Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Pagelarang Wayang yang diadakan Pesantren Kaliopak selama 11 Malam, dengan 11 Lakon, dan 11 Dalang, telah resmi dibuka perwakilan Gubernur DIY, GBPH Yudhoningrat, yang merupakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY, Senin (30/09) malam, di Alun-alun Utara Yogyakarta. 

Pengasuh Pesantren Kaliopak, M. Jadul Maula, dalam sambutannya mengatakan, Pagelaran Wayang tahun ini memang sedikit berbeda dengan Pagelaran Wayang pada tahun 2011 dahulu. 

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

“Jika tahun 2011 kita mengadakan Pagelaran Wayang selama 11 malam hanya di Alun-alun saja, maka tahun ini ada permintaan dari masyarakat agar Pagelaran Wayang diadakan secara bergilir meliputi seluruh kabupaten yang ada di Yogyakarta,” ujarnya di depan penonton.

Siti Efi Farhati

Oleh karena itu, lanjutnya, Pagelaran Wayang tahun ini diadakan di lima tempat, yakni Alun-alun Utara, Lapangan Prancak Panggungharjo Sewon, Lapangan Pesantren Pandanaran, Lapangan Piyungan, dan terakhir di Puro Pakualaman saat penutupan tanggal 10 Oktober 2013 nanti.

Pria yang akrab disapa Kang Jadul itu pun menambahkan, kegiatan Milenium Kalijaga tersebut rutin akan diadakan dua tahun sekali sebagai bentuk nguri-nguri (melestarikan) dan mempelajari ajaran leluhur, khususnya Sunan Kalijaga. Oleh karenanya, ia sekaligus memohon doa restu dan dukungan dari seluruh pihak agar ke depan kegiatan tersebut tetap dapat terlaksana.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, GBPH Yudhoningrat malam itu membacakan surat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam suratnya, Sultan HB X selaku Gubernur DIY begitu mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Kaliopak tersebut, agar seni dan budaya tetap terjaga. Selain itu, dengan adanya Pagelaran Wayang ajaran Sunan Kalijaga tersebut dipandang dapat menghibur masyarakat dengan budaya religi. 

Gubernur DIY dalam surat tersebut juga mengatakan akan pentingnya menjaga seni dan budaya sebagai warisan leluhur. Bahkan tidak hanya kelestariannya yang perlu dijaga, melainkan juga perkembangannya, karena seni dan budaya dapat mengasah ketajaman batin manusia.

Setelah membacakan surat Gubernur, acara dilanjutkan dengan penyerahan Wayang secara simbolis dari GBPH Yudhoningrat kepada Dalang Ki Suhar Cermo Djiwandono, sebagai tanda bahwa Pagelaran Wayang selam 11 malam ke depan telah resmi dibuka. 

Sebelumnya, penonton juga disuguhi penampilan Tarian dari Sulawesi Selatan yang dibawakan oleh 7 perempuan dan 2 laki-laki sebagai pengisi pra acara. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan Siti Efi Farhati

Minggu, 18 Februari 2018

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Jakarta, Siti Efi FarhatiAura kemeriahan peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terasa sejak Kamis (22/12) malam. Di lantai 2 gedung Sekolah Dasar Islam Tebuireng (SDIT) Ciganjur berlangsung reuni alumni Pesantren Ciganjur. Alumni yang tersebar di Jabodetabek telah merapat. Sementara yang di luar provinsi dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi haul.

Dr HM Luthfi Zuhdi, salah satu pengajar Tafsir dan Kajian Islam di pesantren tersebut, serta Pemangku Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan puluhan santri serta alumni khidmah mengikuti Tahlil dan Jagongan malam Jumat. Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim, Arif Rahman Hamid, juga tampak bahagia mengikuti "ritual malam Jumat" bersama para santri.

Dalam sambutannya, Luthfi Zuhdi mengatakan bahwa Gus Dur yang disebut banyak orang sebagai sosok kontroversial, bagi dia justru tidak demikian. “Bagi saya, Gus Dur bukan tokoh kontroversial. Biasa saja. Saya melihat justru memang seharusnya beliau begitu,” ujar Luthfi memulai pidatonya.

Sontak para santri yang duduk agak berjauhan dengan para sesepuh tersebut langsung merapat ke depan. Suara Luthfi Zuhdi tidak terlalu terdengar lantaran suasana ramai di kediaman Gus Dur.

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

“Gus Dur terlihat suka melawan gelombang dan arus besar. Gus Dur yang selalu mengatakan tidak ketika orang-orang berpendapat iya, dan sebaliknya. Beliau berbuat demikian karena hendak mengondisikan sebuah keseimbangan. Beliau memang diciptakan untuk keseimbangan di hampir semua urusan bangsa ini,” terang Ketua Pusat Studi Islam dan Timur Tengah UI ini.

Puncak acara haul yang digelar malam ini, Jumat, 23 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB ini bertema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Selain aneka kegiatan mulai khataman Al-Quran di beberapa masjid dan mushala di sekitar Ciganjur, sejumlah tokoh juga akan hadir bersama ribuan pecinta Sang Humanis ini. Misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus), A Syafii Maarif, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Lukman Hakim Saifuddin, Sabam Sirait, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida.

Sejak pagi, suara orang mengaji terdengar dari menara Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Para penghafal Quran di bawah tim JQH NU Depok tampak duduk khidmat melantunkan kitab suci. Dari menara Masjid Darussalam Cipedak yang hanya seperlemparan baru dari kediaman Presiden keempat RI ini juga terdengar aktivitas yang sama. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sholawat, Humor Islam, Pendidikan Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh

Malang, Siti Efi Farhati. Para pelajar SMA yang hafal Al-Qur’an mendapat perhatian khusus di SMA NU, Pakis, Malang. siswa-siswi yang berprestasi akan mendapatkan keringanan membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP), khusus siswa/i yang hafal al-Qur’an, mendapatkan beasiswa penuh, tanpa membayar SPP.

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh

Diantara siswa-siswi yang berprestasi, selain pelajar yang hapal Al-Qur’an adalah pelajar yang mendapatkan peringkat satu, dua hingga tiga.

“Selain untuk memprosikan Sekolah SMA NU, saya pikir sangat penting untuk memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk para hafizh-hafizhoh, kita tidak dapat mepungkiri jika semua ilmu datangnya dari Al-Qur’an,” ungkap Nanik Nurhayati, kepala SMA NU pada Siti Efi Farhati, Senin (29/04).

Siti Efi Farhati

Pengratisan SPP akan berlaku selama siswa masuk tahun ajaran pertama hingga lulus. Selain itu, Sekolah yang bertempat di Jalan Haji Mustofa 108, Malang ini memiliki 80 gedung dan Laboratorium IPA. Letaknya yang strategis dari pondok sekitarnya memudahkan para santri di pondok tersebut untuk sekolah di SMA NU.

Siti Efi Farhati

“Selain mencerdaskan dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang kami bidik secara serius, kami juga ingin menanamkan aswaja pada generasi bangsa yang sangat perlu untuk kehidupan mereka kelak” paparnya.

Tidak hanya proses belajar mengajar, beberapa ekskul (kkstrakurikuler) seperti Mading, al-Banjari, Thetre, Pencak silat juga digalakkan, “Kami ingin mencetak Islam yang kompetitif, beraliran ahlussunnah,  unggul dan profesional,” imbuhnya lagi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Quote Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo

Kendal, Siti Efi Farhati. Ida Alimatun Hidayat akhirnya terpilih menjadi ketua Fatayat NU ranting Trimulyo, Kec. Sukorejo, Kendal, Jateng setelah dalam rapat anggota yang digelar di gedung TK Muslimat NU setempat  berhasil menperoleh dukungan mayoritas dari sahabat-sahabatnya, belum lama ini.



Ida Alimatun  Pimpin Fatayat NU Trimulyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo

Rapat Anggota yang juga dirangkai dengan Harlah Fatayat NU ke 58 itu  dihadiri oleh ketua Pengurus Ranting (PR) Muslimat NU Trimulyo Suwarti dan ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Sukorejo Fuadah.serta anggota Fatayat NU se-desa Trimulyo.

Dalam sambutannya ketua demisioner PR Fatayat NU, Romdlonah, S.Ag mengaku telah menyiapkan kader-kadernya untuk bisa meneruskan estafet kepemimpinan di tubuh Fatayat Trimulyo. Romdhonah yang juga menjabat wakil sekretaris PAC Fatayat NU Kecamatan Sujorejo  juga berharap siapapun yang mendapat amanat dalam rapat anggaota diharapkan dapat menerimanya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Siti Efi Farhati

Sedangkan Fuadah dalam pengarahannya selaku ketua PAC Fatayat NU kecamatan Sukorejo berharap agar pengurus Fatayat NU bisa pandai membagi waktu antar tugasnya sebagai ibu rumah tangga dengan tugasnya sebagai pengurus Fatayat NU. Keduanya tidak boleh menelantarkan satu sama lainya.

Siti Efi Farhati

Diakui oleh Fuadah,  usia-usia Fatayat adalah usia yang sangat rawan karena rata-rata anggota Fatayat masih memiliki Balita (bawah lima tahun) yang membutuhkan perhatian ektra. Oleh karenanya ia berharap jika mengikuti kegiatan Fatayat hendaknya semua pekerjaan rumah (PR ) sudah beres, sehingga baik anak maupun suami  akan ikhlas mengikuti kegiatan Fatayat, terang Fuadah yang juga bidan desa itu. 

Dalam sambutannya ketua baru Fatayat NU Trimulyo Ida Alimatun Hidayat berjanji akan meneruskan program-program Fatayat terdahulu dan  dan merealisasikan progaram dulu yang  belum sempat terealisasi.

Munculnya sebagai ketua fatayat NU ranting Trimulyo ini merupakan penampilan perdananya setelah sekian lama tidak aktif di organisasi di lingkungan NU karena urusan keluarga. Sebelumnya Ida Alimatun pernah menjabat sebagai ketua PAC IPPNU kecamatan Sukorejo. Kemudian sempat menenggelamkan diri karena untuk urusan pribadinya.(frj)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Sunnah, Pendidikan, Lomba Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi!

Solo, Siti Efi Farhati. Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah ditetapkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu terus memicu kecaman dan penolakan dari masyarakat di berbagai daerah.

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi!

Sejumlah aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Gerakan Masyarakat Solo (Gemas) turut menyuarakan tuntutan mereka dalam aksi longmarch yang digelar pada Kamis (2/10).

Massa aksi mulai berjalan dari Kampus UNS Mesen di Jalan Urip Sumoharjo pukul 10.00 WIB menuju Bundaran Gladag Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah. Dengan membawa berbagai spanduk bertuliskan penolakan terhadap UU Pilkada, mereka juga mengajak masyarakat untuk mengisi formulir gugatan yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Siti Efi Farhati

Ketua Umum PMII Cabang Kota Solo yang juga sebagai menjadi Koordinator Aksi, Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya menegaskan dengan adanya UU Pilkada yang mengatur pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD mengindikasikan bahwa masyarakat bakal diajak bernostalgia dengan rezim orde baru yang gemar mengebiri hak rakyat.

“Selama 32 tahun rakyat dibungkam dan berbagai haknya dikebiri. Tanpa pandang bulu, siapapun yang berani menentang pandangan pimpinan orde baru tersebut langsung ‘disikat’. Sedangkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) justru makin merajalela,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Selain itu, menurutnya hal tersebut akan menodai reformasi 1998 yang dicita-citakan membawa perubahan Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, berdaulat, demokratis, dan bermartabat.

“16 tahun pascareformasi, Indonesia yang terus belajar dan mengembangkan demokrasi untuk menuju nilai-nilai Pancasila yang ideal, justru akan dibuat mundur kembali oleh elite politik di negeri ini,” paparnya.

Dalam aksi tersebut, disampaikan pula pernyataan sikap, yang antara lain mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak disahkannya UU Pilkada. “Kembalikan kedaulatan dan peran rakyat dalam demokrasi,” tegas Rodif. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Nahdlatul, RMI NU Siti Efi Farhati

Minggu, 07 Januari 2018

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Jakarta, Siti Efi Farhati - Jihad dengan peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah peperangan untuk mempertahankan hak kehidupan masyarakat Muslim yang diserang lebih dahulu. Selain itu perang juga dilakukan untuk membela kaum yang lemah.

Ini berbeda pada zaman sekarang di mana soal keamanan dunia sudah diatur oleh PBB sehingga tidak mungkin lagi terjadi penyerangan terhadap umat Muslim seperti pada masa dahulu.

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Demikian disampaikan Prof Dr Ahmed Ad-Dawoody dalam diskusi Tashwirul Afkar yang digagas Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (29/7) sore.

Siti Efi Farhati

Ahmed memaparkan hal yang perlu ditunjukkan umat Islam adalah mempertahankan esksistensi diri umat Islam, namun bukan untuk menyerang kaum non-Muslim. Tentang jihad banyak ayat yang membicarakan dalam perspektif hukum Islam. Salah satunya pada Al-Quran Surat At-Taubah ayat 9.

Sayangnya, kata Ahmed, para penafsir melakukan hal yang mereka anggap sebagai aksi jihad melihat ayat ini hanya secara sepotong-sepotong. Padahal dalam menafsirkan suatu ayat seseorang harus paham tata aturan bahasa Arab dan aturan penafsiran lainnya. Itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

Ahmed menambahkan, suatu hukum harus menyesuaikan waktu (masa) dan tempat. Aturan tentang perang juga perlu mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya.

Siti Efi Farhati

Aturan hukum tentang perang menjadi hal yang penting dalam hubungan umat Islam baik dengan sesama umat Islam, umat Islam dan non-Muslim, umat Islam dalam suatu negara, dan antarnegara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Kyai, Quote Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

Di tengah pembicaraan kami mengenai riwayat hidup dan pengabdiannya bersama NU, Syaibani (79 tahun) sedikit mengenang masa mudanya, kala ia pernah terlibat bersama kawan-kawannya dalam sebuah kegiatan yang dikenal dengan nama “Missi Islam”.

“Missi Islam ini didirikan oleh Pak Idham (KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU tahun 1952-1984, red) sekitar tahun 1961,” kenang Syaibani, saat ditemui di rumahnya, di daerah Pucangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

KH Idham Chalid, sebagai pendiri lembaga Missi Islam menjadi ketua, didampingi H Anshary Syams (Sekretaris I) dan Danial Tandjung (Sekretaris II).

Missi Islam ini, lanjut Syaibani merupakan sebuah lembaga yang pendiriannya bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader muda NU untuk dikirimkan berdakwah ke daerah-daerah transmigrasi atau daerah-daerah minus Islam.

“Ketika itu saya sebagai staf pribadi KH Fattah Yasin, ditunjuk untuk menjadi salah satu koordinator. Gemblengan banyak dilakukan di pusat (Jakarta),” kata dia.

Tambahan data yang penulis peroleh dari sumber lain, angkatan pertama Missi Islam dikirim ke Irian Jaya, menjelang Pepera (1961), sebanyak 8 orang. Angkatan selanjutnya menyebar ke Sorong, Merauke, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Gorontalo, NTT, Nias, dan sebagainya, dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

Siti Efi Farhati

“Beberapa dari para kader bahkan ada yang sukses mendirikan pesantren dan menetap di tempat ia dikirimkan,” ungkap Syaibani.

Banyak jasa yang berhasil ditorehkan lembaga ini. Di antara tokoh-tokoh NU yang pernah aktif di Lembaga Missi Islam adalah KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, Anshary Syams, H. Danial Tanjung, Mr Suparman, Djawahir, Hisyam Zaini, dr Fahmi D Saifuddin, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Nuril Huda, Slamet Effendy Yusuf, Abdullah Syarwani, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Wawancara H Ahmad Syaibani Ilham (2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, PonPes, Pendidikan Siti Efi Farhati

Kamis, 21 Desember 2017

Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron

Pamekasan, Siti Efi Farhati

Kata sastra dan santri sejatinya berkait kelindan. Keduanya memiliki hubungan linguistik yang nyaris tidak bisa dipisahkan. Bahkan, hingga para ranah konteks sosio-kulturnya pun, kedua kata tersebut hampir selalu bergandengan.

Demikian penjelasan tokoh sastra internasional D Zawawi Imron, saat mengisi kuliah umum Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir STIU Al-Mujtama Pamekasan, Rabu (17/2/2016). "Kandungan Sastra dalam al-Quran" menjadi tema utama dalam kegiatan yang dihadiri mahasiswa STIU Al-Mujtama’ dan masyarakat umum tersebut.

Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron

Di mata Penyair Celurit Emas ini, santri sesungguhnya berasal dari kata sastra, yang punya arti orang yang mengkaji kitab suci dan keindahannya. Jadi, sastra itu masdar. Sementara sastri itu isim fail-nya.?

“Namun, pengucapan sastri mengalami erosi bahasa. Akhirnya, menjadi santri,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang ditempatkan di Gedung Serbaguna Pesantren Al-Mujtama ini dihadiri oleh berbagai kalangan pelajar dan perwakilan pesantren sekitar kampus. Sebanyak 300 kursi yang disediakan panitia, seluruhnya terpakai.?

Dan sebagai motivasi bagi Mahasiswa, Zawawi berpesan melalui puisi Imam Syafii yang berbunyi: ? ? ? ? ? # ? ? ? ? (Barang siapa yang semasa mudanya malas belajar, sebaiknya ditakbirkan empat kali sebagai simpul kematiannya).

Kuliah umum kali ini dimoderatori oleh Zainal Arif dan menjadikan suasana lebih semarak dengan diawali pembacaan puisi karya Zawawi Imron. Sampai akhir acara pun, tepuk tangan simpatik dari audien silih berganti menyambut petikan pantun dan puisi Zawawi yang dibacakannya sendiri di sela-sela ceramah.?

Puncaknya, puisi dengan judul "Ibu" yang ditulis saat Zawawi berusia 16 tahun dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, dibacakan secara lengkap.

Siti Efi Farhati

Sebelum menutup kuliahnya, Zawawi Imron membuatkan puisi bagi mahasiswa STIU Al-Mujtama’:

Plakpak cintaku

Mahasiswa Al-Mujtama sayangku

Jejakku kutinggal di sini

Senyummu kubawa pergi

(Hairul Anam/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Kamis, 30 November 2017

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pencetus Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, KH Muhammad Hasyim Asy’ari oleh Sayyid Muhammad As’ad Shihab disebut sebagai peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam pidato apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

“Atas peranannya yang begitu dahsyat, Sayyid Muhammad As’ad Shihab menyebutkan dalam salah satu karyanya bahwa KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah awwalu wadi’ labinati istiqlali Indonesia (? ? ? ? ?), Peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiai Said di hadapan 50.000 santri yang mengikuti apel akbar itu.

Selang beberapa bulan setelah terjadi pertempuran dahsyat di Surabaya, lanjutnya, di mana sipil dan santri menjadi aktor utamanya, mata dunia perlahan mulai terbuka. Mereka mengakui fakta baru bahwa Indonesia adalah negara yang telah merdeka dan berdaulat.

Kiai asal Cirebn ini menegaskan, tanpa Resolusi Jihad NU tentu tidak pernah ada peristiwa 10 November. Tanpa Resolusi Jihad NU, kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945, tentu akan tercabik-cabik kembali oleh upaya pengambilalihan kedaulatan yang dimotori tentara NICA.?

Menurutnya, nilah wujud ajaran dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari yang meletakkan kewajiban bela negara adalah sama pentingnya dengan kewajiban membela agama. "? ? ? ?" (cinta Tanah Air adalah bagian dari iman).

Siti Efi Farhati

“Marilah kita jadikan momentum Hari Santri 22 Oktober untuk meneguhkan kesetiaan mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini. (Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Quote Siti Efi Farhati

Kamis, 23 November 2017

Segenap Warga NTT Blokir Kemungkinan Migrasi Anggota ISIS

Kupang, Siti Efi Farhati. Kabid Humas Polda NTT AKBP Okto G Riwu meminta warga NTT untuk berjaga dari kemungkinan masuknya anggota organisasi terlarang ISIS ke wilayah Nusa Tenggara Timur. Polda NTT siap menindaklanjuti laporan pemuka agama, aktivis pemuda, unsur mahasiswa, perangkat desa hingga RT perihal gerakan mencurigakan di daerah masing-masing.

“Polda NTT dan Polres Kupang berharap masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat bersama-sama membantu mengatasi perkembangan organisasi ini. Jika ditemukan wadah ini berada di NTT, segera laporkan ke pihak keamanan setempat agar bisa diantisipasi,” kata Okto G Riwu kepada Siti Efi Farhati di Kupang, Rabu (6/8).

Segenap Warga NTT Blokir Kemungkinan Migrasi Anggota ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Segenap Warga NTT Blokir Kemungkinan Migrasi Anggota ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Segenap Warga NTT Blokir Kemungkinan Migrasi Anggota ISIS

Tokoh agama Islam dan ormas Islam, menurut Okto, dapat memperingatkan masyarakat melalui khutbah Jumat dan komunitasnya. Peringatan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi dan menangkal berkembangnya pengikut ISIS.

Siti Efi Farhati

Presiden dan Kapolri sudah menyatakan ISIS sebagai paham terlarang. Karenanya, siapa saja yang mengikuti paham ini dinyatakan salah. Isis merupakan bagian organisasi terlarang dan radikal. “Jangan sampai masyarakat terpropaganda dengan aliran sesat seperti itu. Paham ? ekstrem ISIS mengajarkan bahwa orang yang berbeda dengan pemikiran ISIS itu adalah musuh.”

Siti Efi Farhati

Sementara Satuan Polres Kupang Kota tengah melakukan upaya-upaya pencegahan. Mereka malkukan pemantauan di setiap gerbang masuk dan gerbang keluar. Sejumlah pemantauan ditempatkan di pelabuhan maupun di bandara Eltari Kupang.

Ketua RT 26 RW 7 kelurahan Kayu Putih Mahmud Yunus mengimbau rekan-rekan ketua RT lainnya di Kota Kupang agar tetap memantau para pendatang baru. “Setiap RT perlu mengetahui persis pendatang baru agar ruang gerak berikut aktivitas mereka bisa terpantau,” tegas Yunus. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, Pendidikan Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

Temanggung, Siti Efi Farhati

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah, dalam waktu dekat akan bertransformasi berubah menjadi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu).

Rencana ini terungkap dalam acara wisuda sarjana program strata satu angkatan XXI STAINU Temanggung tahun akademik 2015-2016 di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Selasa (9/2).

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

"Ke depannya kita akan berencana menjadi Unisnu. Ini sudah ada langkah-langkah ke sana. Bagaimana STAINU ini akan berubah menjadi universitas Nahdlatul Ulama, langkah-langkah perencanaannya sudah ada," kata Rohadi, ketua panitia wisuda kepada Siti Efi Farhati saat dihubungi usai acara.

Siti Efi Farhati

Pembantu ketua III STAINU Temanggung yang baru saja habis masa baktinya tersebut menambahkan bahwa STAINU Temanggung juga telah mengagendakan pembangunan rusunawa bagi mahasisiwa yang nantinya akan difokuskan untuk pembinaan pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris dan Arab.

Senada? dengan Rohadi, guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi dalam orasi ilmiahnya juga menyinggung perlunya STAINU agar melengkapi dengan adanya fasilitas Rusunawa. "Di samping itu, perlu digalakkan tradisi menulis untuk mahasiswa guna mengembangkan kemampuan akademiknya," imbuh alumnus pesantren Tremas ini.

Siti Efi Farhati

Tahun ini STAINU Temanggung mewisuda 53 mahasiswa. Mereka berasal dari dua program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) dan Ahwal al-Syakhshiyyah (Syariah). Dua prodi yang dimiliki STAINU Temanggung tersebut telah terakreditasi B.

Kampus STAINU Temanggung yang terletak di Jalan Suwandu Suwardi ini telah menambahkan program studi baru, yaitu Menejemen Pendidikan Islam yang saat ini belum mengeluarkan alumni. Juga tengah merintis jurusan Ekonomi Islam yang dalam waktu dekat direncanakan bisa dibuka.

STAINU Temanggung sudah berdiri dan beroperasi sejak 1969, saat itu bernama Fakultas Hukum Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang pembukaanya diresmikan oleh dekan FHI UNNU Surakarta kala itu, yaitu KH. Zubair. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Sholawat, Budaya Siti Efi Farhati

Selasa, 14 November 2017

Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan

Banyuwangi, Siti Efi Farhati

Rektor Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Kholilur Rohman mengajak para pengurus baru Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) di kampus setempat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

"Sebagai agen perubahan, kalian harus bisa melakukan apa saja yang bisa kalian lakukan sesuai dengan job atau profesi masing-masing," tutur Kholilur di hadapan para pengurus IPNU-IPPNU Ibrahimy masa khidmat 2016-2017.

Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan

Ia mengatakan hal itu pada momen pelantikan yang digelar di Auditorium K.H.R Asad Syamsul Arifin kampus setempat, Kamis (26/01). Turut hadir para kader utusan PC IPNU-IPPNU Banyuwangi, PK IPNU IPPNU SMA NU Genteng, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi mahasiswa ekstra kampus (Omek), dan dosen IAI Ibrahimy Genteng.

Siti Efi Farhati

"Tidak perlu yang muluk-muluk. Mulai dari hal terkecil saja terlebih dahulu. Kalian akan menjadi besar dan bisa benar-benar menjadi agen perubahan dengan sendirinya," tambahnya.

Siti Efi Farhati

Pelantikan dilakukan oleh Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Banyuwangi. Khozinul Mawahib, Ketua IPNU Ibrahimy Genteng menyampaikan, pelantikan bukan hanya seremoni, namun sebagai awal dalam menjalankan tugas organisasi.

"Dari sini (IPNU IPPNU), kita akan belajar bagaimana menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam berorganisasi," pungkas mahasiswa semester 5 tersebut.

Acara tersebut diakhiri dengan sarasehan keterpelajaran yang dipaparkan oleh dosen IAI Ibrahimy Genteng dan jurnalis Radar Banyuwangi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan Siti Efi Farhati

Aksi Cinta Kiai, Ajak Anak Bangsa Jaga Persatuan

Jakarta, Siti Efi Farhati - Puluhan mahasiswa dan kaum muda menggelar “Aksi Cinta Kiai”, di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Jumat (10/2) siang. Koordinator Gerakan Aksi Cinta Kiai, Abdul Aziz, mengatakan aksi tersebut digelar semata-mata untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap segala bentuk provokasi.

"Model-model provokasi belakangan ini, mulai dari pelecehan pada ulama atau kiai, demonstrasi di kantor ormas yang tidak jelas basis massanya, hingga aneka berita hoax yang tidak punya sumber akurat, berpotensi memecah belah bangsa," ujarnya.

Aksi Cinta Kiai, Ajak Anak Bangsa Jaga Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Cinta Kiai, Ajak Anak Bangsa Jaga Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Cinta Kiai, Ajak Anak Bangsa Jaga Persatuan

Aziz mengajak semua anak bangsa agar tetap bersatu dan merapatkan barisan di bawah bimbingan para kiai.

Siti Efi Farhati

"Hanya kepada kiai kita berkhidmah dan melangkah agar bangsa ini senantiasa mendapatkan keselamatan dan menjadi bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," tambah Aziz.

Dalam aksi tersebut juga tertuang pokok pikiran, yaitu:

Pertama, kiai sebagai anutan umat yang harus dijaga dan diteladani;

Siti Efi Farhati

Kedua, bangsa Indonesia adalah masyarakat yang beragama dan berkebudayaan ketimuran. Setiap sikap dan perilaku kita seyogianya megedepankan etika dan akhlaqul karimah.

Ketiga, KH Ma’ruf Amin merupakan sosok kiai anutan masyarakat Indonesia. Ia juga keturunan Syaikh Nawawi Al Bantani yang sangat disegani di dunia. Sudah selayaknya KH Ma’ruf Amin menjadi teladan utama, dihormati, dan diikuti.

Keempat, memaafkan, adalah sikap kiai yang sangat arif nan penuh teladan, namun amarah umat sulit dibendung pada saat sang anutan dilecehkan.

Kelima, Gerakan Aksi Cinta Kiai ingin mengajak masyarakat dan segenap komponen bangsa Indonesia untuk selalu berpegang pada tali Allah dan tidak tercerai-berai (watashimuu bihablillaah walaa tafarroquu).

Keenam, Gerakan Aksi Cinta Kiai meminta semua masyarakat tidak mudah masuk dalam skenario, operasi, berita-berita, dan pernyataan atau statemen yang berpotensi merusak dan memecah belah bangsa. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Pendidikan Siti Efi Farhati

Senin, 13 November 2017

Kebijakan Walikota Bogor soal Syiah Dinilai Diskriminatif

Jakarta, Siti Efi Farhati. Direktur the Wahid Institute Zannuba Arifah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid sangat menyayangkan munculnya Surat Edaran No 300/321-Kesbangpol tentang imbauan pelarangan peringatan Asyura oleh kaum Syiah di Bogor tertanggal 22 Oktober 2015.

Menurutnya, kebijakan ini menambah daftar panjang peraturan dan kebijakan-kebijakan diskriminatif di Indonesia. Dalam menjalankan tugas dan fungsi, pemerintah jelas harus berpegang pada konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang ada.

Kebijakan Walikota Bogor soal Syiah Dinilai Diskriminatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Walikota Bogor soal Syiah Dinilai Diskriminatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Walikota Bogor soal Syiah Dinilai Diskriminatif

“Walikota tidak bisa serta merta menjadikan pandangan kelompok keagamaan yang beragam corak dan ragamnya dalam masyarakat sebagai landasan hukum dalam mengambil keputusan. Pembatasan aktivitas harus mengacu apakah aktivitas tersebut melanggar konstitusi atau tidak,” katanya dalam siaran pers, Rabu (29/10).

Siti Efi Farhati

Putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menjelaskan, sejak lama Indonesia diberkahi Tuhan dengan keragaman pandangan dan tradisi. Sejarah keagamaan kita sangat kaya dengan perbedaan. Kebijakan pelarangan kegiatan komunitas tertentu memberi pesan negatif pada bangsa ini dalam jangka panjang, bahwa perbedaan tradisi dan pandangan bisa dilarang berdasarkan besar kecilnya dukungan, bukan pada prinsip hukum yang adil.

Siti Efi Farhati

Pihanya mendorong pemerintah, komunitas Syiah, dan pihak-pihak yang menolak duduk bersama untuk membangun dialog yang adil demi mencari jalan terbaik dan sesuai konstitusi, juga mendesak pemerintah pusat mengaji ulang berbagai kebijakan kepala daerah yang diskriminatif di Indonesia dan mengedapankan kebijakan yang sesuai konstitusi.

Yenny mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan kebijakan tersebut sebagai legtimasi dan alasan dalam melakukan intimidasi, penyebaran ujaran kebencian, bahkan kekerasan terhadap komunitas Syiah di negeri ini. “Dalam menyelesaikan perbedaan masyarakat diimbau untuk mengembangikan sikap moderat dan toleran sebagaimana ditunjukan para pendiri bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Menurut surat edaran tersebut, pelarangan itu diambil demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban dengan merujuk tiga hal. Pertama, sikap dan respons Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor. Kedua, Surat Pernyataan Ormas Islam di Kota Bogor tentang penolakan segala bentuk kegiatan keagamaan Syiah di wilayah Kota Bogor. Ketiga, hasil rapat Muyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Syariah, Pendidikan, Santri Siti Efi Farhati

Minggu, 12 November 2017

Muslimat Kab. Probolinggo Dukung Program Kartanu

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo saat ini tengah berupaya untuk ikut mensukseskan program Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu). Upaya tersebut akan diwujudkan dengan cara turut memberikan dukungan dan berpartisipasi penuh terhadap pelaksanaan program Kartanu.

Muslimat Kab. Probolinggo Dukung Program Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Kab. Probolinggo Dukung Program Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Kab. Probolinggo Dukung Program Kartanu

Sekretaris PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hikmatun Hasanah kepada Siti Efi Farhati, Jum’at (8/2) mengatakan program Kartanu ini merupakan program NU yang diselenggarakan dengan tujuan untuk pembuatan database (sensus) warga NU, mengantisipasi terhadap pihak luar dan memberikan kontribusi finansial ke organisasi serta memberi data pendukung untuk program-program NU.

”Dengan mensukseskan program Kartanu, berarti kita turut mendukung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam upaya menata ulang keanggotaan NU yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Apa yang telah dicanangkan PBNU dalam upaya mendata ulang warga Nahdliyin wajib kami dukung,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Menurut Hikmatun Hasanah, demi mensukseskan program Kartanu ini segenap pengurus Muslimat NU di semua tingkatan rutin melakukan sosialisasi kepada segenap warga Nahdliyin. Bahkan, pengurus Muslimat NU selalu mengambil inisiatif untuk memulai pemotretan untuk memberikan contoh dan motivasi kepada warga Nahdliyin.

Siti Efi Farhati

“Manfaat Kartanu ini sekarang banyak sekali, mulai dari untuk mengetahui jumlah keanggotaan NU di masing-masing tingkatan NU. Kartanu sangat penting untuk dimiliki oleh warga Nahdliyin sebagai bukti resmi warga NU. Apalagi Kartanu merupakan bentuk legalitas dan apresiasi kita kepada NU,” jelasnya.

Dikatakan Hikmatun Hasanah, pendataan melalui Kartanu ini memiliki arti yang sangat penting untuk penguatan organisasi dan warga NU. Selain itu, keberadaan Kartanu ini dimaksudkan untuk menangkal dan membentengi warga NU dari budaya luar yang tidak sesuai dengan amaliah NU. Apalagi sebagai organisasi yang kuat, NU harus tahu jumlah anggota dan seluruh warga Nahdliyin di wilayahnya.

”Melalui program Kartanu ini kami berharap nantinya bisa lebih menjaga ukhuwah Nahdliyah dan membesarkan NU dengan sesama warga NU serta mampu memproteksi transnasional akibat pemahaman yang salah,” pungkasnya.

 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Ulama, Pendidikan Siti Efi Farhati

Jumat, 10 November 2017

Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu

Mojokerto, Siti Efi Farhati - Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin atas nama pemerintah memberikan apresiasi kepada Pergunu yang telah membantu mendidik masyarakat Indonesia. Lukman berharap kerja keras para guru NU membuahkan hasil maksimal untuk melahirkan murid-murid berprestasi dan berakhlak.

“Kualitas pendidikan menjadi tujuan utama pemerintah, kami harap Pergunu bisa turut serta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” kata Lukman mengawali sambutannya dalam kongres yang kedua di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (26/10).

Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu

Menurut Lukman, kualitas pendidikan dari masa ke masa semakin maju. Kualitas pendidikan agama di Indonesia semakin membaik. Mulai dari kualitas kerukunan agama, kualitas lulusan madrasah atau pesantren.

Siti Efi Farhati

“Guru menduduki tempat strategis untuk turut andil dalam membangun negeri,” terangnya.

Saat ini pemerintah tengah memperbaiki lagi kualitas pendidikan dengan menetapkan standard indikator, isi, proses, dan lulusan. “Pergunu itu sudah satu misi dengan Kemenag,” katanya.

Siti Efi Farhati

Pendidik pesantren atau madrasah saat ini sudah diakui oleh negara dan disetarakan dengan pendidikan negeri. “Kita terus berupaya ada program-program guru. Tunjangan guru akan diupayakan di tahun 2017, telah memiliki sertifikasi sesuai ketentuan regulasi yang ada,” jelas Lukman memberikan angin segar kepada para guru madrasah.

Dengan ucapan basmalah Kongres Kedua Pergunu resmi dibuka oleh Menteri Agama RI. Hadir dalam pembukaan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Pembina Pergunu H As’ad Said Ali, Ketua MUI Jawa Timur, pendiri dan pejuang Pergunu serta para pengurus Pergunu di berbagai wilayah dan cabang se-Indonesia. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Internasional, Fragmen, Pendidikan Siti Efi Farhati

Kamis, 09 November 2017

Reorientasi Dakwah

Oleh Muhammad Zidni Nafi’

--Dakwah selama ini dipahami terlalu dipersempit. Orientasi dakwah tidak selalu untuk mengajak masyarakat agar disiplin dalam melaksanakan ritual ibadah. Tetapi dakwah juga dapat digerakkan bisa dikembangkan pada bidang-bidang kemasyarakatan, dalam konteks ini dakwah sebagai media untuk memberikan stimulan kepada masyarakat agar tergugah untuk mendidik, membangun, mengembangkan dirinya sehingga dapat memanfaatkan segala potensi dan lingkungan disekitarnya.

Muncul pertanyaan, mampukah “dakwah” menjawab problem di atas? Lazimnya, seorang tokoh agama yang sudah mempunyai wibawa sehingga masyarakat bakal meng’iya’kan apapun kata tokoh agama tersebut. Inilah salah satu peluang untuk mengajak masyarakat dengan dakwah-dakwah khusus yang membangunkan mental-mental kemandirian masyarakat.

Reorientasi Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reorientasi Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reorientasi Dakwah

Dakwah dan Orientasi

Dakwah dalam pengertian bahasa berarti mengajak, menyeru, memanggil. Berangkat dari pengertian bahasa itu, lalu dihubungkan dengan nash (teks) Al-Qur’an dan hadist yang berkaitan dengan dakwah Islamiah, Syaikh Ali Mahfudh dalam karyanya yang berjudul Hidayah al-Mursyidin menetapkan definisi dakwah sebagai suatu usaha mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk (Allah), menyuruh orang untuk mengajarkan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat (KH. MA. Sahal Mahfudh, 2012: 105).

Dari situ dapat dipahami, bahwa dakwah merupakan usaha sadar untuk mengajak orang lain bagaimana untuk meraih tujuan dengan jalan berbuat baik dan meninggalkan keburukan. Melakukan dakwah pada dasarnya adalah memberikan motivasi kepada orang lain yang memerlukan perhatian. Jelas bahwa orientasi dakwah tidak lain adalah untuk tercapainya kesejahteraan dan kebahagiaan dunia hingga akhirat (sa’adatuddarain). Dalam konteks ini, tentu dakwah yang dimaksud bukanlah dakwah yang sifatnya konvensional, namun diarahkan pada dakwah-dakwah pemberdayaan masyarakat.

Siti Efi Farhati

Sayangnya, tidak banyak dari para tokoh agama yang subtansi dakwahnya memotivasi masyarakatnya dalam membangun mental dan menggiatkan usaha untuk tercapainya kemandirian sosial maupun ekonomi. Monoton, normatif bahkan dogmatis yang nampak dalam dakwah yang selama ini kebanyakan dijalankan oleh para tokoh dakwah. Padahal dakwah merupakan media yang bagus, netral dan efektif, karena langsung menyentuh dan sudah melekat dalam ritual keagamaan masyarakat.

Masyarakat sebagai sasaran utama dakwah terbawa nuansa-nuansa dakwah yang biasanya terpaku pada dimensi rohaniah. Di samping juga kelemahan masyarakat itu sendiri untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaku dakwah tentu harus tahu persis kebutuhan dakwah yang dibutuhkan oleh suatu kelompok masyarakat. Begitu pula mereka harus menggali potensi-potensi (manusia, alam dan teknologi) yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan kelompok, baik kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, maupun kebutuhan yang mendesak atau mendasar.

Berangkat dari premis-premis di atas, dapat dipahami bahwa dakwah harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sasaran. Dalam konteks ini, KH. MA. Sahal Mahfudh atau yang akran disapa Mbah Sahal memberikan perhatian lebih dalam materi dakwah juga perlu dipilah, antara ritual keagamaan dan semangat pemberdayaan. Pemilahan materi dakwah penting untuk diperhatikan. Apabila dakwah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kelompok, maka dibutuhkan pendekatan yang partisipatif, bukan pendekatan teknokratis. Artinya, disamping memotivasi, masyarakat juga diajak untuk bergerak melaksanakan materi dakwah pemberdayaan yang sudah disampaikan.

Dengan pendekatan itu, kebutuhan masyarakat sasaran dakwah yang akan diberdayakan oleh para motivator dakwah (kader) akan berjalan beriringan antara materi dan praktek. Pendekatan seperti ini memerlukan monitoring yang up to date sebagaimana yang kini dikembangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang populer disebut “riset aksi”.

Dengan demikian, dakwah yang tidak dilakukan dengan perencanaan global yang turunan dari atas (top down), yang kadang-kadang sampai di bawah tidak menyelesaikan masalah. Perencanaan model top down sering mengabaikan pemetaan masalah, potensi, dan hambatan spesifik berdasarkan wilayah atau kelompok, jenis kelamin, dan sebagainya.

Siti Efi Farhati

Tipe masalah satu kelompok masyarakat lain di tempat yang berbeda. Dakwah inilah yang sekarang Sahal Mahfudh sebut dengan dakwah bil hal atau dakwah pembangunan, atau dakwah bil hikmah menurut istilah di Al-Qur’an. Seperti yang tercantum dalam surat al-Nahl ayat 25, “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan jalan yang baik”.

Orang menyebut dakwah bil hal, barangkali merupakan koreksi dakwah selama ini yang banyak terfokus pada dakwah mimbar yang monoton dari sisi penerimaan pembicaranya, sementara dana dan daya habis untuk kegiatan semacam itu tanpa ada arti perubahan berarti.

Namun kalau melalui dakwah bil hal atau dakwah bil hikmah, apakah dakwah bil lisan atau mau’izhah hasanah ditinggalkan? Sama sekali tidak. Sebab harus tetap ada dakwah model mau’izhah hasanah. Karena dakwah yang dicontohkan Mbah Sahal seperti dakwah di atas mimbar tetap penting dalam konteks-konteks tertentu. Juga tidak ditinggalkan metode dakwah yang lainnya, misalnya mujahadah, seperti forum dialog, seminar, simposium, atau diskusi-diskusi.

Metode Penunjang

Melihat sasaran dakwah yang begitu luas, sementara perkembangan teknologi begitu pesatnya, maka dalam menjalankan dakwah juga perlu menggunakan media yang sesuai dengan selara sasaran dakwah. Jika diklasifikasikan bisa ditinjau dari umur, status sosial, tingkat pendidikan, dan kebutuhan kelompok sasaran itu sendiri. Karena dakwah yang berorientasi pada sasaran itu tidak pada ‘ruangan’ yang hampa. Ruangan sudah terisi budaya, sistem nilai, teknologi dan perundang-undangan yang sudah mengakar.

Pembangunan masyarakat adalah proses dari serangkaian kegiatan yang mengarah pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya ada kesamaan antara keduanya. Ia sama-sama ingin mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat atau sekelompok sasaran. Dan ia sama-sama meningkatkan kesadaran dari perilaku dari perilaku tidak baik untuk berperilaku yang baik.

Pada akhirnya, dakwah yang tidak memenuhi selera sasaran dan tujuan, meskipun berjalan, tetapi ibarat berjalan di tempat, atau dengan kata lain, maju tidak, mundur bisa jadi. Hal ini karena orientasi pembangunan negara untuk kepentingan masyarakat, harus lebih diutamakan, bukannya pengembangan sumber daya manusia yang tinggi maupun penguasaan teknis hanya untuk memenuhi kebutuhan modernisasi.

Dengan kata lain, bukan modernitas yang lebih dikejar melainkan terpenuhinya rasa keadilan dalam kehidupan bermasyarakat yang harus diutamakan. Kehidupan modern yang penuh kenikmatan bagi sekelompok orang bukanlah sesuatu yang dituju Islam, melainkan kesejahteraan bagi seluruh penduduk. Prinsip ini sangat menentukan bagi keberlangsungan hidup sebuah negara (Abdurrahman Wahid, 2006: 96).

Hemat penulis, metode dan materi dakwah haruslah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan objek itu sendiri. Dakwah bukan lagi cara orang untuk meyakinkan orang lain untuk percaya kepada Tuhan yang Haqq, tetapi untuk menggerakkan masyarakat akan menjadi hamba Allah dan warga negara yang terampil, kreatif mandiri dan mempunyai orientasi hidup yang progresif.

?

Muhammad Zidni Nafi’, alumni Ma’had Qudsiyyah Kudus, mahasiswa jurusan Tasawuf Psikoterapi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kontributor Siti Efi Farhati Bandung.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Daerah Siti Efi Farhati

Selasa, 07 November 2017

PBNU: Wakaf kepada NU, Catat Atas Nama Organisasi

Jakarta, Siti Efi Farhati. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menegaskan kepada para nazhir wakaf yang menerima wakaf dari pihak tertentu untuk diatasnamakan secara organisasi bukan nama pengurus apalagi perorangan. ?

Sekjen PBNU menegaskan hal itu pada sosialisasi perwakafan bagi nadzir NU yang dilaksaksanakan Pengurus Pusat Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU, di gedung PBNU, Jakarta, Senin (23/12).

PBNU: Wakaf kepada NU, Catat  Atas Nama Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Wakaf kepada NU, Catat Atas Nama Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Wakaf kepada NU, Catat Atas Nama Organisasi

Menurut Marsudi dengan diatasnamakan organisasi, wakaf tersebut tidak berpotensi untuk diwariskan, dijual, dihibahkan, digadaikan, dan sejenisnya kepada pihak lain.? Sekjen PBNU ini juga menganjurkan supaya para nadzir NU untuk mengikuti aturan agama dan negara dalam perwakafan. “Catat dan daftarkan administrasi wakaf sesuai aturan dengan baik,” katanya. ?

Tentang wakaf yang diatasnamakan organisasi tersebut, kata Marsudi, PBNU hanya menandatangani sebagai penerima wakaf, manfaatnya diuntukkan kepada masyarakat yang ada di sekitarnya.

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Ia juga mengimbau kepada pengurus NU jika mendapatkan sebuah wakaf tanah, meski letaknya jauh, dan susah dijangkau, untuk diterima.Sosialisasi wakaf tersebut diikuti para pengurus wakaf se Jakarta, Tengerang, Bekasi dan Depok, ditambah peserta dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Pada kegiatan yang diikuti 50 peserta itu, hadir Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Abdul Mun’im DZ, Ketua PP LWP NU H Mardani, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Islam Kementerian Agama RI. Juga jajaran Pengurus LWP NU, diantaranya Sekretaris PP LWP NU Drs. H. Mohamad Thohir, Wakil Ketua H. Munshorun Mulya SH. MM, H Masyhar dan pengurus lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Meme Islam, Kajian Siti Efi Farhati

Sabtu, 04 November 2017

PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima masukan-masukan dari PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia soal isu yang akan dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail pada Muktamar NU 2015 mendatang. Sekretariat PBNU pada Jumat (23/1) mendatang, akan mengedarkan surat untuk PWNU dan PCNU agar mereka mengajukan usulan-usulan isu bahtsul masail kepada panitia Muktamar NU.

“Jumat lusa, naskah surat mesti sudah dilayangkan. Sehingga sahabat-sahabat di daerah membahasnya terlebih dahulu di kalangan mereka. Pertengahan Februari kita sudah bisa menentukan isu yang akan dibahas,” kata Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf saat memimpin rapat persiapan Muktamar NU 2015 di Jakarta, Rabu (21/1) sore.

PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU

H Slamet membentuk tim kecil yang terdiri atas Ketua LBM PBNU KH Arwani Faisal, Rais Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, Ketua STAINU KH Mujib Qaliyubi untuk menyeleksi pengajuan isu-isu dari daerah yang dirasa penting dengan cakupan masalah berskala nasional baik waqi’iyah, maudhu‘iyah, maupun qanuniyah.

Siti Efi Farhati

Sejumlah isu yang ditampung oleh tim kecil ini, akan dibahas dalam sejumlah forum pendalaman materi yang akan diadakan di Medan, Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

Adapun draft Sidang Komisi Organisasi pada Muktamar NU mendatang, tidak terdapat banyak penambahan. Pasalnya tidak banyak perubahan mendasar pada AD/ART NU.

Siti Efi Farhati

“Bahan Sidang Komisi Organisasi tidak berangkat dari nol. Bahan untuk Sidang Komisi Organisasi sudah setengah jadi. Bahan itu sudah dibahas pada Munas NU 2014 lalu yang akan dibawa ke Muktamar nanti,” kata Wakil Sekjend PBNU H Imdad. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Sejarah Siti Efi Farhati

Selasa, 31 Oktober 2017

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Jakarta, Siti Efi Farhati - Yayasan Turats Ulama Nusantara (TUN) turut serta melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Yayasan yang bergerak di bidang konservasi naskah karya ulama Nusantara ini melakukan penggalangan dana sejak Rabu (7/12). Yayasan ini rencananya akan melakukan penggalangan dana sampai Jum’at (16/12).

“Kami melakukan penggalangan dana sebagai wujud rasa solidaritas , dan berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi,” kata Koordinator Yayasan TUN Nanal Ainal Fauzi saat dihubungi via WA, Jumat (9/12).

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Menurut Nanal, penggalangan dana dimotivasi oleh amanah hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk melapangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin.

Siti Efi Farhati

“Penggalangan dana untuk korban gempa dilakukan via medsos seperti Facebook dan What’s App. Alhamdulillah sampai hari ini Jumat (9/12) telah berhasil terkumpul dana sebesar 3.050.000,” kata pria berumur 21 tahun tersebut.

Yayasan yang berpusat di Demak ini juga mengajak simpatisan TUN khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara korban gempa. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, Sholawat, Pendidikan Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock