahan seluruh putra dan putrinya tanpa kecuali diharuskan mengenyam pendidikan di pesantren. Ini merupakan prinsip yang ditanamkan Kiai Masduqi para putra putrinya. Dari pengalaman mengaji di pesantren ini, meskipun lata belakang pendidikan putra putri beragam, mereka mampu menjalankan amanah dakwah di tengah-tengah masyarakat.

Siti Efi Farhati

Terlahir di tengah-tengah keluarga religius yang taat, sejak kecil ia sudah dihiasi dengan tingkah laku, sikap dan pandangan hidup ala santri. Ia dikenal sangat mencintai dunia keilmuan. Sejak kecil, Kiai Masduqi menimba ilmu di pesantren dan sekolah umum dengan biaya sendiri dengan menyempatkan berkeliling menjual sabun dan kebutuhan yang lain tanpa sepengetahuan kiai atau orang tuanya sendiri.

Sambil menuntut ilmu di SGHA (Sekolah Guru dan Hakim Agama) di Yogyakarta, ia mengaji di Pesantren Krapyak asuhan Yogyakarta KH Ali Maksum. Sejak 1957 ia mengajar di berbagai sekolah di Kalimantan, seperti di Tenggarong, Samarinda, dan Tarakan. Pada 1964 ia melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel Malang, sekaligus sebagai dosen Tadribul Qiraah (bimbingan membaca kitab), bahasa Arab, akhlak, dan tasawuf. 

Pemahamannya terhadap kitab gundul sangat dalam, baik ketika dalam pembahasan masalah di forum majlisul bahtsi wal muhadlaratud diniyyah, kodifikasi hukum Islam, bahtsul masail, maupun tanya jawab hukum Islam pada majalah Aula

Pesantren Nurul Huda yang dirintisnya bermula hanya sebuah mushalla kecil yang berada di Mergosono gang 3B. Mushalla yang sebelumnya sepi oleh aktivitas ibadah mulai digalakkan semenjak ia berdomisili di situ ketika meneruskan pendidikannya di IAIN Sunan Ampel Cabang Malang. Karena keahliannya dalam bidang agama, banyak mahasiswa yang nyantri kepadanya dan kemudian terus ia semakin dikenal dan semakin banyak orang belajar agama sampai akhirnya musholla kecil tersebut menjadi pesantren yang sesungguhnya. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam, Tokoh Siti Efi Farhati

Senin, 13 November 2017

PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi

Banda Aceh, Siti Efi Farhati. Pada Jum’at 31 Mei 2013, PWNU Aceh melakukan silaturrahmi ke kantor sekretariat GeRAK (Gerakan Anti Korupsi) Aceh.

Silaturrahmi ini dalam rangka penguatan konsolidasi antara PWNU Aceh dengn GeRAK dalam menanggapi berbagai isu korupsi di provinsi Aceh.

PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi

Dalam pertemuan tersebut dari kalangan pengurus ? PWNU Aceh antara lain Tgk Munadi, Tgk Muslem Hamdani, Tgk Ismi Amran dan Sekretaris IPNU Aceh Indra Kariadi, sedangkan dari pihak GeRAK antara lain Keordinator GeRAK Askhalani, beserta pengurusnya.

Dalam pertemuan ini PWNU Aceh dan GeRAK merumuskan beberapa item yang berkaitan dengan sosialisasi anti korupsi kepada masyarakat dalam komunitas keagamaan yang mencakup pesantren, masjid, majelis taklim dan gampong/desa-desa dalam tiga kabupaten, yaitu Aceh Besar, Aceh Jaya dan Sabang. ? ?

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Tgk Muslem Hamdani mengatakan, program ini insyaallah akan direalisasikan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, pelatihan, diskusi public dan lain sebagainya.

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam Siti Efi Farhati

Selasa, 07 November 2017

PBNU: Wakaf kepada NU, Catat Atas Nama Organisasi

Jakarta, Siti Efi Farhati. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menegaskan kepada para nazhir wakaf yang menerima wakaf dari pihak tertentu untuk diatasnamakan secara organisasi bukan nama pengurus apalagi perorangan. ?

Sekjen PBNU menegaskan hal itu pada sosialisasi perwakafan bagi nadzir NU yang dilaksaksanakan Pengurus Pusat Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU, di gedung PBNU, Jakarta, Senin (23/12).

PBNU: Wakaf kepada NU, Catat  Atas Nama Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Wakaf kepada NU, Catat Atas Nama Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Wakaf kepada NU, Catat Atas Nama Organisasi

Menurut Marsudi dengan diatasnamakan organisasi, wakaf tersebut tidak berpotensi untuk diwariskan, dijual, dihibahkan, digadaikan, dan sejenisnya kepada pihak lain.? Sekjen PBNU ini juga menganjurkan supaya para nadzir NU untuk mengikuti aturan agama dan negara dalam perwakafan. “Catat dan daftarkan administrasi wakaf sesuai aturan dengan baik,” katanya. ?

Tentang wakaf yang diatasnamakan organisasi tersebut, kata Marsudi, PBNU hanya menandatangani sebagai penerima wakaf, manfaatnya diuntukkan kepada masyarakat yang ada di sekitarnya.

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Ia juga mengimbau kepada pengurus NU jika mendapatkan sebuah wakaf tanah, meski letaknya jauh, dan susah dijangkau, untuk diterima.Sosialisasi wakaf tersebut diikuti para pengurus wakaf se Jakarta, Tengerang, Bekasi dan Depok, ditambah peserta dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Pada kegiatan yang diikuti 50 peserta itu, hadir Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Abdul Mun’im DZ, Ketua PP LWP NU H Mardani, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Islam Kementerian Agama RI. Juga jajaran Pengurus LWP NU, diantaranya Sekretaris PP LWP NU Drs. H. Mohamad Thohir, Wakil Ketua H. Munshorun Mulya SH. MM, H Masyhar dan pengurus lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Meme Islam, Kajian Siti Efi Farhati

Minggu, 05 November 2017

Dosen Universitas King Fahd: Demokrasi Indonesia Bukan Demokrasi Liberal-Sekuler

Jakarta, Siti Efi Farhati. Setelah Hizbut Tahrir Indonesia dicabut status hukumnya oleh pemerintah (19/7/2017), pro-kontra pun mencuat. Berbagai pandangan bermunculan, termasuk kalangan yang menilai bahwa nasib demokrasi di Indonesia akan terancam.

Menanggapi hal itu, Dosen Antropolgi Universitas King Fahd, Arab Saudi, Sumanto Al-Qurtubi membantah. Menurut alumni IAIN Semarang ini, Indonesia punya corak demokrasi sendiri. Demokrasi yang susuai dengan kebangsaan dan karakter keindonesiaan, bukan demokrasi liberal, sekuler, ataupun demokrasi yang bersandar pada agama.?

Dosen Universitas King Fahd: Demokrasi Indonesia Bukan Demokrasi Liberal-Sekuler (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Universitas King Fahd: Demokrasi Indonesia Bukan Demokrasi Liberal-Sekuler (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Universitas King Fahd: Demokrasi Indonesia Bukan Demokrasi Liberal-Sekuler

“Demokrasi kita kan demokrasi Pancasila, bukan demokrasi liberal, sekuler maupun demokrasi religius,” katanya usai mengisi acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23/7).

Ia mengatakan bahwa demokrasi itu ada batasannya, demokrasi punya konteks-konteks lokal yang tidak bisa disamaratakan. Sehingga demokrasi di Indonesia itu berbeda dengan demokrasi yang ada di Australia, ataupun Amerika. Indonesia mempunyai parameter, ketentuan, dan lokal wisdom sendiri yang harus diperhatikan.

“Jangan disamaratakan ini bertentangan dengan alam demokrasi dan sebagainya,” katanya.? (Husni Sahal/Zunus)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Bandung, Siti Efi Farhati. Nilai hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 27 November 2015 jauh dari harapan. Dari hasil UKG mata pelajaran matematika di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diperoleh nilai rata-rata mereka 63,57.? Sementara rata-rata kompetensi pendagogik 60,65 dan rata-rata kompetensi profesional 64,85.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan Focus Gruop Discussion Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Matematika SMP Kabupaten Bandung di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat, Kamis (17/12).

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Hasil UKG tersebut menggambarkan penguasan kompetensi pendagogik dan profesional guru matematika SMP di Kabupaten Bandung masih rendah. Kompetensi pendagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, kemampuan merancang dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik akan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologinya.

Siti Efi Farhati

Menurut H. Saepuloh, hasil UKG ini merupakan sebuah fakta yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal pengembangan dan pembinaan kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensi masing-masing guru agar efektif dan tepat sasaran

“Pasca UKG, kami berharap pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya” tutur H. Saepuloh. (Red: Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Meme Islam Siti Efi Farhati

Kamis, 05 Oktober 2017

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Jakarta, Siti Efi Farhati - Sebanyak lima ratus anggota Banser melangsungkan apel kesetiaan terhadap Pancasila di Lapangan Asrama Haji, Medan, Sumatera Utara. Mereka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada awal Juni.

Instruktur apel akbar ini adalah Ketua GP Ansor Sumut Mulia Banurea. Mereka melangsungkan apel Jumat (3/6) dengan tema Mewujudkan Kemandirian Bangsa Dalam Bingkai NKRI dan Pancasila.

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Sementara acara peringatan Harlah Ke-82 GP Ansor dihadiri tokoh NU Sumut Ir Husni Kamil Manik yang juga Ketua KPU RI.

“Pada kesempatan ini kita mengadakan pengukuhan majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor dan pengukuhan Koperasi Ansor Sejahtera di aula Jabal Nur, Asrama Haji Medan,” kata Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala yang hadir di lokasi acara.

Siti Efi Farhati

Tampak hadir pada peringatan ini Gubernur Sumut Ir Tengku Ery Nuradi, Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala.

Siti Efi Farhati

Sebelumnya GP Ansor Sumut melangsungkan kaderisasi dengan instruktur Muhammad Adnan Anwar. Ia menyampaikan materi di LI 1 PW Ansor Sumut di Asrama Haji Medan, Rabu-Jumat (1-3/6). Sebanyak 62 peserta mengikuti pelatihan ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Amalan, Meme Islam, Fragmen Siti Efi Farhati

Sabtu, 17 Juni 2017

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi

Oleh Ahmad Nur Kholis

--Awal tahun 2009 silam saya mengikuti acara pengajian Almaghfurlah KH Idris Marzuki Lirboyo. Acara dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fattah Singosari, asuhan KH Ja’far Shadiq atau biasa disapa Gus Ja’far. Acara ini digelar oleh alumni dan masyarakat umum dalam rangka turba persiapan peringatan Harlah satu Abad lirboyo. Turut dalam acara ini Almukarram KH Abdullah Kafabih Mahrus.

Dalam kesempatan itu, selain diisi dengan pemberian ijazah “Dala’ilul Khairat” oleh KH Idris, juga ada mau’idzah hasanah oleh beliau, kepada semua yang hadir. Dalam ceramahnya ini KH Idris menjelaskan tentang pentingnya pendidikan pesantren bagi generasi masa depan.

Disamping itu, Putra dari KH Marzuki Dahlan ini juga menerangkan tentang isi dari sebuah kitab kecil yang seingat saya dibawanya. Tapi waktu itu saya tidak tahu nama kitab tersebut karena pendengaran saya kurang teliti. Tapi yang jelas telinga saya mendengar bahwa kitab yang diterangkan ini ditulis oleh Muhammad bin Abdul Wahab pendiri Wahabi.

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi

Dalam kitab itu seingat saya KH Idris menjelaskan tentang klarifikasi Muhammad bin Abdul Wahab bahwa jika ada yang mengatakan bahwa dirinya telah membid’ahkan tawassul maka itu adala kebohongan yang besar. KH Idris membacakan kitab kalimat “Buhtanun Adhim” dalam kitab itu.

Saat ini, setelah Al-Mukarrom KH Idris telah berpulang tahulah saya nama kitab itu. Dalam sebuah buku yang diterbitkan Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berjudul “Tradisi Amaliah NU dan Dalil-dalilnya” disebutkan:

“Sesungguhnya Sulaiman bin Suhaim telah menyandarkan pendapat-pendapat yang tidak saya katakan, diantaranya adalah: saya mengkafirkan orang-orang yang bertawassul terhadap orang Shalih, dan saya katanya, mengkafirkan Syaikh Al-Bushairy, dan telah membakar Kitab Dalailul Khairat. Jawaban saya atas tuduhan di atas adalah, bawa itu merupakan kebohongan yang besar.”

Siti Efi Farhati

Pendapat ini dikutip dari kitab Muhammad bin Abdul Wahab yang berjudul: “Al-Muwajjahah li Ahlil Qashim.”

Dalam buku terbitan PBNU itu juga dikutip tentang keterangan Muhammad bin Abdul Wahab saat ditanya tentang shalat Istisqa’. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menjawab tidak masalah dalam shalat istisqa’ diselingi tawasul kepada orang shalih. Pendapat ini dikutip dari kitab Rasail Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Subhanallah......

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Meme Islam, Bahtsul Masail Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Juni 2017

PMII DKI Jakarta Cetak Penggerak Ummatan Washaton

Jakarta, Siti Efi Farhati 

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta merejuvenasi para kader sebagai penggerak Ummatan Washaton melalui Pelatihan Kader Lanjut, Kamis-Ahad 12-15 Oktober 2017 di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Jalan Margaguna Raya no 1 Radio Dalam Cilandak Jakarta Selatan.

Ketua PKC DKI Jakarta Daud Azhari mengungkapkan kegiatan tersebut dapat menjadi penggerak dalam menjawab tantangan ke depan, serta menjaga citra PMII DKI Jakarta sebagai barometer dari PMII.

PMII DKI Jakarta Cetak Penggerak Ummatan Washaton (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Cetak Penggerak Ummatan Washaton (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Cetak Penggerak Ummatan Washaton

"Mampu menjawab tantangan kedepan dengan melihat realitas yang ada, serta mampu menjaga citra PMII DKI Jakarta," ungkap Daud.

Menurutnya saat ini PMII DKI Jakarta harus sadar akan tugas dan kewajibannya sebagai kader mujahid. Ia menengerai belakangan ini PMII DKI Jakarta cenderung telah kehilangan orientasi dan lupa terhadap pemaknaan nilai-nilai ahlussunah wal jamaah.

Siti Efi Farhati

"Hari ini kita harus bangkit. Sebagai kader pergerakan kita tidak boleh lemah dalam persaingan secara kualitas," tambah pria asal Lombok itu. 

Daud yang pernah menjabat sebagai Ketua Cabang PMII Jakarta Pusat ini mengatakan, pada dasarnya pelaksanaan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) ini adalah sebuah amanat AD/ART organisasi.

“Tetapi harus diyakini mulai hari ini PMII DKI harus bangkit dan bersaing secara kualitas sebagai kader penggerak,” katanya. 

Pada kegiatan yang diikuti sedikitnya 50 peserta, selain diberikan materi yang sudah tertera dari modul kaderisasi, juga diisi materi khusus tentang PMII DKI Jakarta.

Siti Efi Farhati

Direncanakan ikut hadir alumni PMII sekaligus Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dzakiri, serta Mantan Ketua Umum PB PMII Ali Masykur Musa dan Addin Jauharudin sebagai narasumber kegiatan. (Robiatul Adawiyah/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, Meme Islam, AlaSantri Siti Efi Farhati

Selasa, 14 Maret 2017

Hipsi Buka Pendidikan Intensif Wirausaha bagi Para Santri

Surabaya, Siti Efi Farhati. Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) membuat sebuah gebrakan dengan membuka kesempatan bagi sejumlah santri untuk dididik secara intensif menjadi pengusaha handal. Pada saat yang sama, mereka juga akan ditempa dengan hafalan al-Qur’an.

Hipsi Buka Pendidikan Intensif Wirausaha bagi Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi Buka Pendidikan Intensif Wirausaha bagi Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi Buka Pendidikan Intensif Wirausaha bagi Para Santri

Program ini adalah hasil kerja sama antara kepengurusan HIPSI pusat yang berada di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dengan Pesantren Terpadu Al-Yasini Pasuruan, Jawa Timur.

“Kegiatan ini kami namakan Program Wirausaha dan Tahfidz Al-Qur’an,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat HIPSI Mohammad Ghozali kepada Siti Efi Farhati, Sabtu (9/8).

Siti Efi Farhati

“Dipilihnya Al-Yasini Pasuruan lantaran pesantren yang telah berusia lebih dari tujuh puluh tahun ini memiliki perhatian dan sangat terbuka dengan komitmen Hipsi,” katanya. Dalam program ini, akan dibuka paket pesantren entrepreneur untuk para alumni pesantren di manapun berada yang mempunyai nyali untuk menjadi pengusaha, lanjutnya.

Siti Efi Farhati

“Tujuan kegiatan ini dalam rangka mencetak kader ulama yang berilmu, berakhlak mulia dan mandiri serta mampu mengelola pertanian, perternakan dan berbagai bidang bisnis lain secara profesional,” terang pemilik sejumlah usaha di berbagai kota ini.

Untuk bisa menopang niat mulia tersebut, materi yang akan diterima para peserta adalah menghafal Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Demikian juga ada pendalaman akidah, fiqih, akhlak, serta materi dakwah.

“Yang pasti adalah pelatihan dan praktik bidang pertanian, perikanan dan peternakan, sesuai dengan ketersediaan tenaga profesional di Hipsi,” kata Ghozali.

Tidak berhenti sampai di situ, para peserta yang dibatasi tiga puluh santri juga akan diberikan pemahaman seputar menejemen dan marketing. “Karena hal terpenting dari usaha yang digeluti adalah tata kelola serta pemasaran yang jitu dan efektif,” terang pria kelahiran Pasuruan ini.

Sejumlah usaha pilihan akan diberikan kepada peserta yakni program kuliner bakso, ayam goreng, bebek dan kebab. Para peserta juga diberi kesempatan magang usaha di sejumlah kota, antara lain Malang, Batu, Mojokerto dan Surabaya.

“Hal ini tentunya akan menambah wawasan serta pengalaman para santri dalam memulai dan mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Melek teknologi juga menjadi paket pelatihan yang akan disampaikan. “Kami juga akan memberikan materi tentang internet online agar penetrasi usaha para santri juga bisa menembus pangsa pasar yang lebih luas,” terang Ghozali.

Sejumlah praktisi dan pelaku usaha telah bersedia membimbing para peserta di pesantren yang diasuh oleh KH Mujib Imron, SH MH ini, di antaranya Ir Aunur Rofiq (pengusaha nasional bidang agro dan pertambangan), Abdur Rahman (pengusaha jamur), Sulayman (pemilik usaha kertas), M Yasin (agro bisnis), Gus Tanto Abdurahman (pengusaha di Yogyakarta), Khusaini (distributor pupuk), Fauzan T Hananto (pemilik PlanetDesign Surabaya), Ilham Wahyudi dan? Abdussalam (dari Pesantren Sidogiri), Ir Suhadak (pemilik peternakan), dan Drs Sugiat Ak (pemilik PT Wisma Mukti).

“Kami juga telah menjadualkan kehadiran pengusaha besar yang selevel dengan Chairul Tanjung dan Sandiaga S Uno,” kata Ghozali.

Para peserta nantinya akan ditempa cukup lama dan intensif selama enam bulan yakni sejak bulan Oktober 2014 hingga Maret 2015. “Rentang waktu yang panjang ini dapat dipastikan menjadi sarana proses pembelajaran dari mulai teori hingga praktek yang dikombinasikan dengan penambahasan wawasan kewirausahaan dari sejumlah pegiat usaha serta melihat langsung perusahaan yang telah memiliki reputasi membanggakan,” terangnya.

Kegiatan ini sangat terbuka bagi siapa saja alumnus pesantren yang berminat untuk merambah usaha. Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain adalah santri pria dari seluruh pesantren di tanah air. “Usianya minimal 18 tahun, mampu membaca dan menulis al-Qur’an, bersedia mengikuti tes kualifikasi, serta mengikuti pengajian dan seluruh peraturan pesantren,” terangnya.

Berkas pendaftaran berupa bio calon peserta dapat dikirim lewat email di pesantrenmandiri@gmail.com. Atau dapat konfirmasi ke nomor handphone 082234325513, serta bisa juga datang langsung ke Pesantren Terpadu Al-Yasini yang beralamatkan di Areng-areng Barat Wonorejo Pasuruan Jawa Timur.

“Semoga ikhtiar kami bisa mengisi ruang bagi ketersediaan pengusaha produk pesantren khususnya saat akan menghadapi persaingan bebas yang tidak lagi bisa dihindarkan,” harap Ghozali. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Jumat, 06 Januari 2017

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda

Solo, Siti Efi Farhati - Tanggal 28 Oktober 1928, menjadi  salah satu momen yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itu, dicetuskan “Sumpah Pemuda” yang menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Rupanya, pada tanggal yang sama di Kota Solo, tepatnya di daerah Kampung Tegalsari, Bumi, Laweyan, dibangun sebuah masjid swasta (bukan dari keraton, red) yang pertama. Masyarakat di sana biasa menyebutnya dengan Masjid Tegalsari.

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda

Tanggal pembangunan masjid pada tanggal 28 Oktober 1928 dibuktikan pada sebuah prasasti yang terletak di tembok sebelah barat masjid.

Siti Efi Farhati

Saat Siti Efi Farhati mengunjungi lokasi masjid, Sabtu (28/10), terlihat dua prasasti yang ditulis dengan aksara jawa serta aksara latin. Kedua prasasti tersebut menerangkan tahun pemasangan tiang utama, berikut sejumlah nama pendiri.

Sesepuh Masjid Tegalsari H Ahmaduhidjan menerangkan tiang utama masjid dipasang pada hari Ahad tanggal 13 Jumadil Awal 1347 H atau 28 Oktober 1928 M. “Para pendiri antara lain KH Ahmad Shofawi, H Umar, KH Asy’ari, KH Muh Adnan, dan lain sebagainya,” terangnya.

Siti Efi Farhati

Masjid Tegalsari ini dibangun pada tahun 1928 dan diresmikan pada tahun 1929. Hingga saat ini, selama 89 tahun berdirinya Masjid Tegalsari, bangunan masjid masih berdiri kokoh, dan tidak banyak yang berubah bahkan hampir sama sejak pertama kali masjid ini berdiri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, News, Meme Islam Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock