Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 bertepatan 21 Januari 1973, penulis mendampingi Subchan ZE keliling balad Jeddah. Di dalam mobil, penulis dengan lugu bertanya: "Di koran pak Subchan diberitakan akan kawin. Dengan siapa, Pak?". "Betul, tapi yang mau kawin itu pikiran Subchan dengan pikiran Soeharto", jawabnya.

Lalu tanya penulis: "Bagaimana dengan isu miring bahwa Pak Subchan punya hobi ke dumang, dunia remang-remang, klub malam. Kan bapak seorang tokoh NU?"

Jawabnya: "Subchan ZE Wakil Ketua MPRS-RI itu selalu berada di tempat tidak jauh dari mobil B 4 parkir. Termasuk di night club itu betul tetapi ingat, sebagai Wakil Ketua MPRS, petinggi NU, dan seorang Muslim pada dasarnya adalah Muballigh, yang harus menyampaikan pesan Rasul walau hanya seayat. Coba siapa dari para kiai dan atau dai yang berani tanpa sembunyi-sembunyi nyambang tempat remang-remang untuk antarkan nasihat, nanting kembali ke jalan yang benar. Bukankah dakwah justru lebih dibutuhkan di tempat seperti itu daripada di mesjid dan surau?”

“Harus diingat,” sambungnya, “bahwa apapun yang kita lakukan, niat adalah hal pokok. Maka bulatkan tekad bahwa segalanya diniatkan untuk ibadah pada Allah dalam berkhidmah melayani kepentingan umat. Serahkan diri artinya niatkan semuanya hanya untuk memperoleh ridlo Allah sehingga kelak bisa menemuiNya dengan hati yang damai.”

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Ia lantas mengutip ayat ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? laa yanfau maalun wa laa banuuna illaa man ata-Llaaha bi-qalbin saliim, yakni: tidak akan berguna harta dan anak keturunan kecuali siapa yang datang menemui Allah dengan hati yang damai. Dan menyampaikan petikan hadits ? ? Ad-Diinu nashiihah. Agama adalah nasihat.

“Maka nasihatku, jika nanti kamu berniat terjun kiprah di politik, tebalkan terlebih dahulu bantalanmu. Jangan heran dan jangan gamang, jika datang menerpamu isu masuk partai untuk memperkaya diri. Lihatlah nanti setelah saya istirahat panjang, apakah saya masuk NU untuk memperkaya diri ataukah benar untuk berkhidmat bagi kepentingan umat? Kini saatnya, kuingin bangun hotel di Mekkah. Kumau istirahat panjang."

Siti Efi Farhati

Subhanallah, Pak Subchan ZE ternyata bukan hanya politikus ulung, tetapi juga kiai yang mumpuni. Ketika ditanya, "Kenapa Pak Subchan tidak membalas balik serangan pihak yang mendiskreditkan?" Jawabnya: "Man satara musliman satarahulLaahu fid-dunyaa wal-aakhiroh. Siapa menutupi (cela/aib/keburukan) seseorang Muslim maka Allah menutupi (cela/aib/keburukan)-nya di dunia dan akhirat.”

Dari sejak pagi perjumpaan hari itu, penulis sudah menyampaikan keinginan teman-teman agar Pak Subchan berkenan singgah di gubuk kami di Baghdadiyah Jeddah, dekat Hotel AlAttas. Maka adalah sebuah "barokah", kebetulan ketika itu tak satu pun kamar hotel di Jeddah yang kosong, maka Pak Subchan tidak memiliki alasan untuk tidak singgah ke gubuk tempat kami para kerabat mahasiswa/alumni Timur Tengah kumpul-kumpul.

Selanjutnya, setelah qailuulah atau tidur siang sejenak, kemudian mandi sore dan shalat, seraya mengikat tali sepatu beliau bersenandung, "Yang hilang tak kan kembali..." Serta merta penulis bilang: "Wah, Pak Subchan, bisa-bisa ngalahin Bob Tutupoli!"Sambil tersenyum lebar beliau merespon: "Oh ya? Tapi janganlah.. Kasihan nanti para penyanyi bisa kehilangan job."

Siti Efi Farhati

Kemudian beliau berpamitan untuk ke Mekkah dan Medinah menggunakan mobil Mercides warna putih milik Pak Abdullah Sumbawa, didampingi Pak Faisal Rochlan (adik beliau) dan Pak Nur (pemilik Percetakan Menara Kudus). Penulis ingat persis, hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 atau tanggal 21 Januari 1973, sudah berselang empat dasawarsa lebih, tapi rasanya seakan baru saja kemarin beliau tiga kali menoleh ke penulis dan teman-teman seraya berucap: "Selamat tinggal... Fii AmaanilLaah!"

Usai maghrib, ketika itu bersama keluarga Cak Bakrin Kafi, penulis sedang menjamu Kepala Inkopad, Pak Brigjen Djoko Basoeki sekeluarga, datanglah sahabat penulis bernama Yazid Ramli dari Mekkah membawa berita dukacita. Di luar pintu Yazid Ramli memeluk lunglai penulis yang dengan suara lirih bertanya: "Kenapa? Pak Subchan?!" Berbareng kami mengucap lirih: "Innaa lilLaahi wa innaa ilaiHi roojiuun".

Malam itu Cak Bakrin Kafi dan penulis tidak sampai hati untuk menginformasikan berita duka cita itu ke Pak Brigjen Djoko Basoeki, yang pamitan mau terbang ke Amerika untuk suatu tugas, dan keluarga terbang pulang ke Jakarta.

Musim haji tahun 1392/1973 itu Amiirul-Haj Indonesia adalah Pak Jenderal Amir Machmud, Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Umum Golkar. Maka tentunya dapat dibayangkan, isu politik seperti apa yang sangat mungkin serta merta dapat mencuat menjelma menjadi malapetaka amat dahsyat di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur, belahan Nusantara basis kaum santri dan Nahdliyiin. Karena itu, penulis segera mencoba-yakinkan Cak Bakrin Kafi, putra Kiai Cholil Bangkalan Madura, untuk melakukan tindakan darurat demi keamanan situasi negeri tercinta dengan menangkal kemungkinan hembusan fitnah. 

Alhamdulillah Cak Bakrin tanggap, maka malam itu juga bersama penulis ke Telkom Jeddah (musim haji buka 24 jam) mengirim dua telegram (isi berita sama, yaitu: "kilat":

"Innaa lilLaahi wa innaa ilaihi raajiuun, telah berpulang ke rahmatulah SWT almarhum haji Subchan ZE karena kecelakaan murni, ulangi karena kecelakaan murni, di Wadi Fatmah dalam perjalanan darat dari Mekkah ke Medinah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya serta mengampuni segala dosanya dan membangunkan tempat mulia di taman surgaNya, sementara ahli keluarga dan kita yang ditinggalkan tetap tabah, tawakkal dan tulus ikhlash mendoakannya disertai membaca al-faatihah. Demikian, Bakrin Kafi dan Muzammil Basyuni) masing-masing dialamatkan ke Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya - Jakarta Pusat; dan

Keluarga Bapak Subchan ZE. AlMarhum, Jl. Banyumas No.4, Menteng, Jakarta Pusat.

Sopir Pak Subchan ZE, yaitu Syauqi Thohir Rochili, putra Pengasuh Ponpes AtTahiriyah  Kampung Melayu, Jatinegara, sempat ditahan di penjara, lalu dibebaskan atas permohonan keluarga AlMarhum. 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Waktu itu dua sesepuh: Al-Mukarram KH. Bisri Syamsuri, Rais Aam NU (yang mengskors Pak Subchan ZE dalam kepengurusan struktural PBNU); dan Al-Mukarram KH Ali Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogya, guru besar penulis, juga menunaikan haji bersama keluarga.

Sungguh amat mengharukan ketika di acara Tahlil di Bait Indonesia Jiyad Mekkah, Al-Mukarram Rais Aam NU meminta kesaksian para hadirin atas pernyataan beliau merehabilitasi nama harum Pak Subchan ZE rahimahullaah, dan secara eksplisit juga menyatakan mencabut keputusan skorsnya tersebut di atas. 

Dan penulis bersyukur bahwa pada malam itu Al-Mukarram KH Ali Maksum telah berkenan untuk melakukan Talqiin keesokan harinya bakda dluhur, pada acara pemakaman Almarhum di Mala Mekkah.

Allah Maha Besar lagi Maha Mendengar, Pak Subchan ZE telah memperoleh restuNya membangun "hotel"-nya di Mala Mekkah dan istirahat panjang.

 

                          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Yaa ayyatuhan-nafsul-muthmainnah. Irjiii ilaa Rabbiki râdliyatan mardliyyah.. fadkhul fî ibâdî wadkhulî jannatî."

 

 

Muzammil Basyuni. Dubes RI untuk Rep. Arab Suriah 2006-2010.

Arinda, 21 Januari 2011.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Humor Islam, AlaNu Siti Efi Farhati

Minggu, 18 Februari 2018

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Jakarta, Siti Efi FarhatiAura kemeriahan peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terasa sejak Kamis (22/12) malam. Di lantai 2 gedung Sekolah Dasar Islam Tebuireng (SDIT) Ciganjur berlangsung reuni alumni Pesantren Ciganjur. Alumni yang tersebar di Jabodetabek telah merapat. Sementara yang di luar provinsi dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi haul.

Dr HM Luthfi Zuhdi, salah satu pengajar Tafsir dan Kajian Islam di pesantren tersebut, serta Pemangku Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan puluhan santri serta alumni khidmah mengikuti Tahlil dan Jagongan malam Jumat. Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim, Arif Rahman Hamid, juga tampak bahagia mengikuti "ritual malam Jumat" bersama para santri.

Dalam sambutannya, Luthfi Zuhdi mengatakan bahwa Gus Dur yang disebut banyak orang sebagai sosok kontroversial, bagi dia justru tidak demikian. “Bagi saya, Gus Dur bukan tokoh kontroversial. Biasa saja. Saya melihat justru memang seharusnya beliau begitu,” ujar Luthfi memulai pidatonya.

Sontak para santri yang duduk agak berjauhan dengan para sesepuh tersebut langsung merapat ke depan. Suara Luthfi Zuhdi tidak terlalu terdengar lantaran suasana ramai di kediaman Gus Dur.

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

“Gus Dur terlihat suka melawan gelombang dan arus besar. Gus Dur yang selalu mengatakan tidak ketika orang-orang berpendapat iya, dan sebaliknya. Beliau berbuat demikian karena hendak mengondisikan sebuah keseimbangan. Beliau memang diciptakan untuk keseimbangan di hampir semua urusan bangsa ini,” terang Ketua Pusat Studi Islam dan Timur Tengah UI ini.

Puncak acara haul yang digelar malam ini, Jumat, 23 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB ini bertema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Selain aneka kegiatan mulai khataman Al-Quran di beberapa masjid dan mushala di sekitar Ciganjur, sejumlah tokoh juga akan hadir bersama ribuan pecinta Sang Humanis ini. Misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus), A Syafii Maarif, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Lukman Hakim Saifuddin, Sabam Sirait, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida.

Sejak pagi, suara orang mengaji terdengar dari menara Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Para penghafal Quran di bawah tim JQH NU Depok tampak duduk khidmat melantunkan kitab suci. Dari menara Masjid Darussalam Cipedak yang hanya seperlemparan baru dari kediaman Presiden keempat RI ini juga terdengar aktivitas yang sama. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sholawat, Humor Islam, Pendidikan Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Rabu, 14 Februari 2018

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Corps Brigade Pembangunan IPNU seprovinsi Jawa Barat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) I dan Kemah Bakti Santri dan Pelajar sepanjang Kamis-Ahad (14-17/5) siang. pada kegiatan di Bumi Perkemahan Situ Sanghyang Cilolohan, Tanjung Jaya, kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 300 pelajar delegasi kabupaten se-Jawa Barat ini menyatakan ikrar untuk mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin.

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar

Peserta diberikan materi tentang ideologisasi mengenai ke-NUan, Aswaja, ke-IPNUan, dan ke-CBPan serta materi pilihan lainnya seperti SAR, Navigasi Darat, ? Sosiologi Pedesaan, dan Baris Berbaris.

Komandan CBP IPNU Jabar Dede Rusyadi mengatakan, Diklatama ini sedapat mungkin mengarahkan peserta untuk menjadi kader muda yang berjiwa sosial dan loyal dalam berbangsa dan bernegara serta berakhlakul karimah.

Siti Efi Farhati

"Selain mendidik anggota untuk menjadi disiplin, juga merekrut mereka menjadi anggota baru CBP.”

Ketua IPNU Jabar Asep Irfan Mujahid mengatakan para anggota baru CBP bisa menjadi kader yang ideologis dengan menghalau masuknya paham-paham radikal di daerahnya masing-masing serta menjadi penggerak pembangunan di sekolah maupun masyarakat.

Siti Efi Farhati

Asep berharap peserta lulusan Diklatama ini lebih matang baik dalam hal mental maupun materi. “Sehingga, mereka ke depan bisa mengembangkan dan berbagi kepada rekan dan rekanita lainnya," kata Asep.

Pembukaan dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Uu Rizanul Ulum, Dewan Pembina IPNU Jawa Barat Abdul Haris, Dewan Koordinasi Nasional CBP IPNU Asyriqin, dan Banom NU se-Jawa Barat. Mereka menggelar apel penutupan di lapangan Kapolres Tasikmalaya yang dipimpin oleh Kapolres kabupaten Majalengka dengan tertib dan disiplin. (Aries Purnama/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Humor Islam, Tokoh Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel

Surabaya, Siti Efi Farhati. Akhir-akhir ini wacana seputar hubungan antara agama dan negara kembali menyeruak.Banyak kelompok yang mempertentangkan status negara, namun juga ada yang mencoba mencari jalan tengah atas hubungan tersebut.

Atas dasar itu, PWNU Jawa Timur bekerjasama dengan Masjid Agung Sunan Ampel akan mengadakan seminar nasional dan bahtsul masail kebangsaan dalam rangka Haul Agung ke-568 Sunan Ampel. Kegiatan bertema Manhaj Beragama ala Walisongo; Perekat Persaudaraan Islam dan Persatuan Nasional, ini digelar Kamis (11/5) pagi di Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya. ?

Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel

Panitia telah memastikan bahwa yang akan hadir sebagai narasumber adalah Rais Aam PBNU dan Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015 H Asad Said Ali.

KH Asyhar Shofwan, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim mengatakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih gamblang seputar hubungan antara agama dan negara, maka kehadiran KH Maruf Amin sangatlah penting.

Ia mengemukakan bahwa KH Maruf Amin akan menjelaskan secara detail dan terperinci argumentasi NU mengenai NKRI, Pancasila dan UUD 1945. "Bagaimana akhirnya NU menyatakan final terhadap 4 pilar kebangsaan tersebut," terang Kiai Asyhar saat dihubungi Siti Efi Farhati (10/5) sore. Nantinya akan ada penjelasan terkait konsekuensi atas sikap NU tersebut ketika menyatakan bahwa NKRI, Pancasila, UUD 1945 adalah final.

Sementara itu kehadiran H Asad Said Ali akan memberikan penjelasan seputar pentingnya nilai-nilai Islam dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan NKRI.

Siti Efi Farhati

"Secara khusus, Kiai Asad akan memberikan gambaran bagaimana mengukur nilai-nilai Islam yang terserap dalam ideologi Pancasila dan UUD 1945," terangnya. Juga bagaimana nilai-nilai Islam telah menginspirasi sistem ketatanegaraan dan pemerintahan dalam alam demokrasi Pancasila, lanjutnya.

Menurut Kiai Asyhar, kehadiran dua narasumber tersebut diharapkan cukup memberikan bekal kepada warga NU serta masyarakat umum khususnya umat Islam dalam menghadapi berbagai rongrongan akibat kehadiran ideologi dan paham baru di tanah air. "Semoga mampu memberikan bekal kepada peserta, utamanya para ulama dan kiai agar semakin mantap berNKRI dan berAswaja," pungkasnya.

Seminar kebangsaan ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya alias gratis.Konfirmasi kehadiran bisa menghubungi Teguh Rachmanto di 0812 3467 8810, atau Muhammad Mizaburrahmah 0813 3678 8741, serta 0851 0223 2464 dengan Luqman Hakim. (Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Nusantara, Humor Islam Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Semarang, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj menegaskan kembali NU ? tetap ? bersikap kritis kepada pemerintah. NU mendukung program pemerintah yang pro rakyat, namun bila melenceng tak segan mengkritiknya.

"Bila pemerintah menyerempet ? keliru, NU akan ? mengkritiknya ? dengan santun dan akhlakul karimah,” tegasnya saat membuka acara Silatnas Majelis Alumni IPNU di ? Semarang, Jum’at (22/3).

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Kang Said mengatakan ? NU bukanlah ? partai politik sehingga tidak akan menempatkan diri sebagai oposisi maupun koalisi dengan pemerintah.

Siti Efi Farhati

“saya menyampaikan kritikan atau masukan kepada SBY tapi ? tidak ? koar-koar di koran melainkan bertemu dan menyampaikan langsung,” tandasnya.

Siti Efi Farhati

Di depan alumni IPNU se-Indonesia, ? ia ? mendorong kader NU untuk selalu membangun masyarakat yang bermartabat melalui pendampingan maupun advokasi.?

“NU melakukan itu karena mereka ? butuh pendampingan maupun advokasi sehingga tidak ada lagi kesenjangan yang menyengsarakan orang,” ujar Kang Said.

Ia mengajak melakukan jihad ilmu untuk memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Selasa, 23 Januari 2018

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Jakarta, Siti Efi Farhati. Bidang Keilmuan Ma’had Aly yang bersifat spesifik (Takhasshus) dalam mengkaji keilmuan Islam membuat lulusannya diharapkan menjadi kader-kader ulama mumpuni dalam bidang kegamaan Islam. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan bahwa lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag).

“Berdasarkan pertimbangan tertentu, kita memutuskan secara bulat bahwa gelar yang diperoleh para lulusan Ma’had Aly adalah S.Ag atau Sarjana Agama,” ujar Kepala Sub Direktorat Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, H Ahmad Zayadi, Senin (30/5) dalam rapat peresmian Ma’had Aly di Jombang.

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Zayadi menjelaskan bahwa Ma’had Aly yang merupakan perguruan tinggi yang berada di jalur Pendidikan Diniyah Formal ini sudah terbukti selama beberapa tahun telah menghasilkan para kader ulama yang menguasai berbagai litertaur kitab kuning.?

Namun, lanjutnya, baru kali ini lembaga pesantren tingkat tinggi ini mendapat pengakuan resmi oleh pemerintah. “Sehingga lulusan Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Islam dan Umum,” jelas Zayadi.

Siti Efi Farhati

Dia menegaskan bahwa Ma’had Aly tidak akan bertransformasi menjadi STAIN, IAIN, maupun UIN. Ia akan terus berkembang dan tumbuh menjadi perguruan tinggi khas pesantren dengan masing-masing spesifikasi keilmuannya masing-masing.?

“Karena kami, pemerintah telah memutuskan bahwa satu Ma’had Aly hanya boleh mengembangkan satu program studi, misal Ushul Fiqih, Hadits, dan lain-lain. Semuanya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015,” terangnya.

Dari spesifikasi tersebut, Zayadi optimis bahwa Ma’had Aly bukan hanya menjadi lembaga tinggi pesantren yang mengkaji keilmuan khusus, tetapi ia juga akan menjadi pusat kajian keilmuan Islam di Indonesia. “Misal, jika ingin belajar dan memperdalam Ushul Fiqih, silakan ke Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur, dan seterusnya,” ungkap Zayadi.?

Tahun ini, Kementerian Agama akan meresmikan 13 Ma’had Aly sekaligus pemberian SK serta izin operasional. Peresmian atau peluncuran ke-13 Ma’had Aly ini akan dilakukan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

MATAN Angkat Spiritualisme sebagai Solusi Radikalisme

Jakarta, Siti Efi Farhati. Tiga kepengurusan Mahasiswa Ahluth Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) yang terdiri dari MATAN DKI Jakarta, MATAN UNU Indonesia, dan MATAN Ciputat menggelar diskusi ringan menjelang buka puasa, Jumat (17/6) di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU Jakarta bertema Menepis Radikalisme dengan Sipiritualitas.

MATAN Angkat Spiritualisme sebagai Solusi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN Angkat Spiritualisme sebagai Solusi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN Angkat Spiritualisme sebagai Solusi Radikalisme

Dalam diskusi yang diikuti oleh kader-kader MATAN regional Jakarta ini, mereka mengangkat perbincangan spiritualisme yang menurut mereka menjadi faktor penting dalam mengatasi gejala radikalisme, terutama di kalangan pemuda yang nihil spiritualitas. Bahkan atas nama agama, lalu melakukan berbagai kekerasan dan tindakan teror.

Apriyanto, salah satu pengurus MATAN UNU Indonesia kepada Siti Efi Farhati menjelaskan bahwa kegiatan diskusi ini merupakan bagian dari Safari Ramadhan yang aktif dilakukan kader-kader MATAN untuk ikut andil dalam memberikan solusi dari problem-problem bangsa, khususnya radikalisme.

“Tiga agenda sudah kita lakukan, agenda serupa akan kita laksanakan di Jakarta Barat, Taman Mini Indonesia Indonesia, dan Masjid Sunda Kelapa,” terang Apriyanto yang menerangkan bahwa MATAN merupakan organisasi resmi di bawah naungan Jam’iyah Ahlut Thariqaah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) NU dengan segmentasi mahasiswa.

Siti Efi Farhati

Hadir dalam diskusi tersebut Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazen, Ketua MATAN DKI Jakarta KH Ali M. Abdillah, Ketua MATAN UNU Indonesia Ustadz Komaruddin, dan para kader MATAN Ciputat.

Dalam sambutannya, Ibnu Hazen mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh MATAN. Menurutnya, basis spiritualitas harus diterapkan dan dilakukan secara mendalam pada diri para mahasiswa.

Siti Efi Farhati

“Sehingga mahasiswa benar-benar menjadi generasi berkualitas secara kelimuan dan berakhlak baik secara budi pekerti,” terangnya Ibnu Hazen kepada Siti Efi Farhati.

Senada dengan Ibnu Hazen, Ketua MATAN DKI Jakarta KH Ali M. Abdillah sebagai pembicara kunci dalam diskusi tersebut secara umum menjelaskan pentingnya spiritualitas mahasiswa untuk membendung paham radikal. Karena radikalisme umumnya muncul sebab pemahaman agama yang setengah-setengah sehingga menimbulkan pemikiran yang tidak proporsional dalam menghadapi segala perubahan yang ada. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Humor Islam Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock