Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2018

Banser Jatim Dikerahkan untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Jombang,Siti Efi Farhati. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang Jawa Timur mengerahkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu pengamanan malam Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2014 di sejumlah titik. Pengamanan ini bertujuan agar masyarakat bisa merasa nyaman.

Ketua GP Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto mengatakan, instruksi tersebut sudah diberikan kepada Kepala Satkorcab Jombang untuk membantu dalam pengamanan Tahun Baru dan Natal. "Untuk teknisnya kami berkordinasi dengan pihak kepolisian selaku penanggung jawab. Sedangkan Banser hanya membantu saja," kata Zulfikar, Ahad (21/12).

Banser Jatim Dikerahkan untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jatim Dikerahkan untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jatim Dikerahkan untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Ia menjelaskan, Banser akan diterjunkan dalam beberapa titik. Di antaranya, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Bethani, Gereja Pantekosta. Semuanya masih menunggu kordinasi dengan pihak Polres Jombang. Pada intinya, Banser siap untuk membantu pengamanan. Teknis pengamanannya adalah melibatkan Banser di masing-masing PAC GP Ansor se-Kabupaten Jombang.

Siti Efi Farhati

"Nanti di PAC-PAC Ansor akan mengamankan beberap titik. Intinya di PAC Ansor yang ada gereja. Rata-rata per PAC di Jombang ada gerejanya. Dan bagi yang tidak ada gerejanya diminta untuk merapat ke gereja terdekat," jelasnya.

Zulfikar merinci, masing-masing PAC akan mengerahkan 10 Personel Banser, di Kabupaten Jombang terdapat 21 PAC atau Kecamatan. Total se-Kabupaten Jombang terdapat 210 personel pengamanan. Personel itu untuk pengamanan malam Natal.

Siti Efi Farhati

Sedangkan untuk Tahun Baru akan diterjunkan 60 Personel Banser. "Selain yang stand by ada personel Banser yang disiagakan secara mobile sebanyak 15 hingga 20 personel," jelasnya. Banser Mobile ini akan berkeliling menggunakan mobil Banser dan sepeda motor selama malam Natal dan Tahun Baru.

Zulfikar juga mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga toleransi antarumat beragama di Jombang. Terlebih, Jombang sendiri merupakan daerah yang majemuk. Meski didominasi oleh umat Islam namun umat? beragama lain dapat menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing dengan tenang. Banser sebagai benteng ulama harus menjaga nuansa toleransi itu.

"Kami berharap Natal dan tahun di Kabupaten Jombang khususnya dapat berjalan kondusif," pungkas pria bertubuh tambun ini. (Syaifullah/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU

Surabaya, Siti Efi Farhati

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya merayakan hari lahir (harlah) yang jatuh pada 16 Rajab 1437 H atau bertepatan dengan 24 April 2016 dengan berziarah makam para pendiri atau orang-orang yang berjasa besar terhadap NU.

Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU

Makam yang dikunjungi, antara lain Sunan Ampel, pencipta nama NU KH Mas Alwi Abdul Azis, Sunan Bungkul yang dikenal sebagai kakek Sunan Ampel, lalu pencipta lambang NU KH Ridlwan Abdullah di kompleks makam Tembok, Surabaya.

"Instruksi PBNU, peringatan Harlah ke-93 tahun ini digelar secara sederhana. Malam ini (Sabtu) ziarah ke makam Sunan Bungkul menjadi titik terakhir ziarah ke muassis. Di makam Sunan Bungkul sekalian digelar tahlilan," kata ketua PCNU KH Mubibbin Zuhri.



Siti Efi Farhati

Kisah Lambang NU

Siti Efi Farhati



Bersamaan Harlah ke-93 ini, Wakil Katib PCNU Surabaya Ustadz Maruf Khozin membuat catatan tentang penuturan Gus Saiful Halim, cucu KH Ridlwan Abdullah. Pada catatan yang dibagikan ke Nahdliyin ini disampaikan sejarah pendirian NU. Setelah malam didirikan, para kiai meminta Kiai Ridlwan membuat lambang NU. Mengapa Kiai Ridlwan yang ditunjuk?

Cucu KH Ridlwan, Gus Saiful Halim menceritakan bahwa setelah mondok di Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Ridlwan pernah bekerja di rumah orang Belanda. Pemilik rumah tersebut adalah pelukis. Suatu ketika tanpa disengaja Kiai Ridlwan menumpahkan tinta di kanvas lukisannya. Kiai Ridlwan gugup dan sedih, namun memberanikan diri memperbaiki lukisan tersebut sebisanya.

Dan ternyata si tuan Belanda tersebut tidak marah karena hasil lukisan Kiai Ridlwan bagus. Maka sejak itulah bakat seni melukis Kiai Ridlwan terlihat.

Pada Kiai Ridlwan, para Kiai memberi syarat kriteria lambang NU. Hadratussyekh KH Hasyim Asyari ketika itu mengatakan, "Membuat lambang NU tidak meniru lambang lain, lambang tersebut harus punya haibah, tidak membosankan sampai kapan pun.”

Menurut Ustadz Ma’rif Khozin, tidak mudah di masa itu dengan membandingkannya di masa digital sekarang. Syarat pertama tadi karena sebelum berdirinya NU, sudah ada Muhammadiyah dan Persis yang juga memiliki lambang.

“Beberapa lambang telah beliau buat, beliau ajukan ke beberapa kiai, selalu ditolak dan tidak diterima. Seolah beliau sudah habis inspirasinya, maka beliau salat Istikharah meminta petunjuk kepada Allah, maka pada jam 3 sebelum Subuh setelah beliau merebahkan tubuh. Kiai Ridlwan bermimpi ada bumi yang dikelilingi 9 bintang,” katanya.

Ini membuatnya terperanjat dan menulisnya secara sederhana di atas kertas. Setelah salat Subuh Kiai Ridlwan menyempurnakan gambar tersebut. Paginya, ia sampaikan kepada beberapa Kiai, termasuk Rais Akbar. Kiai Ridlwan menyampaikan bahwa ini hasil istikharah.

Di lain pihak, Kiai Nawawi Sidogiri juga mendapat Istikharah Surat Ali Imran 103, yaitu tentang Tali Allah, yang oleh Kiai Wahab diilustrasikan dengan 2 tali terikat di bawah. Maka saat kongres NU pertama di Peneleh Surabaya lambang NU telah sempurna. (Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Tegal, RMI NU Siti Efi Farhati

Jumat, 12 Januari 2018

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

Bandung, Siti Efi Farhati - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Bimbingan Tes (Bimtes) sebagai bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa baru yang hendak mengikuti tes masuk melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri.

Sedikitnya 245 calon mahasiswa baru mengikuti Bimtes ini di SMK KIfayatul Akhyar Cibiru, Bandung, Jawa Barat, 28-29 Juni 2016. Menurut Ketua Pelaksana Farhan mengatakan, agenda ini diadakan sebagai kepedulian terhadap mahasiswa baru yang sedang bingung menghadapi testing.

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

“Bimtes ini seperti apa yang dikatakan Soekarno ketika berangkat tanpa persiapan maka siap-siap pulang tanpa penghormatan,” ujar Farhan.

Siti Efi Farhati

Senada dengan Farhan, Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Agus Taufik Habibie mengatakan bahwa calon mahasiswa baru (camaba) perlu dibimbing dan diberikan arahan sebab mereka berasal dari berbagai daerah yang jauh.

Siti Efi Farhati

“Nantinya calon mahasiswa baru ini tidak terlalu gagap dan kaget melihat soal-soal, karena bukan dari Aliyah saja, ada yang dari SMK, STM sangat perlu bimbingan dari PMII,” ujar Habibi.

Habibi pun menambahkan bahwa camaba bukan hanya diberikan kisi-kisi mengenai materi-materi yang akan diujikan tetapi bimtes PMII ini pun memberikan materi tentang keislaman dan keindonesia yang memuat nilai perdamaian dan toleransi.

“Kami juga tidak hanya bimbingan, try out dan testing saja, tapi kami menyelundupkan ajaran bersifat adem, damai dan toleran serta memperkenalkan juga (apa itu) PMII,” ujarnya.

Fasilitator bimtes ini didatangkan dari alumni PMII, kalangan profesional dan dosen UIN Sunan Gunung Djati. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Internasional, Tegal Siti Efi Farhati

Kamis, 04 Januari 2018

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Suara adzan menempati posisi istimewa dalam hati umat Islam. Bunyi yang dipantulkannya sangat berbeda dari suara-suara lainnya. Setiap orang memunyai ekspresi tersendiri ketika adzan dikumandangkan. Ada yang berdiri hingga adzan selesai. Orang yang tidur tiba-tiba langsung duduk ketika ? mendengar suara adzan. Orang yang sedang beraktivitas langsung berhenti dan terdiam sampai adzan selesai digemakan.

Ekspresi berdiri, duduk, dan lain-lain ini merupakan bentuk penghormatan seseorang akan suara adzan karena suara adzan terbilang sakral. Hal ini juga tidak hanya terjadi di zaman sekarang, sejak dulu masyarakat sudah terbiasa melakukan hal ini.

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Namun apakah ekspresi semisal ini merupakan kewajiban, kesunahan, atau bagaimana? Terkait masalah ini al-Suyuthi dalam Hawi al-Fatawa menjelaskan:

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Sebenarnya berita yang beredar tentang orang yang berdiri tidak boleh langsung duduk dan orang yang duduk harus tetap duduk ketika mendengar suara adzan, tidak ada landasan dalam hadits Nabi, baik hadits shahih maupun dhaif. Bahkan tidak seorang pun ulama fikih menyebutkan permasalahan ini. Maka orang yang mendengar suara adzan sementara ia dalam posisi berdiri diperbolehkan langsung duduk. Orang yang sedang duduk diperbolehkan untuk berbaring. Orang yang berbaring diperkenankan juga untuk tetap berbaring.

Pendapat as-Suyuthi ini paling tidak bisa dijadikan argumentasi bahwa berdiri ketika mendengar suara adzan bukanlah sebuah kewajiban. Begitu pula dengan orang yang duduk dan berbaring juga diperbolehkan melanjutkan posisinya, tanpa harus mengubah posisi ketika menyimak suara adzan.

Siti Efi Farhati

Namun kita juga tidak boleh menyalahkan bila ada orang yang berdiri ketika mendengar suara adzan. Sebab bisa jadi itu bentuk dari penghormatannya dan ekpresinya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Tegal, Syariah Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai

Rembang, Siti Efi Farhati



Pihak Kepolisian Resor Rembang mengeluarkan kebijakan dengan menyebar para perwira di setiap kepolisian sektor atau Polsek, untuk berkunjung kepada ulama setempat guna mengantisipasi pergerakan massa menuju Jakarta, terkait aksi damai 25 November dan 2 Desember yang akan datang.

Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai

Seluruh Kapolsek di setiap Kecamatan, secara serempak mendatangi ulama di wilayah setempat. Pada hari Rabu 23 November 2016 pagi seluruh Kapolsek dipastikan sowan ke sejumlah ulama yang ada di Kabupaten Rembang.?

Menurut Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menjelaskan, hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah massa di Kabupaten Rembang, untuk bergabung di Jakarta. Ia mengajak, kepada warga Kabupaten Rembang, untuk berdoa bersama agar Indonesia diberikan keamanan dan ketenteraman, terutama wilayahnya sendiri.?

"Terkait dengan rencana aksi 25 November atau 2 Desember mendatang, akan lebih baik warga mendoakan situasi Indonesia di rumah atau kediaman masing-masing agar wilayah tetap aman dan kondusif, demi tegaknya NKRI," ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Menurut Kapolres, berdasarkan apa yang disampaikan oleh Kapolri, rencana aksi susulan pada 25 November atau 2 Desember nanti potensi ditunggangi oleh kepentingan lainnya.

Siti Efi Farhati

Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Inf Darmawan Setiady mengungkapkan, berdasarkan data intelejen yang didapatnya, sejauh ini masih belum terdeteksi adanya organisasi massa di daerah ini yang berencana akan gabung dalam aksi demo susulan mendatang.

"Lebih baik tidak perlu datang ke Jakarta. Jika masalahnya untuk menuntut proses hukum atas dugaan penistaan agama, biarlah aparat penegak hukum yang menanganinya," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional, aksi bertajuk "Bela Islam III" akan difokuskan untuk menuntut penahanan terhadap Basuki Tjahaja Purnama terkait kasus dugaan penistaan agama. Aksi akan dilakukan dengan shalat Jum’at di jalan.

Siti Efi Farhati

Seperti yang dilakukan Kapolsek Gunem AKP Yuliadhi, yang mendatangi Syuriah MWCNU Gunem Kiai Nursalim di Desa Trembes.

Lalu Kapolsek Sedan AKP Joko Purnomo yang mengunjungi salah satu jajaran pengurus MWCN KH Dimyati di Dukuh Pesantren-Sedan dan Kapolsek Lasem AKP Eko Budi S yang berkunjung ke Gus Qoyyum di Pesantren An-nur Soditan.

Kemudian, Kapolsek Kragan AKP Siswanto yang berkunjung ke Kiai Faqih di MA Nahjatus Sholihin Kragan dan Kapolsek Pamotan AKP Kisworo yang mengunjungi KH Fauzi dan KH Amir Mahmud di Pesantren Al-Falah Pamotan.

Selanjutnya, Kapolsek Sale AKP Isnaeni yang berkunjung ke sejumlah tokoh agama dan takmir?

masjid di Desa Gading, Mrayun, dan Wonokerto serta Kapolsek Sluke AKP Bibit AS yang mengunjungi KH Ansori di Kalimalang-Trahan.

Ada juga Kapolsek Sumber AKP Suhaendi Tirta yang berkunjung ke Kiai Rosyidi di Desa Kedungtulup dan Kapolsek Bulu AKP Riwayat Susianto yang mengunjungi Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Bulu Kiai Syarkowi.

Sedangkan Kapolsek Sulang AKP Haryanto berkunjung ke Pesantren Alhamdulillah Kemadu bertemu Nyai Hj Rahmawati Syahid istri Almarhum Kiai Syahid Kemadu yang juga mantan Mustasyar PCNU Rembang, serta Kapolsek Kaliori AKP Sukiyatno dan Kapolsek Kota Rembang Sunarmin, juga sowan ke sejumlah kiai yang ada di wilayah setempat. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Tegal Siti Efi Farhati

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan

Jember, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Fatayat NU Jember sedang serius mempersiapkan diri menyambut Kongres Fatayat NU yang akan berlangsung di Surabaya, 18-22 September mendatang. Fatayat NU Jember melakukan koordinasi dengan pimpinan anak cabang dan ranting guna menggalang aspirasi dari bawah untuk disampaikan pada perhelatan berskala nasional itu.

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan

Fatayat NU Jember juga mengajak anak cabang dan ranting yang berpotensi untuk menampilkan produk unggulan masing-masing pada stan pameran yang disediakan oleh panitia Kongres. Diharapkan, secara ekonomi dampaknya akan meluas, bukan hanya untuk pengurus dan anggota Fatayat NU Jember, tetapi juga bagi masyarakat Jember secara keseluruhan.

“Kami ingin memanfaatkan momen kongres ini sebagai ajang untuk mengenalkan produk unggulan Jember kepada sahabat-sahabat Fatayat yang datang dari berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Roihatul Jannah, bendahara sekaligus manager usaha garment Fatayat NU Jember.?

Siti Efi Farhati

Persiapan telah mulai dilakukan oleh PC Fatayat NU sejak jauh-jauh hari, termasuk dengan workshop pendataan anggota yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan di bidang ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, dan lainnya dari anggota dan pengurus Fatayat di tingkat Ancab dan Ranting.?

Selain itu pengurus Fatayat NU Jember juga mengunjungi beberapa anak cabang dan ranting untuk mengetahui kondisi langsung anggota Fatayat. Dari kegiatan tersebut terekam bahwa di tingkat desa, kondisi anggota dan pengurus Fatayat NU masih jauh dari yang diharapkan.?

Siti Efi Farhati

“Banyak anggota Fatayat yang bahkan urusan administratif saja masih belum tuntas, seperti tidak memiliki KTP dan KK, sehingga kesulitan untuk mengakses layanan pemerintah yang membutuhkan KTP dan KK,” ujar Erma Fatmawati, Ketua 2 PC Fatayat NU Jember.

Menurutnya, banyak anggota yang belum mendapatkan layanan kesehatan yang layak, tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya, bahkan masih banyak yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar.?

Oleh karenanya, menurut Ketua Ketua PC Fatayat NU Jember Rahmah Saidah, kongres ini menjadi penting karena merupakan forum terbesar ? yang akan menentukan jalannya organisasi selama lima tahun ke depan. Fatayat NU Jember berharap Kongres nanti benar-benar menjadi forum yang akan mewadahi kepentingan anggotanya, dan bukan sekadar menjadi ritual lima tahunan yang justru menjadi alat politik bagi beberapa pihak saja. (Linda/Robi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Tegal Siti Efi Farhati

Kamis, 14 Desember 2017

Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air

Jakarta, Siti Efi Farhati. Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional yang ke-3 oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama menjadi ajang untuk memperkuat karakter bangsa, terutama menguatkan rasa patriotisme dan cinta tanah air.

Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menegaskan Perkemahan Pramuka Madrasah (PPMN) ke-3 ini menjadi salah satu program strategis Kemenag dalam menginternalisasi nilai-nilai kepramukaan.?

Menurutnya, hal ini tidak terlepas setelah seruan Menag tentang ceramah di rumah ibadah dan Deklarasi Aceh yang dikeluarkan para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), PPMN III menjadi upaya Kemenag dalam ikut menyiapkan generasi bangsa yang cinta tanah air.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menegaskan, PPMN relevan dan penting di tengah tantangan kampanye ideologi transnasional yang merambah ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, dan dikhawatirkan merongrong persatuan dan kesatuan bangsa. PPMN III juga strategis karena akan dikuti lebih dari 800 pramuka penegak siswa Madrasah Aliyah dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Siti Efi Farhati

"Mereka adalah generasi masa depan bangsa dan karenanya rasa cinta Tanah Air harus ditanamkan sejak dini," terang Kamaruddin dalam konferensi pers, Selasa (9/5) didampingi Direktur KSKK Madrasah M. Nur Kholis Setiawan.

Mengangkat tema Kreatif, Terampil, dan Berkarakter, PPMN III didesain sebagai ajang kreasi dan unjuk keterampilan pramuka madrasah. Sejumlah kegiatan telah diagendakan untuk mencapai tujuan bersama menanamkan nilai dan karakter jujur, setiakawan, patriotik, serta cinta tanah air.

Siti Efi Farhati

"Mereka harus paham bahwa pendiri bangsa ini telah bersepakat untuk menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika," sambungnya.

Selain melalui aktivitas kepramukaan, internalisasi tema PPMN III dilakukan melalui talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang Jasa Pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta Tanah Air, pemecahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, Bakti Sosial.

"Sementara kreatifitas dan keterampilan diperlukan dalam merespon modernitas, karakter kebangsaan yang kuat akan menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara para calon pemimpin masa depan," ujar Kamaruddin.

Kegiatan PPMN III 2017 ini juga merupakan wujud komitmen Kemenag mengawal pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Program Nawa Cita untuk menyiapkan tunas bangsa dan generasi masa depan lebih baik dalam mengisi kemerdekaan dan membangun peradaban dunia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Tegal, RMI NU, Nasional Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock