Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang

Rembang, Siti Efi Farhati. Terdapat lima tempat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang dinilai ideal sebagai lokasi melakukan rukyat hilal untuk menentukan awal bulan hijriah. Semua tempat tersebut berada di dataran tinggi beberapa kecamatan di kabupaten yang berbatasan dengan Laut Jawa itu.

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang

Kelimat tempat yang dimaksud adalah Bukit Kingkin di Desa Mbedog, Kecamatan Pamotan; Bukit Tengkeng di Desa Pomahan, Kecamatan Sulang; Pasujudan Sunan Bonang di Desa Bonang, Kecamatan Lasem; Bukit Bolo Dewo di Pasedan, Kecamatan Bulu; dan Desa Rakitan, Kecamatan Sluke.

Hal itu dikatakan Anggota Badan Hisap Rukyah (BHR) Kementerian Agama Rembang H Badrudin, Senin (23/6). Menurutnya, tempat-tempat tersebut sudah diobservasi tim BHR Rembang dan Kanwil Kemenag Jawa? Tengah.

Siti Efi Farhati

"Kami memang sudah melakukan survei tempat yang menurut kami bisa digunakan untuk melakukan rukyat," katanya.

Siti Efi Farhati

Selain itu, pihaknya juga berencana menambahkan tempat lain yang dimungkinkan cocok bagi pelaksanaan rukyat yang rutin digelar tiap akhir bulan dalam kalender hijriah.

Observasi tempat lain tersebut, lanjut Badrudin, hingga kini masih terus dilakukan. Di antara yang terbaru adalah Pasujudan Sunan Bonang. Ia mengaku tempat ini merupakan hasil rekomendasi Rais Syuriah PCNU Rembang KH Chazim Mabrur setelah pihaknya meminta saran. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri, Internasional, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Rabu, 14 Februari 2018

Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif

Jakarta, Siti Efi Farhati. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Abdurrahman Masud mengatakan, sumber dari gerakan radikal adalah pemahaman Agama yang eksklusif dan tertutup.

Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif

"Eksklusivisme adalah inti dari pada gerakan radikal," katanya usai memberikan pidato kunci dalam acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Hotel Puri Denpasar Jakarta, Selasa (29/8).

Menurut dia, pemahaman Agama yang eksklusif atau tertutup cenderung merasa benar sendiri dan menyalahkan yang lain. Ironisnya, gelombang pemahaman Agama yang demikian semakin meningkat pada ranah anak di sekolah-sekolah.

Abdurrahman juga menyebutkan, potensi gerakan radikal yang berbasis pada pemahaman ideologis terjadi di semua agama, baik di lingkungan umat muslim maupun non-muslim.

Siti Efi Farhati

"Artinya radikalisme merupakan persoalan semua kelompok masyarakat dan seluruh umat beragama," jelasnya.

Ia berpendapat, masalah radikalisme seharusnya diselesaikan dari lingkungan terkecil atau keluarga. Baginya, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menghadang gerakan radikal, terutama terhadap anak-anak.

Siti Efi Farhati

"Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak," tegasnya.

Selain itu, imbuh Abdurrahman, guru di sekolah juga seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman agama yang inklusif atau terbuka kepada anak didiknya.

Pengarusutamaan Islam damai dan toleran

Abdurrahman menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengarusutamakan Islam yang damai dan toleran di sekolah-sekolah. Pertama, membekali guru-guru agama dengan materi dan metode pembelajaran yang mengedepankan sikap moderasi.

"Hal ini dilakukan melalui pendalaman dan pemahaman aspek keagamaan tentang perdamaian, kerukunan, dan kemanusiaan," urainya.

Kedua, mengaitkan pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan Pancasila dengan isu-isu baru yang lebih menyentuh kebutuhan dasar seperti kesehatan, kesetaraan gender, pemerintahan yang baik, kesejahteraan ekonomi, dan lainnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Cerita, Santri Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik

Jakarta, Siti Efi Farhati. Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Asosiasi Pesantren NU se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 pada tanggal 14-16 Juni 2017 di Hotel Menara Peninsula Jakarta.?

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik

Dalam sambutannya di acara pembukaan Bimtek, KH Abdul Ghaffar Rozin selaku Ketua Pengurus Pusat RMI NU dan sekaligus CEO LSN 2017 mengapresiasi pemerintah dan PSSI yang telah mendukung penyelenggaraan Liga Santri.

"Sebagai bagian terbesar bagi dunia pendidikan di Indonesia dan sekaligus sub-kultur bangsa ini, sudah seharunya kita berharap ke depan Liga Santri ini menjadi bagian resmi dari liga di lingkungan PSSI. Sepakbola adalah milik rakyat Indonesia, dan pesantren sebagia bagian terbesar dari bangsa ini tentu ingin berkontribusi di dalamnya," ujar Gus Rozin.

Dalam sambutan Bimtek yang diikuti perwakilan 32 region seluruh Indonesia itu Gus Rozin menyatakan, Menurut UU ? No. 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olahraga.

Siti Efi Farhati

?

Sebagai elemen sah yang turut memperjuangkan dan mendirikan Negara ini, Gus Rozin menambahkan, pesantren tidak saja akan berhenti dengan mencetak kader bangsa yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesia-an, melainkan juga berkewajiban mempersembahkan insan-insan terbaik di semua lini kehidupan bangsa, termasuk di bidang sepak bola.

Siti Efi Farhati

Lebih-lebih, tidak ada olahraga yang lebih populis dibanding sepakbola. Sportivitas, universalitas dan insklusifitas tidak berkontradiksi dengan ajaran pesantren, bahkan sangat in-line dengan nilai-nilai pesantren yang mengedepankan kejujuran, moderatisme, toleransi, dan kesetaraan/keadilan.?

"Dengan bertemunya prinsip-prinsip kebangsaan dan kepesantrenan tersebut, kami haqqul yaqin kedepan kita hanya menghasilkan pemain bola profesional di negeri ini, melainkan lebih jauh kami akan menghasilkan pemain bola yang profesional, patriotik, yang mencintai negaranya melebihi sekat-sekat sektarianisme dan primordialisme. Inilah yang menjadi diferensiasi kami," pungkas putra almaghfurlah KH Sahal Mahfudz tersebut.

Hadir dalam acara ? tersebut antara lain Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Isnanta, Asisten Deputi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga, Bayu Rahadiyah dan perwakilan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Direktur Kompetisi, Efraim Ferdinand Bawole.

Seperti diketahui LSN tahun ini akan dimulai dengan kick-off Agustus 2017 dan ditutup dengan babak final pada bulan Oktober 2017. Pagelaran ini akan melibatkan seribu lebih pesantren dari Sabang hingga Merauke dan diikuti oleh 1.024 kesebalasan, 22.528 pemain, 990 pertandingan yang terdistribusi kedalam 32 region. (Ali/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Santri Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Karya Alumni Pesantren Lirboyo Diminati di Timur Tengah dan Amerika

Jakarta, Siti Efi Farhati. Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Agus Shohib Khoironi menghebohkan dunia keilmuan Islam dengan keberhasilannya menulis sebuah kitab panduan tata bahasa Arab dengan metode pendekatan baru, yaitu menggunakan skema dan diagram yang sangat memudahkan pembaca dalam mendalami ilmu Nahwu dan Shorof.



Karya Alumni Pesantren Lirboyo Diminati di Timur Tengah dan Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Alumni Pesantren Lirboyo Diminati di Timur Tengah dan Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Alumni Pesantren Lirboyo Diminati di Timur Tengah dan Amerika

Kitab dengan nama “Audlohul Manahij” itu mendapat banyak pujian tidak hanya dari ulama Timur Tengah, tapi juga dari masyarakat Eropa dan Amerika. Dr Basyiiri Abdul Mu’thy dari Al-Azhar Cairo, Mesir, menyebut kitab tersebut sebagai panduan belajar bahasa Arab yang paling mudah dipahami dibanding kitab-kitab lain yang pernah dilihatnya.

“Saya adalah orang Arab yang belum pernah melihat kitab Mu’jam Nahwu Shorof yang paling mudah dipahami yang ditulis oleh seorang yang bukan Arab, dimana orang Arab sendiri belum ada atau belum pernah menulis dengan metode seperti ini sampai saat ini,” katanya seperti dikutip harian Duta Masyarakat, Selasa (4/3).

Siti Efi Farhati

Di Amerika Serikat (AS), karya santri kelahiran Ngawi, Jawa timur, 13 April 1972 itu laku keras. Bahkan, Booksurge LLC (Part of The Amazon Group of Companies) yang berkedudukan di Charleston, South Carolina-USA turut memperluas penyebaran buku ini.

Siti Efi Farhati

”Buku ini dipasarkan ke universitas-universitas, lembaga-lembaga pendidikan, khususnya pada bidang Arabic program, Islamic Studies, Middle and Near Eastern Studies melalui internet di Amazon.com,” kata Imam Kamal, Direktur PT Wiracandra Mulia Press yang menerbitkan karya itu.

“Selain di AS, di Iran kitab ini mandapat bintang lima (book rating) sebagai kitab terlaris. Yang membanggakan lagi, dari karya anak bangsa tersebut, adalah mandapatkan bintang lima (book rating) pada website Ira, serta tanggapan yang sangat positif selama kami terbitkan sejak Februari 2007 hingga akhir tahun lalu,” tuturnya.

Tokoh-tokoh yang memberikan pujian terhadap kitab ini, antara lain, Professor Adel Gamal (Department of Near Eastern Studies, University of Arizona – USA), Inas Hassan, Ph.D (School of Language - Arabic, University of Maryland – USA), Ramzi Salti, Ph. D (Arabic Language & Literature. Stamford University – USA), Martin Sulzer-Reichel (Director of Arabic and German Language Program, Department Culture of Modern Literatures and Cultures, University of Richmond –USA), Paul O. Myhre, Ph.D (Wabash Center in Association of American Academy of Religion – USA), dan Blackwell Publishers-UK (Book & Resources Review Editor for the Journal Teaching Theology and Religion.

Praktisi dan pecinta Bahasa Arab, Khoirul Huda Basyir tak menyangkal kelebihan kitab Audlohul Manahij. Ia juga menyebut karya santri Lirboyo yang pernah belajar ke Al-Azhar Mesir itu sebagai kitab tata Bahasa Arab yang mudah dipahami.

”Sebagai orang yang lama mengkaji Bahasa Arab, saya akui kitab ini bagus dan mudah dipahami. Saya kira kitab ini cocok untuk para santri NU yang ada di pesantren-pesantren NU,” kata Khoirul Huda Basyir yang juga Sekretaris PP LDNU. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, Santri, Quote Siti Efi Farhati

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada PWNU dan PCNU yang ada di seluruh Indonesia. Mereka meminta pengurus NU wilayah dan cabang untuk menginisiasi penyelenggaraan sholat Istisqo’ di daerahnya masing-masing.

Instruksi ini dikeluarkan mengingat bencana asap, kekeringan, dan kelangkaan hujan di berbagai daerah di Indonesia. Surat ini yang ditandatangani Rais Aam KH Ma’ruf Amin, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini.

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

“Kami mengajak warga NU untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” seperti dirilis dalam surat instruksi Kamis, tertanggal 7 Oktober 2015.

Siti Efi Farhati

Pengurus harian PBNU meminta pengurus PWNU dan PCNU untuk meneruskan maklumat ini kepada pengurus MWCNU dan ranting NU di daerah masing-masing. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Makam, Internasional, Santri Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Kamis, 25 Januari 2018

Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi

Sukabumi, Siti Efi Farhati. Dalam rangka peningkatan mutu dan pengembangan penelitian tesis, Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta menyelenggarakan Program Visitasi Dosen ke lokasi penelitian mahasiswa.

 

Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi

Salah satu dosen pembimbing tesis, Deny Hamdani, mengunjungi aktivitas penelitian salah satu mahasiswa pascasarjana yang sedang meneliti budaya masyarakat Nusantara, Kamis (21/9) lalu di Padepokan Girijaya-Sukabumi, Jawa Barat.

Terletak di ketinggian 800 mdpl, padepokan peninggalan tokoh spiritual Jawa ini memberikan kesan magis dan historis. 

Siti Efi Farhati

“Interaksi Eyang Santri dengan kaum intelektual zaman kemerdekaan dan kontribusinya terhadap pembentukan Indonesia modern perlu kita dorong untuk diteliti lebih lanjut,” ungkap Hamdani dalam kunjungannya ke kediaman salah satu keturunan Eyang Santri. 

Hal tersebut terlontar setelah Hamdani terlibat dialog dengan Raden Ayu Ahdiyati, cucu KPH. Djojokoesoemo, yang dikenal masyarakat dengan sebutan Kiai Muhammad Santri atau Eyang Santri. 

Menurut Ahdiyati, yang akrab dipanggil dengan Bu Hajah Tito, keberadaan Eyang Santri yang memilih tempat terpencil di lereng Gunung Salak sesungguhnya adalah upaya lari dari kejaran Belanda pasca kalahnya Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa. 

Namun pelarian ini, masih menurut Ahdiyati, membawa hikmah yang cukup besar dalam proses perkembangan negara Indonesia di kemudian hari. Ibu dari ketiga anak ini menjelaskan bahwa banyak sekali tokoh kemerdekaan yang menjalin hubungan dengan cucu dari Pangeran Sambernyawa tersebut. 

Siti Efi Farhati

Ia pun menyebut nama-nama penting dalam sejarah Indonesia, seperti Soekarno, Tjokroaminoto, Soetomo, Sosro Kartono, Ki Hajar Dewantoro, Muhammad Yamin. Bahkan tokoh spiritual dan filosof India seperti Rabindranath Tagore pernah berinteraksi dengan Eyang Santri.

Dalam kunjungan tersebut, Hamdani ditunjukkan sejumlah buku yang berkaitan dengan pemikiran Eyang Santri. Tokoh yang lahir tahun 1771 dan meninggal tahun 1929 itu ternyata banyak disebut dalam berbagai karya baik yang berbahasa Jawa maupun Belanda. 

“Pelan-pelan memang pemikiran kakek saya mulai terkuak, meskipun masih banyak hal yang belum disentuh” ujar Ahdiyati. 

Ia kemudian menceritakan sebuah disertasi dari mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengulas pemikiran Eyang Santri dari aspek Tasawuf. 

Disertasi yang berjudul Penafsiran Martabat Tujuh Kiai Muhammad Santri Sufi Agung Mangkunegaran tersebut ditulis oleh Ali Abdillah (2017), dosen Pascasarjana Unusia Jakarta. 

Dengan program kunjungan ke lapangan tersebut, Habibullah, mahasiswa pasca yang sedang mengoleksi data merasa bahwa perhatian kampus terhadap penelitiannya ini patut diapresiasi dengan baik. 

“Perhatian dosen pembimbing buat saya menjadi penyemangat sekaligus pengarah bidang akademik yang sangat diperlukan,” ujar komentar mahasiswa tingkat akhir Pascasarjana Unusia Jakarta yang sebentar lagi menghadapi para penguji dalam munaqosah tesis ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri, Aswaja Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan

Jakarta, Siti Efi Farhati

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) mengadakan pembagian ta’jil melalui kegiatan Ta’jil on The Road yang untuk pertama kalinya digelar pada Rabu (8/6) sore. Lokasi Ta’jil on The Road pada hari ketiga Ramadhan tahun ini adalah di sekitar perempatan lampu merah Universitas YAI-Salemba, Jakarta Pusat.

NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan

Sebanyak 400 paket ta’jil dibagikan kepada warga dan pengguna kendaraan bermotor yang melintas. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang masih berada di perjalanan pada saat atau mendekati waktu berbuka puasa tiba.

Ta’jil on The Road akan diadakan beberapa kali dalam bulan Ramadhan tahun ini, dengan lokasi yang berbeda-beda.

Siti Efi Farhati

Dalam Ta’jil on The Road selain melakukan pembagian ta’jil, NU Care-LAZISNU juga mengampanyekan beberapa program lain, salah satunya gerakan “Ayo Bangun 1000 Pondok Pesantren Kobong untuk Indonesia Hebat”.

Siti Efi Farhati

Seperti diberitakan sebelumnya, gerakan tersebut juga bagan dari cara NU Care LAZISNU dalam mengajak warga untuk turut serta membangun pondok pesantren kobong sebagai pesantren khas yang banyak terdapat di Provinsi Banten. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Santri, RMI NU Siti Efi Farhati

Rabu, 10 Januari 2018

Inilah Harapan Para Pemimpin Redaksi pada PBNU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Senin malam (9/3) PBNU mengadakan pertemuan dengan para pemimpin redaksi sejumlah media. Pertemuan tersebut menjadi ajang sharing rencana pelaksanaan muktamar ke-33 NU, sekaligus mencari masukan dari mereka. Banyak hal penting yang disampaikan yang bisa ditindaklanjuti dalam muktamar yang mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia”. Berikut diantaranya

Inilah Harapan Para Pemimpin Redaksi pada PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Harapan Para Pemimpin Redaksi pada PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Harapan Para Pemimpin Redaksi pada PBNU

Syaiful Hadi, pimred kantor berita Antara

“Mungkin yang ingin di dengar masyarakat akhir-akhir ini, keberpihakan NU terhadap orang-orang, kita tidak ingin mengadu KPK dengan Polri atau Ahok dengan H Lulung. Ini bukan tugasnya NU. Tapi ada garis tegas, sampai kapan pun NU, akan berdiri di depan untuk melawan korupsi, dan NU tidak mau disumbang para koruptor, karena ada orang yang bilang, kita korupsi saja tiga milyar, yang satu milyar nanti kita sumbang, sudah diputihkan itu...”?

Siti Efi Farhati

Kiai Said dengan seketika menjawab bahwa NU dalam berbagai forum nasional telah menegaskan diri menolak korupsi dengan berbagai motif dan modusnya.

Siti Efi Farhati

Syukri Rahmatullah, pimred Okezone

“PBNU dengan muktamarnya nanti bisa meneguhkan rekomendasi dan program yang lebih kongkrit, bagaimana Islam Nusantara ini tidak sekedar konseptual, tetapi teraplikasi dalam masyarakat Indonesia.”

Nasihin Masha, pimred Republika

“Islam Nusantara sangat tepat sekali, sangat berbeda dengan Islam yang lain. Dengan jumlah penduduk terbesar, sudah saatnya Islam Indonesia mengambil prakarsa dan kepemimpinan di dunia internasional. Cuma jumlah saja tidak cukup, ide saja tidak cukup... persoalan kita yang sudah sekali adalah kemiskinan... tentu kemiskinan yang harus dihadapi dengan membangun entrepreneurship.”

Agung Susatyo, pusat pemberitaan RRI

Di NU terkenal dengan pemberdayaan perempuan dan juga pemberdayaan masyarakat. Kira-kita ke depan, dalam muktamar, seberapa jauh peran perempuan dan keterwakilan perempuan seperti apa karena kita sudah melihat demokrasi, keterbukaan...”

“Soal radikalisme dan ISIS, kiranya dari NU bisa memberikan ketenteraman kepada masayarakat, mungkin himbauan, pencerahan kepada masyarakat agar mereka tidak terjebak dalam kegiatan yang akhirnya juga merugikan umat Islam sendiri.”?

Aldi Gultom, pimred Rakyat Merdeka Online

“Kebetulan saya Kristiani dan saya Kristen yang merasa nyaman berada di tengah-tengah NU. Tiap ada acara Natal, selalu ada temen-teman NU yang membantu mengawal atau menjaga gereja...Kelompok agama lain juga banyak yang radikal. Sejauh mana PBNU sudah melakukan dialog-dialog kenusantaraaan dengan kelompok agama lain sehingga pemahaman kenusantaraan tidak hanya dimiliki oleh NU dan Islam saja.”(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri Siti Efi Farhati

Sabtu, 30 Desember 2017

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

Way Kanan,Siti Efi Farhati. Salah satu hasil Kongres XV GP Ansor Tahun 2015 di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta adalah Gerakan Pemuda Ansor harus bisa mengembangkan kewirausahaan di kalangan pemuda baik secara individu maupun kelembagaan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Way Kanan bertekad menabung pohon buah di 14 pesantren yang ada di 14 kecamatan, baik sebagai kemandirian organisasi atau sarana mempererat silaturahmi dengan pesantren sasaran program.

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

"Kami titip lima belas pohon di setiap pesantren. Jika tercapai di 14 kecamatan, maka Ansor Way Kanan akan memiliki tabungan sejumlah 210 pohon," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Jumat (15/7).

Siti Efi Farhati

Untuk diketahui, Gusdurian Lampung dan alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 PC GP Ansor Way Kanan menginisiasi Gerakan Sedekah Oksigen bagi sejumlah pesantren. Gerakan itu didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

Siti Efi Farhati

"Total pohon Sedekah Oksigen jenis mangga Thailand dan nangka dak (persilangan nangka cempedak) yang bisa dipanen setelah tanam satu tahun adalah lima puluh batang. Di luar jumlah itu, kami titip lima belas pohon untuk tabungan organisasi mendatang. Setiap pimpinan anak cabang kami upayakan bisa mandiri tabungan pohon tersebut," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu lagi.

Gatot yang juga Ketua Bidang Media dan Publikasi DPP Sarbumusi NU itu melanjutkan, jika potensi hasil panen dari satu pohon paling rendah Rp100 ribu saja misalnya, maka akan ada hasil Rp1,5 juta dalam satu tahun.

"Tapi jika perawatan bagus, hasil panen juga Insya Allah bagus. Dari hasil mandiri berjamaah itu, persentase untuk PAC 75 persen dan untuk pimpinan cabang 25 persen. Kenapa demikian? Karena tidak mungkin pimpinan cabang hanya mendorong tapi tidak didorong, jadi saling mendorong dalam hal positif termasuk penguatan ekonomi," papar Gatot.

Setelah menanam pohon hasil Sedekah Oksigen di Pesantren Assiddiqiyah 11, Gunung Labuhan asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi. Penanaman selanjutnya akan dilakukan untuk Pesantren Al-Falakhussadah, Pakuan Ratu asuhan Kiai Zainal Maarif pada Ahad (17/7).

Adapun distribusi pohon buah untuk Pesantren Darul Ulum, Negara Batin asuhan Ustadz Bayumi dan Pesantren Hidayatus Salafiyah, Negeri Agung asuhan Gus Yunus telah siap.

"Insya Allah gerakan tersebut akan berlanjut dan akan tercapai di 14 pesantren karena respon sejumlah pihak akan program itu masih bagus," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri Siti Efi Farhati

Minggu, 24 Desember 2017

Banom NU Waykanan Berbagi Ratusan Buku

Waykanan, Siti Efi Farhati. Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) serta kader muda NU tergabung dalam alumni Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2015 berbagi ratusan buku ke sejumlah intitusi. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan minat baca di selatan kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur provinsi Sumatera Selatan ini.

Banom NU Waykanan Berbagi Ratusan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Banom NU Waykanan Berbagi Ratusan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Banom NU Waykanan Berbagi Ratusan Buku

Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 Disisi Saidi Fatah di Blambangan Umpu, Ahad (5/7) menjelaskan, buku yang dibagikan merupakan buku-buku migrasi aman. Dibagikan untuk Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah sejumlah 6 paket buku (satu paket berisi dua buku) dan 34 paket buku untuk perpustakaan yang ada di beberapa kampung dan kecamatan setempat.

Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 bekerja sama dengan GP Ansor, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Waykanan secara bertahap akan mendistribusikan buku dari International Organization for Migration (IOM) kepada 227 kepala kampung, 14 camat dan 89 SMA sederajat di daerah itu.

Siti Efi Farhati

Selain menumbuhkan minat baca, pihaknya juga berupaya menyampaikan pemahaman migrasi aman kepada publik mengingat isi buku yang dibagikan itu mengulas tentang migrasi yang aman kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), lalu untuk mengembangkan monitoring perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) yang baik, serta penyebaran tata cara TKI yang aman, murah, cepat, dan bermartabat.

"Saya berharap dengan berbagi buku seperti ini masyarakat luas khususnya di Waykanan semakin hobi untuk membaca, karena dengan membaca kita bisa mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan dan kita makin tahu," ujarnya pula.

Siti Efi Farhati

Disisi meyakini, buku merupakan guru yang tidak pernah marah. "Buku juga merupakan gudangnya ilmu, jadi semakin banyak kita membaca maka semakin banyak kita tahu. Selain itu, dengan berbagi kita jadi makin dekat dengan masyarakat dan juga mendapatkan amal," kata Disisi.

Ketua Pergunu Waykanan Ali Tahan Uji menambahkan, Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut berbagai macam ilmu yang memberi manfaat dan dapat menuntun mengenai hal-hal berhubungan dengan kehidupan dunia.

"Tidak ada yang salah dari berbagi. Terlebih mengampanyekan migrasi aman sehingga masyarakat, pelajar, calon TKI dan para pemangku kebijakan bisa memahami bahwa TKI bukan komoditas," kata Ali. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri, Quote Siti Efi Farhati

Jumat, 22 Desember 2017

Di Tangan Kelompok Radikal, Jihad Hanya Bermakna Perang

Jember, Siti Efi Farhati - Apa pun, yang namanya paham radikal, sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, lebih-lebih bagi Indonesia yang dihuni oleh beragam agama, budaya, suku, golongan, dan sebagainya. Sebab, paham? radikal, tidak memberikan ruang sedikit pun kepada kelompok lain untuk hidup, tidak ada toleransi. Yang ada dan harus tetap eksis hanyalah kelompok mereka sendiri.

“Artinya siapa pun yang tidak sepaham dengan mereka dianggap musuh,” jelas Ketua MUI Cabang Jember, Abdul Halim Subahar saat memberikan taushiyiah dalam acara? “Deklarasi Anti Radikalisme & Terorisme” di halaman gedung GP. Ansor Jember, Rabu (21/6).

Di Tangan Kelompok Radikal, Jihad Hanya Bermakna Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Tangan Kelompok Radikal, Jihad Hanya Bermakna Perang (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Tangan Kelompok Radikal, Jihad Hanya Bermakna Perang

Menurut Halim, kekeliruan besar penganut paham radikal adalah dalam menafsirkan makna jihad. Jihad menurut mereka ditafsirkan tunggal, yakni qital (membunuh). Sehingga perintah jihad dalam agama selalu diartikan membunuh atau berperang melawan orang yang tidak sepaham dengan mereka.

“Kalau ini diterapkan di Indonesia, tidak ada lagi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” lanjutnya.

Siti Efi Farhati

Pemahaman mereka berbeda jauh dari paham keagamaan wasathiyah seperti NU, Muhammadiyah, MUI, dan sejenisnya, yang menafsirkan jihad dengan banyak makna, misalnya menuntut ilmu, berpuasa, beribadah haji, berbakti kepada orang tua, memberi nasehat kepada penguasa yang dhalim dan sebagainya.

Siti Efi Farhati

“Itu semua termasuk? jihad. Baru kalau tidak ada pilhan lain, kita disalahi, dan keselamatan kita terancam, baru jihad dimaknai berperang,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian, Santri Siti Efi Farhati

Jumat, 15 Desember 2017

GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa

Buleleng, Siti Efi Farhati. Setiap kepala keluarga di lingkungan Pejarakan kecamatan Gerokgak kabupaten Buleleng, Bali, membawa nasi tumpeng dalam upacara selametan desa di masjid Baiturrahim Pejarakan, pada Selasa (24/6) malam. Upacara yang digagas GP Ansor Pejarakan ini diawali dengan pembacaan tahlil.

GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pejarakan Gelar Syukuran Selametan Desa

Selametan desa ini diadakan untuk mensyukuri kondisi desa yang aman dan damai. Ketua GP Ansor Abdul Karim Abraham mengatakan dalam sambutannya bahwa acara ini menjadi media untuk mengenang para leluhur umat Islam yang menyebarkan desa pertama kali di desa ini.

“Para pendahulu muslim desa Pejarakan telah banyak melakukan hubungan antarumat beragama yang harmonis. Terbukti, hingga sekarang tidak pernah terjadi konflik antaragama Islam dan Hindu,” kata Karim.

Siti Efi Farhati

Di desa ini, umat Hindu yang mayoritas menghargai kami yang minoritas. Sedangkan Islam yang minoritas dapat bergaul secara baik dengan umat Hindu yang mayoritas, ujar Karim.

Sebelum makan nasi tumpeng bersama, Selametan Desa disudahi dengan taushiyah agama oleh Habib Ja’far Al Jufri dari Situbondo. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Syariah, Warta, Santri Siti Efi Farhati

PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini mendukung serta merasa gembira dengan penyelenggaraan Kongres Pertama Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) yang digagas Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU).? Hal itu terungkap saat Helmy mengisi pidato sambutan sekaligus membuka Kongres, Jumat (16/9) sore di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat.

PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU

Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II, itu mengatakan salah satu amanat hasil Muktamar NU ke-33 tahun 2015 adalah NU sebagai paham ahlussunah wal jamaah dalam perspektif harakah atau gerakan.?

Dari perspektif ini kemudian melahirkan tiga rekomendasi yakni mengokohkan pelaksanaan Islam aswaja, konsisten mengawal Pancasila dan NKRI, dan terus meningkatkan kualitas hidup warga NU. Kualitas hidup yang dimaksud adalah melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai usaha meningkatkan IPM (Indek Pembangunan Manusia).

Tak lupa Helmy menyebut banyaknya jumlah warga NU berdasarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2014 yang ? mencapai 91, 2 juta. Jumlah ini setara dengan 36 persen dari seluruh warga Indonesia.

Helmy mempertanyakan apakah dengan jumlah warga yang besar sudah secara otomatis menjadikan warga NU memegang peran besar?

Siti Efi Farhati

“Kongres ini setidak-tidaknya akan menjadi bukti bahwa NU mengambil peran di masyarakat,” terang Helmy di hadapan peserta kongres yang terdiri dari pimpinan rumah sakit anggota ARSINU.?

Siti Efi Farhati

Dalam bidang kesehatan, Helmy mengatakan jika fasilitas kesehatan rendah, maka IPM juga akan rendah. Dikaitkan dengan gini ratio yang sudah mencapai 0,34 sudah masuk zona merah. Oleh karena itu, NU harus membantu pemerintah, karena NU adalah entitas yang menyatukan umat dan warga.

Helmy mendorong LK PBNU membuat tarjet pendirian tempat layanan kesehatan misalnya Rumah Sakit, Poliklinik Desa, Puskesmas, atau Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren). Helmy menyatakan siap membantu LK PBNU, misalnya dengan memediasi LK PBNU dengan lembaga pendidikan dan lembaga wakaf yang dikelola NU.

Kerja sama dapat ditindaklanjuti dengan mendirikan pusat kesehatan atau rumah sakit di perguruan tinggi. Adapun kerjasama dengan lembaga wakaf dapat diwujudkan dengan memanfaatkan asset NU yang ada untuk pendirian tempat layanan kesehatan. Ibarat menanam, sebut Helmy, ini adalah menanam dengan model tumpang sari, di mana di satu lahan, tumbuh bermacam tanaman. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri Siti Efi Farhati

Rabu, 13 Desember 2017

Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden

Menyaksikan seorang sahabat menjadi presiden, tentu memberikan perasaan tersendiri bagi pengasuh Pesantren Al-Qur’aniyy Solo, KH Abdul Karim.

Saat diwawancarai salah satu stasiun TV swasta, Senin (20/10), kiai yang akrab disapa Gus Karim itu menceritakan kisah mereka, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) hendak mencalonkan diri menjadi menjadi presiden, beberapa bulan silam.

“Sesaat sebelum pengambilan nomor urut, Jokowi sempat bertanya melalui SMS kepada saya, tentang wiridan apa yang perlu dibaca,” kata Gus Karim yang pernah menjadi ketua tanfidziyah PCNU Kota Surakarta,.

“Gus, apakah wiridannya itu perlu dibaca? Saya jawab, ya perlu dibaca wiridan itu,” kata Gus Karim tanpa menyebut wirid apa yang diijazahkannya ke Jokowi.

Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden

“Esoknya beliau kembali menghubungi saya , Gus saya dapat nomor dua. Saya jawab, ya itu, salah sendiri cuma tanya lewat SMS, tidak sowan langsung,” ujar Gus Karim menirukan pembicaraanya dengan Jokowi.

Pengasuh Majelis Dzikir dan Shoalwat Jamuro itu juga memiliki panggilan tersendiri kepada Jokowi. “Dari dulu saya memanggilnya dengan sebutan ‘Pak Wali’. Bahkan, ketika sudah menjadi Gubernur. Tapi ndak tahu kalau sudah jadi presiden sekarang,” katanya sembari terkekeh.

Siti Efi Farhati

Kata Gus Karim, Jokowi itu punya tiga nama panggilan, “Pertama yoqowiyu, ini panggilan dari mereka yang terlalu mengidolakan. Adapula yang memanggilnya dengan biasa Jokowi, seperti saya. Lain lagi dengan yang tidak senang, memanggilnya dengan jo kui (jangan yang itu).”

Jokowi dan Jamuro

Pada kesempatan lain, Gus Karim juga pernah mengungkapkan, sosok Jokowi yang ikut membesarkan jamaah Sholawat di Solo bersama Jamaah Muji Rosul (Jamuro). Menurutnya, Jamuro tak lepas dari Jokowi.

“Saat Jokowi naik, mulai saat itulah Jamuro naik. Akhirnya kami pun meminta Jokowi untuk menjadi penasihat Jamuro.”

Siti Efi Farhati

Gus Karim menceritakan “ledakan” jemaah Jamuro terjadi seusai mereka berkegiatan di Lodji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo. “Sebelum Pak Jokowi ngunduh Jamuro di Lodji Gandrung jemaah sekitar 100- 200 orang setelah itu semakin banyak. Sekarang jemaah bisa mencapai 2.000-3.000 orang jika Jamuro mengadakan pengajian,” ucapnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh

Semarang, Siti Efi Farhati. Pengurus Rabithah Maahid Islamiyyah NU Jawa Tengah telah melakukan kajian mendalam untuk meluncurkan program Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren (PBPK). Gerakan ini bertujuan untuk membangun pola pikir manajemen lingkungan dan kebersihan serta menjadikan pesantren lebih sehat, rapi, nyaman, dan asri.?

Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh

Selanjutnya santri dapat meraih berkah belajar dengan sehat dan suka cita. Pesantren bukan lagi tempat dengan kebersihan tidak terawat dan tempat yang penuh sesak.

Koordinator gerakan PBBK Ustadz H Abu Choir al-Fadholi menyatakan bahwa bersih dan sehat secara lahir adalah pangkal kejernihan pikiran, beningnya hati, dan kesehatan jasmani. ? Menjadikan pesantren sebagai tempat yang bersih, rapi, dan sehat menjadi bukti bahwa pesantren selalu bisa menyerap hal-hal positif dalam perkembangan zaman.?

Siti Efi Farhati

"PBPK merupakan program yang dirancang untuk memunculkan kesadaran internal pesantren tentang pentingnya manajemen lingkungan dan kebersihan guna meningkatkan kualitas kehidupan santri dan pesantren," kata dosen IAIN Surakarta ini, Jumat (8/1).

Gagasan PBBK lahir atas saran dan arahan ulama sesepuh pesantren, pecinta pesantren, pecinta ulama, pecinta ilmu, pecinta lingkungan dan kebersihan. RMI Jateng menjadi motor penggerak untuk ikut andil dalam menggulirkan program ini.

Siti Efi Farhati

Keterlibatan pihak selain RMI Jateng menjadi kunci penting suksesnya PBPK. Santri menjadi unsur utama gerakan ini sebagai eksekutor program. Mereka adalah pengasuh dan sumber daya manusia pesantren, alumni dan pecinta pesantren (akademisi, peneliti, praktisi dan individu atau kelompok yang memunyai kecintaan mendalam kepada pesantren).

Bentuk konkret dari PBPK dalam tahap awal akan dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen house keeping, manajemen lingkungan dan kebersihan. Selanjutnya pelatihan akan ditingkatkan sampai melahirkan standar mutu kebersihan dan kesehatan pesantren.

Sebagai pemicu awal, program ini akan menyasar 35 pesantren di Jawa Tengah untuk menjadi percontohan. ? Selanjutnya program ini akan menyebar di pesantren-pesantren di Jawa Tengah dan Indonesia. Pesantren yang berada dalam naungan NU dan berminat bisa menghubungi Ustadz Abu Choir di nomor kontak 08122805726.

Partisipasi donasi bisa dikirimkan ke rekening BRI 3043-01-026279-53-1 PESANTRENKU BERSIH PESANTRENKU KEREN. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Santri Siti Efi Farhati

Rabu, 06 Desember 2017

Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar

Pati, Siti Efi Farhati. Ketua Kesbangkol Pati itu Sudartomo menyampaikan beberapa potensi konflik yang mungkin terjadi di Pati. Karena itu, penyelesaian konflik penting untuk disosialisasikan kepada para mahasiswa. Menurutnya, persoalan seperti keberadaan karaoke dan rencana penambangan pabrik semen di Pati selatan menjadi semacam warning bagi semua pihak untuk bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar

Hal ini disampaikan dalam seminar dengan tema “Kontribusi Masyarakat dalam Perubahan Cara Pandang dan Cara Penyelesaian Konflik di Jawa Tengah” yang diselenggarakan oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri bersama LSM Humanity Development Center Pati dan bekerjasama dengan mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Fakultas Dakwah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) di Pati, Senin (2/11).

Ia menambahkan konflik akhir-akhir ini tidak lain adalah kurangnya rasa kesadaran dan kurangnya perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait, sehingga konflik yang ada di masyarakat tidak bisa dielakkan lagi. Oleh karena, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk saling bekerjasama dan bersatu, agar konflik yang ada dimasyarakat tidak terjadi.

Siti Efi Farhati

Faiz Aminuddin, sekretaris LTN PCNU Pati menambahkan bahwa saat ini kondisi masyarakat telah terjadi pergeseran dalam pola interaksi sosialnya, kecenderungannya lebih mengarah pada sikap individualis dan permisif, prinsipnya asal tidak mengganggu dan tidak ada kaitannya dengan kehidupannya maka tidak perlu diurusi. Karenanya, masyarakat penting untuk diedukasi tentang toleransi, pluralis, gender, perilaku prososial, dan sikap guyup rukun supaya dapat melahirkan tanggung jawab moral, karena mereka semua adalah  bagian dari masyarakat. Apabila prinsip-prinsip ini dapat dipahami dengan baik maka akan memperkokoh tatanan kehidupan yang damai.

Lebih lanjut, menurut Faiz, “Untuk menangani konflik maka perlu sebuah pemetaan secara komprehensif, sehingga pemecahan dan solusi dari setiap konflik dapat teruai dengan tepat dan sesuai dengan sasaran,” ujarnya. (Siswanto El Mafa/Mukafi Niam)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Santri Siti Efi Farhati

Minggu, 03 Desember 2017

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU berencana akan mengumpulkan para pengasuh pesantren se-Jawa. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat.

Draf acuan kegiatan (ToR) yang diterima Siti Efi Farhati menyebutkan, pertemuan para kiai ini akan diwujudkan dalam bentuk halaqah bertema “Penguatan Peran Pesantren sebagai Pusat Peradaban” di Jakarta, 29-30 Desember 2012.

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren

Rencananya, 40 pengasuh pesantren yang menjadi peserta akan memetakan potensi pesantren, terutama dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya; merumuskan strategi penguatan kelembagaan dan kerja sama lintas sektor; serta merumuskan aksi bagi upaya penguatan pesantren sebagai pusat peradaban.

Siti Efi Farhati

Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama, RMI bertekad akan mengembalikan fungsi pesantren sebagai agen perubahan sebagaimana yang dilakukan generasi pendahulu.

“Pesantren tidak hanya  menjadi lembaga agama, tetapi juga menjadi lembaga sosial yang mengemban fungsi-fungsi kemasyarakatan bagi komunitas di sekitarnya,” demikian bunyi ToR acara halaqah pengasuh pesantren ini.

Siti Efi Farhati

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pemurnian Aqidah, Santri, Pertandingan Siti Efi Farhati

Sabtu, 02 Desember 2017

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Malang, Siti Efi Farhati. Guna meningkatkan minat pelajar dalam dunia tulis menulis, PC. IPNU-IPPNU Kota Malang menyelenggarakan diklat jurnalistik di SMA Negeri 3 Malang, belum lama ini.

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Kegiatan yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini bertema “Dengan Pena, Merubah Dunia, bangkit Generasi Muda”.

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Malang mengingatkan pentingnya generasi muda untuk terus mengasah kemampuan tulis-menulisnya.

Siti Efi Farhati

“Saatnya pelajar untuk bangkit, bangun generasI muda, walaupun hanya dengan sebuah pena untuk merubah dunia,” terang Mufarrihul Hazin, Sekretaris Umum PC. IPNU Kota Malang pada acara pembukaan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan materi-materi, diantaranya pengenalan dunia jurnalistik, teknik penulisan artikel, teknik wawancara-investigasi dan teknik penulisan berita.

Siti Efi Farhati

Adapun pemateri yang hadir dalam diklat ini, diantaranya Mahmudi Muchit, Redaktur Malang Post dan Angga Teguh, Redaktur Koran Pendidikan.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi setiap materi, yaitu teori dan praktik, bahkan mereka di beri tugas untuk menulis opini tentang Kebangkitan Nasional yang dilombakan. Dan penulis opini terbaik adalah Sutra Wardatul Jannnah dari MA Negeri 3 Malang.

Kegiatan yang diiikuti sekitar 41 pelajar dari 14 sekolah tingkat SMA se-Kota Malang ini, berjalan dengan sukses dan sangat meriah.

Usai pemaparan materi yang terakhir, para alumni membentuk sebuah komunitas yang bernama “Komunitas Dunia PENA” dan diketuai oleh Fikra dari SMA Negeri 3 Malang.

Komunitas ini memiliki 5 progam, yang diantaranya adalah pembuatan majalah pelajar NU, pengaktifan website, komunitas dunia PENA, dan lain-lain.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Mufarrihul Hazin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, IMNU, Santri Siti Efi Farhati

Sabtu, 25 November 2017

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri

Jember, Siti Efi Farhati. Setelah hampir setengah bulan mengaji kitab “Fiqhuz-Zakat Li Taqwiyat Iqtishadil-Ummat”, para santri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates, Jember, Jawa Timur, memberikan zakat mal pada 100 duafa yang terdiri dari buruh tani, buruh pabrik, tukang becak, janda, dan lainnya di sekitar Mangli Kaliwates.

Pemberian zakat dilaksanakan Jumat (10/7) sore seiring dengan khatamnya pengajian kitab karya MN Harisudin, Katib Syuriyah PCNU Jember itu. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 orang tersebut berlangsung di Perum Pesona Surya Milenia C.7 No.6 Mangli, Jember.

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri

Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Dr. M.Noor? Harisudin, M. Fil. I sangat berterima kasih pada kehadiran para mustahiq zakat yang datang dari berbagai tempat ini.

Siti Efi Farhati

“Kami segenap pengasuh, ustadz dan santri Ponpes Darul Hikam mohon doa agar zakat kami diterima Allah SWT. Karena ini adalah titipan dari Allah SWT. Dan mohon agar pesantren ini tambah berkah dan manfaat pada banyak orang. Semoga bisa bertambah banyak lagi di masa-masa yang akan datang,” kata dosen Pasca Sarjana IAIN Jember ini.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Humas Pesantren Darul Hikam, Ustadz Anwari mengatakan bahwa pelaksanaan zakat ini adalah rangkaian khataman ngaji kitab Fiqh az-Zakat, program hasil kerja sama antara Pesantren Darul Hikam dan AZKA Al-Baitul Amien Jember.

“Sedang, pelaksanaan zakat ini murni dilakukan sendiri oleh Dr. MN. Harisudin, M. Fil. I selaku pengasuh ponpes Darul Hikam. Sekaligus juga pembelajaran pada para santri agar tahu bagaimana cara berzakat dengan sebenarnya,” kata Ustadz Anwari yang juga alumni S1 Fakultas Tarbiyah IAIN Jember tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Santri Siti Efi Farhati

Jumat, 24 November 2017

Nuansa Ramadhan di Korea Selatan

Korea Selatan, Siti Efi Farhati. Gema Ramadhan tidak hanya terasa di Indonesia melainkan juga di Korea Selatan. Beberapa mushola dan masjid di seluruh Korea Selatan berlomba untuk menggelar pengajian dan juga buka bersama. Tidak sedikit diantaranya yang mendatangkan pemateri atau para ustadz dari Indonesia untuk menyampaikan kajian-kajian keagamaan serta menjadi imam shalat tarawih.

Beda Indonesia beda pula Korea Selatan. Jika di Indonesia sangat mudah ditemukan masjid dan mushola permanen, maka di Korea Selatan hanya ada sekitar delapan masjid yang sudah permanen. Selebihnya bangunan non-permanen yang sengaja dikontrak oleh WNI Muslim untuk dijadikan sebagai mushola maupun masjid.

Kaum Muslimin dari berbagai negara terlihat sangat kompak dalam ukhuwah islamiyah. Hampir di seluruh masjid dan mushola yang tersebar di seluruh Korea Selatan bisa dikatakan penuh, terlebih yang letaknya di komplek perindustrian. Hanya saja sebagian besar didominasi oleh jamaah lelaki karena mayoritas pendatang adalah lelaki. Hal ini tidak lain karena para pendatang tersebut adalah pekerja yang menyebar di berbagai sektor perindustrian.

Nuansa Ramadhan di Korea Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuansa Ramadhan di Korea Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuansa Ramadhan di Korea Selatan

Meriahnya Ramadhan juga dirasakan oleh warga Nahdliyin Korea Selatan yang tergabung dalam PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Korea Selatan. Pada Ramadhan kali ini PCINU Korsel mendatangkan empat ustadz dari Indonesia yang sengaja diundang untuk menjadi imam tarawih dan menyampaikan materi Islam ahlus sunnah wa al jamaah.

"Alhamdulillah tahun ini ada empat ustadz dari Indonesia yang berkenan untuk mengisi Ramadhan di Korea, kami dari PCINU Korsel berharap semoga kaum muslimin di Korsel bisa beristifadah mengisi Ramadhannya dengan penuh ketaqwaan dan juga bisa menimba ilmu agama yang santun dan rahmatan lil alamin ala Islam Nusantara, Islam yang ramah bukan Islam yang suka marah," terang Ketua Tanfidz PCINU Korsel, Zaenal Abidin atau yang akrab disapa Kang Zaen.

Siti Efi Farhati

Perjaka kelahiran Jawa Timur ini menuturkan bahwa kebutuhan akan pemateri keagamaan sangatlah primer bagi kaum muslimin di Korsel khususnya warga Nahdliyin. Mengingat betapa bebasnya kehidupan di Korsel dan juga minimnya pemeluk agama Islam. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock