Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. PAC GP Ansor Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat mengadakan Pendidikan Penguatan Pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Ahad (19/2) lalu di Yayasan Al-Marufi Cibeuti Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Rais NU Kawalu KH Agus Harun Ghoni, didampingi Ketua PC GP Ansor Kota Tasik Ricky Assegaf.

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i

Dalam sambutannya, KH Agus Harun Ghoni mengutip mutiara dalam Kitab Ar-Risalah halaman 71 karya besar Imam as-Syafii yang berbunyi:

"Barangsiapa yang mempelajari al-Qur`an maka agunglah kedudukannya, barangsiapa yang berpikir (belajar) fiqih maka mulialah kehormatannya, barangsiapa yang menulis al-Hadits maka kuatlah argumentasinya, barangsiapa yang berpikir (belajar) tata bahasa maka lembutlah perangainya, dan barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat baginya."

Kiai Agus berpesan kepada Kader Ansor dan kiai muda NU agar jangan berhenti mencari ilmu walaupun sibuk dan gudangnya ilmu agama itu ada di pesantren.

Siti Efi Farhati

"Ansor harus kenal pasantren, jangan berhenti ngaji sesulit dan sesibuk apapun. Karena sudah semestinya sebagai pergerakan pemuda Islam mewarisi tradisi keilmuan pesantren. Belajar dengan kesabaran, membaca dengan ketekunan, kemudian mencatat dengan ketelitian. Ingat nasihat Imam Syafii Barangsiapa yang tak pernah mengecap kehinaan dalam mencari ilmu walau hanya sebentar, akan meminum kehinaan kebodohan pada sisa hidupnya,” kata Kiai Agus.

Pada kesempatan ini, Pimpinan Pondok Pesantren al-Marufi Cibeuti ? itu juga memotivasi agar mencari ilmu itu jangan hanya dipahami, akan tetapi harus mulai diabadikan dalam sebuah karya yang tercatat.

"Belajarlah kemudian sampaikan! Perhatikan Ulama terdahulu, mereka harus menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu. Setelahnya mereka ikat (ilmu itu) dalam bentuk karya tulisan pada lembaran-lembaran kertas menggunakan pena yang dicelupkan ke tinta persis yang diadopsi santri di pesantren. Akan tetapi lihat hasilnya, sampai saat ini ilmunya dalam bentuk kitab dimanfaatkan terus oleh kita semua,” ujarnya.

Disamping taat pada semua fatwa para ulama, tambahnya, Ansor juga harus bisa membentengi warga Nahdliyyin, karena saat ini sepertinya ada kelompok yang ingin kiai dengan warga NU tidak akur.?

Dia mengajak untuk bersama menjaga marwah NU dengan kembali mengamalkan nilai-nilai agama serta menanamkan sikap cinta tanah air, seperti yang telah dilakukan para Kiai-Kiai NU terdahulu dalam merawat tradisi agama dalam bingkai NKRI.?

Siti Efi Farhati

Penguatan Keaswajaan ini diikuti oleh oleh kader-kader Ansor dan 50 kiai muda NU perwakilan tiap Kecamatan se-Kota Tasikmalaya. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Direktur Aswaja Center Tasikmalaya Yayan Bunyamin yang juga Pimpinan Pesantren Rahmat Semesta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Habib, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Senin, 19 Februari 2018

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Way Kanan, Siti Efi Farhati. Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya pasca upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun di Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung, Selasa (28/10), mengapresiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan itu.

"Ansor sebagai organisasi kepemudaan atau OKP yang hidup atau tidak mati. Kami membutuhkan bantuan Ansor untuk membangun Way Kanan dan organisasi kepemudaan yang lain. Sinergi dan silaturahim untuk pembangunan daerah dan bangsa senantiasa kita perlukan," kata Adipati yang juga Ketua DPD KNPI Way Kanan itu pula.

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Pada pertemuan itu, sejumlah pengurus PC GP Ansor Way Kanan seperti Sekretaris Eko Wahyudi, Kasatkorcab Banser Alex Al Mukin mengucapkan selamat kepada Adipati yang baru saja dilantik menjadi pimpinan DPRD Way Kanan definitif itu.

Siti Efi Farhati

"Terima kasih. Selamat juga untuk GP Ansor yang memiliki pemimpin baru, sahabat Gatot Arifianto, saya sudah lama kenal beliau. Saya optimistis GP Ansor akan semakin maju di bawah kepemimpinannya," ujar Adipati lagi.

Siti Efi Farhati

Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 86 tahun di lapangan Pemkab setempat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan dihadiri Kapolres AKBP Kunto Prasetya dan diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai unsur seperti PNS, pelajar dan organisasi kepemudaan itu Raden Adipati Surya, adapun Komandan Upacara Rusli Ali Sadewa dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Pakuanratu.

"Kami berima kasih atas amanah dan penunjukan yang diberikan, semoga ke depan GP Ansor dipercaya kembali sebagai komandan upacara di hari-hari nasional lainya," ujar Rusli singkat.

Permintaan GP Ansor menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober disampaikan Bupati Way Kanan Bustami Zainudin. (Hasyim Asari/Mahbib)

Foto: Rusli Ali Sadewa anggota Banser Satkoryon Pakuan Ratu Way Kanan menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014 yang ke-86 di Waykanan, Lampung.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Minggu, 18 Februari 2018

Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

New York, Siti Efi Farhati. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tegas mendukung sebuah resolusi yang secara efektif meminta Amerika Serikat untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, lapor BBC Jumat (22/12).

Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Teks resolusi tersebut mengatakan bahwa setiap keputusan mengenai status kota Yerusalem tak berlaku dan harus dibatalkan.

Resolusi yang tidak mengikat itu disetujui oleh 128 negara, dengan 35 abstain dan sembilan lainnya memilih untuk menentangnya. Itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan untuk mereka yang mendukung resolusi tersebut.

Sembilan anggota yang menentang resolusi tersebut adalah Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Togo; suara abstain antara lain diberikan oleh Kanada dan Meksiko; sedangkan suara dukungan diberikan empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB (China, Prancis, Rusia dan Inggris) serta sekutu utama AS di dunia Muslim. Ada 21 negara yang tidak ikut dalam pemungutan suara.

Siti Efi Farhati

Setelah pemungutan suara, juru bicara departemen negara AS Heather Nauert mengatakan AS sedang mengeksplorasi "berbagai pilihan" dan belum ada keputusan yang dibuat.

Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional, dan semua negara saat ini mempertahankan kedutaan mereka di Tel Aviv. Sebaliknya, Presiden Trump memerintahkan departemen luar negeri AS memindahkan kedutaan AS untuk Israel ke Yerusalem.

Majelis Umum PBB beranggotakan 193 negara tersebut mengadakan sesi khusus darurat atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim, yang mengecam keputusan Trump. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pemurnian Aqidah, RMI NU Siti Efi Farhati

Senin, 12 Februari 2018

Upacara Bendera Awali Makesta Pelajar NU Ampel

Boyolali, Siti Efi Farhati. Upacara bendera menjadi awal pembukaan Makesta PAC IPNU-IPPNU Ampel pada Sabtu (9/10). Dengan rancangan layaknya upacara pada umumnya, sebanyak 90 peserta dengan khidmad mengikuti upacara pembukaan Makesta yang dilaksanakan di Lapangan Mekarsari, Kaligentong, Ampel, Boyolali. Upacara tersebut sebagai bukti kecintaan pelajar NU Ampel kepada NKRI.

Upacara Bendera Awali Makesta Pelajar NU Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Upacara Bendera Awali Makesta Pelajar NU Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Upacara Bendera Awali Makesta Pelajar NU Ampel

Menurut koordinator kegiatan, Arif Syaiful Anwar, pembukaan Makesta PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ampel memang dirancang berbeda untuk mengurangi kebosanan peserta Makesta.

"Biasanya pembukaan Makesta dilakukan indoor (dalam ruangan) dan monoton. Kita ingin buat upacara bendera agar suasana lebih khidmad, sehingga ghirah (semangat) pada NKRI dan NU tumbuh," tutur pria yang kerap disapa Arif tersebut.

Makesta PAC IPNU-IPPNU Ampel yang dilaksanakan pada 9-10 Desember 2017 di Gedung NU Center Ampel berhasil merekrut 90 kader baru. Sebagai PAC baru, jumlah tersebut terhitung cukup banyak. Sebelum diadakan Makesta, dibentuk terlebih dahulu koordinator kegiatan yang terdiri dari kader pelajar NU Ampel yang kemudian menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan Makesta.

Siti Efi Farhati

Selain diberikan pengetahuan tentang NU, Aswaja, Organisasi, IPNU-IPPNU, para peserta juga dikenalkan dengan aparat penegak hukum dari Polsek Ampel. Pengenalan tersebut diberikan agar peserta mengenal dan lebih dekat dengan aparat penegak hukum di Kecamaran Ampel.

"Kita turut hadirkan bapak-bapak polisi di Polsek Ampel agar pelajar NU juga lebih dekat dengan aparatur negara," terang Arif.

Kegiatan pengenalan tersebut diwujudkan dengan pelatihan PBB oleh Polsek Ampel.

Siti Efi Farhati

"Walaupun PBB adanya di Diklatama CBP-KPP, akan tetapi materi tersebut kita sisipkan di Makesta agar CBP-KPP juga dikenal para pelajar NU Ampel," tambah Arif.

Ketua MWC NU Kecamatan Ampel, KH Umar Al Faruq mengungkapkan kebahagiaanya atas terselenggaranya Makesta ini.

"Kami sangat bahagia karena di Ampel banom IPNU-IPPNU sudah terbentuk. Kami sangat berharap agar kader IPNU-IPPNU nantinya menjadi kader militan yang akan meneruskan perjuangan NU di Ampel ini," ungkapnya.

Kegiatan makesta diakhiri dengan outbond oleh tim fasilitator PC IPNU-IPPNU Kabupaten Boyolali. (Maghfur/Kendi Setiawan)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pondok Pesantren, Cerita, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Pusat Lembaga Penanunggalan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) peluncuran program “Peningkatan Kapasitas dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon yang Cepat dan Efektif” di Gedung PBNU Lantai 5 Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ketua LPBINU M Ali Yusuf memaparkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2015 menunjukkan dari jumlah kejadian, jumlah korban dan kerugian yang disebabkan longsor merupakan yang pertama, disusul banjir, dan puting beliung.?

BNPB juga menyebut ada lebih dari 1.500 bencana terjadi di Indonesia dan menyebabkan lebih dari 240 korban jiwa serta lebih dari 837 ribu orang mengungsi, serta kerugian material yang sangat besar.

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana

Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya termasuk masyarakat telah melakukan berbagai hal. Namun, penanggulangan bencana khususnya tanggap darurat bencana dirasakan belum maksimal. Banyaknya kejadian bencana yang terjadi belum dapat ditangani secara cepat, kurang efektif dan masih berdampak besar. Hal tersebut disebabkan di antaranya oleh minimnya kompetensi pemangku kepentingan. Tidak adanya sistem tanggap darurat bencana yang efektif yang dapat digunakan dalam aktivitas respon darurat, kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan, dan kurangnya korelasi antara kegiatan kesiapsiagaan dengan implementasi pada saat tanggap darurat.

Oleh karena itu, sambung Ali, Nahdlatul Ulama melalui LPBINU bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) akan melaksanakan program “Mendukung Pemerintah dan Masyarakat Lokal untuk Meningkatkan Kapasitas dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon Bencana yang Cepat dan Efektif (SLOGAN-STEADY)”.

Tujuan umum dari program ini adalah untuk mengelola risiko dan dampak bencana melalui penguatan kapasitas kesiapsiagaan dan respon bencana. Upaya kesiapsiagaan bencana dibutuhkan untuk memastikan sistem dan prosedur dapat diimplementasikan. Kemudian sumber daya siap dimobilisasi secepat mungkin demi efektifitas kegiatan pemberian bantuan sehingga mempermudah tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Siti Efi Farhati

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ani Isgiyati dari BNPB, Natalie Cohen ? dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, Bina Suhendra ? dan Sultonul Huda dari PBNU. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pemurnian Aqidah, Pesantren Siti Efi Farhati

Kamis, 25 Januari 2018

Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU

Bekasi, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, meminta Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS-NU) Pagar Nusa bisa benar-benar menjadi benteng organisasi. Pagar Nusa diharapkan bisa membentengi NU dari gerusan aliran di luar ahlussunnah wal jamaah.

Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Diminta Jadi Benteng NU

Ini disampaikan Kiai Said saat membuka festival dan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa di OSO Sport Center, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/4). Kelompok yang beraliran di luar ahlussunnah wal jamaah, menurut Kiai Said saat ini semakin menunjukkan kebenciannya terhadap NU.

"Tidak menjalankan dibaiyah, tidak suka ziarah kubur dan tidak suka maulud, kalau sekedar tidak suka dan tidak melakukan tindakan apapun, biarkan. Tapi kalau sudah menghina, mem-bidah-bidah-kan  dan mencaci maki, kita bisa mengambil tindakan," tegas Kiai Said disambut teriakan kata siap dari ratusan pendekar Pagar Nusa.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut Pagar Nusa diminta juga bisa berperan lebih luas untuk melindungi Islam dari gerusan berbagai macam aliran dari luar, seperti sekularisme dan wahabi atau salafi yang merupakan ektrem kanan.

Siti Efi Farhati

"Wahabi itu dulu, sekarang namanya sudah ganti menjadi salafi," tandas Kiai Said.

Pagar Nusa, masih kata Kiai Said, juga diharapkan bisa membentengi NU tidak hanya melalui kemampuan bela dirinya, melainkan tindakan pelestarian budaya. Kesenian dan budaya dinilai sebagai bagian dari aliran ahlussunnah wal jamaah yang tidak bisa dipisahkan, karena menjadi perantara Wali Songo dalam penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa.

Sementara Ketua Umum IPS-NU Pagar Nusa KH Fuad Anwar, menyampaikan kesiapannya untuk organisasi yang dipimpinnya menjadi benteng NU. Mengenai festival dan kejuaraan pencak silat yang digelar mulai tanggal 2 hingga 5 April mendatang, dilaporkan diikuti oleh sekitar 450 pendekar dari 23 provinsi se Indonesia.

"Yang membuat kami bangga, sebagian besar peserta berusia rata-rata empat belas tahun. Mereka kader-kader luar biasa, yang tentunya dua puluh tahun mendatang kita harapkan bisa menjadi pewaris bangsa ini," ungkap Kiai Fuad.

Dalam pembukaan festival dan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa, hadir pula di antaranya Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Helmi Faisal Zaini, Ketua BPN Kabupaten Bekasi Budi Suryanto, serta sejumlah pengurus PCNU Kabuaten Bekasi. Tamu undangan diusuguhi juga peragaan olah tenaga dalam dan praktek pengobatan alternatif pendekar Pagar Nusa.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Mengabdi kepada NU Berarti Mengabdi Bangsa

Cirebon, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon melantik Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Lemahabang di Masjid Besar An-Nur, samping alun-alun Sindang Laut Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon pada Sabtu (24/8).

Ketua Pembina PAC IPNU Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon Sidik Kriyani menuturkan, bahwa pengabdian IPNU dan IPPNU sebenarnya tidak hanya kepada kebesaran nama Nahdlatul Ulama, karena mengabdi kepada NU berarti sekaligus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Mengabdi kepada NU Berarti Mengabdi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengabdi kepada NU Berarti Mengabdi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengabdi kepada NU Berarti Mengabdi Bangsa

“Prinsip kader NU tidak hanya li islahi Ahlus Sunnah Wal Jamaah, tetapi juga harus li islahi Negara Kesatuan Republik Indonesia, berjuang bersama-sama NU untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.” tutur sosok yang juga pengurus GP Ansor Kabupaten Cirebon tersebut.

Siti Efi Farhati

Sementara Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon Putri Hidayani dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa modal penting sebagai kader Nahdlatul Ulama adalah pengabdian tulus tak kenal lelah. Melalui badan otonom di tingkat pelajar inilah para remaja dapat belajar untuk menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Insya Allah, dengan mengabdikan diri kepada NU, kiai, dan bangsa, kita akan mendapatkan berkah dan manfaat yang tidak sederhana dan dibutuhkan bagi masa depan,” ungkap Putri.

Siti Efi Farhati

Dalam acara yang melantik 20 orang pengurus baru di masing-masing PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Lemahabang tersebut, hadir Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lemahabang, Kompol Muslikh, dan Camat Lemahabang, Udin Syafrudin. Keduanya menuturkan rasa bangga atas terbentuknya kepengurusan baru dari sebuah organisasi yang di dalamya sarat dengan kesantunan dan akhlak yang baik. 

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock