Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Pagelarang Wayang yang diadakan Pesantren Kaliopak selama 11 Malam, dengan 11 Lakon, dan 11 Dalang, telah resmi dibuka perwakilan Gubernur DIY, GBPH Yudhoningrat, yang merupakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY, Senin (30/09) malam, di Alun-alun Utara Yogyakarta. 

Pengasuh Pesantren Kaliopak, M. Jadul Maula, dalam sambutannya mengatakan, Pagelaran Wayang tahun ini memang sedikit berbeda dengan Pagelaran Wayang pada tahun 2011 dahulu. 

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

“Jika tahun 2011 kita mengadakan Pagelaran Wayang selama 11 malam hanya di Alun-alun saja, maka tahun ini ada permintaan dari masyarakat agar Pagelaran Wayang diadakan secara bergilir meliputi seluruh kabupaten yang ada di Yogyakarta,” ujarnya di depan penonton.

Siti Efi Farhati

Oleh karena itu, lanjutnya, Pagelaran Wayang tahun ini diadakan di lima tempat, yakni Alun-alun Utara, Lapangan Prancak Panggungharjo Sewon, Lapangan Pesantren Pandanaran, Lapangan Piyungan, dan terakhir di Puro Pakualaman saat penutupan tanggal 10 Oktober 2013 nanti.

Pria yang akrab disapa Kang Jadul itu pun menambahkan, kegiatan Milenium Kalijaga tersebut rutin akan diadakan dua tahun sekali sebagai bentuk nguri-nguri (melestarikan) dan mempelajari ajaran leluhur, khususnya Sunan Kalijaga. Oleh karenanya, ia sekaligus memohon doa restu dan dukungan dari seluruh pihak agar ke depan kegiatan tersebut tetap dapat terlaksana.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, GBPH Yudhoningrat malam itu membacakan surat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam suratnya, Sultan HB X selaku Gubernur DIY begitu mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Kaliopak tersebut, agar seni dan budaya tetap terjaga. Selain itu, dengan adanya Pagelaran Wayang ajaran Sunan Kalijaga tersebut dipandang dapat menghibur masyarakat dengan budaya religi. 

Gubernur DIY dalam surat tersebut juga mengatakan akan pentingnya menjaga seni dan budaya sebagai warisan leluhur. Bahkan tidak hanya kelestariannya yang perlu dijaga, melainkan juga perkembangannya, karena seni dan budaya dapat mengasah ketajaman batin manusia.

Setelah membacakan surat Gubernur, acara dilanjutkan dengan penyerahan Wayang secara simbolis dari GBPH Yudhoningrat kepada Dalang Ki Suhar Cermo Djiwandono, sebagai tanda bahwa Pagelaran Wayang selam 11 malam ke depan telah resmi dibuka. 

Sebelumnya, penonton juga disuguhi penampilan Tarian dari Sulawesi Selatan yang dibawakan oleh 7 perempuan dan 2 laki-laki sebagai pengisi pra acara. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan Siti Efi Farhati

Minggu, 18 Februari 2018

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Jakarta, Siti Efi FarhatiAura kemeriahan peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terasa sejak Kamis (22/12) malam. Di lantai 2 gedung Sekolah Dasar Islam Tebuireng (SDIT) Ciganjur berlangsung reuni alumni Pesantren Ciganjur. Alumni yang tersebar di Jabodetabek telah merapat. Sementara yang di luar provinsi dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi haul.

Dr HM Luthfi Zuhdi, salah satu pengajar Tafsir dan Kajian Islam di pesantren tersebut, serta Pemangku Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan puluhan santri serta alumni khidmah mengikuti Tahlil dan Jagongan malam Jumat. Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim, Arif Rahman Hamid, juga tampak bahagia mengikuti "ritual malam Jumat" bersama para santri.

Dalam sambutannya, Luthfi Zuhdi mengatakan bahwa Gus Dur yang disebut banyak orang sebagai sosok kontroversial, bagi dia justru tidak demikian. “Bagi saya, Gus Dur bukan tokoh kontroversial. Biasa saja. Saya melihat justru memang seharusnya beliau begitu,” ujar Luthfi memulai pidatonya.

Sontak para santri yang duduk agak berjauhan dengan para sesepuh tersebut langsung merapat ke depan. Suara Luthfi Zuhdi tidak terlalu terdengar lantaran suasana ramai di kediaman Gus Dur.

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

“Gus Dur terlihat suka melawan gelombang dan arus besar. Gus Dur yang selalu mengatakan tidak ketika orang-orang berpendapat iya, dan sebaliknya. Beliau berbuat demikian karena hendak mengondisikan sebuah keseimbangan. Beliau memang diciptakan untuk keseimbangan di hampir semua urusan bangsa ini,” terang Ketua Pusat Studi Islam dan Timur Tengah UI ini.

Puncak acara haul yang digelar malam ini, Jumat, 23 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB ini bertema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Selain aneka kegiatan mulai khataman Al-Quran di beberapa masjid dan mushala di sekitar Ciganjur, sejumlah tokoh juga akan hadir bersama ribuan pecinta Sang Humanis ini. Misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus), A Syafii Maarif, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Lukman Hakim Saifuddin, Sabam Sirait, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida.

Sejak pagi, suara orang mengaji terdengar dari menara Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Para penghafal Quran di bawah tim JQH NU Depok tampak duduk khidmat melantunkan kitab suci. Dari menara Masjid Darussalam Cipedak yang hanya seperlemparan baru dari kediaman Presiden keempat RI ini juga terdengar aktivitas yang sama. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sholawat, Humor Islam, Pendidikan Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh

Malang, Siti Efi Farhati. Para pelajar SMA yang hafal Al-Qur’an mendapat perhatian khusus di SMA NU, Pakis, Malang. siswa-siswi yang berprestasi akan mendapatkan keringanan membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP), khusus siswa/i yang hafal al-Qur’an, mendapatkan beasiswa penuh, tanpa membayar SPP.

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh

Diantara siswa-siswi yang berprestasi, selain pelajar yang hapal Al-Qur’an adalah pelajar yang mendapatkan peringkat satu, dua hingga tiga.

“Selain untuk memprosikan Sekolah SMA NU, saya pikir sangat penting untuk memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk para hafizh-hafizhoh, kita tidak dapat mepungkiri jika semua ilmu datangnya dari Al-Qur’an,” ungkap Nanik Nurhayati, kepala SMA NU pada Siti Efi Farhati, Senin (29/04).

Siti Efi Farhati

Pengratisan SPP akan berlaku selama siswa masuk tahun ajaran pertama hingga lulus. Selain itu, Sekolah yang bertempat di Jalan Haji Mustofa 108, Malang ini memiliki 80 gedung dan Laboratorium IPA. Letaknya yang strategis dari pondok sekitarnya memudahkan para santri di pondok tersebut untuk sekolah di SMA NU.

Siti Efi Farhati

“Selain mencerdaskan dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang kami bidik secara serius, kami juga ingin menanamkan aswaja pada generasi bangsa yang sangat perlu untuk kehidupan mereka kelak” paparnya.

Tidak hanya proses belajar mengajar, beberapa ekskul (kkstrakurikuler) seperti Mading, al-Banjari, Thetre, Pencak silat juga digalakkan, “Kami ingin mencetak Islam yang kompetitif, beraliran ahlussunnah,  unggul dan profesional,” imbuhnya lagi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Quote Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo

Kendal, Siti Efi Farhati. Ida Alimatun Hidayat akhirnya terpilih menjadi ketua Fatayat NU ranting Trimulyo, Kec. Sukorejo, Kendal, Jateng setelah dalam rapat anggota yang digelar di gedung TK Muslimat NU setempat  berhasil menperoleh dukungan mayoritas dari sahabat-sahabatnya, belum lama ini.



Ida Alimatun  Pimpin Fatayat NU Trimulyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo

Rapat Anggota yang juga dirangkai dengan Harlah Fatayat NU ke 58 itu  dihadiri oleh ketua Pengurus Ranting (PR) Muslimat NU Trimulyo Suwarti dan ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Sukorejo Fuadah.serta anggota Fatayat NU se-desa Trimulyo.

Dalam sambutannya ketua demisioner PR Fatayat NU, Romdlonah, S.Ag mengaku telah menyiapkan kader-kadernya untuk bisa meneruskan estafet kepemimpinan di tubuh Fatayat Trimulyo. Romdhonah yang juga menjabat wakil sekretaris PAC Fatayat NU Kecamatan Sujorejo  juga berharap siapapun yang mendapat amanat dalam rapat anggaota diharapkan dapat menerimanya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Siti Efi Farhati

Sedangkan Fuadah dalam pengarahannya selaku ketua PAC Fatayat NU kecamatan Sukorejo berharap agar pengurus Fatayat NU bisa pandai membagi waktu antar tugasnya sebagai ibu rumah tangga dengan tugasnya sebagai pengurus Fatayat NU. Keduanya tidak boleh menelantarkan satu sama lainya.

Siti Efi Farhati

Diakui oleh Fuadah,  usia-usia Fatayat adalah usia yang sangat rawan karena rata-rata anggota Fatayat masih memiliki Balita (bawah lima tahun) yang membutuhkan perhatian ektra. Oleh karenanya ia berharap jika mengikuti kegiatan Fatayat hendaknya semua pekerjaan rumah (PR ) sudah beres, sehingga baik anak maupun suami  akan ikhlas mengikuti kegiatan Fatayat, terang Fuadah yang juga bidan desa itu. 

Dalam sambutannya ketua baru Fatayat NU Trimulyo Ida Alimatun Hidayat berjanji akan meneruskan program-program Fatayat terdahulu dan  dan merealisasikan progaram dulu yang  belum sempat terealisasi.

Munculnya sebagai ketua fatayat NU ranting Trimulyo ini merupakan penampilan perdananya setelah sekian lama tidak aktif di organisasi di lingkungan NU karena urusan keluarga. Sebelumnya Ida Alimatun pernah menjabat sebagai ketua PAC IPPNU kecamatan Sukorejo. Kemudian sempat menenggelamkan diri karena untuk urusan pribadinya.(frj)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Sunnah, Pendidikan, Lomba Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi!

Solo, Siti Efi Farhati. Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah ditetapkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu terus memicu kecaman dan penolakan dari masyarakat di berbagai daerah.

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi!

Sejumlah aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Gerakan Masyarakat Solo (Gemas) turut menyuarakan tuntutan mereka dalam aksi longmarch yang digelar pada Kamis (2/10).

Massa aksi mulai berjalan dari Kampus UNS Mesen di Jalan Urip Sumoharjo pukul 10.00 WIB menuju Bundaran Gladag Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah. Dengan membawa berbagai spanduk bertuliskan penolakan terhadap UU Pilkada, mereka juga mengajak masyarakat untuk mengisi formulir gugatan yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Siti Efi Farhati

Ketua Umum PMII Cabang Kota Solo yang juga sebagai menjadi Koordinator Aksi, Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya menegaskan dengan adanya UU Pilkada yang mengatur pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD mengindikasikan bahwa masyarakat bakal diajak bernostalgia dengan rezim orde baru yang gemar mengebiri hak rakyat.

“Selama 32 tahun rakyat dibungkam dan berbagai haknya dikebiri. Tanpa pandang bulu, siapapun yang berani menentang pandangan pimpinan orde baru tersebut langsung ‘disikat’. Sedangkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) justru makin merajalela,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Selain itu, menurutnya hal tersebut akan menodai reformasi 1998 yang dicita-citakan membawa perubahan Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, berdaulat, demokratis, dan bermartabat.

“16 tahun pascareformasi, Indonesia yang terus belajar dan mengembangkan demokrasi untuk menuju nilai-nilai Pancasila yang ideal, justru akan dibuat mundur kembali oleh elite politik di negeri ini,” paparnya.

Dalam aksi tersebut, disampaikan pula pernyataan sikap, yang antara lain mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak disahkannya UU Pilkada. “Kembalikan kedaulatan dan peran rakyat dalam demokrasi,” tegas Rodif. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Nahdlatul, RMI NU Siti Efi Farhati

Minggu, 07 Januari 2018

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Jakarta, Siti Efi Farhati - Jihad dengan peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah peperangan untuk mempertahankan hak kehidupan masyarakat Muslim yang diserang lebih dahulu. Selain itu perang juga dilakukan untuk membela kaum yang lemah.

Ini berbeda pada zaman sekarang di mana soal keamanan dunia sudah diatur oleh PBB sehingga tidak mungkin lagi terjadi penyerangan terhadap umat Muslim seperti pada masa dahulu.

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Demikian disampaikan Prof Dr Ahmed Ad-Dawoody dalam diskusi Tashwirul Afkar yang digagas Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (29/7) sore.

Siti Efi Farhati

Ahmed memaparkan hal yang perlu ditunjukkan umat Islam adalah mempertahankan esksistensi diri umat Islam, namun bukan untuk menyerang kaum non-Muslim. Tentang jihad banyak ayat yang membicarakan dalam perspektif hukum Islam. Salah satunya pada Al-Quran Surat At-Taubah ayat 9.

Sayangnya, kata Ahmed, para penafsir melakukan hal yang mereka anggap sebagai aksi jihad melihat ayat ini hanya secara sepotong-sepotong. Padahal dalam menafsirkan suatu ayat seseorang harus paham tata aturan bahasa Arab dan aturan penafsiran lainnya. Itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

Ahmed menambahkan, suatu hukum harus menyesuaikan waktu (masa) dan tempat. Aturan tentang perang juga perlu mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya.

Siti Efi Farhati

Aturan hukum tentang perang menjadi hal yang penting dalam hubungan umat Islam baik dengan sesama umat Islam, umat Islam dan non-Muslim, umat Islam dalam suatu negara, dan antarnegara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan, Kyai, Quote Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

Di tengah pembicaraan kami mengenai riwayat hidup dan pengabdiannya bersama NU, Syaibani (79 tahun) sedikit mengenang masa mudanya, kala ia pernah terlibat bersama kawan-kawannya dalam sebuah kegiatan yang dikenal dengan nama “Missi Islam”.

“Missi Islam ini didirikan oleh Pak Idham (KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU tahun 1952-1984, red) sekitar tahun 1961,” kenang Syaibani, saat ditemui di rumahnya, di daerah Pucangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

KH Idham Chalid, sebagai pendiri lembaga Missi Islam menjadi ketua, didampingi H Anshary Syams (Sekretaris I) dan Danial Tandjung (Sekretaris II).

Missi Islam ini, lanjut Syaibani merupakan sebuah lembaga yang pendiriannya bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader muda NU untuk dikirimkan berdakwah ke daerah-daerah transmigrasi atau daerah-daerah minus Islam.

“Ketika itu saya sebagai staf pribadi KH Fattah Yasin, ditunjuk untuk menjadi salah satu koordinator. Gemblengan banyak dilakukan di pusat (Jakarta),” kata dia.

Tambahan data yang penulis peroleh dari sumber lain, angkatan pertama Missi Islam dikirim ke Irian Jaya, menjelang Pepera (1961), sebanyak 8 orang. Angkatan selanjutnya menyebar ke Sorong, Merauke, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Gorontalo, NTT, Nias, dan sebagainya, dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

Siti Efi Farhati

“Beberapa dari para kader bahkan ada yang sukses mendirikan pesantren dan menetap di tempat ia dikirimkan,” ungkap Syaibani.

Banyak jasa yang berhasil ditorehkan lembaga ini. Di antara tokoh-tokoh NU yang pernah aktif di Lembaga Missi Islam adalah KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, Anshary Syams, H. Danial Tanjung, Mr Suparman, Djawahir, Hisyam Zaini, dr Fahmi D Saifuddin, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Nuril Huda, Slamet Effendy Yusuf, Abdullah Syarwani, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Wawancara H Ahmad Syaibani Ilham (2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, PonPes, Pendidikan Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock