Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon

Cirebon, Siti Efi Farhati. Putri kedua almarhum KH Abdurrahman Wahid mengaku akrab dengan pesantren-pesantren yang ada di Cirebon, Jawa Barat. Dia juga beberapa kali ziarah ke makam Sunan Gunungjati.

"Saya akrab dengan pesantren-pesantren di sini. Gus Dur sering mengajak saya ke Kempek, Buntet, Arjawinangun, dan Babakan," ujar Yenny yang mengenakan kerudung warna hijau.

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon

"Almarhum Kiai Fuad Hasyim Buntet, Syarif Usman Yahya yang juga sudah almarhum, Kang Husen. Mereka semua teman bapak dan guru saya. Sejak kecil saya sudah ketemu kiai-kiai di Cirebon," sambungnya.

Siti Efi Farhati

Tidak hanya pesantren yang serng dikunjungi Yenni di Cirebon, tapi juga pasar kain Tegal Gubug. "Saya kalau lewat pasar kain terbesar itu, saya mampir dan belanja kerudung," pungkasnya.

Yenni datang atas nama keluarga besar NU. Dia menolak ke arena Munas untuk mengomunikasikan partainya ke kiai-kiai. "Saya ke sini sebagai warga NU dan aktivis Muslimat NU. Ndak boleh dong bawa-bawa partai ke sini," ujar Yenni sambil tersenyum.

 

Siti Efi Farhati

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Berita, Habib, Syariah Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

KH Fuad Affandi Serukan Santri di Jawa Hijrah ke Sunda

Bandung, Siti Efi Farhati - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, KH Fuad Affandi menyerukan kepada para santri di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk hijrah di Jawa Barat. Ada beberapa alasan penting yang menurutnya hal itu dilakukan.

"Saya punya beberapa alasan untuk kemaslahatan bersama. Pertama, populasi santri di Jawa Timur dan Jawa Tengah itu sudah banyak. Di Jawa Timur pesantren merata. Di Jawa Tengah lumayan kuat. Sementara di Jawa Barat ini masih tergolong minim untuk sebuah populasi muslim terbesar dengan jumlah pesantren yang sedikit. Lihat saja data dari Kementerian Agama itu. Dari tahun ke tahun sama saja grafiknya. Karena itu, Jawa Barat sebenarnya butuh alumni-alumni pesantren dari Jateng dan Jatim agar hijrah di Jabar," tutur kiai yang murid Mbah Maksum Lasem tersebut kepada Senin, (1/2).

KH Fuad Affandi Serukan Santri di Jawa Hijrah ke Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Fuad Affandi Serukan Santri di Jawa Hijrah ke Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Fuad Affandi Serukan Santri di Jawa Hijrah ke Sunda

Alasan lain yang mendorong pernyataan tersebut adalah bahwa di Jawa Timur dan Jawa Tengah banyak pesantren yang anak-anak kiainya berjubel. Terkadang pesantrennya tidak berkembang tetapi jumlah kiainya dari keturunan tersebut sudah sangat banyak, belum lagi ditambah menantu dan keturunannya yang muda-muda.

"Itu sudah sering over sehingga seharusnya hijrah. Tidak perlu semua gus-gus itu menetap di rumahnya hanya karena alasan mewarisi pesantren abahnya. Selagi sudah cukup ada beberapa pewaris yang mengelola, maka tidak ada salahnya hijrah dengan niat yang tulus untuk mengamalkan ngelmunya. Mungkin di Jawa? Tengah atau Jawa Timur hanya jadi lapis kedua atau lapis ketiga, kalau pindah ke Jawa Barat bisa menjadi kiai nomor satu di masing-masing daerah," terangnya memotivasi.

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Ilmu di wetan, Duit di Kulon

Menurut KH Fuad Affandi, ada sejumlah manfaat jika para anak-anak kiai di Jateng dan Jatim itu hijrah ke barat. Menurutnya, rezeki akan lebih banyak karena memang secara sosiologis ngelmu di wetan, duit di kulon. Kalau mencari ilmu agama rata-rata ke Jawa Timuran, maka mencari duit bisa di Jawa Barat.

"Orang Jawa, apalagi para santri, apalagi putra-putra kiai itu punya daya mental yang tangguh. Tapi tidak akan tangguh kalau menetap di kampung halamannya. Bisa kayak kodok. Kalau orang Jawa berani hijrah mengembangkan ilmunya, biasanya terhormat. Apalagi sekarang ini sudah modern. Jalinan silaturahmi melalui transportasi dan komunikasi mudah. Bapak dan emak tidak usah bersedih kalau ada anaknya pindah ke Jawa Barat. Gus-gus juga harus berani keluar kadang. Jangan jadi pecundang hanya berani menjadi kiai di kampungnya sendiri. Jangan hanya berani mewarisi, tetapi harus mau menciptakan warisan baru. Insya Allah Gusti Allah ijabahi," papar kiai yang juga pernah nyantri di Sarang Rembang dan Sunan Drajat Lamongan ini.

Pesan KH Fuad Affandi ini tentu saja merujuk pada calon-calon kiai yang belum menikah. Sebab kalau yang sudah menikah akan repot pindah. Karena itu bagi para kiai-kiai pemimpin pondok pesantren di Jawa Timur atau Jawa Tengah, sebaiknya juga merekomendasikan alumni-alumninya, terutama anak-anak kiai agar berkenan mencari jodoh di Jawa Barat dan berani membangun pesantren di Jawa Barat.

"Saya bisa bantu fasilitasi, sekadar mengarahkan. Cari jodoh di Jawa Barat, usaha di sini, kelola masjid mushola, rintis pelan-pelan pesantren di desa-desa. Banyak desa yang kosong dari keagamaan di Jawa Barat ini. Kosong dari keilmuan agama. Tapi semuanya kembali pada semangat perjuangan. Sulit itu biasa. Kalau santri takut kesulitan lebih baik jadi teroris saja hehe....." terangnya.

Dengan? gagasan itu pula KH Fuad Affandi? perlu mengatakan bahwa memeratakan dakwah ilmu pengetahuan kaum santri juga nantinya bisa mengikis paham-paham radikal di Jawa Barat.

"Kita pewaris Nahdlatul Ulama harus mampu menjawab tantangan. Sudahlah, para gus-gus, calon kiai, alumni pesantren, cobalah melakukan pembaharuan orientasi hidup ini. Kalau tidak di Jawa Barat ya bisa juga hijrah ke luar Jawa melalui programnya Mas Menteri Marwan Jafar. Ayo kita ratakan kiai di seluruh negeri," jelasnya.[Ferli/Ismi/Alawi)



SEKILAS TENTANG KH.FUAD AFFANDI: Ia adalah seorang ulama. Pernah belajar di berbagai pesantren, antara lain di Pondok Al-Hidayah Lasem, Al-Anwar Sarang Rembang, Sunan Drajat Lamongan, dan Banjar Patroman Banjar. Dikenal sebagai ilmuwan nasional karena berbagai macam prestasi dan penghargaan untuk kaum tani dan lingkungan hidupnya. Pesantren Al-Ittifaq yang berada di Dusun Alam Endah, Ciburial, Rancabali Kabupaten Bandung itu telah dikenal sebagai pesantren yang mampu melahirkan alumni-alumni wirausahawan di bidang bisnis dan pertanian. Di pesantren itu, KH Fuad Affandi mengelola sekolah, madrasah, majelis taklim dan pertanian bersama masyarakat. Ia tergolong kiai langka karena kemampuannya mengubah tradisi kemasyarakatan yang kolot menjadi masyarakat yang berbudaya dan beradab. Sejak bukunya yang berjudul "Entreprenur Organik: Rahasia Sukses KH Fuad Affandi bersama Tarekat Sayuriahnya" beredar, banyak orang berkunjung ke pesantren Al-Ittifaq. Bahkan sekarang para kiai-kiai Jawa Timur dan Jawa Tengah sering secara khusus bersilaturahmi ke sana. Jejaring KH Fuad dalam urusan pemberdayaan pertanian dan wirausaha misalnya berlangsung dengan KHYusuf Chudlori Tegalrejo Magelang, dan KH Hasyim Affandi Temanggung Jawa Tengah. Untuk mengetahui kelengkapan informasi tentang KH Fuad Affandi dan Pesantren Al-Ittifaq, bisa menggali sumber berita dari Google.



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Berita Siti Efi Farhati

Kamis, 18 Januari 2018

Dua Kiai Kharismatik Pimpin Shalawatan di Blitar

Blitar, Siti Efi Farhati - Nuansa Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu Blitar, Jawa Timur, Rabu (15/6) malam, berubah jadi ingar-bingar suara lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW seusai shalat tarawih. Di pesantren yang didirikan oleh Assyech KH Abdul Ghofur ini sedang menggelar acara Haul ke-12 KH Zubaidi Abdul Ghofur, salah satu putra dari? Mbah KH Abdul Ghofur.

Shalawatan dipandu langsung oleh dua kiai kharismatik dari Blitar, yakni KH Diya’uddin Azam-zami Zubaidi Abdul Ghofur dan KH Moh Sunhaji Nawal Karim Zubaidi Abdul Ghofur.

Dua Kiai Kharismatik Pimpin Shalawatan di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kiai Kharismatik Pimpin Shalawatan di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kiai Kharismatik Pimpin Shalawatan di Blitar

Kiai Diya’uddin, selama ini? dikenal sebagai mursyid Thariqah Naqsabandi Kholidiyah di Blitar Raya dan juga terkenal sebagai imam tarawih tercepat di dunia. Sedangkan Gus Shon, panggilan akrab Kiai Moh Sunhaji Nawal Karim, dikenal sebagai tokoh sentral Jamiyah Mughitsu Al-Mughits yakni sebuah jamiyah majelis Shalawat Nariyah dan majelis ta’lim yang memiliki massa pulahan ribu orang.

Siti Efi Farhati

Duet kakak beradik dalam satu majelis shalawat tadi malam itu menyedot perhatian jamaah. Karena jarang sekali dua orang itu bisa bertemu dalam satu majelis kegiatan. Mengingat kesibukannya masing-masing. Gus Diya’ selama ini menanganii orang-orang tua (anggota thariqah). Sedangkan Gus Shon dikenal sibuk memimpin majelis shalawat yang mayoritas anggotanya para pemuda, hampir dua hari sekali keliling ke daerah-daerah.

“Alhamdulillah dua tokoh bisa tampil satu panggung. Biasanya kan tidak bisa.Mengingat kesibukannya masing-masing,” ungkap Ustadz Moh Zakki, ketua panitia acara.

Biasanya kegiatan haul sebelumnya, panitia mengundang para habaib dari luar Kabupaten Blitar. Namun,untuk haul ke-12 tahun 2016 KH Zubaidi Abdul Ghofur, cukup menampilkan dua putra almarhum saja: Kiai Diya’uddin dan Gus Shon. “Alhamdulillah antusiasme hadirin tetap luar biasa.Terbukti ribuan jamaah tetap hadir pada kesempatan ini,”’kata Zakki.

Siti Efi Farhati

Sejak sehabis shalat tarawih halaman masjid Pesantren Mambaul Hikam sudah penuh sesak para jamaah. Mereka datang dari wilayah Blitar Raya, Tulungagung, Kediri Raya, dan sekitarnya. Acara diawali dengan pembacaan tahlil bersama, lalu dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW dengan diiringi tim shalawat dari pesantren setempat. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Berita Siti Efi Farhati

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,? Siti Efi Farhati?

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas. ?

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

Siti Efi Farhati

“Apakah kalian siap?” tanya Alfa.

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Siti Efi Farhati

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Berita, Syariah, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Kamis, 28 Desember 2017

Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag

Brebes, Siti Efi Farhati

Sebanyak 1004 orang mendaftar seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Departemen Agama (Depag) Kabupaten Brebes. Padahal, formasi yang tersedia hanya 2 lowongan saja. Yakni untuk formasi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) 1 orang dan guru kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) juga 1 orang.



Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag

Jumlah peserta seleksi peminatnya terbanyak untuk formasi guru kelas MIN. Yakni 501 orang. Mereka berasal dari lulusan D2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 221 orang, lulusan D2 PGSD 150 orang, lulusan D2 PGPAI 129 orang dan S1 PGSD 1 orang. “Sisanya, sebanyak 471 peserta merupakan peminat dari formasi S1 pendidikan PAI,” ujar Ketua Panitia Penerimaan CPNS Depag Kabupaten Brebes, Drs H Syamsudin di sela-sela Tes Tertulis CPNS di Aula Mts Negeri Model Brebes, Ahad (15/11).

Dia mengatakan, dari total peserta yang mendaftar seleksi sebanyak 1.004 orang. yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan mengikuti ujian tertulis sebanyak 972 orang. Sementara, sisanya tidak hadir tanpa alasan. Yang tidak hadir dinyatakan gugur. Mereka gagal karena tidak hadir dalam ujian tertulis yang dilaksanakan serentak. "Karena tidak hadir tanpa alasan dalam ujian, otomatis kami nyatakan gugur," ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Syamsudin menduga, ketidakhadiran mereka akibat membludaknya peminat yang mencapai ribuan peserta. "Salah satu alasan peserta memilih tidak hadir dalam tes, karena merasa berat. Selain itu, mungkin juga mereka mendaftar pada CPNS Pemkab," terangnya.

Ujian CPNS itu sendiri dilaksanakan di dua tempat, yakni di MTs Negeri Model Brebes dan MAN Brebes 01. Seleksi tersebut diselenggarakan Kanwil Depag Provinsi Jateng. Sedangkan Depag kabupaten/kota hanya sebagai pelaksana ujian.

Siti Efi Farhati

Soal ujian kembali dikumpulkan ke panitia untuk didata ulang dan dimusnahkan. Sedangkan semua lembar jawab peserta, langsung dikirim ke provinsi untuk dikoreksi. “Koreksi dan hasilnya ditentukan ditingkat Wilayah dengan Persetujuan Depag Pusat,” tandasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pondok Pesantren, Berita, Khutbah Siti Efi Farhati

Rabu, 27 Desember 2017

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI

Tangerang Selatan, Siti Efi Farhati?

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh menegaskan, pandangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tentang bolehnya penggunaan dana setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk hal-hal yang produktif sudah sesuai dengan Fatwa MUI.?

Menurut Niam, MUI telah membahas permasalahan investasi dana haji itu di dalam Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia IV yang diselenggarakan di Cipasung Jawa Barat tahun 2012. Ia mengaku memimpin sidang pleno penetapan Fatwa tersebut bersama dengan KH Ma’ruf Amin.

“Forum Ijtima’ Ulama menyepakati bolehnya memproduktifkan dana haji yang disetorkan jama’ah untuk investasi sepanjang dilakukan sesuai syariah dan ada kemaslahatan,” kata Niam kepada Siti Efi Farhati di Tangerang Selatan, Sabtu (29/7) malam.

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI

Dalam salah satu poin Keputusan Forum Ijtima’ Ulama tersebut disebutkan bahwa dana setoran jama’ah haji yang berada dalam daftar tunggu boleh digunakan atau di-tasharruf-kan untuk hal-hal yang poduktif atau memberikan keuntungan.

Namun demikian, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan, pemanfaatan setoran dana haji tersebut harus mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan umat. “Akan tetapi harus dipastikan dilakukan sesuai ketentuan syariah dan manfaatnya kembali kepada jama’ah,” jelasnya.

Sebelumnya, Menag menyampaikan bahwa dana setoran haji boleh digunakan untuk investasi infrastruktur selama investasi tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sesuai dengan Undang-Undang yang ada, serta memberikan kemaslahatan kepada jama’ah haji dan juga masyarakat umum. Terkait pandangan Menag ini, ada yang mendukung dan juga ada yang mempertanyakan keabsahannya baik secara Undang-Undang maupun hukum Islam. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Aswaja, Berita Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Jumat, 22 Desember 2017

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Jakarta, Siti Efi Farhati. Seni lukis kaligrafi bisa menjadi semangat keimanan, ‘jembatan’ perdamaian dan inspirasi kelestarian manakala manusia menyadari bahwa pena adalah senjata pemusnah keingkaran dan keinginan yang berlebihan, dengan kitab suci sebagai jendela pemandu akal dan keinginan.

Demikian dikatakan pelukis kaligrafi Jauhari Abd Rosyad saat menjadi narasumber pada diskusi “Multicultural Calligraphy by Jauhari Abd Rosyad” di Kantor The Wahid Institute, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Selasa (22/5). Hadir pula sebagai narasumber pada acara tersebut, Pelukis dan Sastrawan Acep Zamzam Nur.

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Jauhari, begitu panggilan akrab pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, itu, menjelaskan, karya kaligrafi yang ia buat seluruhnya bersumber dari ayat-ayat Al-Quran. Ia mengaku ingin menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan toleransi yang ada dalam Al-Quran kepada masyarakat.

Karena itulah, tuturnya, seni lukis kaligrafi bisa menjadi jembatan bagi upaya perdamaian. Ajaran-ajaran suci Al-Quran akan bisa terwujudkan melalui karya seni menulis indah itu.

Tak hanya itu. Menurut Jauhari, seni melukis dengan tema utama ayat-ayat Al-Quran itu, sekaligus juga mampu menumbuhkan semangat religius pada penikmatnya. “Karena semua sumbernya adalah Al-Quran, maka semangat religiusitas itu akan muncul dengan sendirinya,” pungkasnya.

Senada dengan Jauhari, Acep mengatakan, kaligrafi dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai sumber inspirasinya, memang bisa menimbulkan semangat religius bagi penikmat maupun pelukisnya sendiri. Namun hal itu sifatnya sangat subyektif, tergantung pada penafsiran penikmatnya.

Siti Efi Farhati

“Dalam hal ini, saya punya teori ‘Bulu Kuduk’. Misal, ketika kita melihat sebuah lukisan, apapun temanya, kemudian bulu kuduk kita berdiri, maka di situlah muncul semangat religius. Artinya juga si pelukis cukup berhasil menyampaikan pesan religius yang dimaksud,” ujar Acep.

Meski demikian, dalam diskusi yang dipandu Direktur Eksekutif The Wahid Institute Ahmad Suaedy itu, Acep mengkritik pemahaman masyarakat Indonesia tentang kaligrafi yang ia nilai salah kaprah. Menurutnya, pada dasarnya, kaligrafi adalah murni seni menulis indah dan tidak ada hubungannya dengan ajaran agama tertentu.

Kaligrafi, tambahnya, tidak terpaku pada ayat-ayat Al-Quran yang ditulis dalam huruf dan Bahasa Arab. Melainkan bisa menggunakan huruf serta bahasa mana pun. “Bisa pakai huruf Cina, Jepang, Arab, Latin, dan sebagainya. Tapi di Indonesia, kaligrafi identik dengan Arab, identik dengan Islam. Seolah-olah kaligrafi adalah Islam,” paparnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Berita, Doa Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock