Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang

Rembang, Siti Efi Farhati. Terdapat lima tempat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang dinilai ideal sebagai lokasi melakukan rukyat hilal untuk menentukan awal bulan hijriah. Semua tempat tersebut berada di dataran tinggi beberapa kecamatan di kabupaten yang berbatasan dengan Laut Jawa itu.

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang

Kelimat tempat yang dimaksud adalah Bukit Kingkin di Desa Mbedog, Kecamatan Pamotan; Bukit Tengkeng di Desa Pomahan, Kecamatan Sulang; Pasujudan Sunan Bonang di Desa Bonang, Kecamatan Lasem; Bukit Bolo Dewo di Pasedan, Kecamatan Bulu; dan Desa Rakitan, Kecamatan Sluke.

Hal itu dikatakan Anggota Badan Hisap Rukyah (BHR) Kementerian Agama Rembang H Badrudin, Senin (23/6). Menurutnya, tempat-tempat tersebut sudah diobservasi tim BHR Rembang dan Kanwil Kemenag Jawa? Tengah.

Siti Efi Farhati

"Kami memang sudah melakukan survei tempat yang menurut kami bisa digunakan untuk melakukan rukyat," katanya.

Siti Efi Farhati

Selain itu, pihaknya juga berencana menambahkan tempat lain yang dimungkinkan cocok bagi pelaksanaan rukyat yang rutin digelar tiap akhir bulan dalam kalender hijriah.

Observasi tempat lain tersebut, lanjut Badrudin, hingga kini masih terus dilakukan. Di antara yang terbaru adalah Pasujudan Sunan Bonang. Ia mengaku tempat ini merupakan hasil rekomendasi Rais Syuriah PCNU Rembang KH Chazim Mabrur setelah pihaknya meminta saran. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri, Internasional, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Jumat, 16 Februari 2018

Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo, Rabu sore (2/7) menggelar “Diskusi dan Buka Bersama” di kantor cabang di Jalan Randupitu Gending Probolinggo, Jawa Timur.

Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi

Kegiatan yang diikuti pengurus rayon dan komisariat PMII se Probolinggo ini mengundang Pengasuh Pondok Pesantren Fathullah Sebaung Gending KH Amin Fathullah sebagai penyaji dengan tema ‘Membedah Visi Keislaman PMII’.

Ketua PMII Probolinggo Muhammad Towil menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturrahim dan silaturfikri kader PMII dengan salah satu alumni PMII, yakni KH Amin Fathullah.

Siti Efi Farhati

Disamping itu, KH Amin Fathullah yang tercatat sebagai Pengurus Cabang NU Kraksaan, menjadi alasan tersendiri. “Ini juga upaya agar PMII lebih dekat lagi dengan NU,” katanya.

KH Amin meminta, PMII untuk menjaga Islam Ahlussunnah wal jamaah ‘ala manhaj Nahdlatul Ulama. PMII lahir dari NU. Ada kesamaan nilai yang dianut. “Selama ini PBNU belum pernah menyatakan PMII bukan bagian dari ahlusunnah,” katanya.

Siti Efi Farhati

KH Amin melanjutkan, jika PMII mengadakan kegiatan, undanglah tokoh-tokoh NU setempat. “Nanti saya juga akan bilang ke pengurus cabang NU, jika mengadakan kegiatan supaya PMII juga diikutkan,” katanya.

“Dua bulan sekali lah PMII ngaji tentang Aswaja ke KH Syafrudin Syarif (Katib Syuriah PWNU Jatim, pen). 15 atau berapa orang pengurus pergi menghadap KH Syafrudin,” pesan KH Amin.

Diskusi dan Buka bersama ini diikuti sekitar 35 kader PMII delegasi pengurus rayon dan komisariat  PMII se Probolinggo. Agenda Diskusi dan Buka Bersama ini direncanakan dilaksanakan dua kali. Untuk Diskusi dan Buka Bersama kedua direncanakan pada tanggal 13 Ramadhan dengan Tema “PMII dan Civil Society”. (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri

Khortoum,Siti Efi Farhati. Nasihat paling manjur datangnya dari hati nurani sendiri. Namun, ini memang sulit dicapai karena manusia cenderung mementingkan hal-hal lain di luar dirinya.

”Pada malam hari, pada saat suasana hening, selesai sholat tahajud, kala orang orang pada lelap tidur, itulah waktu yang tepat untuk menasehati diri sendiri,” tutur Ustadz Moh Badrussalam Shof, Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Sudan saat memberikan ceramah untuk masyarakat Indonesia Sudan di ruang serbaguna KBRI Khartoum Sudan, Jum’at (1/5) lalu.

Kang Badrus, panggilan akrab Moh Badrussalam Shof, yang aktif  mengisi siraman rohani Al-Hijrah mengajak segenap jamaah pengajian untuk saling nasihat-menasihati. ”Addunu nasihah, agama itu Islam itu adalah nasihat untuk kebaikan,” kata Kang Badrus menyitir hadits Nabi MUhammad SAW.

Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri

Dikatakan, bangsa Indonesa perlu melatih diri untuk saling menasihati dengan hati nurani agar menjadi bangsa yang berwibawa di mata dunia. "Ini tidak hanya kita yang ada di Sudan, namun semua elemen bangsa Indonesia khususnya para pemimpinya," katanya.

Pengajian Al-Hijrah untuk Masyarakat Indonesia di Sudan itu dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sudan. Lembaga ini semakin diminati terbukti dengan bertambahnya anggota pengajian dari waktu ke waktu.

Siti Efi Farhati

Semula kegiatan itu diikuti hanya puluhan orang pada awal berdirinya Agustus 2006, kini pengajian begitu pesat sehingga memenuhi ruangan serbaguna KBRI Khartoum Sudan

 

Siti Efi Farhati

Pensisbud KBRI Khartoum, Bambang purwanto, menilai kegiatan itu sangat positif, seperti juga dituturkan oleh para majikan tenaga kerja di sana.

”Pengajian seperti ini harus diteruskan, walaupun begitu tetap ada yang menyalahgunakan acara pengajian untuk tempat janjian ketemu,” katanya bergurau.

 

Pada pengajian akhir pekan itu Kang Badrus didampingi Ustadz Zulham FA. Hadir juga Ketua PCI-NU Sudan HM Shohib Rifa’i.(nus/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Rembug Nasional Guru Madrasah

Malang, Siti Efi Farhati. Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Prof Dr H Nur Syam,M.Si mengakui, bahwa hingga saat ini sekolah berbasis agama atau madrasah masih kekurangan guru yang berstatus negeri. Harapan akan terpenuhinya persoalan ini dinilai sangat sulit diatasi. Pasalnya, terdapat banyak aspek yang harus dipenuhi.

Demikian disampaikan Nur Syam saat menghadiri acara pembukaan Rembug Nasional Guru Madrasah, di lapangan Rampal Kota Malang, Selasa (10/7).

Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rembug Nasional Guru Madrasah

Menurut Nur Syam, masalah pengangkatan guru madrasah masih bergantung pada kebijakan pemerintah secara umum. “Untuk merekrut guru apalagi yang berstatus PNS, pemerintah masih perlu mempertimbangkan soal ketersediaan anggaran serta formasi pegawai yang dibutuhkan,”terang mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Siti Efi Farhati

Meski demikian, pihaknya berharap di Jawa Timur bisa mendapatkan penambahan guru madrasah berstatus negeri. Sebab guru berkaitan erat dengan kualitas madrasah. Keberadaan madrasah akan diakui masyarakat ketika para pendidiknya memiliki kualitas dan profesionalitas sebagai seorang pengajar. Tentu saja yang dipertimbangkan tidak hanya peningkatan standar nasional pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan moral siswa.

Sebenarnya, kata Nur Syam, keberadaan guru yang berkualitas juga tidak akan memberikan andil maksimal terhadap hasil pendidikan di madrasah ketika tidak ditunjang program lainnya. Adapun beberapa langkah lain itu seperti pengadaan infrastruktur, program kelas percepatan atau akselerasi, serta penggunaan bahasa asing untuk kegiatan sehari-hari.

Siti Efi Farhati

Diakui Nur Syam, hingga kini keberadaan madrasah masih dipandang sebelah mata dibandingkan sekolah umum lainnya. Oleh karena itu, Nur Syam berjanji, Kementrian Agama akan mengupayakan peningkatan kualitas madrasah sehingga mampu bersaing dengan dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

Untuk itu, kata Nur Syam, pihaknya berencana meningkatkan kualitas dengan melakukan akreditasi bagi madrasah di Indonesia yang belum terakreditasi. "Dari 63 ribu lebih madrasah di Indonesia, sudah 53 persen yang terakreditasi dan dikatakan berkualitas. Sementara sisanya sebanyak 47 persen belum terakreditasi," tegasnya.

Menurutnya, akreditasi tersebut penting untuk dilakukan, dalam rangka peningkatan kualitas madrasah. "Selama ini peringkat kualitas madrasah masih dianggap kelas dua, sehingga madrasah jangan mau kalah dengan sekolah umum," ujarnya.

Meski demikian, keberadaan madrasah banyak tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, lanjut Nur Syam, di luar Jawa ada madrasah yang dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar mempergunakan tiga bahasa asing. “Ini bisa menjadi program yang inovatif sehingga mampu mengangkat madrasah bisa go internasional," kata Nur Syam bangga.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Ahlussunnah, Aswaja Siti Efi Farhati

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Semarang, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj menegaskan kembali NU ? tetap ? bersikap kritis kepada pemerintah. NU mendukung program pemerintah yang pro rakyat, namun bila melenceng tak segan mengkritiknya.

"Bila pemerintah menyerempet ? keliru, NU akan ? mengkritiknya ? dengan santun dan akhlakul karimah,” tegasnya saat membuka acara Silatnas Majelis Alumni IPNU di ? Semarang, Jum’at (22/3).

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Kang Said mengatakan ? NU bukanlah ? partai politik sehingga tidak akan menempatkan diri sebagai oposisi maupun koalisi dengan pemerintah.

Siti Efi Farhati

“saya menyampaikan kritikan atau masukan kepada SBY tapi ? tidak ? koar-koar di koran melainkan bertemu dan menyampaikan langsung,” tandasnya.

Siti Efi Farhati

Di depan alumni IPNU se-Indonesia, ? ia ? mendorong kader NU untuk selalu membangun masyarakat yang bermartabat melalui pendampingan maupun advokasi.?

“NU melakukan itu karena mereka ? butuh pendampingan maupun advokasi sehingga tidak ada lagi kesenjangan yang menyengsarakan orang,” ujar Kang Said.

Ia mengajak melakukan jihad ilmu untuk memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Sabtu, 27 Januari 2018

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta KH. Asy’ari Abta menilai, Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh istiqamah dalam memelihara posisi NU agar sesui dengan landasan dan garis perjuangannya.

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

“Kiai Sahal itu adalah seorang kiai yang sangat konsisten. Bahkan beliau tidak segan memarahi orang-orang yang melanggar khittah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya usai memimpin tahlilan pada peringatan tujuh hari wafatnya Kiai Sahal di Gedung PWNU DIY, Rabu (29/1) malam.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tanfidiyah PWNU DIY KH Zuhdi Mudlor mengatakan bahwa Kiai Sahal adalah seorang ulama besar dan panutan. Ia dinilai sebagai ulama yang sedikit bicara tapi banyak bekerja.?

Siti Efi Farhati

“Beliau itu pemimpin NU yang bisa jadi pemersatu. Dan nyatanya bisa menjaga Khittah NU secara konsisten,” pujinya kepada Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Siti Efi Farhati

Acara tahlil tujuh harinya untuk Kiai Sahal dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU DIY. KH. Asy’ari Abta mengatakan bahwa PWNU DIY sudah berniat pergi ke Pati saat mendengar kabar Kiai Sahal Wafat, tetapi karena musibah banjir yang memutus akses jalan, akhirnya niat tersebut diurungkan.

“Kami insyaallah akan tetap berencana tindakan? (pergi) ke dalemnya Kiai Sahal, entah itu nanti 40 harinya atau kapan. Semoga tidak ada halangan lagi,” tandasnya.

Acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut di hadiri oleh jajaran PWNU DIY. Usai tahlil bersama, acara kemudian dilanjutkan dengan evaluasi tentang kepengurusan PWNU DIY belakangan ini. (Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 23 Januari 2018

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Jakarta, Siti Efi Farhati. Bidang Keilmuan Ma’had Aly yang bersifat spesifik (Takhasshus) dalam mengkaji keilmuan Islam membuat lulusannya diharapkan menjadi kader-kader ulama mumpuni dalam bidang kegamaan Islam. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan bahwa lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag).

“Berdasarkan pertimbangan tertentu, kita memutuskan secara bulat bahwa gelar yang diperoleh para lulusan Ma’had Aly adalah S.Ag atau Sarjana Agama,” ujar Kepala Sub Direktorat Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, H Ahmad Zayadi, Senin (30/5) dalam rapat peresmian Ma’had Aly di Jombang.

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Zayadi menjelaskan bahwa Ma’had Aly yang merupakan perguruan tinggi yang berada di jalur Pendidikan Diniyah Formal ini sudah terbukti selama beberapa tahun telah menghasilkan para kader ulama yang menguasai berbagai litertaur kitab kuning.?

Namun, lanjutnya, baru kali ini lembaga pesantren tingkat tinggi ini mendapat pengakuan resmi oleh pemerintah. “Sehingga lulusan Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Islam dan Umum,” jelas Zayadi.

Siti Efi Farhati

Dia menegaskan bahwa Ma’had Aly tidak akan bertransformasi menjadi STAIN, IAIN, maupun UIN. Ia akan terus berkembang dan tumbuh menjadi perguruan tinggi khas pesantren dengan masing-masing spesifikasi keilmuannya masing-masing.?

“Karena kami, pemerintah telah memutuskan bahwa satu Ma’had Aly hanya boleh mengembangkan satu program studi, misal Ushul Fiqih, Hadits, dan lain-lain. Semuanya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015,” terangnya.

Dari spesifikasi tersebut, Zayadi optimis bahwa Ma’had Aly bukan hanya menjadi lembaga tinggi pesantren yang mengkaji keilmuan khusus, tetapi ia juga akan menjadi pusat kajian keilmuan Islam di Indonesia. “Misal, jika ingin belajar dan memperdalam Ushul Fiqih, silakan ke Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur, dan seterusnya,” ungkap Zayadi.?

Tahun ini, Kementerian Agama akan meresmikan 13 Ma’had Aly sekaligus pemberian SK serta izin operasional. Peresmian atau peluncuran ke-13 Ma’had Aly ini akan dilakukan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock