Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an

Brebes, Siti Efi Farhati?

Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an yang terletak di Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah didirkan agar anak-anak remaja di bisa menyibukkan diri dengan hafalan Al-Qur’an. Lembaga tersebut berjejaring dengan lembaga KH Yusuf Mansur Jakarta.

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an

“Ini adalah upaya mengalihkan mereka dari kebanyakan bermain facebook, game, WA, IG, YM, Twitter, Pokemon dan sebagainya. Karena begitu dahsyatnya pengaruh teknologi dan arus informasi media sosial terkini,” kata Pengasuh Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an Hadi Mulyanto pada peresmian lembaga pada Ahad (20/11) melalui siaran pers yang diterima Siti Efi Farhati Rabu (23/11) .?

Lebih lanjut alumnus Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan, Tegal ini menjelaskan, banyak sekali manfaat menghafal Al-Qur’an. Di antaranya, adalah salah satu yang dirindukan surga sebagaimana diungkapkan dalam kitab Durrotun Nasihin.?

“Surga merindukan empat golongan,salah satunya adalah orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an juga nantinya akan menjadi teman penolong bagi orang yang membacanya, apalagi menghafalkannya. Sebagaimana di kitab Tanqihul Qoul, bacalah kamu semua terhadap Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan menjadi syafaat (penolong) bagi yang membacanya,” pungkas Dosen Agama Islam di Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal.

Siti Efi Farhati

Peresmian Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an dilakukan KH Ahmad Sobari dari PPPA Darul Qur’an perwakilan Tegal. Pada kesempatan tersebut ia memberikan sertifikat pendirian Rumah Tahfidz disaksikan pengasuh dan 50 santriwan dan santriwati.?

Siti Efi Farhati

Pada kesempatan tersebut KH Ahmad Sobari menyampaikan bahwa syarat mendirikan Rumah Tahfidz ada tiga, pertama ada santri, kedua ada tempat atau rumah dan ketiga ada Al Qur’an. Adapun santrinya minimal berusia 5 tahun dan maksimal 85 tahun. (Red: Abdullah Alawi)?

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Daerah Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

Kompolan; Cara Pemuda di Sumenep Jaga Tradisi

Sumenep, Siti Efi Farhati -

Puluhan pemuda karang taruna di kawasan ini secara rutin melaksanakan kompolan atau perkumpulan. Kegiatan diselenggarakan di kantor Balai Desa Batupit Kenek Batuputih Sumenep Madura. Sejumlah persoalan diperbincangkan, dengan diawali yasinan dan pembacaan tahlil.

"Awalannya kegiatan ini memang berangkat dari tongkrongan kecil yang dilakukan di warung-warung pinggir jalan,” kata Ahmad Fawaid, Jumat (22/12). Selaku Ketua Karang Taruna, Fawaid menjelaskan bahwa tradisi berkumpul tersebut akhirnya dicoba untuk diformalkan sehingga terbentuklah organisasi. 

Ia mengemukakan bahwa kompolan terbentuk sejak 2016 lalu. Dan dari tradisi ini, akhirnya tercetus sejumlah kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Dari mulai bakti sosial di masjid maupun pemakaman umum atau kuburan, peringati Maulid Nabi, tahlilan dan sejenisnya. 

Kompolan; Cara Pemuda di Sumenep Jaga Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompolan; Cara Pemuda di Sumenep Jaga Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompolan; Cara Pemuda di Sumenep Jaga Tradisi

“Kini, kegiatan kompolan diisi dengan ngaji yasin, tahlilan, arisanan, dan  memperbincangkan seputar pembangunan desa,” kata Sulaiman. 

Menurutnya, hal positif dari kompolan itu secara umum adalah bisa semakin menyadarkan pemuda desa akan perannya sebagai agen perubahan. “Mereka akhirnya sadar dengan tugasnya sebagai agen perubahan serta memiliki kapasitas sebagai mengontrol perkembangna masyarakat,” kata salah seorang pemrakarsa kegiatan tersebut.

Siti Efi Farhati

Dan tidak berhenti sampai di situ, kompolan juga sebagai sarana mengenalkan sekaligus menjadikan pemuda sebagai penjaga tradisi dari nilai-nilai yang terkandung dalam idiologi Nahdlatul Ulama.

"Jadi, dengan kompolan ini kita harapkan mampu menjadi benteng cara berfikir pemuda desa terhadap keadaan dan kenyataan,” pungkas Sulaiman. (Misno/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Sholawat, Daerah, Habib Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

Jepara, Siti Efi Farhati. Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, GP Ansor Ranting Wonorejo kecamatan Kota kabupaten Jepara sudah beberapa tahun berjalan menyelenggarakan Santunan Anak Yatim dan Piatu se-Desa Wonorejo.?

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

Kegiatan santunan yang dirangkai dengan pengajian umum dilangsungkan di Mushalla Al-Amin Desa Wonorejo, Ahad (09/10/16) malam itu menghadirkan KH M Rojih Ubab, cucu KH Maimun Zubair Sarang sebagai pembicara.?

700an Nahdliyin dari NU, Muslimat dan Ansor serta aparat desa hadir dalam even tahunan tersebut. Kesempatan itu, pihak Ansor Wonorejo menyantuni 43 anak yatim dan piatu.?

Puluhan anak yatim dan piatu itu merupakan hasil pendataan dari GP Ansor ranting setempat. Untuk batas anak yang memperoleh santunan maksimal berusia 13 tahun.?

Siti Efi Farhati

Salah satu panitia kegiatan, Ahmad Muzaiyin mengatakan dalam setahun kegiatan santunan digelar dua kali, bulan Muharram dan menjelang Idul Fitri. Adapun dana diperoleh dari sumbangsih warga, agniya serta kas Ansor.?

“Santunan yang kami berikan berupa uang dan bingkisan,” paparnya mewakili ketua Ansor Wonorejo, Kusmanto.?

Siti Efi Farhati

Jika anak yatim dan piatu tersebut masih duduk di bangku madrasah, maka lanjut Zayyin uang syahriyah-nya ditanggung oleh pihak Ansor.?

Dijelaskannya, menyantuni anak yatim merupakan tanggung jawab bersama dan kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Ansor Wonorejo.?

Karena kegiatan tersebut terbilang positif, ia berharap juga ditiru oleh Ansor maupun organisasi yang lain. Dirinya menekankan, peduli terhadap anak-anak yatim tidak hanya sekadar memberi tetapi lebih dari itu tanggung jawab untuk merampungkan pendidikannya merupakan kewajiban semua pihak, termasuk di dalamnya adalah Ansor. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terlantar di kemudian hari. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, Amalan, IMNU Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Jombang, Siti Efi Farhati - Akhir-akhir ini peredaran narkoba bahkan Napza atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif telah merambah banyak lapisan masyarakat termasuk pelajar. Di Jombang, pengguna bahan berbahaya ini terbilang tinggi. Mereka juga termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

"Data terakhir yang kami peroleh pada September 2015, pecandu narkoba menurut profesi pekerja swasta menempati posisi pertama dengan 53 orang," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono, Selasa (10/2).

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Data ini disampaikan Yudiono saat melakukan kunjungan silaturahmi di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah (MAU WH) di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Siti Efi Farhati

Angka berikutnya adalah mahasiswa dengan jumlah 20 orang, kemudian 15 pelajar, pengangguran 10 orang, serta 2 TNI, lanjutnya di hadapan para ustadz dan ratusan pelajar madrasah setempat.

Karena tingginya pelajar yang mengonsumsi obat berbahaya tersebut, Yudiono mengingatkan bahwa para siswa dan siswi adalah calon penerus bangsa. Karena itu sejumlah pertimbangan harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak menguntungkan di masa depan.

Siti Efi Farhati

"Tahan semua keinginan semu seperti merokok dan berpacaran," terangnya. Karena perbuatan tersebut tidak akan membawa manfaat, lanjutnya.

Ia juga mengajak para pelajar di madrasah ini untuk bangga terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidik dengan baik, yakni orang tua di rumah, kiai di pesantren, serta guru di madrasah.

"Banggakan lah almamater yakni madrasah, pondok serta orang tua," tegasnya.

Sukses, menurutnya, sangat bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain. "Sukses ada di tangan diri kalian sendiri," ungkapnya.

Kepala MAU WH Ustadz Faizun yang menerima langsung Kapolsek Jombang Kota mengemukakan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan beberapa kali. "Ini adalah tahun ketiga kita mengadakan kegiatan bekerja sama dengan jajaran TNI atau Polri," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Ratusan siswa dan siswa MAU WH mengikuti dengan seksama kegiatan yang berlangsung di aula madrasah setempat sejak jam 9 pagi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, Daerah Siti Efi Farhati

Jumat, 19 Januari 2018

PCNU Jember Tolak Sistem AHWA

Jombang, Siti Efi Farhati. Tidak semua sepakat dengan rencana akan digunakannya konsep Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) pada acara Konferensi Wilayah NU Jawa Timur mendatang. PCNU Jember adalah di antara yang menolak.

PCNU Jember Tolak Sistem AHWA (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jember Tolak Sistem AHWA (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jember Tolak Sistem AHWA

Hal ini disampaikan Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin usai acara launching kader Aswaja di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang (23/3). Bagi Gus Aab, sapaan akrabnya, wacana yang digulirkan panitia Konferensi Wilayah NU Jatim tersebut akan menimbulkan persoalan baru pada suksesi kepemimpinan di NU, khususnya Jawa Timur.

“Menurut saya, rencana itu terlalu beresiko,” katanya. Karena itu, dosen STAIN Jember ini masih melakukan pengkajian secara intensif dengan beberapa PCNU se Jawa Timur.?

Siti Efi Farhati

“Kita terus melakukan komunikasi yang intensif dengan beberapa pengurus PCNU,” lanjutnya.?

Siti Efi Farhati

Catatan yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Arifin Jember ini adalah bahwa tafsir atas sejumlah pasal khususnya ART NU Bab XIV Pasal 42 ayat a yang berbunyi: Rais dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi wilayah setelah yang bersangkutan menyampaikan kesediaannya, serta poin b yang mengatur calon ketua, penerapannya bukan dengan Ahlul Halli Wal Aqdi atau AHWA.

Apalagi mekanisme Ahwa seperti disampaikan di sejumlah media ternyata dilakukan sebelum kegiatan konferensi. “Ini kan justru menyelenggarakan kegiatan sebelum konferensi?” katanya balik bertanya. Belum lagi mekanisme AHWA tersebut ternyata justru ditawarkan oleh panitia, bukan dari peserta.?

“Yang memiliki kedaulatan tertinggi adalah para utusan dari PCNU,” katanya. “Sehingga PCNU lah yang akan menentukan model dan mekanisme konferensi, termasuk pemilihan calon rais dan ketua tanfidziyah,” lanjutnya.

Karena itu, Gus Aab berharap mekanisme ini jangan dilemparkan secara terbuka sebelum dibicarakan secara intensif dengan PCNU se Jawa Timur.?

“Selama belum dibicarakan dengan PCNU, saya lebih baik tidak berkomentar lebih jauh,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, Doa, Sejarah Siti Efi Farhati

Selasa, 16 Januari 2018

IPNU Jakbar Adakan Tryout BPUN untuk Pelajar SMA

Jakarta Barat, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang IPNU Jakarta Barat memfasilitasi siswa-siswi SMA dan sederajat dalam ujian tryout Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN). Ratusan  di SMAN 57 jalan Kedoya Raya, kelurahan Kedoya Utara kecamatan Kebon Jeruk, Jakbar, Rabu (23/4). Puluhan pelajar dari sejumlah sekolah mengikuti ujian ini.

IPNU Jakbar Adakan Tryout BPUN untuk Pelajar SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakbar Adakan Tryout BPUN untuk Pelajar SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakbar Adakan Tryout BPUN untuk Pelajar SMA

“Kegiatan ini rutin kita adakan setiap tahun,” terang Ketua PC IPNU Jakbar Nahraji Zen.

Kegiatan ini, sambung Nahraji, bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada seluruh siswa-siswi kelas 3 SMA dan sederajat untuk mempersiapkan mereka dalam mengikuti Seleksi Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Siti Efi Farhati

Tidak untuk perguruan tinggi tertentu. Tetapi, perguruan mana saja yang mereka minati, kata Nahraji.

Ujian ini diikuti pelajar kelas 3 dari sejumlah SMA. Mereka antara lain siswa-siswi SMAN 17 Jakarta, SMAN 57 Jakarta, SMK Al-Hamidiyah Jakarta, SMA Al-Kalmal Jakarta, dan beberapa sekolah lainnya.

Siti Efi Farhati

Nahraji mengucapkan terima kasih kepada walikota Jakarta Barat dan seluruh jajarannya yang telah mendukung kegiatan ini.

“Kita juga berterima kasih juga kepada Kepala Sekolah SMAN 57 yang menyediakan sekolahnya sebagai tempat tryout ini. Semoga hubungan silaturahmi antara IPNU Jakbar dan SMAN 57 terus terjalin,” pungkas Nahraji. (Yudhi Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, Amalan Siti Efi Farhati

Senin, 15 Januari 2018

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Siti Efi Farhati - Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asep Irfan Mujahid menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, (2/2). Ia berharap ke depan pendidikan di Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik.di hari pendidikan ini Pimpinan Pusat IPNU mengeluarkan empat maklumat.

"Pertama, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru yang selama ini konsisten mengawal tahapan proses pendidikan tanpa pamrih dan penuh keikhlasan," katanya.

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Kedua, Hardiknas diharapkan bukan hanya sekedar peringatan seremoni di lingkungan pemerintahan, tapi harus sepenuhnya dijadikan momentum untuk merefleksi keberhasilan target capaian pendidikan itu sendiri yang hakikatnya adalah untuk memanusiakan manusia.

Siti Efi Farhati

"Ketiga, pemerintah diharapkan segera menerapkan konsep pendidikan muaadalah yang mengakui eksistensi pesantren sebagai bagian subkultur kependidikan yang selama ini berkontribusi besar dalam pembangunan manusia Indonesia dan menjadikannya sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional," jelasnya.

Yang terakhir, imbuh Asep, PP IPNU meminta pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih luas terhadap eksistensi organisasi ekstra sekolah yang berbasis pelajar di sekolah-sekolah tingkat menengah, serta mengeluarkan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Pramuka dari instrumen penilaian akreditasi atau perangkat aturan lain yang selama ini diterapkan sehingga organisasi kepelajaran dan kepanduan pelajar di sekolah tidak hanya dimonopoli oleh kedua organisasi tersebut.

Siti Efi Farhati

Hari Pendidikan Nasional diperingati dan ditetapkan sesuai dengan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 316 tahun 1959. Adapun tanggal peringatan tersebut disematkan pada hari lahir salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang gigih dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Humor Islam, Daerah Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock