Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Siti Efi Farhati yang terhormat. Pada Rabu (20/4) siang, saya menyaksikan acara Aswaja TV yang salah satu poin bahasannya adalah "Tidak semua bid‘ah itu adalah dhalalah (sesat)."

Saya mau meminta penjelasan lebih lanjut perihal kriteria seseorang boleh membuat bidah hasanah. Berikutnya saya mohon diberikan contoh-contoh yang termasuk bidah hasanah. Demikian mohon penjelasannya. Terima kasih. (Sukron Mamun)

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah

Jawaban

Siti Efi Farhati

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman dan pembaca di mana pun berada, semoga selalu dirahmati Allah swt. Pada kesempatan ini kita mencoba melihat hadits-hadits Rasulullah SAW yang berkaitan dengan bid‘ah. Kita akan mengawalinya dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai berikut ini.

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»?

Artinya, “Dari Jabir bin Abdullah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW dalam khothbahnya bertahmid dan memuji Allah SWT. Lalu Rasulullah SAW berkata, ‘Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang Allah sesatkan jalan hidupnya, maka tiada yang bisa menunjuki orang tersebut ke jalan yang benar. Sungguh, kalimat yang paling benar adalah kitab suci. Petunjuk terbaik adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW. seburuk-buruknya perkara itu adalah perkara yang diada-adakan. Setiap yang diada-adakan adalah bid‘ah. Setiap bid‘ah itu sesat. Setiap kesesatan membimbing orang ke neraka,’” (Lihat Ahmad bin Syu‘aib bin Ali Al-Khurasani, Sunan An-Nasai, Maktab Al-Mathbu‘at Al-Islamiyah, Aleppo, Cetakan Kedua, tahun 1986 M/ 1406 H).

Untuk memahami hadits riwayat An-Nasai, kita perlu menyandingkannya dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan di Shahih Bukhari sebagai berikut.

? ? ? ? ?: "? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "?": "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?". ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? "?".

Artinya, “Ucapan Rasulullah SAW ‘Setiap bid‘ah itu sesat’ secara bahasa berbentuk umum, tapi maksudnya khusus seperti keterangan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, ‘Siapa saja yang mengada-ada di dalam urusan kami yang bukan bersumber darinya, maka tertolak’. Riwayat kuat menyebutkan Imam Syafi’i berkata, ‘Perkara yang diada-adakan terbagi dua. Pertama, perkara baru yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunah Rasul, pandangan sahabat, atau kesepakatan ulama, ini yang dimaksud bid‘ah sesat. Kedua, perkara baru yang baik-baik tetapi tidak bertentangan dengan sumber-sumber hukum tersebut, adalah bid‘ah yang tidak tercela,’” (Lihat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal, Halaman 206).

Imam Syafi’i dalam keterangan di atas jelas membuat polarisasi antara bid‘ah yang tercela menurut syara’ dan bid‘ah yang tidak masuk kategori sesat. Pandangan Imam Syafi’i kemudian dipertegas oleh ulama Madzhab Hanbali, Ibnu Rajab Al-Hanbali sebagai berikut.

? ? ? ? ?: ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnu Rajab Al-Hanbali mengatakan, ‘Yang dimaksud bid‘ah sesat itu adalah perkara baru yang tidak ada sumber syariah sebagai dalilnya. Sedangkan perkara baru yang bersumber dari syariah sebagai dalilnya, tidak termasuk kategori bid‘ah menurut syara’/agama meskipun masuk kategori bid‘ah menurut bahasa,’” (Lihat Ibnu Rajab Al-Hanbali pada Syarah Shahih Bukhari).

Perihal hadits Rasulullah SAW itu, Guru Besar Hadits dan Ulumul Hadits Fakultas Syariah Universitas Damaskus Syekh Mushtofa Diyeb Al-Bugha membuat catatan singkat berikut ini.

(?) ?. (? ?) ? ? ? ?. (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?). (?) ? ? ? ? ?]

Artinya, “Siapa saja yang mengada-ada (membuat hal baru) di dalam urusan (agama) kami (agama Islam) yang bukan bersumber darinya (tidak terdapat dalam Al-Quran atau sunah, tidak berlindung di bawah payung hukum keduanya atau bertolak belakang dengan hukumnya), maka tertolak (batil, ditolak, tidak diperhitungkan),’ (Lihat Ta’liq Syekh Mushtofa Diyeb Al-Bugha pada Jamius Shahih Al-Bukhari, Daru Tauqin Najah, Cetakan Pertama 1422 H, Juz IX).

Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam, ulama madzhab Syafi’i abad 7 H kemudian membuat rincian lebih detail perihal bid‘ah beserta contohnya seperti keterangan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Bid‘ah adalah suatu perbuatan yang tidak dijumpai di masa Rasulullah SAW. Bid‘ah itu sendiri terbagi atas bid‘ah wajib, bid‘ah haram, bid‘ah sunah, bid‘ah makruh, dan bid‘ah mubah. Metode untuk mengategorisasinya adalah dengan cara menghadapkan perbuatan bid‘ah yang hendak diidentifikasi pada kaidah hukum syariah. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kewajiban, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah wajib. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut keharaman, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah haram. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kesunahan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah sunah. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kemakruhan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah makruh. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kebolehan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah mubah. Bid‘ah wajib memiliki sejumlah contoh,” (Lihat Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam As-Salami, Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, Cetakan kedua, Tahun 2010, Juz II, Halaman 133-134).

Contoh bid‘ah wajib antara lain mempelajari ilmu nahwu (gramatika Arab) sebagai perangkat untuk memahami Al-Quran dan Hadits, mendokumentasikan kata-kata asing dalam Al-Quran dan Hadits, pembukuan Al-Quran dan Hadits, penulisan ilmu Ushul Fiqh. Sementara contoh bid‘ah haram adalah hadirnya madzah Qadariyah, Jabariyah, Murjiah, atau Mujassimah. Contoh yang dianjurkan adalah sembahyang tarawih berjamaah, membangun jembatan, membangun sekolah. Contoh bid’ah makruh adalah menghias mushhaf dengan emas. Sedangkan contoh bid’ah mubah adalah jabat tangan usai sembahyang subuh dan ashar, mengupayakan sandang, pangan, dan papan yang layak dan bagus. Contoh bid‘ah di Indonesia antara lain peringatan tahlil berikut hitungan hari-harinya, peringatan Isra dan Miraj dan lain sebagainya yang kesemuanya bahkan dianjurkan oleh agama. Contoh-contoh ini dapat dikembangkan sesuai tuntutan kaidah hukumnya seperti diterangkan Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Semoga pengertian dan pembagian bid‘ah di atas dapat menurunkan intensitas kontroversi di masyarakat perihal bid‘ah. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Halaqoh, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an

Brebes, Siti Efi Farhati?

Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an yang terletak di Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah didirkan agar anak-anak remaja di bisa menyibukkan diri dengan hafalan Al-Qur’an. Lembaga tersebut berjejaring dengan lembaga KH Yusuf Mansur Jakarta.

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an

“Ini adalah upaya mengalihkan mereka dari kebanyakan bermain facebook, game, WA, IG, YM, Twitter, Pokemon dan sebagainya. Karena begitu dahsyatnya pengaruh teknologi dan arus informasi media sosial terkini,” kata Pengasuh Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an Hadi Mulyanto pada peresmian lembaga pada Ahad (20/11) melalui siaran pers yang diterima Siti Efi Farhati Rabu (23/11) .?

Lebih lanjut alumnus Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan, Tegal ini menjelaskan, banyak sekali manfaat menghafal Al-Qur’an. Di antaranya, adalah salah satu yang dirindukan surga sebagaimana diungkapkan dalam kitab Durrotun Nasihin.?

“Surga merindukan empat golongan,salah satunya adalah orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an juga nantinya akan menjadi teman penolong bagi orang yang membacanya, apalagi menghafalkannya. Sebagaimana di kitab Tanqihul Qoul, bacalah kamu semua terhadap Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan menjadi syafaat (penolong) bagi yang membacanya,” pungkas Dosen Agama Islam di Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal.

Siti Efi Farhati

Peresmian Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an dilakukan KH Ahmad Sobari dari PPPA Darul Qur’an perwakilan Tegal. Pada kesempatan tersebut ia memberikan sertifikat pendirian Rumah Tahfidz disaksikan pengasuh dan 50 santriwan dan santriwati.?

Siti Efi Farhati

Pada kesempatan tersebut KH Ahmad Sobari menyampaikan bahwa syarat mendirikan Rumah Tahfidz ada tiga, pertama ada santri, kedua ada tempat atau rumah dan ketiga ada Al Qur’an. Adapun santrinya minimal berusia 5 tahun dan maksimal 85 tahun. (Red: Abdullah Alawi)?

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Daerah Siti Efi Farhati

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri

Seorang ulama atau kiai adalah tokoh yang bertanggung jawab dalam mendidik moral masyarakat. Tanggung jawab ini sering sangat berat karena watak dan karakter masyarakat tidaklah sama. Para kiai tidak jarang dihadapkan pada sebuah situasi sulit ketika ia harus menjaga agar prinsip-prinsipnya tidak terlukai.

Tak terkecuali Kiai Muhammad, seorang Kiai di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamkesanan yang sangat alim dan menutupi dirinya dari keterkenalan oleh khlayak ramai. Kabarnya ia pernah nyantri di Pesantren Kiai Maksum Lasem. Ia juga rupanya memiliki hubungan yang baik dengan pesntren Tebuireng, Denanyar, Tambakberas dan Rejoso Jombang.

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri

Kiai Muhammad pernah menceritakan kepada penulis bahwa suatu hari datanglah kepadanya seorang warga desanya yang baru pulang bekerja dari luar negeri sebagai TKI. Dalam sowannya itu dengan nada memendam amarah yang memuncak, seorang warga meminta izin sang kiai untuk membunuh seseorang. Pasalnya, orang yang dimaksud ini telah main serong dengan istrinya selama ditinggal bekerja ke luar negeri.

“Saya minta izin kiai, saya minta restu dan doanya, saya mau carok.” Katanya.

Siti Efi Farhati

“Kenapa?” kata sang kiai.

“Istri saya diambil orang,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Untungnya, sang kiai dapat meredam emosi warga tersebut. Sang kiai mengungkapkan bahwa tidak ada untungnya berkelahi dan bunuh-membunuh. Ia juga mengungkapkan bahwa jika seorang warga tersebut menang, ia akan dipenjara. Selama di penjara siapa yang tahu kalau istrinya akan dicuri orang lagi. Jika ia kalah dan harus mati, maka istrinya akan kawin lagi. Jadi sebaiknya carok itu jangan pernah terjadi.

“Menurut saya,” lanjut sang kiai dengan nada tenang dan hati-hati, “Sebaiknya jangan ada bunuh-bunuhan karena tidak ada untungnya baik buat yang kau bunuh maupun dirimu sendiri.”

“Lagian kamu sendiri juga agak keliru, masa istri ditinggal ke luar negeri, dalam hitungan tahun lagi,” kata Kiai Muhammad yang mengerti bahwa tamunya itu habis pulang dari luar negeri.

“Sebaiknya jangan ada carok itu, kamu lebih baik hidup tenang dan jaga istrimu baik-baik. Yang lalu biarlah berlalu sebagai pelajaran. Kalau harus ke luar negeri berangkatlah bersama jangan sendiri-sendiri,” tutur Kiai Muhammad sebagai pamungkas.

Warga tersebut langsung menyadari emosinya dan pulang dengan perasaan yang penuh kesadaran akan kesalahan dirinya telah meninggalkan istri ke luar negeri. Pertumpahan darah pun dihindarkan. Kiai Muhammad sukses memberi jalan tengah “menang sama menang” dan menghindarkan warga tersebut dari perbuatan yang mencelakakan orang lain dan dirinya. (R. Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Doa, Kajian Sunnah Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

Beberapa Ciri Khusus Aswaja An-Nahdliyah

Jombang, Siti Efi Farhati

Ketua Aswaja NU Center Jombang, Ustadz Yusuf Suharto menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah memiliki ciri khusus (khas) tersendiri. Ciri tersebut sebagai pembeda antara penganut Aswaja dari lainnya.

Beberapa Ciri Khusus Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Ciri Khusus Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Ciri Khusus Aswaja An-Nahdliyah

Di antara ciri-ciri khas tersebut, Yusuf menyebutkan yang pertama adalah secara teologis meyakini bahwa Allah tidak menyerupai segala sesuatu, ada tanpa tempat dan arah, Mahasuci dari bentuk dan ukuran, dan tidak dapat dibayangkan.

Terkait sejumlah ayat tentang tuhan di Al-Quran atau yang biasa disebut ayat mutasyabbihat (maknanya masih samar), Aswaja memakai metode tafwidl atau takwil. Ayat-ayat tersebut tidak boleh diartikan dan dipahami secara tekstual, melainkan harus ditafsiri dengan metode-metode tersebut.

Siti Efi Farhati

Ciri yang kedua meyakini bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Ketiga tidak mengafirkan seorang muslim dengan sebab dosa besar yang ia lakukan selama ia tidak menghalalkannya (meyakini kehalalannya).

Siti Efi Farhati



(Baca juga: Kriteria Khas Aswaja NU Rumusan Muktamar Ke-33 NU)


Sementara yang keempat, lanjut dia, adalah meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul yang terakhir. Kelima, Mengagungkan para sahabat Nabi secara keseluruhan, lebih-lebih khulafaur Rasyidin. Kemudian ciri yang terakhir meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan diridhai Allah.

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah golongan yang senantiasa berpedoman pada ajaran Rasulullah dan para sahabat, dan selalu menjadi kelompok mayoritas di setiap masa. "Dalam? masalah akidah, Aswaja mengikuti madzhab Imam Abul Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi," katanya, Ahad (31/72016).

"Pada saat ini, Ahlussunnah wal Jama’ah dikenal dengan sebutan Asy’ariyyah (para pengikut Imam Abul Hasan al-Asy’ari) dan Maturidiyyah (para pengikut Imam Abu Manshur al-Maturidi)," imbuhnya.

Di samping itu, golongan yang beraswaja tersebut sudah digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu kelompok yang diistimewakan dengan memperoleh balasan surga di antara kelompok-kelompok yang lain.

"Rasulullah mengabarkan kepada kita bahwa umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Sebanyak 72 di antaranya berhak masuk neraka, dan satu golongan akan masuk ke dalam surga, yang kemudian dikenal sbg Ahlussunnah wal Jama’ah," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Lomba Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Semarang, Siti Efi Farhati 

Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Genuk ngaji sosial budaya. Kegiatan ini mengambil pokok pembahasan ma’rifat suku Samin hingga simpang siur sejarah Walisongo, Islam, dan kebudayaan Jawa; serta sejarah akulturasi dan sejarah nilai.

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Kegiatan atas kerjasama dengan Rumah Pendidikan Sciena Madani tersebut bertempat di rumah Pak RT  Zainun Kamil yang beralamatkan Penggaron Rt 6 Rw 1 Genuk, Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad (13/10).

Dipandu Lukni Maulana, Pengasuh Rumah Pendidikan Sciena Madani kegiatan tersebut,  mulai gemuruh ketika Martin Moethadhim SM, selaku pembicara, bercerita lika-liku hidupnya. Seperti kisah spiritualnya ketika Shalat di Gereja Pangkalan Militer Amerika Serikat.

Siti Efi Farhati

Pembicara asli Blora ini, mengemukakan berbagai hal rancaunya dalam membahas sejarah. Ketika akan merunut sebuah sejarah, semisalkan sejarah tokoh itu seperti ingin menemukan sanad hadist. 

“Dengan belajar sejarah, kita diajak untuk selalu mengumpulkan dokumentasi dan banyak membaca, karena sejarah selalu saja bisa berubah ketika ada bukti baru,” kata Martin.

Siti Efi Farhati

“Sedangkan Samin bukanlah sebuah suku, melainkan laku hidup yang dinisbatkan kepada pendiri saminisme. Dalam pergolakkannya saminisme ini muncul sebagai sebuah gerakan untuk melawan penjajah,” lanjutnya.

Kegiatan Lesehan Ansor ini merupakan wadah gerakan wacana dan intelektual PAC GP Ansor Genuk yang diadakan setiap 2 bulan sekali dengan menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya. Selain itu juga Lesehan Ansor menengahkan grup musik Ansor Nada, sebagai pemantik kemeriahan.

“Selain mendapatkan ilmu dari pakarnya, ada bonus mendenggarkan Grup Musik Ansorun Nada sebauh grup musik dakwah dan sedekah,” tutur Muhammad Sodri Ketua PAC GP Ansor Genuk. (Lukni Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Kajian Sunnah, Syariah Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Semarang, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj menegaskan kembali NU ? tetap ? bersikap kritis kepada pemerintah. NU mendukung program pemerintah yang pro rakyat, namun bila melenceng tak segan mengkritiknya.

"Bila pemerintah menyerempet ? keliru, NU akan ? mengkritiknya ? dengan santun dan akhlakul karimah,” tegasnya saat membuka acara Silatnas Majelis Alumni IPNU di ? Semarang, Jum’at (22/3).

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Kang Said mengatakan ? NU bukanlah ? partai politik sehingga tidak akan menempatkan diri sebagai oposisi maupun koalisi dengan pemerintah.

Siti Efi Farhati

“saya menyampaikan kritikan atau masukan kepada SBY tapi ? tidak ? koar-koar di koran melainkan bertemu dan menyampaikan langsung,” tandasnya.

Siti Efi Farhati

Di depan alumni IPNU se-Indonesia, ? ia ? mendorong kader NU untuk selalu membangun masyarakat yang bermartabat melalui pendampingan maupun advokasi.?

“NU melakukan itu karena mereka ? butuh pendampingan maupun advokasi sehingga tidak ada lagi kesenjangan yang menyengsarakan orang,” ujar Kang Said.

Ia mengajak melakukan jihad ilmu untuk memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Jumat, 26 Januari 2018

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Kupang, Siti Efi Farhati. Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur? Jamal Ahmad mengungkapkan, tiga Pengurus Cabang NU (PCNU) terancam gagal mengikuti Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang lantaran masa kepengurusan yang kadaluarsa.

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Sampai saat ini ketiga PCNU itu belum melakukan Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai ajang pergantian pemimpin. Jamal mengingatkan, bila amanah organisasi untuk Konfercab belum terlaksana maka pihaknya tidak bisa mengikutsertakan mereka dalam perhelatan yang yang bakal digelar di Jombang, Jawa Timur itu.

Ia mengatakan, dari total 19 PCNU se-NTT, 16 di antaranya sudah melaksanakan Konfercab, sesuai data surat permohonan yang masuk di sekretriat PWNU NTT. PCNU yang belum masuk surat permohonan antara lain PCNU Sikka, PCNU Manggarai Barat, dan PCNU Ngada.

Siti Efi Farhati

Jamal mengimbau PCNU yang telah purna masa kepengurusan sesegera mungkin melakukan pemilihan rais dan ketua. ”Jika tidak maka akan berdampak pada keikutsertakan dalam muktamar nanti. Kita akan berikan surat pemberitahuan ulang,” ujarnya.

Kepala Sekretariat PWNU Abdul Syukur SH membenarkan, hingga kini belum ada lagi surat permohanan yang masuk di sekretariat PWNU NTT. “Sejauh ini, belum ada surat masuk,” kata Syukur di Sekretariat PWNU NTT di Jalan W CH Oematan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (24/3). (Ajhar Jowe/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Halaqoh Siti Efi Farhati

Kamis, 25 Januari 2018

Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional

Jakarta, Siti Efi Farhati. Kasus terjegalnya siswa madrasah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) diharapkan tak terulang lagi setelah adanya kesepakatan antara Direktorat Madrasah Kemenag dan Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud.?

Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional

Direktur Madrasah Kemenag Nur Kholis Setiawan menjelaskan, dirinya sudah menggelar rapat dengan Dirjen Dikdas Kemendikbud dan menghasilkan kesepakatan, tak ada lagi aturan atau juknis yang menghalangi kepesertaan dalam OSN, baik bagi sekolah dibawah naungan Dikbud, Kemenag maupun sekolah kedinasan.

“Silahkan siswa madrasah mengikuti OSN. Saya pegang betul kesepakatan ini,” kata Nur Kholis Setiawan.?

Siti Efi Farhati

Dalam OSN terakhir, siswa madrasah mencapai prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya, yaitu memperoleh 29 medali.?

Siti Efi Farhati

Atas prestasi tersebut, Ia ditanya oleh Menag Lukman Hakim Syaifuddin, berapa banyak seluruh medali dalam OSN. Ia menjawab, banyak, tetapi ini bukan soal banyaknya, tetapi perjuangannya. Dan Menag mengapresiasi apa yang disampaikan itu.

Langkah selanjutnya untuk meningkatkan prestasi adalah memberikan training lebih lanjut kepada para juara ajang Kompetisi Sains Madrasah untuk ikut dalam OSN agar capaian prestasi ke depan lebih banyak. Dalam hal ini, ia menggandeng Yohannes Surya yang sudah berpengalaman dalam berbagai ajang olimpiade.?

“Saya belum punya target lebih. Mengembalikan kebanggaan siswa madrasah itu kan tidak mudah. Nah, ini kan sudah mulai tumbuh. Sekarang mulai memiliki kepercayaan diri, bahkan kebanggaan,” tegasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Minggu, 21 Januari 2018

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, Siti Efi Farhati. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Dari  pantauan Siti Efi Farhati, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

Siti Efi Farhati

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Senin, 08 Januari 2018

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Panitia Muktamar Ke-33 NU meminta laporan kesiapan masing-masing komisi sidang terkait materi yang akan dibahas di sejumlah kota sebelum muktamar. Pada rapat ini, pihak panitia mengingatkan kepada masing-masing penanggung jawab komisi untuk mengangkat persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU

“Kita harus membahas rumusan terbatas perihal suatu isu yang penting di negeri ini. Misalnya RUU terkait perlindungan ? umat beragama yang selalu gagal disahkan. NU mesti bicara,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Slamet Effendy Yusuf di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Kualitas NU ke depan, sekurangnya bisa dilihat dari sejauhmana kesungguhan penanggung jawab komisi pada Muktamar Ke-33 ini, kata Slamet.

Siti Efi Farhati

Rapat ini dihadiri oleh penanggung jawab masing-masing sidang komisi yang berjumlah enam persidangan.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi mengusulkan, panitia sidang masing-masing komisi bisa mengangkat isu yang pernah dibahas di muktamar sebelumnya atau di ranting, wakil cabang, cabang, atau wilayah NU.

Siti Efi Farhati

“Persoalan yang dibutuhkan verifikasi atau syarah, bisa diangkat lagi. Bahkan, putusan lama yang tidak relevan bisa ditinjau ulang atau bilamana kebutuhan mendesak, bisa dinasakh. Ini berlaku untuk putusan NU atau hukum positif di Indonesia seperti UU dan peraturan lainnya,” kata Kiai Masdar yang juga memimpin rapat panitia.

Usulan Kiai Masdar diamini penanggung jawab sidang komisi bahtsul masail diniyah Qanuniyah. Mereka antara lain akan membahas kasus antrean haji yang mengular hingga lebih dari 20 tahun. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Halaqoh Siti Efi Farhati

Kamis, 04 Januari 2018

Lindungi Masjid dari Pihak-pihak Penyebar Permusuhan

Makassar, Siti Efi Farhati. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU) KH Abdul Manan A Ghani mengingatkan para imam, khotib dan ta’mir masjid, untuk melindungi masjid dari pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan permusuhan, serta memecah belah umat.

"Sudah saatnya para imam dan khatib memfungsikan masjidnya sebagai pemersatu bangsa dan melindunginya dari pihak-pihak yang suka memfitnah dan memecah belah umat," ujarnya dalam kegiatan pelatihan kader penggerak (muharrik) masjid di Makassar, Selasa (9/9).

Lindungi Masjid dari Pihak-pihak Penyebar Permusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lindungi Masjid dari Pihak-pihak Penyebar Permusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lindungi Masjid dari Pihak-pihak Penyebar Permusuhan

Ia menegaskan, sejak zaman Nabi Muhammad SAW, para Sahabat, Tabiin, Tabiit Tabiin, hingga para ulama penerus dakwah Islam, masjid adalah cikal-bakal peradaban dan menjadi pusat gerakan. Di dalamnya, masjid mengelola seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Siti Efi Farhati

"Masjid harus digerakkan sebagai penyambung-tangan rahmat Allah yang diinginkan oleh umat Islam," katanya.

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang diikuti 150 peserta itu bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dengan tema "ToT Anti Radikal Terorisme kepada Imam Masjid dan Khotib". Kali ini untuk wilayah Sulawesi Selatan di Makassar diselanggarakan pada Senin-Rabu, 08-10 September 2014.

Selain dari unsur NU, peserta ToT berasal dari beberapa unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Peserta unsur pemerintah antara lain dari Kemenag dan Kesbangpol Sulawesi Selatan, BKPRMI, DDI, Muhammadiyah, dan DMI Wilayah Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan motivator KH Mansur Syaerozi yang juga Wakil Ketua PP LTM-NU. Katanya, untuk menangkal berbagai paham radikal, masyarakat perlu disibukkan dengan berbagai kegiatan positif yang jelas dan maslahat untuk diri dan lingkungannya. Dalam hal ini masjid bisa dijadikan sebagai pusat berbagai kegiatan. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Cerita, Makam Siti Efi Farhati

Selasa, 02 Januari 2018

GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser

Batam, Siti Efi Farhati. Sebanyak 200 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batam mengikuti? Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kegiatan dimulai pada 30 Januari kemarin dan berakhir hingga Ahad (2/1) hari ini.

GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Batam Gelar Diklatsar Banser

Diklatsar ke-8 ini mengambil tema “Merapatkan Barisan Kader Muda NU, Mengawal Paham Aswaja dan NKRI.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan yang harus dilaksanakan dalam rangka rekrutmen kader dan membangun militansi,” kata Candra Ibrahim, Ketua GP Ansor Batam.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Khoirul Anam, Satkorcab Banser Batam lebih menekankan tugas Banser yaitu sebagai pengawal ulama dalam rangka mempertahankan aqidah Ahlussunnah waljamaah dan NKRI. (Abdul Majid/Anam)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Meme Islam, Halaqoh Siti Efi Farhati

Minggu, 31 Desember 2017

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Anak ialah salah satu rezeki istimewa untuk pasangan suami-istri yang sudah sah menikah. Anak merupakan penerus keturunan bagi para orang tua. Anak tak hanya menambah kebahagiaan berumah tanga, tapi juga akan menjadi investasi bagi kedua orang tua baik di dunia dan di akhirat. Hal tersebut dikarenakan anak sudah diwajibkan untuk selalu berbakti, menghormati dan merawat kedua orang tua. Doa anak yang saleh dan salehah akan menjadi salah satu pahala yang tidak akan pernah terputus bagi para orang tua yang didoakan.

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, umumnya beberapa orang tua menginginkan memiliki anak lelaki. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, misalkan karena sudah punya anak perempuan maka sekarang menginginkan anak lelaki, atau karena ingin memiliki anak yang kelak bisa melindungi keluarga, sementara sifat melindungi itu potensinya lebih besar dimiliki oleh anak lelaki.

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Bagi orang tua yang memiliki keinginan tersebut, Syekh Sulaiman al -Bujairami dalam kitab al-Bujairimi ‘ala al-Khathib (Beirut: Dar al-Fikr, 1995), juz III, hal. 245 meriwayatkan sebuah doa yang bisa diamalkan agar bisa memiliki anak lelaki. Cara melafalkan doa ini ialah dengan meletakkan tangan pada perut ibu hamil di saat awal-awal kehamilan, sambil membaca doa:

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan, faj’alhu lî dzakaran

“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku (akan) menamai anak yang terkandung dalam perut ibunya ini dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia sebagai lelaki bagiku.”

Siti Efi Farhati

Demikian, selamat diamalkan dan semoga diijabah oleh Allah. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pemurnian Aqidah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Kamis, 28 Desember 2017

Sinta Nuriyah Sematkan Peci Gus Dur ke Jokowi

Jakarta, Siti Efi Farhati. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi menerima hadiah spesial dalam acara peringatan hari lahir (Harlah) ke-9 The Wahid Institute di Jakarta, Kamis (26/9) siang.

Sinta Nuriyah Sematkan Peci Gus Dur ke Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah Sematkan Peci Gus Dur ke Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah Sematkan Peci Gus Dur ke Jokowi

Istri mendiang Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Ny Hj Sinta Nuriyah memakaikan secara langsung peci mirip milik Gus Dur ke kepala Jokowi. Penyematan peci berwarna krem dan terbuat dari anyaman rotan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari ratusan undangan yang hadir.

"Ini karena filosofi antara Gus Dur dan Jokowi itu sama, yaitu gitu aja kok repot. Gus Dur sama dengan Jokowi, yaitu langsung turun ke lapangan," ujar putri almarhum Gus Dur, Zannuba Arifah Chafshoh atau lebih sering dipanggil Yenny Wahid menjelaskan alasan pemberian peci itu.

Siti Efi Farhati

Turut memberikan testimoni pada harlah ke-9 The Wahid Institute ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Menpera Djan Farid, Wiranto, Akbar Tandjung, dan sejumlah pejabat dan duta besar.

Siti Efi Farhati

Selaku pembicara utama, Jokowi lebih banyak menyampaikan perihal kinerjanya selama menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. Jokowi mengakui masih banyak persoalan yang belum tertangani di ibu kota, seperti masalah kesenjagan ekonomi yang sangat lebar. Kenyataan ini, menurut dia, melenceng jauh dari data yang tercatat oleh pemerintah.

“Sekarang sudah tidak zamannya kita mempercayai angka-angka. Pemimpin harus tahu kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Yenny mengatakan, harmoni dan kenyamanan masyarakat tergantung pada kepemimpinan tegas dan mampu mengenali warganya secara lebih dekat. 

Direktur The Wahid Institute ini juga menegaskan komitmen lembaganya untuk menyebarluaskan Islam sebagai pembawa kedamaian, mengadvokasi kaum lemah, dan memberdayakan ekonomi rakyat kecil.

The Wahid Institute didirikan Gus Dur pada 7 September 2004 di Jakarta bersama dosen senior Deakin University Australia Dr Gregorius Barton, Yenny Wahid, dan aktivis Ahmad Suaedy dengan moto "Seeding Plural and Peaceful Islam. (Mahbib Khoiron)

 

 

Foto: kompas.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Rusia Tak Merasa Perlu "Pilkada"

Washington, Siti Efi Farhati
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tidak memerlukan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) agar dikatakan sebagai negara demokratis."Prinsip penunjukan kepala-kepala derah bukanlah tanda kurangnya demokrasi," kata Presiden Putin dalam wawancara dengan televisi CBS dalam program "60 Menit"-nya, hari Sabtu.
  
Putin menyampaikan sikapnya tersebut menjawab pertanyaan mengenai prinsip yang diterapkan Moskow dalam memilih para kepala daerah. Putin mengatakan adalah salah jika cara-cara penunjukan seorang kepala daerah dikatakan tidak demokratis karena buktinya India, negara demokratis terbesar di dunia, ternyata memakai sistem penunjukan untuk para gubernur negara-negara bagiannya. "India disebut-sebut sebagai demokrasi terbesar dunia, tapi gubernur-gubernurnya selalu (orang-orang) yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat, dan tak seorangpun yang mempertentangkan bahwa India bukan negara demokrasi," kata Putin.
  
Wawancara CBS dengan Putin menyangkut demokratisasi Rusia itu terjadi pada saat Moskow dan Washington semakin memperlihatkan sikap bertentangan dalam hal ini. Presiden George W. Bush berulangkali mengatakan perlunya Rusia semakin mendemokrasikan diri.
 
Kesempatan wawancara itu digunakan Putin untuk secara tajam mengingatkan AS agar jangan mengajari Rusia soal demokrasi, atau memaksakan demokratisasi. "Amerika harus melihat dulu kekurangan-kekurangannya sendiri dalam berdemokrasi, sebelum mengkritik Rusia." "AS juga jangan coba-coba untuk mengekspor demokrasinya, sebagaimana yang sedang diupayakannya terhadap Irak," kata Putin yang menegaskan ia akan terus melakukan penunjukkan kepala-kepala daerah secara langsung, dan itu juga tetap demokrasi dari titik pandang Rusia.
  
Pemimpin Rusia itu bahkan menyampaikan apa-apa yang dipandangnya sebagai kekurangan dalam sistem demokrasi di AS sendiri, termasuk apa yang disebut sistem pemilihan umum. "Di Amerika Serikat, anda mula-mula memilih sejumlah pemilih dan kemudian mereka melakukan voting untuk menentukan kandidat-kandidat presiden. Di Rusia, Presiden dipilih langsung oleh seluruh rakyat, itu malah mungkin justru lebih demokratis," kata Putin.
 
Sebagai bukti, Putin mengingatkan empat tahun lalu terjadi masalah dengan pemilihan presiden di AS di mana akhirnya seorang presiden diputuskan oleh pengadilan, yang artinya melibatkan sistem hukum ke dalam proses tersebut. "Tapi kami tak akan mengendus-endus sistem demokrasi anda karena terserah rakyat Amerika saja," kata Putin yang juga mengungkit kembali proses yang ditempuh AS (di PBB) yang dikatakannya tidak demokratis karena memaksakan kehendak dan berangkat sendiri untuk memerangi Irak.

CBS, mengutip Putin, menyimpulkan bahwa demokrasi tidak bisa diekspor ke tempat-tempat lain karena (demokrasi) haruslah produk dari perkembangan urusan dalam negeri suatu masyarakat tertentu sendiri. (cbs/atr/cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Rusia Tak Merasa Perlu Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Rusia Tak Merasa Perlu Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Rusia Tak Merasa Perlu "Pilkada"

Selasa, 28 November 2017

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Jakarta, Siti Efi Farhati
Muslimat NU akan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus merupakan Harlah ke 57 di Istora Senayan. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh 15 ribu orang mengambil tema “Meningkatkan persaudaraan Kebangsaan Membangun Indonesia Damai Sejahtera.”

Dalam acara tersebut KH Hasyim Muzadi, Gubernur DKI H. Sutiyoso, dan KH Abdullah Gymnastiar akan hadir, dan akan dimeriahkan dengan hiburan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama dan Dewi Yul.

Kegiatan ini memiliki momentum strategis dalam rangka melakukan refleksi, koreksi, dan introspeksi terhadap kiprah muslimat dewasa ini agar ke depan lebih maksimal dan optimal guna turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya untuk kaum perempuan.

Khusus untuk menyambut peringatan Maulut Nabi Muhammad Saw dan Harlah ke 57, Muslimat DKI telah melaksanakan berbagai kegiatan pra harlah, antara lain memberikan santunan bagi anak yatim dan pengobatan cuma-cuma bagi warga yang tergolong mustda’fin wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan lain yang bersifat kemeriahan juga dilakukan seperti lomba tumpeng, gerak jalan sehat dan berbagai kegiatan lainnya. Disamping itu telah digalang kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) propinsi DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi kesetaraan dan keadilan jender.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh Siti Efi Farhati

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Minggu, 26 November 2017

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara

Jakarta, Siti Efi Farhati. Musim hujan dan tingginya pasang air laut yang diperkirakan akibat pemanasan global telah membuat banyak warga yang tinggal di pantai. Para penduduk yang tinggal di Kamal Muara selama dua minggu ini terpaksa hidup ditengah-tengah banjir.

Untuk membantu meringankan penderitaan warga Kamal Muara, khususnya di RW 01 dan RW 04 Kamal Pelelangan, Lazis NU mengirimkan bantuan sembako yang terdiri dari 56 dus indomie, 105 dus aqua, 90 potong sarung dan 4 kardus susu bayi.

Bantuan tersebut diterima oleh Takmir Masjid Al Huda Sahlani pada Sabtu siang (8/12). “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh NU,” katanya.

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara

Sumbangan sebanyak satu truk tersebut ditempatkan di Masjid Al Huda yang selanjutnya akan dibagi-bagikan kepada warga yang masing kebanjiran. Warga juga sudah mendapatkan pengobatan gratis dari sebuah partai, namun belum ada respon yang memadai dari pemerintah.

Dikatakan oleh Rais Ranting NU Kamal Muara ini bahwa  banjir sebenarnya merupakan hal yang sering terjadi saat air laut pasang, namun kali ini merupakan banjir tertinggi yang dialaminya sejak tahun 1975 ketika ia mulai menetap disana.

“Kami harap pemerintah segera membuat tanggul-tanggul agar air laut tidak masuk karena tanggul yang ada sudah banyak yang rusak,” harapnya.

Siti Efi Farhati

Saat banjir, biasanya warga mengungsi ke Masjid, namun kali ini masjid pun ikut banjir dengan ketinggian selutut orang dewasa sehingga warga terpaksa kembali mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. SMP terpaksa diliburkan untuk digunakan sebagai tempat pengungsian sementara gedung SD dan Madrasah libur tiga hari karena kebanjiran.

Di daerah-daerah yang lebih rendah, banjir masih setinggi lutut, namun untuk lokasi yang lebih tinggi banjir hanya tinggal di jalanan dan tidak masuk dalam rumah. Warga juga sudah pulang ke rumahnya masing-masing dan beraktifitas seperti biasanya. (mkf)

Siti Efi Farhati



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Halaqoh, Ulama Siti Efi Farhati

Selasa, 21 November 2017

LSN 2017 Akan Dibuka Wapres Ditutup Presiden

Jakarta, Siti Efi Farhati?



Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 rencananya akan dibuka di Pinrang, Sulawesi Selatan pada 9 Agustus mendatang. Pembukaan tersebut akan dihadiri Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla. Sementara penutupan dilakukan di Bandung, Jawa Barat, pada Oktober yang rencananya akan dihadiri Presiden RI H. Joko Widodo.?

Hal itu dikemukan Ketua Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 KH Abdul Ghofarrozin pada peluncuran LSN 2017 di gedung PBNU, Jakarta, Kamis malam (27/7).?

LSN 2017 Akan Dibuka Wapres Ditutup Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN 2017 Akan Dibuka Wapres Ditutup Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN 2017 Akan Dibuka Wapres Ditutup Presiden

Pada dua kesempatan tersebut, lanjut Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menteri Pemuda dan Olahraga H. Imam Nahrawi juga dijadwalkan hadir.?

Menurut dia, pelaksanaan LSN 2017 merupakan transisi penyelenggaraan secara profesional. Karena, setahun hingga dua tahun yang akan datang, ditargetkan menjadi agenda tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).?

Siti Efi Farhati

“Bukan tidak mungkin tahun-tahun ke depan, akan muncul pemain-pemain sepak bola nasional dari Liga Santri Nusantara,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Berita, Halaqoh, Santri Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Senin, 20 November 2017

Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren

Sleman, Siti Efi Farhati. Perkembangan zaman menghasilkan berbagai permasalahan yang kompleks. Sebagian hal tersebut masih dapat dijangkau oleh keluasan khazanah pemikiran hukum pesantren, akan tetapi tidak sedikit hal-hal yang memang baru. 

Hal-hal baru ini tentu membutuhkan respons. Untuk itu, pintu masuk paling strategis adalah dinamisasi diskursus ushul fiqh dalam kajian dan pembelajaran hukum di pesantren.

Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren

Demikian disampaikan Muhammad Hilal, Redaktur Jurnal Mlangi Pesantren Aswaja Nusantara dalam Diskusi Rutin, Kamis (19/09), di Perpustakaan Aswaja Nusantara, Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Siti Efi Farhati

Hilal memandang bahwa selama ini kajian pengembangan pemikiran Ushul yang berakar pada khazanah tradisi pesantren relatif kurang dinamis. Hal ini disebabkan karena dua hal.

Siti Efi Farhati

“Pertama, literatur kitab yang dipakai secara empiris berputar-putar pada lingkaran syarah-mukhtashar. Kedua, ushul fiqh agak jarang dipraktikkan dalam penggalian hukum dalam forum-forum ilmiah seperti bahsul masail yang lebih banyak menggunakan produk pemikiran hukum berupa fiqh yang diambil dari kutubul mu’tabarah,” jelasnya malam itu.

Kemudian, ia mengambil contoh salah satu kitab ushul fiqh standar di pesantren, yakni Jam’ul Jawami’ karya Imam As Subki. 

Sebagaimana diketahui, pada awalnya, disiplin ushul fiqh berkembang secara hampir bersamaan ketika Imam Syafi’i menulis Ar-Risalah dan Imam Hanafi menulis Ar-Ra’yu.  “Kedua mazhab ini sempat bersinggungan, namun polemik keduanya masih dalam wilayah fiqh,” ujarnya.

Persinggungan dengan debat kalam, lanjut Hilal, terjadi ketika ulama kalam ikut terlibat seperti  Imam Juwayni dengan Al-Burhan-nya atau Imam Ghozali dengan Al-Mustashfa-nya. 

Keempat  kitab inilah yang kemudian  dibuat ikhtisarnya oleh Fahruddin Ar-Razi dan Al-Amidi.  Dua kitab ini diringkas lagi oleh Ibn Hajib dengan Al-Mukhtashar al-Kabir dan Al Baidhowy dengan Al-Minhaj.  

Al-Mukhtashar ini kemudian disyarah oleh ayahnya, Imam Tajudin As-Subki (Taqiyyyudin As-Subki), namun tidak selesai, dan diselesaikan oleh As-Subki menjadi Rof’ul Hajib ‘’an Mukhtashar Ibn Hajib, sedangkan Al-Minhaj disyarahi menjadi Al-Ibhaj fi Syarhil Minhaj. 

Kedua syarah inilah yang  diringkas menjadi Jam’ul Jawami’. Kitab ini diringkas kagi menjadi Lubbul Ushul dan Al-Bayan. Al-Bayan merupakan salah satu dari karya trilogi ulama Minangkabau Syaikh Abdul Hamid.

“Dengan pola reproduksi pengetahuan seperti ini, membutuhkan dinamisasi agar bisa mengimbangi berbagai perkembangan zaman yang membutuhkan respons kreatif pemikiran pesantren,” tandasnya. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Halaqoh Siti Efi Farhati

Jumat, 17 November 2017

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Makassar, Siti Efi Farhati. Pengurus LP Maarif NU Sulawesi Selatan menyelenggarakan rapat kerja di Gedung NU Sulsel, Rabu (17/12). Mereka bertemu untuk mengevaluasi dan membuat langkah kerja ke depan dalam rangka mewujudkan pendidikan di lingkungan NU yang kian diminati masyarakat.

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Ketua LP Maarif NU Sulsel Abdur Rahim Sanjata mengatakan, keberadaan Maarif Sulsel sebagai lembaga yang mengurusi pendidikan di Sulawesi Selatan sangat dibutuhkan dan ke depan sekolah atau madrasah NU mesti dikelola secara profesional tanpa meninggalkan rutinitas nilai-nilai Aswaja.

Sementara Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid melihat posisi strategis LP Maarif NU di Sulsel sebagai jantung aktifitas dakwah NU khususnya di bidang pendidikan. Arifin berharap, ke depannya pengurus Maarif, sekolah/madrasah di bawah naungan LP Maarif untuk senantiasa memperbaiki manajemen dan standardisasi untuk perbaikan tata kelola yang bermutu dan berkualitas.

Siti Efi Farhati

“Dewasa ini pendidikan di Indonesia menjadi tolok ukur proses maju tidaknya bangsa Indonesia. Sehingga perbaikan kualitas pendidikan ke depan menjadi pra syarat menuju bangsa yang berkualitas,” kata Ketua PP LP Ma’arif NU H Zainal Arifin Junaidi di hadapan ratusan peserta rapat kerja.

Siti Efi Farhati

Dirjen Pendis Kemenag RI Kamaruddin Amin mengapresiasi pertemuan rapat kerja LP Maarif Sulsel ini. “Kami berharap Maarif mampu menjadi sarana bagi peningkatan kualitas madrasah dan pesantren khususnya di lingkungan NU di Sulawesi Selatan.”

Kamaruddin juga mnyorot aspek SDM sebagai modal peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Maarif NU. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, AlaNu Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock