Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam?

Jakarta, Siti Efi Farhati



Zakat adalah salah satu rukun Islam. Dan hal itu tidak bertentangan dengan kultur masyarakat Papua, ujar warga Kabupaten Jayawijaya, Papua, Tauluk Assho (60).

Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam?

Didampingi putranya, H Abu Hanifah Assho yang merupakan Ketua PC GP Ansor Jayawijaya, ia menjelaskan di daerahnya ada tradisi kurogo magasyarak yang artinya dipotong untuk berbagi.

“Itu kebiasaan setelah panen. Masyarakat di daerah kami biasa berbagi dengan cara seperti itu. Dan pembagiannya untuk siapa hingga yang berhak menerima siapa juga diatur,” kata dia, di Jakarta, Selasa (17/1).

Nama Assho menurut dia pula, terinspirasi dari Masjid Al-Aqsa, satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur).

Siti Efi Farhati

“Saya tertarik masuk Islam karena Islam itu unik. Nilai-nilainya tidak jauh beda dengan kebudayaan kami,” papanrya.

Dalam hal pernikahan, contohnya kata Tauluk menjelaskan, juga tidak diperkenankan satu garis keluarga.

“Termasuk cara berinteraksi dengan masyarakat. Bagaimana cara makan, sama persis dengan Islam yang disyiarkan ke tempat kami,” ujar dia pula.

Siti Efi Farhati

Tauluk memeluk Islam sejak muda. Sejak itu, dirinya memperjuangkan dan mengajak masyarakat di daerah identik dengan sebutan Bumi Cendrawasih turut memeluk Islam kendati dengan sejumlah rintangan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Internasional, Kajian Islam, Pertandingan Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Lampung Tengah, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung menggelar Safari Ramadhan 1438 H di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Dusun Banyuwangi, Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (11/6). Safari ke pesantren ini merupakan kegiatan perdana Ansor ? Lampung Tengah masa khidmat 2016 – 2020.?

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono mengatakan, bahwa Tujuan safari ke pesantren pimpinan KH Ahmad Karimullah salah satunya adalah untuk lebih mendekatkan kembali Ansor dengan pesantren.

“ Dan yang tidak kalah penting adalah kami ngalap barokah dengan poro Kiai yang ada disini,” katanya menyampaikan.?

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Saryono menambahkan, Ansor dan pesantren tidak bisa dipisahkan, karena pendiri Ansor memang adalah dari kalangan pesantren. “Dan Banser bertugas menjaga ulama dalam mengembangkan ajaran Aswaja,” imbuhnya.?

KH Ahmad Karimullah selaku pengasuh pesantren Bumi Sholawat ? menyambut baik kegiatan safari PC GP Ansor Lampung Tengah. Dikatakannya, silaturahim pengurus Ansor diharapkan tidak hanya berhenti pada agenda Safari di bulan Ramadhan saja, namun bisa dalam bentuk lain, seperti agenda pengkaderan Ansor dan Banser. ?

Siti Efi Farhati

“Terus terang saja jika ada agenda tahunan seperti Haflah Akhirussanah di pondok pesantren ini selalu melibatkan kader Banser dari Kecamatan Bekri, belum dari kader Banser dari wilayah kecamatan sendiri,” tuturnya.

Kedepan, lanjut Gus Mad sapaan akrab KH Ahmad Karimullah sanri pesanren Bumi Sholawat bisa dilibatkan dalam kegiatan pengkaderan.

“ Mudah-mudahan diwaktu yang akan datang, jika PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Diklaktsar Banser dan PKD Ansor santri-santri Bumi Sholawat akan ikut berpartisipasi,” ? tuturnya.

Disela-sela akhir Safari Ramadhan keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah memberikan santunan kepada 15 anak yatim piatu dan cindera mata satu gulung karpet untuk Mushola Pesantren Bumi Sholawat.?

Hadir dalam agenda tersebut; Kiai Ahmad Bahrudin (ustadz Pesantren Bumi Sholawat), Harmono, S.H.I (Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah), Kiai Sholihin (Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Khozinatul Ulum Seputih Banyak), pengurus ranting NU, dan puluhan santri putra dan santri putri dan masyarakat sekitar pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban. (Akhmad Syarief Kurniawan/ Muslim Abdurrahman)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Khutbah, PonPes Siti Efi Farhati

Senin, 29 Januari 2018

LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN

Magelang, Siti Efi Farhati. Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Salam menyelenggarakan mujahadah dan motivasi sukses UN bagi siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Salam di Aula Balai Desa Sucen Salam Magelang,   

Ketua LP Ma’arif NU Kecamatan Salam, H Suratin mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kepedulian LP Ma’arif untuk membantu para siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah kelas VI yang sebentar lagi akan menempuh Ujian Nasional. 

LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif dan IPNU IPPNU Gelar Motivasi Sukses UN

Dengan kegiatan ini kami berharap para siswa memiliki motivasi tinggi dan semangat belajar yang tekun. Bagi siswa yang berhasil memperoleh nilai terbaik ditingkat MI se-Kecamatan Salam akan diberikan penghargaan beasiswa sebesar satu juta rupiah. 

Siti Efi Farhati

Ia juga menghimbau kepada warga Nahdliyin di Kecamatan Salam agar menyekolahkan putra-putrinya di pendidikan Ma’arif dan mengajak para guru untuk bersama-sama menjadikan lembaga pendidikan ma’rif yang bermutu,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Acara diawali dengan mujahadah yang dipimpin oleh KH Muhsin Al-Hafidz dan ditutup dengan do’a oleh KH Habibullah. Kemudian acara dilanjutkan dengan “spiritual success motivation” yang diawali dengan game-game menarik. 

Para peserta pun nampak antusias dan hanyut dalam suasana penuh hidmat. Tak hanya itu, ustadz Saeful Bahri pun mengajak para siswa untuk senantiasa bersyukur dan merenungi segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. 

Sementara itu, motivator Amron Awaludin mengungkapkan, tujuan kegiatan “spiritual success motivation” ini untuk memberikan motivasi, baik kepada siswa, orang tua maupun guru dengan pendekatan kepada  Allah SWT. 

Dalam motivasi ini para peserta diajak dan diarahkan untuk lebih mengenal Allah dalam proses kegiatan belajar mengajar. Menurutnya spiritual adalah bentuk kecerdasan manusia yang tertinggi yang dapat mengangkat derajat manusia dan membawa ke dalam kebahagiaan hakiki. 

Ada tiga kunci kesuksesan dalam meraih cita-cita; pertama ikhtiar maksimal, kedua do’a dengan mujahadah, ketiga hati optimis dan tawakal.

“Berdo’a minta diberikan kemudahan saat UN adalah wajib. Berdo’a dan mendekatkan diri kepada Tuhan adalah sebuah proses sugesti, maka harus diyakini dan dilakukan secara benar. Dan semesta akan mendukung do’a itu untuk terwujud”, tuturnya.

Tidak hanya siswa yang mendapatkan motivasi, namun juga para orang tua siswaBahwa orang tua adalah sebagian mereka yang menyadari akan tanggung jawab atas amanah putra-putrinya dari Allah. Tugas para orang tua belum selesai dengan mengantarkan anak belajar di sekolah, namun orang tua juga wajib membimbing dan mendampingi anaknya ketika belajar di rumah. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua PAC IPNU Salam, Muhammad Imam Muttaqien mengungkapkan, bahwa kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun, selain ingin memberikan motivasi kepada siswa-siswi, kegiatan ini juga sekaligus untuk meneguhkan eksistensi pada masyarakat luas, bahwa Salam adalah salah satu basis IPNU IPPNU di wilayah Kabupaten Magelang. 

“Dengan semangat belajar, berjuang dan bertaqwa, kita yakin para siswa-siswi akan diberikan hasil yang terbaik dan dapat lulus dengan nilai yang maksimal,” tegasnya di sela-sela acara.

Dari 10 MI Ma’arif yang mengikuti kegiatan ini, masing-masing sekolah mengirimkan antara 10-20 siswa yang di dampingi oleh orang dan gurunya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Bahtsul Masail Siti Efi Farhati

Jumat, 19 Januari 2018

PMII Perkuat Kaderisasi

Pontianak, Siti Efi Farhati. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dikenal sebagai organisasi pencetak pemimpin hebat di negeri ini.?

PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Perkuat Kaderisasi

Salah satu kadernya adalah, Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar. PMII terus mencetak pemimpin baru dengan cara memperkuat kaderisasi.

“Kita memperkuat doktrin kaderisasi. Mahasiswa yang telah melewati kaderisasi PMII, dia harus lebih peka terhadap masyarakat dan negeri ini. Kepekaan sosial inilah yang terus kita tanamkan agar kader PMII memberikan manfaat bagi negara dan bangsa,” kata Ketua Umum PB PMII, Addin Jauharuddin saat temu kader di Pondok Nelayan Pontianak, Jumat (10/5) lalu.

Siti Efi Farhati

Dijelaskan pria kelahiran Cirebon ini, PMII memiliki basis di kampus-kampus. Untuk itu, ada tiga hal yang saat ini diperkuat, yakni taat organisasi, kaderisasi, dan memperkuat basis di kampus. Masuk PMII itu berarti masuk dunia organisasi. Seorang kader PMII harus memahami seluk beluk berorganisasi.

“Kalau sudah memahami tata cara berorganisasi, di masyarakat akan mudah bergaul dan masuk ke dunia apa saja. Bukan tidak mungkin, kader PMII akan menjadi pemimpin di masyarakatnya,” ujar Addin.

Siti Efi Farhati

Salah satu kekuatan organisasi adalah militansi. Saat melakukan sebuah pergerakan untuk mencapai tujuan, diperlukan militansi dan kekompakan. Untuk mendapatkan militansi, diperlukan kaderisasi yang mantap.?

“Kemudian, kita memperkuat basis di kampus terutama yang umum. Maksudnya, PMII tidak lagi memiliki basis di kampus Islam, melainkan juga di perguruan tinggi umum. Tujuannya, PMII tak lagi membicarakan masalah agama an sich, melainkan persoalan apa saja yang dihadapi masyarakat,” beber pria yang sedang kuliah S2 di Universitas Nasional Jakarta.

Sosok kader PMII nantinya tidak hanya hebat dalam berbicara agama, melainkan juga politik, ekonomi makro, ekonomi mikro, kedokteran, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Dengan keragaman kader seperti itu akan membuat PMII semakin kuat di masyarakat.?

“Selain itu, kita juga meminta seluruh kader dalam melaksanakan agenda formal harus di kampus. Sebab, PMII basis utamanya di kampus. Jangan lari dari kampus,” instruksi Addin.?

PMII bisa dikatakan sebagai organisasi kemahasiswaan yang sangat besar di Indonesia. Hampir seluruh kampus di Indonesia ada PMII-nya. Wajar apabila pemerintah banyak menaruh harapan pada PMII untuk bisa mengkader mahasiswa jadi pemimpin hebat.

“Pemerintah telah mempercayai kita untuk menyelenggarakan ASEAN Youth Assembly. Kepercayaan tersebut sebagai wujud nyata PMII untuk pemuda dan Indonesia. Kita terus berkiprah agar bisa melahirkan pemimpin masa depan Indonesia,” tekad Addin.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Fragmen, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Sabtu, 13 Januari 2018

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dikukuhkan sebagai Tokoh Perubahan oleh salah satu media cetak nasional pada 30 April 2013 lalu diharapkan dapat mengawal perubahan dari pesantren, seperti dalam slogannya menjelang Muktamar NU di Makassar, yakni “Kembali ke Pesantren”.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir berpendapat, gelar Tokoh Perubahan bagi Kang Said ini patut dijadikan landasan pacu untuk semakin bersemangat dalam mengawal perubahan, dan perubahan ini mestinya dapat dimulai dari pesantren.

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

“Kembali ke Pesantren” sebagaimana dijadikan maskot Kang Said menjelang Muktamar di Makassar, perlu dikuatkan kembali, kata Kiai Saifuddin Amsir kepada Siti Efi Farhati usai menggelar pengajian kitab hadis Riyadlush Shalihin di Masjid Ath-Thahariyah, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jum’at (10/5) malam lalu.?

Siti Efi Farhati

“Bagaimana pun, pesantren adalah basis utama Nahdliyin. Jadi, secara logika, gelar ini justru menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi NU untuk mewujudkan perubahan itu. Harapan saya, Kiai Said benar-benar memberdayakan pesantren,” tegas ulama Betawi ini.

Bagi Abuya, sapaan akrab Kiai Amsir, semangat perubahan telah diilhami oleh al-Qur’an. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu mau merubah dirinya sendiri. Di dalam hadits, dijelaskan barangsiapa melihat kemungkaran (ketidakberesan), maka gunakan kekuasaan atau pengaruhnya untuk mengubahnya.?

Siti Efi Farhati

Dalam sejarah perubahan NU, lanjut dosen Ushuluddin UIN Jakarta ini, yang paling fenomenal adalah Munas Alim Ulama NU 1983 dan Muktamar NU ke-27 di Situbondo 1984. Sejarah mencatat, hasil Muktamar tersebut mendukung asas tunggal Pancasila. Melalui serangkaian diskusi mendalam yang dipimpin oleh KH Achmad Siddiq dan Gus Dur, akhirnya muktamirin bisa menerima Pancasila sebagai asas organisasi.

“Muktamar ini kan dilaksanakan di pesantren Asembagus pimpinan Kiai As’ad. Jadi, pesantren memang luar biasa pengaruhnya bagi bangsa ini. Meski saya waktu itu belum pengurus PBNU, tapi saya memimpin delegasi dari Jakarta,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ali Musthofa Asrori

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam Siti Efi Farhati

Senin, 01 Januari 2018

Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku

Jakarta, Siti Efi Farhati?



Salah seorang putra H. Mahbub Djunaidi, Yuri Mahatma menceritakan sosok ayahnya. Menurut dia, Mahbub adalah orang yang sederhana dan penuh perhitungan. Dia bukan tipe orang yang suka berfoya-foya.? ?

Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahbub Djunaidi Pelit untuk Foya-foya, Royal untuk Buku

“Papa bukan orang yang banyak duit, tidak makan di luar dan banyak jalan-jalan. Tapi satu hal, untuk kebutuhan buku, dia enggak pelit. Sangat tidak pelit,” katanya di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).? ?

Kalau anak-anaknya berulang tahun, Mahbub Djunaidi yang pernah aktif di IPNU, Ketua Umum pertama PB PMII, GP Ansor, Pertanu, Lesbumi NU, Mustasyar PBNU 1989-1994 itu akan memberi buku dengan selalu ada tanda tangannya.?

Pada ulang tahun kedelapan, Yuri Mahatma mendapat hadiah buku 80 Hari Keliling Dunia karangan Jules Gabriel Verne. Buku karangan orang Prancis itu kemudian diterjemahkan Mahbub sendiri dari judul aslinya Around the World in Eighty Days.?

Siti Efi Farhati

“Pernah diajak bapak bareng, terserah beli buku mau apa, bapak yang bayarin. Untuk yang lain, yangtidak penting-penting, dia pelit,” jelasnya.?

Anak Mahbub yang lain, Mira, pernah menceritakan, suatu ketika ayahnya pulang dari Prancis. Ia membawa oleh-oleh sekoper besar. Istri dan anak-anaknya telah begitu senang akan mendapatkan hadiah dari Eropa. Namun, ketika dibuka, hanyalah buku. Tak ada yang lain.

Ajaran hidup yang ditekankan Mahbub Djunaidi kepada anak-anaknya adalah disiplin dan menghargai waktu. Esai-esai dan terjemahannya yang sangat lentur itu diciptakan oleh penulis disiplin dan penuh penghargaan terhadap waktu.? ?

“Banget disiplin. Terutama soal waktu, memanfaatkan waktu. Orangnya disiplin,” kata Yuri yang dikenal sebagai musisi jazz yang tinggal di Bali itu. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Kajian Islam Siti Efi Farhati

Rabu, 20 Desember 2017

Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan

Judul: Resolusi Jihad Paling Syar’i, Biar Kebenaran Yang Hampir? Setengah? ? Abad yang Dikaburkan Catatan Sejarah Terbongkar

Penulis: Gugun El-Guyanie

Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Cetakan: I, 2010

Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membongkar Sejarah Santri Yang Tersinggirkan

Tebal: xiv+128 hal.

Peresensi: Ahmad Shiddiq *

Siti Efi Farhati



Para ulama yang tergabung dalam Jam’iyyah NU, tentu memiliki pandangan dan ijtihad terhadap seluruh persoalan agama, termasuk dalam menafasirkan makna jihad secara kontekstual. Diskursus tentang jihad selalu menyita perhatian dari berbagai kalangan, baik Islam sendiri atau pun non muslim. Bagi kalangan Islam, ajaran jihad merupakan sesuatu yang inheren, sehingga setiap muslim secara otomatis adalah seorang mujahid. Dalam merespon situasi yang membahayakan kedaulatan, PBNU kemudian membuat undangan kepada konsul NU di seluruh Jawa dan Madura.

Siti Efi Farhati

Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari? langsung memanggil kiai Wahab Hasbullah, kiai Bisri Samsuri, dan para kiai lainnya untuk mengumpulkan para kiai se Jawa dan Madura, atau utusan cabang NU-nya untuk berkumpul di Surabaya, tepatnya di Kantor PB Ansor Nahdlatul Oelama (ANO) di Jl. Bubutan VI/2, bukan di kantor PBNU yang saat itu berada di jalan Sasak nomor 23 Surabaya. Hingga memutuskan hal penting bagi bangsa dan negara, yang dikenal Revolusi Jihad tanggal 22 Oktober. Lalu pertanyaannya kenapa dalam lembaran sejarah perjuangan kaun santri lenyap begitu saja.

Buku yang yang ditulis oleh Gugun El- Guyanie ini, sangat penting untuk diketahui bangsa yang sudah lebih setengah abad merdeka. Karena, Pertama, Resolusi Jihad yang perankan NU termajinalisasi bahkan terhapus dari memori sejarah bangsa. Tentu karena pergulatan dan manuver politik, ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang ingin menggusur NU dari dinamika percaturan politik kebangsaan.

Mengapa heroisme terjadi di Surabaya? Kota yang menjadi simbol kota santri, ibu kota NU, dan di ibu kota tersebut pula Jam’iyah NU didirikan tahun 1926? Mengapa dalam pembahasan Resolusi Jihad ini perlu mengungkap setting geosospol dan geokultur. Karena kota Surabaya memiliki khas yang unik, baik dari segi politik, budaya, maupun religiusitasnya. Dengan demikian, akan ditemukan titik sinkron antara Surabaya dan heroisme jihad dari para kiai dan santri dalam membela tanah air. Surabaya kota pesisir timur pantai utara Jawa yang terus berubah, sekarang telah menjadi sebuah metropolitan, dengan proses dan dinamika yang muncul didalamnya.

Maka wacana Resolusi Jihad NU harus dihidupkan kembali, direkontruksi dan tidak ditempatkan pada upaya politisasi sejarah. Tanpa Resolusi Jihad, tak akan ada NKRI. Kedua, pada lingkup internal, banyak kader-kader Muda NU yang tidak mengerti rangkaian sejarah Resolusi Jihad. Hal ini dapat dibuktikan, ingatan masyarakat tentang Resolusi Jihad NU 1945 yang memiliki mata rantai dengan peristiwa 10 November di Surabaya semakin punah. Jangankan masyarakat umum, generasi penerus NU dari pusat sampai ranting, Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU pun banya yang tidak mendapatkan transfer sejarah mengenai resolusi penting ini.

Dari fatwa Resolusi Jihad ini, yang keluarkan oleh NU, umat menyambut seruan tersebut dengan gegap gempita. Dimana-mana, peperangan berkobar. Puncaknya, pada pagi, dari ujung-ujung terjauh pulau Jawa, para mujahid berdatangan memenuhi kota Surabaya. Pekik takbir pun membahana, menggoncang jiwa-jiwa musuh yang durjana. Resolusi Jihad telah menggerakkan perang paling kolosal yang pernah ada dalam sejarah Nusantara, yang kemudian terkenal dengan peristiwa 10 November 45. Namun, sejarah tidak merekam perjuangan kaum santri dengan Resolusi Jihadnya. Artinya bahwa kontribusi NU yang begitu besar dalam mempertahankan kedaulatan NKRI ternyata dipandang sebelah mata oleh pemerintah dari zaman kemerdekaan sampai hari ini.

Seandainya saja Resolusi Jihad tidak ada, juga laskar-laskar yang berafilasi dengan? NU seperti Hizbullah dan Sabilillah bersama laskar-laskar rakyat lain tidak lahir untuk menentang sekutu, mungkin Indonesia yang merdeka tidak bisa dinikmati sampai hari ini. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian para pengambil kebijakan, juga para sejarawan untuk memposisikan peran NU secara proporsional. Saatnya sejarah harus menampilkan peristiwa-peristiwa yang sebenarnya terjadi, bukan menutupi, mengurangi atau menambahi, memanipulasi atau mengkomoditinya.

Munculnya hari pahlawan, kota pahlawan, dan peristiwa 10 November serta para pahlawan yang gugur adalah bagian dari roh Resolusi Jihad yang ditiupkan oleh para kiai dan santri. Berapa pengorbanan jiwa dan raga yang harus dibayar oleh mereka untuk membayar kecintaannya pada bangsa, tetapi apa balasan pemerintah bagi mereka (warga NU)? Meminggirkan pendidikan pesantren, menuduh pesantren sarang teroris, menyinggirkan alumni pesantren dari dunia kerja?. Pada hal, dengan Resolusi Jihad berdampak pada dua hal penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Pertama, dampak politik, lahirnya resolusi jihad, secara politik meneguhkan kedaulatan Indonesia sebagai negara bangsa (nation state) yang merdeka dari penjajahan. Meski setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia selalu berdarah-darah untuk mengahadapi masuknya tentara sekutu, agresi militer Belanda pertama dan kedua. Kedua, dampak militer. Resolusi jihad, dengan tampilnya lascar Hizbullah dan sabilillah, berkontribusi besar melahirkan tentara nasional. Tanpa laskar-laskar tersebut, yang terkomando dalam Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan, rekrutmen tentara nasional akan mengalami kesulitan. (hal, 102)

Resolusi Jihad NU telah mengobarkan jiwa dan raga para pejuangnya. Namun sampai hari ini, banyak generasi bangsa yang tidak mengenal tragedy bersejarah itu, bahkan generasi NU sendiri. Hal ini dikarenakan, para sejarawan nasional, atas kepentingan penguasa tidak? mencatat Resolusi jihad NU dalam tinta emas sejarah. Oleh karena itu, sudah saatnya sejarah harus berbicara jujur, untuk mengajarkan kepada generasi bangsa bahwa Resolusi Jihad NU adalah pengorbanan yang besar dari para kiai dan santri yang setia, dan mencintai tanah airnya. Orang-orang pesantren selalu meyakini hadits Rasullah bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Untuk itu, buku ini penting dibaca oleh generasi bangsa, mahasiswa, akademisi (sejarawan), warga dan pengurus NU dari berbagai level, agar bangsa ini bisa menghargai jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa-raganya, demi terwujud kemerdekaan yang hakiki dari tangan penjajah. Dengan demikian, bangsa ini tidak seperti kata pepatah “air susu di balas air tubah”. Waallahu a’lamu bi al-shawab.



*) Santri Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya
Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Doa Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock