Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Presiden Jokowi Setuju untuk Memperkuat Pendidikan Diniyah dan Pesantren

Jakarta, Siti Efi Farhati. Guna mengantisipasi perubahan di dunia yang sangat cepat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) setuju agar pendidikan diniyah, pendidikan keagamaan di pesantren-pesantren harus diperkuat.

“Perubahan seperti ini bisa menjadikan kita baik, bisa menjadikan kita tidak baik. Inilah tugas kita mengantisipasi. Bagaimana membangun karakter-karakter anak-anak kita, yang bisa menjaga harkat bangsa ini dari arus-arus perubahan global yang begitu sangat cepatnya,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Penutupan Musyawarah Kerja Nasional II dan Workshop Nasional (Bimbingan Teknis) Anggota DPRD PPP Se-Indonesia, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (21/7) siang.?

Presiden Jokowi Setuju untuk Memperkuat Pendidikan Diniyah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Setuju untuk Memperkuat Pendidikan Diniyah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Setuju untuk Memperkuat Pendidikan Diniyah dan Pesantren

Kepala Negara mengingatkan kepada semua pihak untuk berhati-hati, karena 5 tahun yang akan datang, kemudian 10 tahun yang akan datang akan ada perubahan yang sangat drastis.

Ia menyebutkan, ada yang namanya generasi W, generasi Y, yang sekarang baru berumur 15 tahun, berumur 20 tahun, berumur 25 tahun. Selanjutnya, Presiden menambahkan yang 5 tahun lagi akan masuk pasar, akan masuk dan men-drive, mengemudikan perubahan-perubahan itu.

“Generasi Y ini, generasi W, 10 tahun yang akan datang, mereka akan menguasai dan mempengaruhi pasar,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Siti Efi Farhati

Oleh sebab itu, tutur Jokowi, sekarang saatnya kita mengisi mereka dengan sebuah karakter-karakter yang baik, sehingga perubahan itu tidak mengubah wajah keislaman kita.

“Inilah yang harus diantisipasi. Banyak dari kita yang belum sadar akan perubahan yang sangat cepat ini,” tutur mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah ini.

Menurut Presiden, nantinya, entah apakah ada lagi yang baca koran, mungkin sangat sedikit sekali. Presiden juga menambahkan bahwa kemungkinan tidak ada yang lihat TV lagi, karena yang namanya generasi Y, setiap hari membawa smartphone, berita juga klik di situ, berita-berita online.?

Siti Efi Farhati

Presiden juga menambahkan bahwa generasi berikutnya tidak lihat TV karena nanti yang laku adalah Netflix, video-video yang langsung bisa dilihat di dalam smartphone itu.

“Kalau kita dari sekarang tidak menyiapkan mereka, mengisi mereka dengan jiwa-jiwa yang mulia, dengan jiwa-jiwa baik. Apakah yang akan terjadi?” tanya Presiden.

Inilah, lanjutnya, yang perlu dirinya mengingatkan, menyadarkan pada kita semuanya, bahwa perubahan itu sudah di depan kita.

“Oleh sebab itu, sekali lagi, memperkuat pendidikan diniyah, memperkuat pendidikan pondok-pondok pesantren, memperkuat pendidikan keagamaan yang masih, itu menjadi kunci agar perubahan itu tidak mengubah kita,” tutur Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang KH Maimoen Zubair, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (setkab.go.id/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Cerita, Internasional Siti Efi Farhati

Minggu, 11 Februari 2018

Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya

Cirebon, Siti Efi Farhati

Pada mulanya pesantren dan seni budaya memiliki hubungan yang sangat erat, terlebih pada zaman Walisongo, seni dan budaya justru dijadikan sebagai media dakwah dan syi’ar agama Islam, hanya saja dalam perjalanan sejarahnya, pesantren dan seni budaya semakin memiliki jarak dan tampak kurang harmonis.?

Demikian ungkap Raffan S. Hasyim, direktur Pusat Studi Budaya dan Manuskrip Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon saat berkesempatan menjadi pembicara dalam pembukaan pekan Griya Seni dan Gallery di Brana Cafe, Cirebon. Senin (20/5).

Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya

“Di Cirebon sendiri, justru sejarah pendirian pesantren tidak bisa terlepas dari rutinitas keraton sebagai pusat kebudayaan, Sunan Gunung Jati sebagai juru dakwah menjadikan seni tradisi dan budaya Kacirebonan sebagai alat syi’ar yang dinilai strategis. Meski dalam perjalanannya, penjajah Belanda turut andil besar dalam kesan pemisahan antara seni budaya dan pesantren tersebut,” ungkap Raffan.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut lagi Raffan menambahkan, meskipun terkesan sulit untuk meleburkan kembali antara seni budaya dengan pesantren, namun secara perlahan hal tersebut mulai tampak menggembirakan, beberapa pesantren di Cirebon sudah tidak begitu tabu untuk mengenal bahkan mementaskan seni seperti wayang dan lain-lain.

“Saya menaruh harapan kepada generasi muda agar dapat menghangatkan kembali hubungan seni budaya Cirebon dengan pesantren, karena memang sebenarnya kedua aspek terebut merupakan penguat identitas bangsa yang tidak bisa dipisahkan,” tambah Filolog yang sedang menempuh gelar doktor di Univeritas Padjajaran Bandung ini.

Siti Efi Farhati

Diskusi budaya yang bertema Seni Budaya Cirebon Sebagai Pintu Kebangkitan Budaya Nusantara ini merupakan sesi pembuka dari serangkaian kegiatan kebudayaan yang akan dilangsungkan dalam sepekan mendatang. Selain diskusi, acara ini juga dilengkapi dengan pameran fotografi bertema seni dan budaya, dan juga dihadiri oleh puluhan santri, mahasiswa, tokoh budayawan, penggiat seni, dan masyarakat umum

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Makam Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII

Bandung, Siti Efi Farhati. Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) angkatan XVI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Nusantara (Uninus) dihadiri salah seorang pendiri PMII, KH Nuril Huda.

Mapaba bertema Gerakan Ideologisasi versus Deregenerasi dan globalisasi tersebut, digelar di kantor PWNU Jawa Barat, di Bandung, Jumat (19/10) hingga Ahad (21/10).

Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII

Pada kesempatan itu, KH Nuril Huda yang datang pada Sabtu, (20/10) bercerita sejarah pendirian PMII pada tahun 1960. Saat itu, ada empat partai terkuat, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI.

Siti Efi Farhati

“Setiap partai mempunyai kader di kalangan mahasiswa, PNI punya GMNI, Masyumi punya HMI, PKI punya CGMI, partai NU belum punya,” katanya.

Siti Efi Farhati

Kemudian ia 13 orang mahasiswa NU menghadap kepada Ketua Umum PBNU waktu, KH Idham Chalid, untuk menanyakan perlun tidaknya dibentuk organisasi mahasiswa NU.

“Perlu!” jawab Kiai Idham Chalid yang memipin NU selama 25 tahun. Jawaban dia, diamini salah seorang Syuriyah PBNU waktu itu, KH Anwar Musaddad.

Dengan demikian, sambung KH Nuril, PMII adalah anak sah NU. Meski kemudian PMII secara struktural pisah, tapi hakikatnya masih anak NU, “Itu hanyalah strategi saja. Benang merahnya masih ada, masih anak NU.”

Sebagai anak muda NU, maka PMII adalah organisasi intelektual berhaluan Ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Karena itulah ia menjelaskan perbedaan aliran keagamaan dalam Islam yang tumbuh di berbagai organisasi di Indonesia.

Mapaba tersebut diikuti 80 orang mahasiswa dan mahasiswi. Selain Uninus, ikut pula beberapa peserta dari kampus sekitar Bandung.

Redaktur:  A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah, Budaya Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Anak Siapa?

Suatu hari ada seorang perempuan berebut anak justru dengan suaminya sendiri di muka pengadilan agama.

“Ini anak saya, pak hakim. Dia saya kandung selama sembilan bulan. Keluar dari kandungan, dia selalu berada dalam pelukan saya. Sayalah yang menyusuinya. Dia selalu saya awasi waktu tidur dan bermain. Pendeknya, sayalah yang merawatnya sampai dia berumur tujuh tahun.”

Anak Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Siapa?

“Bukan, dia adalah anak saya, pak hakim,” bantah sang suami, “Dia saya kandung sebelum dikandung wanita ini. Dia saya keluarkan sebelum keluarkannya. Jadi sayalah yang berhak. Soalnya saya yang memilikinya. Sedang wanita ini hanya menerima amanat dari saya. Betapapun yang namanya amanat itu harus dikembalikan kepada yang berhak, yakni saya.”

Siti Efi Farhati

“Betul semua itu. Akan tetapi kamu harus ingat, bahwa kamu mengandungnya dengan ringan dan tidak terasa. Sedang aku mengandungnya cukup berat sekali. Kau keluarkan dia dengan senang dan puas. Sedang ketika hendak mengeluarkannya, saya merasakan sakit yang luar biasa. Saya telah mempertaruhkan nyawa,” kata sang istri sambil terus menangis.

*) Dikutip dari Kasykul (Kumpulan Cerita Lucu) karya KH Bisri Mustafa.Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Budaya, Kajian Sunnah, Tokoh Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim

Surabaya, Siti Efi Farhati

Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur bakal dihelat 27-30 Aprl 2016. Forum permusyawaratan tertinggi PMII tingkat koordinator cabang ini menjadi ajang memilih ketua baru.

Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim

Hal ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil musyawarah pimpinan nasional (muspimnas) PMII di Ambon, yang kemudian dibentuk Tim Seleksi (Timsel) untuk mewadahi kader-kader PMII se-Jatim yang ingin maju melanjutkan kepemimpinan PMII Jatim.

Amarufin selaku ketua Tim Seleksi mengungkapkan bahwa proses pendaftaran sudah berjalan. Selasa (12/4) adalah masa terakhir pendaftaran. Hingga saat ini, pendaftar baru satu, yakni Pengurus Cabang PMII Situbundo.

Siti Efi Farhati

Ia pun berharap cabang-cabang segera melakukan pendaftaran, mengingat pentingnya agenda ini untuk keberlangsungan PMII Jatim ke depan. "Saya mengimbau kepada cabang-cabang PMII se-Jawa Timur agar segera mengirimkan delegasinya untuk mendaftar ke Timsel," tegasnya.

Untuk diketahui, Konferensi Koordinator Cabang tahun ini terbilang berbeda dibanding periode sebelumnya, karena selain memilih ketua baru bagi Pengurus Koordinator Cabang PMII Jatim, termasuk memilih ketua baru bagi Pengurus Koordinator Cabang Korps PMII Putri (Kopri) Jatim. (Asrari Puadi/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Budaya, Nusantara Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Rembug Nasional Guru Madrasah

Malang, Siti Efi Farhati. Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Prof Dr H Nur Syam,M.Si mengakui, bahwa hingga saat ini sekolah berbasis agama atau madrasah masih kekurangan guru yang berstatus negeri. Harapan akan terpenuhinya persoalan ini dinilai sangat sulit diatasi. Pasalnya, terdapat banyak aspek yang harus dipenuhi.

Demikian disampaikan Nur Syam saat menghadiri acara pembukaan Rembug Nasional Guru Madrasah, di lapangan Rampal Kota Malang, Selasa (10/7).

Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rembug Nasional Guru Madrasah

Menurut Nur Syam, masalah pengangkatan guru madrasah masih bergantung pada kebijakan pemerintah secara umum. “Untuk merekrut guru apalagi yang berstatus PNS, pemerintah masih perlu mempertimbangkan soal ketersediaan anggaran serta formasi pegawai yang dibutuhkan,”terang mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Siti Efi Farhati

Meski demikian, pihaknya berharap di Jawa Timur bisa mendapatkan penambahan guru madrasah berstatus negeri. Sebab guru berkaitan erat dengan kualitas madrasah. Keberadaan madrasah akan diakui masyarakat ketika para pendidiknya memiliki kualitas dan profesionalitas sebagai seorang pengajar. Tentu saja yang dipertimbangkan tidak hanya peningkatan standar nasional pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan moral siswa.

Sebenarnya, kata Nur Syam, keberadaan guru yang berkualitas juga tidak akan memberikan andil maksimal terhadap hasil pendidikan di madrasah ketika tidak ditunjang program lainnya. Adapun beberapa langkah lain itu seperti pengadaan infrastruktur, program kelas percepatan atau akselerasi, serta penggunaan bahasa asing untuk kegiatan sehari-hari.

Siti Efi Farhati

Diakui Nur Syam, hingga kini keberadaan madrasah masih dipandang sebelah mata dibandingkan sekolah umum lainnya. Oleh karena itu, Nur Syam berjanji, Kementrian Agama akan mengupayakan peningkatan kualitas madrasah sehingga mampu bersaing dengan dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

Untuk itu, kata Nur Syam, pihaknya berencana meningkatkan kualitas dengan melakukan akreditasi bagi madrasah di Indonesia yang belum terakreditasi. "Dari 63 ribu lebih madrasah di Indonesia, sudah 53 persen yang terakreditasi dan dikatakan berkualitas. Sementara sisanya sebanyak 47 persen belum terakreditasi," tegasnya.

Menurutnya, akreditasi tersebut penting untuk dilakukan, dalam rangka peningkatan kualitas madrasah. "Selama ini peringkat kualitas madrasah masih dianggap kelas dua, sehingga madrasah jangan mau kalah dengan sekolah umum," ujarnya.

Meski demikian, keberadaan madrasah banyak tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, lanjut Nur Syam, di luar Jawa ada madrasah yang dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar mempergunakan tiga bahasa asing. “Ini bisa menjadi program yang inovatif sehingga mampu mengangkat madrasah bisa go internasional," kata Nur Syam bangga.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Ahlussunnah, Aswaja Siti Efi Farhati

Kamis, 25 Januari 2018

Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU

Bekasi, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, meminta Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS-NU) Pagar Nusa bisa benar-benar menjadi benteng organisasi. Pagar Nusa diharapkan bisa membentengi NU dari gerusan aliran di luar ahlussunnah wal jamaah.

Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU

Ini disampaikan Kiai Said saat membuka festival dan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa di OSO Sport Center, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/4). Kelompok yang beraliran di luar ahlussunnah wal jamaah, menurut Kiai Said saat ini semakin menunjukkan kebenciannya terhadap NU.

"Tidak menjalankan dibaiyah, tidak suka ziarah kubur dan tidak suka maulud, kalau sekedar tidak suka dan tidak melakukan tindakan apapun, biarkan. Tapi kalau sudah menghina, mem-bidah-bidah-kan  dan mencaci maki, kita bisa mengambil tindakan," tegas Kiai Said disambut teriakan kata siap dari ratusan pendekar Pagar Nusa.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut Pagar Nusa diminta juga bisa berperan lebih luas untuk melindungi Islam dari gerusan berbagai macam aliran dari luar, seperti sekularisme dan wahabi atau salafi yang merupakan ektrem kanan.

Siti Efi Farhati

"Wahabi itu dulu, sekarang namanya sudah ganti menjadi salafi," tandas Kiai Said.

Pagar Nusa, masih kata Kiai Said, juga diharapkan bisa membentengi NU tidak hanya melalui kemampuan bela dirinya, melainkan tindakan pelestarian budaya. Kesenian dan budaya dinilai sebagai bagian dari aliran ahlussunnah wal jamaah yang tidak bisa dipisahkan, karena menjadi perantara Wali Songo dalam penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa.

Sementara Ketua Umum IPS-NU Pagar Nusa KH Fuad Anwar, menyampaikan kesiapannya untuk organisasi yang dipimpinnya menjadi benteng NU. Mengenai festival dan kejuaraan pencak silat yang digelar mulai tanggal 2 hingga 5 April mendatang, dilaporkan diikuti oleh sekitar 450 pendekar dari 23 provinsi se Indonesia.

"Yang membuat kami bangga, sebagian besar peserta berusia rata-rata empat belas tahun. Mereka kader-kader luar biasa, yang tentunya dua puluh tahun mendatang kita harapkan bisa menjadi pewaris bangsa ini," ungkap Kiai Fuad.

Dalam pembukaan festival dan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa, hadir pula di antaranya Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Helmi Faisal Zaini, Ketua BPN Kabupaten Bekasi Budi Suryanto, serta sejumlah pengurus PCNU Kabuaten Bekasi. Tamu undangan diusuguhi juga peragaan olah tenaga dalam dan praktek pengobatan alternatif pendekar Pagar Nusa.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Lima Kandidat Siap Pimpin PMII Pariaman

Pariaman, Siti Efi Farhati. Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman, Sumatera Barat, bakal berlangsung Senin (8/12). Pasalnya, lima kandidat sudah menyatakan siap menjadi Ketua Umum PC PMII Pariaman periode 2014-2015. Kelima calon tersebut adalah Jupmaidi Ilham, Yola Afrina, Masrizal, Zalkhairi dan Rahim Saputra.

Ketua PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, Selasa (2/12), di Pariaman, mengakui kelima kandidat itu menyatakan kesiapannya memimpin PMII di Kota Pariaman. Masing-masing kader tersebut mempunyai kekuatan sendiri untuk meraih suara.

Lima Kandidat Siap Pimpin PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Kandidat Siap Pimpin PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Kandidat Siap Pimpin PMII Pariaman

?

Jupmaidi Ilham saat ini menjabat Sekretaris PMII Pariaman. Yola Afrina, satu-satunya kandidat perempuan, kini menjabat Sekretaris Kopri PMII Pariaman, selain sekretaris Panitia Konfercab. Masrizal kader dari Komisariat STIE Sumbar yang mengikuti PKD di Jambi beberapa waktu lalu dijagokan rekannya dari STIE Sumbar. Rahim Saputra pengurus Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin. Sedangkan Zalkhairi Ketua II Bidang Eksternal PMII Pariaman yang kini menjadi Ketua Panitia Konfercab.

Siti Efi Farhati

?

Menurut Satria Effendi, kandidat ketua umum akan mendapatkan peluang meraih 15 suara yang berasal dari 5 suara dari Komisariat STIT SB, 5 suara dari Komisariat STIE Sumbar dan 5 suara dari PC PMII Pariaman. Diharapkan setiap kandidat berkompetisi secara sehat dan tetap berpedoman kepada aturan organisasi PMII.

?

"Sebelum Konfercab, terlebih dahulu dilakukan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang berlangsung Jumat-Ahad (5-6/12/2014). PKD diikuti kader PMII se-Sumatera Barat, dengan pemateri dari PB PMII Jakarta, PKC PMII Sumbar, Ketua DPRD Pariaman, Ketua KNPI Pariaman, senior/Mabincab PMII Pariaman. PKD ditargetkan diikuti 75 peserta utusan dari PC PMII di Sumbar," kata Satria Effendi, mahasiswa pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Siti Efi Farhati

?

Terkait dengan suksesi kepemimpin PMII Pariaman, Satria mengaku masih ada agenda organisasi yang belum dilaksanakan. Yakni, Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) se-Sumatera, penambahan 2 komisariat dan usaha ekonomi mandiri di PMII.? "Kita memang sudah jajaki kerja sama dengan Dinas Koperindag Pariaman. Namun hasilnya belum maksimal. Yang sudah dilakukan sebatas mengirimkan peserta mengikuti pelatihan kerajinan tangan di Padang panjang selama lima hari. Namun belum mampu untuk mandiri. Pengurus mendatang diminta untuk dapat menindaklanjuti agenda tersebut," kata Satria menambahkan.

?

Sedangkan program yang sudah dilaksanakan, kata Satria, mengaktif kembali komisariat STIE Sumbar, membangun jaringan ke berbagai lembaga di Kota Pariaman. Audiensi dengan Pemerintah Kota Pariaman melalui Wakil Walikota Pariaman Genius Umar untuk saling bertukar gagasan membangun Kota Pariaman ke depan. Terakhir PKD yang akan dilaksanakan ini. ?

?

Menurut Satria Effendi, perkembangan PMII di Kota Pariaman semakin banyak. Ini terbukti semakin sering dilaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Sedangkan di sisi kualitas juga menunjukkan peningkatan dengan semakin banyak kader yang mengikuti PKD, baik yang diselenggarakan di Propinsi Sumatera Barat, maupun di luar Sumbar seperti di Jambi, Bengkulu, Lampung dan Jakarta. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

?

Foto: PC PMII ketika beraudiensi dengan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya Siti Efi Farhati

Sabtu, 06 Januari 2018

BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual

Jakarta, Siti Efi Farhati. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius menegaskan radikalisme saat ini sudah masuk keruang-ruang intelektualitas para mahasiswa.

BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)

BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual

"Radikalisme bukan hanya karena kemiskinan, kebodohan, kekecewaan, ketidakadilan tetapi sudah terpapar di kaum intelektual," katanya ketika memberikan kuliah umum di Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila di Jakarta, Jumat (2/9) malam.

Mantan Kepolisian Resor (Kapolres) Depok, Jawa Barat itu mengatakan bahwa pola perekrutan radikalisme sudah semakin canggih hanya dalam waktu dua jam seseorang sudah bisa dicuci otaknya untuk bisa melakukan hal-hal yang radikal.?

Sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia sudah dimasuki oleh paham-paham radikalisme, sehingga perlu pengawasan yang intensif. Para mahasiswa yang berprestasi juga sudah dimasuki paham radikalisme. "Saya mengimbau para dosen, dekan dan juga rektor serta para guru dan kepala sekolah agar terus memantau kegiatan mahasiswa dan siswa terutama yang bersifat eksklusif," katanya.

Siti Efi Farhati

Suhardi juga mengatakan para kelompok radikalisme memanfaatkan media sosial untuk melakukan propaganda pemahamannya. Mereka memanfaatkan dunia maya untuk memberikan indoktrinasi paham radikalisme kapada masyarakat. Untuk itu, menurut dia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berperan aktif agar bisa mencegah paham radikalisme berkembang melalui media sosial.

Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila (UP) Wahono Sumaryono mengatakan untuk menangkal paham radikalisme, maka perlu terus menjaga nilai-nilai luhur Pancasila. "Dan di kampus kami siap membentengi dari paham-paham radikalisme," ujarnya.

Ia menimpali, ancaman besar bangsa ada tiga yaitu terorisme, narkoba dan korupsi. Ini semua perlu penanganan kita semua secara bersama-sama. Untuk itu, menurutnya, setiap penerimaan mahasiswa baru pihaknya memberikan kuliah umum yang tentunya berguna bagi para mahasiswa dalam memperkaya wawasannya.

"Kemarin mahasiswa S1 diberi kuliah umum tentang narkoba, sekarang Sekolah Pascasarjananya tentang terorisme. Ini semua berguna bagi para mahasiswa," jelasnya.

Siti Efi Farhati

Wahono mengaku Universitas Pancasila juga mengambil tanggung jawab untuk menyadarkan para mahasiswa tentang kondisi bangsa Indonesia. Untuk itu, dia berharap, Universitas Pancasila menjadi salah satu komponen bangsa yang bisa mencegah radikalisme dan juga narkoba. Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila menerima mahasiswa sebanyak 274 orang atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 240 mahasiswa. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Budaya Siti Efi Farhati

Selasa, 26 Desember 2017

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Waykanan, Siti Efi Farhati . GP Ansor pada 24 April tepat berusia 81 tahun, adapun Kabupaten Waykanan di Provinsi Lampung pada Senin 27 April ini tepat berusia 16 tahun. Bupati Bustami Zainudin di Blambangan Umpu, Senin (27/4) menyatakan jika pemuda Ansor di daerah yang dipimpinnya nyata karyanya.

"Ansor di Waykanan nyata karyanya. Banyak hal sudah dilakukan Ansor," ujar Bupati Bustami dalam sambutan Harlah ke-81 Ansor dan peranannya di Bumi Waykanan Ramik Ragom melalui rilis berita yang diterima Siti Efi Farhati, Senin (27/4).

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Bustami menegaskan, Ansor bukan organisasi baru, namun organisasi yang terlibat aktif dalam mengganyang penjajahan di Indonesia. "Secara yuridis hari ini terbebas dari penajajahan. Tapi hakikat penjajahan bukan secara fisik semata, tapi juga kemsikinan dan kebodohan bagian dari penjajahan, demikian juga dengan penindasan dan keterbelakangan. Tugas kita semua untuk memerangi semua itu," kata dia lagi.

Siti Efi Farhati

Sebagai kader pemuda bangsa, imbuh Bupati Bustami, Ansor merupakan bagian yang bertanggung jawab terhadap pembangunan di Indonesia. Karena itu, Bupati Bustami berharap Ansor senantiasa menunjukkan eksistensinya terhadap negara dengan berpartispasi dalam pembangunan, demi tetap tegaknya, Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

Terkait pembangunan di bidang pendidikan, GP Ansor Waykanan bekerjasama dengan Mata Air Foundation menggelar bimbingan pasca ujian nasional (BPUN) guna membantu pelajar berprestasi namun kurang mampu untuk masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 1 Mei hingga 7 Juni 2015.

Siti Efi Farhati

Bupati kemudian mengutip kata-kata mendiang Presiden Amerika John Fitzgerald Kennedy, yaitu ‘jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu’.

"Itulah kalimat nyata karyanya. Itulah subtansi pokok karya nyata itu. Partispasi pembangunan secara fisik, pikiran, tenaga atau ilmu pengetahuan, semua itu bagian karya nyata kita untuk membangun negeri. Kepada Ansor Waykanan, terima kasih atas partisipasinya dalam pembangunan bangsa dan negara, serta upayanya membina generasi pemuda ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Pertandingan, News Siti Efi Farhati

Selasa, 19 Desember 2017

Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Workshop Pasar Modal Syariah yang dilaksanakan oleh GP.Ansor Kota Tasikmalaya dengan menggandeng PT.Henan Putihrai di Aula Kemenag Jl.Noenoeng Tisnasaputra No.05 A Cilolohan, yang dilangsungkan selama dua hari (19-20/4) disambut antusias para pesertanya. Di hari kedua, para peserta diarahkan untuk mengenal lebih jauh tentang saham konvensional dan saham syariah, serta peluang dan tatacara menjadi investor di bursa saham.

Ketika ditanya mengenai perbedaan pasar modal konvensional dan syariah, Menurut Kepala Pengembangan Pasar Modal Syariah Irwan Abdallah saat diwawancara pada hari kedua, Kamis (20/4), mengatakan, "Ini memang beda banget, ini untuk membedakan pasar tersebut, perlu dicatat bahwa ada sebagian masyarakat yang ingin melakukan investasi tapi barangnya tidak ingin yang haram, terus caranya yang sesuai syariah. Nah untuk membedakannya, maka PT.Henan Putihrai salah satu dari 12 PT se Indonesia yang memiliki program syariah akan memfilter saham yang masuk kriteria halal itu, maka kita kasih label syariah, jadi syariah bukan sekedar label atau slogan saja."

Irwan juga mengatakan pentingnya workshop pasar modal syariah seperti yang telah dilakukan oleh Ansor Kota Tasik ini, sebagai modal awal untuk mengenal apa itu pasar modal syariah, dan seberapa besar manfaatnya.

Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah

"Adanya workshop pasar modal syariah ini untuk edukasi ke masyarakat, kita sudah menggandeng banyak pihak, kita telah menggandeng masyarakat syariah, dan khusus untuk NU yang telah melakukan hal seperti ini adalah Fatayat NU, LDNU dan sekarang Ansor. Potensi warga NU itu luar biasa, warga NU itu kan jutaan bahkan puluhan juta, anggap saja 1 juta yang melek pasar modal, kan luar biasa. Jangan sampai secara organisasi kuat tapi lemah dalam masalah ekonomi." papar keponakan Penggerak NU Tasik (Alm) KH.Dahlan Khudori dan Putra Ketua Muslimat Cisayong ini.

Mengenai workshop yang diselenggarana oleh Ansor, Irwan sedikit menyoroti tentang peluang investasi bagi kader-kader Ansor yang tersibukan dengan berorganisasi yang harus diimbangi dengan keberlangsungan masalah ekonomi, baik bagi keluarga terlebih bagi organisasi.

"Nah seluruh kader Ansor ini punya potensi pemberdayaan ekonomi, baik untuk dirinya sendiri ataupun organisasi, khusus GP Ansor jangan sampai masalah ekonomi terlupakan dan jadilah pelaku usaha, kenyataan secara organisasi terus aktif, disisi lain ada keluarga harus dijaga ekonominya, jadi harus switch, mudah-mudahan pasar modal syariah ini jadi alternatif, karena potensinya besar sekali." ujar Wasekjen 7 Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Indonesia ini.

Siti Efi Farhati

Terakhir Irwan menegaskan "Jangan takut, kami akan bantu, kita sudah komitmen dengan Pengurus GP. Ansor pusat , jadi ini akan memudahkan bagi seluruh kader Ansor seluruh Indonesia yang mau belajar pasar saham, dan kebetulan untuk kalangan Ansor, Tasik adalah urutan pertama yang melakukan workshop pasar modal syariah.".

Workshop yang dibatasi hanya 100 peserta yang meliputi kader Ansor-Banser, IPNU-IPPNU, Fatayat, PMII dan mahasiswa akan melahirkan para investor bursa saham baru, karena terlihat antrian peserta yang ingin langsung membuka rekening saham lewat PT. Henan Putihrai sebagai penghubung ke Bursa Efek Indonesia. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Budaya, AlaNu Siti Efi Farhati

Kamis, 14 Desember 2017

Pelajar NU Jepara Diminta Terlibat Dalam Pembangunan Politik dan Demokrasi

Jepara, Siti Efi Farhati. Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kebangpol Linmas) Provinsi Jateng mengajak ormas dan tokoh masyarakat di Jepara dalam peningkatan dan penguatan peran politik ormas. Pihak Kesbangpol Jateng melihat ormas seperti IPNU-IPPNU Jepara memiliki posisi strategis sebagai partner pemerintah perihal menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Pelajar NU Jepara Diminta Terlibat Dalam Pembangunan Politik dan Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jepara Diminta Terlibat Dalam Pembangunan Politik dan Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jepara Diminta Terlibat Dalam Pembangunan Politik dan Demokrasi

Seruan ini disampaikan pada pertemuan Badan Kesbangpol Jateng bersama sejumlah ormas di DSeason Premiere Bandengan Jepara, pada Senin-Selasa (10-11/8).

Pada forum ini Miqdad Syaroni perwakilan IPNU Jepara bertanya soal persiapan pemilu serentak yang akan diadakan beberapa bulan mendatang.

Siti Efi Farhati

Sementara dosen Ilmu Pemerintahan Undip Semarang Susilo Utomo yang hadir ketika itu mengatakan, sebagai ormas IPNU-IPPNU Jepara harus berperan sebagai pelengkap pemerintah. “Jangan sampai menjadi bagian atau alat pemerintah.”

Sedangkan Kabid Organisasi Masyarakat dan Politik Dalam Negeri Heru Agus Susilo menambahkan bahwa pertemuan ini bertujuan membangun interaksi sosial bagi masyarakat dalam civil socity dan berpolitik bermartabat.

Siti Efi Farhati

“Membangun konsolidasi antarelemen yang strategis serta peningkatan kultur kelembagaan,” kata Heru. (Muhammad MS/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Kajian Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Laskar pelajar putri NU antinarkoba siap memasuki medan perjuangan. Mereka akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan perihal narkoba dan bahayanya di sekolah masing-masing.

Setelah dibekali materi yang cukup terkait narkoba selama dua hari, laskar yang terdiri dari 75 pelajar putri NU menutup pembekalannya dengan membuat persiapan aksi dengan sejumlah perencanaan strategi tindak lanjut.

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Dalam membuat strategi persiapan, mereka dibagi menjadi enam kelompok diskusi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (7/3) sore. Setiap kelompok didampingi oleh dua pengurus IPPNU.

“Mereka berasal dari 15 sekolah yang tersebar di Jabodetabek. Mereka menyatakan perang terhadap narkoba di sekitar lingkungan masing-masing,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Siti Efi Farhati di kantor PBNU, Kamis (7/3) sore.

Laskar pelajar putri antinarkoba berjuang dengan panji “Perang Terhadap Narkoba Dimulai dari Diri Sendiri”. Panji berisikan kalimat itu ungkap Farida, cukup efektif dan bertenaga untuk disuarakan.

Siti Efi Farhati

“Di kelompok ini, kita bentuk organisasi kecil. Dengan itu, gerakan laskar pelajar putri antinarkoba lebih terarah,” kata seorang pengurus PC IPPNU Tangsel Zaimah yang mendampingi salah satu kelompok laskar di Kantor PBNU lantai delapan, Kamis (7/3) sore.

Siti Efi Farhati

Setiap kelompok menyusun agenda aksinya pada selembar karton. Program sosialisasi dan penyuluhan narkoba dirumuskan sesuai dengan tantangan dan peluang yang ada di masing-masing sekolah dan daerah mereka.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Budaya, Meme Islam Siti Efi Farhati

Minggu, 03 Desember 2017

Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah

Sidoarjo, Siti Efi Farhati - Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy Rahmah Yanthy mengingatkan bahwa masker pemutih kulit wajah dapat diambil dari bengkoang atau kentang. Menurutnya, masker ini lebih aman dari bahan berbahaya seperti merkuri atau hydroquinone yang terkandung dalam pemutih wajah kemasan.

Untuk membuat kulit putih atau lebih cerah, dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menyarankan warga agar menggunakan tabir surya apabila di ruang terbuka (SPF), melakukan scrubing dan peeling (merawat kulit wajah) untuk mengelupas sel kulit mati yang sering membuat kulit wajah terlihat kusam atau gelap.

Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah

Scrubing atau peeling maksimum digunakan seminggu dua kali, bisa juga ditambah masker bahan alami seperti bengkoang atau kentang.

“Tanpa mengurangi arti kecantikan pada umumnya, yang terpenting adalah kecantikan dalam diri kita, dan kita merasa cantik. Nantinya yang terpancar adalah apa yang kita pikirkan (cantik)," kata dr Silvy, Sabtu (30/7).

Siti Efi Farhati

Perlu diketahui, setiap individu mempunyai batas maksimum kecerahan kulit, yang artinya hasil pemutih tidak sama antara satu dan yang lain.

“Bila dipaksakan, hasilnya bukan putih, tapi patologik alias sakit,” jelasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, Budaya Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

Temanggung, Siti Efi Farhati

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah, dalam waktu dekat akan bertransformasi berubah menjadi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu).

Rencana ini terungkap dalam acara wisuda sarjana program strata satu angkatan XXI STAINU Temanggung tahun akademik 2015-2016 di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Selasa (9/2).

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

"Ke depannya kita akan berencana menjadi Unisnu. Ini sudah ada langkah-langkah ke sana. Bagaimana STAINU ini akan berubah menjadi universitas Nahdlatul Ulama, langkah-langkah perencanaannya sudah ada," kata Rohadi, ketua panitia wisuda kepada Siti Efi Farhati saat dihubungi usai acara.

Siti Efi Farhati

Pembantu ketua III STAINU Temanggung yang baru saja habis masa baktinya tersebut menambahkan bahwa STAINU Temanggung juga telah mengagendakan pembangunan rusunawa bagi mahasisiwa yang nantinya akan difokuskan untuk pembinaan pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris dan Arab.

Senada? dengan Rohadi, guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi dalam orasi ilmiahnya juga menyinggung perlunya STAINU agar melengkapi dengan adanya fasilitas Rusunawa. "Di samping itu, perlu digalakkan tradisi menulis untuk mahasiswa guna mengembangkan kemampuan akademiknya," imbuh alumnus pesantren Tremas ini.

Siti Efi Farhati

Tahun ini STAINU Temanggung mewisuda 53 mahasiswa. Mereka berasal dari dua program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) dan Ahwal al-Syakhshiyyah (Syariah). Dua prodi yang dimiliki STAINU Temanggung tersebut telah terakreditasi B.

Kampus STAINU Temanggung yang terletak di Jalan Suwandu Suwardi ini telah menambahkan program studi baru, yaitu Menejemen Pendidikan Islam yang saat ini belum mengeluarkan alumni. Juga tengah merintis jurusan Ekonomi Islam yang dalam waktu dekat direncanakan bisa dibuka.

STAINU Temanggung sudah berdiri dan beroperasi sejak 1969, saat itu bernama Fakultas Hukum Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang pembukaanya diresmikan oleh dekan FHI UNNU Surakarta kala itu, yaitu KH. Zubair. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Sholawat, Budaya Siti Efi Farhati

Senin, 20 November 2017

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Sumenep, Siti Efi Farhati 

Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Gapura menggelar rapat tahunan dengan melibatkan perwakilan 150 anggota dari jumlah anggota 2.500 arang, Rabu (2/1) di Aula MWC NU Gapura. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq dan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini.

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Rapat Anggota Perencanaan (RAP) Tahun Buku 2013 tersebut membahas enam hal, yaitu pembahasan perubahan standar operasional manajemen ( SOM) dan standar operasional prosedur (SOP), pembahasan program jangka pendek dan jangka panjang tahun 2013-2015, pembahasan program prioritas tahun 2013, pembahasan program kerja tahun 2013, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2013, dan pengesahan hasil RAP.

Siti Efi Farhati

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, mengapresiasi keberadaan BMT NU Gapura. 

Siti Efi Farhati

“Pengurus dan pengelola dari tahun 2004 sampai 2012 sudah menampakkan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih,” katanya.

Selama ini, penghargaan yang sudah diraih adalah Juara 1 Tingkat Jawa Timur kategori Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Juara 1 Expo Ekonomi Syariah, Juara 2 Tingkat Jawa Timur Koperasi Simpan Pinjam Konvensional-Syariah dan masuk Nominasi Liputan 6 SCTV Award.

“Tahun 2012 Bupati Sumenep menerima penghargaan Paramdhana Utama Nugraha Koperasi berkat sumbangan kinerja dari KJKS BMT NU Gapura,” terangnya.

Ia mengingatkan, pengelola BMT NU sekalipun sudah berhasil mendirikan beberapa cabang koperasi tidak puas sampai disitu. “Namun jangan sampai merasa puas dengan hal itu. Maka, kinerjanya perlu terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq daam sambutannya mengajak hadirin agar menjalin kerjasama do’a, dukungan, dan aksi nyata untuk mengembangkan BMT NU kedepan.

“Ini dalam rangka share kenikmatan Allah antar Nahdliyyin biar bisa memperkuat  NU,” katanya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Doa Siti Efi Farhati

Minggu, 12 November 2017

Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpesan, berbagai aktifitas organisasi di lingkungan NU seperti rapat dan kegiatan lainnya tak akan bernilai jika tidak mampu menyelesaikan masalah masyarakat seperti kemiskinan.

“Aktifitas Muslimat NU adalah untuk memperhatikan, memperdulikan saudara-saudara kita, baik Muslim maupun non-Muslim,” katanya dalam buka bersama Muslimat NU di Jakarta, Sabtu.

Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan

Ia menjelaskan, memberi kecukupan berbagai kebutuhan masyarakat merupakan sesuatu yang menjadi tuntutan agama dan termasuk salah satu jihad. 

“Termasuk jihad adalah bagaimana kita melidungi masyarakat yang baik-baik, bukan pelaku kejahatan, bukan maling, bukan bos judi. Selama warga Indonesia yang baik-baik, mari kita bela mereka dengan memberikan kecukupan pangan. Muslim ataupun non-Muslim,” tandasnya.

Siti Efi Farhati

Karena itu, jika ada satu saja penduduk Indonesia yang meninggal karena kelaparan, semua ikut menanggung dosanya. “Satu saja ada saudara kita mati karena tidak makan, Muslim atau non-Muslim dosa kita semua.” 

Siti Efi Farhati

Kebutuhan kedua yang harus diperhatikan adalah pakaian. Kalau ada orang Indonesia, Muslim atau non-Muslim, tidak berpakaian layak, maka dosa semua. “Apalagi kita orang Islam, syarat sah shalat adalah suci. Kalau pakaian cuma satu bagaimana bisa,” tanyanya.

Kebutuhan dasar lain yang harus diperhatikan adalah tempat tinggal. Rakyat Indonesia, harus punya rumah semua berapapun ukurannya. Ia mengingatkan bahwa orang Islam diwajibkan menghormati tamu. Tentu saja untuk itu diperlukan rumah yang layak. 

Persoalan lain juga harus menjadi perhatian seperti bagaimana member perlidungan kepada masyarakat seperti pelayanan kesehatan gratis. 

Jihad lain selain jihad perang adalah, bagaimana masyarakat beriman kepada Allah dan ini membutuhkan ilmu. “Bagaimana kita mampu memberikan argumentasi terhadap wujudnya Allah.” (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU, Budaya Siti Efi Farhati

Selasa, 31 Oktober 2017

Islam Tumbuh dengan Junjung Toleransi di Australia

Jakarta, Siti Efi Farhati. Seorang dai muda yang berada di Melbourne mengatakan bahwa Australia merupakan lahan subur perkembangan Islam, dan hal ini hanya mungkin melalui penciptaan lingkungan yang memungkinkan timbulnya hubungan timbal balik diantara pengikut semua agama dan pencapaian koherensi diantara berbagai suku bangsa.

“Saya melihat bahwa kekuatan Australia terletak dalam inklusifitas dan fleksibilitas untuk mengadaptasi para imigran dari seluruh dunia yang datang dari berbagai latar belakang etnis, agama dan latar belakang budaya,” kata Waseem Razvi, pendiri Islamic Research and Educational Academy (IREA) seperti dilansir Saudi Gazette (11/9).

Islam Tumbuh dengan Junjung Toleransi di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Tumbuh dengan Junjung Toleransi di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Tumbuh dengan Junjung Toleransi di Australia

“Kami tidak pernah tahu bahwa Islam itu agama yang damai dan Muslim itu inklusif.” Ini adalah umpan balik yang didapat dari banyak warga Australia setelah mengikuti Australian Islamic Peace Conference (AIPC) yang diselenggarakan pada Maret lalu. IREA menjadi penyelenggara konferensi yang merupakan acara konferensi perdamaian Islam terbesar pertama kalinya di Australia.

Siti Efi Farhati

Dilahirkan dan dibesarkan di Saudi Arabia oleh orang tua yang berasal dari India, dai muda berusia 32 tahun ini memiliki gabungan nilai yang berkembang di Arab Saudi dan India, yang membantunya menjalankan misi dakwah. Dia belajar di International Indian School Jeddah (IISJ) sampai kelas 9. Lalu pergi ke Hyderabad untuk menyelesaikan pendidikan menengahnya dan melanjutkan pendidikan S1 di jurusan teknik elektronika di Osmania University. Pada 2004, dia pergi ke Australia untuk menempuh pendidikan lanjutan tingkat Master dalam bidang Sistem Informasi di Melbourne Institute of Technology pada 2007 dan bergabung dengan Toyota Company sebagai enjiner sampai 2010.

Siti Efi Farhati

Dia kemudian keluar dari pekerjaannya untuk sepenuhnya menjalankan dakwah. “Teman kelas saya di IISJ datang dari berbagai daerah di India dan masa kecil saya di Saudi Arabia bergaul dengan imigran dari berbagai negara. Ketika saya pindah ke India, saya menemukan kekuatan India sebagai negara demokrasi terbesar di dunia yang mengakui semua agama dan ratusan budaya. Latar belakang ini memberikan saya kekuatan menjalankan dakwah dalam masyarakat dengan struktur yang mirip di Australia ini.”

Razvi melanjutkan, sebagai negara multikultural terbesar di dunia, Australia mengakomodasi budaya dari sekitar 200 kebangsaan, yang menyambut dengan hati dan tangan terbuka. Saat ini terdapat perubahan kebijakan migran karena peningkatan imigran ilegal, khususnya manusia perahu, dan peningkatan kasus tenggelamnya perahu yang membawa pengungsi.

Dalam beberapa tahun terakhir, imigran terutama untuk tujuan pendidikan disamping untuk mencari tempat hidup yang lebih baik dan lebih aman, tambahnya.

Dikatakannya, masyarakat Australia memberikan kesempatan kepada masing-masing pemeluk agama untuk memperkenalkan agama mereka secara damai. 

“Saya menyampaikan khotbah di gereja tertentu yang mana saya berusaha menunjukkan ajaran Islam yang sebenarnya serta untuk menghilangkan keraguan, dengan fokus menunjukkan kesamaan antara Islam dan Kristiani.”

Dengan melihat pengalaman dan alasannya meninggalkan pekerjaan dan fokus di dakwah, Razvi mengatakan, ketika ia tiba di Australia, banyak insiden serangan yang menargetkan mahasiswa asing, termasuk dari India. Ia beralasan, hal ini dikarenakan pejabat dan orang Australia tidak memahami Islam dan Muslim secara tepat, sehingga ia memutuskan berkonsentrasi untuk menunjukkan gambaran Islam yang benar dan menghilangkan kesalahpahaman.

Dijelaskannya, terdapat tiga tujuan yang ingin diraih, mencapai kesatuan diantara sesama Muslim, membangun jembatan kesepahaman antara Muslim dan komunitas Australia dan membantu komunikasi Muslim dengan pihak berwenang. 

“Organisasi AIPC merupakan puncak dari upaya untuk mencapai tujuan tersebut, dan sangat berhasil. Kami tidak hanya menyatukan semua sekte dalam Islam, tetapi juga sejumlah besar kalangan non Muslim, termasuk pejabat senior pemerintah.

Pertemuan tiga hari yang diselenggarakan di sebuah kawasan prestisius Melbourne dihadiri sekitar 10.000 Muslim dan non Muslim, “Ini adalah batu pijakan penting untuk membangun jembatan antara komunitas Muslim dan non-Muslim melalui dialog antar agama dan antar budaya, selain membuka pintu komunikasi antara Muslim dan pemerintah sekuler Australia, sehingga mengurangi Islamophobia. Para imam dan dari yang berasal lebih dari 30 masjid dan Islamic Center se-Australia menyatu dalam sebuah platform untuk pertama kalinya. Konferensi ini juga berhasil merealisasikan tujuannya untuk meningkatkan saling kesepahaman diantara berbagai sekte Muslim dan memperkecil perbedaan serta memperjelas miskonsepsi antara Muslim dan komunitas lain. Pemerintah sangat mendukung kegiatan ini dan Menteri Imigrasi mengeluarkan visa bagi seluruh tamu yang diundang. Sekitar 1000 sukarelawan yang berasal dari Muslim dan non-Muslim berada dibalik kesuksesan acara ini, klaimnya.

Menurut Rzvi, konferensi ini mendisseminasikan pesan toleransi beragama dengan menyatukan para pemimpin dari semua keyakinan. Para pembicara meliputi uskup terkemuka John Bayton, pemimpin Yahudi Jenne Peristein, Pendeta Helen Summers dari Pusat Antar Agama Melbourne, dan pejabat senior Polisi Federal, termasuk inspektur Stephen Oberi. Ulama terkenal dan ilmuwan dari berbagai belahan dunia juga hadir dalam pertemuan tersebut. 

Terlepas dari berbagai sesi konferensi, terdapat beberapa hal yang menarik masyarakat Australia termasuk edutainment Islam seperti pameran keislaman yang memperkenalkan konsep Islami, usaha untuk meningkatkan perdagangan melalui Muslim World Fair, ruang bermain untuk anak, ditambah pojok non-Muslim yang mengesankan. Terdapat pameran copy Qur’an tertua dari Museum Turki dan penampilan model-model saintis yang didasarkan pada ayat-ayat Qur’an yang disiapkan oleh para siswa dari King Khaled School. Salah satu model menunjukkan bagaimana semut saling berkomunikasi satu sama lain, seperti yang disebutkan dalam Qur’an. Razvi berencana menyelenggarakan event ini secara tahunan. 

Meskipun seorang insinyur, Razvi sekarang merupakan seorang presenter Islam kepada non-Muslim. Dia dengan nyaman mengutip ayat Qur’an dan hadis, serta ajaran dari agama lain. Role modelnya adalah para dai terkenal seperti Ahmad Deedat, Dr. Zakir Naik dan Imran, yang merupakan mentornya. Imran adalah presiden Indian Islamic Research and Education Foundation. 

Sejak lahirnya IREA, Razvi telah memberikan lebih dari 200 kuliah di seluruh Australia dan berpartisipasi dalam berbagai seminar, konferensi dan program dialog antar agama. 

Diantara bentuk dakwah IREA termasuk dakwah di jalanan dengan interaksi tatap muka di jalanan yang sibuk, diskusi, kuliah dan debat secara regular dengan non-Muslim serta kampanye dengan iklan. Dia secara reguler menjadi pendakwah dan pembicara di berbagai masjid dan universitas di Melbourne.

Ambisi Dakwah IREA adalah dakwah di jalanan di seluruh Australia dengan berbagai tema dan subyek. Satu kelompok dengan 80-100 relawan terlatih akan menjalankan kampanye berdasarkan kartu pos dan banner yang tersebar di sepanjang jalanan Australia. Organisasi ini menggunakan berbagai media dan peralatan untuk mengenalkan Islam dan memberikan jalan bagi umat Islam untuk terlibat dengan non-Muslim.

Juga terdapat tour Dakwah Awareness, sebuah proyek untuk melakukan perjalanan di seluruh Australia, melewati setiap kota Metropolitan, kota besar maupun kota kecil. IREA juga menyelenggarakan kursus dakwah setiap empat bulan dengan topik aktual dan kuliah umum setahun dua kali dengan 1,000-2,000 hadirin, khususnya non Muslim. Razvi melihat tidak ada masalah bagi Muslim Australia untuk melindungi agama dan identitas budayanya. Wanita Muslimah juga bebas memakai berbagai jenis hijab.

Namun demikian, terdapat sebuah media yang berusaha menciptakan ketakutan terhadap Islam. Terdapat kelompok yang dinamakan Q Society yang didirikan oleh sekelompok pengikut fanatik Kristen dan Yahudi. Slogal mereka, ‘Muslim harus dikeluarkan dari Australia.’ “Pendekatan kami adalah menyelenggarakan dialog terbuka dengan mereka. Jika ini tidak berhasil, kami akan mendidik orang-orang tentang mereka dengan mengekspos menunjukkan siapa mereka,” katanya.

Razvi mengatakan bahwa Islam merupakan agama dengan pertumbuhan terbesar kedua di Australia yang kini memiliki populasi 20 juta. Jumlah Muslim sekitar 2.5 persen dari populasi yang berkisar 500.000. Melbourne, dengan jumlah populasi Muslim 180,000, merupakan pusat aktifitas Islam. Orang dari Lebanon dan Turki merupakan imigran terbesar. Al-Wasat merupakan publikasi bulanan dalam bahasa Inggris dan Arab terbesar. 

Mimpinya saat ini adalah mendirikan sebuah sekolah Islam internasional dengan fasilitas terbaik untuk melengkapi pendidikan bagi generasi Muslim masa mendatang. Juga terdapat rencana untuk meluncurkan TV Islam, sebagai tambahan dari proyek untuk membuat para penulis dan jurnalis Muslim menghadapi tantangan di dunia modern.(mukafi niam)

Foto:google+

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Aswaja, Tokoh, Budaya Siti Efi Farhati

Sabtu, 14 Oktober 2017

Presiden Jokowi Titip ke Pesantren soal Pencegahan Radikalisme

Solo, Siti Efi Farhati. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Pesantren Alqur’aniyy Azzayadiy Kota Surakarta Jawa Tengah, Sabtu (4/4) siang, mengatakan corak Islam di Indonesia adalah Islam Nusantara.

“Islam kita, Islam Nusantara. Yang memiliki karakter kesantunan, keramahtamahan, tersenyum, dan kedamaian. Bukan kekerasan. Itu ajaran dari Nabi,” tutur Jokowi di depan para santri.

Presiden Jokowi Titip ke Pesantren soal Pencegahan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Titip ke Pesantren soal Pencegahan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Titip ke Pesantren soal Pencegahan Radikalisme

Kepada pengasuh Pesantren Alqur’aniyy, KH Abdul Karim Ahmad, dan para santri, Jokowi juga menitipkan pesannya untuk ikut bersama menjaga Kota Solo.

Siti Efi Farhati

“Titip Kota Solo, agar terhindar dari ajaran radikalisme dan ekstrimisme. Sedikit demi sedikit (keduanya) mesti kita waspadai. Jangan sampai membesar, sebab dapat membahayakan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu KH Abdul Karim dalam sambutannya, hanya memberikan pemaparan singkat dan doa kepada Presiden Jokowi. “Semoga Presiden Jokowi diberi kemudahan dan kekuatan untuk memimpin negeri ini,” kata Gus Karim.

Siti Efi Farhati

Kunjungan Jokowi tersebut relatif singkat, untuk kemudian dilanjutkan untuk berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya Siti Efi Farhati

Sabtu, 19 Agustus 2017

Belajar pada Air

Mari bernostalgia dengan air. Ciptaan Allah SWT yang tidak pernah terhitung jasa dan manfaatnya untuk seluruh umat manusia. Dahulu ketika kecil, sebagian dari kita mungkin pernah mengalami jika ingin mendapatkan air minum, kita harus memasaknya terlebih dahulu.

Air mentah dari sumur dimasak, jika sudah suam kuku, air lalu dimasukkan ke dalam teko atau kendi. Jika air baru saja dimasak, dan kita sangat haus, sering kali orangtua kita mendinginkannya dengan cara dituangkan, dibolak-balik dari gelas ke gelas. Begitu sabar orang tua kita, begitu pun kita.

Kini, air sepertinya begitu mudah didapatkan, kita dapat menemukannya di depot-depot air isi ulang, di super market. Air-air kemasan galonan menggantikan air sumur yang dimasak. Praktis memang, tapi sepertinya ada yang hilang, tak ada lagi proses pendinginan dari gelas ke gelas, tak ada lagi menunggu, tidak ada lagi pelajaran kesabaran.

Ada cerita unik soal air, dahulu, sewaktu masih nyantri di Buntet pesantren Cirebon, setiap malam Jumat kami selalu mengadakan acara yang disebut “Manakib-an”,  yaitu kenduri dan pembacaan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW, biasanya kami lakukan kebiasaan ini di masjid atau cukup di aula asrama. Kami membentuk lingkaran, di tengah lingkaran kami meletakkan beberapa wadah yang berisi air minum. Usai Manakib-an, air-air itu lalu diserbu demi mengalap berkah.

Belajar pada Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar pada Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar pada Air

Konon, air yang diperdengarkan dengan bacaan-bacaan doa dan shalawat akan membuat air tersebut berkah, jika diminum akan membuat otak cerdas, bermanfaat, dan sehat. Kepercayaan yang sudah turun-temurun itu telah sejak lama diajarkan oleh para guru saya di pesantren. Lalu saya bepikir dari mana ceritanya? Dari mana logikanya? Walaupun demikian, saya tetap percaya dengan tradisi dan kepercayaan yang turun temurun itu; kepercayaan kuat akan menghancurkan logika.

Benar saja, tahun 2003 Dr. Masaru Emoto seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang melalui penelitiannya menemukan bahwa partikel molekul air ternyata dapat berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya; sejak  saat itu kepercayaan saya perihal air Manakib-an menjadi berbanding lurus dengan fakta saintifik yang dibuktikan oleh Dr. Emoto. Logika ini pula yang kemudian membawa saya percaya bahwa air Zam-zam di tanah suci Mekkah adalah air yang penuh dengan keberkahan karena sejak pancuran pertama dari kaki Nabi Ismail AS sampai detik ini, air itu tak pernah lepas oleh lafaz-lafaz Tuhan.

Air itu seperti mata kuliah dengan SKS seumur hidup. Begitu banyak pelajaran yang dapat diambil dari air. Air selalu membuat saya berpikir bagaimana mereka bisa begitu jernih, bisa begitu keruh, bisa begitu sangat lemah, dan bisa begitu sangat kuat, begitu sangat diabaikan dan begitu sangat diperlukan.

Siti Efi Farhati

Air selalu saja menjadi pelajaran yang sangat berharga, bukan menebak-nebak, tapi jangan-jangan kenapa hujan tetap saja turun saat kita menggelar hajatan itu dikarenakan Tuhan tahu di saat yang bersamaan ada petani yang sedang mengharapkan hujan datang untuk sawahnya yang kering. Tuhan juga tahu kita lebih memiliki kesabaran yang tinggi ketimbang sang petani. Tuhan juga tahu sang petani lebih memiliki rasa syukur yang tulus ketimbang kita; bisa saja.

Jadi, rasanya kurang tepat jika air selalu dijadikan biang keladi yang kerap diperbincangkan ketika wabah kekeringan melanda atau banjir bandang datang tiba-tiba. Kenapa kita tidak menengok ke diri kita? Jangan-jangan kesalahan ada di pihak manusia. Tak layak pula jika air selalu menjadi ‘kambing hitam’ atas nestapa dan malapetaka ketika air tumpah ruah di Tanah Rencong, ketika air menggenang di daratan ibu kota. Sekali lagi, mari tengok ke diri kita sendiri.

Entah kenapa air terkadang disalahkan. Apalagi di musim hujan seperti saat ini, titik-titik air yang berjatuhan dari udara itu selalu menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Hujan tak mengerti perasaanlah, hujan labil lah, hujan tak tahu waktu lah, hujan reseh lah, hujan nanggung lah, abis nyuci motor kok kenapa hujan, jemur pakaian enggak kering-kering gara-gara hujan, dan semua kalimat yang memosisikan hujan di titik yang tidak mengenakkan.

Siti Efi Farhati

Padahal, kalau kita sedikit saja mau bermenung diri, di balik itu semua, sesungguhnya hujan sedang mengajarkan kita tentang sebuah arti. Hujan mengajarkan ‘cara’ bersyukur bagi manusia yang mengharapkannya, dan mengajarkan ‘cara’ bersabar bagi yang tak mengharapkannya. Siapkan saja jas hujan Anda jika hujan datang, sebab Tuhan tahu Anda ini akan bisa belajar lebih banyak tentang arti bersabar jika hujan datang.

 

Hijrah Ahmad, editor Buku, Alumni Pondok Buntet Pesantren Cirebon, (@hijrahahmad) 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock