Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

London, Siti Efi Farhati

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, Islam Indonesia bersifat demokratis dan toleran.

"Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai peran untuk menunjukan kepada dunia bahwa dalam Islam, demokrasi dan toleransi dapat beriringan," kata Jokowi, dalam pertemuan dengan Cameron, di Kantor PM Inggris, London, Selasa. 

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

Menurut Jokowi, Indonesia akan senang membagi pengalaman itu kepada negara lain termasuk Inggris.

Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi dirinya untuk mengunjungi London untuk mengapresiasi kunjungan Cameron ke Jakarta, pada 2015.

"Inggris adalah mitra utama Indonesia. Kunjungan saya kali ini akan digunakam untuk memperkuat ekonomi kreatif dan mengembangkan industri kreatif kita," katanya. 

Siti Efi Farhati

Sementara itu Cameron mengatakan, Indonesia sebagai negara terbesar ketujuh ekonomi 2030 di dunia dan keempat terbesar dan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia merupakan mitra vital bagi Inggris. 

"Kami juga berdiskusi soal kemitraan ekonomi di mana Inggris negara terbesar ke lima berinvestasi di Indonesia dan ekspor kami berkembang," kata Cameron.

Siti Efi Farhati

Ia menyebutkan jumlah WNI yang belajar di Inggris juga berkembang. 

"Saya juga mengumumkan beberapa perjanjian bisnis penting hari ini. Saya juga akan mendiskusikan perjanjian kemitraan CEPA antara Indonesia dan UE. Inggris mendukung kuat soal ini," katanya.

Dia juga mendiskusikan bagaimana mengatasi ekstremisme dan terorisme global dan Indonesia memiliki peran kunci untuk dimainkan. 

"Saya sangat terkesan dengan yang kami lihat dalam pendekatan Indonesia terhadap ekstremisme dan terorisme tetapi juga meneguhkan Islam sebagai agama yang damai," katanya.

Menurut dia, bagaimana Islam diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia adalah model yang bisa dicontoh dunia dan Indonesia harus memainkan peran terdepan untuk menyebarkannya. 

"Saya juga mengucapkan kedukaan atas kejadian di Jakarta dan tempat lain. Mereka merupakan korban tak bersalah dari serangan terorisme mematikan di beberapa tempat. Kerja sama kontraterorisme Indonesia dan Inggris semakin meningkat," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, PonPes, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Lampung Tengah, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung menggelar Safari Ramadhan 1438 H di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Dusun Banyuwangi, Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (11/6). Safari ke pesantren ini merupakan kegiatan perdana Ansor ? Lampung Tengah masa khidmat 2016 – 2020.?

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono mengatakan, bahwa Tujuan safari ke pesantren pimpinan KH Ahmad Karimullah salah satunya adalah untuk lebih mendekatkan kembali Ansor dengan pesantren.

“ Dan yang tidak kalah penting adalah kami ngalap barokah dengan poro Kiai yang ada disini,” katanya menyampaikan.?

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Saryono menambahkan, Ansor dan pesantren tidak bisa dipisahkan, karena pendiri Ansor memang adalah dari kalangan pesantren. “Dan Banser bertugas menjaga ulama dalam mengembangkan ajaran Aswaja,” imbuhnya.?

KH Ahmad Karimullah selaku pengasuh pesantren Bumi Sholawat ? menyambut baik kegiatan safari PC GP Ansor Lampung Tengah. Dikatakannya, silaturahim pengurus Ansor diharapkan tidak hanya berhenti pada agenda Safari di bulan Ramadhan saja, namun bisa dalam bentuk lain, seperti agenda pengkaderan Ansor dan Banser. ?

Siti Efi Farhati

“Terus terang saja jika ada agenda tahunan seperti Haflah Akhirussanah di pondok pesantren ini selalu melibatkan kader Banser dari Kecamatan Bekri, belum dari kader Banser dari wilayah kecamatan sendiri,” tuturnya.

Kedepan, lanjut Gus Mad sapaan akrab KH Ahmad Karimullah sanri pesanren Bumi Sholawat bisa dilibatkan dalam kegiatan pengkaderan.

“ Mudah-mudahan diwaktu yang akan datang, jika PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Diklaktsar Banser dan PKD Ansor santri-santri Bumi Sholawat akan ikut berpartisipasi,” ? tuturnya.

Disela-sela akhir Safari Ramadhan keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah memberikan santunan kepada 15 anak yatim piatu dan cindera mata satu gulung karpet untuk Mushola Pesantren Bumi Sholawat.?

Hadir dalam agenda tersebut; Kiai Ahmad Bahrudin (ustadz Pesantren Bumi Sholawat), Harmono, S.H.I (Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah), Kiai Sholihin (Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Khozinatul Ulum Seputih Banyak), pengurus ranting NU, dan puluhan santri putra dan santri putri dan masyarakat sekitar pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban. (Akhmad Syarief Kurniawan/ Muslim Abdurrahman)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Khutbah, PonPes Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni

Magelang, Siti Efi Farhati. Pengasuh pesantren API Tegalrejo KH M Yusuf Chudlori mengadakan pertemuan bersama tokoh lintas agama dan sejumlah seniman Magelang. Mereka menggelar acara Suran Tegalrejo Jamasan Alam dengan pertunjukan beragam kesenian di halaman studio Fast FM Tegalrejo, Rabu (18/11) malam.

Panitia Penyelenggara Sholahuddin Ahmed  mengatakan, Suran Tegalrejo kali ini merupakan yang ke-7. Pada pertemuan kali ini, sejumlah kesenian ditampilkan seperti Obros dari Salaman Magelang, pementasan grup musik Jodho Kemil, pementasan wayang Gunung, pementasan ketoprak ringkes Tjap Tjonthong, kesenian dari Mantran Ngablak, dan Wonolelo Bandongan Magelang.

Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Serukan Damai Dunia lewat Seni

"Ada yang istimewa, Ketoprak diramaikan oleh pelawak kondang Marwoto Kewer, Den Baguse Ngarso. Untuk orasi budaya oleh oleh presiden lima gunung Sutanto Mendut. Sedangkan doa dan seruan damai oleh Gus Yusuf," papar Udin di sela acara.

Siti Efi Farhati

Sementara Gus Yusuf mengatakan, hari ini masyarakat sedang bersedih di saat musibah demi musibah terjadi silih berganti baik bencana asap hingga aksi kekerasan termasuk kekerasan di Paris beberapa hari lalu. Meskipun lokasinya jauh, namun bila tidak segera menghentikan, kekerasan tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi di antara warga kita.

“Sebab itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk  seruan dari masyarakat gunung untuk menghentikan aksi kekerasan dan terus-menerus mengampanyekan perdamaian. Kita tidak bosan menyerukan perdamaian, sebagaimana mereka yang tidak pernah bosan untuk melakukan tindak kekerasan," kata Gus Yusuf.

Siti Efi Farhati

Acara cukup semarak, warga Tegalrejo dan sekitarnya antusias mengikuti acara itu. Tampak hadir Pendeta Lereng Merapi Romo Kirjito, Tokoh Tionghoa Yefta Tandio, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman dan Om Bam. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ulama, Olahraga, PonPes Siti Efi Farhati

Sabtu, 27 Januari 2018

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta KH. Asy’ari Abta menilai, Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh istiqamah dalam memelihara posisi NU agar sesui dengan landasan dan garis perjuangannya.

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

“Kiai Sahal itu adalah seorang kiai yang sangat konsisten. Bahkan beliau tidak segan memarahi orang-orang yang melanggar khittah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya usai memimpin tahlilan pada peringatan tujuh hari wafatnya Kiai Sahal di Gedung PWNU DIY, Rabu (29/1) malam.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tanfidiyah PWNU DIY KH Zuhdi Mudlor mengatakan bahwa Kiai Sahal adalah seorang ulama besar dan panutan. Ia dinilai sebagai ulama yang sedikit bicara tapi banyak bekerja.?

Siti Efi Farhati

“Beliau itu pemimpin NU yang bisa jadi pemersatu. Dan nyatanya bisa menjaga Khittah NU secara konsisten,” pujinya kepada Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Siti Efi Farhati

Acara tahlil tujuh harinya untuk Kiai Sahal dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU DIY. KH. Asy’ari Abta mengatakan bahwa PWNU DIY sudah berniat pergi ke Pati saat mendengar kabar Kiai Sahal Wafat, tetapi karena musibah banjir yang memutus akses jalan, akhirnya niat tersebut diurungkan.

“Kami insyaallah akan tetap berencana tindakan? (pergi) ke dalemnya Kiai Sahal, entah itu nanti 40 harinya atau kapan. Semoga tidak ada halangan lagi,” tandasnya.

Acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut di hadiri oleh jajaran PWNU DIY. Usai tahlil bersama, acara kemudian dilanjutkan dengan evaluasi tentang kepengurusan PWNU DIY belakangan ini. (Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, Siti Efi Farhati. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

Siti Efi Farhati

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

Siti Efi Farhati

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah, Nusantara, PonPes Siti Efi Farhati

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

Wonosobo, Siti Efi Farhati. Ada yang istimewa pada acara Lailatul Ijtima dan Mujahadah rutin Warga NU Wonosobo, Jawa Tengah yang digelar pada Jumat (2/10) lalu. Acara rutin yang diselenggarakan oleh PCNU Wonosobo setiap Jumat Wage malam tersebut diawali dengan mujahadah yang diimami oleh Habib Ahmad Al-Athas dan dilanjutkan ramah tamah Pengurus Cabang dan warga NU Wonosobo.

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

Pada kesempatan muwada’ah (ramah tamah) tersebut, Bupati Wonosobo yang memasuki akhir masa jabatannya, Kholiq Arif, menyempatkan diri berpamitan dengan warga NU Wonosobo. Di hadapan warga NU, bupati menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari NU.?

"Saya mohon maaf atas kinerja saya selama 10 tahun jika belum bisa bermanfaat penuh bagi NU. Dan saya sangat berterimakasih sekali atas dukungan NU selama ini, sehingga program pemerintah dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Siti Efi Farhati

Dalam sambutannya, wakil ketua sekaligus pelaksana harian ketua PCNU, H Musofa menyampaikan apresiasi atas kinerja Bupati Wonosobo. "Suasana kondusif dan toleransi masyarakat yang tercipta merupakan prestasi tersendiri, warga NU Wonosobo mengucapkan terima kasih, semoga menjadi amal ibadah tersendiri bagi Pak Kholiq," pungkasnya.

Kholiq Arif, adalah bupati yang telah menjabat selama 2 (dua) periode. Latar belakang keluarganya adalah tokoh penggiat NU di Wonosobo. Saat ini dia juga menjabat Ketua PC ISNU Jawa Tengah. (Red: Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Setelah kemarin digelar di Kabupaten Ciamis, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda); dalam rangka knsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan DKM, akan digelar pula di Tasikmalaya, hari ini, Ahad (10/2).

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Acara akan dimulai pukul 09.00, dibuka amanat Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi. Kemudian dilanjutkan materi pertama Revitalisasi masjid untuk memperkuat struktur dan kultur NU; akan disampaikan Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani.

Kemudian materi fundrising (keuangan masjid) disampaikan KH Mansur Saeroji, pengembangan ekonomi masjid oleh Ir. Suaidi MM., database masjid oleh Sekretaris PP LTMNU KH Ibnu Hazen dan Ir. Soecipto, pentingnya sertifikasi wakaf nadzir NU dan tekniknya oleh KH Sholeh Qosim MM.

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang diagendakan berakhir pukul 17.00 tersebut bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”; diikuti 200 orang peserta dari Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

Rapimda tersebut terselenggara atas kerjasama PP LTMNU, PCNU Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan PT Sinde Budi Sentosa.

Siti Efi Farhati

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Quote, IMNU, PonPes Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock