Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Warga Nisam Bedah Bab Puasa Kitab I’anatut Thalibin

Aceh Utara, Siti Efi Farhati. Puluhan santri dan warga Nisam memperdalam wawasan ilmu Syar’i di masjid Dayah Darut Thalibin gampong Keutapang kecamatan Nisam, Jumat (4/7) sore. Mereka mengikuti pengajian kitab "I’anatut Thalibin" yang diinisiasi Ikatan Pemuda dan Santri (Ikapas) Nisam.

Warga Nisam Bedah Bab Puasa Kitab I’anatut Thalibin (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Nisam Bedah Bab Puasa Kitab I’anatut Thalibin (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Nisam Bedah Bab Puasa Kitab I’anatut Thalibin

“Kegiatan ini antara lain bertujuan menjalin ukhuwah para pelajar, pemuda, mahasiswa, santri, dan tokoh serta ulama setempat,” ujar ketua panitia pengajian Tgk Abdul Munir.

Ayah Nurdin Keutapang mengampu pengajian yang diadakan setiap Jumat sore mulai pukul 14.30-16.00. Ulama kharismatik Aceh ini ialah salah satu alumni terbaik LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Siti Efi Farhati

Selama Ramadhan ini, materi yang dibahas ialah bab puasa dari kitab syarah Fathul Mu’in. Pengajian dibagi menjadi dua sesi, pemaparan materi kitab dan tanya-jawab.

Turut hadir, para tokoh masyarakat dari perangkat kemasjidan Mns Meucat, Imum Syik, Tgk Imum, sejumlah mahasiswa STAIN Malikus Saleh Lhokseumawe, dan mahasiswa Unsyiah Banda Aceh. (Sudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati News, Cerita, Kajian Siti Efi Farhati

Minggu, 21 Januari 2018

Silaturrahim Kiai Pesantren Dianggap Liar, Gus Mus Sikapi Dingin

Pekalongan, Siti Efi Farhati. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien, Rembang, Jawa Tengah, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) bersikap dingin atas penilaian bahwa acara silaturrahim ulama dan kiai pesantren adalah forum ‘liar’. Menurutnya, forum pertemuan para ulama dan kiai pesantren se-Indonesia yang ia gagas itu bertujuan baik.

“Ya, forum ini bisa dikatakan liar, juga bisa jinak,” ujar Gus Mus dalam acara bertajuk “Kiai Sebagai Simpul Panduan Utama Bangsa untuk Kemaslahatan Umat” yang digelar di Pondok Pesantren Al-Mubarok, Medono, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (22/5) lalu.

Gus Mus yang juga Mustasyar PBNU itu menjelaskan, jauh sebelum kegiatan tersebut diselenggarakan hingga pertemuan ketiga, gagasan untuk mengumpulkan kiai pesantren telah disampaikan ke PBNU. Namun, katanya, ternyata hal tersebut tidak mendapat respon baik.

Silaturrahim Kiai Pesantren Dianggap Liar, Gus Mus Sikapi Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Kiai Pesantren Dianggap Liar, Gus Mus Sikapi Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Kiai Pesantren Dianggap Liar, Gus Mus Sikapi Dingin

Padahal, menurut Gus Mus, gagasan dan ide para pengasuh pesantren sangat baik untuk kemajuan bangsa. Maka, kegiatan temu pengasuh itu pun tetap dijalankan, meski PBNU tidak meresponnya.

Forum tersebut dianggap liar tidak terstruktur dalam PBNU. Forum tersebut berbeda dengan Robithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pondok pesantren se-Indonesia yang beradadi bawah naungan PBNU.

Siti Efi Farhati

Tidak diakuinya forum tersebut oleh PBNU, tak membuat Gus Mus kebakaran jenggot. Gus Mus dan kiai yang lainnya merespon semua itu dengan biasa-biasa saja.

“Kalau diakui, ya alhamdulillah, tidak diakui, ya tidak apa-apa. Tujuannya bukan untuk diakui atau tidak diakui, tapi bagaimana keinginan para pengasuh pesantren dan para ulama bisa menyampaikan gagasan dan idenya,” tutur Gus Mus.

Salah satu butir rekomendasi dalam pertemuan tersebut adalah hubungan antara kiai dengan politik dan partai politik perlu diperjelas. Seperti telah termaktub dalam Keputusan Muktamar NU di Yogyakarta, 1989 tentang Sembilan Pedoman Berpolitik.

Dalam keputusan tersebut dinyatakan politik ke-NU-an adalah Politik kebangsaan, membangun dan meneguhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), politik kerakyatan, memihak rakyat, dan politik kekuasaan. Para Kiai diminta harus bisa mengendalikan diri agar tetap dapat mendampingi umat.

Siti Efi Farhati

Di akhir pertemuan peserta silaturrahmi berharap agar RMI memajukan mutu akademis di pesantren-pesantren untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. RMI perlu mengembangkan silaturrahim para kiai di daerah-daerah agar hasil pertemuan itu dapat terjabar ke dalam program-program pengembangan pesantren.

Di samping itu, kaderisasi kiai perlu diperkuat di tiap kabupaten dan kota; dapat dilaksanakan melalui pembentukan kelompok-kelompok kecil yang mandiri, terlatih, dan berkarakter yang kuat; yang diarahkan untuk menumbuhkan intelektualitas masyarakat atau membangun pengetahuan bersama masyarakat dengan berteladankan Walisongo. (muiz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News, Doa Siti Efi Farhati

Kamis, 18 Januari 2018

Tanya-Jawab Ilmiah Sekitar Perayaan Maulid Nabi

Dalam diskursus perayaan maulid Nabi banyak dari kalangan ikhwan yang masih belum tahu mengenai sumber dalil yang mendasari bahwa maulid memang pekerjaan yang sesuai syariat. Sehingga perlu adanya kita menghadirkan dalil-dalil ilmiah dengan konsep tanya-jawab seputar maulid.

Tanya? ? ? : Apakah maulid itu?

Jawab? ? : Maulid diambil dari kata bahasa Arab walada-yalidu yang bermakna kelahiran, yaitu kelahiran baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun dalam pelaksanaannya, maulid merupakan kegiatan keagamaan yang mengadung esensi pesan ayat suci al-Quran, disertakan kisah-kisah seputar kehidupan Nabi Muhammad, dan di dalamnya terdapat pujian dan shalawat dalam bentuk syair. Di akhir acara, terkadang sebagian orang bersedekah makanan untuk sesama.

Tanya-Jawab Ilmiah Sekitar Perayaan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanya-Jawab Ilmiah Sekitar Perayaan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanya-Jawab Ilmiah Sekitar Perayaan Maulid Nabi

?

Tanya? ? ? : Siapakah orang yang pertama kali merayakan maulid?

Siti Efi Farhati

Jawab? ? : Yang merayakan maulid pertama kali adalah penguasa Kota Irbil, Mudzoffar Abu Said Kaukabari bin Zainuddin, seorang raja terpuji dan pembesar yang dermawan. Ibnu Katsir pernah berkomentar tentangnya: "Beliau melaksanakan maulid pada Rabiul Awal dan memperingatinya dengan meriah. Ia sosok yang santun, pemberani, cerdik, dan adil. Semoga Allah merahmati beliau. (Hawi lil Fatawi, halaman 292)

?

Siti Efi Farhati

Tanya : Apa pandangan ulama mengenai maulid Nabi?

Jawab : Imam Jalaluddin As-Suyuthi ketika ditanya perihal maulid beliau menjawab secara eksplisit dengan sebuah karya kitab yang diberi nama Husnul Maqshad fi Amalil Maulid. Menurut beliau, "Hukum asal maulid Nabi yang mana di dalamnya terdapat orang yang membaca ayat suci al-Qur’an dan hadits Nabi tentang pengarai Rasulullah, begitu juga ayat yang ada hubungan dengan kisah kenabiannya. Dilanjutkan dengan acara ramah tamah, lalu bubar tidak lebih dari itu. Maka, itu adalah bidah hasanah dan pelakunya mendapat pahala.” (Husnul Maqshad, halaman 251-252).

Imam Suyuti juga berkata bahwa suatu ketika Imam Ibnu Hajar ditanya tentang maulid, beliau menjawab, “Asal muasal amalan maulid (seperti yang ada saat ini) adalah bidah, dan tidak pernah dinukil dari para salafus shalih, bersamaan dengan hal tersebut terdapat amalan yang baik di dalamnya dan menjauhi amalan yang buruk. Maka barangsiapa yang berusaha mengamalkan (yang baik di dalamnya) dan menjauhi sebaliknya maka amalan ini hukumnya bidah hasanah, dan tidak begitu jika sebaliknya. (Hawi lil Fatawi, halaman 282). Dari dua komentar di atas jelas bahwa merayakan maulid itu boleh selama tidak ada kemungkaran di dalamnya.

Ibnu Taimiah berpendapat, memulyakan hari kelahiran dan menjadikannya sebagai ritual musiman telah dikerjakan oleh sebagian orang. dan menjadikannya mendapat pahala yang sangat agung karena bagusnya tujuan dan memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam (Sirah Halabiah Juz I, halaman 84-85).

Sayyid Zaini Dahlan mengatakan, merasa senang pada hari kelahiran Nabi termasuk sebagian cara penghormatan kepada beliau (Addurarus Saniyah, halaman 190).

?

Tanya : Adakah ulama yang mengarang kitab tetang kebolehan maulid?

Jawab : Tentu saja, berikut di antara nama-nama ulama beserta karyanya:

1. Husnul Maqshad fi Amalil Maulid (imam jalaluddin As7Suyuthi)

2. Khulashatul Kalam fi Ihtifal bi Maulidi Khairil Anam (Syekh Abdulloh bin Syekh Abubakar bin Salim)

3. Ihtifal bil Maulid (DR. Said Ramadhon Buthi)

4. Haulal Ihtifal bil Maulid Nabawi (Prof DR muhammad bin alwi almaliki)

5. Ihtifal bil Maulid Bainal Muayyidin wal Muaridlin (Abil Hasanain Abdulloh al-Husaini al-Makky), dan lain-lain.

Sementara ulama ahli Hadits yang merangkum sejarah Nabi dalam bentuk maulid sangat banyak, di antaranya:

1. Al-Hafidz Abil Fida ibn Katsir (774 H; maulidnya ditahqiq DR. Sholahuddim Munjid)

2. Al-Hafidz Abil Fadhl Abdurrahim Al-Kurdi (806 H)

3. Al-Hafidz Abul Khair Muhammad As-Sakhowi (902 H)

4. Al-Hafidz abdurrohman ali assyibani (994 H; maulidnya yang ditahqiq Sayyid Muhammad al-Maliki)

5. Al-Hafidz Mula Ali Al Qori (104H; Mauridurrawi fi Maulid Nabawi)

6. Al-Hafidz Muhammad bin Abu Bakar al-Qisi (842 H; Jamiul Atsar fi Maulidil Mukhtar)

7. Al-Hafidz Al-Iraqi (808 H; Mauridul Hani fi Maulid Assunni), dan masih banyak ulama lainnya.

?

Tanya? ? ? : Apakah dalil kebolehan Maulid?

Jawab? ? : Sebelumnya kita perlu melihat interpretasi maulid itu sendiri. Kalau kita mau tahu hukumnya, kita lihat apa pekerjaannya (karena hukum diberlakukan untuk perbuatan (af’alul mukallafin, Red). Adapun pekerjaan dalam maulid di antaranya adalah membaca ayat suci al-Quran, membaca sejarah Nabi, mahallul qiyam, itikaf di masjid, membaca syair di masjid, doa mendekatkan diri kepada Allah, dzikir berjamaah, taushiyah dan nasihat, menghidupkan syiar Islam, dan sedekah. Beberapa hal yang disebutkan di atas para ulama sepakat mengenai kebolehannya, mungkin sebagian orang kurang percaya mengenai dalil kebolehan dua hal yaitu mahallul qiyam dan menbaca syair pujian. Sebenarnya bagaimana hukumnya?

?

Tanya? ? ? : Mengapa kita pada hari kelahiran nabi harus senang, apakah mendapatkan pahala?

Jawab ? : Ungkapan rasa bahagia di saat kelahiran baginda Nabi adalah wujud rasa syukur kepada Allah sebab dengan lahirnya beliau agama Islam ini ada. dan agama Islam sampai di tangan kita semua. Dikisahkan seorang wanita yang bernadzar ingin menabuh rebana di dekat Nabi, bahkan di dekat kepala beliau jika Nabi datang dalam keadaan selamat. Maka, apa jawaban Nabi "Laksanakan nadzarmu!”

Bukankah kita semua tau tidak boleh bernadzar dalam perkara yang mubah dalam fiqh, dan tidak ada yang lebih mulia dari kepala Nabi Muhammad di alam semesta ini. Tetapi dalam kenyataannya Nabi memperbolehkan. Mengapa begitu? Karena nabi mengetahui bahwa hal ini dibarengi dengan perasaan senang, cinta dan takdhim kepada beliau.

Abu Lahab, orang yang sangat kejam terhadap Nabi, diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa setiap hari Senin ia diringankan dari siksa neraka karena di saat nabi lahir Abu Lahab bergembira. Ia bahkan memerdekakan budaknya, Tsuwaibah, sebagai ungkapan kebahagiaan atas kelahiran ponakannya. Dalam hal ini Imam Al-Hafidz Syamsyuddin Muhammad Nasirruddin Addimsyiqi bersenandung:

? ? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ?

"Jika orang seperti Abu Lahab saja yang jelas-jelas jahat dan disiksa di neraka setiap hari Senin diringankan siksanya sebab ia bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad maka apalagi jika yang bergembira seorang muslim yang sepanjang hidupnya bergembira atas lahirnya Nabi Muhammad dan wafat dalam keadaan Islam."

?

Tanya? ? ? : Apakah landasan hukum mahallul qiyam?

Jawab? ? : Mahallul qiyam jika kita artikan ke dalam bahasa Indonesia bermakna tempat kita berdiri. Yakni, sikap berdiri untuk menunjukkan ekspresi kebahagiaan dan dan penghormatan atas lahirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian orang menganggap tidak boleh berdiri untuk memuliakan orang lain. Namun dalam hadits sendiri, Rasulullah memerintahkan sahabat Anshor untuk berdiri saat kedatangan pemimpin mereka. Nabi berkata: ? ? (berdirilah atas kedatangan pemimpin kalian!)

Sementara ulama menjelaskan apa kandungan mahallul qiyam di antaranya dalam sebuah syair:

? ? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Para ulama memulai pekerjaan ini (mahallul qiyam) dengan meresapi kisah beliau (Nabi) dan membayangkan sosoknya yang agung bahkan dan tidak hanya dalam hal ini namun dalam segala kondisi"

Contoh lain hadits dari Sayyidatina Fatimah Azzahra, putri Nabi yang berdiri jika Nabi hadir; Rasulullah pun begitu saat Fatimah hadir. Dalam Sunan Abi Dawud (5217) disampaikan: "Sayyidatina Fatimah saat masuk menghadap Nabi, maka beliau (Nabi) berdiri dan mencium Fatimah lalu mempersilakan duduk di tempatnya. Begitu pun Rasulullah saat masuk ke hadapan Fatimah maka Fatimah berdiri dari tempat duduknya lalu Nabi menciumnya dan Fatimah mempersilakan Nabi duduk di tempatnya."

Pada praktiknya saat kita berdiri yang kita lakukan adalah memuji, bershalawat, bersyukur atas anugerah Allah yang menghadirkan keistimewaan dari kehadiran kekasihnya, Nabi Muhammad. Allah subhanahu wataala menyuruh kita berdzikir kapan saja di mana saja dan kondisi apa saja: ? ? ? ? ? ?

Bahkan ulama juga angkat bicara mengenai kebolehan mahallul qiyam dan secara detail dijelaskan dalam satu kitab khusus yang bernama Attarkhis bil Qiyam li Dzawil Fadhl wal Maziyyah min Ahlil Islam yang dikarang oleh Al Imam Nawawi.

?

Tanya ? ? : Apakah Nabi memperbolehkan sahabat memuji beliau?

Jawab ? : Tentu saja Nabi memperbolehkan. Coba kita telisik kitab Al-Istiab fi Marifatil Ashab tentang hadits Kharim bin Aus bin Haritsah yang mana ia berkata: "Aku berhijrah kepada Rasulullah selepas dari Perang Tabuk dan aku memutuskan untuk masuk Islam, lalu aku mendengar Abbas bin Abdul Mutholib berkata: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya aku ingin memujimu.’ Nabi menjawab, ‘Katakanlah, tidak akan pecah gigimu’.” Lalu Abbas mengutarakan syair pujian:

? ? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ?

? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ?

?

(Dan setiap orang yang didoakan Nabi seperti kepada abbas giginya awet sampai tua)

?

Tanya ? ? : Adakah bukti lain sahabat memuji Nabi?

Jawab? ? : Berikut nama beberapa sahabat beserta syairnya yang dalam sejarah pernah memuji Nabi, di antaranya:

1. Kaab bin Zuhair bin Abi Sulma

? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ?

2. Hasan bin Tsabit

? ? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ?

3. Bujair bin Zuhair al-Muzani

? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ? ?

4. Abbas bin Madras

? ? ? ? ? ¤? ? ? ? ?

5. Nabigha Al Jadi

? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ? ?

?

Tanya? ? ? : Tolong disebutkan siapa ulama yang juga memuji Rasulullah?

Jawab? ? : Ulama juga tak ingin ketinggalan dalam menggapai cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka ramai-ramai mengarang syair pujian. Akan saya sebutkan beserta penggalan syairnya, seperti:

Al-Imam al-Hafidz ibn Daqiq berkata:

? ? ? ? ¤ ? ? ? ?

Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar al Atsqalani berkata dalam syairnya:

? ? ? ? ? ? ¤ ? ? ? ? ? ?

Al-Imam Aminus Syuara Ahmad Syauqi berkata:

? ? ? ? ¤? ? ? ?

?

Tanya? ? ? : Kenapa banyak orang melakukan maulidan pada hari Kamis dan bulan Robiul Awal?

Jawab? ? : Sebenarnya melaksanakan maulid boleh kapan saja, adapun maulidan di hari Jumat sebab berlandasan kepada hadits Nabi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ?

“Perbanyaklah shalawat atasku di hari Jumat dan malam jumat, dan barangsiapa bershalawat sekali maka Allah akan bershalawat atasnya 10 kali."

Mengenai perayaan di bulan Rabiul Awal maka ada baiknya kita lihat sejarah. Ketika seseorang berpuasa asyura mereka berpuasa atas keberhasilan Nabi Musa, dan ketika hari raya Idul Adha kita berkorban mengenang jasa Nabi Ismail, dan saat Rabiul Awal kita memperingati lahirnya Nabi Muhammad shallallahu? ‘alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda:

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Maka Allah mengasihani seseorang yang menjadikan hari kelahirannya sebagai hari raya (untuk mensyukuri) agar menjadi penyakit yang parah bagi orang yang di hatinya terdapat penyakit."

Kelahiran Nabi Muhammad merupakam kelahiran yang istimewa karena pada bulan ini tidak ada perayaan lain selain kelahirannya. Sementara kalau kita lihat bulan lain terdapat banyak keistimewaannya. Oleh karena itu ini menunjukkan bahwa keagungannya secara istiqlaliyah atau terkhusus kepada beliau saja.

Dari beberapa pertanyaan di atas kita bisa simpulkan bahwa maulid Nabi bukanlah hal yang dilarang agama. Karena maulid Nabi adalah ungkapan kita dan bentuk syukur kita dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

?

(Moh Nasirul Haq, Santri Rubat Syafiie Mukalla Yaman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News, Quote Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

Jember, Siti Efi Farhati. Warga Jember menyambut baik program pembuatan kartu tanda anggota NU (Kartanu) yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU (PCNU) setempat. Syarat pembayaran Rp 8000 untuk ongkos kartu dan administrasi tak menyurutkan antusiasme mereka memiliki Kartanu.

Untuk membuat kartu tanda pengenal ini mereka datang berduyun-duyun mendatangi kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) kecamatan setempat guna mengikuti proses pemotretan dan pengisian identitas.

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

“Ini beda dengan kartu anggota partai. Kalau kartu anggota partai, sudah gratis masih tidak ada yang mau datang,” ujar Hasani, panitia pembuat Kartanu PCNU Jember di kantor MWCNU Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, Kamis (5/9).

Siti Efi Farhati

Dia menambahkan, untuk sementara PCNU Jember menargetkan dapat menerbitkan 193.000 Kartanu. Jumlah ini sebenarnya sangat tidak sepadan dibandingkan dengan jumlah warga NU di Kabupten Jember yang tergolong mayoritas.

Siti Efi Farhati

Karena itu, kata Hasani, pihaknya masih menunggu perkembangan untuk membuat Kartanu secara massal lagi. “Bisa jadi nanti kita fasilitasi buat Kartanu lagi, tergantung perkembangan,” tukasnya (Aryudi/Mahbib).

Pembuatan Kartanu dibuka mulai 1 September hingga 23 Desember 2013. Sementara peluncurannya sudah dilakukan beberapa waktu lalu di kantor PCNU Jember. Demi kelancaran, panitia akan mendatangi semua MWCNU secara bergilir untuk mengadakan pemotretan dan menerima isian data diri warga.

“Alhamdulillah, sampeyan bisa lihat sendiri, warga sangat antusias ingin foto untuk Kartanu,” ungkapnya. (Aryudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, News, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Selasa, 26 Desember 2017

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Waykanan, Siti Efi Farhati . GP Ansor pada 24 April tepat berusia 81 tahun, adapun Kabupaten Waykanan di Provinsi Lampung pada Senin 27 April ini tepat berusia 16 tahun. Bupati Bustami Zainudin di Blambangan Umpu, Senin (27/4) menyatakan jika pemuda Ansor di daerah yang dipimpinnya nyata karyanya.

"Ansor di Waykanan nyata karyanya. Banyak hal sudah dilakukan Ansor," ujar Bupati Bustami dalam sambutan Harlah ke-81 Ansor dan peranannya di Bumi Waykanan Ramik Ragom melalui rilis berita yang diterima Siti Efi Farhati, Senin (27/4).

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Bustami menegaskan, Ansor bukan organisasi baru, namun organisasi yang terlibat aktif dalam mengganyang penjajahan di Indonesia. "Secara yuridis hari ini terbebas dari penajajahan. Tapi hakikat penjajahan bukan secara fisik semata, tapi juga kemsikinan dan kebodohan bagian dari penjajahan, demikian juga dengan penindasan dan keterbelakangan. Tugas kita semua untuk memerangi semua itu," kata dia lagi.

Siti Efi Farhati

Sebagai kader pemuda bangsa, imbuh Bupati Bustami, Ansor merupakan bagian yang bertanggung jawab terhadap pembangunan di Indonesia. Karena itu, Bupati Bustami berharap Ansor senantiasa menunjukkan eksistensinya terhadap negara dengan berpartispasi dalam pembangunan, demi tetap tegaknya, Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

Terkait pembangunan di bidang pendidikan, GP Ansor Waykanan bekerjasama dengan Mata Air Foundation menggelar bimbingan pasca ujian nasional (BPUN) guna membantu pelajar berprestasi namun kurang mampu untuk masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 1 Mei hingga 7 Juni 2015.

Siti Efi Farhati

Bupati kemudian mengutip kata-kata mendiang Presiden Amerika John Fitzgerald Kennedy, yaitu ‘jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu’.

"Itulah kalimat nyata karyanya. Itulah subtansi pokok karya nyata itu. Partispasi pembangunan secara fisik, pikiran, tenaga atau ilmu pengetahuan, semua itu bagian karya nyata kita untuk membangun negeri. Kepada Ansor Waykanan, terima kasih atas partisipasinya dalam pembangunan bangsa dan negara, serta upayanya membina generasi pemuda ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Pertandingan, News Siti Efi Farhati

Senin, 18 Desember 2017

Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat

Jombang, Siti Efi Farhati. Rapat pleno Muktamar Ke-33 NU, Rabu (5/8), di alun-alun Jombang, dengan agenda pengesahan hasil sidang-sidang komisi salah satunya menyepakati tentang keputusan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyyah tentang pandangan Islam terhadap utang luar negeri.

Forum Muktamar menegaskan, Islam mengajurkan umatnya untuk bekerja dan mengelola hidupnya secara mandiri tanpa lilitan utang. Dalam konteks negara, Pemerintah harus mandiri dalam menghidupi kehidupan rakyatnya.

Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)

Utang Luar Negeri Tidak Boleh Kecuali Kondisi Darurat

“Pemerintah tidak boleh mengambil utang, kecuali benar-benar dalam kondisi darurat agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan menjadi beban bagi generasi mendatang,” papar Abdul Moqsith saat membacakan keputusan Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudlu’iyyah di hadapan ribuan muktamirin.

Siti Efi Farhati

Sesuai dengan maqamnya, katanya, utang hanya diperkenankan untuk membiayai hal-hal yang sifatnya mendesak (hajiyyat), dan diprioritaskan untuk pendanaan hal-hal yang berimplikasi pada hajat hidup rakyat, seperti pembangunan energi dan infrastruktur.

Siti Efi Farhati

Hal ini karena tugas negara pada hakikatnya adalah menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua, terutama bagi kalangan rakyat lemah, tanpa membeda-bedakan latar belakang keyakinan agama dan kesukuan mereka. Rakyat kecil dan lemah itulah yang senantiasa harus menjadi prioritas kerja negara, baik dengan uang sendiri atau uang pinjaman. Dana utang sama sekali tidak diperkenankan untuk membiayai pos-pos yang menguntungkan sebagian kecil rakyat, apalagi dengan cara-cara yang tidak halal.

Jika terpaksa dilakukan, maka Islam telah menentukan rambu-rambunya. Pihak debitur harus berkomitmen untuk membayar sesuai dengan syarat yang diperjanjikan. Sementara ? bagi kreditur, ia tidak boleh menarik keuntungan dari pinjaman tersebut. Jika sudah jatuh tempo, tapi pihak debitur benar-benar dalam kondisi tidak mampu, dianjurkan untuk memberi tenggang waktu dengan rescheduling atau membebaskannya.

Forum bahtsul masail menyayangkan kondisi bangsa Indonesia yang hingga kini lekat dengan utang luar negeri. Menurut forum, jika dibandingkan dengan data kekayaan sumber daya alam, kondisi tersebut sangat ironis dan mengkhawatirkan, walau pemerintah dengan indikator ekonomi makro masih menyatakan aman.

“Akumulasi hutang yang menumpuk membuat pertumbuhan ekonomi tidak bergerak, rawan risiko, dan menimbulkan disinsentif bagi pengelola ekonomi untuk mencapai kinerja baik akibat terlalu besarnya transfer keluar untuk memenuhi kewajiban hutang luar negeri.”

Sebagai bangsa yang mendambakan kemandirian dan bermartabat di mata dunia, kita menginginkan negara yang bebas utang. Walau tidak mudah, sudah saatnya kita merenungkan kembali kebijakan defisit anggaran yang digunakan untuk mendukung ekspansi fiskal dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita tidak boleh selamanya terjebak pada skema pembiayaan utang untuk membiayai pembangunan. Oleh karena itu, dibutuhkan formulasi baru agar pembiayaan pembangunan tidak lagi mengandalkan dari utang," jelas Moqsith.

Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah merupakan forum kajian keagamaan yang berusaha mencari jawaban atas persoalan keagamaan tentang topik-topik tertentu. Jawaban merujuk pada kutub mu’tabarah dan disajikan dalam bentuk deskripsi utuh, tak sekadar jawaban halal-haram. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, News, Pesantren Siti Efi Farhati

Sabtu, 16 Desember 2017

Pesantren Ramadhan ala IPNU-IPPNU Curahdami

Bondowoso, Siti Efi Farhati. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Curahdami, Bondowoso, Jawa Timur berkerja sama dengan Remaja Masjid Jami Darussalam Curahpoh mengadakan Pesantren Ramadhon Angkatan Ke-2 Tahun 2016/1437 H bertajuk Membangun Generasi Penerus Peradaban yang Lebih Beradab.

Kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut dimulai tanggal 9-18 Juni 2016 dan di ? ikuti dari Tingkatan SD/MI/SMP/MTs se-Desa Curahpoh Kecamatan Curahdami. Acara Pesantren Ramadhan dilaksanakan di Masjid Jami Darussalam Jalan Sersan Atmari Desa Curahpoh, Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Kamis (9/6).

Pesantren Ramadhan ala IPNU-IPPNU Curahdami (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ramadhan ala IPNU-IPPNU Curahdami (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ramadhan ala IPNU-IPPNU Curahdami

"Di harapkan dengan adanya pesantren ini bisa memberikan pondasi moral yang kuat kepada anak-anak kita," harap Ketua Takmir Masjid Darussalam Warindie.

Selain itu, Ketua IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi dalam sambutanya mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada takmir masjid dan juga remaja masjid yang telahmenyediakan ? fasilitas untuk melaksanakan kegiatan pesantren ramadhan.

Siti Efi Farhati

“Semoga Pesantren Ramdhan ini bisa selalu diikuti dengan baik,” ujar Juhadi. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati News Siti Efi Farhati

Senin, 11 Desember 2017

Ketahuilah, NU itu Kebangkitan Pencerahan

Kairo, Siti Efi Farhati. Faizin yang merupakan seorang “pencerita” Masisir (Masyarakat Indonesia yang ada di Mesir) mengungkapkan tentang pembacaan orang Barat terkait Nahdlatul Ulama. Salah satunya pembacaan Naipul dalam bukunya Among the Believers.

Ketahuilah, NU itu Kebangkitan Pencerahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketahuilah, NU itu Kebangkitan Pencerahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketahuilah, NU itu Kebangkitan Pencerahan

Menurut pria yang akrab dipanggil Walang Gustiyala, ini pengistilahan atau permainan semiotika yang sederhana dari Naipaul dalam menerjemahkan kata nahdlah bukan diartikan sebagai resurrection atau kebangkitan dari kematian, reborn atau lahir kembali.

“Namun diartikan sebagai renaissance. Orang Arab lebih mengartikan ashlut tanwir, atau pencerahan,” katanya pada diskusi selepas nonton film Sang Kiai, di aula sekretariat PCINU Mesir, Kairo, Jumat 14 Maret.

Siti Efi Farhati

Faizin melanjutkan, ini yang dikatannya menjadi semacam tantangan yang berat bagi NU, karena kebanyakan mereka mengistilahkan NU dengan renaissance of religious scholar atau kebangkitan yang mencerahkan dari sarjana agama.

Hal ini juga bisa ditemui dalam buku Unholy War karangan John Esposito, yang menempatkan Gus Dur sebagai seorang yang membangkitkan kembali peran ulama-ulama dalam membangun kebangsaan.

Siti Efi Farhati

Namun yang menjadi titik tekan Mas Walang adalah dari semiotika sederhana yang disampaikan Naipaul, NU dengan santrinya harus mampu mengemban amanat yang begitu besar sebagai renaissance itu, sebagaimana pula yang Gus Dur harapkan. Bukan malah terjurumus dalam nilai-nilai eksklusif dan ekstrem.

Bedah film tersebut digelar oleh Lembaga Seni dan Kebudayaan Nahdlatul Ulama (LSBNU) PCINU Mesir bekerjasama dengan Tebuireng Center Kairo. (Mabda Dzikara/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pesantren, News, Ulama Siti Efi Farhati

Jumat, 08 Desember 2017

Sukses Fatayat NU, Sukses Perempuan Indonesia

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah dalam kepemimpinannya selama lima tahun telah menegaskan visinya bahwa “Sukses Fatayat NU, Sukses Perempuan Indonesia”.

Hal ini disampikan dalam pidato ketua umum pada acara pelantikan pengurus PP Fatayat NU periode 2010-2015 yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (7/8).

Sukses Fatayat NU, Sukses Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukses Fatayat NU, Sukses Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukses Fatayat NU, Sukses Perempuan Indonesia

Dikatakannya, saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi oleh para perempuan di Indonesia, diantaranya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mana Indonesia menduduki urutan ke 107 dari 177 negara.

Siti Efi Farhati

Ini salah satunya dikarenakan masih adanya persoalan pada aspek kesehatan dan pendidikan yang dialami oleh perempuan. Sebagai gamparan, saat ini tingkat kematian ibu melahirkan masih 248 per 100 ribu, padahal negara lain sudah mampu menurunkan pada level yang sangat rendah.

Kejahatan terhadap perempuan juga menjadi persoalan serius karang trendnya terus mengalami peningkatan, seperti persoalan trafficking.

Siti Efi Farhati

Ia menegaskan, sebagai badan otonom NU, Fatayat siap melaksanakan program NU khususnya yang terkait dengan bidang pemudi perempuan. “Kami minta bimbingan dan siap dijewer jika tidak sesuai dengan visi dan misi NU,” katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sholawat, News, Lomba Siti Efi Farhati

Senin, 04 Desember 2017

Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon

Boyolali, Siti Efi Farhati. Untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, anak bisa dilatih mencintai alam sedari dini. Semisal dengan mengajak mereka, untuk menghijaukan kembali lahan yang gundul tanpa pepohonan.

Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon

Seperti yang dilakukan para siswa Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam Surakarta, mereka dilatih untuk memiliki kepedulian terhadap alam, dengan cara menanam ribuan bibit pohon mahoni di kawasan Desa Ngesrep, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (17/10) sore.

Ketua Panitia kemah bakti Rudi Handoko penanaman 1000 pohon tersebut, dilaksanakan bekerjasama dengan Koramil Ngemplak. “Secara simbolis kita tanam 100 pohon di lokasi ini, sedangkan sisanya kita serahkan kepada pihak Koramil” terang Rudi.

Siti Efi Farhati

Kegiatan penanaman 1000 pohon ini juga disambut dengan baik pihak Koramil Ngemplak. Danramil Ngemplak, Guntur Raharjo, mengatakanpihaknya berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut.

“Kami mengapresiasi kegiatan positif seperti ini. Semoga pohon yang sudah ditanam bisa dirawat dengan baik,” kata dia.

Siti Efi Farhati

Salah satu siswa yang ikut menanam pohon, Muhammad Luthfi, mengaku senang dapat membantu untuk menghijaukan kembali lahan yang gundul. “Ini pengalaman pertama saya menanam pohon, semoga nanti pohonnya bisa tumbuh besar dan bermanfaat,” ujar siswa kelas VI SD Ta’mirul itu.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam, Slamet, mengungkapkan acara menamam pohon ini menjadi rangkaian kegiatan kemah bakti sosial Pramuka SD/MI/SMP Ta’mirul Islam, yang dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu-Ahad (16-17/10).

“Selain acara menanam pohon, pada kegiatan kali ini kami juga membagikan 1 ton beras dan bantuan pendidikan untuk siswa tidak mampu di lingkungan setempat. Kami harapkan dengan kegiatan ini, para siswa lebih mandiri dan peduli kepada sesama,” ungkap Slamet.

Dalam kegiatan yang bertajuk “Kembali ke Desa” ini, para siswa medapatkan banyak pengalaman, mulai dari berlatih mendirikan tenda hingga ketrampilan lainnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News, Pertandingan Siti Efi Farhati

Minggu, 26 November 2017

LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekankan supaya Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama menjalankan misi NU dalam dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi yang akan dikelolanya.

Hal itu disampaikan Ketuan Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada rapat koordinasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia yang berada di bawah payung Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (9/8). 

LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan

Di antara misi NU yaitu menjalankan prinsip melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil kebaikan, inovasi dan perkembangan baru. 

Siti Efi Farhati

“Prinsip itu telah diterapkan di pesantren-pesantren NU. Itu sudah tahan uji, sejak sebelum kemerdekaan hingga kini,” ujarnya.

Prinsip lain, sambung Kiai Said, yaitu prinsip sebagaimana diterapkan di pesantren, yaitu  kesederhanaan, kebersamaan, toleran, dan sebagainya.

Siti Efi Farhati

Menurut Kiai Said, selama ini pendidikan formal NU, khususnya perguruan tinggi sangat terpinggirkan. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan politik. “Menteri Dikbud bertahun-tahun dari non-NU, maka NU dipinggirkan,” katanya. 

Pada saat ini, tambah Kang Said, Mendikbudnya NU, mudah-mudahan rencana mendirikan 10 UNNU di Indonesia terlaksana.

Rapat koordinasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia yang digelar Lajnah Perguruan Tinggi NU (LPTNU) ini membahas dan menyusun langkah dan strategi pengembangan perguruan tinggi NU, rapat koordinasi dilakukan untuk menghadapi Undang Undang tentang perguruan tinggi yang baru.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Tegal, AlaSantri, News Siti Efi Farhati

Sabtu, 18 November 2017

IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda

Purworejo, Siti Efi Farhati. Dalam rangka memperingati sumpah pemuda, IPNU – IPPNU Cabang Purworejo bersama siswa-siswi MTs Ma’arif NU Cangkrep menggelar refleksi peristiwa 84 tahun yang sangat bersejarah dan mengubah paradigma berfikir para pemuda Indonesia saat itu.

Refleksi tersebut merupakan salah satu agenda dari rangkaian acara yang dilaksanakan selama 2 hari (27-28/10).

IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda

Alhamdulillah para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini, sebanyak 214 siswa sebelum refleksi sumpah pemuda ini, mereka telah diberi materi tentang kepemimpinan, keorganisasian, Aswaja, ke-NU-an dengan diselingi oleh penampilan pentas seni dari para siswa, kemudian paginya diadakan outbond dan pemilihan pengurus komisariat IPNU IPPNU,” kata Subhan, salah satu pengampu kegiatan.

Siti Efi Farhati

Selain untuk mengisi waktu libur hari Raya Idul Adha, kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah jiwa nasionalisme dan patriotisme para siswa.

Refleksi 84 tahun Sumpah Pemuda diawali dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, kemudian mengucapkan bersama ikrar sumpah pemuda dan diakhiri dengan renungan perjuangan.

Siti Efi Farhati

“Perjuangan bangsa Indonesia yang awalnya masih bersifat kedaerahan, berkat sumpah pemuda para pemuda bisa bersatu untuk bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kalau para pahlawan berjuang bertaruh nyawa, sekarang perjuangan kita hanya bertaruh malas,” terang Lukman Hakim, pengurus IPNU mengawali uraian refleksinya. 

Refleksi sumpah pemuda berlangsung khidmah, bahkan beberapa siswa sampai menangis haru. “Saya sangat terharu, mengenang perjuangan para pahlawan yang rela mati berjuang untuk kemerdekaan,” kata Asep salah satu peserta.

Isnas Dhi Safana salah satu pengurus IPPNU berharap semoga setelah para siswa melaksanakan refleksi, mereka bisa memahami pentingnya persatuan serta betapa kemerdekaan Indonesia diperoleh bukan tanpa pengorbanan.

“Masa depan negeri ini ada di tangan mereka, refleksi tahun ini semoga bermanfaat bagi mereka, agar menjadi pemuda-pemuda yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa,” imbuhnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukman Khakim

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News, Warta, Kajian Siti Efi Farhati

Selasa, 14 November 2017

Inilah Bunyi Doa Akhir Tahun

Akhir tahun merupakan momentum untuk melihat diri sendiri. Banyak hal terkait diri sendiri yang bisa diperhatikan dengan jujur. Segala hal di tahun ini baik berupa kebaikan maupun keburukan diri kita, tidak lepas dari kekurangan. Untuk itu, ada baiknya penutup tahun diisi dengan doa sebagai bentuk kepasrahan tertinggi kepada Allah.

Berikut ini doa warid yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca di akhir tahun. Doa ini dimasukkan oleh Mufti Jakarta abad 19-20 Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya Maslakul Akhyar sebagai berikut.

Inilah Bunyi Doa Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Bunyi Doa Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Bunyi Doa Akhir Tahun

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Siti Efi Farhati

Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berrarti mendurhakai-Mu.

Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Siti Efi Farhati

Doa yang dibaca sebanyak 3 kali ini diharapkan menjadi akhir tahun yang baik. Semoga Allah menerima doa yang kita baca di akhir Dzulhijjah sekurang-kurangnya sebelum Maghrib hari ini. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News Siti Efi Farhati

Jumat, 10 November 2017

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Siti Efi Farhati

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati News, IMNU, Makam Siti Efi Farhati

Sabtu, 21 Oktober 2017

Guru Besar UIN Malang Nilai Mahasiswa ‘Sarungan’ itu Cerdas-cerdas

Jakarta, Siti Efi Farhati - Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Imam Suprayoga mengatakan, mahasiswa yang menerapkan pola pesantren termasuk memakai sarung dan menghafal Al-Qur’an memiliki kecerdasan di atas mahasiswa pada umumnya. Kecerdasan tersebut membuahkan prestasi, di antaranya dalam perolehan IPK, kemampuan berbahasa, dan kemampuan dalam menyusun skripsi.

“Saya masih ingat pertama kali mahasiswa yang diberi hafalan Al-Quran dan hafal 30 juz ternyata mahasiswa dari jurusan Fisika. Tahun berikutnya yang terbaik dari jurusan Matamatika hafal 30 juz. Tahun berikutnya mahasiswa Matematika lagi, kemudian mahasiswa jurusan Ekonomi hafal 30 juz, bahkan skripsinya ditulis dalam bahasa Arab,” katanya saat mengisi Seminar Sarung Nasional bertema “Sarung sebagai Identitas Budaya Indoneia” yang diselenggarakan Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (6/4) lalu.

Guru Besar UIN Malang Nilai Mahasiswa ‘Sarungan’ itu Cerdas-cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Malang Nilai Mahasiswa ‘Sarungan’ itu Cerdas-cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Malang Nilai Mahasiswa ‘Sarungan’ itu Cerdas-cerdas

Selain berprestasi hafal Al-Qur’an dan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi, ada juga mahasiswa? yang menulis skripsi dengan sembilan bahasa, yaitu Bahasa Korea, Mandarin, Inggris, Jepang, Arab, Rusia, Indonesia, Jawa, dan Bahasa Banyuwangi. Sehingga pihak kampus sampai kesulitan mencari penguji.

Siti Efi Farhati

“Ternyata memang luar biasa anak pesantren kalau dipelihara kok bisa menulis skripsi sembilan bahasa. Ya memang satu. Tetapi satu ini perlu disampaikan, alumni pesantren yang sarungan itu loh, jadi sarungan juga hebat loh,”? ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Dari berbagai prestasi tersebut, Imam lalu membuka kesempatan kepada para mahasiswa yang hafal Al-Qur’an minimal 10 juz untuk dibebaskan seluruh biaya pendidikanya.

Siti Efi Farhati

“Saya pikir waktu itu yang bisa hafal Al-Qur’an antara 10 sampai 15 mahasiswa. Ternyata waktu itu sudah 70 dan pernah mencapai 150 mahasiswa,” kata Imam. Kembali ucapannya disambut tepukan riuh hadirin.

Pada kesempatan tersebut hadir pula sejarawan yang juga Ketua Lesbumi KH Agus Sunyoto, Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi; Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Muhdori; dan Ahmad Nusolahardo dari Behaestex.

Ketua LTM PBNU KH Mansur Sairozy mengatakan, seminar sarung merupakan langkah awal dari rencana besar festival sarung yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Ia menegaskan LTM PBNU terus menerus melakukan upaya inovasi dalam rangka makmurkan rumah Allah yakni masjid dan musala. (Husni Sahal/Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News Siti Efi Farhati

Selasa, 17 Oktober 2017

PBNU Jenguk Dua Korban Sengketa Lahan Pertanian di Lapas Kendal

Jakarta, Siti Efi Farhati - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjenguk Nur Aziz dan Sutrisno Rusmin, dua orang warga desa Surokonto, terpidana kasus tanah di Kendal terkait tukar guling lahan antara PT Semen Indonesia dengan pihak Perhutani, Ahad (5/10).

“Saya menemui mereka berdua di Lembaga Pemasyarakatan Kendal dan berbincang selama sekitar satu jam dari jam 14.00 s.d. 15.00. Saya juga mengumpulkan informasi dari berbagai pihak mengenai kasus yang menimpa dua orang warga Nahdlatul Ulama tersebut,” kata Gus Yahya.

PBNU Jenguk Dua Korban Sengketa Lahan Pertanian di Lapas Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Jenguk Dua Korban Sengketa Lahan Pertanian di Lapas Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Jenguk Dua Korban Sengketa Lahan Pertanian di Lapas Kendal

Secara jelas, vonis yang dijatuhkan atas dua orang tersebut, yaitu masing-masing 8 tahun penjara (Nur Aziz) dan 3 tahun penjara (Sutrisno) serta denda milyaran rupiah, sangat mengganggu rasa keadilan, mengingat bobot kesalahan yang didakwakan dan kondisi sosial-ekonomi dari yang bersangkutan.

Siti Efi Farhati

“Saya akan melaporkan masalah ini ke PBNU agar ditindaklanjuti dengan advokasi intensif bagi kepentingan Bapak Nur Aziz dan Bapak Sutrisno Rusmin,” kata Gus Yahya.

Ia menyampaikan bahwa ia juga menerima sejumlah informasi yang memicu tanda tanya terkait kasus tukar guling lahan antara PT Semen Indonesia dan Perhutani itu sendiri.

“Saya akan terus mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya mengenai hal ini, dan apabila ada bukti-bukti tindakan illegal oleh pihak tertentu, saya akan menjajaki kemungkinan gugatan clash-action terhadap pihak-pihak terkait,” tandas Gus Yahya. (Red Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian, News, Hikmah Siti Efi Farhati

Sabtu, 07 Oktober 2017

Inilah Alasan JQH NU Gelar Tarawih 1 Juz

Jakarta, Siti Efi Farhati. Shalat tarawih menjadi ibadah unik karena datangnya hanya tiap tahun sekali. Karena sekali dalam setahun, beberapa masjid di Jakarta menyelenggarakan tarawih dengan menyelesaikan 1 juz al-Qur’an tiap malam. Alasannya ingin mensyiarkan bulan Ramadhan.

Inilah Alasan JQH NU Gelar Tarawih 1 Juz (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Alasan JQH NU Gelar Tarawih 1 Juz (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Alasan JQH NU Gelar Tarawih 1 Juz

Hal tersebut dikatakan Koordinator Imam Tawarih 1 juz Pengurus Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (PP JQH NU) H Jazim Hamidi usai mengimami shalat tarawih di Masjid Al-Munawwaroh Ciganjur, Jakarta, Sabtu (20/6).

“Kenapa dipilih tarawih satu juz, asumsinya, dalam sebulan kita bisa khatam Al-Qur’an. Kedua, memasyarakatkan Qur’an dan meng-Qur’an-kan masyarakat. Ketiga, memberi ruang bagi para hafidz untuk menjaga hafalan Qurannya dalam shalat,” papar Rais Majlis Ilmi JQH NU Depok ini.

Siti Efi Farhati

Menurut Jazim, menjaga hafalan Quran dalam shalat tantangannya lebih besar daripada semaan biasa. Sebab, sang hafidz harus lebih berkonsentrasi. Ketika di luar shalat, dia bisa saja membuka Quran sendiri ketika lupa.

Siti Efi Farhati

“Kalau shalat gimana mau buka Quran. Nah, di situ pula peran penting penyimak. Terpenting lagi, para hafidz bisa melatih konsentrasi dan kekhusyukan yang mengarah kepada tadabbur makna Quran itu sendiri,” tandasnya.

Kegiatan tarawih 1 juz tersebut, lanjut Jazim, merupakan kerja sama PP JQH NU dengan beberapa masjid di Jakarta dan Depok serta para donatur tetap. “Di Jakarta ada dua, yaitu Masjid An-Nahdlah PBNU dan Masjid Gus Dur Ciganjur,” ujarnya.

Untuk wilayah Depok, tambah Jazim, ada dua tempat yakni Asrama Putri Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta di Sawangan, dan Masjid KH Muhammad Yusuf Pesona Kayangan. “Kegiatan ini terealisasi berkat dukungan para donatur, antara lain keluarga besar Bapak lman Indrakesuna Ardiansyah dan Duta Holding Company (DHC) pimpinan Bapak H Edy Faisal,” ungkap Jazim.

Sementara itu, Wakil Koordinator Imam Nafi’ Junaidi menambahkan, ada sembilan orang huffadz yang mengimami tarawih 1 juz di Masjid Gus Dur. Nafi’ lalu memberikan jadwal para imam berikut tanggalnya bertugas.

Para imam tersebut antara lain: Sayyid Ja’far Shodiq (1, 5, 7 Ramadhan), H Jazim Hamidi (2, 4, 13, 16, 23, 28), Imam Nafi’ Junaidi (3, 14, 25), Abdul Muiz (6, 11, 20), H Ahmad Dahuri (8, 12), Hidayatullah (9, 17, 21), H Muhammad Rif’at (10, 15, 19), KH Muhammad Musthofa (18, 22, 24, 30), dan Salim Ismail (26, 27, 29).

“Untuk imam yang bertugas di masjid PBNU dan tempat yang lain, kurang lebih sama orangnya,” ujar Nafi’.

Jazim Hamidi dan Nafi’ Junaidi berharap, pengurus JQH NU di semua level kepengurusan bisa menginisiasi jamaah tarawih 1 juz. “Ini semua demi syiar ramadhan,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pertandingan, News Siti Efi Farhati

Jumat, 29 September 2017

Pesantren Sempat Dikucilkan Pemerintah

Pariaman, Siti Efi Farhati. Pesantren sebagai lembaga pendidikan sempat dikucilkan oleh pemerintah. Ijazahnya hanya diakui setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sederajat lebih rendah dari Sekolah Teknik Menengah (STM). Padahal, pendidikan di pesantren ditempuh selama 7 tahun, lalu lalu dilanjutkan lagi dengan mengajar atau mengabdi di pesantren tersebut selama beberapa tahun.

Demikian disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Amiruddin Tuanku Mudo Tan Putiah pada acara "Sosialisasi Pondok Pesantren Salafiyah Kabupaten Padangpariaman Tingkat Ulya (tinggi)" di Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Kecamatan Sungailimau Kabupaten Padangpariaman Sumatera Barat, Rabu (8/7).

Senin, 11 September 2017

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

Subang, Siti Efi Farhati. Setiap daerah memiliki keunikan sendiri dalam menyambut lebaran, seperti di wilayah pantura kabupaten Subang terdapat tradisi tukar rantang atau biasa disebut dengan udun-udunan.

Menurut Reti salah satu warga desa Cilamayagirang tukar rantang adalah saling tukar makanan atau masakan yang disimpan di dalam rantang susun, “Tradisi tersebut sudah turun temurun dari nenek moyang daerah sini” jelasnya.

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

”Dalam tukar tantang ada perbedaan antara kerabat dan tetangga. Jika kerabat yang nasabnya lebih tua, tukar rantang berisi lengkap, seperti nasi, bakakak (ayam panggang), gula, kopi, udud (rokok) aneka macam buah-buahan,” ujar Siti Aisyah.  

Siti Efi Farhati

Kalau untuk kerabat yang nasabnya lebih muda dan tetangga, tukar tantang isinya sederhana, yaitu nasi lengkap lauk pauknya, seperti telur atau ayam opor. 

“Kebiasaan orang yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauk,” jelas Aisyah pada Siti Efi Farhati, Selasa (6/8/2013).

Menurut Ustadz Sobri, Tradisi tukar rantang harus dilestarikan karena selain bersedekah makanan, tradisi tersebut untuk memperetat tali silaturrahim antar kerabat dan tentangga.

Siti Efi Farhati

Uniknya, dalam tradisi tukar rantang ada juga angpau atau amplop yang berisi uang yang disisipkan. Uang tersebut diperuntukkan kepada si anak pengirim rantang. 

Untuk isi amplop beragam, mulai dari Rp5.000 sampai dengan  Rp50.000 atau pun Rp100.000, tergantung pada kemampuan si pemberi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News, Khutbah, Hikmah Siti Efi Farhati

Selasa, 05 September 2017

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif

Surabaya, Siti Efi Farhati. Sebagai organisasi yang eksis di perkotaan, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Surabaya dituntut menyesuaikan diri dengan karakter dan pola hidup masyarakat urban, dalam perjuangan dan sistem pergerakan mereka.

Hal tersebut diejawantahkan di antaranya dalam kegiatan Latihan Kader Muda tahun 2016 yang ditempatkan di Balai Diklat PWNU Jawa Timur, Jumat hingga Ahad 20-22 Mei 2016. Kaderisasi formal IPNU yang mengambil tema “Reformulasi Gerakan Pelajar NU yang Kritis Transformatif dan Militan di Tengah Masyarakat Urban” ini diikuti oleh 75 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Surabaya.

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif

Dalam pelatihan ini, PC IPNU Surabaya menyuguhkan berbagai materi-materi strategis dan kontekstual dan mendatangkan pemateri dari kalangan akademisi dan paraktisi, di antaranya adalah Imam Syafi’I (Direktur JTV) dan Abdul Quddus Salam (Pengurus Pusat Lakpesdam NU), serta ditutup oleh Ketua PCNU Surabaya. Ahnaf al-Asbihani selaku ketua panitia menjelaskan bahwa, pelatihan ini dirancang sebagai upaya menjawab tantangan pelajar dan masyarakat urban yang sangat dinamis.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan, menyatakan bahwa tugasnya sebagai pengurus organisasi yang menjadi ujung tombak kaderisasi NU di Kota Metropolitan tidaklah mudah,?

Siti Efi Farhati

“Kami harus bekerja keras di tengah apatisme pelajar dan banyaknya problematika di kalangan remaja dan masyarakat perkotaan”, tegasnya. Namun ia optimis dengan inovasi konsep NU Urban yang tengah digagas di Surabaya ini sembari menaruh harapan pada kader-kader baru.

Latihan Kader Muda (Lakmud) merupakan salah satu jenjang kaderisasi formal di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Lakmud didahului oleh Masa Kesetiaan Anggota dan ditindaklanjuti dengan Latihan Kader Utama. Selain kaderisasi formal, IPNU juga mempunyai kaderisasi informal dan non-formal. (Najih/Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Kajian Islam, News Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock