Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

Tangerang Selatan, Siti Efi Farhati

Negara-negara Islam di Timur Tengah saat ini tengah dilanda krisis dan konflik berkepanjangan. Seakan tak tampak lagi wajah Islam yang santun dan berkeadaban. Hari-hari selalu dihiasi dengan perang, pembunuhan, dan tragedi. Ini menunjukkan model keberagamaan Islam dan sistem yang dibangun di sana tak mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi.?

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

“Lain halnya dengan Indonesia. Negeri yang berpenghuni muslim terbesar sedunia ini, jauh lebih mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan memasukkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terang KH Wahfiuddin Sakam saat menyampaikan taushiyah usai pelantikan pengurus Mahasiswa Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah (MATAN) Cabang Ciputat, Tangerang Selatan dan Komisariat STAINU Jakarta, UNU Indonesia, UI, IPB, UNJ, dan STIKIP Kusuma Negara, Senin (11/4) lalu.

Mengapa ini bisa terjadi? Kiai Wahfi menjelaskan, karena umat Islam Indonesia mampu menerapkan tiga pilar ajaran Islam, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Ia mengibaratkan tiga pilar itu ibarat tripod yang mampu menyanggah dan tegak dengan gagah. Bila salah satu pilarnya tak lurus, maka tripod tersebut akan roboh dan tak mampu menyanggah beban.?

Tiga pilar itu jika diterjemahkan secara sederhana berarti aqidah (iman), syariah (Islam), dan tasawuf (ihsan). Ketiga pilar ini tidak bisa dipisah-pisah, tapi harus menyatu dan berdiri kokoh dalam diri seorang muslim. Hal ini sebagaimana tercermin dalam sejarah kejayaan Islam di masa lalu.?

Siti Efi Farhati

“Ketika saya melakukan ekspedisi napak tilas kejayaan Islam di Eropa dan juga Timur Tengah, saya datang ke makam-makan ulama besar dan pemikir di sana, ternyata mereka semua adalah orang sufi pengamal tarekat,” terang Kiai Wafi yang juga Mudhir JATMAN (Jamiyah Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah) DKI Jakarta.?

Kebesaran Islam di Indonesia juga tak lepas dari guru-guru mursyid Tarekat. Syeikh Nawawi al-Bantani, Syekh Yasin al-Fadani, Syaikh Khotib Sambas, Syeikh Nuruddin ar-Raniri, Syeikh Abdusshamad al-Palimbangi, dan juga para wali penyebar Islam di Nusantara, semuanya adalah muslim pengamal tarekat.?

“Karena itu, Islam yang mereka ajarkan di Indonesia, tidak hanya menggunakan pendekatan fiqih-formalistik yang cederung hitam-putih, tapi juga memperkuat ajaran Islam yang santun, ramah, dan toleran terhadap perbedaan,” tegasnya.

NKRI adalah bukti nyata buah karya ulama ahli tarekat yang mampu memadupadankan ajaran Islam dalam konteks berbangsa dan bernegara. Untuk itu, supaya tiga pilar tadi dapat berdiri dengan kokoh, ajaran tarekat tidak hanya dilakukan oleh generasi tua, tapi juga harus diamalkan oleh generasi muda, yaitu para mahasiswa. Ini penting, karena korupsi dan kolusi yang memporkak-porandakan negeri ini dilakukan oleh para pejabat, yang mereka semua adalah mantan mahasiswa.?

Siti Efi Farhati

“Untuk itu, organisasi MATAN hadir di tengah-tengah kampus untuk menanamkan amalan tarekat, agar generasi muda Indoesia tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Iman, Islam, dan Ihsan,” pungkas Kiai Wahfi. (Abdullah Ubaid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Nasional, Tokoh Siti Efi Farhati

Minggu, 18 Februari 2018

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Jakarta, Siti Efi Farhati. Menjelang pelaksanaan Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara, Ahad (17/1) mendatang, Komunitas Lintas Iman yang terdiri dari PBNU, KWI, PGI, MATAKIN, PHDI, WALUBI, dan LPOI mengadakan pertemuan di Gedung PBNU lantai 8, Jumat (15/1) siang. Seluruh elemen lintas iman menyerukan bahwa terorisme, radikalisme, dan narkoba adalah musuh bersama.

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mewakili seluruh elemen lintas iman mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah, mewaspadai, dan membendung serta melawan radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Siti Efi Farhati

“Permasalahan ini tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan, pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta dan partisipasi seluruh pihak. Hanya dengan kebersamaan dan sinergitas yang kuat antara negara dan masyarakat, radikalisme, terorisme, dan narkoba akan sulit berkembang di Indonesia,” ujar Kang Said dalam jumpa pers.

Siti Efi Farhati

Sesungguhnya yang memberi ruang dan membuka peluang bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme, terorisme, dan narkoba di Indonesia adalah sikap ketidakpedulian dan sifat acuh masyarakat terhadap realitas sosial.

“Upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme dan kebhinekaan merupakaan ikhtiar mendesak yang harus ditempuh pemerintah,” tambah Kang Said.

Ia mengatakan, kita sebagai negara yang memiliki keragaman bahasa, agama, suku, adat-istiadat, ras, Indonesia telah mampu menunjukkan kepada dunia akan potret kehidupan bangsa yang harmoni.

Keberagaman yang ada merupakan salah satu tonggak dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tandas Kang Said. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Sunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 06 Februari 2018

Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang: Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengurai tindakan bank syariah dalam menentukan harga dasar barang murabahah ketika mulai terjadi transaksi antara nasabah dan bank. Ilustrasi awal memahaminya, penulis sajikan dalam bentuk uraian kasus klasik fiqih yang umum terjadi di masyarakat.

(Baca: Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih)Pak Ahmad membutuhkan air conditioner (AC) untuk rumahnya yang baru dibangun. Ia lalu mendatangi seorang pedagang elektronik properti rumah tangga. Saat terjadi dialog, Pak Ahmad menyebut-nyebut sebuah merk terkenal produk AC, karena keluarganya menghendaki AC dengan merk tersebut. Jika pedagang itu tidak punya, ia memutuskan lebih baik mencari pedagang lain yang menjual AC tersebut. Memanfaatkan kondisi Pak Ahmad yang sedemikian itu, insting pedagang yang didatangi Pak Ahmad tadi mulai bermain. Jarang-jarang ada konsumen membeli barang elektronik seperti itu. Paling-paling dua bulan sekali, itu pun belum pasti. Akhirnya, si pedagang memutuskan menjual AC tidak dengan keuntungan sebagaimana mestinya ia mengambil untung. Jika biasanya ia mengambil untung 15 persen dari total harga barang yang dijual, namun memanfaatkan  situasi sangat butuhnya Pak Ahmad, ia menaikkan keuntungan menjadi 40 persen.

Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang:  Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang: Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang: Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah

Kita uji kasus di atas menurut kacamata pembeli. Bagaimana respon pembeli terhadap tindakan pedagang tersebut? Menurut kacamata pembeli bahwa apa yang pedagang lakukan merupakan tindakan mark-up [Jawa: ngenthol], yaitu tindakan menaikkan harga di saat menemui adanya pembeli yang prospektif karena didorong sangat butuh. Tindakan pedagang juga merupakan tindakan yang tidak terpuji karena di saat ada orang dalam situasi yang sangat membutuhkan, namun justru ia menaikkan harga.

Demikianlah mungkin perasaan yang ada dalam benak para pembeli seandainya mereka tahu bagaimana niatan pedagang tersebut dalam menaikkan harga. 

Lantas bagaimana kasus di atas jika menurut kacamata pedagang? Pasti, pedagang tersebut akan menanggapi kasus dengan perspektif yang berbeda. Ia menganggap bahwa mencari keuntungan dalam dagang adalah diperbolehkan asal caranya benar. Pedagang harus pandai membaca peluang. Dan kedatangan Pak Ahmad ke tokonya adalah merupakan salah satu peluang yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sementara syariat juga tidak melarang mengambil untung dagang. 

Siti Efi Farhati

Satu kasus direspon oleh dua pihak yang berbeda posisi menurut kacamata masing-masing. Sudah pasti, respon dan tanggapan mereka akan berbeda. Maka, dari itulah kemudian berlaku kebutuhan hadirnya pihak ketiga (qadli) untuk membantu memecahkan persoalan mark-up (perspektif pembeli) dan keuntungan (ribhun perspektif pedagang). Dengan demikian tugas qadli dalam hal ini adalah menimbang persoalan keduanya tanpa merugikan hajat salah satu pihak. Peran utamanya adalah penentuan harga yang berimbang (tas’ir).

(Baca juga: Pelaksanaan Negosiasi Akad Bai’ Murabahah antara Nasabah dan Bank Syariah) Dalil pokok kebolehan mengambil untung adalah Q.S. Al-Baqarah ayat 180 yang mana risiko halalnya jual beli juga berarti halalnya mengambil keuntungan. Adapun dalil larangan menaikkan harga sehingga keluar dari batasan umum mengambil keuntungan -  sebagaimana bunyi teks Fiqihnya, adalah bila keuntungan yang tidak umum pedagang diambil dalam kondisi masyarakat sedang dalam kondisi pailit, sementara barang yang ia jual merupakan hajat orang banyak. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

Siti Efi Farhati

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? : { ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? } ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dari Anas radliyallahu ‘anhu, ia berkata: Telah terjadi krisis harga pada masa Rasulullah SAW. Lalu para sahabat mengadu: “Ya Rasulallah, seandainya ada ketetaan tuan soal harga [barang pokok]?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha menjamin, Dzat Yang Maha Membeber Anugerah, Maha Pemberi Rezeki, dan Maha Menghargai. Sementara sesungguhnya aku hanyalah yang berharap agar Allah tidak menimpakan bala’ kepadaku, berharap seseorang tidak menuntutku karena telah berperilaku dhalim kepadanya, terhadap darahnya dan juga terhadap hartanya.” HR. Imam lima, kecuali Al-Nasaiy, dan dishohihkan oleh Al-Tirmidzi. (Lihat Muhammad bin Ali bin Muhammad as-Syaukani, Nail al-Authar, Beirut : Dar al-Fikr, Tanpa Tahun, Juz V, h. 220)

Hadits ini ditafsiri oleh Al-Syaukani, bahwa hendaknya pemerintah atau jajarannya yang bertugas di bidang pasar, bergerak untuk menetapkan harga pasar (tas’ir) bagi masyarakatnya. 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya : “Tas’ir itu adalah perintah penguasa atau wakilnya atau setiap orang yang bertugas mengurusi urusannya orang muslim atau pelaku pasar agar tidak menjual asetnya kecuali dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga berlaku larangan melebihkan atau membanting harga demi kemaslahatan.” (Lihat Muhammad bin Ali bin Muhammad as-Syaukani, Nail al-Authar, Beirut: Dar al-Fikr, Tanpa Tahun, juz V, h. 220)

Pendapatnya Imam Al-Syaukany ini mengandung beberapa akibat hukum:

1. Pemerintah berkewajiban menentukan harga dan memaksa

2. Al-Syaukany menyebut dengan lafadh amti’ah yang berarti properti/aset yang cakupannya lebih luas dari sekedar kebutuhan pokok masyarakat.

3. Tujuan tas’ir adalah tercapainya kemaslahatan baik terhadap masyarakat maupun pedagang

4. Tindakan melebihkan atau membanting harga melampaui ketetapan harga pokok dari pemerintah merupakan tindakan yang bisa membawa kemudlaratan. 

Dengan demikian, berdasarkan ibarat di atas, kesimpulan dari permasalahan perilaku pedagang yang menaikkan harga demi melihat hajatnya Pak Ahmad terhadap AC tersebut adalah hal yang tidak diperkenankan oleh syariat selagi pemerintah telah menetapkan harga jual standartnya. 

Bagaimana dengan kebijakan penentuan harga barang dalam kasus bai’ murabahah oleh perbankan syariah? Bisakah tindakan menaikkan harga oleh Bank disebut mark-up? Simak tulisan berikutnya!





Wallahu a’lam

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri, P. Bawean, JATIM

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Khutbah Siti Efi Farhati

Kamis, 01 Februari 2018

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

London, Siti Efi Farhati

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, Islam Indonesia bersifat demokratis dan toleran.

"Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai peran untuk menunjukan kepada dunia bahwa dalam Islam, demokrasi dan toleransi dapat beriringan," kata Jokowi, dalam pertemuan dengan Cameron, di Kantor PM Inggris, London, Selasa. 

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

Menurut Jokowi, Indonesia akan senang membagi pengalaman itu kepada negara lain termasuk Inggris.

Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi dirinya untuk mengunjungi London untuk mengapresiasi kunjungan Cameron ke Jakarta, pada 2015.

"Inggris adalah mitra utama Indonesia. Kunjungan saya kali ini akan digunakam untuk memperkuat ekonomi kreatif dan mengembangkan industri kreatif kita," katanya. 

Siti Efi Farhati

Sementara itu Cameron mengatakan, Indonesia sebagai negara terbesar ketujuh ekonomi 2030 di dunia dan keempat terbesar dan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia merupakan mitra vital bagi Inggris. 

"Kami juga berdiskusi soal kemitraan ekonomi di mana Inggris negara terbesar ke lima berinvestasi di Indonesia dan ekspor kami berkembang," kata Cameron.

Siti Efi Farhati

Ia menyebutkan jumlah WNI yang belajar di Inggris juga berkembang. 

"Saya juga mengumumkan beberapa perjanjian bisnis penting hari ini. Saya juga akan mendiskusikan perjanjian kemitraan CEPA antara Indonesia dan UE. Inggris mendukung kuat soal ini," katanya.

Dia juga mendiskusikan bagaimana mengatasi ekstremisme dan terorisme global dan Indonesia memiliki peran kunci untuk dimainkan. 

"Saya sangat terkesan dengan yang kami lihat dalam pendekatan Indonesia terhadap ekstremisme dan terorisme tetapi juga meneguhkan Islam sebagai agama yang damai," katanya.

Menurut dia, bagaimana Islam diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia adalah model yang bisa dicontoh dunia dan Indonesia harus memainkan peran terdepan untuk menyebarkannya. 

"Saya juga mengucapkan kedukaan atas kejadian di Jakarta dan tempat lain. Mereka merupakan korban tak bersalah dari serangan terorisme mematikan di beberapa tempat. Kerja sama kontraterorisme Indonesia dan Inggris semakin meningkat," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, PonPes, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim

Surabaya, Siti Efi Farhati

Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur bakal dihelat 27-30 Aprl 2016. Forum permusyawaratan tertinggi PMII tingkat koordinator cabang ini menjadi ajang memilih ketua baru.

Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Satu Pendaftar, Jelang Pemilihan Ketua Baru PMII Jatim

Hal ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil musyawarah pimpinan nasional (muspimnas) PMII di Ambon, yang kemudian dibentuk Tim Seleksi (Timsel) untuk mewadahi kader-kader PMII se-Jatim yang ingin maju melanjutkan kepemimpinan PMII Jatim.

Amarufin selaku ketua Tim Seleksi mengungkapkan bahwa proses pendaftaran sudah berjalan. Selasa (12/4) adalah masa terakhir pendaftaran. Hingga saat ini, pendaftar baru satu, yakni Pengurus Cabang PMII Situbundo.

Siti Efi Farhati

Ia pun berharap cabang-cabang segera melakukan pendaftaran, mengingat pentingnya agenda ini untuk keberlangsungan PMII Jatim ke depan. "Saya mengimbau kepada cabang-cabang PMII se-Jawa Timur agar segera mengirimkan delegasinya untuk mendaftar ke Timsel," tegasnya.

Untuk diketahui, Konferensi Koordinator Cabang tahun ini terbilang berbeda dibanding periode sebelumnya, karena selain memilih ketua baru bagi Pengurus Koordinator Cabang PMII Jatim, termasuk memilih ketua baru bagi Pengurus Koordinator Cabang Korps PMII Putri (Kopri) Jatim. (Asrari Puadi/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Budaya, Nusantara Siti Efi Farhati

Senin, 15 Januari 2018

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

Jepara, Siti Efi Farhati. Hari Santri Nasional yang kali pertama diperingati 22 Oktober 2015 menurut Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi merupakan bentuk terima kasih pemerintah bahwa NKRI telah merdeka berkat keberhasilan kiai, masayih dan santri.?

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

“Selamat, selamat dan selamat kepada Bapak Joko Widodo yang memutuskan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” katanya dalam amanat Apel Akbar Hari Santri Nasional yang bertempat di alun-alun Jepara, Kamis (22/10).?

Ditambahkan Marzuqi dengan diperingatinya Hari Santri Nasional harapnya tidak sekadar peringatan tetapi ke depan mesti dirayakan lebih meriah lagi. Disamping itu kepada ribuan santri, pelajar dan mahasiswa ia berpesan bahwa santri itu bisa. Bisa berperan untuk bangsa dan negara. ?

Siti Efi Farhati

“Marwan Ja’far adalah contoh abituren dari pesantren Kajen yang sekarang menjadi menteri desa. Santri itu harus bisa,” imbuhnya.?

Dengan apel akbar itu “Resolusi Jihad” yang pernah digelorakan oleh KH Hasyim Asyari perlu disemangatkan kembali. “Menjadi santri adalah anugerah. Karenanya ia terus berperan untuk pembangunan NKRI,” tegasnya.?

Siti Efi Farhati

Peserta yang paling banyak mengikuti apel akbar ialah santri pesantren Balekambang Jepara sebanyak 2000 santri. Sisanya peserta berasal dari santri, pelajar, mahasiswa dan Banom NU se-Jepara.?

Kegiatan meriah dengan penampilan rebana, paduan suara, drum band dan pencak silat Pagar Nusa. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Tokoh Siti Efi Farhati

Sabtu, 13 Januari 2018

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

Mataram, Siti Efi Farhati. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU H. Robikin Emhas menegaskan, Nahdlatul Ulama mengutuk keras pengeboman kepada umat Islam yang melakukan Shalat Jumat di Masjid Al-Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11).

Tindakan yang menewaskan 300 orang lebih dan meluluhlantakkan rasa kemanusiaan itu, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dengan alasan dan dalih apapun.

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

“Siapa pun yang melakukakannya, apa pun latar belakangnya, atas nama apa pun motifnya, itu adalah tindakan terkutuk. Tidak bisa dibenarkan! Biadab!” tegas Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Aluma dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, seluruh warga Nahdlatul Ulama mengungkapkan duka sedalam-dalam atas korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu.

“NU berduka, karena itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan Shalat Ghaib untuk korban teror bom Mesir,” lanjut Advokat Konstitusi ini. 

Siti Efi Farhati

Ia menambahkan, NU meminta kepada Presiden Mesir untuk menangkap pelaku teror bom itu dan menghukum mereka seberat-beratnya. Juga memberantas kelompoknya hingga ke akar-akarnya.  

NU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

“Makanya, jika diperlukan pemerintahan Jokowi perlu pro aktif memberi bantuan kemanusiaan,” harap Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Peristiwa tragis di Mesir ini adalah bukti nyata perlunya Islam Nusantara diarus-utamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak memperhadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

Siti Efi Farhati

“Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia,” pungkas Robikin Emhas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock