Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 bertepatan 21 Januari 1973, penulis mendampingi Subchan ZE keliling balad Jeddah. Di dalam mobil, penulis dengan lugu bertanya: "Di koran pak Subchan diberitakan akan kawin. Dengan siapa, Pak?". "Betul, tapi yang mau kawin itu pikiran Subchan dengan pikiran Soeharto", jawabnya.

Lalu tanya penulis: "Bagaimana dengan isu miring bahwa Pak Subchan punya hobi ke dumang, dunia remang-remang, klub malam. Kan bapak seorang tokoh NU?"

Jawabnya: "Subchan ZE Wakil Ketua MPRS-RI itu selalu berada di tempat tidak jauh dari mobil B 4 parkir. Termasuk di night club itu betul tetapi ingat, sebagai Wakil Ketua MPRS, petinggi NU, dan seorang Muslim pada dasarnya adalah Muballigh, yang harus menyampaikan pesan Rasul walau hanya seayat. Coba siapa dari para kiai dan atau dai yang berani tanpa sembunyi-sembunyi nyambang tempat remang-remang untuk antarkan nasihat, nanting kembali ke jalan yang benar. Bukankah dakwah justru lebih dibutuhkan di tempat seperti itu daripada di mesjid dan surau?”

“Harus diingat,” sambungnya, “bahwa apapun yang kita lakukan, niat adalah hal pokok. Maka bulatkan tekad bahwa segalanya diniatkan untuk ibadah pada Allah dalam berkhidmah melayani kepentingan umat. Serahkan diri artinya niatkan semuanya hanya untuk memperoleh ridlo Allah sehingga kelak bisa menemuiNya dengan hati yang damai.”

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Ia lantas mengutip ayat ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? laa yanfau maalun wa laa banuuna illaa man ata-Llaaha bi-qalbin saliim, yakni: tidak akan berguna harta dan anak keturunan kecuali siapa yang datang menemui Allah dengan hati yang damai. Dan menyampaikan petikan hadits ? ? Ad-Diinu nashiihah. Agama adalah nasihat.

“Maka nasihatku, jika nanti kamu berniat terjun kiprah di politik, tebalkan terlebih dahulu bantalanmu. Jangan heran dan jangan gamang, jika datang menerpamu isu masuk partai untuk memperkaya diri. Lihatlah nanti setelah saya istirahat panjang, apakah saya masuk NU untuk memperkaya diri ataukah benar untuk berkhidmat bagi kepentingan umat? Kini saatnya, kuingin bangun hotel di Mekkah. Kumau istirahat panjang."

Siti Efi Farhati

Subhanallah, Pak Subchan ZE ternyata bukan hanya politikus ulung, tetapi juga kiai yang mumpuni. Ketika ditanya, "Kenapa Pak Subchan tidak membalas balik serangan pihak yang mendiskreditkan?" Jawabnya: "Man satara musliman satarahulLaahu fid-dunyaa wal-aakhiroh. Siapa menutupi (cela/aib/keburukan) seseorang Muslim maka Allah menutupi (cela/aib/keburukan)-nya di dunia dan akhirat.”

Dari sejak pagi perjumpaan hari itu, penulis sudah menyampaikan keinginan teman-teman agar Pak Subchan berkenan singgah di gubuk kami di Baghdadiyah Jeddah, dekat Hotel AlAttas. Maka adalah sebuah "barokah", kebetulan ketika itu tak satu pun kamar hotel di Jeddah yang kosong, maka Pak Subchan tidak memiliki alasan untuk tidak singgah ke gubuk tempat kami para kerabat mahasiswa/alumni Timur Tengah kumpul-kumpul.

Selanjutnya, setelah qailuulah atau tidur siang sejenak, kemudian mandi sore dan shalat, seraya mengikat tali sepatu beliau bersenandung, "Yang hilang tak kan kembali..." Serta merta penulis bilang: "Wah, Pak Subchan, bisa-bisa ngalahin Bob Tutupoli!"Sambil tersenyum lebar beliau merespon: "Oh ya? Tapi janganlah.. Kasihan nanti para penyanyi bisa kehilangan job."

Siti Efi Farhati

Kemudian beliau berpamitan untuk ke Mekkah dan Medinah menggunakan mobil Mercides warna putih milik Pak Abdullah Sumbawa, didampingi Pak Faisal Rochlan (adik beliau) dan Pak Nur (pemilik Percetakan Menara Kudus). Penulis ingat persis, hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 atau tanggal 21 Januari 1973, sudah berselang empat dasawarsa lebih, tapi rasanya seakan baru saja kemarin beliau tiga kali menoleh ke penulis dan teman-teman seraya berucap: "Selamat tinggal... Fii AmaanilLaah!"

Usai maghrib, ketika itu bersama keluarga Cak Bakrin Kafi, penulis sedang menjamu Kepala Inkopad, Pak Brigjen Djoko Basoeki sekeluarga, datanglah sahabat penulis bernama Yazid Ramli dari Mekkah membawa berita dukacita. Di luar pintu Yazid Ramli memeluk lunglai penulis yang dengan suara lirih bertanya: "Kenapa? Pak Subchan?!" Berbareng kami mengucap lirih: "Innaa lilLaahi wa innaa ilaiHi roojiuun".

Malam itu Cak Bakrin Kafi dan penulis tidak sampai hati untuk menginformasikan berita duka cita itu ke Pak Brigjen Djoko Basoeki, yang pamitan mau terbang ke Amerika untuk suatu tugas, dan keluarga terbang pulang ke Jakarta.

Musim haji tahun 1392/1973 itu Amiirul-Haj Indonesia adalah Pak Jenderal Amir Machmud, Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Umum Golkar. Maka tentunya dapat dibayangkan, isu politik seperti apa yang sangat mungkin serta merta dapat mencuat menjelma menjadi malapetaka amat dahsyat di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur, belahan Nusantara basis kaum santri dan Nahdliyiin. Karena itu, penulis segera mencoba-yakinkan Cak Bakrin Kafi, putra Kiai Cholil Bangkalan Madura, untuk melakukan tindakan darurat demi keamanan situasi negeri tercinta dengan menangkal kemungkinan hembusan fitnah. 

Alhamdulillah Cak Bakrin tanggap, maka malam itu juga bersama penulis ke Telkom Jeddah (musim haji buka 24 jam) mengirim dua telegram (isi berita sama, yaitu: "kilat":

"Innaa lilLaahi wa innaa ilaihi raajiuun, telah berpulang ke rahmatulah SWT almarhum haji Subchan ZE karena kecelakaan murni, ulangi karena kecelakaan murni, di Wadi Fatmah dalam perjalanan darat dari Mekkah ke Medinah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya serta mengampuni segala dosanya dan membangunkan tempat mulia di taman surgaNya, sementara ahli keluarga dan kita yang ditinggalkan tetap tabah, tawakkal dan tulus ikhlash mendoakannya disertai membaca al-faatihah. Demikian, Bakrin Kafi dan Muzammil Basyuni) masing-masing dialamatkan ke Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya - Jakarta Pusat; dan

Keluarga Bapak Subchan ZE. AlMarhum, Jl. Banyumas No.4, Menteng, Jakarta Pusat.

Sopir Pak Subchan ZE, yaitu Syauqi Thohir Rochili, putra Pengasuh Ponpes AtTahiriyah  Kampung Melayu, Jatinegara, sempat ditahan di penjara, lalu dibebaskan atas permohonan keluarga AlMarhum. 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Waktu itu dua sesepuh: Al-Mukarram KH. Bisri Syamsuri, Rais Aam NU (yang mengskors Pak Subchan ZE dalam kepengurusan struktural PBNU); dan Al-Mukarram KH Ali Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogya, guru besar penulis, juga menunaikan haji bersama keluarga.

Sungguh amat mengharukan ketika di acara Tahlil di Bait Indonesia Jiyad Mekkah, Al-Mukarram Rais Aam NU meminta kesaksian para hadirin atas pernyataan beliau merehabilitasi nama harum Pak Subchan ZE rahimahullaah, dan secara eksplisit juga menyatakan mencabut keputusan skorsnya tersebut di atas. 

Dan penulis bersyukur bahwa pada malam itu Al-Mukarram KH Ali Maksum telah berkenan untuk melakukan Talqiin keesokan harinya bakda dluhur, pada acara pemakaman Almarhum di Mala Mekkah.

Allah Maha Besar lagi Maha Mendengar, Pak Subchan ZE telah memperoleh restuNya membangun "hotel"-nya di Mala Mekkah dan istirahat panjang.

 

                          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Yaa ayyatuhan-nafsul-muthmainnah. Irjiii ilaa Rabbiki râdliyatan mardliyyah.. fadkhul fî ibâdî wadkhulî jannatî."

 

 

Muzammil Basyuni. Dubes RI untuk Rep. Arab Suriah 2006-2010.

Arinda, 21 Januari 2011.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Humor Islam, AlaNu Siti Efi Farhati

Sabtu, 24 Februari 2018

Hadapi Persoalan Bangsa, Khofifah Ajak Perbanyak Munajat

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Berkaitan dengan tugas keluarga, hukum Islam telah mewajibkan kepada bapak untuk mengurus semuanya, tapi bukan berarti ibu lepas tanggung jawab. Ini muhasabah kita bersama, namanya muhasabah berarti saling koreksi, saling introspeksi, saling refleksi, bukan beraksi. tidak kalah pentingnya menjaga pertahanan nasional harus dimulai dari pertahanan keluarga.?

Hadapi Persoalan Bangsa, Khofifah Ajak Perbanyak Munajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Persoalan Bangsa, Khofifah Ajak Perbanyak Munajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Persoalan Bangsa, Khofifah Ajak Perbanyak Munajat

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa di depan ribuan jamaah Muslimat NU dalam mauidzah hasanah-nya pada peringatan harlah ke-94 NU dan ke-71 Muslimat sekaligus peringatan Isra Miraj di Mesjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (30/4).?

"NU punya tugas berat, Muslimat juga punya tugas berat, tugas berat kita menjaga bangsa, menjaga negara, menjaga umat. Jadi kalau ada TNI, maka Banser, warga NU, Muslimat ya jadi TNU, ya tentaranya NU," ujar Menteri Sosial RI ini.

Dengan mengutip Al-Quran surat al-Anfal ? Ayat 9, Khofifah mengatakan, “Hari ini kita bisa melakukan apa? Apakah ibu-ibu bawa senjata, bukan saatnya, senjata kita puasa kita, senjata kita adalah amaliyah kita, senjata kita adalah amal shaleh kita. kita bersama-sama munajat.”

Khofifah menjelaskan, hal ini dilakukan supaya Allah menurunkan bala tentara malaikat untuk membantu bangsa supaya rukun, untuk membantu bangsa agar tidak saling adu domba, untuk membantu bangsa supaya damai.

Siti Efi Farhati

"Kiai-kiai, ulama-ulama, dan ajengan-ajengan selalu menyampaikan bagaimana kita ini bisa menguatkan Ahlusunnah wal Jamaah. Di sisi lain ada ahli fitnah wal jamaah, ini PR kita. Saya pagi-pagi tadi saja terima hoaks, Kasihan kan rakyat disuguhi fitnah-fitnah seperti ini terus,” keluh Perempuan kelahiran 19 Mei 1965 ini.

Dia juga mengungkapkan soal keberagaman di Indonesia. "Hubungan intern umat beragama harus kita tata, hubungan antarumat beragama juga harus kita tata. Hubungan intern itu Islam dengan Islam, yang tahlil dan yang gak suka tahlil, yang mau Maulid dan yang anti-Maulid, yang mau manakib dan yang antimanakib, tidak boleh bertengkar. minna..minhum...wah berantakan bangsa ini," ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Di akhir tausiyahnya, Khofifah mengingatkan supaya bercermin pada perpecahan di Timur Tengah, di mana persatuan dan kedamaian sulit dicapai karena kepentingan tertentu.

"Jangan sampai perpecahan terjadi di negara kita tercinta Indonesia. Semoga ahli fitnah itu diberi hidayah serta NU dengan usia yang hampir seabad, diiringi dengan kualitas juga, kualitas akademisi NU. Secara kuantitatif sudah, secara kualitatif, itu yang kita usahakan," tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Rais Syuriyah KH Aban Bunyamin, Ketua Tanfidziyah PCNU KH Didi Hudaya, ? Mustasyar yang juga Walikota Tasik Budi Budiman, Ketua Muslimat Jawa Barat Hj Ela Giri Komala, serta para ketua badan otonom NU dan para tokoh Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya. (Arif/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Lomba Siti Efi Farhati

Sabtu, 17 Februari 2018

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas

Aceh Besar, Siti Efi Farhati. Meski baru dilantik Selasa malam (22/8) lalu, PCNU Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam telah bergerak jauh sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, salah satu pergerakan mereka adalah mengupayakan pendirian Universitas Nahdlatul Ulama. Perguruan tinggi dianggap ujung tombak untuk kemajuan umat Islam secara umum, dan NU secara khusus. ?

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Aceh Besar Tgk. Dhiauddin Idris mengatakan, NU harus turut serta dalam mengelola negara Indonesia. Syarat utama untuk melakukan itu butuh calon-calon penyelenggara negara yang berkualitas. NU memiliki kader warga yang secara kultur mayoritas.

“Kami optimis untuk jurusan-jurusan tertentu justru akan jadi minat utama calon mahasiswa, misalnya kedokteran atau keperawatan, dimana nantinya para alumni dapat mendedikasikan dirinya pada lembaga-lembaga amal usaha NU, bahkan masyarakat secara luas; mengingat begitu banyak anak-anak Aceh yang butuh perhatian khusus. Apalagi Aceh Besar merupakan daerah penyelenggaran pendidikan inklusif yang dicanangkan Kemdikbud,” jelasnya Jumat malam (26/8). ?

Siti Efi Farhati

Saat ini , tambahnya, pendirian universitas dalam tahap pengurusan lahan. Sementara taget berdiri, kalau memungkinkan, ingin tahun ini. “Kita berharap secepatnya. Kami baru ditugaskan PWNU Aceh untuk mengurus hibah lahan. Insyaallah kalau dalam dua bulan ini hibah lahan clear,” katanya.

Menurut dia, jika pengurusan hibah itu berjalan dengan lancar, maka tahun ini juga akan didirikan karena sudah ada yang menawarkan pendirian bangunan sederhana yang dapat difungsikan sebagai sekretariat panitia pendirian sekaligus sekretariat PCNU Aceh Besar. (Abdullah Alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Doa, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri

Seorang ulama atau kiai adalah tokoh yang bertanggung jawab dalam mendidik moral masyarakat. Tanggung jawab ini sering sangat berat karena watak dan karakter masyarakat tidaklah sama. Para kiai tidak jarang dihadapkan pada sebuah situasi sulit ketika ia harus menjaga agar prinsip-prinsipnya tidak terlukai.

Tak terkecuali Kiai Muhammad, seorang Kiai di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamkesanan yang sangat alim dan menutupi dirinya dari keterkenalan oleh khlayak ramai. Kabarnya ia pernah nyantri di Pesantren Kiai Maksum Lasem. Ia juga rupanya memiliki hubungan yang baik dengan pesntren Tebuireng, Denanyar, Tambakberas dan Rejoso Jombang.

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri

Kiai Muhammad pernah menceritakan kepada penulis bahwa suatu hari datanglah kepadanya seorang warga desanya yang baru pulang bekerja dari luar negeri sebagai TKI. Dalam sowannya itu dengan nada memendam amarah yang memuncak, seorang warga meminta izin sang kiai untuk membunuh seseorang. Pasalnya, orang yang dimaksud ini telah main serong dengan istrinya selama ditinggal bekerja ke luar negeri.

“Saya minta izin kiai, saya minta restu dan doanya, saya mau carok.” Katanya.

Siti Efi Farhati

“Kenapa?” kata sang kiai.

“Istri saya diambil orang,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Untungnya, sang kiai dapat meredam emosi warga tersebut. Sang kiai mengungkapkan bahwa tidak ada untungnya berkelahi dan bunuh-membunuh. Ia juga mengungkapkan bahwa jika seorang warga tersebut menang, ia akan dipenjara. Selama di penjara siapa yang tahu kalau istrinya akan dicuri orang lagi. Jika ia kalah dan harus mati, maka istrinya akan kawin lagi. Jadi sebaiknya carok itu jangan pernah terjadi.

“Menurut saya,” lanjut sang kiai dengan nada tenang dan hati-hati, “Sebaiknya jangan ada bunuh-bunuhan karena tidak ada untungnya baik buat yang kau bunuh maupun dirimu sendiri.”

“Lagian kamu sendiri juga agak keliru, masa istri ditinggal ke luar negeri, dalam hitungan tahun lagi,” kata Kiai Muhammad yang mengerti bahwa tamunya itu habis pulang dari luar negeri.

“Sebaiknya jangan ada carok itu, kamu lebih baik hidup tenang dan jaga istrimu baik-baik. Yang lalu biarlah berlalu sebagai pelajaran. Kalau harus ke luar negeri berangkatlah bersama jangan sendiri-sendiri,” tutur Kiai Muhammad sebagai pamungkas.

Warga tersebut langsung menyadari emosinya dan pulang dengan perasaan yang penuh kesadaran akan kesalahan dirinya telah meninggalkan istri ke luar negeri. Pertumpahan darah pun dihindarkan. Kiai Muhammad sukses memberi jalan tengah “menang sama menang” dan menghindarkan warga tersebut dari perbuatan yang mencelakakan orang lain dan dirinya. (R. Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, Doa, Kajian Sunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 06 Februari 2018

Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif

Jakarta, Siti Efi Farhati. Soft Launching Gerakan Nasional #AyoMondok telah diluncurkan di Gedung PBNU lantai 8 Jl Kramat Raya Jakarta Pusat, Senin (1/6). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) serta didukung oleh RMINU Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua PP RMINU, KH Amin Haedari, Sekretaris PP RMINU, KH Miftah Faqih, Ketua RMINU Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffar Rozien, Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok, KH Lukman Haris Dimyati, serta Nahdliyin yang memadati tempat kegiatan. Peluncuran gerakan ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam sambutannya, KH Lukman Haris Dimyati menjelaskan, bahwa gerakan ini adalah ikhitiar ini kalangan pondok pesantren di Tanah Air, khususnya yang tergabung dalam RMINU, mengajak masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai pilihan utama bagi pendidikan putra-putrinya.

Siti Efi Farhati

“Sejarah pesantren sangat panjang, sejak sebelum merdeka. Gerakan ini merupakan upaya serius dari para pengasuh pesantren untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pesantren bukan sekadar pilihan alternatif,” jelas Gus Lukman, sapaan akrabnya.

Siti Efi Farhati

Sebaliknya, lanjut dia, adalah lembaga pendidikan unggulan, baik dari segi prestasi akademik maupun dari segi kemampuan manajerial, leadership, dan networking.

Sementara itu, KH Amin Khaedari, mengatakan, bahwa gerakan nasional ayo mondok merupakan usaha peneguhan Islam Nusantara. “Kearifan lokal Islam Indonesia dibangun melalui pesantren. Gerakan pesantren menyumbang jasa yang sangat luar biasa bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Dalam taushiyahnya, KH Said Aqil Siroj menegaskan, bahwa gerakan ini adalah bagian dari misinya dulu ketika terpilih menjadi Ketum PBNU, yaitu gerakan kembali ke pesantren. Pesantren selain sebagai benteng moral, juga sebagai benteng intelektual dan ideologi Islam Nusantara yang ramah, toleran, dan moderat.

“Dulu jaman NU berdiri, Wahabi yang radikal jauh di luar sana, di Arab. Kini wahabinya di depan kita. Ini tantangan buat pesantren,” tegasnya.?

Kang Said juga menuturkan, bahwa jangan sampai kita melahirkan generasi yang lemah. Pesantren harus melahirkan generasi yg kuat. Baginya, untuk menjdi ekstrem tidak butuh ilmu. Tapi untuk wasathon butuh ilmu. Karena harus menggabungkan (dalil) naqliyah denang (nalar) aqliyah.

“Oleh karena itu, PBNU sangat terharu sekaligus mendukung gerakan ini, serta meminta masyarakat, khususnya warga NU agar merespon gerakan ini dengan baik sehingga tercipta generasi berkualitas ala pesantren,” tukasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Minggu, 04 Februari 2018

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Solo, Siti Efi Farhati. Kajian Ar-Raudah menggelar kajian rutin Selasa sore pada pekan ke-2 dan ke-4 di selasar masjid Nurul Huda Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS), Jawa Tengah, Selasa, (26/11). Kajian bernafas Ahlussunnah wal Jamaah ini mengaji kitab Risalatul Jamiah karya Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi.

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Puluhan jamaah yang terdiri dari berbagai fakultas di UNS turut hadir. Kehadiran Ar-Raudhah cukup membantu mereka yang berhaluan aswaja. Sebelumnya majelis taklim di sekitar kampus UNS cukup banyak. Namun, majelis ilmu model aswaja terbilang langka.

Para mahasiswa UNS dari kalangan Nahdliyyin terkadang menempuh jarak sekitar 7 km untuk mendapatkan siraman ilmu dari para ulama ataupun habib di daerah Pasar Kliwon, Solo ataupun di tempat lain. Namun, kesulitan itu kini sedikit terbantu dengan adanya kajian Ar-Raudhah UNS.

Siti Efi Farhati

Ar-Raudhah UNS sendiri merupakan majelis ilmu yang dirintis oleh Habib Novel al-Aydrus dan kemudian dilanjutkan oleh Habib Muhammad bin Husain al-Habsyi. Seiring perkembangannya, majelis ini kini semakin besar jamaahnya. Bahkan banyak dari kalangan mahasiswa ataupun dosen yang bukan dari Nahdliyyin pun tertarik mengikuti kajian ini.

Dalam kesempatan itu, Habib Muhammad menerangkan pentingnya meningkatkan iman dan membersihkan hati. “Bagaimana caranya? Di antaranya dengan duduk semacam ini (majelis ilmu). Meskipun sederhana, akan tetapi iman kita bisa meningkat,” tutur ulama yang juga aktif dalam kegiatan NU Solo itu.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut ia menjelaskan, cara lain untuk membersihkan hati yakni dengan pengakuan atau bertobat kepada Allah SWT. Dengan itu, kita juga dapat mengintrospeksi kesalahan kita untuk selanjutnya mengganti dengan perbuatan baik. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Ubudiyah, Doa Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba

Sidoarjo, Siti Efi Farhati - SMK Plus Nahdlatul Ulama Sidoarjo mendatangkan pemateri untuk mendiskusikan bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo di sekolah setempat. Kehadiran BNN ini untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya hingga penanganan bagi pecandu narkoba.

Guru BK SMK Plus NU Sidoarjo M Zakariya menuturkan, maraknya kasus narkoba yang menyasar di kalangan pelajar membuat para guru menjadi prihatin. Agar kasus tersebut tidak masuk di lingkungan sekolah, pihaknya sengaja memberikan edukasi dan pemahaman seputar narkoba kepada para siswanya.

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba

"Agar peserta didik baru maupun para siswa SMK Plus NU Sidoarjo terhindar dari narkoba, kami sengaja menghadirkan tim dari BNN Sidoarjo. Diharapkan para siswa bisa mengantisipasi dan mencegah penyebaran barang haram itu. Tak hanya itu saja, supaya anak-anak dan orang lain bisa selamat dari bahaya narkoba," kata Zakariya, Kamis (28/7).

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mempertebal keimanan para siswa setiap hari sebelum proses belajar-mengajar para siswa terlebih dulu shalat dhuha, membaca surah Yasin, istighotsah, dan kegiatan yang bersifat positif lainnya.

Siti Efi Farhati

"Para siswa kami ajarkan tatakrama dengan selalu senyum, salam, sapa dan tetap mengedepankan sopan santun. Pada saat pengenalan lingkungan sekolah yang kami adakan pada tanggal 18 hingga 20 Juli kemarin, kami juga meminta kepada anak-anak untuk menampilkan bakatnya masing-masing seperti qiroah, tari tradisional, nasyid, nyanyi, drama dan lain sebagainya. Hal ini untuk menghindari adanya penyalagunaan narkoba, salah satunya dengan melakukan hal-hal positif," tandasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Meme Islam Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock