Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif

Surabaya, Siti Efi Farhati - Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur menggelar ragam lomba untuk menyambut hari santri. Semua lomba tentunya menyentuh segmentasi pelajar atau santri.

"Ada enam jenis lomba yang akan kami gelar untuk menyambut hari santri ini," kata Haikal Atiq Zamzami saat ditemui di kantor PW IPNU Jatim, Sabtu (7/10).

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif

Pertama lomba Videogram usia peserta maksimal 27 tahun. Video singkat tentang Abadikan Moment Khas Pesantrenmu dengan durasi maksimal 60 detik. Video itu harus diunggah di akun Instagram pribadi lalu mention @pwipnujawatimur dan sertakan tagar #HSNIPNUJATIM_VIDIOGRAM.

"Lomba ini ditutup tepat pada 16 Oktober 2017 tepat pukul 23.59 WIB," kata Sutamaji Ketua Panitia lomba.

Siti Efi Farhati

Kedua lomba Essay khusus santri, pelajar dan mahasiswa. Tema yang diangkat adalah ikhtiyar santri menjawab tantangan globalisasi. Karya harus orisinil. Diketik pada MS Word: kertas A4; margin 3-3-3-3; font Times New Roman; size 12; paragraf 1,5; before 0 pt; after 0 pt; karya maksimal 6 halaman.

Siti Efi Farhati

"Sertakan juga biodata dan dikirim ke alamat email lombahsn.ipnujatim@gmail.com," terang Sutamaji.

Ketiga membuat video gemakan kreasi lalaranmu. "Lalaran ini khusus Alfiyah dengan mengunakan alat musik seadanya dengan durasi maksimal 5 menit," terang wakil ketua IPNU Jatim ini. Caranya upload video ke youtube lalu coy linknya dan dikirim ke WhatsApp 081217501072 disertai dengan format keterangan pengirim.

Keempat adalah lomba Photography dengan tema Abadikan Moment Nyantrimu. Foto diunggah di Instagram dengan mention @pwipnujawatimur sertakan tagar #HSNIPNUJATIM_FOTOGRAFI batas akhir tanggal 16 Oktober 2017 pukul 23.59 WIB.

Kelima lomba puisi hari santri. Puisi harus berupa syair santri untuk negeri. Puisi harus disertakan cuplikan video durasi 60 detik. Dan keenam adalah Graphic Design Quote, ukir nasehat kiai mu lewat desain.

"10 quote terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai dua ratus ribu," terang Sutamaji.

"Semua pemenang akan kami undang pada puncak hari santri yang akan digelar di lapangan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada tanggal 22 Oktober 2017," pungkas Haikal. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah Siti Efi Farhati

Rabu, 14 Februari 2018

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Corps Brigade Pembangunan IPNU seprovinsi Jawa Barat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) I dan Kemah Bakti Santri dan Pelajar sepanjang Kamis-Ahad (14-17/5) siang. pada kegiatan di Bumi Perkemahan Situ Sanghyang Cilolohan, Tanjung Jaya, kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 300 pelajar delegasi kabupaten se-Jawa Barat ini menyatakan ikrar untuk mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin.

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar

Peserta diberikan materi tentang ideologisasi mengenai ke-NUan, Aswaja, ke-IPNUan, dan ke-CBPan serta materi pilihan lainnya seperti SAR, Navigasi Darat, ? Sosiologi Pedesaan, dan Baris Berbaris.

Komandan CBP IPNU Jabar Dede Rusyadi mengatakan, Diklatama ini sedapat mungkin mengarahkan peserta untuk menjadi kader muda yang berjiwa sosial dan loyal dalam berbangsa dan bernegara serta berakhlakul karimah.

Siti Efi Farhati

"Selain mendidik anggota untuk menjadi disiplin, juga merekrut mereka menjadi anggota baru CBP.”

Ketua IPNU Jabar Asep Irfan Mujahid mengatakan para anggota baru CBP bisa menjadi kader yang ideologis dengan menghalau masuknya paham-paham radikal di daerahnya masing-masing serta menjadi penggerak pembangunan di sekolah maupun masyarakat.

Siti Efi Farhati

Asep berharap peserta lulusan Diklatama ini lebih matang baik dalam hal mental maupun materi. “Sehingga, mereka ke depan bisa mengembangkan dan berbagi kepada rekan dan rekanita lainnya," kata Asep.

Pembukaan dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Uu Rizanul Ulum, Dewan Pembina IPNU Jawa Barat Abdul Haris, Dewan Koordinasi Nasional CBP IPNU Asyriqin, dan Banom NU se-Jawa Barat. Mereka menggelar apel penutupan di lapangan Kapolres Tasikmalaya yang dipimpin oleh Kapolres kabupaten Majalengka dengan tertib dan disiplin. (Aries Purnama/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Humor Islam, Tokoh Siti Efi Farhati

Jumat, 09 Februari 2018

PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menindaklanjuti berbagai keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Cirebon pada pertengahan September lalu. Proses tindak lanjut akan melibatkan tim khusus.?



PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012

Hal ini tampak dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah di kantor PBNU, Rabu (7/11), yang dihadiri Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali.

Menurut Sekretaris Jendral PBNU Marsudi Syuhud, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk merealisasikan sejumlah rekomendasi Munas, terutama menyangkut revisi undang-undang (UU) dan rancangan undang-undang (RUU).

Tim khusus yang dipimpin Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dan Ketua PBNU Prof Maksum ini akan bekerja hingga ke tingkat uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). Munas NU menemukan banyak pasal dalam UU ataupun RUU yang tak sejiwa dengan Khittah Indonesia 1945.?

Siti Efi Farhati

Rencananya, PBNU juga akan proaktif menyosialisasikan hasil Munas NU kepada masyarakat luas, termasuk parakader NU yang tersebar di beragam posisi. “Kader-kader NU yang di partai, professional, akademisi, birokrat,” tambah Wakil Ketua Umum PBNU.?

Siti Efi Farhati

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 06 Februari 2018

Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang: Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengurai tindakan bank syariah dalam menentukan harga dasar barang murabahah ketika mulai terjadi transaksi antara nasabah dan bank. Ilustrasi awal memahaminya, penulis sajikan dalam bentuk uraian kasus klasik fiqih yang umum terjadi di masyarakat.

(Baca: Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih)Pak Ahmad membutuhkan air conditioner (AC) untuk rumahnya yang baru dibangun. Ia lalu mendatangi seorang pedagang elektronik properti rumah tangga. Saat terjadi dialog, Pak Ahmad menyebut-nyebut sebuah merk terkenal produk AC, karena keluarganya menghendaki AC dengan merk tersebut. Jika pedagang itu tidak punya, ia memutuskan lebih baik mencari pedagang lain yang menjual AC tersebut. Memanfaatkan kondisi Pak Ahmad yang sedemikian itu, insting pedagang yang didatangi Pak Ahmad tadi mulai bermain. Jarang-jarang ada konsumen membeli barang elektronik seperti itu. Paling-paling dua bulan sekali, itu pun belum pasti. Akhirnya, si pedagang memutuskan menjual AC tidak dengan keuntungan sebagaimana mestinya ia mengambil untung. Jika biasanya ia mengambil untung 15 persen dari total harga barang yang dijual, namun memanfaatkan  situasi sangat butuhnya Pak Ahmad, ia menaikkan keuntungan menjadi 40 persen.

Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang:  Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang: Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus ‘Mark-Up’ Harga Jual Barang: Pembuka Memahami Tas’ir Bai’ Murabahah

Kita uji kasus di atas menurut kacamata pembeli. Bagaimana respon pembeli terhadap tindakan pedagang tersebut? Menurut kacamata pembeli bahwa apa yang pedagang lakukan merupakan tindakan mark-up [Jawa: ngenthol], yaitu tindakan menaikkan harga di saat menemui adanya pembeli yang prospektif karena didorong sangat butuh. Tindakan pedagang juga merupakan tindakan yang tidak terpuji karena di saat ada orang dalam situasi yang sangat membutuhkan, namun justru ia menaikkan harga.

Demikianlah mungkin perasaan yang ada dalam benak para pembeli seandainya mereka tahu bagaimana niatan pedagang tersebut dalam menaikkan harga. 

Lantas bagaimana kasus di atas jika menurut kacamata pedagang? Pasti, pedagang tersebut akan menanggapi kasus dengan perspektif yang berbeda. Ia menganggap bahwa mencari keuntungan dalam dagang adalah diperbolehkan asal caranya benar. Pedagang harus pandai membaca peluang. Dan kedatangan Pak Ahmad ke tokonya adalah merupakan salah satu peluang yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sementara syariat juga tidak melarang mengambil untung dagang. 

Siti Efi Farhati

Satu kasus direspon oleh dua pihak yang berbeda posisi menurut kacamata masing-masing. Sudah pasti, respon dan tanggapan mereka akan berbeda. Maka, dari itulah kemudian berlaku kebutuhan hadirnya pihak ketiga (qadli) untuk membantu memecahkan persoalan mark-up (perspektif pembeli) dan keuntungan (ribhun perspektif pedagang). Dengan demikian tugas qadli dalam hal ini adalah menimbang persoalan keduanya tanpa merugikan hajat salah satu pihak. Peran utamanya adalah penentuan harga yang berimbang (tas’ir).

(Baca juga: Pelaksanaan Negosiasi Akad Bai’ Murabahah antara Nasabah dan Bank Syariah) Dalil pokok kebolehan mengambil untung adalah Q.S. Al-Baqarah ayat 180 yang mana risiko halalnya jual beli juga berarti halalnya mengambil keuntungan. Adapun dalil larangan menaikkan harga sehingga keluar dari batasan umum mengambil keuntungan -  sebagaimana bunyi teks Fiqihnya, adalah bila keuntungan yang tidak umum pedagang diambil dalam kondisi masyarakat sedang dalam kondisi pailit, sementara barang yang ia jual merupakan hajat orang banyak. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

Siti Efi Farhati

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? : { ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? } ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dari Anas radliyallahu ‘anhu, ia berkata: Telah terjadi krisis harga pada masa Rasulullah SAW. Lalu para sahabat mengadu: “Ya Rasulallah, seandainya ada ketetaan tuan soal harga [barang pokok]?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha menjamin, Dzat Yang Maha Membeber Anugerah, Maha Pemberi Rezeki, dan Maha Menghargai. Sementara sesungguhnya aku hanyalah yang berharap agar Allah tidak menimpakan bala’ kepadaku, berharap seseorang tidak menuntutku karena telah berperilaku dhalim kepadanya, terhadap darahnya dan juga terhadap hartanya.” HR. Imam lima, kecuali Al-Nasaiy, dan dishohihkan oleh Al-Tirmidzi. (Lihat Muhammad bin Ali bin Muhammad as-Syaukani, Nail al-Authar, Beirut : Dar al-Fikr, Tanpa Tahun, Juz V, h. 220)

Hadits ini ditafsiri oleh Al-Syaukani, bahwa hendaknya pemerintah atau jajarannya yang bertugas di bidang pasar, bergerak untuk menetapkan harga pasar (tas’ir) bagi masyarakatnya. 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya : “Tas’ir itu adalah perintah penguasa atau wakilnya atau setiap orang yang bertugas mengurusi urusannya orang muslim atau pelaku pasar agar tidak menjual asetnya kecuali dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga berlaku larangan melebihkan atau membanting harga demi kemaslahatan.” (Lihat Muhammad bin Ali bin Muhammad as-Syaukani, Nail al-Authar, Beirut: Dar al-Fikr, Tanpa Tahun, juz V, h. 220)

Pendapatnya Imam Al-Syaukany ini mengandung beberapa akibat hukum:

1. Pemerintah berkewajiban menentukan harga dan memaksa

2. Al-Syaukany menyebut dengan lafadh amti’ah yang berarti properti/aset yang cakupannya lebih luas dari sekedar kebutuhan pokok masyarakat.

3. Tujuan tas’ir adalah tercapainya kemaslahatan baik terhadap masyarakat maupun pedagang

4. Tindakan melebihkan atau membanting harga melampaui ketetapan harga pokok dari pemerintah merupakan tindakan yang bisa membawa kemudlaratan. 

Dengan demikian, berdasarkan ibarat di atas, kesimpulan dari permasalahan perilaku pedagang yang menaikkan harga demi melihat hajatnya Pak Ahmad terhadap AC tersebut adalah hal yang tidak diperkenankan oleh syariat selagi pemerintah telah menetapkan harga jual standartnya. 

Bagaimana dengan kebijakan penentuan harga barang dalam kasus bai’ murabahah oleh perbankan syariah? Bisakah tindakan menaikkan harga oleh Bank disebut mark-up? Simak tulisan berikutnya!





Wallahu a’lam

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri, P. Bawean, JATIM

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Khutbah Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang

Purworejo, Siti Efi Farhati. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah bergerak membantu pemulihan pasca terjadinya longsor di Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno, Senin (30/10).

Dengan menggunakan peralatan seadanya, beberapa personil Banser membersihkan rumah dan jalanan dari timbunan material longsor. Selain itu, Ansor dan Banser juga telah menggalang dana untuk warga yang terdampak longsor.

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang

"Bantuan kepada keluarga korban berupa uang tunai dan sebagian bahan pangan," ungkap Ahmad Afif, ketua PAC GP Ansor Bruno yang dihubungi Siti Efi Farhati via aplikasi pesan singkat.

Afif, sapaan akrabnya, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan melalui Ansor Banser Kecamatan Bruno.

Siti Efi Farhati

"Mudah-mudahan bisa meringankan beban yang terkena musibah," imbuhnya. 

Seperti banyak diberitakan, Desa Karanggedang diguyur hujan lebat pada Jumat (27/10) sore sampai malam hari dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta satu orang luka-luka. Selain itu, longsor juga merusak beberapa rumah dan menimbulkan material yang menutup akses jalan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Boedi Harjono pada Sabtu (28/10) memberikan keterangan bahwa, korban yang meninggal atas nama Tarsono (56) dan korban luka-luka adalah istri Tarsono, yang mengalami patah tulang paha sebelah kiri. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Meme Islam, Nahdlatul Ulama, Khutbah Siti Efi Farhati

Kamis, 01 Februari 2018

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

London, Siti Efi Farhati

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, Islam Indonesia bersifat demokratis dan toleran.

"Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai peran untuk menunjukan kepada dunia bahwa dalam Islam, demokrasi dan toleransi dapat beriringan," kata Jokowi, dalam pertemuan dengan Cameron, di Kantor PM Inggris, London, Selasa. 

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Eropa, Jokowi Katakan Islam Indonesia Demokratis dan Toleran

Menurut Jokowi, Indonesia akan senang membagi pengalaman itu kepada negara lain termasuk Inggris.

Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi dirinya untuk mengunjungi London untuk mengapresiasi kunjungan Cameron ke Jakarta, pada 2015.

"Inggris adalah mitra utama Indonesia. Kunjungan saya kali ini akan digunakam untuk memperkuat ekonomi kreatif dan mengembangkan industri kreatif kita," katanya. 

Siti Efi Farhati

Sementara itu Cameron mengatakan, Indonesia sebagai negara terbesar ketujuh ekonomi 2030 di dunia dan keempat terbesar dan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia merupakan mitra vital bagi Inggris. 

"Kami juga berdiskusi soal kemitraan ekonomi di mana Inggris negara terbesar ke lima berinvestasi di Indonesia dan ekspor kami berkembang," kata Cameron.

Siti Efi Farhati

Ia menyebutkan jumlah WNI yang belajar di Inggris juga berkembang. 

"Saya juga mengumumkan beberapa perjanjian bisnis penting hari ini. Saya juga akan mendiskusikan perjanjian kemitraan CEPA antara Indonesia dan UE. Inggris mendukung kuat soal ini," katanya.

Dia juga mendiskusikan bagaimana mengatasi ekstremisme dan terorisme global dan Indonesia memiliki peran kunci untuk dimainkan. 

"Saya sangat terkesan dengan yang kami lihat dalam pendekatan Indonesia terhadap ekstremisme dan terorisme tetapi juga meneguhkan Islam sebagai agama yang damai," katanya.

Menurut dia, bagaimana Islam diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia adalah model yang bisa dicontoh dunia dan Indonesia harus memainkan peran terdepan untuk menyebarkannya. 

"Saya juga mengucapkan kedukaan atas kejadian di Jakarta dan tempat lain. Mereka merupakan korban tak bersalah dari serangan terorisme mematikan di beberapa tempat. Kerja sama kontraterorisme Indonesia dan Inggris semakin meningkat," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, PonPes, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Lampung Tengah, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung menggelar Safari Ramadhan 1438 H di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Dusun Banyuwangi, Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (11/6). Safari ke pesantren ini merupakan kegiatan perdana Ansor ? Lampung Tengah masa khidmat 2016 – 2020.?

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono mengatakan, bahwa Tujuan safari ke pesantren pimpinan KH Ahmad Karimullah salah satunya adalah untuk lebih mendekatkan kembali Ansor dengan pesantren.

“ Dan yang tidak kalah penting adalah kami ngalap barokah dengan poro Kiai yang ada disini,” katanya menyampaikan.?

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Tengah Safari Ramadhan di Pesantren Bumi Sholawat

Saryono menambahkan, Ansor dan pesantren tidak bisa dipisahkan, karena pendiri Ansor memang adalah dari kalangan pesantren. “Dan Banser bertugas menjaga ulama dalam mengembangkan ajaran Aswaja,” imbuhnya.?

KH Ahmad Karimullah selaku pengasuh pesantren Bumi Sholawat ? menyambut baik kegiatan safari PC GP Ansor Lampung Tengah. Dikatakannya, silaturahim pengurus Ansor diharapkan tidak hanya berhenti pada agenda Safari di bulan Ramadhan saja, namun bisa dalam bentuk lain, seperti agenda pengkaderan Ansor dan Banser. ?

Siti Efi Farhati

“Terus terang saja jika ada agenda tahunan seperti Haflah Akhirussanah di pondok pesantren ini selalu melibatkan kader Banser dari Kecamatan Bekri, belum dari kader Banser dari wilayah kecamatan sendiri,” tuturnya.

Kedepan, lanjut Gus Mad sapaan akrab KH Ahmad Karimullah sanri pesanren Bumi Sholawat bisa dilibatkan dalam kegiatan pengkaderan.

“ Mudah-mudahan diwaktu yang akan datang, jika PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Diklaktsar Banser dan PKD Ansor santri-santri Bumi Sholawat akan ikut berpartisipasi,” ? tuturnya.

Disela-sela akhir Safari Ramadhan keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah memberikan santunan kepada 15 anak yatim piatu dan cindera mata satu gulung karpet untuk Mushola Pesantren Bumi Sholawat.?

Hadir dalam agenda tersebut; Kiai Ahmad Bahrudin (ustadz Pesantren Bumi Sholawat), Harmono, S.H.I (Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah), Kiai Sholihin (Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Khozinatul Ulum Seputih Banyak), pengurus ranting NU, dan puluhan santri putra dan santri putri dan masyarakat sekitar pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban. (Akhmad Syarief Kurniawan/ Muslim Abdurrahman)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kajian Islam, Khutbah, PonPes Siti Efi Farhati

Kamis, 25 Januari 2018

Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional

Jakarta, Siti Efi Farhati. Kasus terjegalnya siswa madrasah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) diharapkan tak terulang lagi setelah adanya kesepakatan antara Direktorat Madrasah Kemenag dan Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud.?

Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Siswa Madrasah Tak Lagi Terhambat Ikut Olimpiade Sains Nasional

Direktur Madrasah Kemenag Nur Kholis Setiawan menjelaskan, dirinya sudah menggelar rapat dengan Dirjen Dikdas Kemendikbud dan menghasilkan kesepakatan, tak ada lagi aturan atau juknis yang menghalangi kepesertaan dalam OSN, baik bagi sekolah dibawah naungan Dikbud, Kemenag maupun sekolah kedinasan.

“Silahkan siswa madrasah mengikuti OSN. Saya pegang betul kesepakatan ini,” kata Nur Kholis Setiawan.?

Siti Efi Farhati

Dalam OSN terakhir, siswa madrasah mencapai prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya, yaitu memperoleh 29 medali.?

Siti Efi Farhati

Atas prestasi tersebut, Ia ditanya oleh Menag Lukman Hakim Syaifuddin, berapa banyak seluruh medali dalam OSN. Ia menjawab, banyak, tetapi ini bukan soal banyaknya, tetapi perjuangannya. Dan Menag mengapresiasi apa yang disampaikan itu.

Langkah selanjutnya untuk meningkatkan prestasi adalah memberikan training lebih lanjut kepada para juara ajang Kompetisi Sains Madrasah untuk ikut dalam OSN agar capaian prestasi ke depan lebih banyak. Dalam hal ini, ia menggandeng Yohannes Surya yang sudah berpengalaman dalam berbagai ajang olimpiade.?

“Saya belum punya target lebih. Mengembalikan kebanggaan siswa madrasah itu kan tidak mudah. Nah, ini kan sudah mulai tumbuh. Sekarang mulai memiliki kepercayaan diri, bahkan kebanggaan,” tegasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Kamis, 18 Januari 2018

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012. Hal ini berdasarkan hasil ru’yatul hilal bil fi’li atau observasi hilal yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah dan sejumlah ahli falak NU di sejumlah titik rukyat di Indonesia.

“Tim rukyatul hilal NU pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2012 M / 29 Sya’ban 1433 H telah melakukan ru’yatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal,” demikian dalam ikhbar PBNU.

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Karena hilal tidak terlihat maka umur bulan Sya’ban 1433 H adalah 30 hari (istikmal). “Atas dasar istikmal dan sesuai dengan pendapat al-madzahib arba’ah, maka dengan ini PBNU mengihbarkan bahwa awal bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012.”

Siti Efi Farhati

Dalam surat ikhbar yang ditandatangani KH Ubaidillah Syatori (rais syuriyah), KH Malik Madani (katib aam), KH Said Aqil Siroj (ketua umum tanfidziyah) dan H Marsudi Syuhud (Sekjen) PBNU juga mengimbau umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433 H dengan penuh keimanan dan keyakinan.

Siti Efi Farhati

“Mari menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dengan meningkatkan ketawqaan dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, beribadah dengan penuh kekhusyu’an dan berbagai aktifitas sosial yang bermanfaat,” demikian ikhbar PBNU.

Ikhbar PBNU ini dikeluarkan setelah sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Kantor Kementerian Agama Jakarta telah menetapkan atau itsbat jatuhnya awal Ramadhan.

“Sesuai laporan dan pencermatan telah berkesimpulan bahwa hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 M,” demikian disampaikan Menteri Agama.

Pada saat berita ini diturunkan, sidang itsbat masih sedang mendengarkan berbagai pendapat dari para peserta sidang dari berbagai ormas Islam dan para ahli falak dan astronomi.

Penulis: A. Khoirul Anam

 

 





Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 09 Januari 2018

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’

Brebes, Siti Efi Farhati. Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanjung Brebes dilantik. Kepengurusan untuk periode 2014-2019 itu mengangkat janji d ihadapan Nahdliyin (warga NU) se- Kecamatan Tanjung. Mereka merupakan hasil konferensi MWCNU pada Akhir Juli 2013 lalu.

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’

“Kepengurusan kami memang terlambat dilantik akibat banyaknya agenda politik dari pilkades, pileg, hingga pilpres, tapi program sebagai amanat konferensi telah berjalan dengan lancar,” tutur Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanjung Kiai Sodikin HS usai dilantik di halaman Majelis Taklim Assidiqiyah Desa Sengon, Tanjung Brebesm, Kamis (26/6/14) malam.

Kiai Sodikin dalam programnya akan menggiatkan terus lailatul ijtima. Pasalnya, di dalam lailatul ijtima bisa menjadi benteng perkuatan paham Ahlussunah wal Jamaah. “Sesuatu yang baik, harus terus dipertahankan dengan menggelar berbagai tradisi seperti dalam NU itu ada lailatul ijtima,” katanya.

Siti Efi Farhati

Dia juga menceritakan, betapa begitu mudahnya budaya memakai iket (tutup kepala dengan kain batik) bagi orang tua Brebes dan sekitarnya hilang karena tidak ada anjuran atau fatwa yang mewajibkan orang tua untuk memakai iket.

“Begitupun dengan tradisi NU, kalau tidak ada keputusan dari para ulama untuk hukum-hukum tertentu maka akan hilang, seperti tahlil, manaqib, barzanji, istighosah dan lain-lain tradisi NU,” terangnya.

Siti Efi Farhati

Menurut Sodikin, keberadaan pengurus di desa-desa untuk menggiatkan tradisi lailatul ijtima akan lebih memperkokoh keberadaan NU dari ancaman paham lainnya.

Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua PCNU Brebes Drs KH Sodikin Rachman dengan cara membaiat para pengurus. Mereka yang dilantik antara lain Rais Suriyah KH Mudris Toyib SPdI, Katib Wahidin, Tanfidziyah K Sodikin HS, Sekretaris Solikhin SPdI dan Bendahara Mafroni. Dalam kesempatan tersebut juga dilantik 18 Pengurus Ranting (PR) Se Kecamatan Tanjung.

KH Sodikin Rachman dalam kata pelantikannya menghimbau agar bersabar dalam menjalankan roda organisasi. Pasalnya, menjadi pengurus NU tidak mendapatkan gaji apapun hanya berharap mendapatkan berkah dari Allah SWT. “Jangan berharap untuk mendapatkan gaji karena memang tidak digaji, tetapi keberkahan pastilah akan datang tanpa disangka-sangka dari Yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk menjadikan organisasi yang sehat perlu dipatuhi tiga tanda-tanda. Pertama, siklus kepemimpinan harus berjalan sesuai dengan aturan organisasi. Bila masa khidmah pengurus lima tahun sekali harus konferensi tentunya harus dipatuhi. Meskipun pada masanya pengurus tersebut dipilih kembali.

Kedua, ada pembagian tugas yang jelas. Jangan sampai suatu organisasi hanya dipegang oleh ketuanya saja dari urusan penulisan, pegang uang sampai mencari dan membelanjakan uang untuk organisasi. “Masing pengurus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya sendiri-sendiri walaupun harus diwujudkan bersama-sama,” paparnya.

Organisasi yang sehat, lanjut Sodikin, harus ada Time Schedule atau program kerja dan rentang waktu pelaksanaan yang rapi. Jangan sampai menjalankan program kagetan, contohnya lagi musim pilpres terus rame-rame bikin istighosah mendukung pilihan tertentu.

“Itu keliru, program yang benar ya yang dihasilkan saat konferensi dan direalisasikan pada waktu yang tepat,” tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Cerita Siti Efi Farhati

Kamis, 28 Desember 2017

Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag

Brebes, Siti Efi Farhati

Sebanyak 1004 orang mendaftar seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Departemen Agama (Depag) Kabupaten Brebes. Padahal, formasi yang tersedia hanya 2 lowongan saja. Yakni untuk formasi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) 1 orang dan guru kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) juga 1 orang.



Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Penganggur Rebutan 2 Kursi CPNS Depag

Jumlah peserta seleksi peminatnya terbanyak untuk formasi guru kelas MIN. Yakni 501 orang. Mereka berasal dari lulusan D2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 221 orang, lulusan D2 PGSD 150 orang, lulusan D2 PGPAI 129 orang dan S1 PGSD 1 orang. “Sisanya, sebanyak 471 peserta merupakan peminat dari formasi S1 pendidikan PAI,” ujar Ketua Panitia Penerimaan CPNS Depag Kabupaten Brebes, Drs H Syamsudin di sela-sela Tes Tertulis CPNS di Aula Mts Negeri Model Brebes, Ahad (15/11).

Dia mengatakan, dari total peserta yang mendaftar seleksi sebanyak 1.004 orang. yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan mengikuti ujian tertulis sebanyak 972 orang. Sementara, sisanya tidak hadir tanpa alasan. Yang tidak hadir dinyatakan gugur. Mereka gagal karena tidak hadir dalam ujian tertulis yang dilaksanakan serentak. "Karena tidak hadir tanpa alasan dalam ujian, otomatis kami nyatakan gugur," ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Syamsudin menduga, ketidakhadiran mereka akibat membludaknya peminat yang mencapai ribuan peserta. "Salah satu alasan peserta memilih tidak hadir dalam tes, karena merasa berat. Selain itu, mungkin juga mereka mendaftar pada CPNS Pemkab," terangnya.

Ujian CPNS itu sendiri dilaksanakan di dua tempat, yakni di MTs Negeri Model Brebes dan MAN Brebes 01. Seleksi tersebut diselenggarakan Kanwil Depag Provinsi Jateng. Sedangkan Depag kabupaten/kota hanya sebagai pelaksana ujian.

Siti Efi Farhati

Soal ujian kembali dikumpulkan ke panitia untuk didata ulang dan dimusnahkan. Sedangkan semua lembar jawab peserta, langsung dikirim ke provinsi untuk dikoreksi. “Koreksi dan hasilnya ditentukan ditingkat Wilayah dengan Persetujuan Depag Pusat,” tandasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pondok Pesantren, Berita, Khutbah Siti Efi Farhati

Sabtu, 23 Desember 2017

Mengkritisi Atase Agama Kedubes Arab Saudi Soal NU dan Wahabi

Pada Senin 2 Mei 2016, saya mendapat undangan untuk menghadiri Seminar Internasional atas kerja sama Atase Agama Kedubes Saudi Arabia dan STAIN Pamekasan yang menghadirkan tiga nara sumber. Pertama, Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia). Kedua, Prof. Dr. KH Ahsin Sakho Muahammad (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Ketiga, KH. Syukran Makmun (Pengasuh Pesantren Darur Rahman Jakarta).

Seminar ini dibuka oleh Ketua STAIN Pamekasan Dr. Taufiqurrahman, M.Pd. sebagai Open Speaker. Kemudian dilanjutkan pemateri pertama, Prof. Dr. Akhsin Sakha yang menjelaskan tentang pemikiran Hadratus Syekh Hasyim Asyari dalam mempertahankan NKRI yang dikenal dengan Resolusi Jihad.

Kemudian, pemateri kedua, KH. Syukran Makmun yang mencoba menyinggungg konflik di Timur Tengah akibat kesalahpahaman umat antara berbagai kelompok (firqah islamiyah). Beliau juga menekankan agar konflik di Timur Tengah jangan sampai terjadi di Indonesia. Oleh karena itu toleransi inter dan antar umat beragama harus lebih ditingkatkan.

Mengkritisi Atase Agama Kedubes Arab Saudi Soal NU dan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengkritisi Atase Agama Kedubes Arab Saudi Soal NU dan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengkritisi Atase Agama Kedubes Arab Saudi Soal NU dan Wahabi

Pemateri ketiga adalah Dr. Ibrahim Sulaiman, beliau menyampaikan beberapa poin penting bahwa wahabi dan NU tidak ada perbedaan. Menurut klaim Dr. Ibrahim, bahwa beliau adalah orang yang pertama kalinya mengkaji Hadratus Syekh Hasyim Asyari pada tahun kemarin di salah satu Universitas Islam di Malang. Bahkan beliau berpendapat Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling Wahabinya wahabi. Karena menurut beliau, Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari menolak Syiah Zaidiyah, sedangkan Wahabi masih mentolerir Syiah Zaidiyah.

Pada sesi tanya jawab, sebenarnya penulis ingin bertanya dan memberi tanggapan terhadap para nara sumber. Namun, karena penulis tidak diberi kesempatan oleh moderator dengan alasan waktu terbatas, maka penulis menyampaikannya melalui catatan-catatan sebagai berikut:

Pertama, penulis sangat setuju dengan pernyataan Prof. Dr. Ahsin Sakho bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari memandang NKRI dari segi Maqashid Syariah dengan Resolusi Jihadnya.?

Siti Efi Farhati

Kedua, Konflik di Timur Tengah bukan disebabkan terpecahnya Umat Islam karena faktor kelompok agama (firqah Islamiyah), akan tetapi perpecahan di Timur Tengah yang disebut Revolusi Timur Tengah disebabkan Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik). Berdasarkan fakta yang terjadi di Syiria, Sunni-Syiah selama bertahun-tahun hidup damai berdampingan. Begitu juga di Yaman, Tunisia, Lebanon, dan lainnya. Sehingga yang harus diwaspadai di Indonesia adalah Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik) yang akan memecah belah NKRI.

Siti Efi Farhati

Ketiga, Klaim Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia) bahwa beliau adalah yang pertama kali mengkaji pemikiran Hadratus Syekh adalah tidak benar. Karena para kader NU sejak sekitar 2007-an sudah intens mengkaji pemikiran beliau, sehingga lahirlah beberapa buku spektakuler dan film Sang Kiai.?

Keempat, penulis sangat tidak setuju dengan pernyataan Dr. Ibrahim bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi. Karena ada perbedaan mendasar antara Wahabi dan pemikiran Hadratus Syekh, yaitu Wahabi adalah firqah mujassimah merupakan kelompok yang menganggap Tuhan memimiliki jism/jasad.?

Wahabi adalah pergerakan politik, sedangkan Pemikiran Hadratus Syekh dengan NU-nya adalah murni pergerakan sosial keagamaan. Wahabi sering membawa masalah furu’iyah kepada aqidah, sedangkan Hadratus Syekh tidak demikian. Bahkan dalam kitabnya Hadratus Syekh “Risalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (hal 9)” beliau menyatakan dengan tegas bahwa beliau menolak pemikiran Syekh Muhammad ibn Abdul Wahab sebagai pendiri Wahabi. Sehingga tuduhan bahwa Hadratus Syekh Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi adalah tidak benar.

Kelima, Dr. Ibrahim telah melakukan tahrif terhadap kitab Irsyadu al-Syari (Kumpulan Kitab Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari) dalam Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Hal. 10. Menurut Dr. Ibrahim Hadratus Syekh menolak Syiah Zaidiyah, padahal dalam kitabnya Hadratus Syekh menolak Syiah Rafidah, karena Syiah Rafidah jelas telah mencela sahabat.

Ala Kulli Hal, semoga catatan ini bisa memberi pencerahan untuk masyarakat Pamekasan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

?

Muhammad Taufiq, Kader NU dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pamekasan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Habib, Fragmen, Khutbah Siti Efi Farhati

Kamis, 21 Desember 2017

Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron

Pamekasan, Siti Efi Farhati

Kata sastra dan santri sejatinya berkait kelindan. Keduanya memiliki hubungan linguistik yang nyaris tidak bisa dipisahkan. Bahkan, hingga para ranah konteks sosio-kulturnya pun, kedua kata tersebut hampir selalu bergandengan.

Demikian penjelasan tokoh sastra internasional D Zawawi Imron, saat mengisi kuliah umum Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir STIU Al-Mujtama Pamekasan, Rabu (17/2/2016). "Kandungan Sastra dalam al-Quran" menjadi tema utama dalam kegiatan yang dihadiri mahasiswa STIU Al-Mujtama’ dan masyarakat umum tersebut.

Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastra dan Santri di Mata Zawawi Imron

Di mata Penyair Celurit Emas ini, santri sesungguhnya berasal dari kata sastra, yang punya arti orang yang mengkaji kitab suci dan keindahannya. Jadi, sastra itu masdar. Sementara sastri itu isim fail-nya.?

“Namun, pengucapan sastri mengalami erosi bahasa. Akhirnya, menjadi santri,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang ditempatkan di Gedung Serbaguna Pesantren Al-Mujtama ini dihadiri oleh berbagai kalangan pelajar dan perwakilan pesantren sekitar kampus. Sebanyak 300 kursi yang disediakan panitia, seluruhnya terpakai.?

Dan sebagai motivasi bagi Mahasiswa, Zawawi berpesan melalui puisi Imam Syafii yang berbunyi: ? ? ? ? ? # ? ? ? ? (Barang siapa yang semasa mudanya malas belajar, sebaiknya ditakbirkan empat kali sebagai simpul kematiannya).

Kuliah umum kali ini dimoderatori oleh Zainal Arif dan menjadikan suasana lebih semarak dengan diawali pembacaan puisi karya Zawawi Imron. Sampai akhir acara pun, tepuk tangan simpatik dari audien silih berganti menyambut petikan pantun dan puisi Zawawi yang dibacakannya sendiri di sela-sela ceramah.?

Puncaknya, puisi dengan judul "Ibu" yang ditulis saat Zawawi berusia 16 tahun dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, dibacakan secara lengkap.

Siti Efi Farhati

Sebelum menutup kuliahnya, Zawawi Imron membuatkan puisi bagi mahasiswa STIU Al-Mujtama’:

Plakpak cintaku

Mahasiswa Al-Mujtama sayangku

Jejakku kutinggal di sini

Senyummu kubawa pergi

(Hairul Anam/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Jumat, 08 Desember 2017

LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

Wajo, Siti Efi Farhati. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Departmen of Foreign and Trade (DFAT) Australia melakukan pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Pelatihan dilaksanakan di Gedung PKK Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan.

LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Terus Latih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

Pelatihan akan berlangsung selama 4 (empat) hari, mulai 2-5 September 2016. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai institusi, diantaranya LPBINU Kabupaten Wajo, Banom NU, BPBD, PMI, Tokoh masyarakat, PKK, LSM kebencanaan/lingkungan, Tokoh pemuda/karang taruna, Lembaga pendidikan/guru, dan Pelaku usaha kecil dan menengah. Mayoritas peserta merupakan masyarakat Desa Salomenraeng.?

Desa Salomenraleng dipilih sebagai lokasi praktek pelatihan dengan pertimbangan bahwa desa ini memiliki risiko tinggi terjadi bencana banjir. Hampir setiap tahun di Desa Salomenraleng terjadi banjir akibat luapan air dari Danau Tempe. Danau tempe mengalami sedimentasi 5-7 cm setiap tahun, dan menjadi potensi ancaman banjir terutama saat musim hujan.?

Dalam Pelatihan PRB dan PDRA ini, sedikitnya akan dibahas 7 materi, meliputi: Konsep dasar manajemen risiko bencana; Kebijakan dan sistem Penanggulangan Bencana; Daur bencana dan tahapan dalam penyelenggaraan Penanggulangan Bencana; Kajian risiko partisipatif dan pengorganisian komunitas; Kajian Analisis Bencana (Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, dan Risiko Bencana) dan Tindakan PRB; Pendekatan Kajian/Analisis Pengurangan Risiko Bencana dengan Teknik Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA); dan Menakar risiko bencana partisipatif.?

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman tentang konsep dan pengertian dasar penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana; mampu menjelaskan upaya PRB secara komprehensif; mampu menyusun kajian risiko bencana dengan teknik PDRA; dan memiliki kemampuan dasar dalam menyusun rencana aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.

Siti Efi Farhati

Pelatihan PRB dan PDRA di Kabupaten Wajo dibuka oleh Kepala Pelaksanan Harian BPBD Kabupaten Wajo, H. Alamsyah dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa potensi kejadian bencana di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkataan. Dalam kurun waktu 2012-2015, terjadi angin puting beliung 396 kali, banjir 289 kali, longsor 240 kali, dan erupsi gunungberapi 5 kali.?

Di Kabupaten Wajo, lanjutnya, pada tahun 2016, sudah terjadi 3 kali banjir, yaitu pada Bulan Februari, Mei dan Juni. Rangkaian bencana yang terjadi seharusnya tidak membuat putus asa, tetapi justru menggerakkan berbagai pihak terkait bencana di Kabupaten Wajo merumuskan solusi untuk menanggulangi bencana melalui pendekatan pengurangan risiko bencana.?

“Dengan adanya pelatihan PRB dan PDRA ini, mudah-mudahan dapat menambah wasasan dan melahirkan tindakan reaksi yang akan dijadikan isu sentral penyusunan pembangunan daerah, baik di tingkat desa maupun tingkat kabupaten/kota. BPBD Kabupaten Wajo sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Diharapkan rekomendasi dari pelatihan ini dapat disampaikan kepada BPBD untuk dijadikan bahan Penyusunan Penyelenggaraan PB,” tandas Alamsyah. (Red: Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Daerah, Jadwal Kajian Siti Efi Farhati

Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura

Jakarta, Siti Efi Farhati



Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Untung untuk berbagi ilmu dan pengetahun. Semangatnya untuk mengajar mengalahkan semua aral dan rintangan yang harus dihadapinya, bahkan hingga separuh abad kehidupannya. Mengajar menjadi bagian caranya berjihad untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Untung, Sang Guru Inspiratif dari Madura

Demikian kesan Kakanwil Kementerian Agama Mahfudz Shodar usai bertemu langsung dengan Untung, Guru MI Miftahul Ulum Sumenep, Jumat (15/04). Terpanggil akan dedikasi dan pengabdiannya, Mahfudz menyusuri jalanan Suramadu untuk bersilaturahim ke Yayasan yang diketuai oleh penyair “Si Celurit Emas” KH Zawawi Imran dan diasuh olah KH Abdul Majid Ilyas. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain ingin melihat langsung aktivitas Untung di Yayasan Al-Miftah, Mahfudz juga memberikan penghargaan kepada sang guru inspiratif yang terlahir tanpa kedua tangan itu. Tidak hanya Untung, penghargaan yang sama juga diberikan kepada Sujirman, guru MI Miftahul Ulum juga yang tidak mempunyai kedua kaki. Sadar bahwa banyak guru-guru inspiratif yang layak memperoleh penghargaan, Mahfudz bahkan berkomitmen untuk bisa lebih memberikan perhatian pada tahun-tahun mendatang.

“Pak Untung menginspirasi pada guru lain. Dengan kesempurnaan itu, jangan sampai ruhul jihad guru yang sempurna kalah dengan ruhul jihad Pak Untung. Dia dengan segala keterbatasannya mampu membawa santri dan murid-muridnya bagus, bisa belajar serius. Maka, guru lainnya yang sempurnah, tidak boleh tidak,” kata Mahfudz.

Siti Efi Farhati

Ditemui di madrasah, lanjut Mahfudz, Untung sempat berkisah tentang awal pengabdiannya. Menurutnya, Untung mengaku kalau pada awalnya merasa canggung, terlebih keberadaannya juga banyak ditertawakan siswa hingga mereka enggan belajar kepadanya. Perlakukan semacam ini dirasai selama hampir dua tahun lamanya.?

Namun, hal itu tidak melunturkan semangatnya hingga berbuah sikap taat dan tawadlu’ murid-muridnya. Hal itu tercermin pada keikhlasan mereka untuk mencium kaki Untung, karena ketiadaan kedua tangannya. “Bahkan bukan hanya taat, mereka justru sangat tawadlu’. Cium kaki itu memang iya,” kenang Mahfudz Shodar dengan suara memberat ? dalam balut harunya.

“Saya sangat terharu sekali. Dia bukan hanya mengajar di MI saja. Di rumah, santri Pak Untung lebih dari 100, santri ngaji,” katanya.

Siti Efi Farhati

“Beliau dengan keterbatasan, ngaji fasih bukan main. Bisa membimbing dengan telaten dan anak-anak merasa mendapatkan bimbingan yang istimewa,” tambahnya. Para siswa bahkan mengaku senang diajar Untung karena sabar dan mudah dipahami penjelasannya.

Selain sebagai tempat mengajar, ? Yayasan Al-Miftah menjadi tempat Untung belajar. Sebab, Untung kecil tercatat sebagai salah satu santri di sana. Sebagai guru tanpa dua tangan, Untung mengaku kerap menemui kesulitan. “Namanya kesulitan ada. Pada waktu misalnya saya harus nulis di papan itu rasa penat memang ada, pasti saya alami,” akunya sebagaimana ditayangkan dalam salah satu televisi nasional baru-baru ini.

Di MI Miftahul Ulum Sumenep, Untung sudah lebih dua dasawarsa mendidik para siswa. Tidak sekadar menjadi guru, Untung bak pelita para siswanya yang memancarkan keteladan untuk tidak menyerah di tengah segala keterbatasan. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Bahtsul Masail, IMNU Siti Efi Farhati

Kamis, 07 Desember 2017

Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata Luncurkan Situs Resmi

Pamekasan, Siti Efi Farhati. Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata, Pamekasan meluncurkan situs resmi terbarunya yang dapat diakses di http://bata-bata.net/. Situs ini merupakan salah satu bentuk usaha pengurus pesantren untuk memberikan informasi pada masyarakat terkait pondok pesantren tersebut khususnya teruntuk para wali santri dan alumni.

Situs ini di kembangkan dan dikelola oleh para santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata. Keberadaan situs ini umumnya sebagai media informasi pada masyarakat luas dan para wali santri pada khususnya.

Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata Luncurkan Situs Resmi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata Luncurkan Situs Resmi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata Luncurkan Situs Resmi

“Tidak dapat dipungkiri bahwa santri pondok pesantren mambaul ulum bata-bata berasal dari berbagai penjuru Indonesia dan para alumninya tersebar dimana-mana.? Tentunya? sulit untuk mendapat informasi yang up to date tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Pesantren Bata-bata," ujar salah satu pengurus saat berlangsungnya Mubes? wali santri ke VI dan Silnas Alumni ke-3, Ahad (14/12) kemarin di Pesantren Bata-bata.

Siti Efi Farhati

Dikatakan, sebelumnya, pesantren ini sudah memiliki situs resmi, namun tak begitu terurus keberadaanya dan tampilanya juga kurang menarik. Akhirnya beberapa waktu yang lalu dirombak ulang, mulai dari desain web, tampilan dan sebagainya

“Semoga http://bata-bata.net/ dapat sedikit mengatasi permasalahan tersebut dan kedepannya semakin baik lagi," tambahnya. (Muhammad Ali Ridho/Anam)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah Siti Efi Farhati

Rabu, 06 Desember 2017

IPNU Probolinggo Sosialisasikan Cegah Kawin Dini

Probolinggo, Siti Efi Farhati - Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Probolinggo untuk mencegah perkawinan dini. Mereka melakukan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di lembaga pendidikan yang berada di wilayah MWCNU Tongas, Sabtu (12/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPPKB Probolinggo dr Hj Endang Astuti, Ketua MWCNU Tongas, Ketua IPNU Probolinggo Babussalam, Kepala KUA Tongas, Sekretaris Tongas dan Ketua MWCNU Tongas Abdul Hamid.

IPNU Probolinggo Sosialisasikan Cegah Kawin Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Sosialisasikan Cegah Kawin Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Sosialisasikan Cegah Kawin Dini

Sosialisasi ini diikuti oleh 100 orang peserta yang merupakan siswa SMA dan sederajat yang ada di wilayah Kecamatan Tongas. Dalam sosialisasi PUP ini mereka mendapatkan materi tentang pentingnya menikah pada usia yang ideal dan matang sehingga mampu membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Babussalam mengatakan bahwa IPNU sebagai organisasi pelajar sangat antusias dalam membangun sinergi yang pada hakikatnya memiliki kesamaan tujuan dengan BPPKB Probolinggo meskipun berbeda dalam proses saja.

Siti Efi Farhati

“Dengan kegiatan ini, IPNU ingin mewujudkan program wajib belajar 12 tahun melalui proses kaderisasi dan pengembangan organisasi. Sedangkan BPPKB ingin menurunkan angka pernikahan dini melalui sosialisasi dan semacamnya,” katanya.

Siti Efi Farhati

Ia berharap sosialisasi tidak hanya sampai di sini. Ia berharap kader yang memperoleh informasi menyampaikan kembali informasi yang didapat baik melalui teman sebaya maupun melalui tetangga di lingkungan sekitarnya.

Sedangkan dr Hj Endang Astuti mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Probolinggo.

“Di samping itu untuk mengurangi angka pernikahan dini dengan cara mewujudkan program wajib belajar 12 tahun. Tetapi upaya ini tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah Siti Efi Farhati

Sabtu, 25 November 2017

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri

Jember, Siti Efi Farhati. Setelah hampir setengah bulan mengaji kitab “Fiqhuz-Zakat Li Taqwiyat Iqtishadil-Ummat”, para santri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates, Jember, Jawa Timur, memberikan zakat mal pada 100 duafa yang terdiri dari buruh tani, buruh pabrik, tukang becak, janda, dan lainnya di sekitar Mangli Kaliwates.

Pemberian zakat dilaksanakan Jumat (10/7) sore seiring dengan khatamnya pengajian kitab karya MN Harisudin, Katib Syuriyah PCNU Jember itu. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 orang tersebut berlangsung di Perum Pesona Surya Milenia C.7 No.6 Mangli, Jember.

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri

Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Dr. M.Noor? Harisudin, M. Fil. I sangat berterima kasih pada kehadiran para mustahiq zakat yang datang dari berbagai tempat ini.

Siti Efi Farhati

“Kami segenap pengasuh, ustadz dan santri Ponpes Darul Hikam mohon doa agar zakat kami diterima Allah SWT. Karena ini adalah titipan dari Allah SWT. Dan mohon agar pesantren ini tambah berkah dan manfaat pada banyak orang. Semoga bisa bertambah banyak lagi di masa-masa yang akan datang,” kata dosen Pasca Sarjana IAIN Jember ini.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Humas Pesantren Darul Hikam, Ustadz Anwari mengatakan bahwa pelaksanaan zakat ini adalah rangkaian khataman ngaji kitab Fiqh az-Zakat, program hasil kerja sama antara Pesantren Darul Hikam dan AZKA Al-Baitul Amien Jember.

“Sedang, pelaksanaan zakat ini murni dilakukan sendiri oleh Dr. MN. Harisudin, M. Fil. I selaku pengasuh ponpes Darul Hikam. Sekaligus juga pembelajaran pada para santri agar tahu bagaimana cara berzakat dengan sebenarnya,” kata Ustadz Anwari yang juga alumni S1 Fakultas Tarbiyah IAIN Jember tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah, Santri Siti Efi Farhati

Sabtu, 18 November 2017

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Merauke, Siti Efi Farhati. Sekitar lima ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) mengahadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kab Merauke di Kampung Rawasari Distrik Malind sekitar 100 KM dari kota Merauke.

Tabligh Akbar pada Ahad (9/12) lalu diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1434 H. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kab. Merauke Sunarjo, sekaligus memberikan sambutan atas nama pemerintah daerah.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Ketua PCNU Kab. Merauke menyampaikan sambutan awalnya dengan mengajak warga Nahdiyyin untuk terus menjaga persatuan dan Kesatuan dan senantiasa untuk berkarya dan  berfikir positif dalm membangun Kab. Merauke.

Siti Efi Farhati

Tampil memberikan Taushiyah KH Muhammad Imam Syairozi dari Lamongan Jawa Timur.

Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan sebanyak 150 paket kepada anak yatim piatu.

Siti Efi Farhati

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: H Syamsuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pahlawan, Khutbah Siti Efi Farhati

Jumat, 17 November 2017

Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU

Jakarta, Siti Efi Farhati?



Seorang pria berwajah Tionghoa berdiri di hadapan lukisan Jimat NU karya Nabila Dewi Gayatri pada pameran tunggal bertajuk Sang Kekasih di Grand Sahid Jaya. Beberapa menit ia menatap lukisan tiga serangkai mulai dari kakek hingga cucu itu. Kemudian ia mengabadikan dirinya dengan lukisan itu dengan ponsel kamera dengan cara swafoto.?

Ia mengaku tertarik kepada lukisan Jimat NU yang memuat wajah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.?

Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Orang Tionghoa dan Jimat NU

Lebih khusus, ia mengaku tertarik kepada KH Wahid Hasyim dia adalah kiai yang berpikir dan bertindak mengedepankan persatuan bangsa dengan menyetujui menghilangkan 7 kata pada Piagam Jakarta: “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Meski ada khusus lukisan KH Wahid Hasyim, menurut pria yang tak mau menyebutkan namanya itu, pada Jimat NU, ada Hadratussyekh dan Gus Dur. Kakek dan cucu menjadi pelengkap pada lukisan itu.?

Pada Sabtu, (13/5) seorang berwajah tionghoa berbeda, dengan tato di tangan kanannya, tertarik pada lukisan Gus Dur. Lukisan itu berukuran paling besar dari yang lain. Ia dipajang di bagian muka dari sudut pandang pengunjung bila masuk dari pintu depan.

Siti Efi Farhati

Lukisan itu menurut pria yang mengaku tinggal di Kemang, Jakarta, menampilkan rona Gus Dur yang tersenyum renyah, dengan latar belakang merah-putih. Ia suka lukisan itu.?

Pameran lukisan wajah-wajah kiai bertajuk “Sang Kekasih” di Grand Sahid Jaya, Jakarta berakhir hari ini, Ahad (14/5). Pameran yang memajang 50 lukisan kiai-kiai Nusantara itu, dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Khutbah, Sholawat, IMNU Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock