Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

London, Siti Efi Farhati

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, Islam Indonesia bersifat demokratis dan toleran.

"Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai peran untuk menunjukan kepada dunia bahwa dalam Islam, demokrasi dan toleransi dapat beriringan," kata Jokowi, dalam pertemuan dengan Cameron, di Kantor PM Inggris, London, Selasa. 

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

Menurut Jokowi, Indonesia akan senang membagi pengalaman itu kepada negara lain termasuk Inggris.

Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi dirinya untuk mengunjungi London untuk mengapresiasi kunjungan Cameron ke Jakarta, pada 2015.

"Inggris adalah mitra utama Indonesia. Kunjungan saya kali ini akan digunakam untuk memperkuat ekonomi kreatif dan mengembangkan industri kreatif kita," katanya. 

Siti Efi Farhati

Sementara itu Cameron mengatakan, Indonesia sebagai negara terbesar ketujuh ekonomi 2030 di dunia dan keempat terbesar dan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia merupakan mitra vital bagi Inggris. 

"Kami juga berdiskusi soal kemitraan ekonomi di mana Inggris negara terbesar ke lima berinvestasi di Indonesia dan ekspor kami berkembang," kata Cameron.

Siti Efi Farhati

Ia menyebutkan jumlah WNI yang belajar di Inggris juga berkembang. 

"Saya juga mengumumkan beberapa perjanjian bisnis penting hari ini. Saya juga akan mendiskusikan perjanjian kemitraan CEPA antara Indonesia dan UE. Inggris mendukung kuat soal ini," katanya.

Dia juga mendiskusikan bagaimana mengatasi ekstremisme dan terorisme global dan Indonesia memiliki peran kunci untuk dimainkan. 

"Saya sangat terkesan dengan yang kami lihat dalam pendekatan Indonesia terhadap ekstremisme dan terorisme tetapi juga meneguhkan Islam sebagai agama yang damai," katanya.

Menurut dia, bagaimana Islam diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia adalah model yang bisa dicontoh dunia dan Indonesia harus memainkan peran terdepan untuk menyebarkannya. 

"Saya juga mengucapkan kedukaan atas kejadian di Jakarta dan tempat lain. Mereka merupakan korban tak bersalah dari serangan terorisme mematikan di beberapa tempat. Kerja sama kontraterorisme Indonesia dan Inggris semakin meningkat," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, PonPes, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Lampung Tengah, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung menggelar Safari Ramadhan 1438 H di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Dusun Banyuwangi, Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (11/6). Safari ke pesantren ini merupakan kegiatan perdana Ansor ? Lampung Tengah masa khidmat 2016 – 2020.?

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono mengatakan, bahwa Tujuan safari ke pesantren pimpinan KH Ahmad Karimullah salah satunya adalah untuk lebih mendekatkan kembali Ansor dengan pesantren.

“ Dan yang tidak kalah penting adalah kami ngalap barokah dengan poro Kiai yang ada disini,” katanya menyampaikan.?

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Saryono menambahkan, Ansor dan pesantren tidak bisa dipisahkan, karena pendiri Ansor memang adalah dari kalangan pesantren. “Dan Banser bertugas menjaga ulama dalam mengembangkan ajaran Aswaja,” imbuhnya.?

KH Ahmad Karimullah selaku pengasuh pesantren Bumi Sholawat ? menyambut baik kegiatan safari PC GP Ansor Lampung Tengah. Dikatakannya, silaturahim pengurus Ansor diharapkan tidak hanya berhenti pada agenda Safari di bulan Ramadhan saja, namun bisa dalam bentuk lain, seperti agenda pengkaderan Ansor dan Banser. ?

Siti Efi Farhati

“Terus terang saja jika ada agenda tahunan seperti Haflah Akhirussanah di pondok pesantren ini selalu melibatkan kader Banser dari Kecamatan Bekri, belum dari kader Banser dari wilayah kecamatan sendiri,” tuturnya.

Kedepan, lanjut Gus Mad sapaan akrab KH Ahmad Karimullah sanri pesanren Bumi Sholawat bisa dilibatkan dalam kegiatan pengkaderan.

“ Mudah-mudahan diwaktu yang akan datang, jika PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Diklaktsar Banser dan PKD Ansor santri-santri Bumi Sholawat akan ikut berpartisipasi,” ? tuturnya.

Disela-sela akhir Safari Ramadhan keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah memberikan santunan kepada 15 anak yatim piatu dan cindera mata satu gulung karpet untuk Mushola Pesantren Bumi Sholawat.?

Hadir dalam agenda tersebut; Kiai Ahmad Bahrudin (ustadz Pesantren Bumi Sholawat), Harmono, S.H.I (Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah), Kiai Sholihin (Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Khozinatul Ulum Seputih Banyak), pengurus ranting NU, dan puluhan santri putra dan santri putri dan masyarakat sekitar pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban. (Akhmad Syarief Kurniawan/ Muslim Abdurrahman)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Khutbah, PonPes Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni

Magelang, Siti Efi Farhati. Pengasuh pesantren API Tegalrejo KH M Yusuf Chudlori mengadakan pertemuan bersama tokoh lintas agama dan sejumlah seniman Magelang. Mereka menggelar acara Suran Tegalrejo Jamasan Alam dengan pertunjukan beragam kesenian di halaman studio Fast FM Tegalrejo, Rabu (18/11) malam.

Panitia Penyelenggara Sholahuddin Ahmed  mengatakan, Suran Tegalrejo kali ini merupakan yang ke-7. Pada pertemuan kali ini, sejumlah kesenian ditampilkan seperti Obros dari Salaman Magelang, pementasan grup musik Jodho Kemil, pementasan wayang Gunung, pementasan ketoprak ringkes Tjap Tjonthong, kesenian dari Mantran Ngablak, dan Wonolelo Bandongan Magelang.

Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni

"Ada yang istimewa, Ketoprak diramaikan oleh pelawak kondang Marwoto Kewer, Den Baguse Ngarso. Untuk orasi budaya oleh oleh presiden lima gunung Sutanto Mendut. Sedangkan doa dan seruan damai oleh Gus Yusuf," papar Udin di sela acara.

Siti Efi Farhati

Sementara Gus Yusuf mengatakan, hari ini masyarakat sedang bersedih di saat musibah demi musibah terjadi silih berganti baik bencana asap hingga aksi kekerasan termasuk kekerasan di Paris beberapa hari lalu. Meskipun lokasinya jauh, namun bila tidak segera menghentikan, kekerasan tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi di antara warga kita.

“Sebab itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk  seruan dari masyarakat gunung untuk menghentikan aksi kekerasan dan terus-menerus mengampanyekan perdamaian. Kita tidak bosan menyerukan perdamaian, sebagaimana mereka yang tidak pernah bosan untuk melakukan tindak kekerasan," kata Gus Yusuf.

Siti Efi Farhati

Acara cukup semarak, warga Tegalrejo dan sekitarnya antusias mengikuti acara itu. Tampak hadir Pendeta Lereng Merapi Romo Kirjito, Tokoh Tionghoa Yefta Tandio, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman dan Om Bam. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ulama, Olahraga, PonPes Siti Efi Farhati

Sabtu, 27 Januari 2018

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta KH. Asy’ari Abta menilai, Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh istiqamah dalam memelihara posisi NU agar sesui dengan landasan dan garis perjuangannya.

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

“Kiai Sahal itu adalah seorang kiai yang sangat konsisten. Bahkan beliau tidak segan memarahi orang-orang yang melanggar khittah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya usai memimpin tahlilan pada peringatan tujuh hari wafatnya Kiai Sahal di Gedung PWNU DIY, Rabu (29/1) malam.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tanfidiyah PWNU DIY KH Zuhdi Mudlor mengatakan bahwa Kiai Sahal adalah seorang ulama besar dan panutan. Ia dinilai sebagai ulama yang sedikit bicara tapi banyak bekerja.?

Siti Efi Farhati

“Beliau itu pemimpin NU yang bisa jadi pemersatu. Dan nyatanya bisa menjaga Khittah NU secara konsisten,” pujinya kepada Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Siti Efi Farhati

Acara tahlil tujuh harinya untuk Kiai Sahal dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU DIY. KH. Asy’ari Abta mengatakan bahwa PWNU DIY sudah berniat pergi ke Pati saat mendengar kabar Kiai Sahal Wafat, tetapi karena musibah banjir yang memutus akses jalan, akhirnya niat tersebut diurungkan.

“Kami insyaallah akan tetap berencana tindakan? (pergi) ke dalemnya Kiai Sahal, entah itu nanti 40 harinya atau kapan. Semoga tidak ada halangan lagi,” tandasnya.

Acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut di hadiri oleh jajaran PWNU DIY. Usai tahlil bersama, acara kemudian dilanjutkan dengan evaluasi tentang kepengurusan PWNU DIY belakangan ini. (Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, Siti Efi Farhati. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

Siti Efi Farhati

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

Siti Efi Farhati

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah, Nusantara, PonPes Siti Efi Farhati

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

Wonosobo, Siti Efi Farhati. Ada yang istimewa pada acara Lailatul Ijtima dan Mujahadah rutin Warga NU Wonosobo, Jawa Tengah yang digelar pada Jumat (2/10) lalu. Acara rutin yang diselenggarakan oleh PCNU Wonosobo setiap Jumat Wage malam tersebut diawali dengan mujahadah yang diimami oleh Habib Ahmad Al-Athas dan dilanjutkan ramah tamah Pengurus Cabang dan warga NU Wonosobo.

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

Pada kesempatan muwada’ah (ramah tamah) tersebut, Bupati Wonosobo yang memasuki akhir masa jabatannya, Kholiq Arif, menyempatkan diri berpamitan dengan warga NU Wonosobo. Di hadapan warga NU, bupati menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari NU.?

"Saya mohon maaf atas kinerja saya selama 10 tahun jika belum bisa bermanfaat penuh bagi NU. Dan saya sangat berterimakasih sekali atas dukungan NU selama ini, sehingga program pemerintah dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Siti Efi Farhati

Dalam sambutannya, wakil ketua sekaligus pelaksana harian ketua PCNU, H Musofa menyampaikan apresiasi atas kinerja Bupati Wonosobo. "Suasana kondusif dan toleransi masyarakat yang tercipta merupakan prestasi tersendiri, warga NU Wonosobo mengucapkan terima kasih, semoga menjadi amal ibadah tersendiri bagi Pak Kholiq," pungkasnya.

Kholiq Arif, adalah bupati yang telah menjabat selama 2 (dua) periode. Latar belakang keluarganya adalah tokoh penggiat NU di Wonosobo. Saat ini dia juga menjabat Ketua PC ISNU Jawa Tengah. (Red: Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Setelah kemarin digelar di Kabupaten Ciamis, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda); dalam rangka knsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan DKM, akan digelar pula di Tasikmalaya, hari ini, Ahad (10/2).

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Acara akan dimulai pukul 09.00, dibuka amanat Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi. Kemudian dilanjutkan materi pertama Revitalisasi masjid untuk memperkuat struktur dan kultur NU; akan disampaikan Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani.

Kemudian materi fundrising (keuangan masjid) disampaikan KH Mansur Saeroji, pengembangan ekonomi masjid oleh Ir. Suaidi MM., database masjid oleh Sekretaris PP LTMNU KH Ibnu Hazen dan Ir. Soecipto, pentingnya sertifikasi wakaf nadzir NU dan tekniknya oleh KH Sholeh Qosim MM.

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang diagendakan berakhir pukul 17.00 tersebut bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”; diikuti 200 orang peserta dari Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

Rapimda tersebut terselenggara atas kerjasama PP LTMNU, PCNU Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan PT Sinde Budi Sentosa.

Siti Efi Farhati

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Quote, IMNU, PonPes Siti Efi Farhati

Kamis, 04 Januari 2018

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Oleh M. Alim Khoiri

--Menjelang muktamar ke-33 NU yang rencananya akan dilaksanakan di kota Jombang, 1-5 Agustur 2015, sudah banyak pekerjaan rumah yang menanti. Dengan jargon “NKRI harga mati”, NU tak hanya dituntut untuk mampu mengawal keutuhan dan kesatuan negeri tercinta, tetapi juga harus mampu mengatasi persoalan-persoalan kecil ‘rumah tangga’ yang jika terus menerus diabaikan justeru akan merusak kesatuan dan keutuhan internal NU.

‘Kerikil’ terbaru NU saat ini adalah munculnya fenomena “NU Garis Lurus”. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatasnamakan “NU Garis Lurus” ini tak segan-segan mencaci kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan Kang Said pun tak lepas dari serangan mereka.

Di dunia maya, “NU Garis Lurus” ini populer melalui media sosial facebook dan jejaring sosial twitter dengan nama akun “NU GARIS LURUS”. Mereka juga terkenal lewat situs pejuangislam.com yang diasuh oleh ust. Luthfi Bashori. Tak hanya mendaku sebagai pejuang Islam atau NU Garis Lurus, kelompok ini juga mengklaim sebagai etafet pemikiran dakwah Sunan Giri. Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham-faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalisme atau faham “Syi’ahisme”. Menurut mereka, faham-faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip-prinsip ‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU.

Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Paradigma “NU Garis Lurus” yang berusaha untuk ‘meluruskan’ NU dari faham-faham yang mereka anggap bengkok ini, sebetulnya sah-sah saja. Hanya, masalahnya ada pada cara berdakwah. Jika kelompok “NU Garis Lurus” ini mengaku sebagai pewaris perjuangan dakwah Sunan Giri, maka mestinya mereka berkaca pada beliau dalam beberapa hal;

Pertama, sejarah mencatat bahwa, dakwah Sunan Giri banyak melalui berbagai metode, mulai dari pendidikan, budaya sampai pada politik. Dalam bidang pendidikan misalnya, beliau tak segan mendatangi masyarakat secara langsung dan menyampaikan ajaran Islam. Setelah kondisi dianggap memungkinkan beliau mengumpulkannya melalui acara-acara seperti selametan atau yang lainnya, baru kemudian ajaran Islam disisipkan dengan bacaan-bacaan tahlil maupun dzikir. Dengan begitu, masyarakat melunak hingga pada akhirnya mereka memeluk Islam. Kanjeng Sunan Giri tidak mengenal metode dakwah dengan cara mencela atau bahkan menghina.

Kedua, dalam bidang budaya kanjeng Sunan Giri juga memanfaatkan seni pertunjukan yang menarik minat masyarakat. Beliau juga dikenal sebagai pencipta tembang Asmaradhana, Pucung, Cublak-cublak suweng dan Padhang bulan. Lalu tentu saja beliau masukkan nilai-nilai keislaman di dalamnya. Itu semua dilakukan kanjeng Sunan demi tersebarnya ajaran Islam yang damai. Kanjeng Sunan -sekali lagi- tidak mengajarkan metode berdakwah dengan saling mencemooh atau menghujat mereka yang tak sependapat.

Siti Efi Farhati

Ketiga, di bidang politik, kanjeng Sunan Giri dikenal sebagai seorang raja. Dalam menjalankan kekuasaannya, beliau tak pernah berlaku otoriter dan semaunya sendiri. Beliau selalu menggunakan cara-cara persuasif untuk menarik minat masyarakat terhadap ajaran Islam. Beliau tidak mencontohkan strategi dakwah dengan cara mencaci maki mereka yang tidak sefaham.

Wa ba’du, Terlepas dari apakah “NU Garis Lurus” ini memang betul-betul berasal dari kalangan nahdliyyin ataukah sekedar ulah oknum yang tak bertanggung jawab, yang jelas supaya betul-betul lurus, “NU Garis Lurus” mesti mengubah gaya dakwahnya yang cenderung ekstrim itu. “NU Garis Lurus” juga harus bisa memahami bahwa di dalam tubuh NU selalu penuh dinamika. Perbedaan pendapat menjadi sesuatu yang biasa dan berbeda jalan pemikiran adalah hal yang niscaya. Jika “NU Garis Lurus” terus bersikukuh dengan strategi kerasnya, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Alih-alih mendaku sebagai kelompok “NU Garis Lurus”, yang ada mereka justeru menjadi “NU Garis Keras”. Wallahu a’lam.

M. Alim Khoiri, warga NU tinggal di Kediri

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

Di tengah pembicaraan kami mengenai riwayat hidup dan pengabdiannya bersama NU, Syaibani (79 tahun) sedikit mengenang masa mudanya, kala ia pernah terlibat bersama kawan-kawannya dalam sebuah kegiatan yang dikenal dengan nama “Missi Islam”.

“Missi Islam ini didirikan oleh Pak Idham (KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU tahun 1952-1984, red) sekitar tahun 1961,” kenang Syaibani, saat ditemui di rumahnya, di daerah Pucangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

KH Idham Chalid, sebagai pendiri lembaga Missi Islam menjadi ketua, didampingi H Anshary Syams (Sekretaris I) dan Danial Tandjung (Sekretaris II).

Missi Islam ini, lanjut Syaibani merupakan sebuah lembaga yang pendiriannya bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader muda NU untuk dikirimkan berdakwah ke daerah-daerah transmigrasi atau daerah-daerah minus Islam.

“Ketika itu saya sebagai staf pribadi KH Fattah Yasin, ditunjuk untuk menjadi salah satu koordinator. Gemblengan banyak dilakukan di pusat (Jakarta),” kata dia.

Tambahan data yang penulis peroleh dari sumber lain, angkatan pertama Missi Islam dikirim ke Irian Jaya, menjelang Pepera (1961), sebanyak 8 orang. Angkatan selanjutnya menyebar ke Sorong, Merauke, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Gorontalo, NTT, Nias, dan sebagainya, dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

Siti Efi Farhati

“Beberapa dari para kader bahkan ada yang sukses mendirikan pesantren dan menetap di tempat ia dikirimkan,” ungkap Syaibani.

Banyak jasa yang berhasil ditorehkan lembaga ini. Di antara tokoh-tokoh NU yang pernah aktif di Lembaga Missi Islam adalah KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, Anshary Syams, H. Danial Tanjung, Mr Suparman, Djawahir, Hisyam Zaini, dr Fahmi D Saifuddin, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Nuril Huda, Slamet Effendy Yusuf, Abdullah Syarwani, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Wawancara H Ahmad Syaibani Ilham (2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, PonPes, Pendidikan Siti Efi Farhati

Selasa, 02 Januari 2018

Maulid NU Sukoharjo Dibarengkan Pelantikan Muslimat

Sukoharjo, Siti Efi Farhati. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sukoharjo menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Sukoharjo, Kamis (22/1) malam. Meskipun turun hujan, tak membuat langkah para jamaah surut untuk menghadiri acara yang dibarengi dengan pelantikan Muslimat NU Sukoharjo.

Maulid NU Sukoharjo Dibarengkan Pelantikan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid NU Sukoharjo Dibarengkan Pelantikan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid NU Sukoharjo Dibarengkan Pelantikan Muslimat

Menurut Sekretaris PCNU Sukoharjo Lasimin, “Acara malam ini semoga bisa menjadi ‘Genderang NU’. Semangat NU kita gelorakan di hati, kibarkan ijo-ijo genderane NU untuk NKRI,” terang Lasimin.

Usai tahlilan yang dipimpin Ketua JATMAN Sukoharjo KH Choirul Anwar, jamaah membaca bersama Maulid Shimtud Dhuror. Pembacaan Shimtud Dhuror makin semarak diiringi tabuhan grup rebana dari MWCNU Sukoharjo. Para Ibu dari Muslimat pun ikut mememeriahkan dengan menabuh rebana.

Siti Efi Farhati

Maulid akbar kali ini menghadirkan Habib Muhammad bin Ahmad Vad’aq dari Bekasi sebagai penceramah. Tampak hadir dalam kerumunan jamaah Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo KH Ahmad Baidhowi, Ketua PCNU Sukoharjo H Nagib Sutarno.

Dalam ceramahnya, Habib Muhammad bin Ahmad Vad’aq mengajak untuk memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, RMI NU Siti Efi Farhati

Senin, 01 Januari 2018

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Jakarta, Siti Efi Farhati
Muslimat NU akan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus merupakan Harlah ke 57 di Istora Senayan. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh 15 ribu orang mengambil tema “Meningkatkan persaudaraan Kebangsaan Membangun Indonesia Damai Sejahtera.”

Dalam acara tersebut KH Hasyim Muzadi, Gubernur DKI H. Sutiyoso, dan KH Abdullah Gymnastiar akan hadir, dan akan dimeriahkan dengan hiburan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama dan Dewi Yul.

Kegiatan ini memiliki momentum strategis dalam rangka melakukan refleksi, koreksi, dan introspeksi terhadap kiprah muslimat dewasa ini agar ke depan lebih maksimal dan optimal guna turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya untuk kaum perempuan.

Khusus untuk menyambut peringatan Maulut Nabi Muhammad Saw dan Harlah ke 57, Muslimat DKI telah melaksanakan berbagai kegiatan pra harlah, antara lain memberikan santunan bagi anak yatim dan pengobatan cuma-cuma bagi warga yang tergolong mustda’fin wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan lain yang bersifat kemeriahan juga dilakukan seperti lomba tumpeng, gerak jalan sehat dan berbagai kegiatan lainnya. Disamping itu telah digalang kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) propinsi DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi kesetaraan dan keadilan jender.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati RMI NU, PonPes Siti Efi Farhati

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Selasa, 12 Desember 2017

Rusia Tak Merasa Perlu "Pilkada"

Washington, Siti Efi Farhati
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tidak memerlukan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) agar dikatakan sebagai negara demokratis."Prinsip penunjukan kepala-kepala derah bukanlah tanda kurangnya demokrasi," kata Presiden Putin dalam wawancara dengan televisi CBS dalam program "60 Menit"-nya, hari Sabtu.
  
Putin menyampaikan sikapnya tersebut menjawab pertanyaan mengenai prinsip yang diterapkan Moskow dalam memilih para kepala daerah. Putin mengatakan adalah salah jika cara-cara penunjukan seorang kepala daerah dikatakan tidak demokratis karena buktinya India, negara demokratis terbesar di dunia, ternyata memakai sistem penunjukan untuk para gubernur negara-negara bagiannya. "India disebut-sebut sebagai demokrasi terbesar dunia, tapi gubernur-gubernurnya selalu (orang-orang) yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat, dan tak seorangpun yang mempertentangkan bahwa India bukan negara demokrasi," kata Putin.
  
Wawancara CBS dengan Putin menyangkut demokratisasi Rusia itu terjadi pada saat Moskow dan Washington semakin memperlihatkan sikap bertentangan dalam hal ini. Presiden George W. Bush berulangkali mengatakan perlunya Rusia semakin mendemokrasikan diri.
 
Kesempatan wawancara itu digunakan Putin untuk secara tajam mengingatkan AS agar jangan mengajari Rusia soal demokrasi, atau memaksakan demokratisasi. "Amerika harus melihat dulu kekurangan-kekurangannya sendiri dalam berdemokrasi, sebelum mengkritik Rusia." "AS juga jangan coba-coba untuk mengekspor demokrasinya, sebagaimana yang sedang diupayakannya terhadap Irak," kata Putin yang menegaskan ia akan terus melakukan penunjukkan kepala-kepala daerah secara langsung, dan itu juga tetap demokrasi dari titik pandang Rusia.
  
Pemimpin Rusia itu bahkan menyampaikan apa-apa yang dipandangnya sebagai kekurangan dalam sistem demokrasi di AS sendiri, termasuk apa yang disebut sistem pemilihan umum. "Di Amerika Serikat, anda mula-mula memilih sejumlah pemilih dan kemudian mereka melakukan voting untuk menentukan kandidat-kandidat presiden. Di Rusia, Presiden dipilih langsung oleh seluruh rakyat, itu malah mungkin justru lebih demokratis," kata Putin.
 
Sebagai bukti, Putin mengingatkan empat tahun lalu terjadi masalah dengan pemilihan presiden di AS di mana akhirnya seorang presiden diputuskan oleh pengadilan, yang artinya melibatkan sistem hukum ke dalam proses tersebut. "Tapi kami tak akan mengendus-endus sistem demokrasi anda karena terserah rakyat Amerika saja," kata Putin yang juga mengungkit kembali proses yang ditempuh AS (di PBB) yang dikatakannya tidak demokratis karena memaksakan kehendak dan berangkat sendiri untuk memerangi Irak.

CBS, mengutip Putin, menyimpulkan bahwa demokrasi tidak bisa diekspor ke tempat-tempat lain karena (demokrasi) haruslah produk dari perkembangan urusan dalam negeri suatu masyarakat tertentu sendiri. (cbs/atr/cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Rusia Tak Merasa Perlu Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Rusia Tak Merasa Perlu Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Rusia Tak Merasa Perlu "Pilkada"

Kamis, 07 Desember 2017

Tujuh Ratus Peserta IIFIS Saksikan Pertunjukan Wayang Orang

Solo, Siti Efi Farhati. Sebanyak tujuh ratus peserta IIFIS, menikmati suguhan lakon wayang orang di panggung pentas Taman Balekambang, jalan Balekembang Lor nomor 3, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (17/7) malam. Lakon wayang orang tersebut memainkan cerita klasik ‘Subali-Sugriwa’.

Tujuh Ratus Peserta IIFIS Saksikan Pertunjukan Wayang Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Ratus Peserta IIFIS Saksikan Pertunjukan Wayang Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Ratus Peserta IIFIS Saksikan Pertunjukan Wayang Orang

Sekitar tujuh ratusan peserta IIFIS, The First International Islamic Financial Inclusion Summit ini, berasal dari pelbagai wilayah dalam dan luar negeri. Mereka adalah pengurus BMT, koperasi, lembaga asuransi, perbankan, dan segenap pihak yang terlibat dalam pengembangan perekonomian.

“Mereka harus mendapatkan penyegaran pikiran di sela workshop dan konferensi internasional IIFIS,” ungkap Fatkhul Maskur, Ketua Panitia IIFIS kepada Siti Efi Farhati usai pertunjukan berlangsung tepat 22.38 di gerbang wisata Taman Balekambang.

Siti Efi Farhati

Menurut Fatkhul, pada siang itu ratusan peserta hanya mengikuti sesi I workshop dan konferensi internasional IIFIS dengan tema ‘Akses LKM Syariah dengan Produk Non-bank’. Sedangkan panitia menyediakan empat sesi dimana ketiga sesi terakhir akan dilanjutkan pada hati berikutnya dengan tema yang berbeda.

Lepas santap malam, mereka bergerak menuju panggung pertunjukan pukul 20.30 malam. Dengan segera, mereka mengisi tribun kecil yang mengitari panggung. Mereka langsung menyaksikan pertunjukan wayang orang sesudah tiga seniman lawak, mengocok habis perut peserta dengan tingkah, logika, dan ‘kekonyolan’.

Siti Efi Farhati

Dalam mementaskan aksi konyol, tiga pelawak ini ditemani iringan grup ‘Ketoprak Ngampung’ yang dipimpin Ki Jeliteng,” kata Budi, anggota grup Ketoprak Ngampung kepada Siti Efi Farhati di tepi panggung usai pementasan.

Pertunjukan wayang orang berlangsung segera menyusul sesudah tiga seniman lawak menghilang di balik panggung. Manusia bertubuh kera dan sapi, membuka acara dengan meluapkan amarah satu sama lain. Berlanjut setelah itu, perkelahian besar saudara terjadi antara Subali-Sugriwa. Mereka diiringi oleh Metabudaya, grup  sendratari Surakarta.

Sebelum menyaksikan pertunjukan tersebut, para peserta disuguhi makan malam di pekarangan Taman Balekambang. Di meja bundar dan kursi yang tersedia, mereka menyantap hidangan yang tersedia. Alunan musik campur sari dan lagu Bengawan Solo, menemani makan malam itu.

Sejumlah pejabat daerah dan seniman meramaikan pagelaran pentas tersebut. Nusron Wahid, ketua umum PP GP. Ansor, Joko Widodo, walikota Surakarta, dan Ahmad Dhani tampak hadir di tengah keramaian peserta IIFIS.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, PonPes, Kiai Siti Efi Farhati

Selasa, 05 Desember 2017

PBNU Panggil Anggota DPR dari NU untuk Bantu Korban Lapindo

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanggil sejumlah anggota DPR RI dan DPRD yang berlatar belakang NU, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (12/6). Para wakil rakyat tersebut diminta untuk membantu menuntaskan kasus semburan lumpur panas Lapindo, di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain, Lukman Hakim Saifudin, Soelaeman Fadli, Mahfudloh Ali Ubaid, Mahsusoh Tosari Wijaya, Imron Rofii (Fraksi PPP), Abdullah Azwar Anas, Khofifah Indar Parawansa (Fraksi PKB), Ichwan Syam (Fraksi Golkar), Muhamad Hasib Wahab (Fraksi PDIP).

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta kepada para anggota legislatif itu untuk bekerja keras menyelasaikan kasus akibat bencana lumpur panas yang telah melumpuhkan perekonomian Jatim tersebut, terutama para korbannya yang hingga kini nasibnya masih terkatung-katung.

PBNU Panggil Anggota DPR dari NU untuk Bantu Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Panggil Anggota DPR dari NU untuk Bantu Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Panggil Anggota DPR dari NU untuk Bantu Korban Lapindo

“Saya minta, kita semua bekerja keras dengan niat tulus membantu mereka (korban Lapindo). Kalau tidak tulus, saya tidak mau. Jangan ada yang bermanuver politik untuk kepentingan pribadi, jangan ada yang carmuk (cari muka), jangan ada yang makelaran atau berbisnis bencana,” pinta Hasyim.

Sebab, kata Hasyim, warga korban lumpur Lapindo, saat ini disulitkan dan trauma oleh ulah para ‘makelar’ atau pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan bencana tersebut untuk kepentingan ekonomis-pribadi semata. Akibatnya, para korban sudah tidak percaya lagi pada siapa pun dan pihak mana pun, termasuk pemerintah sendiri.

PBNU sendiri, ujar mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu, akan melakukan silaturrahim dengan berbagai pihak untuk mencari jalan keluar bagi penanganan dan penuntasan bencana yang sudah berlangsung satu tahun tersebut.

Siti Efi Farhati

“PBNU akan melakukan silaturrahim dengan berbagai pihak; pemerintah atau lembaga-lembaga negara, organisasi kemasyarakatan lainnya dan warga korban Lapindo. Tujuannya untuk mencari solusi terbaik bagi masalah ini,” ungkap Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jatim, itu.

Siti Efi Farhati

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Cabang NU Sidoarjo Abdul Manaf menjelaskan, warga trauma dengan ulah makelar bencana yang seolah-olah ingin membantu padahal hanya memanfaatkan keadaan saja.

?

"Warga berharap ada langkah cepat untuk membantu mengatasi mereka," kata Manaf.

Dia mengungkapkan, warga korban lumpur terbagi atas tiga kelompok. Mereka adalah yang meminta ganti rugi 100 persen, meminta relokasi sementara namun tidak mau tanah mereka dijual, dan yang meminta relokasi dengan ganti rugi. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Kajian Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

Pembeda Mahasiswa dan Kambing Itu Buku

Bandung Barat,Siti Efi Farhati. Media massa memainkan peranan penting dalam kehidupan umat manusia. Bukan hanya pada kehidupan sekarang. Jauh di masa lalu, literatur sudah memiliki peranan yang sangat menentukan gerak kehidupan politik, sosial dan kebudayaan.

"Karena itu aktivis pergerakan harus mengenal dekat media massa. Harus bisa juga memainkan peranan sebagai jurnalis, syukur-syukur bisa membuat media sendiri untuk kepentingan pergerakan. Lebih hebat lagi kalau nanti memiliki media besar," ujar Faiz Manshur, inisiator Gerakan Kewargaan (Civic-Islam) di hadapan peserta Seminar Nasional: Pelatihan Kader Lanjut Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) se-Jabar Barat, Jumat 4/12/2015 di Balai Diklat Lembang Kabupaen Bandung Barat.

Pembeda Mahasiswa dan Kambing Itu Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembeda Mahasiswa dan Kambing Itu Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembeda Mahasiswa dan Kambing Itu Buku

Menurut Faiz, tradisi menulis harus diperkuat di kalangan aktivis pergerakan. Sebab jika aktivis tidak mampu menulis itu akan menyiksa pikiran karena dalam urusan pergerakan sosial atau politik akan selalu butuh media massa sebagai alat pergerakan.

Siti Efi Farhati

"Sejarah pergerakan semenjak zaman nabi-nabi hingga masa nation-state berlanjut era demokrasi sekarang ini selalu lekat dengan literatur. Berdirinya Indonesia juga tak lepas dari peran jurnalis seperti Mas Marcokartodikromo, Tirto Adhi Soerjo, dan lain sebagainya. Bahkan organisasi NU bisa tampil sebagai kekuatan civil-society juga karena peran para jurnalis," ujarnya memotivasi.

Siti Efi Farhati

Pada kelompok NU, Faiz mengisahkan bahwa salah seorang jurnalis seperti Mahbub Djunaidi sangat menonjol dalam memajukan NU. Sekalipun saat itu media massa hanya dibaca segelintir orang, tapi kecermelangan pemikiran Mahbub, menjadikan NU memiliki wibawa yang besar di pentas nasional. Demikian juga apa yang dilakukan Gus Dur atau Gus Mus dengan karya-karyanya terbukti mampu menjadikan NU menjadi garda depan gerakan intelektual dan yang lebih penting lagi mereka mampu mendorong generasi selanjutnya tertarik dalam urusan jurnalistik. "Jadi kalau ada aktivis NU tidak suka menulis, barangkali itu kader yang tidak ingin NU maju," ujarnya.

Aktivis dan Kambing

Faiz Manshur juga menyarankan agar para aktivis jangan sebatas jadi aktivisme yang hobi bergiat organisasi tapi melupakan tanggung jawab intelektual dengan menggumuli bacaan. Hobi membaca pun tidak menjadikan syarat untuk menjadi penulis yang mahir lebih-lebih jika aktivis itu tidak mau membaca karya bermutu.

"Pasti lebih repot. Jangan sembarang membaca karena sekarang bacaan banyak yang sekadar informasi instan yang tidak memiliki gizi untuk perbaikan kualitas pemikiran," terangnya.

Terkait dengan urusan membaca ini secara khusus, Faiz Manshur, menekankan kepada para aktivis mahasiswa karena bacaan dan karya tulis itulah yang akan menjadi nilai lebih dirinya sebagai sosok di masyarakat.

"Ciri-ciri aktivis yang baik itu bangun pagi terus mandi. Habis mandi tengok kandang kambing. Lalu lihatlah di kandang itu. Ada buku enggak? Kalau tidak, maka jangan sampai kamarmu tidak ada buku. Sebab yang membedakan mahasiswa dengan kambing itu buku," ujarnya disambut tawa peserta. (Yus Makmun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes Siti Efi Farhati

Rabu, 15 November 2017

Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. KH Masdar Farid Mas’udi, Rais Syuriyah PBNU mengatakan, masjid mempunyai fungsi sosial (hablumminannas) yang diwujudkan dengan adanya serambi masjid, sebagai tempat berbagai pertemuan dan aktifitas sosial.

Demikian disampaikannya dalam kegiatan bahstul masail atau pembahasan masalah keagamaan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Bantul bersama Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masjid (P3M) di masjid Ar-Ridla, Ngrukem, Pendowoharjo, Bantul, Senin dan Selasa (27-28/5).

Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid

KH Masdar Farid Mas’udi menjelaskan secara gamblang terkait fungsi masjid dan filosofinya. Ia mengatakan bahwa kegiatan memakmurkan masjid merupakan usaha untuk “mengembalikan kekayaan yang hilang”.

Siti Efi Farhati

Menurutnya, masjid berbeda dengan tempat-tempat ibadah lain. Masjid mempunyai satu tempat yang disebut serambi.

“Ini adalah bentuk filosofi hablumminannas. Sedangkan dengan tempat ibadah yang lainya tidak ada serambinya, itu menandakan bahwa tempat ibadah tersebut hanya berfungsi hablumminallah atau hanya hubungan dengan tuhannya,” tambahnya.

Siti Efi Farhati

Sementara itu bahtsul masail yang dihadiri perwakilan komunitas takmir masjid se-Bantul itu membahas hasil diskusi yang dilakukan oleh komunitas masjid selama dua kali. 

“Dari dua pertemuan, pertemuan pertama adalah untuk membahas tentang bagaimana masjid dapat memakmurkan masyarakat. Sedangkan pada pertemuan kedua yang dihadiri oleh pemerintah desa, itu membahas terkait review Musrenbangdes,” ungkap salah satu takmir masjid Ar-Ridlo, Ngrukem, Musthofa.

Dalam bahstul masail, perwakilan dari takmir masjid mempresentasikan hasil diskusinya di masjid masing-masing. “Ada 5 perwakilan dari takmir masjid yang mempresentasikan hasil diskusinya pada bahstul masail kali ini,” ujar moderator dan pengurus P3M, Abdullah Sastrawi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sholikhin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Minggu, 12 November 2017

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU

Mojokerto, Siti Efi Farhati - Halal bihalal merupakan salah satu tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang masih terawat hingga saat ini. Demikian pula yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Untuk menyolidkan hubungan antarorgan di lingkungan NU, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jetis Mojokerto mengajak kader untuk bersilaturahim ke kediaman pimpinan badan otonom (banom) NU yang ada kecamatan setempat.

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU

Para anggota organisasi pelajar ini antara lain mengunjungi pimpinan Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU, ketua MWCNU, serta alumni pimpinan IPNU-IPPNU pada periode sebelumnya.

Saat dikunjungi, Maslihul Amin selaku Ketua Ishari NU Kecamatan Jetis sempat melempar canda kepada kader NU. "Pemuda NU iku seng penting obah (pemuda NU itu yang penting gerak)," ujarnya, Kamis (29/6).

Siti Efi Farhati

Menurutnya, sebagai generasi penerus kepengurusan NU, para pemuda harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Jika sejak muda sudah terjun langsung menghadapi masyarakat dengan berbagai macam karakter, diharapkan nantinya ketika sudah dewasa benar-benar bisa menempatkan dirinya di mana pun dia berada.

Siti Efi Farhati

"Semoga tali persaudaraan ini tetap terjaga, dan juga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus bisa memperjuangkan NU sehingga bisa melanjutkan perjuangan ulama terdahulu," imbuhnya. (Nuruddin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Nasional Siti Efi Farhati

Sabtu, 28 Oktober 2017

Ada Unsur Penipuan dalam Pembelian Lahan Pabrik Semen

Rembang, Siti Efi Farhati. Tanah yang rencananya akan dibangun untuk digunakan lahan berdirinya pabrik semen PT Semen Indonesia menurut pengakuan Sutinah, peserta aksi penolakan berdirinya pabrik semen, dibeli dengan cara tidak benar.

Pasalnya, menurut Sutinah, para perangkat Desa yang menjadi makelar pembelian tanah itu menjelaskan bahwa lahan seluas 900 hektar itu, akan menjadi tempat yang akan digunakan pengembangan pohon jarak. Hal itu diungkapkan Sutinah, Sabtu (28/6).

Ada Unsur Penipuan dalam Pembelian Lahan Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Unsur Penipuan dalam Pembelian Lahan Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Unsur Penipuan dalam Pembelian Lahan Pabrik Semen

Sutinah menjelaskan, bahwa perangkat Desa Tegaldowo turun kerumah warga untuk mencari lahan dengan menjelaskan lahan di beli untuk ditanami pohon jarak, dan warga Desa Tegaldowo sebagai pengelolalnya, bukan orang lain.

Siti Efi Farhati

"Lahan itu nanti akan digunakan untuk menanam pohon jarak, yang juga kalian yang akan menjadi pengelolanya, tutur Sutinah dalam bahasa Jawa, menirukan perkataan salah seorang perangkat yang menjadi makelar tanah untuk meyakinkan para warga agar bersedia merelakan tanahnya.

Selain itu, mereka memberikan harga yang menurut warga yang menggelar aksi, tidak pantas sama sekali. Padahal menurut warga lain yang ada ditempat aksi menambahkan, sebagian perangkat yang tidak di sebutkan namanya mendatanginya dengan mengatakan bahwa tanah tetangganya sudah dijual, padahal itu tidak. “Saya merasa dibohongi,” terangnya kepada Siti Efi Farhati.

Siti Efi Farhati

"Ada pejabat Desa, yang mendatangi saya dengan meyakinkan saya bahwa tanah milik tetangga saya sudah di jual. Sayapun percaya dengan apa yang dikatakan Mas" setelah mengetahui itu tidak dilakukan sayapu menyesal karena telah di bohongi perangkat Desa saya sendiri.

Ada juga pernyataan warga yang menyatakan, bahwa ada perangkat yang menyatakan, ? jika warga tidak menjual tanahnya, maka tanah mereka akan hilang terkena dampak proyek. (Ahmad Asmui/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Tegal Siti Efi Farhati

Sabtu, 09 September 2017

Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk

Jombang, Siti Efi Farhati. Sejumlah kegiatan kian diintensifkan demi menggerakkan jam’iyah.  Ramadhan justru sebagai media efektif untuk menyapa jamaah dan kepengurusan di level paling bawah.

Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk

Setidaknya ada empat program unggulan yang dijalankan PCNU Jombang selama bulan suci ini. “Ada rukyatul hilal, pelatihan kader, dakwah radio serta safari Ramadhan,” kata Sekretaris PCNU Jombang, Muslimin Abdillah kepada Siti Efi Farhati (18/7).

Untuk lokasi kegiatan rukyatul hilal dipusatkan di Tuban. “Namun karena kemarin dapat dipastikan tidak ada perbedaan, maka kegiatan rukyatul hilal untuk awal Ramadhan tidak diselenggarakan,” katanya. “Namun untuk penentuan awal Syawal akan kami lakukan,” lanjutnya.

Siti Efi Farhati

Sedangkan kegiatan selanjutnya adalah pelatihan kader. “Akan kami laksanakan di aula Rumah Sakit Nahdlatul Ulama,” kata aktifis Al-Haraka ini. Kegiatan yang akan diikuti sejumlah fungsionaris MWC NU se-Kabupaten Jombang ini berlangsung dua hari yakni 24-25 Juli.

Yang menjadi pertimbangan utama kegiatan ini adalah bagaimana pengurus di tingkat bawah yakni Majelis Wakil Cabang dapat menggerakkan kepengurusan di tingkat pengurus Ranting. 

Siti Efi Farhati

“Karena basis atau ujung tombak kegiatan NU adalah di tingkat desa atau ranting,” tandasnya. 

Selama ini banyak kegiatan jamaah yang dilakukan secara suka rela tanpa sentuhan para pengurus di tingkat desa. 

“Mereka dengan kesadaran sendiri mendirikan, mengelola dan mempertahankan kegiatan tahlilan, yasinan manakiban dan sejenisnya tanpa pernah disapa pengurus tingkat Ranting,” sesalnya.

Karena itu diharapkan dengan kegiatan ini akan muncul kesadaran dari pengurus di tingkat kecamatan untuk turun dan mengerakkan kepengurusan di tingkat desa atau Ranting. 

Sedangkan kegiatan berikutnya adalah dakwah radio. “Kegiatan ini sudah terlaksana sejak awal Ramadhan lalu dengan menggandeng Radio Suara Warga,” ungkapnya. Radio tersebut selama ini dimiliki dan dikelola oleh PC Lakpesdam NU Jombang. 

Kendati hanya sebagai radio komunitas dengan jangkauan siar yang tidak terlalu jauh, namun antusias pendengar untuk menikmati acara ini cukup tinggi. Terbukti saat diadakan dialog interaktif, sangat banyak yang menanyakan berbagai masalah kepada narasumber yang sedang on air.  Kerjasama mengisi acara di radio berbeda juga dilakukan yakni Radio Suara Jombang.

Yang cukup menyita waktu dan tenaga adalah kegiatan safari Ramadhan. “Pengurus harian akan menyapa dua puluh empat MWC NU di seluruh Jombang,” katanya. Kegiatan berlangsung mulai tanggal 24/7 hingga 5/8. 

“Tentu jumlah dan komposisi pengurus harian yang akan turun gunung terjadual dan disebar secara merata,” terangnya.  

Diharapkan dengan menyapa langsung para pengurus MWC, maka akan ditemukan sejumlah persoalan organisasi yang menjadi kendala. Demikian juga akan diupayakan melakukan langkah-langkah terukur bila menjumpai sejumlah peluang yang dapat ditindaklanjuti. 

“Kita ingin menjemput bola berdasarkan masukan dari pengurus di tingkat bawah,” katanya.

Cak Muslimin, sapaan akrabnya menandaskan bahwa seluruh kegiatan ini sebagai amanah dari musyawarah kerja (musyker) PCNU Jombang yang dilaksanakan di PP Mambaul Ma’arif Denanyar tahun lalu. 

“Semua adalah sebagai amanah organisasi dan wajib untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya. Untuk rukyatul hilal  adalah sebagai manifestasi dari perintah PBNU yang menginstruksikan seluruh PCNU untuk melakukan hal tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Santri, PonPes Siti Efi Farhati

Jumat, 21 Juli 2017

PBNU-BNN Nyatakan Darurat Narkotika

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus harian PBNU menerima kunjungan rombongan Badan Nasional Narkotika (BNN) di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (21/10) sore. Mereka memperkuat kerja sama kedua pihak yang selama ini terjalin di tengah kondisi darurat narkotika.

“Kita punya 13.000 sekolah Ma’arif. Hampir bisa dipastikan pelajarnya tidak menggunakan narkotika. Tidak melakukan penyalahgunaan saja itu sudah merupakan pencegahan luar biasa,” kata Kang Said di hadapan para rombongan BNN.

PBNU-BNN Nyatakan Darurat Narkotika (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU-BNN Nyatakan Darurat Narkotika (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU-BNN Nyatakan Darurat Narkotika

Sementara Kepala BNN Budi Waseso menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan kerja sama pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan banom-banom NU seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU. Kini, Budi menambahkan, BNN tengah menjajaki kerja bareng dengan Lembaga Dakwah NU dan GP Ansor.

Siti Efi Farhati

“Narkotika di Indonesia ini sudah di titik darurat. Para Bandar tidak segan-segan melebarkan segmen pasar mereka kepada pelajar TK,” kata Budi yang didampingi rombongannya.

Mereka juga tengah menyiapkan kerja-kerja pencegahan berbasis keluarga selain pelajar, santri, dan para dai. “Kita juga bahkan menyasar tempat hiburan. Kita sudah ketemu Ahok untuk mewajibkan tempat hiburan ‘Bersih Narkotika’,” ujar Budi.

Siti Efi Farhati

Kedua pihak berencana menindaklanjuti kerja-kerja pencegahan berbasis keluarga dan berbasis masjid. Pertemuan diakhiri dengan pertukaran cendera antara kedua pihak. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, PonPes Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock