Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Zakat Bangkit, Umat Mandiri

Oleh Nur Rohman



Zakat menjadi instrumen terpenting dalam kemandirian umat. Mandiri dalam kesehatan, pendidikan, dan ekonomi merupakan puncak dalam kesuksesan dalam kehidupan masyarakat. Semua itu tidaka akan tercapai kalau semua komponen masyarakat tidak bersatu.

Zakat Bangkit, Umat Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Bangkit, Umat Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Bangkit, Umat Mandiri

Setidaknya ada empat pilar dalam kemandirian umat yang di jelaskan dalam Hadist Nabi Muhammad;

Pertama adalah ilmunya ulama, ilmu merupakan instrumen atau alat vital dalam kemandirian umat. Bahkan Nabi menjelaskan bahwa ilmu itu adalah hal yang paling pokok untuk menggapai kesuksesan baik di dunia maupun sukses di akhirat kelak.

Siti Efi Farhati

Ingatlah kita pada cerita Nabi Sulaiman ketika beliau disuruh memilih Allah dua perkara yaitu ilmu atau kerajaan dan kemudian beliau memilih ilmu. Dengan memilih ilmu, Nabi Sulaiman mendapatkan segala kenikmatan di dunia baik kerajaan, kekuasaan dan sebagainya. Betapa akal yang di dalam ada ilmulah yang membuat manusia menjadi mulia dibanding dengan mahluk yang lain. Bahkan Allah membedakan serta memuliakan seseorang karena ilmu yang tentunya disertai dengan ahlak yang mulia.

Siti Efi Farhati

Kedua, adalah adilnya umara atau goverment. Pemerintah yang adil akan memberikan manfaat yang? besar pada masyarakat. Selain taat kepada Allah yang didasari dengan ilmunya ulama kemakmuran itu harus didasari dengan ketaatan kepada ulil amri yang? tentu mereka yang? bersifat adil. Adil menjadi kata kunci karena adil menjadi berkah dan maslahat.

Salah satu tugas utama umara adalah menciptakan kemaslahatan bagi masyarakatnya. Bukan pemerintah yang zalim yang? tentunya akan menbuat mudarat masyarakat. Gambaran umara yang adil itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika memimpin negara Madinah. Dengan kemajemukan masyarakat di zaman itu, Nabi Muhammad tetap bersikap adil kepada semua masyarakat tak terkecuali dengan orang yahudi maupun Nasrani. Gambaran Piagam Madinah itu menunjukkan betapa Nabi Muhammad itu adalah umara yang? adil.

Ketiga, adalah kedermawanan agniya (pemilik harta). Allah SWT mengajarkan kedermawanan itu tidak kenal waktu dan keadaan. Bahkan anjuran Allah di dalam Al-Qur’an di saat lapang dan sempit kita didorong untuk infaq yang diniatkan mengabdi karena Allah. Saat sempit tidak boleh dijadikan alasan bagi seorang hamba untuk menjadi dermawan apalagi saat lapang.

Janji Allah untuk memberikan balasan kepada hambanya yang mau bersedekah itu janji yang nyata bukan janji palsu. Allah akan berkahkan harta dan jiwa siapa saja yang? mau mendermakan harta dijalan Allah. Yang? berinfaq seribu Allah akan ganti dengan sepuluh ribu.

Silakan buktikan dengan keyakinan bahwa janji Allah itu benar. Bahkan Allah memberikan gambaran bagi orang yang mau bersedekah karena ikhlas hanya karena pengabdian maka diibaratkan menanam satu biji yang? akan tumbuh menjadi tujuh tangkai dan setiap tangkai akan mempunyai seratus dahan dan bahkan janji Allah bagi yang dikehendaki balasannya akan berlipat ganda tidak bisa diukur dengan hitungan. Tentunya Konsekuensi bagi hamba Allah yang? bakhil juga jelas neraka yang? dahsyat siksanya.

Empat, adalah doanya hamba Allah yang fakir. Kaya dan miskin itu sunnatullah dalam kehidupan di dunia. Gambaran kaya dan miskin ini untuk dijadikan peringatan dalam dunia bagi yang? mau berpikir. Kaum papa menjadi penyeimbang dalam kehidupan di dunia seperti layaknya gunung sebagai penyeimbang bumi. Tujuan hidup itu bukan untuk kaya tapi kaya harus sebagai perantara seorang hamba untuk mencapai kesuksesan yang? sejati kelak hidup di akhirat. Manusia itu dicipatakan Allah hanya sebagai khalifah di bumi yang? tujuannya disuruh menghamba kepada Allah.

Penulis adalah Pembina Majelis Rajeg dan pengurus PP NU Care-Lazisnu Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, RMI NU Siti Efi Farhati

Minggu, 18 Februari 2018

Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

New York, Siti Efi Farhati. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tegas mendukung sebuah resolusi yang secara efektif meminta Amerika Serikat untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, lapor BBC Jumat (22/12).

Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi PBB Tolak Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Teks resolusi tersebut mengatakan bahwa setiap keputusan mengenai status kota Yerusalem tak berlaku dan harus dibatalkan.

Resolusi yang tidak mengikat itu disetujui oleh 128 negara, dengan 35 abstain dan sembilan lainnya memilih untuk menentangnya. Itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan untuk mereka yang mendukung resolusi tersebut.

Sembilan anggota yang menentang resolusi tersebut adalah Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Togo; suara abstain antara lain diberikan oleh Kanada dan Meksiko; sedangkan suara dukungan diberikan empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB (China, Prancis, Rusia dan Inggris) serta sekutu utama AS di dunia Muslim. Ada 21 negara yang tidak ikut dalam pemungutan suara.

Siti Efi Farhati

Setelah pemungutan suara, juru bicara departemen negara AS Heather Nauert mengatakan AS sedang mengeksplorasi "berbagai pilihan" dan belum ada keputusan yang dibuat.

Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional, dan semua negara saat ini mempertahankan kedutaan mereka di Tel Aviv. Sebaliknya, Presiden Trump memerintahkan departemen luar negeri AS memindahkan kedutaan AS untuk Israel ke Yerusalem.

Majelis Umum PBB beranggotakan 193 negara tersebut mengadakan sesi khusus darurat atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim, yang mengecam keputusan Trump. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pemurnian Aqidah, RMI NU Siti Efi Farhati

Senin, 12 Februari 2018

Hasyim Muzadi : Fatayat Harus Jadi Organisasi Kader

Jakarta, Siti Efi Farhati
Ketua Umum PBNU mengharapkan agar Fatayat NU yang merupakan badan otonom pemuda perempuan memposisikan diri sebagai organisasi kader, bukan organisasi massa. “Kalau para pemimpinnya berkualitas tentu saja massa dengan sendirinya akan ikut,” tandasnya dalam pidato pembukaan Kongres ke XIII Fatayat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta (11/7).

Hasyim dalam forum tersebut juga mengemukakan agar pada kader Fatayat bisa membedakan antara keserasian peran dengan kesetaraan gender. Dalam banyak kasus yang ditemuinya selama ini seringkali banyak aktifis perempuan yang tak dapat membedakan hal tersebut.

Kasus yang dicontohkannya yang tak sesuai dengan nilai Islam, khususnya di Barat adalah hak untuk kawin sesame jenis. Sementara untuk di Indonesia adalah keinginan dari sebagian aktifis untuk memasukkan dalam UU bahwa seorang istri yang dipaksa melakukan hubungan seks sementara dia tidak mau termasuk kasus perkosaan.

Pertemuan lima tahunan ini diikuti oleh sekitar 1200 orang dari 333 cabang dan 32 wilayah. Hadir juga wakil dari pengurus cabang istimewa Fatayat Malaysia. Sampai acara dibuka beberapa peserta yang menggunakan transportasi kapal laut belum sampai di tujuan.

Selain acara persidangan, juga terdapat bazaar yang menampilkan pernik-pernik produk tentang Fatayat seperti pin, logo, kaos dan lainnya. Terdapat pula posko KB dan HIV/AIDS. Ini sekaligus sebagai media untuk sosialisasi tentang kesehatan reproduksi.

Ketua Panitia Kongres dr. Wan Nedra Komaruddin menjelaskan bahwa acara ini memang sengaja dilaksankan saat libur sekolah karena sebagian besar pengurus Fatayat memiliki profesi sebagai pengajar.

Pembukaan ini sekaligus digunakan untuk memberikan penghargaan kepada tujuh orang yang dianggap berjasa dalam mengembangkan Fatayat. Mereka yang menerima bros emas tersebut adalah tiga serangkai pendiri Fatayat Huzaimah Mansyur, Aminah Mansyur dan Murthosiah. Pembuat lambang Fatayat Maryam Thoha, pencipta mars Fatayat M Thoifur Syaerozy serta Matsani Muzayyin dan Husnul Khotimah Sali yang mendedikasikan hidupnya untuk Fatayat. Sebagian besar dari mereka tidak dapat hadir dan diwakili oleh kerabatnya atau pengurus Fatayat setempat.

Beberapa agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perubahan batasan umur dari 40 tahun menjadi 45 tahun. Restrukturisasi kepengurusan dari 4 ketua menjadi 6 ketua yang masing-masing akan berkonsentrasi penuh dalam satu bidang.

Posisi pembina yang dulu dipegang oleh mantan ketua umum Fatayat juga akan dirubah menjadi dewan pembina yang terdiri dari beberapa orang. Mereka akan menjalankan fungi yudikatif untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dalam internal anggota.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU Siti Efi Farhati

Hasyim Muzadi : Fatayat Harus Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi : Fatayat Harus Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi : Fatayat Harus Jadi Organisasi Kader

Selasa, 06 Februari 2018

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Semarang, Siti Efi Farhati

Bagaimana memahami dinamika Islam dan politisasi atas Islam akhir-akhir ini? Islam dan politisasi atas Islam, yang disebut sebagai Islamisme, perlu dimaknai sebagai refleksi dinamika sosial-politik dalam konteks relasi muslim dengan modernitas, dengan tantangan radikalisme, gerakan politik khilafah, dan bahkan terorisme.

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Hal tersebut menjadi inti diskusi dan bedah buku Islam dan Islamisme, karya intelektual muslim Bassam Tibi, yang diterbitkan Mizan (2016). Bedah buku yang diselenggarakan oleh BEM FKIT (Fakultas Keguruan dan Ilmu Tarbiyah) UIN Walisongo pada Kamis (29/9) ini, menghadirkan Dr. Haidar Bagir (Pendiri Gerakan Islam Cinta) dan Dr. Tedi Kholiluddin (aktivis PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah & Dosen UIN Walisongo Semarang), yang dimoderatori Dr. Rikza Chamami, M.Pd (Dosen UIN Walisongo).

Haidar Bagir mengajak cendekiawan muslim dan para mahasiswa yang menjadi penggerak komunitas, agar bersatu menebarkan Islam yang damai. "Selama ini, orang-orang muslim moderat cenderung diam, ketika ada kelompok kecil muslim yang keras dalam beragama. Akan tetapi, jika dibiarkan mereka akan semakin kuat. Mari kita bersama aktif untuk mengkampanyekan Islam yang menebar rahmat dan cinta kasih," terang Haidar.

Siti Efi Farhati

Haidar Bagir mencontohkan, bahwa jika dibiarkan, seperti orang baik yang tidak peduli pada kelompok preman, maka kelompok Islam garis keras akan menjadi kuat, sehingga merusak inti ajaran Islam yang sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad.

Siti Efi Farhati

Haidar juga mengungkap bahwa, fenomena Islam politik, yang disebut Bassam Tibi sebagai Islamisme, harus direspon secara jernih. Islamisme itu mendukung demokrasi, namun hanya sebagai kamuflase, hanya demokrasi kota suara, padahal sebenarnya mereka bergerak untuk menegakkan sistem khilafah, inilah yang harus diwaspadai.

"Jika kelompok Islamiyyun mementingkan gerakan politik sebagai puncak keberislaman, maka saya lebih setuju jika puncak keislaman adalah ihsan, yakni tindakan kebaikan," tegas Haidar. Ia merujuk pada pemikirannya, bahwa muslim Indonesia harus memahami rukun islam, rukun iman dan rukun ihsan.

Sementara, Tedi Kholiluddin menegaskan bahwa khilafah bukanlah solusi dari semua tantangan hidup manusia. "Tidak semua hal harus diselesaikan dengan khilafah. Hal-hal yang terkait dengan kehidupan teknis, ya harus diselesaikan dengan cara kemanusiaan," ungkap Tedi. Intinya, gerakan Islam politik sering hanya mengejar ilusi.

Di sisi lain, Tedi berkeyakinan bahwa model Islam Indonesia dapat menjadi rujukan utama Islam moderat bagi komunitas warga dunia. "Bassam Tibi sudah menyampaikan gagasan bagaiman Islam moderat ala Indonesia menjadi alternatif gagasan. Saya kira ini momentum penting, bahwa perubahan berkeislaman itu dari pinggir, yakni dari kawasan Nusantara," ungkap Tedi.

Dalam analisanya, Tedi mengkritik bahwa kelompok Islam politik membangun jalur ganda dalam memperjuangkan gagasannya, yakni dari struktur kekuasaan maupun dari jalur warga. "Kelompok Islamisme bergerak di struktur politik, dan juga merangsek dengan menggarap komunitas warga. Di kota-kota satelit Jakarta, hal ini sudah mulai marak. Misalnya, cluster-cluster pemukiman yang anggotanya hanya dari kelompok mereka," terang Tedi.

Ia berharap bahwa Islam Indonesia menjadi rujukan untuk mengenalkan konsep Islam moderat, yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat muslim dunia yang kehilangan arah. (Zulfa/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Pahlawan, RMI NU Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang

Jombang, Siti Efi Farhati. Tekad dalam memberikan yang terbaik bagi kiprah kepengurusan PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur menjadi komitmen bersama para pengurus. Hal ini sebagai bukti bahwa mereka adalah kader perempuan terbaik yang ingi berkhdmat bagi organisasi dan umat.

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang

"Ada tujuh program prioritas yang telah kami matangkan pada kegiatan rapat kerja pengurus beberapa waktu yang lalu," kata Ketua PC Fatayat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah kepada Siti Efi Farhati (6/10). Ketujuh program tersebut merupakan implementasi antara pemberdayaan pengurus dan khidmat yang lebih nyata bagi kiprah di masyarakat, lanjutnya.

Ning Ema, sapaan akrabnya menandaskan bahwa tujuh  hal yang menjadi penguatan internal organisasi didapat dari sejumlah bidang program prioritas yakni, Bidang Pengembangan Organisasi, Pendidikan dan Pengkaderan. "Tujuan dari bidang ini adalah pengembangan organisasi, pendidikan dan pengkaderan demi meningkatkan kualitas sumber daya Fatayat NU melalui pendidikan, pelatihan dan pembinaan anggota serta mengoptimalisasikan program sehingga kegiatan organisasi bisa berjalan efektif dan efisien," tandas Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini.

Siti Efi Farhati

Isu yang menyangkut kesadaran hukum, politik dan advokasi juga menjadi perhatian kepengurusan periode 2014-2019 ini. "Tujuan dari bidang hukum, politik dan advokasi adalah terwujudnya keadilan hukum, terpenuhinya hak-hak politik perempuan, terlaksananya perlindungan perempuan dan anak dan kebutuhan dasar hidup sebagai warganegara," tandas putri Wakil Bupati Jombang ini.

Di luar itu ada juga bidang kesehatan dan lingkungan hidup, pengembangan ekonomi, dakwah serta penelitian dan pengembangan atau Litbang.

Siti Efi Farhati

"Yang pasti, seluruh bidang ini telah dipasrahkan kepada para kader yang memiliki basic pengetahuan dan keterampilan yang memadai," tandasnya. Kompetensi yang diperoleh dari latarbelakang pendidikan serta provesi yang tengah digeluti adalah beberapa pertimbangan yang menjadi ukuran bagi kepengurusan sesuai bidang yang ada.

Ketua PC Fatayat NU periode kedua ini menandaskan bahwa terdapat banyak kader potensial dengan berbagai latar belakang yang dihimpun dalam kepengurusannya. "Pertimbangan utama adalah kepengurusan yang mau bekerja dan mengabdi, bukan semata memiliki titel berderet dan kebanggaan lain," tarangnya. Karena itu, sebelum masuk di kepengurusan, upaya seleksi bagi komitmen untuk mengabdi menjadi kata kunci, lanjutnya.

Salah seorang jajaran pengurus di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini sangat bangga ternyata semakin banyak perempuan aktivis yang berkenan bergabung di kepengurusan PC Fatayat NU Jombang. "Kodrat sebagai perempuan domestik yang berkutat dengan kegiatan kerumahtangaan ternyata tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berkhidmat kepada umat," bangganya.

Di tengah tempaan dan godaan jaman yang semakin kompleks, Ning Ema berharap "Semoga kepengurusan yang ada bisa lebih optimal dalam mengabdi dan mampu memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat khususnya perempuan muda NU di seluruh pelosok kota santri ini," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Mustasyar PBNU KH Ma‘ruf Amin menerima penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengukuhan gelar kehormatan baru baginya, dilangsungkan di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, kompleks UIN Syahid Jakarta, Sabtu (5/5).

KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin Terima Anugerah Gelar Doktor Kehormatan

Penganugerahan gelar kehormatan diberikan secara simbolis oleh Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syahid Jakarta. Sekurangnya 600 orang baik dari kalangan akademisi maupun umum, turut hadir menyaksikan pengukuhan gelar kehormatan bagi Kiai Ma‘ruf. Tepuk tangan mereka, menggema di ruang auditorium kampus tersebut saat penyerahan gelar simbolis berlangsung.

Sidang Senat Terbuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 5 Mei 2012, memutuskan bahwa Kiai yang menduduki posisi Mustasyar PBNU ini layak menerima Gelar Doktor Kehormatan.

Siti Efi Farhati

“Kiai Ma‘ruf Amin adalah seorang ulama yang cemerlang dalam ilmu Hukum Ekonomi Syariah dan motor penggerak Ekonomi Syariah Indonesia,” ungkap Atho Mudzhar dalam pidato sambutannya selaku promotor I.

Siti Efi Farhati

Menurut M Amin Suma, Promotor II, penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan bagi Kiai Ma‘ruf hingga tindak lanjut penganugerahan hari ini, sudah diusulkan sejak Januari 2011 lalu.

“Penganugerahan Doktor HC ini lebih bisa dipertanggungjawabkan dari banyak sisinya, bila kurang tepat dinyatakan dari semua seginya. Termasuk dari segi yuridis adaministratif, di samping terutama dari sudut pandang pertimbangan ilmiah akademik dan kepatutan lainnya,” tegas Amin Suma.

Lebih-lebih dari sisi pandang jasa-jasa besar dan luar biasa KH Ma‘ruf Amin melalui pengabdian dan ilmu pengetahuannya kepada umat dan masyarakat, serta kepada agama, nusa, dan bangsa Indonesia, tandas Amin Suma.

Sebanyak 37 karangan bunga yang berisikan ucapan selamat, berjajar menghiasi muka gedung auditorium sehingga menutupi sebagian gedung rektorat yang berhadapan dengan ruang dimana acara berlangsung. Ucapan selamat dalam karangan bunga, dikirim oleh kolega, kampus, dan sejumlah instansi yang mengikuti jejak kiprah KH. Ma‘ruf Amin.

Acara ditutup dengan doa. Sebelum doa, rektor UIN Syahid Jakarta mengetuk palu sebanyak 3 kali. Dengan ketukan palu di atas mejanya, ia mengatakan bahwa Sidang Senat Terbuka UIN Syahid Jakarta secara resmi ditutup berbarengan dengan ketukan palu.

Usai sidang ditutup, sekurangnya 20 Dewan Senat Terbuka meninggalkan ruangan dengan mengucapkan selamat bagi KH. Ma‘ruf Amin. Akhirnya, Kiai Ma‘ruf yang masih keturunan Syekh Nawawi Albantani ini, mesti rela mengulurkan tangan menyambut seratus lebih antrean pengunjung yang ingin mengucapkan selamat padanya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis     : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU, Syariah, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Sidoarjo, Siti Efi Farhati. Bencana puting beliung yang melanda Desa Terungkulon dan Keboharan Krian beberapa hari lalu, masih menyisahkan rasa trauma bagi warga terutama bagi anak-anak. Untuk mengobati rasa itu, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sidoarjo melakukan pemulihan psikis anak-anak korban puting beliung di Desa Terung Kulon dengan memberikan motivasi spiritual dan mengajak mereka bermain, Ahad (19/2).

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Ketua PC ISNU Sidoarjo, Sholehuddin menyampaikan bahwa sedikit anak-anak yang tidak masuk sekolah karena masih trauma atas kejadian yang mencekam beberapa waktu yang lalu. Karena itu, PC ISNU Sidoarjo memutuskan program pemulihan kejiwaan para korban, mengingat hal ini belum ada yang menangani, padahal ini persoalan serius.

Ia menegaskan bahwa, setiap musibah itu datang dari Allah SWT. Sebagai hamba-Nya yang beriman, harus menerima ujian itu dengan penuh kesabaran, karena Allah bersama dan cinta orang-orang yang sabar.

"Yakinlah, ada hikmah di balik setiap musibah. Semoga dengan kesabaran kita, Allah SWT membalas dengan berlipat lipat pahala dan kebaikan," katanya.

Siti Efi Farhati

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, selain logistik, kesehatan dan recovery bangunan yang rusak adalah pemulihan psikis korban yang alami trauma. Oleh sebab itu, kegiatan yang digagas oleh ISNU Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari anak-anak terutama Kepala Desa setempat.

Kegiatan pemulihan psikis akibat trauma pasca bencana yang bertajuk Ceria Bersama ISNU itu diikuti sekitar 70 anak. Mereka benar-benar menikmati kegiatan dengan penuh keceriaan. Pasalnya, tim trauma center ISNU yang dikoordinir oleh M Nuh, bersama anggotanya, menyajikan berbagai permainan, dari tanpa alat sampai dengan permainan dengan menngunakan alat. Tepuk tanga dengan variasi, latihan konsentrasi, mencari kelompok, dan lain sebagainya.

Di akhir sesi, acara ditutup dengan istighfar dan doa sebagai refleksi. Dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan berupa alat-alat tulis dan snack, yang diserahkan oleh Ketua ISNU Sidoarjo, Sholehuddin dan diserahkan kepada tokoh pemuda Desa Terung Kulon, Dartok yang mewakili Kepala Desa setempat. Dengan diiringi Shalawat Badar, seluruh bingkisan diserahkan oleh PC ISNU Sidoarjo kepada perwakilan kades. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati RMI NU, Kyai Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock