Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Jakarta, Siti Efi Farhati. Menjelang pelaksanaan Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara, Ahad (17/1) mendatang, Komunitas Lintas Iman yang terdiri dari PBNU, KWI, PGI, MATAKIN, PHDI, WALUBI, dan LPOI mengadakan pertemuan di Gedung PBNU lantai 8, Jumat (15/1) siang. Seluruh elemen lintas iman menyerukan bahwa terorisme, radikalisme, dan narkoba adalah musuh bersama.

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mewakili seluruh elemen lintas iman mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah, mewaspadai, dan membendung serta melawan radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Siti Efi Farhati

“Permasalahan ini tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan, pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta dan partisipasi seluruh pihak. Hanya dengan kebersamaan dan sinergitas yang kuat antara negara dan masyarakat, radikalisme, terorisme, dan narkoba akan sulit berkembang di Indonesia,” ujar Kang Said dalam jumpa pers.

Siti Efi Farhati

Sesungguhnya yang memberi ruang dan membuka peluang bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme, terorisme, dan narkoba di Indonesia adalah sikap ketidakpedulian dan sifat acuh masyarakat terhadap realitas sosial.

“Upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme dan kebhinekaan merupakaan ikhtiar mendesak yang harus ditempuh pemerintah,” tambah Kang Said.

Ia mengatakan, kita sebagai negara yang memiliki keragaman bahasa, agama, suku, adat-istiadat, ras, Indonesia telah mampu menunjukkan kepada dunia akan potret kehidupan bangsa yang harmoni.

Keberagaman yang ada merupakan salah satu tonggak dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tandas Kang Said. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Sunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 13 Februari 2018

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

Jakarta, Siti Efi Farhati. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar peringatan hari lahir atau Dies Natalis yang ke-13 pada Ahad, (3/5) di Kampus Jl Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta Pusat dengan mengangkat tema ‘Kita adalah Islam Nusantara’.

“Dengan tema ini, STAINU Jakarta ingin menegaskan komitmennya sebagai kampus yang istiqomah memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam Nusantara,” tegas Pembantu Ketua (Puka) IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd saat dihubungi Siti Efi Farhati, Selasa (28/4) di Jakarta.

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

Aris menambahkan, untuk itulah STAINU Jakarta ke depan akan membuka program studi dengan ciri khas Islam Nusantara seperti Tasawuf, Ilmu Falak, Pariwisata Haji dan Umroh, dan lain-lain.?

Siti Efi Farhati

“Sebelumnya, STAINU Jakarta juga konsisten dengan mata kuliah khas NU dan Islam Nusantara, yakni Arummanis (Aurod, Rawatib, Mawalid, Manaqib, dan Istighotsah),” imbuhnya.

Siti Efi Farhati

Menurut keterangannya, acara puncak pada Ahad besok, akan digelar orasi ilmiah oleh Ketum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dan Budayawan, Dr Radhar Panca Dahana tentang Islam dan Budaya Nusantara. Selain itu, rangkaian acara sebelumnya akan diadakan pembacaan manaqib, tahlil, shalawat, dan selayang pandang dari para pendiri STAINU Jakarta.

Kemudian, tambah Aris, STAINU Jakarta juga mengadakan rangkaian kegiatan seperti FGD Islam Nusantara, tanam 1300 pohon, Festival Islam Nusantara, Training Leader Campus, ToT Kerajinan Tangan, Baksos, dan Pengobatan gratis.

“STAINU juga akan meluncurkan kedai kopi Nusantara yang akan dipadukan dengan Taman Baca Masyarakat di sekitar Kampus,” pungkas Aris. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Ubudiyah, Amalan Siti Efi Farhati

Minggu, 11 Februari 2018

Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjelaskan, KPK hanya memiliki personil yang sedikit jika dibandingkan dengan praktik yang terjadi di Indonesia. Setidaknya, KPK hanya memiliki 1600 orang pegawai.

“KPK itu kecil. KPK hanya sekitar 1600 orang pegawai,” kata Agus saat menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari kedua yang diselenggarakan atas kerjasama LD PBNU dengan Hidmat Muslimat NU di Lantai 8 Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua KPK Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Cegah Tindakan Korup

Karena itu, ia mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama melaporkan indikasi tindakan korupsi dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan dampak dari pada korupsi.

“Kita harapkan partisipasi bapak ibu untuk melaporkan dan menyadarkan banyak pihak, memberikan kontribusi paling tidak mengingatkan seseorang untuk tidak korupsi,” terangnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, tidak sedikit koruptor yang tertangkap oleh KPK. Agus mengatakan, sejauh ini ada 17 gubernur dan lima puluh delapan bupati walikota yang ditangani oleh lembaga anti rasuah itu.

Siti Efi Farhati

“Yang ditangani KPK 17 gubernur. Ini yang ditangani KPK saja, belum (yang ditangani) polisi dan jaksa,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengaku senang karena menurut salah satu survei internasional, persepsi korupsi Indonesia mengalami penurunan. “Di bidang korupsi, kita bergerak ke arah yang lebih baik. Yang ngukur lembaga internasional yang berada di Berlin (Corruption Perception Index),” urainya.

Data Corruption Perception Index menunjukkan, tahun 2014 Indonesia berada di peringkat ke-114 dari 174 negara yang disurvey. Sementara, tahun 2015 Indonesia menempati urutan ke-107 bersama dengan Argentina dan Djibouti. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Kajian, Pesantren Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh

Bogor, Siti Efi Farhati. Ketua Umum DPP Serikat Buruh Muslimin Indonesia Saiful Bahri Anshori dalam seluruh program kerjanya pada periode 2010-2015 akan difokuskan bagaimana mensejahterakan para buruh anggota Sarbumusi.



Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Saiful Bahri Siap Sejahterakan Buruh

“Soliditas diantara pengurus harus dimatangkan, Sarbumusi bukan untuk partai politik, tetapi untuk kesejahteraan buruh,” katanya dalam sambutannya sebagai ketua umum terpilih, Selasa (3/8).

Untuk mencapai tujuan tersebut, banyak hal yang harus dilakukan, seperti membangun basis dan koordinasi yang rapi diantara seluruh jajaran pengurus Sarbumusi dari tingkat DPP sampai ke basis.

Siti Efi Farhati

“Sarbumusi memperjuangkan keadilan dalam konteks rahmatan lil alamiin, semua buruh harus diperjuangkan, bukan hanya buruh NU saja,” imbuhnya.

Selanjutnya, hubungan dengan mitra kerja sesama serikat buruh dan dengan pemerintah perlu ditegaskan. Jejaring yang dimiliki memungkinkan adanya sharing berbagai program yang bisa dikerjakan untuk pemberdayaan buruh.

Siti Efi Farhati

“Tak sulit membangun Sarbumusi, banyak program yang bisa dikerjakan,” paparnya.

Pengembangan networking tak hanya terkait dengan jejaring dalam negeri, tetapi juga komunitas internasional yang memiliki perhatian terhadap masalah buruh, tetapi ia mengingatkan, fihak asing juga memiliki agenda sendiri sehingga harus pandai-pandai menentukan sikap.

Mengingat Menakertrans sekarang adalah orang NU, yaitu Muhaimin Iskandar, maka ia akan meminta dukungan dan jejaring ke Disnaker di daerah agar Sarbumusi dapat memperolah akses pada program pemberdayaan masyarakat.

“Kita juga siap membantu memfasiitas jika ada kasus di Mahkamah Konstitusi atau di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terangnya.

Saat ini yang tengah diupayakan adalah mendapatkan kantor sekretariat tetap yang luas dan bisa menjadi basecamp buruh dari daerah yang pergi ke Jakarta. Saat ini sudah ada fihak yang menjanjikan memberi kantor seluas 200 meter dengan tiga lantai. Kantor di gedung PBNU sangat tidak memadai untuk Sarbumusi yang memiliki anggota puluhan ribu.

Upaya lain adalah membuat buku tentang fikih buruh yang bisa menjadi panduan bagi buruh dalam bertindak. Dalam Al Qur’an dan Hadist, banyak sekali ayat yang berbicara tentang hubungan kerja antara majikan dan buruh, semua hal tersebut harus menjadi inspirasi dan nilai-nilai yang dipegang oleh anggota Sarbumusi.

Baginya, mendapat amanah untuk mengelola Sarbumusi berarti harus mampu mensejahterakan buruh, menjayakan Indonesia dan membahagiakan NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Solo, Siti Efi Farhati. Kajian Ar-Raudah menggelar kajian rutin Selasa sore pada pekan ke-2 dan ke-4 di selasar masjid Nurul Huda Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS), Jawa Tengah, Selasa, (26/11). Kajian bernafas Ahlussunnah wal Jamaah ini mengaji kitab Risalatul Jamiah karya Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi.

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Puluhan jamaah yang terdiri dari berbagai fakultas di UNS turut hadir. Kehadiran Ar-Raudhah cukup membantu mereka yang berhaluan aswaja. Sebelumnya majelis taklim di sekitar kampus UNS cukup banyak. Namun, majelis ilmu model aswaja terbilang langka.

Para mahasiswa UNS dari kalangan Nahdliyyin terkadang menempuh jarak sekitar 7 km untuk mendapatkan siraman ilmu dari para ulama ataupun habib di daerah Pasar Kliwon, Solo ataupun di tempat lain. Namun, kesulitan itu kini sedikit terbantu dengan adanya kajian Ar-Raudhah UNS.

Siti Efi Farhati

Ar-Raudhah UNS sendiri merupakan majelis ilmu yang dirintis oleh Habib Novel al-Aydrus dan kemudian dilanjutkan oleh Habib Muhammad bin Husain al-Habsyi. Seiring perkembangannya, majelis ini kini semakin besar jamaahnya. Bahkan banyak dari kalangan mahasiswa ataupun dosen yang bukan dari Nahdliyyin pun tertarik mengikuti kajian ini.

Dalam kesempatan itu, Habib Muhammad menerangkan pentingnya meningkatkan iman dan membersihkan hati. “Bagaimana caranya? Di antaranya dengan duduk semacam ini (majelis ilmu). Meskipun sederhana, akan tetapi iman kita bisa meningkat,” tutur ulama yang juga aktif dalam kegiatan NU Solo itu.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut ia menjelaskan, cara lain untuk membersihkan hati yakni dengan pengakuan atau bertobat kepada Allah SWT. Dengan itu, kita juga dapat mengintrospeksi kesalahan kita untuk selanjutnya mengganti dengan perbuatan baik. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Ubudiyah, Doa Siti Efi Farhati

Minggu, 21 Januari 2018

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, Siti Efi Farhati. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Dari  pantauan Siti Efi Farhati, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

Siti Efi Farhati

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Kamis, 18 Januari 2018

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012. Hal ini berdasarkan hasil ru’yatul hilal bil fi’li atau observasi hilal yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah dan sejumlah ahli falak NU di sejumlah titik rukyat di Indonesia.

“Tim rukyatul hilal NU pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2012 M / 29 Sya’ban 1433 H telah melakukan ru’yatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal,” demikian dalam ikhbar PBNU.

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Karena hilal tidak terlihat maka umur bulan Sya’ban 1433 H adalah 30 hari (istikmal). “Atas dasar istikmal dan sesuai dengan pendapat al-madzahib arba’ah, maka dengan ini PBNU mengihbarkan bahwa awal bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012.”

Siti Efi Farhati

Dalam surat ikhbar yang ditandatangani KH Ubaidillah Syatori (rais syuriyah), KH Malik Madani (katib aam), KH Said Aqil Siroj (ketua umum tanfidziyah) dan H Marsudi Syuhud (Sekjen) PBNU juga mengimbau umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433 H dengan penuh keimanan dan keyakinan.

Siti Efi Farhati

“Mari menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dengan meningkatkan ketawqaan dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, beribadah dengan penuh kekhusyu’an dan berbagai aktifitas sosial yang bermanfaat,” demikian ikhbar PBNU.

Ikhbar PBNU ini dikeluarkan setelah sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Kantor Kementerian Agama Jakarta telah menetapkan atau itsbat jatuhnya awal Ramadhan.

“Sesuai laporan dan pencermatan telah berkesimpulan bahwa hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 M,” demikian disampaikan Menteri Agama.

Pada saat berita ini diturunkan, sidang itsbat masih sedang mendengarkan berbagai pendapat dari para peserta sidang dari berbagai ormas Islam dan para ahli falak dan astronomi.

Penulis: A. Khoirul Anam

 

 





Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Khutbah Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock