Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Zakat Bangkit, Umat Mandiri

Oleh Nur Rohman



Zakat menjadi instrumen terpenting dalam kemandirian umat. Mandiri dalam kesehatan, pendidikan, dan ekonomi merupakan puncak dalam kesuksesan dalam kehidupan masyarakat. Semua itu tidaka akan tercapai kalau semua komponen masyarakat tidak bersatu.

Zakat Bangkit, Umat Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Bangkit, Umat Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Bangkit, Umat Mandiri

Setidaknya ada empat pilar dalam kemandirian umat yang di jelaskan dalam Hadist Nabi Muhammad;

Pertama adalah ilmunya ulama, ilmu merupakan instrumen atau alat vital dalam kemandirian umat. Bahkan Nabi menjelaskan bahwa ilmu itu adalah hal yang paling pokok untuk menggapai kesuksesan baik di dunia maupun sukses di akhirat kelak.

Siti Efi Farhati

Ingatlah kita pada cerita Nabi Sulaiman ketika beliau disuruh memilih Allah dua perkara yaitu ilmu atau kerajaan dan kemudian beliau memilih ilmu. Dengan memilih ilmu, Nabi Sulaiman mendapatkan segala kenikmatan di dunia baik kerajaan, kekuasaan dan sebagainya. Betapa akal yang di dalam ada ilmulah yang membuat manusia menjadi mulia dibanding dengan mahluk yang lain. Bahkan Allah membedakan serta memuliakan seseorang karena ilmu yang tentunya disertai dengan ahlak yang mulia.

Siti Efi Farhati

Kedua, adalah adilnya umara atau goverment. Pemerintah yang adil akan memberikan manfaat yang? besar pada masyarakat. Selain taat kepada Allah yang didasari dengan ilmunya ulama kemakmuran itu harus didasari dengan ketaatan kepada ulil amri yang? tentu mereka yang? bersifat adil. Adil menjadi kata kunci karena adil menjadi berkah dan maslahat.

Salah satu tugas utama umara adalah menciptakan kemaslahatan bagi masyarakatnya. Bukan pemerintah yang zalim yang? tentunya akan menbuat mudarat masyarakat. Gambaran umara yang adil itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika memimpin negara Madinah. Dengan kemajemukan masyarakat di zaman itu, Nabi Muhammad tetap bersikap adil kepada semua masyarakat tak terkecuali dengan orang yahudi maupun Nasrani. Gambaran Piagam Madinah itu menunjukkan betapa Nabi Muhammad itu adalah umara yang? adil.

Ketiga, adalah kedermawanan agniya (pemilik harta). Allah SWT mengajarkan kedermawanan itu tidak kenal waktu dan keadaan. Bahkan anjuran Allah di dalam Al-Qur’an di saat lapang dan sempit kita didorong untuk infaq yang diniatkan mengabdi karena Allah. Saat sempit tidak boleh dijadikan alasan bagi seorang hamba untuk menjadi dermawan apalagi saat lapang.

Janji Allah untuk memberikan balasan kepada hambanya yang mau bersedekah itu janji yang nyata bukan janji palsu. Allah akan berkahkan harta dan jiwa siapa saja yang? mau mendermakan harta dijalan Allah. Yang? berinfaq seribu Allah akan ganti dengan sepuluh ribu.

Silakan buktikan dengan keyakinan bahwa janji Allah itu benar. Bahkan Allah memberikan gambaran bagi orang yang mau bersedekah karena ikhlas hanya karena pengabdian maka diibaratkan menanam satu biji yang? akan tumbuh menjadi tujuh tangkai dan setiap tangkai akan mempunyai seratus dahan dan bahkan janji Allah bagi yang dikehendaki balasannya akan berlipat ganda tidak bisa diukur dengan hitungan. Tentunya Konsekuensi bagi hamba Allah yang? bakhil juga jelas neraka yang? dahsyat siksanya.

Empat, adalah doanya hamba Allah yang fakir. Kaya dan miskin itu sunnatullah dalam kehidupan di dunia. Gambaran kaya dan miskin ini untuk dijadikan peringatan dalam dunia bagi yang? mau berpikir. Kaum papa menjadi penyeimbang dalam kehidupan di dunia seperti layaknya gunung sebagai penyeimbang bumi. Tujuan hidup itu bukan untuk kaya tapi kaya harus sebagai perantara seorang hamba untuk mencapai kesuksesan yang? sejati kelak hidup di akhirat. Manusia itu dicipatakan Allah hanya sebagai khalifah di bumi yang? tujuannya disuruh menghamba kepada Allah.

Penulis adalah Pembina Majelis Rajeg dan pengurus PP NU Care-Lazisnu Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, RMI NU Siti Efi Farhati

Selasa, 06 Februari 2018

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Semarang, Siti Efi Farhati

Bagaimana memahami dinamika Islam dan politisasi atas Islam akhir-akhir ini? Islam dan politisasi atas Islam, yang disebut sebagai Islamisme, perlu dimaknai sebagai refleksi dinamika sosial-politik dalam konteks relasi muslim dengan modernitas, dengan tantangan radikalisme, gerakan politik khilafah, dan bahkan terorisme.

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Hal tersebut menjadi inti diskusi dan bedah buku Islam dan Islamisme, karya intelektual muslim Bassam Tibi, yang diterbitkan Mizan (2016). Bedah buku yang diselenggarakan oleh BEM FKIT (Fakultas Keguruan dan Ilmu Tarbiyah) UIN Walisongo pada Kamis (29/9) ini, menghadirkan Dr. Haidar Bagir (Pendiri Gerakan Islam Cinta) dan Dr. Tedi Kholiluddin (aktivis PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah & Dosen UIN Walisongo Semarang), yang dimoderatori Dr. Rikza Chamami, M.Pd (Dosen UIN Walisongo).

Haidar Bagir mengajak cendekiawan muslim dan para mahasiswa yang menjadi penggerak komunitas, agar bersatu menebarkan Islam yang damai. "Selama ini, orang-orang muslim moderat cenderung diam, ketika ada kelompok kecil muslim yang keras dalam beragama. Akan tetapi, jika dibiarkan mereka akan semakin kuat. Mari kita bersama aktif untuk mengkampanyekan Islam yang menebar rahmat dan cinta kasih," terang Haidar.

Siti Efi Farhati

Haidar Bagir mencontohkan, bahwa jika dibiarkan, seperti orang baik yang tidak peduli pada kelompok preman, maka kelompok Islam garis keras akan menjadi kuat, sehingga merusak inti ajaran Islam yang sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad.

Siti Efi Farhati

Haidar juga mengungkap bahwa, fenomena Islam politik, yang disebut Bassam Tibi sebagai Islamisme, harus direspon secara jernih. Islamisme itu mendukung demokrasi, namun hanya sebagai kamuflase, hanya demokrasi kota suara, padahal sebenarnya mereka bergerak untuk menegakkan sistem khilafah, inilah yang harus diwaspadai.

"Jika kelompok Islamiyyun mementingkan gerakan politik sebagai puncak keberislaman, maka saya lebih setuju jika puncak keislaman adalah ihsan, yakni tindakan kebaikan," tegas Haidar. Ia merujuk pada pemikirannya, bahwa muslim Indonesia harus memahami rukun islam, rukun iman dan rukun ihsan.

Sementara, Tedi Kholiluddin menegaskan bahwa khilafah bukanlah solusi dari semua tantangan hidup manusia. "Tidak semua hal harus diselesaikan dengan khilafah. Hal-hal yang terkait dengan kehidupan teknis, ya harus diselesaikan dengan cara kemanusiaan," ungkap Tedi. Intinya, gerakan Islam politik sering hanya mengejar ilusi.

Di sisi lain, Tedi berkeyakinan bahwa model Islam Indonesia dapat menjadi rujukan utama Islam moderat bagi komunitas warga dunia. "Bassam Tibi sudah menyampaikan gagasan bagaiman Islam moderat ala Indonesia menjadi alternatif gagasan. Saya kira ini momentum penting, bahwa perubahan berkeislaman itu dari pinggir, yakni dari kawasan Nusantara," ungkap Tedi.

Dalam analisanya, Tedi mengkritik bahwa kelompok Islam politik membangun jalur ganda dalam memperjuangkan gagasannya, yakni dari struktur kekuasaan maupun dari jalur warga. "Kelompok Islamisme bergerak di struktur politik, dan juga merangsek dengan menggarap komunitas warga. Di kota-kota satelit Jakarta, hal ini sudah mulai marak. Misalnya, cluster-cluster pemukiman yang anggotanya hanya dari kelompok mereka," terang Tedi.

Ia berharap bahwa Islam Indonesia menjadi rujukan untuk mengenalkan konsep Islam moderat, yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat muslim dunia yang kehilangan arah. (Zulfa/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Pahlawan, RMI NU Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Pengurus harian Pimpinan Cabang Muslimat NU kota Probolinggo menggelar ta’arruf dan orientasi pengurus baru periode 2015-2020 di aula Kantor PCNU Probolinggo, Kedopok, Probolinggo, Sabtu (30/5). Pertemuan 43 pengurus baru ini diadakan untuk memaksimalkan peran dan fungsi program kerja ke depan.

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

“Ta’aruf dan orientasi pengurus baru Muslimat NU ini digelar dengan maksud perkenalan antara pengurus baru Muslimat NU dan pengurus harian PCNU Kota Probolinggo,” kata Wakil Sekretaris Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi.

Dengan silaturahmi ini, koordinasi antara pengurus NU dan Banomnya dapat membangun kesinkronan program kerja.

Siti Efi Farhati

Menurut Musyarofah, kegiatan ini digelar supaya para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo bisa memahami tugas dan perannya. Dengan demikian, setiap pengurus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

Siti Efi Farhati

“Melalui kegiatan ini para pengurus semakin jelas akan tugas dan kewajibannya. Selain itu para pengurus baru akan semakin lebih semangat lagi dan eksis di Muslimat NU Kota Probolinggo,” harapnya.

Dalam acara ini para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo mendapatkan materi pemantapan organisasi dari beberapa narasumber yang berasal dari PCNU Kota Probolinggo.

Penyampaian peran dan fungsi pengurus diisi oleh Abdul Halim. Sementara materi keorganisasian disampaikan oleh Misbahul Munir. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, Makam Siti Efi Farhati

Senin, 01 Januari 2018

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Siti Efi Farhati. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Siti Efi Farhati

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Siti Efi Farhati

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Aswaja, Jadwal Kajian, Pahlawan Siti Efi Farhati

Rabu, 27 Desember 2017

Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1)

Solo, Siti Efi Farhati. Satu syair qasidah dilantunkan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dengan penuh penghayatan, pada acara haul seorang wanita ahli al-Qur’an dari Solo, Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa di kompleks Pesantren Alqur’aniyy Solo, belum lama ini.

Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1)

Syair tersebut berisi tentang petuah-petuah yang pernah ditulis oleh Nyai Hj Maryam, semasa hidupnya. Menurut salah satu santri Pesantren Alqur’aniyy, Andy Alfan Qodri, syair tersebut biasa dilantunkan para santri dalam berbagai kegiatan.

“Syair tersebut ditulis Nyai Hj Maryam dalam tulisan berhuruf Arab pegon. Kemudian salah satu santri, ada yang menulis kembali ke dalam huruf latin. Sholawat ini menjadi tambah populer, karena Habib Syech juga sering membacanya dalam beberapa majelis,” ujarnya saat ditemui Siti Efi Farhati, Senin (23/2).

Siti Efi Farhati

Berikut isi syairnya:

Siti Efi Farhati

Ilaahi lastu lil Firdausi ahlan # wa la aqwa ‘ala naril jahimi

Fahabli taubatan waghfir dzunubi # fainnaka ghofiru dzanbil ‘adhimi

Duh yaa Robbi kulo nyuwun diparingi # Lesan kathah nderes Qur’an ingkang suci

(Ya Robbi, mohon hamba dianugerahi # lisan untuk banyak membaca Al-Qur’an yang suci)

?

Lan sageto kulo nderek dawuh Qur’an # Pejah kulo nyuwun Islam sarto Iman

(Izinkan hamba mengikuti perintah-Mu dalam al-Qur’an # matikan hamba dalam islam dan iman)

Duh yaa Robbi kulo nyuwun remen nderes # Qur’an kelawan lahir batin ingkang leres

(Ya Robbi, mohon hamba diberi rasa cinta untuk mengaji # al-Qur’an dengan lahir batin yang baik)

Qur’an iku panutane wong muslimin # Wal muslimat wal mu’minat wal mu’minin

(Al-Qur’an itu panutan bagi muslimin # muslimat, mu’minat dan mu’minin)

Moco Qur’an agung banget paedahe # Namung kudu netepi toto kramane

(Membaca al-Qur’an amat besar manfaatnya # namun mesti menjaga adabnya)

Mergo akeh wong kang moco Qur’an tompo # Ing bebendu sebab ora toto kromo

(Sebab banyak orang membaca al-Qur’an # menerima azab sebab tanpa adab dan kesopanan)

Wus tumindak zaman kuno lan saiki # Moco Qur’an kito kudu ngati-ati

(Sudah terjadi sejak zaman dahulu hingga sekarang # membaca al-Qur’an mesti hati-hati)

Nggepok Qur’an ora keno tanpo wudlu # Mulo siro ojo podho grusa grusu

(Memegang al-Qur’an mesti dalam keadaan wudhu # makanya jangan terburu-buru)

Moco Qur’an kudu nanggo toto kromo # Ora keno sak penak’e lan sembrono

(Mesti memakai adab dalam membaca al-Qur’an # tidak boleh seenaknya dan sembarangan)

Biso ugo moco Qur’an nggo sembrono # Dadi jalarane kufur kapitunan

(Membaca al-Qur’an dengan sembarangan # menjadi sebab dapat kerugian)

Yen pinuju ono uwong moco Qur’an # Kito kudu ngrungokake kang temenan

(Jika ada orang yang membaca al-Qur’an # kita wajib sungguh-sungguh untuk mendengarkan)

Yen ngrungokake mesti oleh ganjaran # Nyepelekke mesti tompo ing pasiksan

(Siapa yang mendengarkan mendapat pahala # yang meremehkan mendapat siksa)

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Foto: Makam Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kiai, Pahlawan, AlaNu Siti Efi Farhati

Rabu, 13 Desember 2017

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menginisiasi dakwh kreatif, melalui pembelajaran internet pada anakmuda khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

"Dakwah kreatif lewat internet. Kami belajar menulis, belajar seluk beluk internet. Internet kini sudah masuk ke saku anak-anak muda. Bahaya kalau mereka tidak bisa mengambil manfaat, jadi konsumen saja," jelas Fikry Syamsie kepada Siti Efi Farhati siang tadi (6/11).

Fikry mengaku, awalnya rekan-rekan IPNU ragu dengan mewujudkan program dakwah kreatif, tapi karena terus didesak keadaan, maka dilaksanakan juga. PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya menggalang sepulah aktivis IPNU untuk menyiapkan peluncuran program tersebut.?

Siti Efi Farhati

Berbekal semangat dan cita-cita, peluncuran program Dakwah Kreatif digelar, di Pondok Pesantren Manarul Hikam, Kampung Tampiaan Ciseda Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, 14 Oktober 2012. 150 orang dari 24 pesantren menghadiri peluncuran acara tersebut. Para peserta rata-rata berumur 15-22 tahun. Sebagian mereka anggota IPNU atau IPPNU, santri pesantren dan sebagian sekolah umum. Yang bersarung, bercelana, yang pakai kerudung berkumpul, tekun duduk dari pukul delapan hingga lima sore, menerima materi dan indormasi. Mereka betah duduk lesehan di ubin, memandangi layar kecil dibentangkang di aula pesantren.?

Siti Efi Farhati

“Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang pertama kali buat saya, meskipun tadinya saya kira ini adalah acara yang klasik, tapi setelah saya diam beberapa saat banyak ilmu yang saya dapat terutama dalam bidang teknologi,”

Sementara itu, KH Chobir ketua RMI Jawa Barat, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan pada peserta bahwa yang paling penting adalah bagaimana kita memilih teknologi yang mana yang menguntungkan bagi kita.?

"Kuncinya adalah mencari dan belajar dan terus belajar karena orang yang berilmu tidak pernah berhenti untuk belajar, karena semakin ilmu itu digali semakin kita tidak tahu, jadi filosofinya ilmu itu adalah rendah hati. Nabi Muhammad SAW bersabda orang yang pintar dan banyak ilmunya dan dia merasa pintar maka dia itulah yang termasuk orang bodoh," jelas Kiai Chobir yang juga salah satu pengasuh Pesantren Cipasung.?

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kab. Tasikmalaya Fahmi Siddiq mengatakan, sebetulnya acara tersebut bermula dari obrolan ringan di antara rekan-rekan IPNU dan para santri. "Kita sering para santri dan anak-anak remaja ngobrol tentang status di facebook, tapi kita lebih banyak main-main saja. Eman-eman kalau tidak ditemani. Sebetulnya kata kuncinya yang menemani, dakwah terlalu berat, meski akhirnya kita pakai juga. Semoga kami belum terlambat," paparnya.

Program IPNU tersebut didukung oleh Pengurus Cabang NU Kab. Tasikmalaya, Pikiran Rakyat, dan pesantren. "Kami Senang semua mendukung. Tapi kami juga deg-degan, cemas dengan sikap konsistensi rekan-rekan," ujar Fikry Syamsie.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Pelajar NU Kota Surabaya Ikut Pantau Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)

Jakarta, Siti Efi Farhati - Pelajar NU Kota Surabaya melihat beberapa kegagalan dari sejumlah target program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Mereka memandang program ini tidak terlaksana dengan baik.

Menurut Wakil Ketua IPNU Kota Surabaya M Najih Arromadloni, sebagai negara yang berpartisipasi aktif dalam dunia Internasional, Indonesia memang berkomitmen untuk mencapai target pembangunan internasional sebagai salah satu jalan untuk juga memajukan kesejahteraan masyarakat.

Pelajar NU Kota Surabaya Ikut Pantau Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kota Surabaya Ikut Pantau Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kota Surabaya Ikut Pantau Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)

Namun, kata Najih, pada pencapaian target pembangunan millenia (MDGs) sebelumnya di tahun 2000-2015 Indonesia tidak berhasil mencapai 4 target dari 8 target yang ditentukan. Kurangnya partisipasi publik adalah salah satu hal krusial yang pemerintah Indonesia evaluasi untuk lebih ditingkatkan lagi

Siti Efi Farhati

“Saat ini tujuan pembangunan dunia untuk 15 tahun ke depan telah berganti dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDG’s). Pastinya, untuk kali ini pemerintah melalui Bappenas bertekad untuk mengutamakan keterlibatan publik dalam pencapain SDGs,” kata Najih pada sarasehan bertema Generasi Muda Surabaya Mengenal Sustainable Development Goals (SDG’s), Senin (14/3).

Siti Efi Farhati

Pada forum yang dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua PCNU Kota Surabaya Dr Muhibbin Zuhri, dan Dosen Universitas Jember Dr Tri Candra, Najih percaya bahwa untuk SDGs kali ini perlu juga ada usaha lebih dari unsur nonpemerintah untuk berinisiatif membawa Indonesia mencapai target SDGs.

“Karena itu sarasehan ini digelar dengan target agar rekan-rekanita IPNU-IPPNU terlibat aktif dan kritis dalam mengawal pembangunan berkelanjutan.”

Sementara Tri Candra melihat adanya salah satu point dalam SDG’s yang hanya akan menguntungkan kalangan atas, yaitu pembangunan infrastruktur. Ia mengingatkan bahwa dalam meratifikasi SDG’s hendaknya dipersiapkan adanya perubahan sosial baik dalam bentuk horisontal maupun vertikal (industri).

Ketua IPNU Kota Surabaya Agus Setiawan mengingatkan bahwa perjuangan generasi muda NU harus kontekstual sebagaimana Hadlratusyaikh KH Hasyim yang di masa lalu memprioritaskan kemerdekaan, sebelum berpikir pembangunan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, Makam Siti Efi Farhati

Jumat, 08 Desember 2017

KH Muslih Abdurrahman Mranggen

Bagi kaum thariqah di Indonesia, khususnya pengikut Thariqah Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN), nama KH Muslih Abdurrahman Mranggen tentu sudah sangat masyhur. Keberadaannya sebagai salah seorang mursyid TQN, yang sekaligus aktif dalam mengembangkan dan membesarkan Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyah (Jatman) hingga akhir hayat pada tahun 1981, membuat muridnya menyebut Kiai Muslih sebagai Abul Masyayekh dan Syeikhul Mursyidin.

Tak hanya itu, Kiai Muslih berjasa pula dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang, baik sebagai anggota laskar Hizbullah yang berlatih kemiliteran bersama Syeikh KH Abdulloh Abbas Buntet Cirebon dalam satu regu di Bekasi Jawa Barat, maupun ketika bergabung dengan komando pasukan Sabilillah yang beranggotakan para kiai/ulama di wilayah Demak selatan atau front Semarang wilayah Tenggara.

Kiai Muslih dilahirkan di Suburan Mranggen Demak, pada tahun 1908, dari pasangan Syekh KH Muslih bin Syeikh KH Abdurrohman dan Hj. Shofiyyah. Dari jalur ayah, silsilah kiai Muslih sampai kepada Syeikh Al-Jali atau Syeikh Al-Khowaji yang berasal dari Baghdad keturunan Sayyidina Abbas r.a, paman Nabi Muhammad saw. Sedangkan ibunya masih keturunan dari Sunan Ampel.

Sejak kecil Muslih sudah gemar ngaji. Tercatat, ia pernah berguru mulai dari ayahnya, Syekh KHAbdurrahman bin Qosidil Haq, hingga kepada para Masyayikh yang ada di Haromain, diantaranya Syeikh Yasin Al-Fadani Al- Makky. Kiai Muslih juga pernah menimba ilmu kepada Syeikh KH Ibrohim Yahya (Mranggen); KH Zuber, Syeikh Imam, Syeikh Imam, dan KH Maksum (Rembang); dan Syeikh Abdul Latif Al- Bantani. Selain itu, Kiai Muslih juga pernah belajar di Pesantren Termas Pacitan.

KH Muslih Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muslih Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muslih Abdurrahman Mranggen

Dari hasil pendidikannya tersebut Kiai Muslih mendapatkan banyak ilmu seperti ilmu kalam Bahasa Arab, tauhid, fiqh, tafsir, hadist, Ilmu Tasawwuf dan berbagai ilmu lainnya.

Membesarkan Pesantren Futuhiyyah

Pondok Pesantren Futuhiyyah yang diasuh ayahnya mengalami rehabilitasi pada tahun 1927 M. Saat itu sudah ada puluhan santri yang ikut ngaji, namun aktifitas Madrasah tersebut menjadi terhenti, setelah diminta oleh NU cabang Mranggen. 

Siti Efi Farhati

Selang beberapa waktu, Syekh KH Muslih berusaha mendirikan kembali Madrasah Diniyyah Awaliyyah Futuhiyyah di komplek Pesantren Futuhiyyah. Kali ini ia mengambil sikap, jika NU ingin mengelola Madrasah lagi supaya mendirikan sendiri. Keputusan tersebut  diambil karena, dua kali Futuhiyyah mendirikan Madrasah, yakni pada tahun 1927 dan 1929 M, dua kali pula diminta oleh NU Cabang Mranggen dengan cara Bedol Madrasah, yakni murid dan gurunya dipindah tempat, yang kemudian dikelola oleh NU Cabang Mranggen. Hal tersebut menjadikan aktivitas di Futuhiyyah menjadi sedikit terkendala.

Siti Efi Farhati

Setelah madrasah baru yang didirikan oleh Kiai Muslih berjalan lancar, satu tahun kemudian beliau kembali mondok ke Termas dan pengelolaan madrasah diserahkan kepada adiknya, KH Murodi, yang baru pulang mondok dari Lasem. NU Cabang Mranggen, akhirnya juga dapat mendirikan sendiri Madrasah Diniyyah Awaliyyah dan dapat bertahan hingga sekarang, di Kauman Mranggen, yang dikenal kemudian dengan nama Madrasah Ishlahiyyah.

Kiai Muslih saat datang di Termas, langsung diminta oleh KH Ali Maksum (Krapyak Yogya), selaku kepala Madrasah di Termas saat itu, untuk mengajar kelas Alfiyyah. Semula Kiai Muslih menolak, dengan alasan belum mampu mengajar Alfiyyah. Namun setelah dibujuk gurunya, dia pun bersedia. Di Termas pula, Kiai Muslih belajar bagaimana cara mengajar yang baik dan bagaimana menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sistem klasikal (madrasah).

Dengan berbekal Ilmu yang lebih luas dan pengalaman selama menjadi guru madrasah Tsanawiyyah di Termas itulah, pada tahun 1935 M Kiai Muslih pulang dan bermukim kembali di Suburan Mranggen. Dengan tekad untuk mengembangkan Pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen. Pada tahun 1936 M berdirilah Madrasah Ibtida’iyyah. Madarasah tersebut terus berkembang dan bertahan sampai sekarang.

Ada hal yang menarik pada saat proses penerimaan siswa baru. Pada saat itu meskipun belum ada radio, tidak ada stensil, tidak ada pula mesin tulis apalagi fotocopy, namun info tentang madrasah di Mranggen berkembang luas. Banyak sekali calon santri, baik yang berasal dari desa-desa wilayah kecamatan Mranggen dan sekitarnya hingga Gubug-Purwodadi, berdatangan. Hal ini terjadi karena tersiarnya berita bahwa di pondok Suburan Mranggen telah muncul seorang tokoh kiai yang alim, siapa lagi kalau bukan Kiai Muslih Abdurrahman. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian, Pahlawan, Olahraga Siti Efi Farhati

Kamis, 07 Desember 2017

Radio NU Online Siaran Berita Perdana

Jakarta, Siti Efi Farhati

Radio Siti Efi Farhati yang beralamat di radio.nu.or.id terus berbenah dan berupaya meningkatkan kualitas siarannya. Usai menyediakan sejumlah rubrikasi yang kian memanjakan pendengar, kini radio berbasis internet ini mulai siaran berita.

Radio NU Online Siaran Berita Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio NU Online Siaran Berita Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio NU Online Siaran Berita Perdana

Siaran perdana bertajuk ”Warta Malam Nahdlatul Ulama” tersebut dimulai hari ini, Selasa (24/4), pukul 19.30 WIB, dari studio Siti Efi Farhati, gedung PBNU, Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Berita seputar NU dan lainnya akan dibacakan presenter Puti Hasni.

”Respon positif dari pendengar setia memang harus dijawab dengan peningkatan mutu. Kami merasa, selain pengajian dan hiburan, Radio Siti Efi Farhati akan lebih bermanfaat jika menyediakan pula kabar-kabar dalam bentuk suara,” kata manajer program, Mustiko Dwipoyono

Mustiko mengatakan, program siaran berita akan berlangsung rutin dalam satu minggu kecuali hari Sabtu dan Ahad. Sebagai usaha perbaikan kualitas, pihaknya akan melengkapi berbagai fasilitas dan tampilan Radio Siti Efi Farhati.

Siti Efi Farhati

Seperti diwartakan, sejak awal 2013 lalu Radio Siti Efi Farhati melengkapi tampilannya dengan sejumlah rubrik yang membantu pendengar untuk melihat program yang akan disiarkan. Kolom khusus juga dibuat guna memfasilitasi para pengunjung situs yang ingin mengunduh berbagai rekaman pengajian, video, gambar, musik, dan data lainnya.

”Kami mengajak seluruh pendengar untuk turut mendukung radio streaming ini. Saran dan kritik sangat dibutuhkan untuk kemajuan media kita bersama,”pungkasnya.

 

Siti Efi Farhati

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Makam, Fragmen, Pahlawan Siti Efi Farhati

Selasa, 05 Desember 2017

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Brebes, Siti Efi Farhati. Dorongan untuk berbelanja menjelang hari raya Idul Fithri semakin menguat. Pengendalian diri di saat seperti ini kian penting. Karenanya, pembelanjaan mesti direncanakan secara cermat. Kebutuhan yang bersifat prioritas mesti menjadi perhatian utama.

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Demikian dikatakan Ketua Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah kepada Siti Efi Farhati di Kantor Muslimat NU Brebes jalan Kiai Kholid Barat, Pasarbatang Brebes, Rabu (16/7).

Nurhalimah berpesan agar warga tidak perlu memaksakan diri untuk berbelanja secara berlebihan. Warga perlu menunda keinginan belanja barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokok. Perencanaan belanja yang tidak cermat mengakibatkan besaran pengeluaran membengkak.

Siti Efi Farhati

“Berusahalah untuk hemat belanja. Jangan keburu nafsu,” saran Nurhalimah.

Siti Efi Farhati

Tanpa kendali, pembelanjaan bisa mengesankan foya-foya. Penyajian hidangan oleh kalangan ibu rumah tangga tidak harus dengan makanan mahal tetapi cukup yang bergizi. Demikian juga dengan penyediaan pakaian. Cukup dinilai dari kelayakan, bukan bandrolnya, kata Nurhalimah. Ia menempatkan ibu rumah tangga dalam hal ini memegang peran kunci.

“Hadapilah Ramadhan dan Idul Fithri dengan hemat sesuai dengan kondisi kemampuan keluarga,” sarannya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Pahlawan, Warta Siti Efi Farhati

Kamis, 30 November 2017

Walikota dari PKS "Masuk" NU

Jakarta, Siti Efi Farhati

Mantan Menteri Kehutanan Republik Indonesia ke-6 Nur Mahmudi Ismail, politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sukses diusung oleh partainya sebagai Walikota Depok periode 2006-2011 kini Mulai mendekati mendekati warga Nahdliyin. Pria kelahiran Kediri, 11 November 1961 ini banyak mengunjungi pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh warga NU.



Walikota dari PKS Masuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota dari PKS Masuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota dari PKS "Masuk" NU

Salah satunya adalah pengajian umum yang diselenggarakan di Masjid Al-Munawwaroh Kompleks Pesantren Ciganjur, Jl. Warung Silah No. 10 Jakarta Selatan. Nur Mahmudi Ismail hadir dan diperkenalkan diri sebagai Walikota Depok, meskipun Ciganjur bukan termasuk wilayah Kota Depok. "Mungkin dia ingin masuk lagi ke NU," celetuk salah seorang peserta pengajian kepada Siti Efi Farhati saat Nur Mahmudi sedang memberikan semacam testimoni.

Dalam penyataannya, Nur Mahmudi menjelaskan bahwa, sebagai pemimpin seorang Muslim harus memiliki jiwa amanah, agar masyarakat yang dipimpin dapat merasa tenteram dan tidak terancam. Seorang pemimpin juga harus menunjukkan karakter kuat untuk melindungi seluruh rakyatnya.

Siti Efi Farhati

Pengajian umum yang dihadirinya kali ini, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Nahdliyin, di antaranya adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi, KH Lukman Hakim selaku perwakilan Pengasuh Pesantren Ciganjur yang juga pemimpin umum Majalah Sufi, KH Zainuddin MZ selaku pembicara dan Zanuba "Yenny" Arifah Chafsoh, puteri KH Abdurrahman Wahid Pengasuh Pesantren Ciganjur. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, Pahlawan, Ulama Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Minggu, 26 November 2017

Habib Syech Imbau Anak Muda NU Tidak Abaikan Ngaji

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang sering disapa Habib Syech memotivasi anak-anak muda Nahdlatul Ulama (NU) agar belajar agama. Habib Syech memandang aktivitas belajar agama selain aktivitas mulia juga dapat menjauhkan dari kegiatan negatif.

Demikian penilaian anggota Banser Kulon Progo Nur Hadi terhadap kegiatan sholawat yang dihadiri Habib Syech di pesantren Krapyak, Kamis (13/8) malam.

Habib Syech Imbau Anak Muda NU Tidak Abaikan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Imbau Anak Muda NU Tidak Abaikan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Imbau Anak Muda NU Tidak Abaikan Ngaji

"Kegiatan ini baik untuk meningkatkan gema sholawat. Anak-anak muda akan termotivasi belajar agama. Kegiatan seperti ini juga menjaga remaja dari pergaulan bebas," ujar Nur Hadi.

Siti Efi Farhati

Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan Ke-70 RI serta memperingati Haul Ke-26 al-maghfurlah KH Ali Maksum. Sebanyak 500 Banser dari Sleman dan Kulonprogro berpartisipasi mengamankan kegiatan tersebut.

Siti Efi Farhati

"Kami berangkat dari Kulon Progo pukul 19.00 WIB, sampai di Krapyak kurang lebih pukul 20.00 WIB," kata Nur Hadi lagi.

Habib Syech melantukan sejumlah lagu, antara lain Syair Nahdlatul Ulama. Lantunan suara Habib Syech disambut koor ribuan jamaah yang memenuhi lapangan dan jalan-jalan di sekitar pesantren Krapyak. Sebagian dari mereka terlihat mengibarkan puluhan bendera merah putih dan bendera NU.

Kehadiran Habib Syech tidak saja mengundang warga NU. Puluhan pedagang aksesoris muslim seperti tasbih, peci, mukena, sajadah, kaos NU juga terlihat meramaikan jalan-jalan menuju lokasi kegiatan.

"Dalam hukum ekonomi, tempat berkumpulnya manusia adalah pasar. Kegiatan-kegiatan semacam ini semestinya memotivasi warga NU untuk juga berkegiatan ekonomi," ujar Syahdani, warga NU Yogyakarta. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, RMI NU, Makam Siti Efi Farhati

Senin, 20 November 2017

LSN Region 1 Jawa Tengah Digelar di Tiga Tempat

Semarang, Siti Efi Farhati. Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jateng 2017 kembali digelar. Kali ini digelar di tiga titik penyelenggaraan, yakni Kendal, Jepara dan Blora.?

LSN Region 1 Jawa Tengah Digelar di Tiga Tempat (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN Region 1 Jawa Tengah Digelar di Tiga Tempat (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN Region 1 Jawa Tengah Digelar di Tiga Tempat

Menurut Koordinator Region 1 Jateng, Fahsin MF, Region 1 Jateng terdiri dari Kabupaten Kendal, Kota/Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak, Jepara, Kudus, Grobogan, Pati, Blora Rembang. Pendaftaran sudah dimulai sejak 25 Juli lalu hingga 25 Agustus 2017 nanti.?

"Untuk liganya kick off 3 September, tahun ini kami targetka 32 peserta dari Pondok Pesantren di bawah Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMI-NU). Sekarang ini sudah 50 persen yang daftar masih ada rentang dua pekan untuk pondok pesantren yang akan ikut mendaftar," kata Fahsin yang juga pengasuk Pondok Pesantren Kiai Gading Demak, Rabu (2/8).

Dikatakannya, ajang bergengsi Liga Santri Nusantara ini bagian dari pembinaan usia muda. Pesantren memiliki potensi besar dalam bidang sepakbola, namun masih belum dioptimalkan pembinaanya.?

Siti Efi Farhati

"Dengan adanya liga santri ini diharapkan banyak para santri yang berbakat dibidang olahraga memiliki kesempatan menjadi bagian dari Tim Nasional Garuda Muda," tambahya.?

Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region 1 Jateng, Sholahuddin mengatakan, persyaratan pemain untuk liga kali ini kelahiran tahun 2000 atau setelahnya. Satu tim terdiri dari satu pondok pesantren atau gabungan beberapa pesantren dalam satu daerah.?

"Untuk menjelaskan bahwa pemain itu berasal dari santri harus mendapatkan rekomendasi dari RMI NU setempat. Kalau tidak ada kepengurusan RMI maka bisa menggunakan rekomendasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama setempat," ujarnya.?

Liga Santri Nusantara memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, menurutnya tahun ini pendaftaran sudah semakin canggih menggunakan sistem online. Panitia penyelenggara bekerja sama dengan eyesoccer.id untuk melakukan pendaftaran online.?

"Keuntungannya pemain yang sudah dientri namanya ke sistem eyesoccer.id nanti secara automatis menjadi databased pemain muda yang juga nantinya bisa diakses oleh PSSI dan Badan Tim Nasional. Besar kemungkinan jika ada pemain dari liga santri yang bagus dan sesuai yang dicari dalam formasi Timnas maka bisa dipanggil ikut seleksi," tandasnya.?

Siti Efi Farhati

Kesekretariatan Liga Santri Nusantara Regional 1 Jateng, lanjut dia, di Kantor PW RMI NU Jateng, Jl Prof Hamka Perum BPI NO 6 Ngalian Semarang. Sedangkan untuk pendaftaran bisa menghubungi nomer 085726592224. (Sholahuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Olahraga, Pahlawan Siti Efi Farhati

Sabtu, 18 November 2017

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Merauke, Siti Efi Farhati. Sekitar lima ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) mengahadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kab Merauke di Kampung Rawasari Distrik Malind sekitar 100 KM dari kota Merauke.

Tabligh Akbar pada Ahad (9/12) lalu diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1434 H. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kab. Merauke Sunarjo, sekaligus memberikan sambutan atas nama pemerintah daerah.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Ketua PCNU Kab. Merauke menyampaikan sambutan awalnya dengan mengajak warga Nahdiyyin untuk terus menjaga persatuan dan Kesatuan dan senantiasa untuk berkarya dan  berfikir positif dalm membangun Kab. Merauke.

Siti Efi Farhati

Tampil memberikan Taushiyah KH Muhammad Imam Syairozi dari Lamongan Jawa Timur.

Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan sebanyak 150 paket kepada anak yatim piatu.

Siti Efi Farhati

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: H Syamsuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 07 November 2017

Menengok Sejumlah Program Kreatif IPPNU DKI Jakarta

Jakarta, Siti Efi Farhati. Suasana Kantor PWNU DKI Jakarta di Utan Kayu, Sabtu (26/11) lalu tampak hangat dan ceria. Ratusan pelajar dari berbagai sekolah dan pesantren di DKI Jakarta sengaja mendatangi kantor tersebut, untuk mengikuti launching program “Pelajar Mandiri Membangun Negeri”, sebuah program yang digerakkan oleh Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) DKI Jakarta.

Menengok Sejumlah Program Kreatif IPPNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Sejumlah Program Kreatif IPPNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Sejumlah Program Kreatif IPPNU DKI Jakarta

Ketua PW IPPNU DKI Jakarta, Nur Hamidah Wahid menyampaikan kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan informasi secara detail kepada para kader tentang program-program utama PW IPPNU DKI Jakarta.?

"Sudah saatnya pelajar negeri ini mandiri.Dan untuk bisa menjadi mandiri, harus menjadi kreatif dan inovatif," tutur Hamidah.

Sejumlah program utama diluncurkan PW IPPNU DKI Jakarta diantaranya "Tokopejia" (Toko Online Pelajar Indonesia), perekrutan calon tenaga pengajar bimbingan belajar dan les privat "Pelajar Bintang 9", dan "Mencetak 1000 Pelajar Enterpreneur".

Siti Efi Farhati

“Mencetak 1000 Pelajar Entreprenuer”memaparkan Training of Trainer (TOT) tentang ilmu terapan komputer pada barang bekas menjadi barang jadi. Lulusan program ini akan bergabung dalam komunitas Wirausaha Pelajar Nusantara (WPN)yang akan menjadi instruktur di sekolah-sekolah.?

Program WPN direncanakan akan disinergikan dengan Dinas Olahraga se-Indonesia dan dinas-dinas terkait terutama yang yang mendukung penerapan industri kreatif.

Acara menghadirkan empat orangnarasumber. Narasumber pertama Ketua PW IPPNU DKI Jakarta Nur Hamidah Wahid yang menyampaikan pengenalan "Tokopejia", ? les bimbel dan privat "Pelajar Bintang 9".?

Siti Efi Farhati

Selain itu Hamidah juga melaporkan beberapa program yang telah sukses dilaksanakan, seperti pengadaan konsultan pada event Idul Qurban 2016 yang bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap.

Narasumber kedua, Siti Syarifa Amini, menyampaikan program pengkaderan PW IPPNU DKI, seperti Deklarasi Komisariat Raya, Latihan Kader Muda (Lakmud), dan Latihan Kader Utama (Lakut).

Narasumber ketiga, Indri Indriana menyampaikan tentang pelatihan merajut untuk menghasilkan produk-produk fashion kreatif seperti sepatu, bunga, dan tas.?

Narasumber keempat Friyadi Maulana.Enterpreneur muda ? pemenang Pemuda Pelopor DKI Jakarta dan mantan Ketua PC IPNU Jakarta Pusat periode 2012-2014 ini, menyampaikan program WPN yang alumninya akan diterjunkan sbagai instruktur-instruktur produk kreatif ke sekolah-sekolah di DKI Jakarta, dan akan meluas ke sekolah di daerah-daerah se-Indonesia. Selain itu, Sekjen PWNU DKI Jakarta Muallif turut hadir dan berkesempatan membuka acara. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Pahlawan Siti Efi Farhati

Jumat, 03 November 2017

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah

Jembrana, Siti Efi Farhati. Suasana meriah mewarnai prosesi wisuda TPQ Pondok Pesantren Miftahul Hikmah, Cupel, Negara, Jembrana, Bali, Rabu (11/7) malam. Bersamaan dengan peringatan hari jadi pesantren ke-54, acara puncak ini dipadati aneka penampilan para santri.

Dengan iringan musik hadrah, puluhan santri usia tujuh tahunan berlenggak-lenggok di atas panggung melantunkan shalawat, qashidah, dan lagu-lagu khas komunitas Islam tradisional. Sorak-sorai ratusan pengunjung meningkat saat pengumuman pemenang lomba yang diselenggarakan empat hari sebelum acara puncak.

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah

Pesantren asuhan Mustasyar PCNU Jembrana KH Muhammad Yasin ini melombakan beragam ketrampilan, seperti lomba baca dan terjemah Kitab Melayu, Tartil Al-Qur’an, cerdas cermat, azan, praktik shalat, hafalan doa harian, dan menulis Arab. Perlombaan diikuti seluruh santri TPQ dan Madrasah Diniyah menurut ketentuan kelas dan materi lomba yang ada.

Sebelum prosesi wisuda dan pengajian umum dimulai, para santri juga menampilkan kebolehan lain menghafal Juz ‘Amma dan seni baca Al-Qur’an di atas panggung. Datuk Yasin, demikian sang pengasuh biasa dipanggil, mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an.

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Ia menyadari, pesantren rintisannya dalam berbagai segi tidak sebagaimana umumnya pesantren di Tanah Jawa. Populasi penganut Hindu yang mayoritas di Pulau Dewata cukup mempengaruhi jumlah santri dan tenaga pengajar yang dibutuhkan. 

Namun demikian, dengan modal kekuatan yang ada, pesantren di pesisir selatan ini terus berusaha menerapkan kurikulum kitab kuning yang sulit didapatkan di lembaga pendidikan Bali.

“Pesantren ini tujuannya menciptakan bibit unggul yang dapat dikembangkan lagi di luar secara maksimal. Di daerah ini susah mendapatkan pendidikan ala pesantren,” katanya kepada Siti Efi Farhati

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, Lomba, Tokoh Siti Efi Farhati

Minggu, 29 Oktober 2017

Kemeriahaan Nobar Timnas di RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Siti Efi Farhati. Puluhan warga yang tengah menunggu saudaranya yang sakit, asyik nonton bersama di parkiran Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dengan videotron. Bahkan, sejumlah anak-anak pun memberikan dukungan kepada Timnas dengan membawa famlet dan terompet seperti di dalam stadion.?

Kemeriahan ajang piala AFF antara Indonesia vs Vietnam dengan hasil akhir 2-2 sangat dirasakan oleh keluarga pasien RSI Siti Hajar Sidoarjo.?

Kemeriahaan Nobar Timnas di RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahaan Nobar Timnas di RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahaan Nobar Timnas di RSI Siti Hajar Sidoarjo

Nonton bareng yang disiapkan pihak Rumah Sakit ini, para keluarga pasien dapat menyaksikan pertandingan semi final antara Indonesia vs Vietnam dilayar videotron yang terdapat di parkiran Rumah Sakit.

Warga sekitar dan keluarga pasien mengaku terhibur dengan adanya nobar ini, meski berada dilahan parker. Nobar inipun bisa menjadi hiburan ditengah kesedihan karena keluarga mereka tengah dirawat. Mrekapun tetap mengharapkan, tim Garuda jaya dan mampu menyabet juara AFF 2016.?

Siti Efi Farhati

Koordinator nobar, Riza Ahmadi, mengatakan bahwa acara nobar ini sengaja digelar untuk menghibur para keluarga pasien yang tengah menunggu keluarga mereka. Selain itu, sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Timnas agar mampu berkiprah dikancah internaisonal.

"Semoga dengan adanya nobar ini, keluarga pasien dan warga sekitar Rumah Sakit bisa terhibur dan bisa menyaksikan pertandingan meski berada di Rumah Sakit. Nobar ini sekaligus sebagai silaturahim," kara Riza, Rabu (7/12).

Sementara itu, hasil dari laga semi final piala AFF 2016 antara Indoensia vs Vietnam berakhir dengan skor 2-2. Dengan skor ini, Indonesia lolos ke babak final dengan kemenangan agregat 4-3 atas Vietnam. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Pahlawan Siti Efi Farhati

Rabu, 18 Oktober 2017

Pelajar NU Boyolali Siapkan "Goes to Pesantren dan Sekolah"

Boyolali, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Boyolali masa khidmat 2014-2017 tengah mempersiapkan program selama empat tahun ke depan.

Pelajar NU Boyolali Siapkan Goes to Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Boyolali Siapkan Goes to Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Boyolali Siapkan "Goes to Pesantren dan Sekolah"

“IPNU dan IPPNU Kabupaten Boyolali yang dipimpin duet baru Fathur Rohman dan Naja Nusaibah memiliki misi untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan para pelajar (siswa dan santri),” terang Ketua Bidang Organisasi IPNU Boyolali, Andy Wibowo, kepada Siti Efi Farhati, Sabtu (20/12).

Ia menambahkan, kepengurusan baru juga akan berusaha mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah yang terkait dengan pembinaan dan pemberdayaan pada pelajar tersebut.

Siti Efi Farhati

Untuk itu, lanjutnya, IPNU-IPPNU akan membuat beberapa program antara lain “IPNU-IPPNU Goes to Pesantren dan Sekolah LP Maarif NU”.

Siti Efi Farhati

“Kita juga akan mengoptimalkan di lembaga pendidikan milik NU, sembari memperluas jaringan ke sekolah lain,” imbuhnya.

Andy menambahkan, pada pekan lalu pihaknya juga mengadakan Rakercab dengan tema “Revitalisasi Peran Strategis IPNU-IPPNU dalam Mengawal Nilai-Nilai Kebangsaan Bernapas Islam Rahmatan lil ‘Alamin disusul dengan deklarasi anti-narkoba. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Pahlawan, AlaNu Siti Efi Farhati

Kamis, 07 September 2017

Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail

Sleman, Siti Efi Farhati 

Adalah Samsul, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), pada malam takbiran, mementaskan wayang Ma’el Gugat di aula sekretariat PMII Komisariat Wahid Hasyim Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Yogyakarta, pada Senin malam (14/10). 

Pentas yang dimulai pukul 20.00 tersebut, menceritakan anak bernama Ma’el. Ia mendapat titah atau tugas untuk ngawula (mengabdi). 

Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail

Alkisah, di Kahyangan terjadi kebakaran. Ma’el turun tangan untuk membangunnya kembali. Pada kenyataannya, kebijakan-kebijakan kerajaan tidak sesuai dengan kemaslahatan. Maka Ma’el berupaya untuk mengembalikan kebijakan sesuai nilai Tuhan. 

Siti Efi Farhati

Di tengah pergulatan itu, ia dihadapkan pada cobaan besar yang turun dari Kahyangan lewat ayahandanya, Brehem. 

Sebelumnya, pada suatu malam, ketika Brehem sedang bertapa di bukit Nuun, ia ditemui kakek jelmaan Sang Hyang Ismaya. Kakek itu membawa kabar bahwa anak laki-lakinya telah usai menjalankan tugas di muka bumi dan Kahyangan. Sudah saatnya anaknya itu kembali menghadap Sang Hyang Moho Tunggal. Singkat kata, kakek itu menyuruh Brehem untuk membunuh anaknya, Ma’el.  

Siti Efi Farhati

Akhirnya, Ma’el menyadari, untuk menyempurnakan titahya sebagai ngawulo, diserahkanlah raga dan nyawanya untuk membuktikan kengawuloannya sebagai hamba. Ma’el pun menusukkan keris ayahnya ke dadanya sendiri dengan diiringi tangis Brehem, ayah yang sangat mencintainya. 

Setelah Dalang Samsul menyelesaikan perjalanan cerita pewayangannya, ia mengajak hadirin untuk mengumandangkan kalimat takbir khas lebaran yang telah menjadi suatu kebiasaan, atau mungkin sudah bisa dibilang sebagai kebudayaan. 

Kemudian, lantunan takbir tersebut disambut dengan parade tadarus puisi beberapa kader PMII UII. Di antara mereka, membawakan puisi-puisi tokoh terkenal seperti karya Wakil Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus), Emha Ainun Najib (Cak Nun), dan WS. Rendra. 

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tahlilan singkat yang dipimpin Imron Rosyadi. Kemudian dilanjutkan lagi dengan lantunan gema takbir. Lalu, peserta dipersilakan untuk ikut mengisi dan mempersembahkan puisi untuk menyemarakkan malam tadarus puisi malam itu dengan puisi pribadi atau puisi-puisi yang telah disediakan oleh panitia.

Pementasan puisi PMII Komisariat Wahid Hasyim UII tersebut berjudul “Ma’el Beleh-belehaning Gusti Allah” menjadi acara puncak tadarus puisi pada malam itu. Puisi tersebut diciptakan dan dibawakan Muhammad Najih. 

Puisi itu menggambarkan penderitaan Ummu Hajar ketika berjuang melawan tekanan saat ditinggal sendiri bersama anaknya yang baru lahir di tanah gersang Mekkah. Juga ketegaran Nabi Ibrahim ketika diperintah untuk menyembelih anaknya sendiri yang lama ia tinggalkan dan keikhlasan Ismail menerima perintah penyembelihannya.

Acara tersebut merupakan acara yang diadakan oleh kader-kader PMII UII untuk mengisi malam takbiran Idul Adha dengan warna baru, yang diekspresikan melalui lantunan puisi dan pementasan-pementasan berbau kebudayaan lain. 

Pada kesempatan itu diadakan peluncuran komunitas Cadas (cinarito ing kabudayan sandiworo) yang baru saja dibentuk oleh kader-kader PMII UII untuk mewadahi potensi kader dalam bidang seni dan budaya. (Muhammad Najih-Samsul Ariski/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Tokoh, Pahlawan Siti Efi Farhati

Selasa, 05 September 2017

Berdiri Tegak ke Arah Kiblat

Dalam shalat muka merupakan gambaran dari tubuh. Sedangkan hati tetap berada di depan Allah swt. Oleh karena itu, kepala sebagai anggota badan tertinggi hendaklah menunduk ke bawah, sebagai tanda penghormatan yang dalam atas Dzat Maha Agung yang disembah. Selain itu menundukkan muka menjadi salah satu langkah memaksa hati untuk betawadhu’, merasa hina, dan menyadarkan diri atas kerendahannya. Dan yang lebih penting lagi hendaklah dalam posisi ini (berdiri sambil menundukkan muka) disertakan keadaan hati yang khawatir karena seolah-olah diri sedang dalam proses penghitungan amal untuk dimintai pertanggung jawabannya.

Pada hakikatnya ketika seseorang berdiri dalam shalat adalah berdiri di hadapan Allah swt. Sungguh Dia (Allah swt) melihat dan memperhatikan segala yang dilakukan. Oleh karena itu dalam rangka melatih diri menghadirkan rasa penghormatan yang dalam atas keagungan-Nya, rasakanlah seolah dirimu sedang berhadapan dengan penguasa dunia (presiden atau raja) yang sedang menilai tingkah shalatmu.

Demikian yang diajarkan Rasulullah saw kepada Abu Hurairah ketika beliau ditanya ‘bagaimana cara takut kepada Allah swt?” maka beliau bersabda:

? ? ? ? ? ? ?

Berdiri Tegak ke Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdiri Tegak ke Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdiri Tegak ke Arah Kiblat

Sebagaimana kamu malu kepada seoang lelaki shalih dari kaummu. 

Adapun menghadap ke arah kiblat sejatinya merupakan satu tindakan dengan satu tujuan tertentu. Karena dengan menghadap arah kiblat tidak memugkinkan seseorang menghadap ke arah lain. Karena jika seseorang telah menghadap ke satu arah berarti dia meninggalkan arah lainnya. Sebagaimana seseorang memilih menghadap Allah swt dan memalingkan diri dari yang lain.

Siti Efi Farhati

Dengan kata lain, jikalau tidak memungkinkan menghadap kiblat kecuali dengan berpaling dari arah lain, demikian pula dengan hati yang hanya bisa menuju Allah dengan meninggalkan yang lainnya. Karena tidak mungkin menghadirkan hati kehadapan-Nya bersama dengan yang lain. Hati yang hudhur inilah yang dijamin oleh Rasulullah saw dengan sabdanya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apabila seseorang hamba itu berdiri di dalam shalatnya,maka konsentrasinya, mukanya dan hatinya menghadap kepada Allah swt. sehingga ia keluar dari shalatnya seperti keadaan baru dilahirkan oleh ibunya.

Hal ini berarti penghadapan ke arah kiblat yang dilakukan oleh segenap anggota badan harus disertai penghadapan hati ke arah-Nya Yang Maha Kuasa. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pahlawan, Santri Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock