Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

Tak kenal maka tak sayang. Barangkali peribahasa itu tepat untuk menggambarkan keadaan Indonesia akhir-akhir ini, dimana orang tak hanya tak kenal dan tak sayang, tetapi bahkan justru memfitnah, membenci dan memaki, dengan orang yang belum dikenalnya di media. Tak terkecuali, berbagai fitnah, berita palsu (hoax) dan makian yang dialamatkan kepada Prof Dr KH Said Aqil Siradj, MA, Ketua Umum Ormas Islam terbesar di dunia: Nahdlatul Ulama (NU).

Untuk itu, tulisan ini sedikit mengupas profil beliau, sosok santri yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) itu dinobatkan oleh Republika sebagai Tokoh Perubahan Tahun 2012 karena kontribusinya dan komitmennya dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berperan aktif dalam perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.?

***

Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

Ketika usia negara ini masih belia – delapan tahun – dan para pendiri bangsa baru beberapa tahun menyelesaikan “status kemerdekaan” Indonesia di Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949, di sebuah desa bernama Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, senyum bahagia KH Aqil Siroj mengembang. Tepat pada 3 Juli 1953, Pengasuh Pesantren Kempek itu dianugerahi seorang bayi laki-laki, yang kemudian diberi nama Said.

Siti Efi Farhati

Said kecil kemudian tumbuh dalam tradisi dan kultur pesantren. Dengan ayahandanya sendiri, ia mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman. Kiai Aqil sendiri – Ayah Said – merupakan ? putra Kiai Siroj, yang masih keturunan dari Kiai Muhammad Said Gedongan. Kiai Said Gedongan merupakan ulama yang menyebarkan Islam dengan mengajar santri di pesantren dan turut berjuang melawan penjajah Belanda.?

“Ayah saya hanya memiliki sepeda ontel, beli rokok pun kadang tak mampu. Dulu setelah ayah memanen kacang hijau, pergilah ia ke pasar Cirebon. Zaman dulu yang namanya mobil transportasi itu sangat jarang dan hanya ada pada jam-jam tertentu,” kenang Kiai Said dalam buku Meneguhkan Islam Nusantara; Biografi Pemikiran dan Kiprah Kebangsaan (Khalista: 2015).

Setelah merampungkan mengaji dengan ayahanda maupun ulama di sekitar Cirebon, dan umur dirasa sudah cukup, Said remaja kemudian belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur yang didirikan oleh KH Abdul Karim (Mbah Manaf). Di Lirboyo, ia belajar dengan para ustadz dan kiai yang merawat santri, seperti KH Mahrus Ali, KH Marzuki Dahlan, dan juga Kiai Muzajjad Nganjuk.

Siti Efi Farhati

Setelah selesai di tingkatan Aliyah, ia melanjutkan kuliah di Universitas Tribakti yang lokasinya masih dekat dengan Pesantren Lirboyo. Namun kemudian ia pindah menuju Kota Mataram, menuju Ngayogyokarta Hadiningrat. Di Yogya, Said belajar di Pesantren Al-Munawwir, Krapyak dibawah bimbingan KH Ali Maksum (Rais Aam PBNU 1981-1984). Selain mengaji di pesantren Krapyak, ia juga belajar di IAIN Sunan Kalijaga, yang ketika itu KH Ali Maksum menjadi Guru Besar di kampus yang saat ini sudah bertransformasi menjadi UIN itu.

Ia merasa belum puas belajar di dalam negeri. Ditemani istrinya, Nurhayati, pada tahun 1980, ia pergi ke negeri kelahiran Nabi Muhammad SAW: Makkah Al-Mukarramah. Di sana ia belajar di Universitas King Abdul Aziz dan Ummul Qurra, dari sarjana hingga doktoral. Di Makkah, setelah putra-putranya lahir, Kang Said – panggilan akrabnya – harus mendapatkan tambahan dana untuk menopang keluarga. Beasiswa dari Pemerintah Saudi, meski besar, dirasa kurang untuk kebutuhan tersebut. Ia kemudian bekerja sampingan di toko karpet besar milik orang Saudi di sekitar tempat tinggalnya. Di toko ini, Kang Said bekerja membantu jual beli serta memikul karpet untuk dikirim kepada pembeli yang memesan.

Keluarga kecilnya di Tanah Hijaz juga sering berpindah-pindah untuk mencari kontrakan yang murah. “Pada waktu itu, bapak kuliah dan sambil bekerja. Kami mencari rumah yang murah untuk menghemat pengeluaran dan mencukupkan beasiswa yang diterima Bapak,” ungkap Muhammad Said, putra sulung Kang Said.

Dengan keteguhannya hidup ditengah panasnya cuaca Makkah di siang hari dan dinginnya malam hari, serta kerasnya hidup di mantan “tanah Jahiliyyah” ini, ia menyelesaikan karya tesisnya di bidang perbandingan agama: mengupas tentang kitab Perjanjian Lama dan Surat-Surat Sri Paus Paulus. Kemudian, setelah 14 tahun hidup di Makkah, ia berhasil menyelesaikan studi S-3 pada tahun 1994, dengan judul: Shilatullah bil-Kauni fit-Tashawwuf al-Falsafi (Relasi Allah SWT dan Alam: Perspektif Tasawuf). Pria yang terlahir di pelosok Jawa Barat itu mempertahankan disertasinya – diantara para intelektual dari berbagai dunia – dengan predikat Cumlaude.

Ketika bermukim di Makkah, ia juga menjalin persahabatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Gus Dur sering berkunjung ke kediaman kami. Meski pada waktu itu rumah kami sangat sempit, akan tetapi Gus Dur menyempatkan untuk menginap di rumah kami. Ketika datang, Gus Dur berdiskusi sampai malam hingga pagi dengan Bapak,” ungkap Muhammad Said bin Said Aqil. Selain itu, Kang Said juga sering diajak Gus Dur untuk sowan ke kediaman ulama terkemuka di Arab, salah satunya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.?

Setelah Kang Said mendapatkan gelar doktor pada 1994, ia kembali ke tanah airnya: Indonesia. Kemudian Gus Dur mengajaknya aktif di NU dengan memasukkannya sebagai Wakil Katib ‘Aam PBNU dari Muktamar ke-29 di Cipasung. Ketika itu, Gus Dur “mempromosikan” Kang Said dengan kekaguman: “Dia doktor muda NU yang berfungsi sebagai kamus berjalan dengan disertasi lebih dari 1000 referensi,” puji Gus Dur. Belakangan, Kang Said juga banyak memuji Gus Dur. “Kelebihan Gus Dur selain cakap dan cerdas adalah berani,” ujarnya, dalam Simposium Nasional Kristalisasi Pemikiran Gus Dur, 21 November 2011 silam.

Setelah lama akrab dengan Gus Dur, banyak kiai yang menganggap Kang Said mewarisi pemikiran Gus Dur. Salah satunya disampaikan oleh KH Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan, ketika kunjungannya di kantor PBNU pada 25 Juli 2011. Kunjungan waktu itu, merupakan hal yang spesial karena pertama kalinya kiai khos itu berkunjung ke PBNU – di dampingi KH An’im Falahuddin Mahrus Lirboyo. Kiai Nawawi menganggap bahwa Kang Said mirip dengan Gus Dur, bahkan dalam bidang ke-nyelenehan-nya.?

“Nyelenehnya pun juga sama,” ungkap Kiai Nawawi, seperti dikutip Siti Efi Farhati. “Terus berjuang di NU tidak ada ruginya. Teruslah berjuang memimpin, Allah akan selalu meridloi,” tegas Kiai Nawawi kepada orang yang diramalkan Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU di usia lebih dari 55 tahun itu.

Menjaga NKRI dan mengawal perdamaian dunia

Pada masa menjelang kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1936, para ulama NU berkumpul di Banjarmasin untuk mencari format ideal negara Indonesia ketika sudah merdeka nantinya. Pertemuan ulama itu menghasilkan keputusan yang revolusioner: (1) negara Darus Salam (negeri damai), bukan Darul Islam (Negara Islam); (2) Indonesia sebagai Negara Bangsa, bukan Negara Islam. Inilah yang kemudian menginspirasi Pancasila dan UUD 1945 yang dibahas dalam Sidang Konstituante – beberapa tahun kemudian. Jadi, jauh sebelum perdebatan sengit di PPKI atau BPUPKI tentang dasar negara dan hal lain sebagainya, ulama NU sudah terlabih dulu memikirkannya.

Pemikiran, pandangan dan manhaj ulama pendahulu tentang relasi negara dan agama (ad-dien wa daulah) itu, terus dijaga dan dikembangkan oleh NU dibawah kepemimpinan Kang Said. Dalam pidatonya ketika mendapat penganugerahan Tokoh Perubahan 2012 pada April 2013, Kiai Said menegaskan sikap NU yang tetap berkomitmen pada Pancasila dan UUD 1945. “Muktamar (ke-27 di Situbondo-pen) ini kan dilaksanakan di Pesantren Asembagus pimpinan Kiai As’ad Syamsul Arifin. Jadi, pesantren memang luar biasa pengaruhnya bagi bangsa ini. Meski saya waktu itu belum menjadi pengurus PBNU,” kata Kiai Said, mengomentari Munas Alim Ulama NU 1983 dan Muktamar NU di Situbondo 1984 yang menurutnya paling fenomenal dan berdampak dalam pandangan kebangsaan.

Sampai kini, peran serta NU dalam hal kebangsaan begitu kentara kontribusinya, baik di level anak ranting sampai pengurus besar, di tengah berbagai rongrongan ideologi yang ingin menggerogoti Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini tercermin dalam berbagai kegiatan dan program NU yang selalu mengarusutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks ini, Kiai Said sangat berpengaruh karena kebijakan PBNU selalu diikuti kepengurusan dibawahnya – termasuk organisasi sayapnya.

Salah satu peran yang cukup solutif, misalnya, ketika beliau menaklukkan Ahmad Mushadeq – orang yang mengaku sebagai Nabi di Jakarta dan menimbulkan kegaduhan nasional – lewat perdebatan panjang tentang hakikat kenabian (2007). “Alhamdulillah, doa saya diterima untuk bertemu ulama, tempat saya bermudzakarah (diskusi). Sekarang saya sadar kalau langkah saya selama ini salah,” aku Mushadeq. Disisi lain, Kang Said juga mengakui kehebatan Mushadeq. “Dia memang hebat. Paham dengan asbabun nuzul Al-Qur’an dan asbabul wurud Hadits. Hanya sedikit saja yang kurang pas, dia mengaku Nabi, itu saja,” jelas Kiai Said seperti yang terekam dalam Antologi NU: Sejarah, Istilah, Amaliah dan Uswah (Khalista & LTN NU Jatim, Cet II 2014).

Kiai yang mendapat gelar Profesor bidang Ilmu Tasawuf dari UIN Sunan Ampel Surabaya ini bersama pengurus NU juga membuka dialog melalui forum-forum Internasional, khususnya yang terkait isu-isu terorisme, konflik bersenjata dan rehabilitasi citra Islam di Barat yang buruk pasca serangan gedung WTC pada 11 September 2001. Ia juga kerapkali membuat acara dengan mengundang ulama-ulama dunia untuk bersama-sama membahas problematika Islam kontemporer dan masalah keumatan.

Pada Jumat, 7 Maret 2014, Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert O. Blake berkunjung ke kantor PBNU. Ia menginginkan NU terlibat dalam penyelesaian konflik di beberapa negara. “Kami berharap NU bisa membantu penyelesaian konflik di negara-negara dunia, khususnya di Syria dan Mesir. NU Kami nilai memiliki pengalaman membantu penyelesaian konflik, baik dalam maupun luar negeri,” kata Robert, seperti dilansir Siti Efi Farhati. “Sejak saya bertugas di Mesir dan India, saya sudah mendengar bagaimana peran NU untuk ikut menciptakan perdamaian dunia,” imbuhnya.

Raja Yordania Abdullah bin Al-Husain (Abdullah II) juga berkunjung ke PBNU. Ia ditemui Kiai Said, meminta dukungan NU dalam upaya penyelesaian konflik di Suriah. “Di Timur Tengah, tidak ada organisasi masyarakat yang bisa menjadi penengah, seperti di Indonesia. Jika ada konflik, bedil yang bicara,” ungkap Kiai Said.

Selain itu, menguapnya kasus SARA di Indonesia belakangan juga kembali marak muncul ke permukaan. “Munculnya kerusuhan bernuansa agama memang sangat sering kita temukan. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia harus terus belajar pentingnya toleransi dan kesadaran pluralitas. Sikap toleransi tersebut dibuktikan oleh Kaisar Ethiopia, Najashi (Negus) ketika para sahabat ditindas oleh orang-orang Quraisy di Mekkah dan memutuskan untuk hijrah ke Ethiopia demi meminta suaka politik kepadanya. Kaisar Negus yang dikenal sebagai penguasa beragama Nasrani itu berhasil melindungi para sahabat Nabi Muhammad SAW dari ancaman pembunuhan kafir Quraisy,” tulis Kiai Said dalam Dialog Tasawuf Kiai Said: Akidah, Tasawuf dan Relasi Antarumat Beragama (Khalista, LTN PBNU & SAS Foundation, Cet II, 2014).

Menghadapi potensi konflik horisontal itu, NU juga tetap mempertahankan gagasan Darus Salam, bukan Darul Islam, yang terinspirasi dari teladan Nabi Muhammad dalam Piagam Madinah. Dalam naskah tersebut, nabi membuat kesepakatan perdamaian, bahwa muslim pendatang (Muhajirin) dan muslim pribumi (Anshar) dan Yahudi kota Yastrib (Madinah) sesungguhnya memiliki misi yang sama, sesungguhnya satu umat. Yang menarik, menurut Kiai Said, Piagam Madinah – dokumen sepanjang 2,5 halaman itu – tidak ? menyebutkan kata Islam. Kalimat penutup Piagam Madinah juga menyebutkan: tidak ada permusuhan kecuali terhadap yang dzalim dan melanggar hukum. “Ini berarti, Nabi Muhammad tidak memproklamirkan berdirinya negara Islam dan Arab, akan tetapi Negara Madinah,” terang Kiai Said.

Selain itu, menurutnya, faktor politis juga kerapkali mempengaruhi, bukan akidah atau keyakinan. “Seperti di masa Perang Salib, faktor politis dan ekonomis lebih banyak menyelimuti renggangnya keharmonisan kedua umat bersaudara tersebut di Indonesia. Dengan demikian, kekeruhan hubungan Islam-Kristen tidak jarang dilatarbelakangi nuansa politis yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama itu sendiri,” ungkapnya, dalam buku Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam sebagai Inspirasi bukan Aspirasi.

***

Ditengah agenda Ketua Umum PBNU yang sedemikian padat, Kiai Said dewasa ini diterpa berbagai fitnah, hujatan dan bahkan makian dari urusan yang remeh-temeh sampai yang menyangkut urusan negara. Ia dituduh agen Syiah, Liberal, antek Yahudi, pro Kristen, dan fitnah-fitnah lain oleh orang yang sempit dalam melihat agama dan konsep kemanusiaan dan kebangsaan.?

Meski demikian, ia toh manusia biasa – yang tak luput dari salah, dosa dan kekurangan – bukan seorang Nabi. Artinya, kritik dalam sikap memang wajar dialamatkan, tetapi tidak dengan hujatan, fitnah, dan berita palsu, melainkan dengan kata yang santun. Terkait hal ini, dalam suatu kesempatan ia memberi tanggapan kepada para haters-nya. Bukannya marah, Kiai Said justru menganggap para pembenci dan pemfitnah itu yang kasihan. Dan sebagai orang yang tahu seluk beluk dunia tasawuf, tentu dia sudah memaafkan, jauh sebelum mereka meminta maaf atas segenap kesalahan. Wallahu a’lam.

Ahmad Naufa Khoirul Faizun, Kader Muda NU dan Kontributor Siti Efi Farhati asal Purworejo, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Kajian Sunnah, Aswaja Siti Efi Farhati

Rabu, 31 Januari 2018

Ternyata Olahraga sebagian dari Iman

Pada buku “Dongeng Enteng ti Pasantren,” Rahmatullah Ading Afandie atau biasa disingkat RAF menceritakan bagaimana pentingnya olahraga. Tidak main-main, menurut dia, berdasarkan ucapan ajengan (istilah kiai di Sunda), menyebut olahraga sebagai bagian dari iman. ?



Ternyata Olahraga sebagian dari Iman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ternyata Olahraga sebagian dari Iman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ternyata Olahraga sebagian dari Iman



"Ari olahraga teh, eta sabagian tina iman. Ku Gusti Allah urang teh dipaparin badan. Tah eta badan teh ku urang kudu diriksa, sangkan sehat. Salian ti ku dahar, ngariksa badan teh kudu ku olah-raga, sangkan sehat." (halaman 45). (Olahraga itu sebagian dari iman. Allah telah memberi kita badan. Pemberian itu harus dijaga supaya sehat. Selain dengan makan, badan harus dijaga dengan olahraga agar sehat).

Makanya pada buku tersebut dikisahkan, ajengan turut serta dalam permainan sepak bola bersama santrinya. Ia memakai sarung yang digulung lebih atas dari biasanya sehingga kelihatan celana sontognya (celana) yang panjangnya sampai ke betis, biasa digunakan di pesantren-pesantren Sunda.

Siti Efi Farhati

Pernah aejengan tersebut bermain sepak bola. Pada sebuah insiden, ia tersungkur hingga ke pinggir lapangan oleh pemain lawan, yaitu santrinya sendiri. Ajengan sampai menderita sakit beberapa hari.?

Santri yang melakukan tindakan itu dimarahi santri senior. Bahkan isteri ajengan sampai mendatangi santri tersebut dan memarahinya. Lalu bola milik santri itu disitanya. Ajengan juga sempat marah kepada pelaku.?

Tapi beberapa hari kemudian, Ajengan meminta maaf kepada pelaku. Menurutnya, dia dan santri itu sama-sama pemain di lapangan. Dan itulah risikonya ketika bermain sepak bola. (halaman 44)



Siti Efi Farhati



“Malah basa tas ngaji, Ajengan kungsi mundut hampura ka Si Atok. Saurna, ‘Atok hampura ana, harita make ngambek, padahal ana oge nyaho, yen anta harita teu ngahaja ngadupak ana.’" (Selepas mengaji, Ajengan meminta maaf kepada Si Atok (santri yang menjatuhkannya saat bermain sepak bola). Ajengan berkata, ‘Mohon maaf ya, waktu itu saya sempat marah. Padahal saya tahu, kamu tidak sengaja melakukannya).”

Dari peristiwa itu, RAF menilai seorang ajengan itu sportif.?

Tentang olahraga, menurut ajengan tersebut bermanfaat dalam dua hal. “Saur Ajengan keneh, ari maen-bal teh saenyana mah, ngalatih lahir jeung batin. Lahirna atuh badan jadi sehat, batinna atuh pikiran jadi cageur. (halaman 45).

Menurut RAF, pikiran ajengan semacam itu seperti perkataan ahli-ahli olahraga modern. Hanya berbeda kalimat dan cara menyampaikan sementara maksudnya adalah "mens sana in corpore sano" (jiwa yang sehat berada pada badan yang sehat). (halaman 45).

Padahal ajengan tersebut, sebagaimana dikisahkan pada bagian buku tersebut tidak mengenyam perguruan tinggi. RAF menjelaskan profil ajengan seperti berikut:?

“Ajengan tidak pernah sekolah, tak pernah mendapat didikan universitas. Tapi aku yakin, ajengan yang tinggal di kampung itu orang pintar, orang yang otodidak. Caranya dia mengajar, meski dia tidak mendapatkannya dari buku, tapi mudah dimengerti. Meski sering membentak, tapi disegani santri-santrinya. Malahan jadi payung bagi orang-orang kampungnya. Penemuannya asli, bukan dari buku orang lain. Meski begitu, tetap dalam dan mengandung kebenaran. Luas pemikirannya, luhur penemuannya. Singkatnya, bukan orang mentah. Tidak banyak sekarang juga aku menemukan orang seperti ajengan. Pedoman dia, “Tafakur sejam, lebih berguna daripada shalat berjumpalitan enam puluh hari tanpa tafakur.” (halaman 8).

Sekadar diketahui, buku “Dongeng Enteng dar Pesantren” merupakan kumpulan cerpen yang ditulis Rahmatullah Ading Afandie sering disingkat RAF. Ia lahir di Ciamis 1929 M. Pada zaman Jepang pernah nyantri di pesantren Miftahul Huda Ciamis.?

Buku tersebut diterbitkan tahun 1961 dan memperoleh hadiah dari LBBS di tahun yang sama. Menurut Adun Subarsa, buku tersebut merupakan cerpen otobiografis dan dapat digolongkan ke dalam kesusastraan Sunda modern sesudah perang.?

Pada tahun 1976, RAF muncul dengan sinetron Si Kabayan di TVRI, tapi dihentikan karena dianggap terlalu tajam. Ketika TVRI cabang Bandung dibuka, RAF muncul lagi dengan sinetron Inohong di Bojongrangkong. (Abdullah Alawi)

? ?

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Jumat, 19 Januari 2018

Borong Piala MAPSI, Hadiah Hari Santri dari SD Ta’mirul Islam

Solo, Siti Efi Farhati



Tim lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Kecamatan Laweyan berhasil menjadi juara umum tingkat Kota Surakarta, Jawa Tengah. Perlombaan berlangsung di SDN Kemasan, Surakarta, Rabu (11/10).

Keberhasilan Laweyan, tak lepas dari kontribusi para siswa SD Ta’mirul Islam yang memborong 10 piala, masing-masing 8 piala juara 1, dan sepasang  juara 2 dan 3.

Borong Piala MAPSI, Hadiah Hari Santri dari SD Ta’mirul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Piala MAPSI, Hadiah Hari Santri dari SD Ta’mirul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Piala MAPSI, Hadiah Hari Santri dari SD Ta’mirul Islam

Juara 1 masing-masing disumbangkan dari cabang kaligrafi putri, khitobah putra dan putri, cerita islami putri, kewirausahaan putri, LKTI putri, tilawah putra dan rebana. Sedangkan juara 2 dan 3 disumbang dari cabang cerita islami putra dan kaligrafi putra.

Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam Surakarta Aris Paryanto mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih anak didiknya. Raihan sukses ini, sekaligus juga menjadi hadiah yang indah dalam memperingati Hari Santri yang diperingati tanggal 22 Oktober mendatang.

“Anak-anak sangat serius saat latihan ketika persiapan lomba. Saya ucapkan selamat kepada anak-anak yang telah meraih prestasi di MAPSI tingkat Kecamatan Laweyan ini,” ujar Aris, saat ditemui usai lomba.

Siti Efi Farhati

Aris berharap kesuksesan ini dapat berlanjut di MAPSI tingkat provinsi. “Tantangan di tingkat provinsi tentu bakal lebih sulit. Kita harap anak-anak bisa kembali mendulang sukses,” kata Aris.

Siti Efi Farhati

MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah, selanjutnya bakal digelar di Kabupaten Sukoharjo, awal November mendatang. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Jadwal Kajian, Internasional Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan

Jakarta, Siti Efi Farhati

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) mengadakan pembagian ta’jil melalui kegiatan Ta’jil on The Road yang untuk pertama kalinya digelar pada Rabu (8/6) sore. Lokasi Ta’jil on The Road pada hari ketiga Ramadhan tahun ini adalah di sekitar perempatan lampu merah Universitas YAI-Salemba, Jakarta Pusat.

NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Bagi-bagi Ratusan Ta’jil bagi Pengguna Jalan

Sebanyak 400 paket ta’jil dibagikan kepada warga dan pengguna kendaraan bermotor yang melintas. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang masih berada di perjalanan pada saat atau mendekati waktu berbuka puasa tiba.

Ta’jil on The Road akan diadakan beberapa kali dalam bulan Ramadhan tahun ini, dengan lokasi yang berbeda-beda.

Siti Efi Farhati

Dalam Ta’jil on The Road selain melakukan pembagian ta’jil, NU Care-LAZISNU juga mengampanyekan beberapa program lain, salah satunya gerakan “Ayo Bangun 1000 Pondok Pesantren Kobong untuk Indonesia Hebat”.

Siti Efi Farhati

Seperti diberitakan sebelumnya, gerakan tersebut juga bagan dari cara NU Care LAZISNU dalam mengajak warga untuk turut serta membangun pondok pesantren kobong sebagai pesantren khas yang banyak terdapat di Provinsi Banten. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Santri, RMI NU Siti Efi Farhati

Sabtu, 13 Januari 2018

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

Mataram, Siti Efi Farhati. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU H. Robikin Emhas menegaskan, Nahdlatul Ulama mengutuk keras pengeboman kepada umat Islam yang melakukan Shalat Jumat di Masjid Al-Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11).

Tindakan yang menewaskan 300 orang lebih dan meluluhlantakkan rasa kemanusiaan itu, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dengan alasan dan dalih apapun.

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

“Siapa pun yang melakukakannya, apa pun latar belakangnya, atas nama apa pun motifnya, itu adalah tindakan terkutuk. Tidak bisa dibenarkan! Biadab!” tegas Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Aluma dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, seluruh warga Nahdlatul Ulama mengungkapkan duka sedalam-dalam atas korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu.

“NU berduka, karena itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan Shalat Ghaib untuk korban teror bom Mesir,” lanjut Advokat Konstitusi ini. 

Siti Efi Farhati

Ia menambahkan, NU meminta kepada Presiden Mesir untuk menangkap pelaku teror bom itu dan menghukum mereka seberat-beratnya. Juga memberantas kelompoknya hingga ke akar-akarnya.  

NU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

“Makanya, jika diperlukan pemerintahan Jokowi perlu pro aktif memberi bantuan kemanusiaan,” harap Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Peristiwa tragis di Mesir ini adalah bukti nyata perlunya Islam Nusantara diarus-utamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak memperhadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

Siti Efi Farhati

“Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia,” pungkas Robikin Emhas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Senin, 08 Januari 2018

NU Surabaya Kawal Raperda Minuman Beralkohol Sampai Tuntas

Surabaya, Siti Efi Farhati - Pengurus NU Surabaya mengapresiasi sikap DPRD dan pimpinan serta anggota pansus yang menanggapi positif aspirasi warga yang dibawa oleh aksi simpatik nahdliyin. Mereka berharap pihak DPRD Surabaya dan pemkot setempat mewujudkan kota perjuangan ini bebas dari miras melalui otoritas yang dimiliki.

"Semoga komitmen yang telah dinyatakan DPRD Surabaya di hadapan umum tadi betul-betul diwujudkan sampai disahkannya raperda pelarangan mihol di Surabaya," lanjut Ketua NU Surabaya H Ahmad Muhibbin Zuhri saat dihubungi Siti Efi Farhati melalui akun media sosialnya, Senin (25/4).

NU Surabaya Kawal Raperda Minuman Beralkohol Sampai Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Kawal Raperda Minuman Beralkohol Sampai Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Kawal Raperda Minuman Beralkohol Sampai Tuntas

Pengurus NU Surabaya berharap semua anggota DPRD memiliki sensitifitas terhadap problem moral dan sosial masyarakat. Mereka, menurut pengurus NU Surabaya, tidak boleh main-main dalam menetapkan kebijakan yang berhubungan dengan kemaslahatan warga Surabaya.

NU bersama warga surabaya akan terus mengawal raperda mihol dan perumusan kebijakan lainnya yang terkait dengan kemaslahatan warga kota.

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

"Ini semua merupakan panggilan peran NU sebagai jam‘iyah diniyah dan ijtimaiyah yang fokus pada kemaslahatan umat Islam, bangsa, dan Negara Kesatuan RI (riayah syuunil ummah)," pungkas dosen UIN Sunan Ampel itu. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pesantren, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Minggu, 07 Januari 2018

Muslim Amerika Bersuara Tuntut Persamaan Hak

Jakarta, Siti Efi Farhati. Dari Ferguson ke New York, bendera Palestina dan tanda-tanda yang bertuliskan slogan Arab melawan rasisme dan "Ittihad" (kesatuan) muncul di banyak protes yang mengutuk pembunuhan oleh polisi terhadap Michael Brown dan Eric Garner. Di satu sisi, mereka menggambarkan perjuangan umum bahwa banyak orang Arab, Muslim dan Afrika-Amerika mencari keadilan terhadap profil rasial, prasangka dan diskriminasi. Di sisi yang lain, mereka berusaha menjembatani kesenjangan yang untuk waktu yang lama telah membuat komunitas ini terpisah.

Meskipun Arab-Amerika dan Muslim yang berimigrasi ke Amerika Serikat tidak berperan dalam perjuangan hak-hak sipil untuk Afrika-Amerika tahun 1960-an dan seterusnya, mereka vokal dan aktif dalam demonstrasi yang terjadi di Amerika Serikat saat ini. Beberapa organisasi Muslim Arab-Amerika dan aktivis independen di berbagai kota AS berusaha meningkatkan kesadaran ini atau menyelenggarakan berbagai pertemuan. Demikian dilaporkan oleh Al Arabiya News.

Muslim Amerika Bersuara Tuntut Persamaan Hak (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Amerika Bersuara Tuntut Persamaan Hak (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Amerika Bersuara Tuntut Persamaan Hak

9-11, panggilan bangun

Siti Efi Farhati

Margari Aziza Hill, salah satu pendiri dan aktivis "Muslim Arc" organisasi yang didedikasikan untuk memerangi rasisme, mengatakan kepada Al-Arabiya News bahwa serangan 11 September 2001 adalah "panggilan untuk bangun" bagi masyarakat Arab dan Muslim. Kebijakan yang terkait dengan pengawasan masjid di Amerika Serikat atau memata-matai organisasi mahasiswa Muslim, memaksa lebih "keterlibatan pro-aktif dalam isu-isu yang berkaitan dengan kebebasan sipil" dari masyarakat.

Siti Efi Farhati

"Ini telah menekankan bahwa kita adalah bagian dari permadani yang sama dalam perjuangan ini" kata Aziza Hill, menjelaskan pergeseran narasi menarik dan fokus pada isu-isu internasional sebelum 9/11, menjadi "upaya mengatasi diskriminasi dan rasisme ". Pengawasan masjid dan memata-matai kelompok-kelompok mahasiswa Muslim adalah beberapa dari banyak upaya "anti-terorisme" yang dilakukan oleh Departemen Kepolisian New York (NYPD). Di satu sisi, itu telah "menciptakan empati yang lebih besar di masyarakat dengan apa yang terjadi di Ferguson" kata Aziza-Hill, menambahkan.

Lebih dari tiga juta orang Amerika Arab tinggal di Amerika Serikat saat ini, dan sekitar dua juta Muslim menurut PEW. FBI telah mencatat 130 kejahatan kebencian terhadap Muslim di AS pada tahun 2012, berbanding dengan hanya 32 kejahatan kebencian pada tahun 1999.

Pergeseran juga terjadi di arah lain, dimana umat Islam "tidak lagi dianggap sebagai orang asing" di Amerika Serikat melainkan "sebagai minoritas dengan serangkaian keprihatinan dan perjuangan." Lebih dari seperempat umat Islam di Amerika Serikat adalah Afrika-Amerika, dan tokoh-tokoh kunci dalam masyarakat AS seperti mantan aktivis Malcolm X, petinju terkenal Muhammad Ali dan Muslim pertama Kongres Keith Allison berasal dari komunitas ini.

Lagu akrab untuk Palestina

Peristiwa Ferguson merupakan sesuatu yang akrab terutama bagi orang-orang keturunan Palestina, kata Warren David, seorang aktivis seumur hidup dalam komunitas Arab-Amerika dan presiden "Arab Amerika." Banyak Palestina-Amerika yang telah "melihat langsung penindasan di Barat dan Gaza, memprotes pembunuhan Michael Brown dan Eric Garner", David mengatakan Al Arabiya News.

Jaringan Komunitas AS Palestina dan Komite Solidaritas St Louis Palestina adalah dua dari banyak organisasi Arab-Amerika dan Muslim yang sedang aktif dengan protes di kota-kota besar di Amerika Serikat saat ini. Aktivis Palestina Amerika Bassem Masri telah menggelar acara live streaming di Ferguson. "Generasi baru dari Arab-Amerika telah berasimilasi lebih baik di Amerika Serikat" kata David, meskipun bahwa perjuangan melawan prasangka dan diskriminasi "telah bersama kami untuk waktu yang lama", ia menambahkan.

Warren David mengingatkan kisah Vincent Jen Chin, Cina-Amerika yang dipukul dalam serangan berbasis rasial di Detroit pada tahun 1982. Chin, meskipun bukan orang Jepang, adalah korban dari prasangka terhadap mobil Jepang yang penjualannya kemudian telah mengalahkan mobil Detroit. Alex Odeh adalah nama lain korban dari prasangka anti-Arab di California. Odeh, seorang aktivis Palestina, tewas dalam bom yang dipasang di dekat pintu kantornya pada tahun 1985.

Perjuangan melawan tindakan polisi sudah akrab dengan hati banyak pemuda Arab yang tinggal di Amerika Serikat dan yang melarikan diri dari rezim otoriter di negara asal mereka. Aziza-Hill membandingkan gambaran Ferguson dengan yang ia saksikan di "Kairo dalam protes terhadap kondisi hidup pada tahun 2007 dan 2008" dan yang harus berhadapan dengan polisi yang dilengkapi persenjataan berat.

David dan Aziza-Hill melihat masalah di AS, namun, mereka menilai lebih dalam daripada sekedar gejala penyebab tindakan polisi. Meskipun melakukan reformasi kepolisian adalah penting, mereka berdua berpendapat titik masalah bersifat struktural dalam pendidikan, pelatihan antar-budaya dan dialog, dan kemiskinan sebagai penyebab diskriminasi ras dan prasangka. Untuk saat ini, komunitas Muslim dan Arab bergandengan tangan dengan komunitas Afrika-Amerika sebagai salah satu langkah dalam perjalanan panjang ke arah yang lebih baik dalam persamaan hak bagi komunitas tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Humor Islam Siti Efi Farhati

Senin, 01 Januari 2018

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Siti Efi Farhati. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Siti Efi Farhati

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Siti Efi Farhati

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Aswaja, Jadwal Kajian, Pahlawan Siti Efi Farhati

Selasa, 26 Desember 2017

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Lampung Timur, Siti Efi Farhati - Dalam era globalisasi ini, tantangan mahasiswa sangatlah berat dan kompleks, apalagi selaku mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung. Ke depan mereka dituntut siap menjadi kader-kader (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Jadilah kader PMII yang kaffah, yang dapat menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyyah ke pelosok Nusantara dan dunia.

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Demikian disampaikan Mabincab PMII Kabupaten Lampung Timur Ahmad Fauzi di hadapan 64 peserta dalam pembukaan Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, di gedung PCNU Kabupaten Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur, Senin (20/11).

Siti Efi Farhati

“Sahabat-sahabat semua yang butuh PMII dan NU, bukan PMII yang butuh sahabat-sahabat. Menjadi mahasiswa tidak hanya mengejar IPK dan lulus cepat saja, salah satu yang terpenting adalah ikut aktif dalam organisasi yang sesuai dengan nafas dan akidah Aswaja an-Nahdliyyah, yakni PMII sebagaimana yang telah diputuskan dalam Muktamar NU di Jombang Jawa Timur dua tahun lalu, bahwa PMII adalah salah satu badan otonom NU,” imbuh alumnus IAIN Metro Lampung ini.

Mapaba PMII Komisariat UNU Lampung dilaksanakan selama empat hari ke depan, Senin-Kamis, (20-23/11) dengan tema besar Meneguhkan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai Dasar Pergerakan.Mapaba juga diikuti peserta dari Komisariat STIE Lampung Timur, Komisariat STIS Braja Harjosari, Komisariat Universitas Terbuka.

Siti Efi Farhati

Hadir dalam agenda pembukaan Mapaba tersebut Rektor UNU Lampung Nasir, anggota DPRD Lampung Timur Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa M Akmal Fathoni, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Jadwal Kajian, Tokoh Siti Efi Farhati

Rabu, 20 Desember 2017

Hasyim Minta Warga NU Tampung Pengungsi Gunung Kelud

Kediri, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta warga NU (nahdliyin) bersedia menampung para pengungsi gunung Kelud guna mengurangi beban di lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah.

"Warga Nahdliyin harus meneladani ajaran Rasullulah SAW di saat kaum ansor (penduduk Madinah) menampung kaum Muhajirin (para pehijrah dari Makkah)," katanya saat mengunjungi lokasi pengungsian di balai Desa Segaran Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/10).

Hasyim Minta Warga NU Tampung Pengungsi Gunung Kelud (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Minta Warga NU Tampung Pengungsi Gunung Kelud (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Minta Warga NU Tampung Pengungsi Gunung Kelud

"Suasana lokasi penampungan pengungsi berpotensi menimbulkan penyakit, stress dan masalah sosial lainnya, oleh sebab itu warga NU dalam kondisi ini bisa menampung para pengungsi," tambahnya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu, setiap warga NU bisa menampung empat hingga lima orang pengungsi dengan lebih dulu meminta bantuan logistik pada pemerintah guna meringankan beban anggota keluarga yang ditinggali pengungsi.

Dengan demikian, katanya, suasana di lokasi pengungsian tidak berjubel sehingga penanganan pengungsi berjalan baik tanpa harus dipaksa.

Siti Efi Farhati

Dirinya tidak setuju dengan upaya evakuasi paksa yang dilakukan oleh aparat kepolisian seperti yang selama ini terjadi. "Masalah bencana adalah kehendak Allah," tegasnya.

Ia juga memaklumi atas kondisi pengungsi yang sedang mengalami kesulitan perekonomian oleh sebab itu pemerintah harus memperhatikan nasib mereka.

Pada kesempatan itu Kiai Hasyim memberikan bantuan berupa susu, tikar dan kebutuhan Sembako serta menempatkan enam unit ambulans dan satu mobil angkut untuk membantu keperluan pengungsi. (nam)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Senin, 11 Desember 2017

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah

Way Kanan, Siti Efi Farhati

Kabupaten Way Kanan, Lampung, memiliki luas sekitar 392.163 hektar atau 3.921,63 kilometer persegi, didiami oleh 415.078 jiwa dari 274.230 kepala keluarga. Berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Badan Pusat Statistik (BPS) setempat 2013, jumlah penduduk miskin tercatat 32.791 kepala keluarga.

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah

"Pengembalian donasi waralaba ke daerah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut," ujar Ketua Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (10/3).

Berdasarkan data BPS itu, jumlah penduduk miskin dimaksud adalah rumah tangga sasaran penerima manfaat dan kuantum penyaluran beras program Penyaluran Beras Rumah Tangga Miskin (Raskin) Tahun 2013.

Siti Efi Farhati

Tertinggi di Kecamatan Blambangan Umpu dengan jumlah rumah tangga miskin 4.998 KK atau sekitar 15,24 persen dan jumlah penduduk miskin terendah terdapat di kecamatan Bahuga dengan jumlah penduduk miskin sebesar 786 KK atau sekitar 2,4 persen.

"Donasi dari sisa pembelian masyarakat di waralaba-waralaba yang ada menurut sejumlah pekerja tersalur ke pusat waralaba perdagangan retail tersebut. Lalu digunakan untuk apa, disalurkan ke mana, bagaimana penyalurannya, untuk siapa dan di mana?" ujar mantan Sekretaris Jenderal Denting Biola untuk Indonesia itu lagi.

Siti Efi Farhati

Penggiat Gusdurian di Lampung ini berpendapat, akan lebih maslahat kalau jumlah donasi terhimpun oleh waralaba dari masyarakat Way Kanan disalurkan kembali ke daerah berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan ini guna membantu 32.791 KK yang tercatat masih miskin.

"Perusahaan perdagangan retail tidak akan rugi karena setiap donasi masuk selalu tercatat jumlahnya, konsepnya dari masyarakat dan dikembalikan ke masyarakat. Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan mengharapkan pemerintah daerah mengambil kebijakan agar donasi waralaba bisa dikembalikan dan selanjutnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu pula.

Sejumlah masyarakat setempat menyatakan belum pernah mendengar perusahaan perdagangan retail di Way Kanan yang terdata lebih dari 10 itu menggelar kegiatan sosial seperti sunatan massal.

Hal senada juga ditegaskan Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Way Kanan Sutrisno Utomo.

"Belum pernah tahu atau mendengar ada kegiatan sosial seperti sunatan massal digelar oleh waralaba yang ada di daerah ini," ungkap Sutrisno. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Jumat, 08 Desember 2017

LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

Wajo, Siti Efi Farhati. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Departmen of Foreign and Trade (DFAT) Australia melakukan pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Pelatihan dilaksanakan di Gedung PKK Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan.

LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

Pelatihan akan berlangsung selama 4 (empat) hari, mulai 2-5 September 2016. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai institusi, diantaranya LPBINU Kabupaten Wajo, Banom NU, BPBD, PMI, Tokoh masyarakat, PKK, LSM kebencanaan/lingkungan, Tokoh pemuda/karang taruna, Lembaga pendidikan/guru, dan Pelaku usaha kecil dan menengah. Mayoritas peserta merupakan masyarakat Desa Salomenraeng.?

Desa Salomenraleng dipilih sebagai lokasi praktek pelatihan dengan pertimbangan bahwa desa ini memiliki risiko tinggi terjadi bencana banjir. Hampir setiap tahun di Desa Salomenraleng terjadi banjir akibat luapan air dari Danau Tempe. Danau tempe mengalami sedimentasi 5-7 cm setiap tahun, dan menjadi potensi ancaman banjir terutama saat musim hujan.?

Dalam Pelatihan PRB dan PDRA ini, sedikitnya akan dibahas 7 materi, meliputi: Konsep dasar manajemen risiko bencana; Kebijakan dan sistem Penanggulangan Bencana; Daur bencana dan tahapan dalam penyelenggaraan Penanggulangan Bencana; Kajian risiko partisipatif dan pengorganisian komunitas; Kajian Analisis Bencana (Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, dan Risiko Bencana) dan Tindakan PRB; Pendekatan Kajian/Analisis Pengurangan Risiko Bencana dengan Teknik Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA); dan Menakar risiko bencana partisipatif.?

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman tentang konsep dan pengertian dasar penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana; mampu menjelaskan upaya PRB secara komprehensif; mampu menyusun kajian risiko bencana dengan teknik PDRA; dan memiliki kemampuan dasar dalam menyusun rencana aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.

Siti Efi Farhati

Pelatihan PRB dan PDRA di Kabupaten Wajo dibuka oleh Kepala Pelaksanan Harian BPBD Kabupaten Wajo, H. Alamsyah dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa potensi kejadian bencana di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkataan. Dalam kurun waktu 2012-2015, terjadi angin puting beliung 396 kali, banjir 289 kali, longsor 240 kali, dan erupsi gunungberapi 5 kali.?

Di Kabupaten Wajo, lanjutnya, pada tahun 2016, sudah terjadi 3 kali banjir, yaitu pada Bulan Februari, Mei dan Juni. Rangkaian bencana yang terjadi seharusnya tidak membuat putus asa, tetapi justru menggerakkan berbagai pihak terkait bencana di Kabupaten Wajo merumuskan solusi untuk menanggulangi bencana melalui pendekatan pengurangan risiko bencana.?

“Dengan adanya pelatihan PRB dan PDRA ini, mudah-mudahan dapat menambah wasasan dan melahirkan tindakan reaksi yang akan dijadikan isu sentral penyusunan pembangunan daerah, baik di tingkat desa maupun tingkat kabupaten/kota. BPBD Kabupaten Wajo sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Diharapkan rekomendasi dari pelatihan ini dapat disampaikan kepada BPBD untuk dijadikan bahan Penyusunan Penyelenggaraan PB,” tandas Alamsyah. (Red: Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Daerah, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Senin, 27 November 2017

Gus Sholah Berharap Peran Dewan Syuro PKB Kembali Ditingkatkan

Surabaya, Siti Efi Farhati. Pengasuh pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid berharap peran Dewan Syuro sejak ditinggalkan Gus Dur (Abdurahman Wahid) diabaikan kembali ditingkatkan.

"Oleh karena itu, pada Muktamar mendatang hendaknya Dewan Syuro juga tidak dianggap remeh dalam pelaksanaan kali ini," katanya.

Gus Sholah Berharap Peran Dewan Syuro PKB Kembali Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berharap Peran Dewan Syuro PKB Kembali Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berharap Peran Dewan Syuro PKB Kembali Ditingkatkan

Bagiamanapun juga, kata dia, Dewan Syuro memberi kontribusi besar dalam perkembangan di PKB.

Siti Efi Farhati

"Tandfidyah tanpa Dewan Syuro juga tidak bisa berjalan, perlu keduanya menjalin komunikasi aktif supaya partai politik ini maju," katanya.?

Siti Efi Farhati

Ia juga berharap Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa memunculkan figur ketua baru selain Muhaimin Iskandar dan tidak hanya didominasi oleh satu nama saja.

"Perlu ada nama baru yang muncul, jangan hanya satu. PKB sudah saatnya meninggalkan budaya aklamasi," katanya, Kamis.

Ia mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat PKB bakal menggelar Muktamar di Surabaya untuk menentukan kepemimpinan baru dan hingga kini nama "incumbent" Muhaimin Iskandar cukup kuat terpilih lagi.

Menurutnya, kalau hanya satu nama tidak demokratis, perlu ada nama baru yang muncul supaya persaingan makin ketat.

"Apalagi kalau ada upaya untuk memilih secara aklamasi, sepertinya tidak baik untuk pembelajaran demokrasi di PKB," katanya.

Hanya saja Gus Sholah tidak mau menyebut siapa nama baru yang cocok untuk bersaing dengan Muhaimin.

"Kader di PKB sangat banyak, pasti ada satu di antara mereka," katanya.

Disinggung adanya keberatan para kiai sepuh yang tidak menginginkan Muhamin maju lagi dalam muktamar ini, dirinya menjelaskan bahwa itu bagian dari peringatan para kiai untuk Muhaimin.

"Atas peringatan itu, hendaknya Muhaimin tidak berdiam diri. Sebab, para kiai sudah bicara. Tidak mungkin ada api kalau tidak ada asap. Artinya, pasti ada masalah sehingga kiai sampai menolak Muhaimin," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Kamis, 23 November 2017

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas

KHA Musallim Ridlo adalah satu mubalig alias singa podium dari Kabupaten Banyumas. Almarhum dikenal sosok ulama yang moderat, guru santri, praktisi politik, dan menjabat Ketua NU Banyumas selama tiga dekade. Beliau wafat seratus hari silam, tepatnya tanggal 1 Mei 2014, pada usia 84 tahun.

“Warga Nahdliyin merasa sangat kehilangan beliau. Kiai Musallim adalah sosok yang sangat konsisten dalam memperjuangkan dan membela NU,” kata Drs H Taefur Arofat, salah satu pengurus PCNU Kabupaten Banyumas.

?

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas

Tokoh kelahiran 27 Februari 1932 ini tumbuh dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Musallim kecil mendapat didikan agama langsung dari sang ayah Almaghfurlah KHA Masruri. Ketika para santri lain masih terlelap tidur, remaja Musallim mengaji seorang diri di bawah penerangan lampu minyak. “Dulu ayah mengaji dari jam 3 dini hari hingga waktu Subuh tiba,” tutur M Ibnu Ridlo (50), putera sulung almarhum.

Selain mengaji ilmu agama, Musallim muda juga menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (setara SD). Ternyata, kepiawaian Musallim dalam ilmu agama telah diakui sang ayah sekaligus guru saat usianya relalif muda. Suatu hari KHA Masruri akan mengimami salat jamaah seperti hari-hari biasa namun beliau merasa was-was saat hendak takbiratul ihram. Lantas, beliau memilih mundur dan meminta Musallim menggantikannya sebagai imam.

Siti Efi Farhati

Setamat SR, pemuda Musallim melanjutkan nyantri ke Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Di sana dirinya banyak belajar dan menimba ilmu dari KH Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “KH Wahid Hasyim adalah inspirator ayah dalam banyak hal,” kata M Ibnu Ridlo.

Siti Efi Farhati

Kepergian KH Wahid Hasyim yang begitu tiba-tiba dalam sebuah kecelakaan lalu lintas sungguh memukul hatinya. Konon, semangat pemuda Musallim sempat drop sepeninggal Kiai Wahid. Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, beliau melanjutkan studi ke pesantren asuhan KH Bisri Mustofa di Rembang, JawaTengah. Sepulang nyantri dari Tebuireng dan Rembang, Kiai Musallim mulai berkiprah di bidang dakwah, pendidikan, dan politik.

Beliau mendapat amanah sebagai Ketua Partai NU Cabang Kabupaten Banyumas, saat itu partai politik sebelum berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam dunia pendidikan, almarhum turut serta merintis berdirinya Yayasan Perguruan Al-Hidayah yang berkantor pusat di Karangsuci Purwokerto bersama KH Muslich, KHM Sami’un, dan sejumlah ulama lain.

?

Politik dan Dakwah

Kiprah sebagai wakil rakyat dimulai saat beliau terpilih sebagai anggota DPR-GR Jawa Tengah (1971). Selanjutnya menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyumas hingga tahun 1992. Semasa Ketua DPRD Kabupaten Banyumas dijabat Kisworo, dirinya menjabat Wakil Ketua DPRD bersama Agus Taruno.

Pada 1992-1997 KHA Musallim duduk sebagai anggota DPR-RI dari PPP. “Dalam dunia politik, Kiai Musallim dikenal sebagai sosok yang lurus ibarat penggaris; lempeng kaya garisan,” ujar Bupati Achmad Husein, seperti ditirukan M Ibnu Ridlo.

Aktivitas dakwah dan politik dilakoninya secara tulus dan penuh sukacita. Mengisi ceramah pengajian hingga pelosok pedesaan adalah hal dinantikan umat. Bahasa ceramahnya blakasuta alias lugas, tanpa tedheng aling-aling, sehingga mudah dicerna oleh kalangan awam sekalipun.

Sekadar catatan, beberapa tahun silam, Eyang Singa setiap malam Jumat Kliwon mengisi acara Gendu-Gendu Rasa di RRI Purwokerto. Hal ini diakui banyak pihak sebagai kiprah nyata dalam upaya nguri-nguri (baca: melestarikan) Bahasa Jawa dialek Banyumasan.

Demikian halnya dengan KHA Musallim Ridlo. Dalam aktivitas dakwahnya beliau sangat konsisten dengan dialek Banyumasan. Dalam konteks ini, Kiai Musallim adalah sosok ulama moderat-visioner yang layak menyandang gelar Pelestari Dialek Ngapak.

KHA Musallim Ridlo telah berpulang ke hadirat Allah, Kamis (1/5) silam. Jenazah almarhum dikebumikan di komplek Pondok Pesantren Al-Masruriyah Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden. Dari pernikahannya dengan Nyai Solihah, beliau dikaruniai lima orang putra: M Ibnu Ridlo, Niswati Amanah, M Aman Ridlo, HM Maskun Ridlo, dan M Hanif Ridlo. Kini dakwah beliau di Pesantren Al-Masruriyah dilanjutkan HM Maskun Ridlo alias Gus Maskun. (Akhmad Saefudin)

Foto: KHA Musallim Ridlo (kanan) saat bersama KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Minggu, 06 Agustus 2017

LTMI Lakukan Sosialisasi Amandemen UUD 1945

Jakarta, Siti Efi Farhati. Undang-Undang Dasar 1945 telah diamandemen selama 4 kali. Namun sejauh ini, belum banyak masyarakat yang memahami apa saja pasal yang dirubah, mengapa dirubah dan bagaimana bentuk perubahan dasar aturan bernegara di Indonesia ini.

Pentingnya pemahaman UUD hasil amandemen ini disadari oleh pengurus Lembaga Takmir Masjid Indonesia (LTMI) NU dengan mengadakan sosialisasi kepada para takmir masjid yang menjadi binaannya di wilayah Jakarta dan sekitarnya di gedung PBNU, Rabu (6/8).

LTMI Lakukan Sosialisasi Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMI Lakukan Sosialisasi Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMI Lakukan Sosialisasi Amandemen UUD 1945

Samsul Huda, pengurus LTMI menjelaskan khotib merupakan corong NU yang langsung bersinggungan dengan masyarakat, karena itu pemahaman mereka akan kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting. Karena itu, perubahan ini harus direspon dengan cepat oleh masyarakat.

Siti Efi Farhati

dalam sambutannya Ketua LTMI Syarifuddin Muhammad menyatakan siap membantu MPR untuk melakukan sosialisasi UUD hasil amandemen ini melalui jaringan masjid yang dimilikinya di seluruh Indonesia.

Siti Efi Farhati

Dalam paparannya, Prof Dr Cecep Syarifuddin menjelaskan, amandemen UUD 1945 merupakan tuntutan yang disuarakan oleh gerakan reformasi tahun 1998. Pada masa Orde Baru, UUD 1945 dianggap sesuatu yang sangat sakral dan tidak boleh dirubah sedikitpun, padahal UUD ini hanya dibuat beberapa hari sebelum proklamasi sehingga banyak hal penting yang belum dicantumkan.

”Banyak pasal yang dibuat terlalu luwes sehingga bisa menimbulkan multitafsir. Pasal pembelaan negara juga belum cukup didukung oleh konstitusi,” katanya.

Beberapa aspek penting yang diperkuat dalam amandemen diantaranya adalah penegakan hukum, demokrasi dan HAM, kebebasan pers, dan otonomi daerah. Tak semuanya berdampak positif, otonomi yang memberi kekuasaan yang besar kepada kepala daerah banyak disalahgunakan oleh bupati dan walikotanya.

Cecep yang juga mantan ketua PBNU ini menegaskan amandemen ini tidak merubah pembukaan UUD 1945 karena hal ini merupakan ruh dan acuan keseluruhan yang ada di dalamnya.

”Amandemen tidak boleh merubah pembukaan UUD 1945 yang dimaknai sebagai akte kelahiran, ruh dari keseluruhan konstitusi UUD yang merupakan acuan keseluruhan didalamnya,” terangnya.

Ia menegaskan, satu hal penting yang tercantum dalam pembukaan adalah adanya pengakuan bahwa kemerdekaan ini merupakan ”berkat dan rahmat Allah” yang menunjukkan peran tuhan dalam proses kemerdekaan ini. ” Pembukaan ini merupakan perpaduan nilai kebangsaan, keagamaan yang berdasar pada kemanusiaan,” tandasnya.

Hal lain yang tetap dipertahankan dalam amandemen adalah bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sistem pemerintahan presidensial. ”Tetap mempertahankan NKRI bagi NU merupakan bentuk final. Kita berterima kasih kepada para ulama yang telah mencanangkan pentingnya NKRI dalam muktamar NU di Situbondo tahun 1984,” ujarnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Nusantara, Humor Islam Siti Efi Farhati

Minggu, 18 Juni 2017

NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat

Pekalongan, Siti Efi Farhati. Wakil Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yakub menilai Konferensi Ulama Internasional Bela Negara yang digagas Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) sangat bagus. Kegiatan ini juga baik sebagai bentuk penegasan sikap dukungan ulama terhadap penyelenggaraan negara yang menjamin hak-hak warga negara dalam penegakan keadilan dan hak-hak sipil yang merupakan tema penting agama.?

Demikian dikatakanya di sela-sela acara seminar Internasional di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (29/7). Seminar Internasional diikuti oleh delegasi ulama dari 40 negara. 69 ulama asal Timur Tengah dan beberapa mufti besar asal Amerika serta dihadiri ratusan ulama habaib dari Indonesia dengan agenda bahasan utama tentang masalah Bela Negara.

NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat

Dikatakan Zuhri Yakub, dalam konteks global saat ini, bela negara menjadi penegasan dan peneguhan gagasan kebangsaan di tengah ancaman global yang cenderung menampilkan dominasi negara-negara besar terhadap negara-negara berkembang. "Seminar Internasional dilaksanakan merupakan bukti betapa kaum Nahdliyyin memiliki kontribusi penting bagi tegaknya negara dari masa ke masa," ujar tokoh NU DKI ini.

Dijelaskan Kiai Zuhri, dalam panggung sejarah sudah terbukti seringkali kaum agamis utamanya para pengamal tarekat untuk tampil menjaga keutuhan kedaulatan wilayah dimana mereka tinggal sebagai respon perlawanan terhadap kesewenang-wenangan yang mengancam ? runtuhnya keadilan dan terabaikannya hak-hak sipil rakyat.

"Sejatinya tidak ada lagi kecurigaan terhadap kaum santri dan pengamal tarekat, bahkan sesungguhnya mereka bisa menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan upaya mempertahankan negara dari ancaman pihak-pihak asing," ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Apalagi, lanjutnya, acara ini semakin bertambah nilainya dengan kehadiran hampir 69 tokoh ulama dari belahan dunia yang diharapkan mampu memberikan gagasan-gagasan baru dan menyegarkan untuk dapat memberikan formula ? jitu dalam menyelesaikan konflik dan persetruan serta menelurkan gagasan baru untuk meredam konflik internal dan ancaman eksternal. (Junaidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Aswaja, Pondok Pesantren Siti Efi Farhati

Rabu, 31 Mei 2017

Pengasuh Annuqayah KH Warits Ilyas Wafat

Sumenep, Siti Efi Farhati. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, warga Nahdliyin, khususnya masyarakat Madura berduka, ulama kharismatik KH A Warits Ilyas wafat, Sabtu (22/02) sekitar pukul 09.45.

Pagi harinya, Pengasuh Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur tersebut masih sempat dirawat di RSUD Slamet Martodirdjo Kabupaten Pamekasan. Namun, beberapa jam kemudian, beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Pengasuh Annuqayah KH Warits Ilyas Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengasuh Annuqayah KH Warits Ilyas Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengasuh Annuqayah KH Warits Ilyas Wafat

Kabar wafatnya sesepuh yang sudah mendidik jutaan umat tersebut, sontak saja langsung menyebar luas. Usai Isya, beliau dikebumikan pemakaman masyaikh Annuqayah di Sumenep.

Siti Efi Farhati

Selama ini, Kiai Warits dikenal sebagai sosok ulama yang mengedepankan keistiqamahan dalam segala hal. Utamanya shalat jamaah. Sekalipun beliau sakit, selagi masih kuasa melangkahkan kaki, ia tetap semangat mengimami shalat jamaah bersama santri-santrinya.

Siti Efi Farhati

Untuk diketahui, pada Sabtu (22/02) malam, di Annuqayah bakal digelar kegiatan Puisi Jerman. Karena Annuqayah sedang berkabung, acara tersebut diundur.

"Pesantren Annuqayah berkabung atas wafatnya KH A Warits Ilyas. Maka, acara Puisi Jerman diundur Ahad (23/02) pagi pukul 09.00 di Aula Asy-Syarqawi," ujar K M Faizi, salah seorang pengasuh Annuqayah yang juga sastrawan kebanggaan Indonesia. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Kamis, 20 April 2017

Jangan Niatkan Haji Sekadar Dapat Gelar dan Ingin Dipuji

Pringsewu,? Siti Efi Farhati. Ibadah haji merupakan ibadah yang suci dan merupakan anugerah dari Allah SWT. Dikatakan anugerah karena tidak semua umat Islam diberikan kesempatan untuk dapat menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Anugerah rezeki baik materi, kesehatan, maupun kesempatan yang telah dikaruniakan kepada para jamaah haji wajib disyukuri.

Demikian penjelasan Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH. Hambali, Kamis (03/09/15). Ia mengatakan bahwa untuk mewujudkan rasa syukur tersebut para jamaah haji harus memanfaatkan kesempatan haji dengan maksimal.

Jangan Niatkan Haji Sekadar Dapat Gelar dan Ingin Dipuji (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Niatkan Haji Sekadar Dapat Gelar dan Ingin Dipuji (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Niatkan Haji Sekadar Dapat Gelar dan Ingin Dipuji

"Laksanakan semua Syarat, Rukun dan wajib haji. Jangan lupa pula perbanyak ibadah ibadah sunnah selama melaksanakan Ibadah haji " jelasnya ketika dihubungi via telepon.

Siti Efi Farhati

Yang terpenting lagi, menurut H Hambali adalah kebersihan niat para jamaah dalam melaksanakan perjalanan ke Baitullah. Ia mengingatkan kepada seluruh jamaah untuk menata dan memurnikan niat semata mata untuk beribadah kepada Allah SWT.

"Jangan Ibadah Haji diniati untuk sekadar jalan-jalan dan mencari titel," ujar Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pringsewu ini.

Siti Efi Farhati

Menurutnya, jika terbersit ada niatan hanya untuk jalan jalan, mencari titel, apalagi ingin dilihat dan dipuji oleh sesama manusia, maka hal tersebut akan sangat mencederai ibadah haji itu sendiri. Dengan ketidaktepatan niat ini, kemabruran haji setelah kembalinya ke Tanah Air juga patut diragukan.

Selain kesiapan niat, H. Hambali juga mengimbau kepada para jamaah untuk menyiapkan kekuatan fisik selama proses berangkat sampai dengan pulang ke Tanah Air. "Ibadah haji adalah ibadah yang memerlukan kesiapan prima baik fisik, materi maupun mental," terangnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada seluruh jamaah haji khususnya jamaah haji Pringsewu, yang akan dilepas secara resmi oleh Bupati Pringsewu untuk menjaga kesehatan sebaik baiknya.

Menurut bagian Kesmasag Pemda Kabupaten Pringsewu, Pelepasan Jamaah Haji Kabupaten Pringsewu akan dilaksanakan dua hari di dua tempat yang berbeda. Acara Pelepasan pertama yaitu dalam bentuk acara formal yang akan dilaksanakan di gedung NU Kabupaten Pringsewu pada Sabtu pagi (05/09/15). Setelah itu pada Ahad pagi (6/9/15) setelah shalat Shubuh, para jamaah akan dilepas keberangkatannya dari pendopo Kabupaten Pringsewu menuju Islamic Center Bandarlampung. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian, Syariah, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 08 Maret 2017

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, Siti Efi Farhati

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Siti Efi Farhati

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

Siti Efi Farhati

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Minggu, 26 Februari 2017

Nahdliyin Antusias Sambut Program Kartanu

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Nahdliyin yang berada di Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo menyambut dengan baik rencana Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo melaksanakan program Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) massal. Menyikapi hal tersebut, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bantaran terus melakukan sosialisasi hingga tingkat Ranting NU.

Nahdliyin Antusias Sambut Program Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Antusias Sambut Program Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Antusias Sambut Program Kartanu

”Program Kartanu massal ini digelar dengan tujuan untuk lebih memperjelas data dan potensi warga NU yang ada di Kecamatan Bantaran pada khususnya dan Kabupaten Probolinggo pada umumnya,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Bantaran Khoirul Ishaq kepada Siti Efi Farhati, Senin (18/2).

Menurut Ishaq, program Kartanu ini sangat penting bagi seluruh pengurus NU. Sebab selama ini, pihaknya mengaku merasa kesulitan tatkala ditanya berapa jumlah warga Nahdliyin. Pasalnya, MWCNU Bantaran masih mempunyai data yang riil.

Siti Efi Farhati

”Melalui program Kartanu ini, potensi dan jumlah warga Nahdliyyin di Kabupaten Probolinggo dapat diketahui secara pasti dan tentu saja kami selaku pengurus akan lebih mudah untuk melakukan pemetaan potensi Nahdliyyin,” jelasnya.

Siti Efi Farhati

Untuk mendukung program Kartanu tersebut, Ishaq dan seluruh pengurus MWCNU Bantaran mengaku saat ini sedang menggalakkan sosialisasi Kartanu kepada Nahdliyyin, mulai tingkat MWC, ranting hingga ke warga melalui masjid dan musholla NU, sehingga seluruh warga NU dapat terdata dengan baik.

“Dari proses pendataan ini, pengurus NU di masing masing tingkatan akan memperoleh data, sehingga pengurus NU tidak lagi mengalami kesulitan, karena data dan potensi Nahdliyyin sudah ada di database,” terangnya.

Dikatakan Ishaq, program Kartanu massal ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya oleh warga NU mulai usia 12 tahun. Oleh karena itu, seluruh warga Nahdliyin diminta untuk memastikan dirinya sudah tercatat sebagai warga NU melalui Ranting NU masing masing.

“Untuk waktu dan tempat pemotretan, akan diberitahu lebih lanjut dengan undangan kepada seluruh Nahdliyyin melalui Ranting NU masing masing,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Jadwal Kajian, Humor Islam Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock