Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Januari 2018

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Kupang, Siti Efi Farhati. Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur? Jamal Ahmad mengungkapkan, tiga Pengurus Cabang NU (PCNU) terancam gagal mengikuti Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang lantaran masa kepengurusan yang kadaluarsa.

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Sampai saat ini ketiga PCNU itu belum melakukan Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai ajang pergantian pemimpin. Jamal mengingatkan, bila amanah organisasi untuk Konfercab belum terlaksana maka pihaknya tidak bisa mengikutsertakan mereka dalam perhelatan yang yang bakal digelar di Jombang, Jawa Timur itu.

Ia mengatakan, dari total 19 PCNU se-NTT, 16 di antaranya sudah melaksanakan Konfercab, sesuai data surat permohonan yang masuk di sekretriat PWNU NTT. PCNU yang belum masuk surat permohonan antara lain PCNU Sikka, PCNU Manggarai Barat, dan PCNU Ngada.

Siti Efi Farhati

Jamal mengimbau PCNU yang telah purna masa kepengurusan sesegera mungkin melakukan pemilihan rais dan ketua. ”Jika tidak maka akan berdampak pada keikutsertakan dalam muktamar nanti. Kita akan berikan surat pemberitahuan ulang,” ujarnya.

Kepala Sekretariat PWNU Abdul Syukur SH membenarkan, hingga kini belum ada lagi surat permohanan yang masuk di sekretariat PWNU NTT. “Sejauh ini, belum ada surat masuk,” kata Syukur di Sekretariat PWNU NTT di Jalan W CH Oematan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (24/3). (Ajhar Jowe/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Halaqoh Siti Efi Farhati

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media

Surabaya, Siti Efi Farhati. Dunia memasuki tantangan baru yakni dengan masuk di era televisi dan internet. Sebaran informasi dan dakwah yang akan mempengaruhi khalayak sangat ditentukan dari dua media ini. Bila gagal menguasai, maka Islam Aswaja benar-benar terancam.

"Jangan heran kalau banyak kalangan berlomba menguasai internet dan televisi. Hal itu dilakukan karena keduanya sebagai sarana efektif dalam mencari keuntungan dan mempengaruhi masyarakat," kata H A Hakim Jayli, Ahad (8/11).

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media

Direktur TV9 Surabaya ini mengemukakan, banyak kalangan yang memiliki prinsip bahwa memiliki jamaah itu tidak terlalu penting. "Menguasai televisi dan internet saja sudah cukup dalam mempengaruhi pola pikir dan pandangan terhadap berbagai persoalan," kata Mas Hakim, sapaan akrabnya.

Siti Efi Farhati

Ia kemudian membandingkan dengan jamaah dan jamiyah NU yang memiliki kepengurusan hingga anak ranting dan jamaah yang demikian besar. "Tapi kalau dalam siaran TV dan internet kita kalah, maka jangan salahkan umat kalau mereka berbeda haluan," sergahnya.

Hakim Jayli menggugah sejumlah penerbit dan pegiat buku di tingkat pesantren dan NU untuk bersama membuat tayangan yang mampu mengimbangi tayangan di sejumlah TV dan internet. "Kita kaya khazanah pengetahuan, banyak tokoh ulama dan kiai, tradisi yang juga sarat dengan nilai keislaman, tapi sangat jarang yang menvisualkan dan menyebarkannya lewat internet maupun TV," terangnya.

Siti Efi Farhati

Karenanya, hal mendesak yang harus terus digalakkan adalah bagaimana generasi muda NU dan pesantren memiliki keterampilan dan keinginan untuk mengunggah khazanah luhur yang ada di komunitasnya dengan memanfaatkan dua media tersebut.

"Kita boleh marah dengan tayangan sejumlah TV dan sebaran berita di internet yang menyerang Ahlussunnah wal Jamaah," katanya. Namun marah saja tidak bisa memberikan solusi bila tidak diimbangi dengan menyebarkan konten yang menguatkan Aswaja, lanjutnya.

Karenanya, di sinilah pentingnya mengkonsolidir media-media NU dalam menghadapi tantangan dan problematika global. "Kata kuncinya adalah networking agar khazanah pesantren dan NU dapat dioptimalkan penyebarannya di sejumlah media, baik televisi maupun internet.

Baginya, inilah yang harus segera dilakukan karena Islam di Indonesia telah memasuki era darurat media, lanjutnya.

Peringatan tersebut disampaikan Hakim Jayli saat menjadi narasumber sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyin Jawa Timur. Kegiatan diselenggarakan PW Lembaga Talif wan Nasyr NU (PW LTN NU Jatim) di Museum NU Surabaya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Warta Siti Efi Farhati

Selasa, 16 Januari 2018

Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen

Purworejo, Siti Efi Farhati. Momentum Hari Kartini yang jatuh pada 21 April selalu diperingati banyak kalangan dengan pelbagai macam cara. Pihak Madrasah Aliyah An-Nawawi Berjan kabupaten Purworejo sendiri memilih untuk mengadakan perlombaan melipat kain stagen selain upacara penghormatan.

Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen

Sekolah yang terintegrasi dengan pesantren ini memiliki cara cukup unik dalam memperingati peringatan Hari Kartini; dengan upacara dan aneka perlombaan. Tak seperti upacara biasanya, pada upacara Kartini yang digelar di halaman sekolah tersebut, seluruh petugas termasuk pembina upacaranya adalah perempuan.

"Para petugas upacara mengenakan pakaian adat Jawa kecuali petugas paskibra. Petugas tersebut bukan hanya pelajar, namun juga dewan guru perempuan juga terlibat menjadi petugas," terang Kepala MA An-Nawawi H Muslihin Madiani di sela-sela kegiatan, Selasa (21/4).

Siti Efi Farhati

Usai upacara, sebanyak 40 dewan guru perempuan mengikuti perlombaan menggulung stagen sepanjang kurang lebih delapan meter. Perlombaan yang dilaksanakan menggunakan sistem setengah kompetisi ini juga dilangsungkan di halaman sekolah dengan disaksikan dan dimeriahkan oleh seluruh siswa.

"Tradisi menggunakan stagen itu kini mulai punah. Perempuan-perempuan masa kini sudah jarang yang telaten menggunakannya. Mereka cenderung memilih stagen instan yang banyak dijual di pasaran," kata Muslihin.

Siti Efi Farhati

Melalui perlombaan tersebut, sambung Muslihin, pihaknya berupaya mengampanyekan dan mengajarkan para siswanya untuk mengenal stagen sebagai khazanah budaya lokal.

"Semangat mengenali kebudayaan lokal itulah yang ingin kami sampaikan dan ajarkan kepada masyarakat khususnya para siswa kami," tandasnya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Kajian Sunnah Siti Efi Farhati

Senin, 08 Januari 2018

Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia

Purworejo, Siti Efi Farhati

Doa dan ikhtiar kiai menjadi wasilah kedaulatan NKRI menjadi tema ceramah Pengasuh Pondok Pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafiiyah Bojonegoro Jawa Timur KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian Majlis Roudlotul Jannah di Senepo, Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah.

NKRI merupakan kepanjangan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun pada pengajian tersebut, Kiai Anwar menyebutnya sebagai kepanjangan dari Negara Kiai Republik Indonesia.

Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia

“Maka jangan sembarangan dengan para kiai. Tanpa kiai, Indonesia sulit merdeka. Doa dan ikhtiar mereka hingga hari ini terbukti menjadi wasilah kedaulatan NKRI," kata Kiai Anwar disambut tepuk tangan dan tawa jamaah.

Majlis Roudlotul Jannah pimpinan Ita Megasavitri setiap malam Rabu Legi menggelar pengajian rutin dengan menghadirkan mubaligh dari berbagai daerah, termasuk dari luar wilayah Kabupaten Purworejo.

Siti Efi Farhati

Untuk diketahui, Ita Meigavitri merupakan perempuan berdarah Tionghoa, asal Kutoarjo. Sulung dari enam bersaudara ini adalah orang pertama dari keluarga besarnya yang masuk Katolik sebelum akhirnya masuk Islam. Orang tuanya semula menganut Konghucu. (Muhammad Ghufron/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Warta Siti Efi Farhati

Sabtu, 06 Januari 2018

BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual

Jakarta, Siti Efi Farhati. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius menegaskan radikalisme saat ini sudah masuk keruang-ruang intelektualitas para mahasiswa.

BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)

BNPT: Radikalisme Masuki Ruang Intelektual

"Radikalisme bukan hanya karena kemiskinan, kebodohan, kekecewaan, ketidakadilan tetapi sudah terpapar di kaum intelektual," katanya ketika memberikan kuliah umum di Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila di Jakarta, Jumat (2/9) malam.

Mantan Kepolisian Resor (Kapolres) Depok, Jawa Barat itu mengatakan bahwa pola perekrutan radikalisme sudah semakin canggih hanya dalam waktu dua jam seseorang sudah bisa dicuci otaknya untuk bisa melakukan hal-hal yang radikal.?

Sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia sudah dimasuki oleh paham-paham radikalisme, sehingga perlu pengawasan yang intensif. Para mahasiswa yang berprestasi juga sudah dimasuki paham radikalisme. "Saya mengimbau para dosen, dekan dan juga rektor serta para guru dan kepala sekolah agar terus memantau kegiatan mahasiswa dan siswa terutama yang bersifat eksklusif," katanya.

Siti Efi Farhati

Suhardi juga mengatakan para kelompok radikalisme memanfaatkan media sosial untuk melakukan propaganda pemahamannya. Mereka memanfaatkan dunia maya untuk memberikan indoktrinasi paham radikalisme kapada masyarakat. Untuk itu, menurut dia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berperan aktif agar bisa mencegah paham radikalisme berkembang melalui media sosial.

Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila (UP) Wahono Sumaryono mengatakan untuk menangkal paham radikalisme, maka perlu terus menjaga nilai-nilai luhur Pancasila. "Dan di kampus kami siap membentengi dari paham-paham radikalisme," ujarnya.

Ia menimpali, ancaman besar bangsa ada tiga yaitu terorisme, narkoba dan korupsi. Ini semua perlu penanganan kita semua secara bersama-sama. Untuk itu, menurutnya, setiap penerimaan mahasiswa baru pihaknya memberikan kuliah umum yang tentunya berguna bagi para mahasiswa dalam memperkaya wawasannya.

"Kemarin mahasiswa S1 diberi kuliah umum tentang narkoba, sekarang Sekolah Pascasarjananya tentang terorisme. Ini semua berguna bagi para mahasiswa," jelasnya.

Siti Efi Farhati

Wahono mengaku Universitas Pancasila juga mengambil tanggung jawab untuk menyadarkan para mahasiswa tentang kondisi bangsa Indonesia. Untuk itu, dia berharap, Universitas Pancasila menjadi salah satu komponen bangsa yang bisa mencegah radikalisme dan juga narkoba. Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila menerima mahasiswa sebanyak 274 orang atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 240 mahasiswa. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Budaya Siti Efi Farhati

Senin, 18 Desember 2017

AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri

Makassar, Siti Efi Farhati?



Rais Syuriyah NU Sulawesi Selatan Anregurutta KH M Sanusi Baco menjelaskan dakwah wasathiyah, artinya moderat. Secara bahasa berada pada dua sisi, tidak berlebih-lebihan.

AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri

“Al-wasathiyah bisa dipahami sebagai umat wasathiyah yang berarti umat Islam,” katanya pada Halaqah Dakwah Wasathiyah An Nahdliyah yang digelar PWNU Sulawesi Selatan di auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, Sabtu (20/5).

Menurut AGH Sanusi, wasathiyah ditandai dengan 3 sifat yakni, umat yang adil, umat yang selalu menegakkan kebenaran, dan umat yang selalu menjaga keseimbangan dalam segala hal.

“Salah satu definisi keadilan adalah keseimbangan antara kewajiban dan hak. Kalau keduanya seimbang, maka itulah umat wasathiyah. Orang yang memiliki sifat wasathiyah biasanya adalah orang pemurah. Jadi orang-orang NU itu semuanya pemurah,” ungkapnya disambut tawa hadirin.

Siti Efi Farhati

Dalam berdakwah pun, NU senantiasa dengna pendekatan wasathiya, menjaga keseimbangan, menyebarkan nilai-nilai toleransi, serta selalu menganjurkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Pemateri halaqah di antaranya Guru Besar UIN Alauddin yang juga Ketua Lembaga Dakwah NU Sulsel, M. Ghalib, Katib Syuriyah NU Sulsel KH Ruslan, Rais Syuriyah NU Makassar KH Baharuddin HS, Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah Agus Arifin Numang dan salah satu Mubaligh NU Makassar Ust. Amirullah Amri. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Warta, Daerah Siti Efi Farhati

Jumat, 15 Desember 2017

GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa

Buleleng, Siti Efi Farhati. Setiap kepala keluarga di lingkungan Pejarakan kecamatan Gerokgak kabupaten Buleleng, Bali, membawa nasi tumpeng dalam upacara selametan desa di masjid Baiturrahim Pejarakan, pada Selasa (24/6) malam. Upacara yang digagas GP Ansor Pejarakan ini diawali dengan pembacaan tahlil.

GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa

Selametan desa ini diadakan untuk mensyukuri kondisi desa yang aman dan damai. Ketua GP Ansor Abdul Karim Abraham mengatakan dalam sambutannya bahwa acara ini menjadi media untuk mengenang para leluhur umat Islam yang menyebarkan desa pertama kali di desa ini.

“Para pendahulu muslim desa Pejarakan telah banyak melakukan hubungan antarumat beragama yang harmonis. Terbukti, hingga sekarang tidak pernah terjadi konflik antaragama Islam dan Hindu,” kata Karim.

Siti Efi Farhati

Di desa ini, umat Hindu yang mayoritas menghargai kami yang minoritas. Sedangkan Islam yang minoritas dapat bergaul secara baik dengan umat Hindu yang mayoritas, ujar Karim.

Sebelum makan nasi tumpeng bersama, Selametan Desa disudahi dengan taushiyah agama oleh Habib Ja’far Al Jufri dari Situbondo. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Syariah, Warta, Santri Siti Efi Farhati

Selasa, 05 Desember 2017

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Brebes, Siti Efi Farhati. Dorongan untuk berbelanja menjelang hari raya Idul Fithri semakin menguat. Pengendalian diri di saat seperti ini kian penting. Karenanya, pembelanjaan mesti direncanakan secara cermat. Kebutuhan yang bersifat prioritas mesti menjadi perhatian utama.

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Demikian dikatakan Ketua Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah kepada Siti Efi Farhati di Kantor Muslimat NU Brebes jalan Kiai Kholid Barat, Pasarbatang Brebes, Rabu (16/7).

Nurhalimah berpesan agar warga tidak perlu memaksakan diri untuk berbelanja secara berlebihan. Warga perlu menunda keinginan belanja barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokok. Perencanaan belanja yang tidak cermat mengakibatkan besaran pengeluaran membengkak.

Siti Efi Farhati

“Berusahalah untuk hemat belanja. Jangan keburu nafsu,” saran Nurhalimah.

Siti Efi Farhati

Tanpa kendali, pembelanjaan bisa mengesankan foya-foya. Penyajian hidangan oleh kalangan ibu rumah tangga tidak harus dengan makanan mahal tetapi cukup yang bergizi. Demikian juga dengan penyediaan pakaian. Cukup dinilai dari kelayakan, bukan bandrolnya, kata Nurhalimah. Ia menempatkan ibu rumah tangga dalam hal ini memegang peran kunci.

“Hadapilah Ramadhan dan Idul Fithri dengan hemat sesuai dengan kondisi kemampuan keluarga,” sarannya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Pahlawan, Warta Siti Efi Farhati

Jumat, 01 Desember 2017

PBNU Dukung “Jihad” Lawan Koruptor BLBI

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan dukungan terhadap “Jihad” melawan koruptor BLBI yang dicetuskan oleh 14 ormas Islam. Akibat korupsi ini, negara telah dirugikan sebesar 650 Trilyun rupiah.

“Saya tidak bisa datang waktu deklarasi pada akhir Juni lalu di Kantor PP Muhammadiyah karena ada acara di Palu yang tak bisa ditinggalkan, tapi saya turut tandatangan,” tandasnya, Sabtu.

Dijelaskannya bahwa sebenarnya Indonesia tak perlu susah-susah untuk menangkap para koruptor tersebut jika punya keberanian, tanpa perlu ribut dengan Singapura dengan perjanjian DCA untuk mengekstradisi mereka.

PBNU Dukung “Jihad” Lawan Koruptor BLBI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung “Jihad” Lawan Koruptor BLBI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung “Jihad” Lawan Koruptor BLBI

“Wong mereka datang sendiri ke istana presiden, kan tinggal nangkap saja,” katanya mengingatkan kembali kedatangan sejumlah pengemplang BLBI ke istana beberapa waktu lalu.

Keempat belas ormas Islam itu adalah NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Al Irsyad Al Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Alwasliyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, KAHMI, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan mahasiswa Muhammadiyah, dan Himpunan Mahasiswa Islam.

Dalam seruannya, keempatbelas ormas itu menyebutkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun, padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin.

Siti Efi Farhati

Upaya PBNU dalam mencegah dan memberantas korupsi salah satunya dilakukan melalui Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Nahdlatul Ulama. Berbagai kegiatan penyadaran ummat tentang bahaya korupsi dilakukan sampai ke daerah-daerah yang menjadi basis NU. (mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Warta Siti Efi Farhati

Minggu, 19 November 2017

PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I

Lombok, Siti Efi Farhati - Pertandingan Liga Santri Nusantara 2016 Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) I telah dimulai. Pertandingan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faisal Zainy di Lapangan Dirgantara TNI AU Rembiga, Mataram, Kamis (18/8).

Pertandingan pertama mempertemukan tim dari Pesantren Darussalam Desa Babussalam, Kecataman Gerung, Lombok Barat dan Pesantren Mahimulmunir, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I

Menurut Helmy, Liga Santri Nusantara di samping sebagai wadah penyeleksian dan pembinaan skil olahraga sepak bola bagi kalangan santri, juga menjadi salah satu kanal persaudaraan antara santri se-Nusantara melalui olahraga sepak bola.

“LSN merupakan wujud pengembangan ukhuwah olahraga, jika tahun kemarin tageline-nya ‘Dari Pesantren menuju Nusantara’, maka saat ini ‘Dari Pesantren menuju Dunia’,” jelas Helmy.

Siti Efi Farhati

Tampak hadir pada pertandingan ini Ketua PWNU NTB Tuan Guru Taqiuddin Mansur. (Red Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Sabtu, 18 November 2017

IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda

Purworejo, Siti Efi Farhati. Dalam rangka memperingati sumpah pemuda, IPNU – IPPNU Cabang Purworejo bersama siswa-siswi MTs Ma’arif NU Cangkrep menggelar refleksi peristiwa 84 tahun yang sangat bersejarah dan mengubah paradigma berfikir para pemuda Indonesia saat itu.

Refleksi tersebut merupakan salah satu agenda dari rangkaian acara yang dilaksanakan selama 2 hari (27-28/10).

IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda

Alhamdulillah para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini, sebanyak 214 siswa sebelum refleksi sumpah pemuda ini, mereka telah diberi materi tentang kepemimpinan, keorganisasian, Aswaja, ke-NU-an dengan diselingi oleh penampilan pentas seni dari para siswa, kemudian paginya diadakan outbond dan pemilihan pengurus komisariat IPNU IPPNU,” kata Subhan, salah satu pengampu kegiatan.

Siti Efi Farhati

Selain untuk mengisi waktu libur hari Raya Idul Adha, kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah jiwa nasionalisme dan patriotisme para siswa.

Refleksi 84 tahun Sumpah Pemuda diawali dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, kemudian mengucapkan bersama ikrar sumpah pemuda dan diakhiri dengan renungan perjuangan.

Siti Efi Farhati

“Perjuangan bangsa Indonesia yang awalnya masih bersifat kedaerahan, berkat sumpah pemuda para pemuda bisa bersatu untuk bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kalau para pahlawan berjuang bertaruh nyawa, sekarang perjuangan kita hanya bertaruh malas,” terang Lukman Hakim, pengurus IPNU mengawali uraian refleksinya. 

Refleksi sumpah pemuda berlangsung khidmah, bahkan beberapa siswa sampai menangis haru. “Saya sangat terharu, mengenang perjuangan para pahlawan yang rela mati berjuang untuk kemerdekaan,” kata Asep salah satu peserta.

Isnas Dhi Safana salah satu pengurus IPPNU berharap semoga setelah para siswa melaksanakan refleksi, mereka bisa memahami pentingnya persatuan serta betapa kemerdekaan Indonesia diperoleh bukan tanpa pengorbanan.

“Masa depan negeri ini ada di tangan mereka, refleksi tahun ini semoga bermanfaat bagi mereka, agar menjadi pemuda-pemuda yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa,” imbuhnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukman Khakim

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati News, Warta, Kajian Siti Efi Farhati

Selasa, 31 Oktober 2017

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara

Pacitan, Siti Efi Farhati. Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun mengajak kepada warga Nahdliyin Pacitan untuk bangga dan selalu menjaga kearifan lokal asli Nusantara sebagai wujud sikap nasionalisme kepada negara Indonesia.

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara

Hal itu disampaikanya kepada ribuan orang yang menghadiri acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng dalam rangka peresmian SD Nuril Islam (Nuris) di Pacitan Jawa Timur, Senin Malam (15/6).

Cak Nun mengatakan, salah satu bahasa yang paling tinggi nilai kebudayaanya dibandingkan dengan bahasa negara lain adalah bahasa Jawa. Tidak ada bahasa negara manapun yang dapat menandingi bahasa Jawa. Kebudayaan dan bahasa Jawa merupakan satu-satunya kebudayaan tertua di dunia.

Siti Efi Farhati

Cak Nun mencontohkan, kata beras dalam bahasa Inggris hanya ada satu kata yaitu rice, namun dalam kosa kata bahasa Jawa kata beras bisa menjadi beberapa kosa kata ? seperti padi, gabah, upo,dan sego.

Ia mengajak untuk menganalisis aksara Jawa seperti honocoroko, dotosowolo dan seterusnya.

Siti Efi Farhati

“Kita harus bangga dengan bahasa Jawa kita dengan cara menjaga dan melestarikanya,” ajak Cak Nun.

Sementara itu, menurut Dodik Prasetyo salah satu panitia mengatakan bahwa ? tema Sinau Bareng Cak Nun ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat untuk sinau atau belajar tanpa memandang usia.

SD Nuris merupakan Sekolah Dasar pertama di bawah naungan LP Ma’arif NU Pacitan. SD ini didirikan sebagai ikhtiyar aktifis NU untuk memajukan pendidikan di kota 1001 goa ini.

Hadir dalam acara Sinau bareng Cak Nun para kiai diantaranya KH Umar Syahid (Mustasyar PCNU) Kiai Mahmud (Ketua PCNU), KH Hammad ? Harits Dimyathi, Bupati Pacitan, Kapolres, Danramel dan ribuan nahdliyin dari seantaro Pacitan. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaSantri, Warta Siti Efi Farhati

Jumat, 29 September 2017

Presiden Hadiri Peringatan Harlah ke-80 Ansor

Surabaya, Siti Efi Farhati. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono menghadiri hari lahir ke-80 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Surabaya, Sabtu malam.

Presiden Hadiri Peringatan Harlah ke-80 Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Hadiri Peringatan Harlah ke-80 Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Hadiri Peringatan Harlah ke-80 Ansor

Selain para ulama NU dan pengurus PBNU, sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu II juga turut hadir. Diantaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Begitu pula Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman. Tampak pula hadir Direktur Utama BNI Gatot Suwondo.

Presiden yang tiba sekitar pukul 19.30 WIB di tempat acara, disambut ribuan anggota GP Ansor dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan para pemuda GP Ansor tersebut telah berada di tempat acara sejak sore.?

Siti Efi Farhati

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Nusron Wahid dalam sambutannya menyambut hangat kedatangan Presiden Yudhoyono dalam peringatan hari lahir tersebut.?

Siti Efi Farhati

"Dalam catatan kami, sejak Bapak Presiden menjabat pada 2004, telah sembilan kali Bapak Presiden menghadiri hari lahir GP Ansor," katanya disambut tepuk tangan para pemuda GP Ansor.

Nusron menambahkan, Indonesia saat ini masih ada tiga masalah utama, lunturnya keindonesiaan, maraknya korupsi dan masih banyaknya rakayt miskin.

Namun demikian, pihaknya memuji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah berusaha memenuhi janjinya mewujudkan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Hal itu terbukti dengan banyaknya koruptor yang kini dapat ditangkap mulai dari legislatif, eksekutif hingga yudikatif.

Ketua Umum PB NU Said Aqil Siroj dalam sambutannya mengharapkan GP Ansor agar dapat terus memberikan sumbangan terhadap bangsa dan negara sebagai salah satu upaya menegakkan agama Islam di negeri ini. Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sambutannya.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan tokoh inspirator GP Ansor dan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU). Pertama, MoU Kementerian Pertahanan dengan Pimpinan Pusat GP Ansor mengenai bela negara. Kedua, MoU antara BNI dengan Pimpinan Pusat GP Ansor mengenai pembangunan kampung BNI berbasis pondok pesantren.

Sementara pemberian nasehat agama dalam acara itu oleh Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair.(antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Pesantren Siti Efi Farhati

Senin, 18 September 2017

Pawai Ta’aruf Buka Muskerwi NU Jateng

Rembang, Siti Efi Farhati. Pawai Ta’aruf menandai dibukanya Musyarawah Kerja Wilayah (Muskerwil) Nahdlatul Ulama Jateng, Jumat (29/3) di Pondok Pesantren Al Alwar 1&3 Sarang, Rembang.

Pawai Ta’aruf Buka Muskerwi NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Ta’aruf Buka Muskerwi NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Ta’aruf Buka Muskerwi NU Jateng

Pawai dimulai dari Pesantren Al Anwar 1 ke Pondok Pesantren Al Anwar 3 tempat dilaksanakannya kegiatan Muskerwil. Pawai yang sempat menimbulkan kemacetan berjam-jam jalur pantura ini diikuti oleh ratusan santri, murid sekolah, dan warga nahdiyin Rembang dan sekitarnya.

Wakil Ketua Panitia Muskerwil Agus Sofwan Hadi SH mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan Jumat hingga Ahad, 29-31 Maret 2013. Rencananya kegiatan diikuti oleh 36 Pengurus Cabang NU se Jawa Tengah, Lembaga Banom dan Lajnah. 

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang mengambil tema Bersatu Membangun Bangsa ini dibuka Jum’at (29/3) tadi malam. 

Siti Efi Farhati

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir, antara lain Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Surya Darma Ali, Menteri Perumahan Rakyat Djian Farid, Menteri Pendidikan M. Nuh, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan Kai Kharismatik yang juga Pengasuh Pesantren Al Anwar KH Maimun Zubair.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslihudin el Hasanudin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU, Warta Siti Efi Farhati

Rabu, 06 September 2017

Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU

Kudus, Siti Efi Farhati. Buka bersama (bukber) yang diadakan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog Kudus di MANU Al-Hidayah Desa Getassrabi, Kamis (26/7) terasa berbeda. Pasalnya, kegiatan yang menggandeng sponsor Xl Axiata ini disemarakkan cerdas cermat Aswaja yang diikuti ratusan pelajar se-Kecamatan Gebog.

Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU

Cerdas Cermat yang dikemas meniru acara televisi reality show Rangking 1 ini berlangsung serius tapi santai sehingga terlihat suasana keceriaan. 100 pelajar berkumpul satu ruangan kemudian setiap orang menjawab pertanyaan seputar Aswaja, ke-NU-an dan Ramadhan yang dibacakan host. Diantara peserta yang salah menjawabnya akan gugur satu persatu sehingga tersisa satu orang pemenangnya.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Gebog Saifudin Bachri mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai wahana mempererat kebersamaan anggota IPNU-IPPNU. Begitu pula, meningkatkan pengetahuan dan wawasan keilmuan dan memperteguh keyakinan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan mensyiarkan bulan suci Ramadhan

Siti Efi Farhati

Saifudin Bahri menambahkan bukber ini sengaja dikemas agak berbeda supaya memberi suasana keakraban diantara pengurus maupun anggota IPNU-IPPNU yang notabene pelajar. Dengan demikian, IPNU-IPPNU akan tetap terjaga kebersamaan, keharmonisan sebagai modal mengemban amanah perjuangan organisasi.

Siti Efi Farhati

“Buka bersama ini menjadi tradisi tahunan untuk menjaga ukhuwah dan mencari berkah kebahagiaan pahala yang dijanjikan Allah berlipat-lipat,” kata Ucil sapaan akrabnya.

Kegiatan bukber kerjasama dengan produk kartu seluler ini juga diadakan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Bae di MINU Raudhatus Shibyan 02 Desa Peganjaran. Dengan kemasan dan acara yang sama, para pemenang juara mendapatkan hadiah yang disediakan pihak sponsor.

Sebelum berbuka, para pelajar mendapat siraman kuliah tujuh menit (kultum) dari seorang dai.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Humor Islam, Warta, Amalan Siti Efi Farhati

Selasa, 05 September 2017

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif

Surabaya, Siti Efi Farhati. Sebagai organisasi yang eksis di perkotaan, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Surabaya dituntut menyesuaikan diri dengan karakter dan pola hidup masyarakat urban, dalam perjuangan dan sistem pergerakan mereka.

Hal tersebut diejawantahkan di antaranya dalam kegiatan Latihan Kader Muda tahun 2016 yang ditempatkan di Balai Diklat PWNU Jawa Timur, Jumat hingga Ahad 20-22 Mei 2016. Kaderisasi formal IPNU yang mengambil tema “Reformulasi Gerakan Pelajar NU yang Kritis Transformatif dan Militan di Tengah Masyarakat Urban” ini diikuti oleh 75 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Surabaya.

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Masyarakat Urban, IPNU Surabaya Latih Kader Transformatif

Dalam pelatihan ini, PC IPNU Surabaya menyuguhkan berbagai materi-materi strategis dan kontekstual dan mendatangkan pemateri dari kalangan akademisi dan paraktisi, di antaranya adalah Imam Syafi’I (Direktur JTV) dan Abdul Quddus Salam (Pengurus Pusat Lakpesdam NU), serta ditutup oleh Ketua PCNU Surabaya. Ahnaf al-Asbihani selaku ketua panitia menjelaskan bahwa, pelatihan ini dirancang sebagai upaya menjawab tantangan pelajar dan masyarakat urban yang sangat dinamis.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan, menyatakan bahwa tugasnya sebagai pengurus organisasi yang menjadi ujung tombak kaderisasi NU di Kota Metropolitan tidaklah mudah,?

Siti Efi Farhati

“Kami harus bekerja keras di tengah apatisme pelajar dan banyaknya problematika di kalangan remaja dan masyarakat perkotaan”, tegasnya. Namun ia optimis dengan inovasi konsep NU Urban yang tengah digagas di Surabaya ini sembari menaruh harapan pada kader-kader baru.

Latihan Kader Muda (Lakmud) merupakan salah satu jenjang kaderisasi formal di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Lakmud didahului oleh Masa Kesetiaan Anggota dan ditindaklanjuti dengan Latihan Kader Utama. Selain kaderisasi formal, IPNU juga mempunyai kaderisasi informal dan non-formal. (Najih/Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Kajian Islam, News Siti Efi Farhati

Kamis, 10 Agustus 2017

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Jakarta, Siti Efi Farhati - Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali mengajak para khatib untuk kembali mengingat tujuan utama khutbah Jumat. Ia mengimbau para khatib untuk menggunakan mimbar Jumat sebagai momentum penyampaian nasihat keagamaan.

Demikian disampaikan Kiai Moqsith kepada Siti Efi Farhati di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam.

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo ini menyampaikan bahwa belakangan ini agak isi khutbah Jumat cukup mengkhawatirkan. Ia menyayangkan beberapa khatib melakukan caci-maki terhadap kelompok lain.

Siti Efi Farhati

“Memang mengkhawatirkan ketika khutbah-khutbah cenderung mendiskriminasi kelompok-kelompok atau aliran-aliran lain di dalam Islam,” kata salah seorang dosen pengampu mata kuliah tafsir di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Siti Efi Farhati

Ia mengingatkan bahwa khutbah Jumat adalah bagian dari ibadah Jumat itu sendiri. Karenanya para khatib tidak boleh main-main dalam melaksanakan kewajibannya.

“Jangan lupa dua khutbah itu menempati dua rakaat dalam shalat Zhuhur. Jadi kalau shalat Jumat menggantikan shalat Zhuhur, maka dua rakaatnya itu diganti dengan dua khutbah. Dengan demikian tidak boleh main-main dengan khutbah ini,” jelas Moqsith.

Menurutnya, khutbah adalah persoalan pokok. Khutbah itu bukan sekadar momentum mendengarkan pidato, tetapi mendengarkan khutbah itu adalah ibadah. Karenanya para jamaah dianjurkan agar tidak berbicara saat khutbah disampaikan. Kalau sampai bicara saat khutbah disampaikan, maka ia menjadi sia-sia.

“Dengan demikian khatib Jumat harus lebih tahu diri mana yang harus disampaikan, mana yang tidak boleh disampaikan,” pungkasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Fragmen, Warta Siti Efi Farhati

Rabu, 12 Juli 2017

Tundukan Al-Qona’ah, Nurulhuda FC Juarai LSN Sub-Region Garut

Garut, Siti Efi Farhati



Puncak perhelatan Liga Santri Nusantara Sub-Region Garut Jabar III ditutup dengan partai final yang mempertemukan Nurulhuda FC Cisurupan dan kesebelasan Pondok Pesantren Al-Qona’ah Cikajang Sabtu (2/9). Pertandingan kedua kesebelasan yang menjuarai masing-masing grup tersebut berlangsung sengit dan diwarnai dengan adu serang dan asah strategi.

Dalam 20 menit awal pertandingan, Pondok Pesantren Al-Qona’ah berhasil mendikte permainan Nurulhuda FC dan terus melakukan penetrasi ke arah gawang Nurulhuda. Alhasil, sebelum peluit babak pertama ditiup Al-Qona’ah berhasil memimpin 1-0 atas Nurulhuda FC.

Tundukan Al-Qona’ah, Nurulhuda FC Juarai LSN Sub-Region Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Tundukan Al-Qona’ah, Nurulhuda FC Juarai LSN Sub-Region Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Tundukan Al-Qona’ah, Nurulhuda FC Juarai LSN Sub-Region Garut

Di babak kedua, Nurulhuda FC mengubah strategi permainan dengan memainkan atraksi yang ofensif. Strategi tersebut tampaknya berhasil mengendorkan gelombang serang Al-Qona’ah yang menjadi lebih fokus pada lini pertahanan.?

Strategi yang dimainkan oleh Nurulhuda FC ini efektif. Al-Qona’ah mulai kedodoran semenjak menit awal babak kedua. Alhasil, pada menit ke-49 gelandang serang Nurulhuda FC, Nanda, berhasil menyarangkan gol ke gawang Al-Qonaah.

Di menit-menit berikutnya pertandingan berlangsung lebih menegangkan. Aksi jual-beli serangan mewarnai jalannya pertandingan wakil Sub Region Garut di partai final Region III nantinya. Setelah 20 menit gol pertama, akhirnya striker Nurulhuda FC Nada Pratama berhasil menggandakan gol ke gawang Al-Qonaah. Skor ini tidak berubah hingga peluit akhir dibunyikan.

Siti Efi Farhati

Ditemui usai pertandingan, Direktur Teknik Nurulhuda FC, H. Aceng Amrulloh menyambut baik kemenangan timnya. "Kematangan mental, kesabaran dan fokus adalah kunci kemenangan kami. Al-Qona’ah adalah tim kuat dan posisi kami tidak mudah karena gol cepat yang mereka ciptakan. Kami bersyukur di tahun pertama mengikuti LSN bisa menjadi juara Sub Region. Selanjutnya kami akan fokus untuk memenangkan partai final region di Ciamis," aku Aceng dengan simringah.

Sementara itu, KH Cecep Jayakarama pengasuh muda Pesantren Nurulhuda Cisurupan mengatakan bahwa kemenangan ini patut disyukuri. Dia juga mengapresiasi kerja keras SSB Nurulhuda dan Nurulhuda FC yang menyiapkan kesebelasan dengan baik.

"Sudah saatnya para santri menunjukkan talenta dan berkontribusi positif untuk kemajuan negara ini termasuk di bidang sepakbola. Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di negeri ini. Sudah lahir ribuan tahun sebelum republik ini berdiri. Sudah saatnya mengisi semua lini, termasuk olahraga dan sepakbola," ujar Ajengan Cecep.

Siti Efi Farhati

Selain menjuarai Sub-Region Garut, pemain Nurulhuda FC Nada Pratama juga meraih top scorer dengan raihan 11 gol. Sementara itu keluar sebagai pemain terbaik adalah Hasan dari Kesebelasan Al-Qona’ah Cikajang.

Partai final ini dihadiri oleh Koordinator Sub-region Garut H. Subhan Fahmi dan Pengurus Cabang NU Kabupaten Garut KH Mujib selaku Plt. Tanfidziyah dan H. Deni Ranggajaya, Sekretaris PCNU. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Cerita Siti Efi Farhati

Minggu, 02 Juli 2017

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta



Solo, Siti Efi Farhati. Pemutaran film Bid’ah Cinta di Kota Solo, mendapat sambutan yang baik dari warga setempat, khususnya dari kalangan pesantren. Ahmad misalnya, datang bersama kawan-kawan grup hadrah. “Saya tertarik dengan film ini, karena sangat ramai diperbincangkan di lini massa,” ungkap warga Kiringan itu, saat ditemui Siti Efi Farhati? sebelum memasuki studio di salah satu bioskop di Solo, Jumat (17/3) lalu.

Dari pengamatan Siti Efi Farhati, film besutan sutradara Nurman Hakim tersebut menampilkan sebuah fenomena yang kini sudah banyak terjadi di kampung-kampung. Dikisahkan, kondisi sosial kegamaan di sebuah kampung tempat tinggal Kamal (Dimas Aditya) dan Khalida (Ayushita Nugraha), yang dulunya kondusif, menjadi sedikit kisruh, setelah kedatangan Ustadz Jaiz (Alex Abbad).

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi dari Bidah Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta

Pelbagai tradisi keagamaan yang sudah mengakar dalam masyarakat, seperti maulidan, yasinan dan sebagainya tiba-tiba dilarang oleh sang ustadz. Tak pelak, pelarangan tersebut memicu konflik antara ia dengan warga.

Sekretaris PAC GP Ansor Boyolali, Zaenuri, yang juga ikut menonton film tersebut berpendapat, pada film Bid’ah Cinta ini, para penonton disuguhkan sebuah pesan moral tentang pentingnya saling menghargai dalam perbedaan.

“Di dunia nyata, kondisi ini juga sudah banyak terjadi. Mestinya perbedaan yang ada dapat teratasi kalau ada pemahaman untuk menghargai sebuah perbedaan,” tuturnya.

Siti Efi Farhati

Para penonton film Bid’ah Cinta di Kota Solo, juga mendapatkan souvenir berupa kaset CD lagu soundtrack film Bid’ah Cinta, berisi dua lagu yang dinyanyikan Sabrang (Noe Letto). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Makam, Warta Siti Efi Farhati

Senin, 20 Maret 2017

Ini Metode KH Ali Mustafa Yakub Memahami Sunah Rasulullah SAW

Tepat satu Januari 2016, Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub mencetak ulang bukunya berjudul Ath-Thuruqus Shahihah fi Fahmis Sunnatin Nabawiyyah. Bertepatan dengan 20 Rabiul Awwal 1437 H, pendiri Ma’had Aly Darus Sunnah Ciputat ini meluncurkan buku cetakan kedua. Buku ini memuat metode yang digunakan oleh para ulama di dalam memahami sejumlah kemusykilan yang terdapat di dalam hadits-hadits Rasulullah SAW.

Selain teori, pakar hadits Indonesia ini menyebut sejumlah contoh yang berkaitan dengan metode yang ditawarkan. Buku ini memuat 239 halaman. Karya berbahasa Arab ini diterbitkan oleh Maktabah Darus Sunnah-Yayasan Wakaf Darus Sunnah Ciputat.

Ini Metode KH Ali Mustafa Yakub Memahami Sunah Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Metode KH Ali Mustafa Yakub Memahami Sunah Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Metode KH Ali Mustafa Yakub Memahami Sunah Rasulullah SAW

Dalam pendahuluan, Kiai Ali menyebutkan bahwa bukunya ini dibagi ke dalam tiga pembahasan. Pada pembahasan pertama, ia mengupas masalah kebahasaan dan pemaknaan sebuah kata seperti majaz, illat hadits, teori takwil di kalangan ulama, tradisi Arab di dalam hadits, posisi geografis, kondisi sosial, dan sababul wurud.

Siti Efi Farhati

Sementara pada bab kedua, buku ini memuat sejumlah riwayat hadits yang berbicara satu tema dengan sudut pandang berbeda. Sehingga tampak terjadi kontradiksi antara satu dan lain riwayat. Kiai Ali mencoba menawarkan metode pemecahan problematika hadits seperti ini pada bab kedua.

Siti Efi Farhati

Sedangkan pada pembahasan ketiga, buku ini lebih jauh mengangkat masalah (yang tampaknya) kontradiksi antara hadits dan Al-Quran, hadits dan hadits, serta antara hadits dan nalar. Di bab ini lagi-lagi Kiai Ali mengangkat masalah dan mencoba menawarkan metode pemecahannya.

Dalam pendahuluan Kiai Ali mengatakan, kajian hadits Nabi Muhammad SAW sangat penting karena hadits (sunah-Pen) merupakan sumber kedua (setelah Al-Quran) bagi hukum Islam. Kajian hadits umumnya terbatas pada tiga tema pokok. Pertama, pembahasan terkait musthalah hadits. Dari kajian ini umat Islam dapat mempertahankan posisi hadits dari serangan kelompok pengingkar sunah dan kalangan orientalis. Kedua, pembahasan terkait takhrij hadits, kritik matan dan sanad hadits. Ketiga, pembahasan terkait cara memahami hadits.

Lebih lanjut Kiai Ali mengatakan, tanpa menguasai tiga pokok masalah di dalam kajian hadits makna dari hadits sebagai sumber hukum Islam tidak akan bisa dipahami. Kiai Ali sendiri menemukan kekeliruan sebagian orang yang hidup di zaman ini dalam memahami hadits Rasulullah SAW karena mereka tidak mengetahui (dan mengamalkan) metode memahami hadits Rasulullah SAW. “Lebih jauh dari itu, ketidaktahuan atas metode itu menyebabkan sebagian orang ‘tersesat’ dan ‘menyesatkan’.”

Walhasil, orang sekarang menurutnya sangat membutuhkan teori dan metode di dalam memahami hadits agar tidak jatuh dalam pemahaman yang keliru.

Buku ini memuat kutipan-kutipan pandangan sejumlah ulama. Secara jujur, Kiai Ali mengakui bahwa teori dan pemahaman akan hadits tanpa penyebutan referensi di buku ini merupakan pandangan pribadinya.

Menariknya, buku ini mengangkat contoh-contoh hadits Rasulullah SAW yang kerap dipahami secara keliru oleh sebagian orang sekarang. Sebut saja hadits perihal sorban, jubah, jenggot, tasyabbuh (meniru) dengan kalangan non-Muslim, hukuman mati untuk mereka yang murtad, batasan antara agama dan tradisi Arab, siksaan untuk ahli kubur karena tangisan keluarganya yang masih hidup, dan sejumlah tema menarik lainnya.

Buku ini diakhiri dengan deretan referensi yang digunakan Kiai Ali dalam menulis buku ini dan biografi singkat Penulis yang tidak lain alumni Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang. Sebelum penutup, Kiai Ali dalam beberapa kesimpulannya menyebutkan bahwa upaya memahami hadits tidak boleh berpatokan pada sebuah riwayat, tetapi harus melihat seluruh riwayat hadits dengan tema yang sama atau berkaitan.

Dalam upaya memahami hadits seseorang juga harus mempertimbangkan aspek geografis, kondisi sosial, dan tradisi Arab ketika hadits diucapkan Rasululah SAW. Karenanya, “Pemahaman hadits yang bersandar hanya pada satu riwayat atau tanpa memerhatikan illat (‘sebab’ hukum) di hadits kerap mengakibatkan kesalahpahaman terhadap hadits tersebut bahkan mengakibatkan ‘tersesat’ dan ‘menyesatkan’ di dalam urusan agama.” (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Tokoh, Warta Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock