Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Solo, Siti Efi Farhati. Kajian Ar-Raudah menggelar kajian rutin Selasa sore pada pekan ke-2 dan ke-4 di selasar masjid Nurul Huda Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS), Jawa Tengah, Selasa, (26/11). Kajian bernafas Ahlussunnah wal Jamaah ini mengaji kitab Risalatul Jamiah karya Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi.

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Puluhan jamaah yang terdiri dari berbagai fakultas di UNS turut hadir. Kehadiran Ar-Raudhah cukup membantu mereka yang berhaluan aswaja. Sebelumnya majelis taklim di sekitar kampus UNS cukup banyak. Namun, majelis ilmu model aswaja terbilang langka.

Para mahasiswa UNS dari kalangan Nahdliyyin terkadang menempuh jarak sekitar 7 km untuk mendapatkan siraman ilmu dari para ulama ataupun habib di daerah Pasar Kliwon, Solo ataupun di tempat lain. Namun, kesulitan itu kini sedikit terbantu dengan adanya kajian Ar-Raudhah UNS.

Siti Efi Farhati

Ar-Raudhah UNS sendiri merupakan majelis ilmu yang dirintis oleh Habib Novel al-Aydrus dan kemudian dilanjutkan oleh Habib Muhammad bin Husain al-Habsyi. Seiring perkembangannya, majelis ini kini semakin besar jamaahnya. Bahkan banyak dari kalangan mahasiswa ataupun dosen yang bukan dari Nahdliyyin pun tertarik mengikuti kajian ini.

Dalam kesempatan itu, Habib Muhammad menerangkan pentingnya meningkatkan iman dan membersihkan hati. “Bagaimana caranya? Di antaranya dengan duduk semacam ini (majelis ilmu). Meskipun sederhana, akan tetapi iman kita bisa meningkat,” tutur ulama yang juga aktif dalam kegiatan NU Solo itu.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut ia menjelaskan, cara lain untuk membersihkan hati yakni dengan pengakuan atau bertobat kepada Allah SWT. Dengan itu, kita juga dapat mengintrospeksi kesalahan kita untuk selanjutnya mengganti dengan perbuatan baik. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Ubudiyah, Doa Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

Jepara, Siti Efi Farhati. Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, GP Ansor Ranting Wonorejo kecamatan Kota kabupaten Jepara sudah beberapa tahun berjalan menyelenggarakan Santunan Anak Yatim dan Piatu se-Desa Wonorejo.?

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

Kegiatan santunan yang dirangkai dengan pengajian umum dilangsungkan di Mushalla Al-Amin Desa Wonorejo, Ahad (09/10/16) malam itu menghadirkan KH M Rojih Ubab, cucu KH Maimun Zubair Sarang sebagai pembicara.?

700an Nahdliyin dari NU, Muslimat dan Ansor serta aparat desa hadir dalam even tahunan tersebut. Kesempatan itu, pihak Ansor Wonorejo menyantuni 43 anak yatim dan piatu.?

Puluhan anak yatim dan piatu itu merupakan hasil pendataan dari GP Ansor ranting setempat. Untuk batas anak yang memperoleh santunan maksimal berusia 13 tahun.?

Siti Efi Farhati

Salah satu panitia kegiatan, Ahmad Muzaiyin mengatakan dalam setahun kegiatan santunan digelar dua kali, bulan Muharram dan menjelang Idul Fitri. Adapun dana diperoleh dari sumbangsih warga, agniya serta kas Ansor.?

“Santunan yang kami berikan berupa uang dan bingkisan,” paparnya mewakili ketua Ansor Wonorejo, Kusmanto.?

Siti Efi Farhati

Jika anak yatim dan piatu tersebut masih duduk di bangku madrasah, maka lanjut Zayyin uang syahriyah-nya ditanggung oleh pihak Ansor.?

Dijelaskannya, menyantuni anak yatim merupakan tanggung jawab bersama dan kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Ansor Wonorejo.?

Karena kegiatan tersebut terbilang positif, ia berharap juga ditiru oleh Ansor maupun organisasi yang lain. Dirinya menekankan, peduli terhadap anak-anak yatim tidak hanya sekadar memberi tetapi lebih dari itu tanggung jawab untuk merampungkan pendidikannya merupakan kewajiban semua pihak, termasuk di dalamnya adalah Ansor. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terlantar di kemudian hari. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, Amalan, IMNU Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Setelah kemarin digelar di Kabupaten Ciamis, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda); dalam rangka knsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan DKM, akan digelar pula di Tasikmalaya, hari ini, Ahad (10/2).

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Acara akan dimulai pukul 09.00, dibuka amanat Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi. Kemudian dilanjutkan materi pertama Revitalisasi masjid untuk memperkuat struktur dan kultur NU; akan disampaikan Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani.

Kemudian materi fundrising (keuangan masjid) disampaikan KH Mansur Saeroji, pengembangan ekonomi masjid oleh Ir. Suaidi MM., database masjid oleh Sekretaris PP LTMNU KH Ibnu Hazen dan Ir. Soecipto, pentingnya sertifikasi wakaf nadzir NU dan tekniknya oleh KH Sholeh Qosim MM.

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang diagendakan berakhir pukul 17.00 tersebut bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”; diikuti 200 orang peserta dari Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

Rapimda tersebut terselenggara atas kerjasama PP LTMNU, PCNU Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan PT Sinde Budi Sentosa.

Siti Efi Farhati

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Quote, IMNU, PonPes Siti Efi Farhati

Kamis, 04 Januari 2018

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Suara adzan menempati posisi istimewa dalam hati umat Islam. Bunyi yang dipantulkannya sangat berbeda dari suara-suara lainnya. Setiap orang memunyai ekspresi tersendiri ketika adzan dikumandangkan. Ada yang berdiri hingga adzan selesai. Orang yang tidur tiba-tiba langsung duduk ketika ? mendengar suara adzan. Orang yang sedang beraktivitas langsung berhenti dan terdiam sampai adzan selesai digemakan.

Ekspresi berdiri, duduk, dan lain-lain ini merupakan bentuk penghormatan seseorang akan suara adzan karena suara adzan terbilang sakral. Hal ini juga tidak hanya terjadi di zaman sekarang, sejak dulu masyarakat sudah terbiasa melakukan hal ini.

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Namun apakah ekspresi semisal ini merupakan kewajiban, kesunahan, atau bagaimana? Terkait masalah ini al-Suyuthi dalam Hawi al-Fatawa menjelaskan:

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Sebenarnya berita yang beredar tentang orang yang berdiri tidak boleh langsung duduk dan orang yang duduk harus tetap duduk ketika mendengar suara adzan, tidak ada landasan dalam hadits Nabi, baik hadits shahih maupun dhaif. Bahkan tidak seorang pun ulama fikih menyebutkan permasalahan ini. Maka orang yang mendengar suara adzan sementara ia dalam posisi berdiri diperbolehkan langsung duduk. Orang yang sedang duduk diperbolehkan untuk berbaring. Orang yang berbaring diperkenankan juga untuk tetap berbaring.

Pendapat as-Suyuthi ini paling tidak bisa dijadikan argumentasi bahwa berdiri ketika mendengar suara adzan bukanlah sebuah kewajiban. Begitu pula dengan orang yang duduk dan berbaring juga diperbolehkan melanjutkan posisinya, tanpa harus mengubah posisi ketika menyimak suara adzan.

Siti Efi Farhati

Namun kita juga tidak boleh menyalahkan bila ada orang yang berdiri ketika mendengar suara adzan. Sebab bisa jadi itu bentuk dari penghormatannya dan ekpresinya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Tegal, Syariah Siti Efi Farhati

Minggu, 31 Desember 2017

Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi

Jombang, Siti Efi Farhati. Kalangan penganut ajaran gerakan Wahabi di Indonesia dan di dunia lebih senang menyebut dirinya sebagai penganut ajaran gerakan Salafi. Padahal dua istilah ini sangat berbeda satu dengan yang lain. 

Gerakan Wahabi dinisbatkan kepada ajaran Syech Muhammad Bin Abdul Wahab, sedangkan ajaran Salafi merujuk kepada ajaran yang dikembangkan Imam Ahmad Bin Hambal, salah satu Imam Madzhab yang diikuti oleh pengikut ajaran Ahlissunnah Wal Jamaah. Pengikut ajaran yang terakhir ini sering disebut sebagai Salafiyun.

Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi

Penggunaan sebutan Salafi yang digunakan oleh pengikut Wahabi, bukanlah sesuatu yang tidak disengaja. Tetapi digunakan untuk mengelabuhi, agar seolah-olah mereka menjadi bagian dari ajaran Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) sehingga mereka bisa masuk dengan mudah ke dalam kantong-kantong pengikut ajaran Aswaja yang menjadi mayoritas di dunia, khususnya di Indonesia.

Siti Efi Farhati

Demikian salah satu materi yang disampaikan oleh KH Wazir Ali, Lc, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang dan salah satu Pengasuh PP Mamba’ul Maarif Denanyar Jombang, dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ (malam konsolidasi) PCNU Jombang, Jumat (25/1) di Masjid Jogoroto Jombang.

Kegiatan yang dilakukan secara reguler bergiliran tempat tersebut bekerjasama dengan MWC-MWC se Eks-Kawedanan Mojoagung, yang terdiri dari kecamatan Mojoagung, Peterongan, Sumobito, Kesamben dan Jogoroto.

Siti Efi Farhati

Hadir pada malam itu sekitar 250 orang, baik dari pengurus MWC, Ranting-ranting dan Banom NU (Muslimat NU, Ansor NU, Fatayat NU, IPNU-IPPNU). Disamping itu juga hadir Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar, dan jajaran Muspika Kecamatan Jogoroto.

Dalam kegiatan tersebut, sebagaimana yang tersusun dalam modul lailatul ijtimak PCNU Jombang, Kiyai Wazir secara keseluruhan menyampaikan tentang definisi Aswaja; 3 pilar-pilar ajaran Aswaja yang terdiri dari Iman, Islam dan Ihsan; 3 pilar keilmuan Aswaja yang terdiri dari akidah, syariah dan tasawuf/thoriqoh; karakteristik ajaran Aswaja yang tawasuth (tengah, tidak ekstrim), I’tidal (adil), tasamuh (toleran) dan tawazun (seimbang, antara akal dan nash, antara dunia dan akhirat, antara pikiran dan gerakan).

Di akhir presentasinya, Kiai Wazir juga menyampaikan tentang organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah dan yang berpaham Wahabi.

“Banyak Ormas di Indonesia yang menggunakan organisasinya untuk menyebarkan ajaran Wahabi di Indonesia, misalnya MTA dan MMI. Bahkan banyak yayasan didirikan untuk menyebarkan ajaran Wahabi. Di Jember ada, di Bangil ada juga di Surabaya”, kata kiai Wazir. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdillah

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU Siti Efi Farhati

Kamis, 28 Desember 2017

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran

Subang, Siti Efi Farhati. Dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, Prodi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Pesantren Al-Hidayah menggelar Workshop menghapal dan memahami kata ayat Al-Quran dengan metode My Q-Map, kegiatan tersebut digelar di aula Pesantren Al-Hidayah Desa Kihiyang, Kecamatan Binong, Subang, Jawa Barat, Jumat (28/7)

"Melalui kegiatan ini diharapkan akan memudahkan para santri dan para ustadz dalam menghapal Al-Quran, karena My Q-Map dinilai sebagai metode yang mudah dan menyenangkan dalam menghapal Al-Quran," papar Ustadz Ali Imran, Pengasuh Pesantren Al-Hidayah.

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran

Ditambahkannya, metode My Q-Map merupakan metode menghafal al-Quran yang diciptakan oleh Hj Dini Widyawati, metode tersebut menggunakan media gambar yang mewakili makna dalam ayat Al-Quran, hal ini sesuai dengan prinsip kerja otak dalam menangkap sesuatu yang mudah yaitu gambar.

"Keunggulan metode My Q-Map; santri mampu menghafal ayat secara acak dan membaca dari akhir ayat sampai ke awal ayat," tambah Sekretaris MWCNU Binong itu.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Hj Umayah selaku Kepala Prodi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan masyarakat yang pertama kalinya dilaksanakan di Subang, karena sebelumnya pembinaan masyarakat hanya sekitar kampus saja.?

"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menjalin silaturahim antara IAIN Syekh Nurdjati Cirebon dengan pesantren-pesantren yang ada di kabupaten subang," imbuhnya.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para santri agar tetap semangat dalam ? mempelajari Al-Quran sehingga diharapkan kelak mereka dapat menjadi generasi Qurani. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati IMNU, Nusantara, RMI NU Siti Efi Farhati

Rabu, 13 Desember 2017

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud

Sumenep, Siti Efi Farhati. Beberapa minggu ke depan, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Sumenep siap melakukan kaderisasi kepada anggota IPNU-IPPNU yang sudah pernah mengikuti masa kesetiaan anggota (Makesta). Menurut Ketua PC IPNU Sumenep, Syaiful Harir, Latihan Kader Muda (Lakmud) yang akan dilakukan adalah bagian dari kaderisasi formal IPNU-IPPNU.

“Kaderisasi pertama untuk jadi anggota IPNU-IPPNU disebut masa kesetiaan anggota (Makesta), dan kaderisasi lanjutan untuk bisa disebut sebagai kader adalah latihan kader muda (Lakmud),” katanya, Rabu (12/12) sore di kantornya.

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud

Menurutnya, PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Sumenep sedang melakukan persiapan kaderisasi tingkat dua tersebut yang rencananya akan digelar pada awal Januari 2013 mendatang.

Siti Efi Farhati

“Rekan-rekan baru saja selesai rapat, Rabu (12/12). Ada beberapa hal yang telah disepakati bersama hasil pertemuan barusan,” lanjutnya ditemani Sekretaris PC IPNU Sumenep Ubaidilah.

Ketua PC IPPNU Sumenep Waki Saningrum membenarkan akan adanya rapat tersebut. Menurutnya, rapat tersebut mendiskusikan tema yang akan diusung. Setelah melalui proses debat panjang, tema yang disepakati “Mengaswajakan Pelajar dan Mempelajarkan Aswaja”.

Siti Efi Farhati

“Pilihan tema tersebut oleh rakan-rekanita dinilai lebih pas dan cocok ketimbang tema-tema yang lain. Selain tema tersebut ada pengurus yang mengusulkan tema Peluang dan Tantangan Aswaja di Era Modern dan Membentuk Pelajar yang Mabadi Khairul Ummah,” ceritanya.

Selain itu, kepantiaan Lakmud 2013 sudah terbentuk, dan akan segara ada rapat lanjutan untuk mendiskusikan konsep kegiatan dan menetukan pilihan beberapa tempat yang mengemuka saat rapat.

Taufiq, Ketua Panitia Lakmud, mengungkapkan, Lakmud 2013 akan diikuti oleh 10 PAC IPNU dan IPPNU.

“Kouta peserta akan ditentukan pada rapat Sabtu (15/12) mendatang. Yang pasti akan diikuti oleh utusan dari 10 PAC IPNU-IPPNU,” terangnya.

Rapat yang berlangsung selama tiga jam juga dihadiri oleh Sekretaris PC IPNU Sumenep Ubaidillah, Wakil Ketua III PC IPNU Sumenep M. Kamil Akhyari, Wakil Ketua I PC IPPNU Sumenep Romlatur Rohmah, Wakil Ketua II PC IPPNU Sumenep Khatimatul Khusna dan pengurus yang lain.

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, IMNU Siti Efi Farhati

Jumat, 08 Desember 2017

Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura

Jakarta, Siti Efi Farhati



Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Untung untuk berbagi ilmu dan pengetahun. Semangatnya untuk mengajar mengalahkan semua aral dan rintangan yang harus dihadapinya, bahkan hingga separuh abad kehidupannya. Mengajar menjadi bagian caranya berjihad untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura

Demikian kesan Kakanwil Kementerian Agama Mahfudz Shodar usai bertemu langsung dengan Untung, Guru MI Miftahul Ulum Sumenep, Jumat (15/04). Terpanggil akan dedikasi dan pengabdiannya, Mahfudz menyusuri jalanan Suramadu untuk bersilaturahim ke Yayasan yang diketuai oleh penyair “Si Celurit Emas” KH Zawawi Imran dan diasuh olah KH Abdul Majid Ilyas. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain ingin melihat langsung aktivitas Untung di Yayasan Al-Miftah, Mahfudz juga memberikan penghargaan kepada sang guru inspiratif yang terlahir tanpa kedua tangan itu. Tidak hanya Untung, penghargaan yang sama juga diberikan kepada Sujirman, guru MI Miftahul Ulum juga yang tidak mempunyai kedua kaki. Sadar bahwa banyak guru-guru inspiratif yang layak memperoleh penghargaan, Mahfudz bahkan berkomitmen untuk bisa lebih memberikan perhatian pada tahun-tahun mendatang.

“Pak Untung menginspirasi pada guru lain. Dengan kesempurnaan itu, jangan sampai ruhul jihad guru yang sempurna kalah dengan ruhul jihad Pak Untung. Dia dengan segala keterbatasannya mampu membawa santri dan murid-muridnya bagus, bisa belajar serius. Maka, guru lainnya yang sempurnah, tidak boleh tidak,” kata Mahfudz.

Siti Efi Farhati

Ditemui di madrasah, lanjut Mahfudz, Untung sempat berkisah tentang awal pengabdiannya. Menurutnya, Untung mengaku kalau pada awalnya merasa canggung, terlebih keberadaannya juga banyak ditertawakan siswa hingga mereka enggan belajar kepadanya. Perlakukan semacam ini dirasai selama hampir dua tahun lamanya.?

Namun, hal itu tidak melunturkan semangatnya hingga berbuah sikap taat dan tawadlu’ murid-muridnya. Hal itu tercermin pada keikhlasan mereka untuk mencium kaki Untung, karena ketiadaan kedua tangannya. “Bahkan bukan hanya taat, mereka justru sangat tawadlu’. Cium kaki itu memang iya,” kenang Mahfudz Shodar dengan suara memberat ? dalam balut harunya.

“Saya sangat terharu sekali. Dia bukan hanya mengajar di MI saja. Di rumah, santri Pak Untung lebih dari 100, santri ngaji,” katanya.

Siti Efi Farhati

“Beliau dengan keterbatasan, ngaji fasih bukan main. Bisa membimbing dengan telaten dan anak-anak merasa mendapatkan bimbingan yang istimewa,” tambahnya. Para siswa bahkan mengaku senang diajar Untung karena sabar dan mudah dipahami penjelasannya.

Selain sebagai tempat mengajar, ? Yayasan Al-Miftah menjadi tempat Untung belajar. Sebab, Untung kecil tercatat sebagai salah satu santri di sana. Sebagai guru tanpa dua tangan, Untung mengaku kerap menemui kesulitan. “Namanya kesulitan ada. Pada waktu misalnya saya harus nulis di papan itu rasa penat memang ada, pasti saya alami,” akunya sebagaimana ditayangkan dalam salah satu televisi nasional baru-baru ini.

Di MI Miftahul Ulum Sumenep, Untung sudah lebih dua dasawarsa mendidik para siswa. Tidak sekadar menjadi guru, Untung bak pelita para siswanya yang memancarkan keteladan untuk tidak menyerah di tengah segala keterbatasan. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Bahtsul Masail, IMNU Siti Efi Farhati

Rabu, 06 Desember 2017

Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling

Sukoharjo, Siti Efi Farhati. Selama ini teori-teori dalam beragama, baik di sekolah maupun di majelis pengajian telah banyak dipelajari, tetapi kadang masih bingung dalam prakteknya. 

Hal tersebut disampaikan KH Khoirul Anwar dalam pengajian selapan Idaroh Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, Senin malam (11/2) di Masjid Al-Akbar Jetis Tawangsari Sukoharjo.

Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling

“Kita sudah mengetahui teori-teorinya, lalu prakteknya seperti apa?” tanya Kiai Anwar kepada jamaah.

Siti Efi Farhati

Kemudian ia membacakan hadist tentang pertemuan Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad saw yang sedang bersama para sahabat. Jibril kemudian menanyakan tentang iman, Islam dan ihsan. Sampai pada keterangan ihsan yang bermakna ketika tengah beribadah seolah-olah melihat Allah.

“Disinilah pentingnya bertariqah, berguru kepada salah seorang mursyid. Agar kita bisa merasakan kehadiran Allah,“ terang Mudir Jatman Sukoharjo tersebut.

Siti Efi Farhati

Acara pembacaan ratibul hadad dan maulid simtudurar itu dihadiri beberapa unsur dari Aswaja di Sukoharjo diantaranya dari Majelis Al-Hidayah, Muslimat Thariqah, Jamuniro dan lain sebagainya.

“Ini menunjukkan persatuan unsur Aswaja,” kata Sekretaris Jatman Sukoharjo, Mukhlis Suranto.

Di akhir acara diumumkan agenda-agenda penting yang akan diselenggarakan diantaranya kegiatan Maulid Nabi di tempat Habib Luthfy Pekalongan dan Khatmil Quran di pesantren Almuayyad Solo. Kegiatan pengajian malam Selasa Pahing ini rutin diselenggarakan setiap 40 hari sekali, berkeliling ke desa-desa di daerah Sukoharjo.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Fragmen, IMNU, Sholawat Siti Efi Farhati

Sabtu, 02 Desember 2017

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Malang, Siti Efi Farhati. Guna meningkatkan minat pelajar dalam dunia tulis menulis, PC. IPNU-IPPNU Kota Malang menyelenggarakan diklat jurnalistik di SMA Negeri 3 Malang, belum lama ini.

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Kegiatan yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini bertema “Dengan Pena, Merubah Dunia, bangkit Generasi Muda”.

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Malang mengingatkan pentingnya generasi muda untuk terus mengasah kemampuan tulis-menulisnya.

Siti Efi Farhati

“Saatnya pelajar untuk bangkit, bangun generasI muda, walaupun hanya dengan sebuah pena untuk merubah dunia,” terang Mufarrihul Hazin, Sekretaris Umum PC. IPNU Kota Malang pada acara pembukaan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan materi-materi, diantaranya pengenalan dunia jurnalistik, teknik penulisan artikel, teknik wawancara-investigasi dan teknik penulisan berita.

Siti Efi Farhati

Adapun pemateri yang hadir dalam diklat ini, diantaranya Mahmudi Muchit, Redaktur Malang Post dan Angga Teguh, Redaktur Koran Pendidikan.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi setiap materi, yaitu teori dan praktik, bahkan mereka di beri tugas untuk menulis opini tentang Kebangkitan Nasional yang dilombakan. Dan penulis opini terbaik adalah Sutra Wardatul Jannnah dari MA Negeri 3 Malang.

Kegiatan yang diiikuti sekitar 41 pelajar dari 14 sekolah tingkat SMA se-Kota Malang ini, berjalan dengan sukses dan sangat meriah.

Usai pemaparan materi yang terakhir, para alumni membentuk sebuah komunitas yang bernama “Komunitas Dunia PENA” dan diketuai oleh Fikra dari SMA Negeri 3 Malang.

Komunitas ini memiliki 5 progam, yang diantaranya adalah pembuatan majalah pelajar NU, pengaktifan website, komunitas dunia PENA, dan lain-lain.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Mufarrihul Hazin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, IMNU, Santri Siti Efi Farhati

Jumat, 01 Desember 2017

Aceh Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Kongres GP Ansor

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Aceh menyatakan kesiapan diri sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres GP Ansor XV pada April 2016 nanti. Kesiapan itu disampaikan Ketua GP Ansor Aceh Samsul B Ibrahim dalam Konferensi Besar GP Ansor ke-XIX di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (14/10/2014).

“Saya pikir ini bisa menjadi momentum istimewa bagi Aceh. Belum pernah dalam sejarah Ansor dan Nahdlatul Ulama, acara-acara besar digelar di Aceh. Padahal secara historis, kependudukan, dan geografis, Aceh merupakan pusat pergerakan Ahlussunah wal Jamaah. Persoalannya belum terorganisir dengan baik,” ujar Samsul dalam siaran pers.

Aceh Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Kongres GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Aceh Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Kongres GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Aceh Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Kongres GP Ansor

“Di lain hal, ini adalah pertaruhan Aceh di kancah nasional karena biasanya Presiden Indonesia ? akan hadir membuka acara tersebut. Dan kesempatan ini juga dapat menjadi momentum untuk mempromosikan Aceh sebagai daerah yang aman baik untuk kunjungan kerja, wisata, maupun investasi. Kami yakin Pemerintah Aceh akan mendukung kegiatan ini,” tambahnya lagi.

Siti Efi Farhati

Diakui Samsul, proses legitimasi penunjukkan Aceh sebagai tuan rumah memang tidak mudah. Dalam konferensi besar itu sendiri, sedikitnya lima provinsi lain juga ikut menawarkan diri sebagai tuan rumah. Kelima daerah tersebut yakni Yogyakarta, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua.

Penunjukkan tuan rumah pastinya ditentukan oleh indikator-indikator tertentu yang akan ditetapkan oleh PP GP Ansor. Indikator tersebut tidak saja berupa kesiapan PW Ansor Aceh dan ke-23 Pengurus Cabang GP Ansor Aceh, melainkan juga dukungan infrastruktur, transportasi, dan yang paling penting adalah dukungan masyarakat dan Pemerintah Aceh sendiri. Ditambahkannya lagi, pelaksanaan Kongres GP Ansor merupakan acara yang sangat besar. Sedikitnya saja, 10.000 warga Nahdliyin bakal terlibat. Artinya jika Aceh ditetapkan sebagai tuan rumah, kunjungan pendatang sebesar itu akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Aceh.?

Siti Efi Farhati

Tidak hanya itu, Samsul menyebutkan pelaksanaan Kongres GP Ansor selalu dihadiri oleh pejabat Pemerintah Pusat. Kongres GP Ansor selalu dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden. “Bahkan pihak kementerian dan kedutaan besar juga akan hadir. Jadi sangat bagus bagi Aceh. 10.000 pengunjung itu tidak sedikit lho dan mereka akan berada di Aceh selama satu minggu,” jelas Samsul.

Merespon hal itu, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, M Aqil Irham membenarkan pihaknya akan menentukan indicator-indikator tertentu untuk memilih tuan rumah Kongres Ansor pada 2016 nanti. Dalam konferensi besar itu sendiri, beberapa indicator-indikator penentuan tuan rumah sudah dibicarakan. Sebut saja misalnya seperti kesiapan struktur pengurus wilayah hingga level ranting dan anak cabang. “Termasuk dukungan dana dari pemerintah daerah, karena sifat pendanaan kegiatan ini komposisinya 40 persen dari tuan rumah dan 60 persen dari pusat sendiri,” katanya. Dia berharap, para Ketua PW Ansor yang sudah mengusulkan diri sebagai tuan rumah dapat mengajukan proposal pengajuan tuan rumah secara tertulis dalam waktu dekat. “Paling tidak sampai Januari 2015. Nanti akan kita verifikasi kelayakannya,” tukas Aqil.

Dukungan PW Ansor se-Sumatera

Berkaitan dengan tawaran Aceh sebagai tuan rumah, seluruh PW Ansor se-Sumatera dalam Konferensi Besar Ansor di Purwakarta memberikan apresiasi yang tinggi. Ketua PW Ansor Sumatera Barat Rusli Intan Sati menyebutkan tawaran Samsul dinilai sebagai masukan yang konstruktif dalam mengonsolidasi warga Nahdliyin di Sumatera. Selain itu, sejarah Aceh sebagai daerah yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan Indonesia mulai dari era penjajahan hingga reformasi patut menjadi perhatian semua pihak.

“Kami sepakat dengan tawaran itu. Aceh merupakan bagian dari NKRI yang harus dikawal dengan baik. GP Ansor harus mampu menancapkan merah putih di titik nol kilometer Indonesia. Jadi, Kongres Ansor pada April 2016 nanti bakal jadi momentum yang tepat,” ujar Rusli Intan Sati, Ketua PW Ansor Sumatera Barat.

Selain Sumatera Barat, Ketua PW Ansor Kepulauan Riau Baru Rochim juga menyambut baik tawaran Sahabat Samsul. Pelaksanaan Kongres pada 2016 nanti harus menjadi momentum untuk mendukung optimalisasi konsolidasi warga Nahdliyin, khususnya di daerah-daerah di Sumatera. Lagipula di lain hal, dia melihat pasca musibah gempa dan tsunami, proses pembangunan di Aceh menunjukkan trend yang cukup positif. Dari segi infrastruktur, Aceh dinilai mengalami kemajuan yang cukup pesat. Ketersedian transportasi udara berskala internasional, lintasan jalur darat yang memadai dan penginapan yang layak cukup menjadi alasan mengapa Aceh tepat menjadi tuan rumah Kongres Ansor. “Kami mendukung sepenuhnya Aceh sebagai tuan rumah Kongres Ansor pada 2016 nanti,” tandasnya.

Untuk diketahui, Selain Sumatera Barat dan Kepulaian Riau, sejumlah PW Ansor lainnya seperti Riau, Bangka Belitung, dan Bengkulu juga merekomendaskan Aceh sebagai tuan rumah. Mereka berharap PP GP Ansor dapat mengamini aspirasi tersebut. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU Siti Efi Farhati

Kamis, 23 November 2017

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas

KHA Musallim Ridlo adalah satu mubalig alias singa podium dari Kabupaten Banyumas. Almarhum dikenal sosok ulama yang moderat, guru santri, praktisi politik, dan menjabat Ketua NU Banyumas selama tiga dekade. Beliau wafat seratus hari silam, tepatnya tanggal 1 Mei 2014, pada usia 84 tahun.

“Warga Nahdliyin merasa sangat kehilangan beliau. Kiai Musallim adalah sosok yang sangat konsisten dalam memperjuangkan dan membela NU,” kata Drs H Taefur Arofat, salah satu pengurus PCNU Kabupaten Banyumas.

?

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas

Tokoh kelahiran 27 Februari 1932 ini tumbuh dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Musallim kecil mendapat didikan agama langsung dari sang ayah Almaghfurlah KHA Masruri. Ketika para santri lain masih terlelap tidur, remaja Musallim mengaji seorang diri di bawah penerangan lampu minyak. “Dulu ayah mengaji dari jam 3 dini hari hingga waktu Subuh tiba,” tutur M Ibnu Ridlo (50), putera sulung almarhum.

Selain mengaji ilmu agama, Musallim muda juga menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (setara SD). Ternyata, kepiawaian Musallim dalam ilmu agama telah diakui sang ayah sekaligus guru saat usianya relalif muda. Suatu hari KHA Masruri akan mengimami salat jamaah seperti hari-hari biasa namun beliau merasa was-was saat hendak takbiratul ihram. Lantas, beliau memilih mundur dan meminta Musallim menggantikannya sebagai imam.

Siti Efi Farhati

Setamat SR, pemuda Musallim melanjutkan nyantri ke Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Di sana dirinya banyak belajar dan menimba ilmu dari KH Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “KH Wahid Hasyim adalah inspirator ayah dalam banyak hal,” kata M Ibnu Ridlo.

Siti Efi Farhati

Kepergian KH Wahid Hasyim yang begitu tiba-tiba dalam sebuah kecelakaan lalu lintas sungguh memukul hatinya. Konon, semangat pemuda Musallim sempat drop sepeninggal Kiai Wahid. Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, beliau melanjutkan studi ke pesantren asuhan KH Bisri Mustofa di Rembang, JawaTengah. Sepulang nyantri dari Tebuireng dan Rembang, Kiai Musallim mulai berkiprah di bidang dakwah, pendidikan, dan politik.

Beliau mendapat amanah sebagai Ketua Partai NU Cabang Kabupaten Banyumas, saat itu partai politik sebelum berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam dunia pendidikan, almarhum turut serta merintis berdirinya Yayasan Perguruan Al-Hidayah yang berkantor pusat di Karangsuci Purwokerto bersama KH Muslich, KHM Sami’un, dan sejumlah ulama lain.

?

Politik dan Dakwah

Kiprah sebagai wakil rakyat dimulai saat beliau terpilih sebagai anggota DPR-GR Jawa Tengah (1971). Selanjutnya menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyumas hingga tahun 1992. Semasa Ketua DPRD Kabupaten Banyumas dijabat Kisworo, dirinya menjabat Wakil Ketua DPRD bersama Agus Taruno.

Pada 1992-1997 KHA Musallim duduk sebagai anggota DPR-RI dari PPP. “Dalam dunia politik, Kiai Musallim dikenal sebagai sosok yang lurus ibarat penggaris; lempeng kaya garisan,” ujar Bupati Achmad Husein, seperti ditirukan M Ibnu Ridlo.

Aktivitas dakwah dan politik dilakoninya secara tulus dan penuh sukacita. Mengisi ceramah pengajian hingga pelosok pedesaan adalah hal dinantikan umat. Bahasa ceramahnya blakasuta alias lugas, tanpa tedheng aling-aling, sehingga mudah dicerna oleh kalangan awam sekalipun.

Sekadar catatan, beberapa tahun silam, Eyang Singa setiap malam Jumat Kliwon mengisi acara Gendu-Gendu Rasa di RRI Purwokerto. Hal ini diakui banyak pihak sebagai kiprah nyata dalam upaya nguri-nguri (baca: melestarikan) Bahasa Jawa dialek Banyumasan.

Demikian halnya dengan KHA Musallim Ridlo. Dalam aktivitas dakwahnya beliau sangat konsisten dengan dialek Banyumasan. Dalam konteks ini, Kiai Musallim adalah sosok ulama moderat-visioner yang layak menyandang gelar Pelestari Dialek Ngapak.

KHA Musallim Ridlo telah berpulang ke hadirat Allah, Kamis (1/5) silam. Jenazah almarhum dikebumikan di komplek Pondok Pesantren Al-Masruriyah Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden. Dari pernikahannya dengan Nyai Solihah, beliau dikaruniai lima orang putra: M Ibnu Ridlo, Niswati Amanah, M Aman Ridlo, HM Maskun Ridlo, dan M Hanif Ridlo. Kini dakwah beliau di Pesantren Al-Masruriyah dilanjutkan HM Maskun Ridlo alias Gus Maskun. (Akhmad Saefudin)

Foto: KHA Musallim Ridlo (kanan) saat bersama KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan

Way Kanan,Siti Efi Farhati. Muhammad? Setyo Mukti Wicaksono, Juara II Penyaji Terbaik Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional Tahun 2015 membawakan lakon Anoman Maneges untuk meramaikan hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 90 di gedung PCNU Way Kanan, Jalan Lintas Sumatera Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu, Senin (8/2) malam.

"Kenapa memilih lakon ini karena berkisah tentang kebaikan yang menang melawan kejahatan. Menjadi harapan supaya NU senantiasa bisa demikian," ujar Pelajar SMPN1 Baradatu Kabupaten Way Kanan itu.

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan



Anoman Maneges
, ujar dalang kelahiran Way Kanan 3 Maret 2001 itu, berkisah tentang Negara Astina yang kedatangan seorang pandhita sakti mandraguna bernama Resi Lomana dan kegelisahan Anoman yang menanyakan kenapa umur sudah tua masih belum bisa pergi ke alam baka.

Siti Efi Farhati

Resi Lomana menyatakan perselisihan antara Pandhawa dan Korawa disebabkan ulah dua orang dilingkungan Pendawa, yaitu Prabu Kresna dan Semar.? Oleh karena itu, melenyapkan Semar dan Kresna menjadi target utama Resi Lomana.

"Namun karena Pandhawa memiliki pegangan Jamus Kalimasada (kalimat Syahadat) dan berpijak pada tatanan apik sebagaimana Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 dimiliki Indonesia, niat jahat Resi Lomana yang sejatinya penjelmaan Batara Kala tidak bisa terwujud. Adapun Anoman diberi wejangan Semar agar bersabar dan melanjutkan darma baktinya di dunia," kata Mukti menjelaskan.

Siti Efi Farhati

Sekretaris PCNU Way Kanan Totok Dwi Pambudi menyatakan, pertunjukan wayang kulit oleh Mukti merupakan cermin Islam Nusantara, yang tidak anti budaya namun menggunakannya sebagai sarana dakwah sebagaimana dilakukan Sunan Kalijaga.

Mukti tampil setelah menerima wayang Anoman dari KH Mahfudz Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahun Najah, Pringsewu, Lampung yang akan mengisi pengajian akbar pada Selasa (9/2) pukul 09.00 WIB.

Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Way Kanan dibantu petugas kepolisian mengamankan pertunjukan dihadiri puluhan warga di Kecamatan Baradatu tersebut. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, IMNU, Kyai Siti Efi Farhati

Jumat, 17 November 2017

Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU

Jakarta, Siti Efi Farhati?



Seorang pria berwajah Tionghoa berdiri di hadapan lukisan Jimat NU karya Nabila Dewi Gayatri pada pameran tunggal bertajuk Sang Kekasih di Grand Sahid Jaya. Beberapa menit ia menatap lukisan tiga serangkai mulai dari kakek hingga cucu itu. Kemudian ia mengabadikan dirinya dengan lukisan itu dengan ponsel kamera dengan cara swafoto.?

Ia mengaku tertarik kepada lukisan Jimat NU yang memuat wajah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.?

Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU

Lebih khusus, ia mengaku tertarik kepada KH Wahid Hasyim dia adalah kiai yang berpikir dan bertindak mengedepankan persatuan bangsa dengan menyetujui menghilangkan 7 kata pada Piagam Jakarta: “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Meski ada khusus lukisan KH Wahid Hasyim, menurut pria yang tak mau menyebutkan namanya itu, pada Jimat NU, ada Hadratussyekh dan Gus Dur. Kakek dan cucu menjadi pelengkap pada lukisan itu.?

Pada Sabtu, (13/5) seorang berwajah tionghoa berbeda, dengan tato di tangan kanannya, tertarik pada lukisan Gus Dur. Lukisan itu berukuran paling besar dari yang lain. Ia dipajang di bagian muka dari sudut pandang pengunjung bila masuk dari pintu depan.

Siti Efi Farhati

Lukisan itu menurut pria yang mengaku tinggal di Kemang, Jakarta, menampilkan rona Gus Dur yang tersenyum renyah, dengan latar belakang merah-putih. Ia suka lukisan itu.?

Pameran lukisan wajah-wajah kiai bertajuk “Sang Kekasih” di Grand Sahid Jaya, Jakarta berakhir hari ini, Ahad (14/5). Pameran yang memajang 50 lukisan kiai-kiai Nusantara itu, dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Khutbah, Sholawat, IMNU Siti Efi Farhati

Sabtu, 11 November 2017

Komite Arab Pantau Pelanggaran Israel di Yerusalem

Kairo, Siti Efi Farhati - Komite Tetap Arab mengenai Hak Asasi Manusia pada Rabu (26/7) memutuskan membentuk satu komite guna memantau pelanggaran Israel di Yerusalem Timur menurut laporan kantor berita resmi Mesir, MENA.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan saran Komite pada akhir sidang ke-42 yang berlangsung tiga hari.

Komite Arab Pantau Pelanggaran Israel di Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)
Komite Arab Pantau Pelanggaran Israel di Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)

Komite Arab Pantau Pelanggaran Israel di Yerusalem

Komite menegaskan bahwa Israel adalah negara apartheid yang tak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur atau wilayah Palestina yang diduduki.

Siti Efi Farhati

Komite juga menekankan bahwa Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mesti diberitahu untuk memaksa Israel menghormati ketentuan hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional menurut warta kantor berita Xinhua.

Mengenai tahanan Arab di Israel, Komite meminta Mahkamah Pidana Internasional untuk melakukan penyelidikan segera mengenai kejahatan Israel dan pelanggaran terhadap tahanan Arab.

Siti Efi Farhati

Pada 14 Juli, tiga pria Arab-Israel yang bersenjata melepaskan tembakan ke arah dua polisi Israel dan menembak mereka hingga tewas, setelah itu pasukan melepaskan tembakan balasan ke arah pria bersenjata tersebut dan menewaskan mereka.

Serangan itu terjadi di halaman Kompleks Masjid Al-Aqsa, tempat suci ketiga Muslim setelah Makkah dan Madinah.

Setelah serangan tersebut, Israel menutup kompleks masjid itu, lalu memasang pintu elektronik dengan pendeteksi logam dan kamera di pintu-pintu masuk ke masjid tersebut.

Tindakan itu menyulut protes dari umat Muslim,yang menolak memasuki masjid lewat pintu berdetektor logam sebagai bagian dari aksi untuk memprotes kebijakan keamanan Israel. (Antara/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Pertandingan Siti Efi Farhati

Jumat, 10 November 2017

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Siti Efi Farhati

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati News, IMNU, Makam Siti Efi Farhati

Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan

Jakarta, Siti Efi Farhati

Departemen Agama (Depag) menggelar pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat nasional dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) percontohan sekaligus Rapat Kerja Nasional Badan Penasihatan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4).

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nasaruddin Umar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (14/8) lalu melalui siaran pers yang diterima Siti Efi Farhati.

Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan

Menurut Nasaruddin, pemilihan keluarga sakinah teladan ini guna memberi apresiasi yang tinggi kepada keluarga yang tetap konsisten dan setia mempertahankan keteladanan di dalam pergaulan masyarakat meski menghadapi tantangan besar perubahan perilaku yang tidak selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Siti Efi Farhati

Sedangkan, pemilihan kepala KUA percontohan, kata Nasaruddin, sebagai upaya mendorong kinerja aparatur Depag memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Acara tersebut juga untuk menerapkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa sehingga dapat menjadi contoh bagi KUA lainnya.

Ia menegaskan, pembangunan bangsa adalah tema besar bagi pembangunan keluarga. ”Melalaikan persoalan pembinaan keluarga, sama halnya dengan menelantarkan nasib dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Siti Efi Farhati

Pada keluarga, kata Nasaruudin, terdapat fungsi penting penanaman nilai-nilai agama kepada anak sebagaimana perintah surat At-Tahrim 6 merupakan tanggung jawab orangtua. Karena itu, diperlukan perhatian yang sangat besar terhadap esensi pendidikan dalam keluarga untuk menumbuhkakembangkan anak pada bingkai akidah, syariat dan ahlak.

Nasaruddin membenarkan, budaya permissivisme telah menghambat setiap usaha keluarga untuk menjaga soliditas ikatannya akibat melemahnya kontrol sosial atas berbagai penyimpangan norma-norma yang selama ini diyakini dalam keluarga. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU, IMNU Siti Efi Farhati

Rabu, 08 November 2017

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Surabaya, Siti Efi Farhati. Aktivitas solidaritas untuk aktivis anti-tambang Salim Kancil dan Tosan terus bergulir, Jumat (2/10) lalu, sedikitnya 100 massa dari berbagai ormas yang ada di Surabaya mengadakan doa bersama dan istighotsah di Taman Apsari, tepat di depan gedung Grahadi Surabaya Jawa Timur.

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Aliansi ini terdiri dari para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, PCNU, Walhi Jawa Timur, Pusat Hak Asasi Manusia, Gusdurian, Ecoton, CRIS Foundation, CMARS, LPBP Waduk Depat, Kolektif Mata Rantai, dan LBH Kota Surabaya.

KH Saiful Halim yang memimpin acara tersebut menyatakan, acara ini digelar guna mendoakan almarhum Salim Kancil agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa dan kebenaran yang telah diperjuangkannya tidak sia-sia. “Kami juga berdoa untuk masyarakat yang berada di sepanjang pantai pesisir selatan agar tidak ada yang menjadi ‘Salim’ berikutnya, sebagai korban konflik sosial,” harap Kiai Saiful.

Siti Efi Farhati

Menurut dia, pembukaan penambangan pasir besi di sepanjang pesisir selatan dari Banyuwangi hingga Lumajang menuai protes dari masyarakat, sehingga pemerintah kabupaten setempat harus tegas menolak penambangan yang menjadi pemicu konflik horisontal antarmasyarakat.

Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan mengatakan, tragedi berdarah di Desa Selok Awar-awar Lumajang bisa saja terjadi di wilayah-wilayah lain, apabila tidak ada langkah preventif sejak dini. “Karena masyarakat sudah tegas menolak penambangan pasir di sana,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Sementara itu Direktur CMARS, Inoeng, dalam orasinya menyatakan, kasus terbunuhnya aktivis anti-tambang Salim Kancil harus menjadi pelajaran semua pihak dan agar pemerintah tidak gegabah untuk menerbitkan izin penambangan yang sudah jelas ditolak oleh masyarakat setempat, harus ada upaya evaluasi dalam pembangunan daerah.

"Kami mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim Kancil dan Tosan yang menjadi korban kekerasan para penguasa desa setempat. Tangkap dan adili aktor intelektual dibalik terbunuhnya Salim Kancil," tegasnya.

Sebelumnya, aksi serupa juga telah banyak diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, termasuk melalui penandatangan petisi di situs elektronik change.org. Petisi yang menuntut pengusutan tuntas kasus Salim Kencil tersebut ditujukan kepada Kapolri, Pemkab Lumajang, LPSK, Komnas HAM, dan KPAI. (Najih/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Kyai, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 07 November 2017

Penting Membangun Empati dan Kepedulian pada Diri Para Rohis

Jakarta, Siti Efi Farhati. Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI H Amin Haedari menegaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan Perkemahan Rohis Nasional ke-2 di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, Senin-Jumat (2-6/5) adalah untuk membangun empati dan kepedulian generasi muda khususnya para Rohis.

Hal ini disampaikan Amin Haedari dalam pengarahan penutup kepada para pendamping dan pembina Rohis, Kamis (5/5) di Gedung Serba Guna Cut Nyak Dien Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta.

Penting Membangun Empati dan Kepedulian pada Diri Para Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting Membangun Empati dan Kepedulian pada Diri Para Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting Membangun Empati dan Kepedulian pada Diri Para Rohis

Amin ? meyakini bahwa dengan orientasi demikian, para aktivis dan pengurus Rohis akan lebih terbangun karakternya sebagai manusia yang mempunyai empati dan kepedulian dengan sesama meski berbeda suku, bangsa, maupun bahasanya.

“Aspek itulah yang ingin kita bangun dalam kebersamaan. Sebab itu, dalam kegiatan perkemahan ini, kami sengaja membaurkan para peserta yang berasal dari berbagai daerah dan provinsi agar mereka terbuka dan mengenal satu sama lain sehingga timbul rasa peduli dan empati,” ujar pria kelahiran Ciamis Jawa Barat ini.

Amin juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak diarahkan pada kompetensi kognitif. Karena menurutnya, sisi tersebut sudah ada wadahnya sendiri yaitu Pentas PAI, di mana ajang tersebut melombakan berbagai cabang keilmuan dan keterampilan di bidang agama Islam.?

Siti Efi Farhati

Hal ini menjadi sesuatu yang sangat penting mengingat para Rohis yang mudah disusupi oleh paham-paham radikal dan intoleran. Sehingga menurut Amin, sisi empati dan kepedulian menjadi orientasi yang sangat perlu dan penting.

Siti Efi Farhati

“Saya tidak menafikan sisi pemahaman agama, karena hal itu saya yakin mereka sedikit banyak sudah paham, empati dan kepedulianlah yang perlu ditekankan,” tuturnya.

Kendati demikian, pemahaman agama para Rohis banyak yang perlu diluruskan dan diarahkan ke pemahaman agama yang baik dan benar. Amin juga menekankan kepada Rohis bahwa penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting di tengah keberagaman bangsa Indonesia sehingga menumbuhkan cinta tanah air. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Syariah, Doa Siti Efi Farhati

Minggu, 05 November 2017

Relawan LPBINU Tidak Boleh Jadi Seperti Pemadam Kebakaran

Jakarta, Siti Efi Farhati. Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat Hapy Hendrawan meminta kepada para peserta relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) untuk memegang dua hal, yakni cerdas dan paripurna.

Demikian dikatakan Hapy Hendrawan pada kegiatan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan yang diselenggarakan LPBI NU bekerja sama dengan Pustral UGM, KUEHNE Foundation, dan Help Logistics di gedung Asrama Haji Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (24/10).

Relawan LPBINU Tidak Boleh Jadi Seperti Pemadam Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Relawan LPBINU Tidak Boleh Jadi Seperti Pemadam Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Relawan LPBINU Tidak Boleh Jadi Seperti Pemadam Kebakaran

Menurutnya, seorang relawan kebencanaan yang cerdas mampu membaca peta, baik peta wilayah maupun peta masalah.

Ia meminta kepada peserta pelatihan relawan LPBI agar bisa mendeteksi sejak dini berbagai hal yang dapat menimbulkan bencana.

Siti Efi Farhati

“Relawan LPBI tidak boleh menjadi pemadam kebakaran, (tapi) sejak dini harus tau,” katanya.

Selain itu, seorang relawan LPBI juga harus memahami tentang peta aktor atau partner dalam penanggulangan bencana, yakni terdapat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan pemadam kebakaran termasuk memahami dalam manajemen logistik.

Selain cerdas, relawan juga harus paripurna dalam melaksankan tugas. Menurutnya, seorang relawan kebencanaan tidak pernah memandang suku bangsa, agama, apalagi LPBI NU yang berada dibawah naungan NU, karena bagi NU, persoalan keberagaman sudah selesai.

“Sepanjang membutuhkan pertolongan, ayo, harus bantu,” jelasnya. 

Siti Efi Farhati

Hadir pada kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari (24-16/10) ini, Ketua PCNU Pontianak, Ahmad Faruki, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalimantan Barat Ahmad Rasyid, KUEHNE Foundation & HELP Logistics Temmy Tanubrata, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, IMNU, Habib Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock