Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

Tangerang Selatan, Siti Efi Farhati

Negara-negara Islam di Timur Tengah saat ini tengah dilanda krisis dan konflik berkepanjangan. Seakan tak tampak lagi wajah Islam yang santun dan berkeadaban. Hari-hari selalu dihiasi dengan perang, pembunuhan, dan tragedi. Ini menunjukkan model keberagamaan Islam dan sistem yang dibangun di sana tak mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi.?

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

“Lain halnya dengan Indonesia. Negeri yang berpenghuni muslim terbesar sedunia ini, jauh lebih mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan memasukkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terang KH Wahfiuddin Sakam saat menyampaikan taushiyah usai pelantikan pengurus Mahasiswa Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah (MATAN) Cabang Ciputat, Tangerang Selatan dan Komisariat STAINU Jakarta, UNU Indonesia, UI, IPB, UNJ, dan STIKIP Kusuma Negara, Senin (11/4) lalu.

Mengapa ini bisa terjadi? Kiai Wahfi menjelaskan, karena umat Islam Indonesia mampu menerapkan tiga pilar ajaran Islam, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Ia mengibaratkan tiga pilar itu ibarat tripod yang mampu menyanggah dan tegak dengan gagah. Bila salah satu pilarnya tak lurus, maka tripod tersebut akan roboh dan tak mampu menyanggah beban.?

Tiga pilar itu jika diterjemahkan secara sederhana berarti aqidah (iman), syariah (Islam), dan tasawuf (ihsan). Ketiga pilar ini tidak bisa dipisah-pisah, tapi harus menyatu dan berdiri kokoh dalam diri seorang muslim. Hal ini sebagaimana tercermin dalam sejarah kejayaan Islam di masa lalu.?

Siti Efi Farhati

“Ketika saya melakukan ekspedisi napak tilas kejayaan Islam di Eropa dan juga Timur Tengah, saya datang ke makam-makan ulama besar dan pemikir di sana, ternyata mereka semua adalah orang sufi pengamal tarekat,” terang Kiai Wafi yang juga Mudhir JATMAN (Jamiyah Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah) DKI Jakarta.?

Kebesaran Islam di Indonesia juga tak lepas dari guru-guru mursyid Tarekat. Syeikh Nawawi al-Bantani, Syekh Yasin al-Fadani, Syaikh Khotib Sambas, Syeikh Nuruddin ar-Raniri, Syeikh Abdusshamad al-Palimbangi, dan juga para wali penyebar Islam di Nusantara, semuanya adalah muslim pengamal tarekat.?

“Karena itu, Islam yang mereka ajarkan di Indonesia, tidak hanya menggunakan pendekatan fiqih-formalistik yang cederung hitam-putih, tapi juga memperkuat ajaran Islam yang santun, ramah, dan toleran terhadap perbedaan,” tegasnya.

NKRI adalah bukti nyata buah karya ulama ahli tarekat yang mampu memadupadankan ajaran Islam dalam konteks berbangsa dan bernegara. Untuk itu, supaya tiga pilar tadi dapat berdiri dengan kokoh, ajaran tarekat tidak hanya dilakukan oleh generasi tua, tapi juga harus diamalkan oleh generasi muda, yaitu para mahasiswa. Ini penting, karena korupsi dan kolusi yang memporkak-porandakan negeri ini dilakukan oleh para pejabat, yang mereka semua adalah mantan mahasiswa.?

Siti Efi Farhati

“Untuk itu, organisasi MATAN hadir di tengah-tengah kampus untuk menanamkan amalan tarekat, agar generasi muda Indoesia tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Iman, Islam, dan Ihsan,” pungkas Kiai Wahfi. (Abdullah Ubaid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Nasional, Tokoh Siti Efi Farhati

Rabu, 21 Februari 2018

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut

Pacitan, Siti Efi Farhati. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan, Jawa Timur, Ahad (18/12) menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana strata satu (S1) ke X. Sebanyak 110 mahasiswa program Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 27 mahasiswa program Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut

Ketua STAINU Pacitan, KH Imam Faqih Sudjak, dalam sambutnya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masayarakat Pacitan yang telah memilih STAINU Pacitan sebagai tempat menimba ilmu bagi putera-puterinya.

Sebagai wujud terima kasih atas kepercayaan dari masyarakat, katanya, tahun 2016 STAINU Pacitan terus mengembangkan diri dan tengah mengajukan alih status menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama, yang saat ini masih berproses di Dirjen Pendidikan Tinggi Agama Islam. STAINU Pacitan telah memiliki tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah.

“Kami melangkah sudah cukup jauh. Kami akan beralih status menjadi IAINU Pacitan dan setelah itu akan terus berupaya hingga menjadi Universitas Nahdaltul Ulama atau UNU Pacitan dan itu adalah cita-cita kami,” kata Kiai Faqih dihadapan ratusan undangan.

Kiai Faqih yang juga Rais Syuriyah PCNU Pacitan itu memohon dukungan dari seluruh masyarakat, agar niat dan usaha STAINU Pacitan tersebut dapat segera tercapai. ”Semoga upaya kita selalu mendapat kemudahan dan ridho dari Allah SWT,” harapanya.

Siti Efi Farhati

Dalam kesempatan itu, Kiai Faqih berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa memiliki kematangan aqidah ahlussunnah wal jamaah dan memiliki budi pekerti yang luhur. Para wisudawan diharap dapat mempraktekkan serta mengembangkan ilmu yang telah diperoleh dari bangku perkuliahan.

“Kami mengucapkan selamat, dan mudah-mudahan ilmu kalian berguna dan bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, fiddin wal akhirat,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan, Suko Wiyono, yang mewakili Bupati Pacitan H Indartato, dalam sambutnya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi STAINU Pacitan dalam mencetak sarjana pendidikan Islam. STAINU, katanya, merupakan salah satu kampus unggulan. “Jadi tidak keliru, kalau anda kuliah di kampus STAINU Pacitan,” tuturnya disambut tepuk tangan oleh seluruh wisudawan.

Siti Efi Farhati

Sekda menyampaikan pesan dari Bupati Pacitan, agar para alumni STAINU tidak berhenti belajar dan diharap terus menimba ilmu serta mengembangkan keilmuanya. ”Masa depan kalian masih panjang dan luas. Jadi jangan pernah berhenti belajar,” pesanya.?

Hadir dalam acara wisuda yang digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan itu, Alim Ulama dan para Kiai, pengurus PCNU Pacitan dan Banomnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) Kabupaten Pacitan, dan undangan lainya. (Zaenal Faizin/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Nasional Siti Efi Farhati

Selasa, 20 Februari 2018

SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul

Sidoarjo, Siti Efi Farhati. Untuk mengenang sejarah dan memberikan pengetahuan kepada para siswanya, SMA Kholid Bin Walid asal desa Renokenonggo yang saat ini kontrak di desa Glagaharum Kecamatan Porong Sidoarjo melakukan upacara bendera di tengah-tengah pon penampungan lumpur Lapindo tepatnya di titik 42 desa Renokenonggo Porong Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/8).

SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul

Kepala sekolah SMA Kholid bin Walid, Ali Masad menjelaskan, untuk menunjukkan kepada para siswa baru, bahwa awal dari sekolahan itu sudah terendam oleh lumpur Lapindo 9 tahun yang lalu, maka pihak sekolah mengadakan upacara bendera di atas tanggul penahan lumpur. Upacara ini sekaligus memperingati HUT Ke-70 RI.

Ali Masad berharap, melalui peringatan HUT RI ini, sekolahan yang ditenggelamkan lumpur Lapindo itu segara mendapatkan dana ganti rugi. "Soal ganti rugi di sekolahan kami hingga saat ini belum terbayarkan. Kami berharap kepada pihak BPLS untuk segera menyelesaikan proses ganti rugi tersebut," ucapnya penuh harap.

Siti Efi Farhati

Upacara yang dilakukan oleh puluhan siswa ini layaknya upacara resmi. Meskipun ada kekurangan, namun kegiatan upacara tersebut berjalan dengan baik, lancar dan penuh khidmat.

Iklimatul Jazillah kelas 11 SMA Kholid Bin Walid mengaku bahwa, dirinya baru mengetahui kalau sekolahannya dulu berada disini (desa Renokenonggo Porong) yang saat ini sudah terendam oleh lumpur Lapindo.

Siti Efi Farhati

"Terkait dana ganti rugi saya kurang paham, karena saya siswa baru. Dan alhamdulillah upacara hari kemerdekaan ini berjalan lancar," pungkas Iklimatul Jazillah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin”

Amsterdam, NU Online. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menemui delegasi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara di kawasan Eropa dan Mediterania usai melantik PCINU Belanda di Amsterdam, Ahad 18 Januari 2015 lalu.

Sehari sebelumnya delegasi PCINU menghadiri acara sarasehan dan rapat koordinasi yang mengusung tema “Globalising ‘Islam Nusantara’: Envisioning Indonesian Muslim Diaspora’s Role In The International Arena.”

Dalam kesempatan itu Gus Mus menyatakan dukungan atas pelaksanaan sarasehan dan rapat koordinasi PCINU ini. Gus Mus menekankan bahwa kerjasama regional semacam ini sangat penting agar dakwah Islam Nusantara lebih dikenal di dunia Barat.

Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin” (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin” (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin”

Menurut Gus Mus, Islam Nusantara adalah manifestasi Islam yang otentik yang sanad keilmuan dan kerohaniannya bersambung langsung pada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau Nabi bersabda, ‘alaykum bis-sawadil-a’zham (ikutilah mayoritas ulama yang agung), maka siapa lagi yang dimaksudkan jika bukan ulama pendukung Islam Nusantara?” tekan Gus Mus. Islam Nusantara inilah yang selalu Gus Mus sampaikan dalam banyak kunjungan ke berbagai negara dan pertemuan dengan para pemimpin dunia.

Namun ada pertanyaan yang kerap diajukan kepada Gus Mus dan sulit untuk dijawab: “Mengapa Islam Nusantara ini tidak banyak dikenal oleh masyarakat Barat? Mengapa Islam Nusantara tenggelam oleh suara-suara Islam radikal yang menggunakan cara kekerasan sebagai ekspresi utamanya?”

Siti Efi Farhati

Menurut Gus Mus, hal itu karena banyak umat Islam sendiri yang kerap menampilkan Islam yang justru bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad. “Kalau dulu ada ungkapan al-Islam mahjubun bil-muslimin (agama Islam dikaburkan oleh pemeluknya sendiri), maka yang kini terjadi adalah al-Islam mardudun bil-muslimin (agama Islam diingkari oleh pemeluknya sendiri).” Hal ini diperparah dengan gejala Islamophobia yang makin meningkat dewasa ini.

Untuk merespon hal tersebut, Gus Mus berpesan kepada semua delegasi PCINU agar merapikan aspek jam’iyyah NU dengan melakukan konsolidasi organisasi, tertib manajemen, dan pemetaan SDM.

“Jika para pengurus NU bisa merapikan aspek jam’iyyah ini, maka harapan dunia atas peran penting Islam Nusantara dapat diwujudkan. Kalau masalah ini bisa dijawab, maka NU akan bisa menjawab masalah dunia.”

Siti Efi Farhati

Di akhir pertemuan, para delegasi PCINU mendapat kesempatan untuk menyampaikan masalah yang dihadapi di negara masing-masing, juga usulan dan harapan terkait peran NU di pentas global.

Salah satu usulan penting yang diajukan adalah menjadikan negeri Belanda sebagai ujung tombak untuk dakwah Islam Nusantara di Eropa. Hal ini mengingat keberadaan Muslim Indonesia di Belanda yang cukup besar, dukungan organisasi masyarakat Muslim Indonesia yang cukup kuat, di samping banyak sekali manuskrip Islam Nusantara yang tersimpan di arsip dan perpustakaan perguruan tinggi dan museum di Belanda.

Salah satu bentuk konkrit upaya ini adalah dengan pengiriman ustadz yang berpaham ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) dari Indonesia dan pengembangan lembaga pendidikan sejenis pesantren melalui kerja sama dengan organisasi Muslim Indonesia yang ada di Belanda.

Menanggapi hal ini, Rais ‘Am PBNU meminta agar usulan ini bisa dirumuskan lebih konkret untuk dibahas di forum muktamar NU yang akan datang di samping untuk disampaikan ke Pemerintah RI.

Alhasil, seperti sambutan perwakilan KBRI Danang Waskito, program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Muslim Indonesia khususnya dan umat Islam pada umumnya sudah dinanti-nantikan dari PCINU Belanda yang baru dilantik ini. Selamat bekerja! (Mohamad Shohibuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Sejarah Siti Efi Farhati

Jumat, 26 Januari 2018

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media

Surabaya, Siti Efi Farhati. Dunia memasuki tantangan baru yakni dengan masuk di era televisi dan internet. Sebaran informasi dan dakwah yang akan mempengaruhi khalayak sangat ditentukan dari dua media ini. Bila gagal menguasai, maka Islam Aswaja benar-benar terancam.

"Jangan heran kalau banyak kalangan berlomba menguasai internet dan televisi. Hal itu dilakukan karena keduanya sebagai sarana efektif dalam mencari keuntungan dan mempengaruhi masyarakat," kata H A Hakim Jayli, Ahad (8/11).

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media

Direktur TV9 Surabaya ini mengemukakan, banyak kalangan yang memiliki prinsip bahwa memiliki jamaah itu tidak terlalu penting. "Menguasai televisi dan internet saja sudah cukup dalam mempengaruhi pola pikir dan pandangan terhadap berbagai persoalan," kata Mas Hakim, sapaan akrabnya.

Siti Efi Farhati

Ia kemudian membandingkan dengan jamaah dan jamiyah NU yang memiliki kepengurusan hingga anak ranting dan jamaah yang demikian besar. "Tapi kalau dalam siaran TV dan internet kita kalah, maka jangan salahkan umat kalau mereka berbeda haluan," sergahnya.

Hakim Jayli menggugah sejumlah penerbit dan pegiat buku di tingkat pesantren dan NU untuk bersama membuat tayangan yang mampu mengimbangi tayangan di sejumlah TV dan internet. "Kita kaya khazanah pengetahuan, banyak tokoh ulama dan kiai, tradisi yang juga sarat dengan nilai keislaman, tapi sangat jarang yang menvisualkan dan menyebarkannya lewat internet maupun TV," terangnya.

Siti Efi Farhati

Karenanya, hal mendesak yang harus terus digalakkan adalah bagaimana generasi muda NU dan pesantren memiliki keterampilan dan keinginan untuk mengunggah khazanah luhur yang ada di komunitasnya dengan memanfaatkan dua media tersebut.

"Kita boleh marah dengan tayangan sejumlah TV dan sebaran berita di internet yang menyerang Ahlussunnah wal Jamaah," katanya. Namun marah saja tidak bisa memberikan solusi bila tidak diimbangi dengan menyebarkan konten yang menguatkan Aswaja, lanjutnya.

Karenanya, di sinilah pentingnya mengkonsolidir media-media NU dalam menghadapi tantangan dan problematika global. "Kata kuncinya adalah networking agar khazanah pesantren dan NU dapat dioptimalkan penyebarannya di sejumlah media, baik televisi maupun internet.

Baginya, inilah yang harus segera dilakukan karena Islam di Indonesia telah memasuki era darurat media, lanjutnya.

Peringatan tersebut disampaikan Hakim Jayli saat menjadi narasumber sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyin Jawa Timur. Kegiatan diselenggarakan PW Lembaga Talif wan Nasyr NU (PW LTN NU Jatim) di Museum NU Surabaya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Warta Siti Efi Farhati

Kamis, 25 Januari 2018

Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal

Jakarta, Siti Efi Farhati. Keluarga besar Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan halal bi halal di auditorium HM Rasyidi, Kementerian Agama RI, jalan MH Thamrin nomor 6, Jakarta Pusat. Kegiatan halal bihalal rencananya dilaksanakan pada Sabtu (21/9) pagi.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Kegiatan Halal Bihalal Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Machsanah Asnawi kepada Siti Efi Farhati lewat pesan singkatnya, Kamis (19/9) petang.

Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal

“Dalam undangan, kita melibatkan kehadiran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikut badan otonomnya, pengurus PP Muslimat NU, PW Muslimat NU DKI Jakarta, PW Muslimat NU Banten, dan cabang Muslimat NU se-Jabodetabek,” kata Hj Machsanah.

Siti Efi Farhati

Selain mereka, panitia penyelenggara, lanjut Hj Machsanah, pun mengundang pengurus Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan pengurus Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI).

Halal bihalal tahun ini, sambung Hj Machsanah, mengambil tema ‘Mempererat Silaturahmi dan Menguatkan Perjuangan untuk Kepentingan Umat’.

Siti Efi Farhati

Kecuali ramah tamah, kesempatan pertemuan itu digunakan untuk melantik pengurus Yayasan Haji Muslimat NU (YHM) sebagai salah satu perangkat PP Muslimat NU yang menangani urusan ibadah haji.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Senin, 08 Januari 2018

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

Makkah, Siti Efi Farhati - Sekitar 150 ribu jemaah haji Indonesia serta jutaan jemah negara lain telah selesai menyelesaikan prosesi puncak haji, wukuf di Arafah. Seteleh menginap (mabit) di Muzdalifah, Senin (12/9), jemaah haji sudah berada di Mina untuk mabit di sana sampai dengan 14 September bagi yang mengambil nafar awal dan 15 September untuk yang nafar tsani.

Sampai dengan sehari pasca Arafah, tercatat total 100 jemaah haji Indonesia yang wafat di Saudi. Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, hari ini pukul 07.00 waktu Arab Saudi mencatat, delapan orang di antaranya, meninggal di Arafah pada 8 9 Dzulhijjah kemarin.

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

"Kalau yang meninggal di Arafah ada delapan orang, tapi yang wafat pada hari Arafah (9 dzulhijjah) hanya lima, yang tiga wafat di pemondokan Arafah pada 8 Dzulhijjah," demikian penjelasan Penghubung Kesehatan dr. Ramon Andreas di Daker Makkah sebagaimana dilansir di laman Kemenag.go.id

Siti Efi Farhati

Kedepalan jemaah yang wafat di Arafah: Sanipah binti Kawi Soleh (76), Sarah binti Marjuki Sere (84), Sukro bin Gimin Sali (71), Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69), Djumirah binti Karto Temon (82), Dimanto bin Sono Dikromo (72), Mani binti Mamak Isma (49), dan Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71).

Siti Efi Farhati

Ditanya apakah ada penurunan jumlah jemaah wafat di Arafah, Ramon belum bisa memberikan kepastian. Hanya saja, Ramon menilai kalau jemaah haji cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antarjemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.

"Kalau melihat kemarin, kelihatannya jemaah kita lebih disiplin. Di tenda penerangan tidak banyak orang kesasar. Selain itu, keberadaan petugas sektor adhoc cukup efektif menjaga jemaah agar tetap berada di tendanya," ujar Ramon.

Menurut Ramon, keberadaan water fan juga cukup membantu memberi kelembaban dan mendinginkan suhu ditenda. Per hari ini, suhu udara mencapai 42 derajat celcius, sementara riil feelnya mencapai 52 derajat. Adapun kelembaban hanya 22%, ujar Ramon.

Berikut ini daftar lengkap 100 jemaah yang wafat:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.

2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.

3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.

5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Embarkasi Solo (SOC) Kloter 018.

6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) Kloter 003.

8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

9. Juani bin Mubin Ben (61). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 006.

10. Asma binti Mian (78). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

11. Tasniah binti Durakim Datem (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 003.

12. Jamaludin bin Badri Kar (58). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

13. Abdullah bin Umar Gamyah (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 001.

14. Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 020.

15. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 011.

16. Siti Maryam binti Ismail (60). Embarkasi Solo (SOC) Kloter 001.

17. Misnawar bin Kasimo Kamujo (76). Embakarsi Surabaya (SUB) Kloter 015

18. Din Azhari Nurina bin Sadid (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 005.

19. Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60). Embarkasi Balikpapan (BPN) Kloter 009.

20. Muhammad Nasir bin Abdul Hamid (64). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 010.

21. Manih binti Siyan Muhammad (71). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 006.

22. Joko Pramono bin H Ali Pramono (41). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 26.

23. Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65). Embarkasi Batam (BTH) kloter 002.

24. Udju Sumiati binti Marhati (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) Kloter 038.

25. Siti Fatonah Binti Supangat Kasmungin (68). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 028.

26. Imam Rifai bin Ngali (60). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

27. Suhaimi bin kadir Abdillah (62). Embarkasi Medan (MES) Kloter 005.

28. Siti Maskanah binti Djumri (66). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) Kloter 013.

29. Zainabon binti Umar Muhammad (71). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 008.

30. Awaludin bin Abu Sahar Tanjung (58). Embarkasi Medan (MES) Kloter 011.

31. Kadiran bin Molyadi Sokaryo (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 022.

32. Yudha Arifin bin Kasah (55). Jemaah haji khusus.

33. Abdul Hamid bin Lapewa Palewa (53). Jemaah haji khusus.

34. Roman bin H. Maeji Suhaedi (58). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 020.

35. Mochamad Subarjah bin Sumawinata R (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 048.

36. Taggi bin Haseng Maggu (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 048

37. Saifuddin bin Buchori Abdullah (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 003.

38. Semi Parsinah binti Wamu Adam (65). Embarkasi Aceh (BTJ) loter 002.

39. Siti Maryam binti Haram (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

40. Aceng bin Nuroddin Hasyim (58). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 018.

41. Adisman Rasidin Salin bin St. Salam (63). Jemaah haji khusus.

42. Warniti binti Samadi Rimin (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 051.

43. Sukardi As Haryanto bin Abu Bakar (78). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 009.

44. Rukiyah bt Muhammad Arif Pane (62). Embarkasi Medan (MES) kloter 011.

45. Sumin Adinoto bn Suto Karso (73). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 028.

46. Zahadi bin Muhayadin Asir (58). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 007.

47. Imo binti Ahmad Umar (73). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 006.

48. Carwit binti Karjani Sarip (51). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 037.

49. Mukijan bin Sodimejoh Muhammad (62). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 032.

50. Siti Sarah binti Abdul Kapi (53). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 014.

51. Abdul Sani bin H Hayani (59). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

52. Emuh Sutrisna Atmadja bin Wardi (79). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 008.

53. Ali bin Lapantje Lakoro (77). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 011.

54. Cholik bin Aguscik Usman (65). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 005, B3343307.

55. Marfuah Amina Toyib binti Mustofa (76). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

56. Nipi binti Mad Ambri Mungkar (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

57. Hawang binti Bungku Ilham (59). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 007.

58. Boniatun binti Dulkahir Kartak (60). Embarkasi Batam (BTH) kloter 17.

59. Hariri bin Mustafa M. Soleh (73). Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG) kloter 37.

60. Dain Nariya bin Satimin (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 29.

61. Rosid bin Kamadi Rani (63). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 061.

62. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58). Jemaah haji khusus

63. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66). Jemaah haji khusus

64. Wawan Barnawi K bin Casmita (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 036.

65. Sikan bin Bait Sabut (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 005.

66. Nana Supena bin Uba R (64). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 010.

67. Budiyanto bin Lihan Suliman (57). Embarkasi kloter Surabaya (SUB) kloter 026.

68. Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur (62). Embarkasi Padang (PDG) kloter 009.

69. Agus Slamet Riyadi bin Cokrowasito (62). Jemaah haji khusus.

70. Munawwaroh binti Muslih Simin (66). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 020.

71. Darmuya bin Jabar Bila (79). Embarkasi Padang kloter 011.

72. Sofyan Soleh Jamhari binti H.M Sohe (74). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 007.

73. Sumi binti Sahrul Towasi (80). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 003.

74. Nur Wachid bin Abdul Majid Samsul (68). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 025.

75. Sahriye binti Sulaiman Kaima (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

76. Sulkan bin Satiman Lasijah (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 063.

77. Sariyana Ganing P binti Laganing (73). Jemaah haji khusus.

78. Djunaide bin Masse Bandu (71). Jemaah haji khusus.

79. Sawi bin Saidin Armidin (73). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

80. Jamhari bin Arip Ardiah (83). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 021.

81. Endah Wirdah binti Sukemi Harja. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 038.

82. Mariyah Komar binti Umar Martawidjaja. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 031.

83. Aen Harmaen bin Suhandi Suhatma (66). Jemaah haji khusus.

84. Ripah binti Ardja Semita (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 056.

85. Sumitro bin Chambali Moh. Sidik (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 036.

86. Nur Pudjimas Saleh bin Muhammad Nur (70). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 027.

87. Rasta Wangsa Mihardja bin P Sayan (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

88. Namin bin Artamin Senang (79). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 013.

89. Badrijanto bin Darmodipuro Kartowijoto (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 008.

90. Sanipah binti Kawi Soleh (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 030.

91. Sarah binti Marjuki Sere (84). Embarkasi Jakarta Pondok (JKG) kloter 033.

92. Sukro bin Gimin Sali (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 039.

93. Sangkut bin Yasin Saguk (60). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 023.

94. Sutadji bin Taredjo Sabar (85). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 034.

95. Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 028.

96. Djumirah binti Karto Temon (82). Embarkasi Solo (SOC) kloter 024.

97. Dimanto bin Sono Dikromo (72). Embarkasi Medan (MES) kloter 017.

98. Mani binti Mamak Isma (49). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

99. Jukih binti Tiyul Kemat (72) Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 029.

100. Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71). Embarkasi Surabay (SUB) kloter 057. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Makam Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock