Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Bagikan 1000 Takjil, PMII Sidoarjo Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah

Sidoarjo, Siti Efi Farhati

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo, Jawa Timur, membagikan seribu takjil gratis kepada para pengguna jalan di perempatan Jalan Ahmad Yani Sidoarjo, Senin (27/6).

Selain membagikan takjil, aktivis muda NU ini juga mengajak masyarakat Sidoarjo serta para pengguna jalan untuk tetap meningkatkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Bagikan 1000 Takjil, PMII Sidoarjo Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagikan 1000 Takjil, PMII Sidoarjo Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagikan 1000 Takjil, PMII Sidoarjo Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda menyatakan, melalui momentum malam Lailatul Qadar, seluruh kader dan pengurus PMII yang masih berproses di komisariat agar senantiasa berbagi kepada sesama.

Siti Efi Farhati

"Kami ingin mengingatkan masyarakat supaya terus beribadah di bulan Ramadhan khususnya pada malam Lailatul Qadar. Dan bagi-bagi takjil ini semoga bisa membantu para penggunan jalan yang belum menyempatkan berbuka puasa dan masih berada dalam perjalanan," terang Mahmuda.

Siti Efi Farhati

Salah satu pengendara, Mulyono mengatakan bahwa dengan adanya takjil yang dibagikan oleh mahasiswa ini, dirinya bisa menyegerakan berbuka puasa. "Alhamdulillah, terima kasih takjilnya. Akhirnya saya mendapatkan kesunnahan berbuka puasa," puji Mulyono. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Aswaja, Sholawat Siti Efi Farhati

Kamis, 15 Februari 2018

Ulama Diminta Bimbing Eks Gafatar

Subang, Siti Efi Farhati

Setelah menjalani pembinaan di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Subang bersama Kepolisian setempat menjemput eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Subang dalam empat tahap.

"Mereka dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing di beberapa kecamatan yang ada di Subang," ungkap Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat Polres Subang, AKP. H Sarjono usai mengikuti Rapat Reboan PCNU setempat, Rabu (17/2).

Ulama Diminta Bimbing Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Diminta Bimbing Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Diminta Bimbing Eks Gafatar

Sebelum dipulangkan ke tempat asal, kata dia, para eks anggota Gafatar yang berjumlah 44 orang ini tidak langsung dipulangkan ke tempat asalnya karena mereka akan kembali mendapatkan pembinaan.

Siti Efi Farhati

Ditambahkan, mereka punya kepercayaan yang cukup kuat sehingga mesti diberi pemahaman secara kontinyu agar mereka benar-benar bisa meninggalkan kepercayaan yang ada di Gafatar.

Siti Efi Farhati

"Saya sudah memberikan nama dan alamatnya kepada para kiai, diharapkan agar para ulama, kiai dan ustadz terdekat dapat membimbing dan memberi pencerahan kepada eks Gafatar ini supaya mereka tidak kembali lagi ke ajaran Gafatar atau sejenisnya," papar Polisi yang juga jadi pengurus PCNU Subang ini.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup, kata dia, para mantan anggota Gafatar ini sudah diarahkan untuk berbisnis seperti berdagang dan bertani. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Lomba, Anti Hoax, AlaSantri Siti Efi Farhati

Senin, 12 Februari 2018

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Siti Efi Farhati yang terhormat. Pada Rabu (20/4) siang, saya menyaksikan acara Aswaja TV yang salah satu poin bahasannya adalah "Tidak semua bid‘ah itu adalah dhalalah (sesat)."

Saya mau meminta penjelasan lebih lanjut perihal kriteria seseorang boleh membuat bidah hasanah. Berikutnya saya mohon diberikan contoh-contoh yang termasuk bidah hasanah. Demikian mohon penjelasannya. Terima kasih. (Sukron Mamun)

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah

Jawaban

Siti Efi Farhati

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman dan pembaca di mana pun berada, semoga selalu dirahmati Allah swt. Pada kesempatan ini kita mencoba melihat hadits-hadits Rasulullah SAW yang berkaitan dengan bid‘ah. Kita akan mengawalinya dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai berikut ini.

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»?

Artinya, “Dari Jabir bin Abdullah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW dalam khothbahnya bertahmid dan memuji Allah SWT. Lalu Rasulullah SAW berkata, ‘Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang Allah sesatkan jalan hidupnya, maka tiada yang bisa menunjuki orang tersebut ke jalan yang benar. Sungguh, kalimat yang paling benar adalah kitab suci. Petunjuk terbaik adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW. seburuk-buruknya perkara itu adalah perkara yang diada-adakan. Setiap yang diada-adakan adalah bid‘ah. Setiap bid‘ah itu sesat. Setiap kesesatan membimbing orang ke neraka,’” (Lihat Ahmad bin Syu‘aib bin Ali Al-Khurasani, Sunan An-Nasai, Maktab Al-Mathbu‘at Al-Islamiyah, Aleppo, Cetakan Kedua, tahun 1986 M/ 1406 H).

Untuk memahami hadits riwayat An-Nasai, kita perlu menyandingkannya dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan di Shahih Bukhari sebagai berikut.

? ? ? ? ?: "? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "?": "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?". ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? "?".

Artinya, “Ucapan Rasulullah SAW ‘Setiap bid‘ah itu sesat’ secara bahasa berbentuk umum, tapi maksudnya khusus seperti keterangan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, ‘Siapa saja yang mengada-ada di dalam urusan kami yang bukan bersumber darinya, maka tertolak’. Riwayat kuat menyebutkan Imam Syafi’i berkata, ‘Perkara yang diada-adakan terbagi dua. Pertama, perkara baru yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunah Rasul, pandangan sahabat, atau kesepakatan ulama, ini yang dimaksud bid‘ah sesat. Kedua, perkara baru yang baik-baik tetapi tidak bertentangan dengan sumber-sumber hukum tersebut, adalah bid‘ah yang tidak tercela,’” (Lihat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal, Halaman 206).

Imam Syafi’i dalam keterangan di atas jelas membuat polarisasi antara bid‘ah yang tercela menurut syara’ dan bid‘ah yang tidak masuk kategori sesat. Pandangan Imam Syafi’i kemudian dipertegas oleh ulama Madzhab Hanbali, Ibnu Rajab Al-Hanbali sebagai berikut.

? ? ? ? ?: ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnu Rajab Al-Hanbali mengatakan, ‘Yang dimaksud bid‘ah sesat itu adalah perkara baru yang tidak ada sumber syariah sebagai dalilnya. Sedangkan perkara baru yang bersumber dari syariah sebagai dalilnya, tidak termasuk kategori bid‘ah menurut syara’/agama meskipun masuk kategori bid‘ah menurut bahasa,’” (Lihat Ibnu Rajab Al-Hanbali pada Syarah Shahih Bukhari).

Perihal hadits Rasulullah SAW itu, Guru Besar Hadits dan Ulumul Hadits Fakultas Syariah Universitas Damaskus Syekh Mushtofa Diyeb Al-Bugha membuat catatan singkat berikut ini.

(?) ?. (? ?) ? ? ? ?. (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?). (?) ? ? ? ? ?]

Artinya, “Siapa saja yang mengada-ada (membuat hal baru) di dalam urusan (agama) kami (agama Islam) yang bukan bersumber darinya (tidak terdapat dalam Al-Quran atau sunah, tidak berlindung di bawah payung hukum keduanya atau bertolak belakang dengan hukumnya), maka tertolak (batil, ditolak, tidak diperhitungkan),’ (Lihat Ta’liq Syekh Mushtofa Diyeb Al-Bugha pada Jamius Shahih Al-Bukhari, Daru Tauqin Najah, Cetakan Pertama 1422 H, Juz IX).

Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam, ulama madzhab Syafi’i abad 7 H kemudian membuat rincian lebih detail perihal bid‘ah beserta contohnya seperti keterangan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Bid‘ah adalah suatu perbuatan yang tidak dijumpai di masa Rasulullah SAW. Bid‘ah itu sendiri terbagi atas bid‘ah wajib, bid‘ah haram, bid‘ah sunah, bid‘ah makruh, dan bid‘ah mubah. Metode untuk mengategorisasinya adalah dengan cara menghadapkan perbuatan bid‘ah yang hendak diidentifikasi pada kaidah hukum syariah. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kewajiban, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah wajib. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut keharaman, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah haram. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kesunahan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah sunah. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kemakruhan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah makruh. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kebolehan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah mubah. Bid‘ah wajib memiliki sejumlah contoh,” (Lihat Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam As-Salami, Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, Cetakan kedua, Tahun 2010, Juz II, Halaman 133-134).

Contoh bid‘ah wajib antara lain mempelajari ilmu nahwu (gramatika Arab) sebagai perangkat untuk memahami Al-Quran dan Hadits, mendokumentasikan kata-kata asing dalam Al-Quran dan Hadits, pembukuan Al-Quran dan Hadits, penulisan ilmu Ushul Fiqh. Sementara contoh bid‘ah haram adalah hadirnya madzah Qadariyah, Jabariyah, Murjiah, atau Mujassimah. Contoh yang dianjurkan adalah sembahyang tarawih berjamaah, membangun jembatan, membangun sekolah. Contoh bid’ah makruh adalah menghias mushhaf dengan emas. Sedangkan contoh bid’ah mubah adalah jabat tangan usai sembahyang subuh dan ashar, mengupayakan sandang, pangan, dan papan yang layak dan bagus. Contoh bid‘ah di Indonesia antara lain peringatan tahlil berikut hitungan hari-harinya, peringatan Isra dan Miraj dan lain sebagainya yang kesemuanya bahkan dianjurkan oleh agama. Contoh-contoh ini dapat dikembangkan sesuai tuntutan kaidah hukumnya seperti diterangkan Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Semoga pengertian dan pembagian bid‘ah di atas dapat menurunkan intensitas kontroversi di masyarakat perihal bid‘ah. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Halaqoh, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Selasa, 06 Februari 2018

Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif

Jakarta, Siti Efi Farhati. Soft Launching Gerakan Nasional #AyoMondok telah diluncurkan di Gedung PBNU lantai 8 Jl Kramat Raya Jakarta Pusat, Senin (1/6). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) serta didukung oleh RMINU Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Unggulan, Bukan Alternatif

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua PP RMINU, KH Amin Haedari, Sekretaris PP RMINU, KH Miftah Faqih, Ketua RMINU Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffar Rozien, Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok, KH Lukman Haris Dimyati, serta Nahdliyin yang memadati tempat kegiatan. Peluncuran gerakan ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam sambutannya, KH Lukman Haris Dimyati menjelaskan, bahwa gerakan ini adalah ikhitiar ini kalangan pondok pesantren di Tanah Air, khususnya yang tergabung dalam RMINU, mengajak masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai pilihan utama bagi pendidikan putra-putrinya.

Siti Efi Farhati

“Sejarah pesantren sangat panjang, sejak sebelum merdeka. Gerakan ini merupakan upaya serius dari para pengasuh pesantren untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pesantren bukan sekadar pilihan alternatif,” jelas Gus Lukman, sapaan akrabnya.

Siti Efi Farhati

Sebaliknya, lanjut dia, adalah lembaga pendidikan unggulan, baik dari segi prestasi akademik maupun dari segi kemampuan manajerial, leadership, dan networking.

Sementara itu, KH Amin Khaedari, mengatakan, bahwa gerakan nasional ayo mondok merupakan usaha peneguhan Islam Nusantara. “Kearifan lokal Islam Indonesia dibangun melalui pesantren. Gerakan pesantren menyumbang jasa yang sangat luar biasa bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Dalam taushiyahnya, KH Said Aqil Siroj menegaskan, bahwa gerakan ini adalah bagian dari misinya dulu ketika terpilih menjadi Ketum PBNU, yaitu gerakan kembali ke pesantren. Pesantren selain sebagai benteng moral, juga sebagai benteng intelektual dan ideologi Islam Nusantara yang ramah, toleran, dan moderat.

“Dulu jaman NU berdiri, Wahabi yang radikal jauh di luar sana, di Arab. Kini wahabinya di depan kita. Ini tantangan buat pesantren,” tegasnya.?

Kang Said juga menuturkan, bahwa jangan sampai kita melahirkan generasi yang lemah. Pesantren harus melahirkan generasi yg kuat. Baginya, untuk menjdi ekstrem tidak butuh ilmu. Tapi untuk wasathon butuh ilmu. Karena harus menggabungkan (dalil) naqliyah denang (nalar) aqliyah.

“Oleh karena itu, PBNU sangat terharu sekaligus mendukung gerakan ini, serta meminta masyarakat, khususnya warga NU agar merespon gerakan ini dengan baik sehingga tercipta generasi berkualitas ala pesantren,” tukasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Yang terhormat redaksi Bahtsul Masail Siti Efi Farhati. Kami pernah mendengar seorang kiai menjelaskan sifat-sifat terpuji nenek moyang Nabi Muhammad SAW. Bahkan kiai ini mengatakan bahwa orang-orang tua adalah orang-orang beriman yang taat dan saleh dalam beragama. Mohon keterangannya. Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdullah/Jakarta).

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW?

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang dipersiapkan Allah SWT sebagai makhluk paling sempurna. Karenanya Allah memelihara benar nenek moyang yang menjadi cikal-bakal melahirkan Nabi Muhammad SAW.

Siti Efi Farhati

Nabi Muhammad SAW dilahirkan dari nenek moyang yang patuh kepada Allah SWT. Mereka semua dipelihara oleh Allah SWT agar tidak melakukan dosa-dosa besar seperti penyembahan berhala, berzina, menumpahkan darah orang lain, dan perbuatan keji lainnya.

Syekh Ibrahim Al-Baijuri menyebutkan sejumlah dalil naqli yang menjelaskan dalam karyanya keimanan dan kesucian nenek moyang hingga kedua orang tua Nabi Muhammad SAW yang kami kutip sebagai berikut.

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kalau kau mengerti bahwa ahli fatrah itu selamat dari siksa neraka menurut pendapat rajih (yang kuat), maka tentu kamu mengerti bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka karena keduanya ahli fatrah. Bahkan semua bapak moyang Rasulullah SAW (hingga ke Nabi Adam AS) selamat dari siksa neraka. Kita memutuskan bahwa mereka adalah orang-orang beriman tanpa tercederai oleh kekufuran, perbuatan keji, perilaku aib, dan perilaku buruk apapun yang lazim di zaman Jahiliyah. Pendapat ini didasarkan pada dalil naqli seperti firman Allah SWT dalam Surat As-Syu‘ara ayat 219 yang berbunyi, ‘Dan ketika engkau bolak-balik dalam orang-orang yang sujud (sembahyang)’; dan sabda Rasulullah SAW ‘Aku senantiasa berpindah-pindah dari tulang-tulang sulbi yang murni ke rahim-rahim yang suci’, dan banyak hadits lain yang statusnya mutawatir,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabaiyah, tanpa tahun, halaman 19).

Sejumlah dalil naqli itu kemudian dideskripsikan ulang dalam bentuk syair yang indah dalam Al-Barzanji, kitab yang lazim dibaca warga Ahlusunnah wal Jamaah NU yang kami kutip sebagai berikut.

? ? ? ?/? ? ? ?

? ? ? ? ?/? ? ? ? ?

Artinya, “Tuhan memelihara kemuliaan Nabi Muhammad SAW/bapak moyangnya yang mulia demi menjaga namanya (Nabi Muhammad SAW).

Mereka meninggalkan zina sehingga aib tidak mencoreng muka/sejak Nabi Adam AS hingga bapak dan ibunya,” (Lihat Barzanji Natsar dalam Majmu’atul Mawalid wal Ad’iyah, tanpa tahun, Jakarta, Al-‘Aidrus, halaman 76).

Dari dua dalil naqli yang disebutkan oleh Syekh Al-Baijuri ini, kita dapat menyimpulkan bahwa sejak Nabi Adam AS nenek moyang hingga kedua orang tua Nabi Muhammad SAW adalah orang baik yang saleh dan taat beragama. Di samping itu mereka semua adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah dari perbuatan-perbuatan tercela.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax Siti Efi Farhati

Selasa, 23 Januari 2018

NU Tunisia Promosikan Seni Budaya Nusantara

Tunis, Siti Efi Farhati

Dalam rangka mengenalkan seni budaya Nusantara ke kancah global, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia menggelar festival budaya (mahrajan tsaqafi) di kampus Fakultas Adab Universitas Manouba, Tunis, Tunisia. Acara ini berlangsung pada Rabu (20/4) siang waktu setempat.

Ratusan pengunjung yang memadati lokasi acara tampak antusias menyaksikan ragam penampilan seperti pencak silat, atraksi debus, tari zapin, tari saman, puisi, dan aneka jenis musik. Semua atraksi kesenian ini dimainkan oleh para kader NU Tunisia. Para pengunjung yang umumnya mahasiswa itu berkali-kali tepuk tangan meriah, atau turut mendendangkan lagu-lagu serta syair shalawat yang ditampilkan.

NU Tunisia Promosikan Seni Budaya Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tunisia Promosikan Seni Budaya Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tunisia Promosikan Seni Budaya Nusantara

Di halaman aula lokasi acara, dipamerkan sejumlah kitab karya ulama Nusantara, serta beberapa buku tentang Islam di Indonesia. Di antaranya ada 12 kitab karya Syekh Nawawi Banten, seperti kitab Tafsir Marah Labid, Uqudulujjain, Maraqil ‘Ubudiyah, Tanqihul Qaul, ats-Tsamar al-Yaniah, dan lain-lain.

Siti Efi Farhati

Kehadiran kitab-kitab berbahasa Arab karya ulama Nusantara ini sempat menarik perhatian para dosen dan mahasiswa setempat. Terlebih ketika mereka mengetahui bahwa sejumlah kitab itu juga diterbitkan oleh penerbit-penerbit terkemuka Timur Tengah seperti Darul Fikr Beirut atau Mustafa Halbi Kairo.    

Ketua Tanfidziyah PCI NU Tunisia Ahmad Muntaha Afandi menjelaskan bahwa penyebaran Islam di Indonesia  berlangsung secara damai dan tanpa pertumpahan darah. "Yang terjadi adalah akulturasi antara Islam dengan budaya lokal," tutur Muntaha.

Siti Efi Farhati

Pada masa-masa berikutnya, lanjut mahasiswa S2 Fakultas Adab Manouba ini, perpaduan budaya lokal dengan ajaran Islam tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam merekatkan ukhuwah di kalangan umat Islam di Indonesia. Toleransi di tengah keragaman sebagaimana ditunjukkan umat Islam di Indonesia saat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi positif bagi umat Islam di dunia Arab, termasuk Tunisia.  

Dalam acara itu, turut hadir Duta Besar RI untuk Tunisia Ronny Prasetyo Yuliantoro, Dekan Fakultas Adab Prof Dr Habib Kazdagli, Wakil Dekan Dr Sourour Lihyani, serta sejumlah dosen dan staf universitas. Selain itu, juga ada Syekh Dr. Shalahudin el Mistawi, mustasyar PCINU Tunisia yang juga mantan Sekretaris Jenderal al Majelis al Ala lis Syuun al Islamiyah, yakni semacam majelis ulamanya Tunisia. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Internasional, Anti Hoax, Bahtsul Masail Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji

Banyuwangi, Siti Efi Farhati

Para alumnus Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari melaksanakan pengajian rutin tiap bulan di kediaman Ahmad Mufid, Jl. Citarum No 46, lingkungan Kemasan, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi.

Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Al-Anwari Silaturahmi dengan Mengaji

Kegiatan pada Kamis malam (17/11) dimulai dengan membaca Rotibul Haddad serta pembacaan tahlil. "Karena pondok pesantren kita adalah ladang penanaman ajaran serta penguatan amaliyah-amaliyah Nahdlatul Ulama kepada setiap santri. Perantara itu semua, pesantren kita dapat berkembang dan mampu bertahan di tengah-tengah perkotaan," ungkap sholeh salah satu alumni yang hadir malam itu.

Pengajian rutin dengan pembacaan kitab Arbain Nawawi juga disematkan dalam acara tersebut. Hal ini diperlukan untuk mengingatkan kembali nasihat-nasihat hadits sahih kepada alumni yang menjadi sumber rujukan amaliyah setiap hari.

Siti Efi Farhati

Pembahasan malam tersebut berkaitan dengan masalah niat. Ahmad Mufid selaku tuan rumah juga sebagai pembaca kitab di hadapan puluhan alumni yang hadir.

"Ketahuilah rasa ikhlas itu menjadi nyata dengan hilangnya rasa ujub (sombong). Barang siapa yang sombong atas dengan amal perbuatannya, maka sirnalah keikhlasannya. Dan secara otomatis sirna pula lah pahala perbuatannya," terangnya berdasar kitab tersebut.

Siti Efi Farhati

di bagian akhir, ia mengutip salah satu pendapat dari ulama yang menjelaskan tentang keihlasana. Menurut Syekh Al-Harits Al-Muhasibi dalam kitab Ar-Riayah berpendapat: "Ikhlas itu hanya mengharapkan ketaatan pada Allah, tidak mengharapkan pada selain-Nya.

Ahmad Syakur Isnaini, Ketua Jamiyah Majelis Alumni berharap kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat kepada seluruh anggota? juga kepada orang lain umumnya.

Sebagai penutup acara diisi dengan berbagai kegiatan, mulai ramah tamah, komunikasi berbagai topik antaralumni semisal mulai pekerjaan, politik, sampai keluarga. Serta pembayaran iuran tambahan kas jamiyah. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pondok Pesantren, Anti Hoax, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Selasa, 09 Januari 2018

PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

Cirebon, Siti Efi Farhati - Ketua PCNU Kabupaten Cirebon H Aziz Hakim Syaerozi mengatakan, pelaksanaan Operasi Pasar Ramadhan (OPR) 2017 selalu memantau perkembangan harga. Jika ada komoditi yang turun harganya, pihak PCNU Cirebon ikut turunkan harganya. Tetapi bila ada yang naik, pihaknya tidak menaikkan harga.

Demikian disampaikan H Aziz Hakim pada OPR 2017 kelima hasil kerja sama PCNU Kabupaten Cirebon, Polres Cirebon, dan Bulog Sub Divre Cirebon di Aswaja Sharing Centre Kecamatan Gebang, Selasa (13/6).

PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

"Pokoknya kami PCNU menjual sesuai harga beli di Bulog. Kami tidak mengambil untung sedikitpun. Sebaliknya kami patungan untuk operasional. Karena harga lumayan murah, Alhamdulillah setiap OPR warga antusias," kata Pembina Pondok Pesantren (Pontren) Assalafie Babakan, Ciwaringin itu.

OPR 2017 akan terus berjalan di kecamatan lain hingga Lebaran. Ikhtiar NU ini diharapkan bisa membantu masyarakat dan ia berharap pemerintah daerah juga bisa ikut melakukan stabilitas harga, di antaranya melalui pasar murah yang bersubsidi sehingga harganya bisa jauh lebih murah dari OPR NU-Polres.

Siti Efi Farhati

Salah seorang pengunjung, Ratna (35), menyampaikan ketertarikannya dengan harga sembako di OPR yang berselisih dari harga warung atau pasar. Karena itu, ia membeli banyak, terutama untuk beras untuk keperluan zakat fitrah.

Siti Efi Farhati

Di OPR, beras kualitas premium dijual Rp9.000/kg. Menurutnya, harga beras di warung-warung sudah di atas Rp10.000 dan diyakini bakal naik jelang lebaran.

"Harga telur juga lumayan murah. Meskipun selisihnya beberapa ribu, tapi kalau dikali sekian lumayan. Jelang Idul Fitri uang sangat berharga," kata dia tersenyum. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Jumat, 22 Desember 2017

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Jakarta, Siti Efi Farhati. Seni lukis kaligrafi bisa menjadi semangat keimanan, ‘jembatan’ perdamaian dan inspirasi kelestarian manakala manusia menyadari bahwa pena adalah senjata pemusnah keingkaran dan keinginan yang berlebihan, dengan kitab suci sebagai jendela pemandu akal dan keinginan.

Demikian dikatakan pelukis kaligrafi Jauhari Abd Rosyad saat menjadi narasumber pada diskusi “Multicultural Calligraphy by Jauhari Abd Rosyad” di Kantor The Wahid Institute, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Selasa (22/5). Hadir pula sebagai narasumber pada acara tersebut, Pelukis dan Sastrawan Acep Zamzam Nur.

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Jauhari, begitu panggilan akrab pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, itu, menjelaskan, karya kaligrafi yang ia buat seluruhnya bersumber dari ayat-ayat Al-Quran. Ia mengaku ingin menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan toleransi yang ada dalam Al-Quran kepada masyarakat.

Karena itulah, tuturnya, seni lukis kaligrafi bisa menjadi jembatan bagi upaya perdamaian. Ajaran-ajaran suci Al-Quran akan bisa terwujudkan melalui karya seni menulis indah itu.

Tak hanya itu. Menurut Jauhari, seni melukis dengan tema utama ayat-ayat Al-Quran itu, sekaligus juga mampu menumbuhkan semangat religius pada penikmatnya. “Karena semua sumbernya adalah Al-Quran, maka semangat religiusitas itu akan muncul dengan sendirinya,” pungkasnya.

Senada dengan Jauhari, Acep mengatakan, kaligrafi dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai sumber inspirasinya, memang bisa menimbulkan semangat religius bagi penikmat maupun pelukisnya sendiri. Namun hal itu sifatnya sangat subyektif, tergantung pada penafsiran penikmatnya.

Siti Efi Farhati

“Dalam hal ini, saya punya teori ‘Bulu Kuduk’. Misal, ketika kita melihat sebuah lukisan, apapun temanya, kemudian bulu kuduk kita berdiri, maka di situlah muncul semangat religius. Artinya juga si pelukis cukup berhasil menyampaikan pesan religius yang dimaksud,” ujar Acep.

Meski demikian, dalam diskusi yang dipandu Direktur Eksekutif The Wahid Institute Ahmad Suaedy itu, Acep mengkritik pemahaman masyarakat Indonesia tentang kaligrafi yang ia nilai salah kaprah. Menurutnya, pada dasarnya, kaligrafi adalah murni seni menulis indah dan tidak ada hubungannya dengan ajaran agama tertentu.

Kaligrafi, tambahnya, tidak terpaku pada ayat-ayat Al-Quran yang ditulis dalam huruf dan Bahasa Arab. Melainkan bisa menggunakan huruf serta bahasa mana pun. “Bisa pakai huruf Cina, Jepang, Arab, Latin, dan sebagainya. Tapi di Indonesia, kaligrafi identik dengan Arab, identik dengan Islam. Seolah-olah kaligrafi adalah Islam,” paparnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Berita, Doa Siti Efi Farhati

Selasa, 19 Desember 2017

Nahdliyin Tuntut Pemerintah Hentikan Pabrik Semen Rembang

Rembang, Siti Efi Farhati. Pada tanggal 26 November, puluhan ibu-ibu yang selama ini menduduki tenda penolakan pabrik PT Semen Indonesia (SI) di Kabupaten Rembang memblokir jalan masuk pembangunan pabrik PT SI di hutan Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Nahdliyin Tuntut Pemerintah Hentikan Pabrik Semen Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Tuntut Pemerintah Hentikan Pabrik Semen Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Tuntut Pemerintah Hentikan Pabrik Semen Rembang

Pemblokiran ini adalah bentuk penolakan warga yang selama ini tidak ditanggapi oleh pemerintah dan PT SI. Sudah lebih 160 hari ibu-ibu menginap ditenda penolakan PT SI, tapi pembangunan dengan alat berat terus berjalan.

Masyarakat, sebagian besar ibu-ibu, memblokir jalan dengan cara menghadang dan membawa poster bertuliskan “jalan ditutup warga”. Penolakan terjadi karena lokasi pabrik dan lokasi eksploitasi penambangan berada di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, kawasan yang memiliki fungsi sebagaipenyimpan cadangan air.

Siti Efi Farhati

Hasil penelitian air bawah tanah di Gunung Watuputih oleh Dinas Pertambangan Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah pada Maret 1998 menjelaskan bahwa Gunung Watuputih dan sekitarnya secara fisiografis tergolong dalam tipe bentang alam karst.

Siti Efi Farhati

Pada pukul 13.55 WIB (26/11/2014) 7 truk bermuatan paku bumi, besi, dan crane masuk ke lokasi. Serentak ibu-ibu yang di depan tenda langsung memblokir jalan karena sesuai dengan dialog dengan pihak kepolisian, tidak ada perjanjian untuk memasukan alat-alat berat ke lokasi tapak pabrik.

Pada waktu ini, Kapolres kembali negosiasi dengan ibu-ibu, dan tidak tercapai kesepakatan. Setelah itu Kapolres menarik kembali pasukanya ke tenda pemblokiran jalan. Kemudian muncul komando dari Kapolres untuk membubarkan ibu-ibu. Bentrok tak terhindarkan. Dorong-dorongan. Sehingga banyak ibu-ibu yang terinjak dan terpukul. Akibat bentrokan tersebut, 2 tenda warga runtuh. Setiap kali warga mau mendokumentasikan aksi kekerasan yang di lakukan pihak aparat, alat dokumentasi warga dihalang-halangi oleh brimob, bahkan hape warga banyak yang terjatuh dan kemudian diinjak oleh aparat.

Selang beberapa waktu, bapak-bapak mulai berdatangan ke lokasi. Beberapa dari mereka ingin melerai. Di sela-sela itu truk pengangkut alat berat mulai memaksa masuk dan menabrak bendera Merah Putih. Serentak warga emosi karena menurut warga Sang Saka Merah Putih adalah pusaka negara, dan jika diinjak-injak atau digilas oleh alat-alat berat pabrik semen, maka itu adalah wujud pelecehan terhadap negara Indoesia.

Jika izin PT SI tidak dicabut, maka fungsi resapan air kawasan CAT Watuputih akan hilang. Lebih jauh, hal ini mengancam lebih dari 607.198 jiwa di 4 kecamatan Kabupaten Rembang yang selama ini kebutuhan airnya dipasok dari kawasan ini. Menurut keterangan Badan Geologi, jika kawasan CAT Watuputih ditambang, maka akan berdampak pada hilangnya mata air di Kabupaten Blora dan Bojonegoro.

Dalam konteks bencana, hilangnya fungsi resapan air akan mempercepat aliran permukaan. Sehingga, pada saat musim hujan air yang seharusnya terserap ke dalam tanah akan berubah menjadi aliran permukaan. Pada saat curah hujan tinggi, maka aliran permukaan akan sangat besar sehingga akan terjadi banjir di kawasan ini.

Dalam konteks politik nasional, Presiden Jokowi ketika ditemui oleh perwakilan warga Rembang bersama warga Pati, dan Urutsewu (Kebumen) pada 5 September 2014 yang lalu di Jakarta, menyatakan menunggu pelantikannya pada 20 Oktober 2014. Sekarang, setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-JK, pembangunan PT SI masih terus berlangsung.

Mempertimbangkan argumentasi sosio-ekologi-politik di atas, maka dengan ini Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dan (JM-PPK Rembang / Jaringan Masyarakat – Peduli Pegunungan Kendeng Rembang) menuntut:

1] Gubernur Jawa Tengah untuk mencabut Izin Lingkungan PT Semen Indonesia Nomor 668.1/17 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah;

2] Gubernur Jawa Tengah untuk menghentikan proses pembangunan pabrik PT. SI karena akan berakibat buruk terhadap daya dukung lingkungan di kawasan karst CAT Watuputih;

3] Gubernur Jawa Tengah untuk segera laksanakan rekomendasi dari KOMNAS HAM untuk menghentikan aktivitas pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang;

4] Panglima Kodam IV Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah menarik Prajurit TNI dan anggota Polri dari lokasi yang akan dibangun pabrik PT SI, karena diduga kuat melakukan tindakan diksriminatif dan terlibat mengintimidasi masyarakat terutama yang menolak PT SI;

5] Dirjen Geologi untuk menetapkan kawasan CAT Watuputih sebagai bentangan kawasan karst sehingga dilarang adanya aktivitas pertambangan didaerah tersebut;

6] Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK agar turut terlibat menyelesaikan permasalahan ini. (Bosman Batubara/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Tokoh Siti Efi Farhati

Sabtu, 16 Desember 2017

Mahkamah Agung Saudi Serukan Umat Islam Lakukan Rukyat Hilal

Riyadh, Siti Efi Farhati

Kantor berita Arab Saudi, SPA, Sabtu (19/8), mewartakan bahwa Mahkamah Agung Arab Saudi meminta seluruh umat Islam di negara setempat untuk melakukan rukyat hilal bulan Dzulhijah 1438 Hijriah pada Senin (21/8) petang atau 29 Dzulqa’dah menurut kalender Arab Saudi.

Mahkamah Agung Saudi Serukan Umat Islam Lakukan Rukyat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahkamah Agung Saudi Serukan Umat Islam Lakukan Rukyat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahkamah Agung Saudi Serukan Umat Islam Lakukan Rukyat Hilal

Rukyat hilal dilakukan untuk menetapkan awal bulan terakhir dalam kalender hijriah tersebut. Bila bulan sabit terlihat pada petang itu maka masuklah tanggal 1 Dzulhijjah, bila tidak maka jumlah hari dalam sebulan akan dibulatkan menjadi 30 hari (istikmal).

Mahkamah Agung Arab Saudi dalam pengumumannya menyerukan kepada siapa pun yang menyaksikan hilal bulan Dzulhijjah, baik dengan mata telanjang maupun teropong, untuk melapor ke pengadilan terdekat dan mendaftarkan kesaksiannya.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, data hisab Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagaimana tertuang dalam almanak resminya memprediksi, awal Dzulhijjah jatuh pada Rabu (23/8). Peristiwa ijtima’ atau konjungsi terjadi pada Selasa, pukul 01.32.14 WIB dan tinggi hilal 7 derajat 26 menit 48 detik di atas ufuk.

Siti Efi Farhati

Bulan Dzulhijjah merupakan satu di antara empat bulan mulia (asyhur hurum) yang disinggung Al-Qur’an. Ketiga bulan lainnya adalah Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab. Dzulhijjah juga menjadi bulan paling sibuk bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax Siti Efi Farhati

Rabu, 13 Desember 2017

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri

Banyuwangi, Siti Efi Farhati. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah dalam agenda-agenda regional. Setelah sukses melaksankan Latihan Kader Utama IPPNU se-Tapal Kuda di  pertengahan tahun 2017 lalu, kali ini Banyuwangi diberi kesempatan menjadi panitia lokal pelaksanaan Pendidikan Pelatihan Kader Madya (Diklamdad) Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri.

Ketua Stering Comite Komandan Wawan, menjelaskan pemilihan Banyuwangi sebagai tuan rumah merupakan keputusan bersama panitia. Banyuwangi dianggap sebagai tempat yang paling strategis untuk melaksankan agenda ini. Kesiapan SDM panitia yang mumpuni juga menunjang terpilihnya Banyuwangi sebagai panitia lokal.

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri

"Banyuwangi merupakan daerah yang strategis. Di sini banyak tempat yang bisa dijadikan opsi. Selain itu juga didukung oleh personil CBP-KPP di Banyuwangi yang cukup solid, menjadi faktor paling menentukan", ujar pemuda yang akrab disapa Ndan Wawan.

Ketua PC IPNU Banyuwangi, Yahya Muzakky berjanji selama proses kegiatan berlangsung, PC IPNU maupun IPPNU Banyuwangi siap member dukungan sepenuhnya. 

"Alhamdulilah, kami kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Insyaallah sebagai tuan rumah kita kan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu," ungkap Yahya.

Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri merupakan jenjang kaderisasi kedua pasca Diklatama.

Siti Efi Farhati

Peserta tidak hanya harus menyiapkan fisik, namun juga siap psiskis karena nantinya mereka dicetak menjadi leader-leader yang tangguh, tanggap dan sigap.

Siti Efi Farhati

Diklamdad dibuka Kamis (20/09). Sebanyak 25 peserta dari perwakilan DKC CBP se-Tapal Kuda akan mengikuti pelatihan hingga Ahad (24/09) sore. (Ibnu/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Quote, Hadits Siti Efi Farhati

Jumat, 24 November 2017

Gus Solah: Di Pesantren Tidak Ada Dikotomi Ilmu

Jombang, Siti Efi Farhati. Bagi KH Salahuddin Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Solah, tidak relevan lagi memperbincangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Meskipun tetap kukuh dengan pendalaman ilmuan keagamaan, kini pesantren telah terbuka dengan mensinergikan semua disiplin ilmu.

Penegasan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur saat memberikan sambutan atas nama pengasuh pada peresmian SMA Trensains di Desa Jombok Kecamatan Ngoro Jombang (23/8). Sekolah ini merupakan perluasan dari Pesantren Tebuireng dari induknya yang berada di Cukir dan dinamai dengan Pesantren Tebuireng 2.

Gus Solah: Di Pesantren Tidak Ada Dikotomi Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Solah: Di Pesantren Tidak Ada Dikotomi Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Solah: Di Pesantren Tidak Ada Dikotomi Ilmu

Bagi mantan anggota Komnas HAM ini, sejumlah pesantren telah mencoba melakukan sinergi antara ilmu umum dengan ilmu agama. Di Tebuireng sendiri, tahun 1940-an, KH Wahid Hasyim telah mendirikan Madrasah Nidzamiyah  yang secara khusus memperdalam pengetahuan bahasa dan sastra asing yakni Arab, Inggris, dan Belanda. Dapat dikatakan, kala itu pesantren ini telah mampu menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan ilmu umum. "Apa yang sekarang diresmikan, hanya melanjutkan ide yang dilakukan oleh Kiai Wahid Hasyim tujuh puluh tahun yang lalu," tandas Gus Solah.

Siti Efi Farhati

Pengasuh ketujuh di Pesantren Tebuireng ini mencoba membandingkan bahwa para peraih hadiah nobel lebih banyak didominasi oleh kalangan nonmuslim. "Dari delapan ratus peraih hadiah nobel, hanya ada sepuluh saja yang beragama Islam," tandasnya. Itu pun hanya ada dua yang memiliki kualifikasi dari latar belakang sains, lanjutnya.

Karena itu keberadaan sekolah SMA Trensains ini diharapkan mampu mengisi kekurangan agar kaum muslimin juga mampu memberikan warna dan berprestasi khususnya dalam penguasaan sains dan teknologi. "Kita berharap, akan ada dari Indonesia para peraih nobel, entah kapan saatnya," terang Gus Solah. Karena itu, yang mendesak untuk dilakukan adalah bekerja dengan keras, bekerja dengan cerdas sehingga menghasilkan seperti yang diharapkan, lanjutnya.

Siti Efi Farhati

Di hadapan sejumlah alumni, dewan guru, jajaran pengasuh pesantren se Jombang dan pejabat pemerintah, Gus Solah menyadari bahwa umat Islam khususnya negara muslim masih berkutat dengan persoalan dalam negeri yang rumit. "Kasus korupsi dan kemiskinan yang hampir merata di sejumlah negara muslim menjadi pekerjaan yang sangat berat," tandasnya.

Namun dengan modal ilmu pengetahuan, keberadaan lembaga pendidikan, sistem politik yang demokratis serta kondisi masyarakat yang memiliki karakteristik kuat, maka ketertinggalan itu diharapkan dapat dikejar. Dan pada saat yang sama, pesantren ternyata masih mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Ini adalah modal penting bagi pesantren untuk memperbaiki keadaan," ungkap Gus Solah.

Dan kepercayaan masyarakat yang demikian tinggi kepada pesantren tentunya membawa konsekuensi. "Pesantren harus terlebih dahulu memperbaiki dirinya sendiri," katanya mengingatkan.

Bagi Gus Solah, apa yang telah dilakukan Pesantren Tebuireng dengan membuka SMA Trensains sebagai sumbangsih nyata yang memadukan unsur pengetahuan dan kemanusiaan demi mengejar ketertinggalan umat Islam. Karena itu ia sangat berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu. Dengan terbuka, Gus Solah menyebut Bank Mandiri, BRI dan pimpinan sekolah  sebagai pihak yang telah memberikan perhatian dan sumbangsih nyata bagi berdirinya sekolah ini.

Hadir pada peresmian ini antara lain Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin, pimpinan Bank Mandiri, BRI, Wakil Bupati Jombang, pimpinan pesantren dan lembaga pendidikan di Jombang serta para wali murid dan alumni Pesantren Tebuireng. Peresmian sekolah ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Agama RI. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, AlaSantri, Tokoh Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan

Way Kanan,Siti Efi Farhati. Muhammad? Setyo Mukti Wicaksono, Juara II Penyaji Terbaik Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional Tahun 2015 membawakan lakon Anoman Maneges untuk meramaikan hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 90 di gedung PCNU Way Kanan, Jalan Lintas Sumatera Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu, Senin (8/2) malam.

"Kenapa memilih lakon ini karena berkisah tentang kebaikan yang menang melawan kejahatan. Menjadi harapan supaya NU senantiasa bisa demikian," ujar Pelajar SMPN1 Baradatu Kabupaten Way Kanan itu.

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anoman Maneges, Kebaikan NU Melawan Kejahatan



Anoman Maneges
, ujar dalang kelahiran Way Kanan 3 Maret 2001 itu, berkisah tentang Negara Astina yang kedatangan seorang pandhita sakti mandraguna bernama Resi Lomana dan kegelisahan Anoman yang menanyakan kenapa umur sudah tua masih belum bisa pergi ke alam baka.

Siti Efi Farhati

Resi Lomana menyatakan perselisihan antara Pandhawa dan Korawa disebabkan ulah dua orang dilingkungan Pendawa, yaitu Prabu Kresna dan Semar.? Oleh karena itu, melenyapkan Semar dan Kresna menjadi target utama Resi Lomana.

"Namun karena Pandhawa memiliki pegangan Jamus Kalimasada (kalimat Syahadat) dan berpijak pada tatanan apik sebagaimana Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 dimiliki Indonesia, niat jahat Resi Lomana yang sejatinya penjelmaan Batara Kala tidak bisa terwujud. Adapun Anoman diberi wejangan Semar agar bersabar dan melanjutkan darma baktinya di dunia," kata Mukti menjelaskan.

Siti Efi Farhati

Sekretaris PCNU Way Kanan Totok Dwi Pambudi menyatakan, pertunjukan wayang kulit oleh Mukti merupakan cermin Islam Nusantara, yang tidak anti budaya namun menggunakannya sebagai sarana dakwah sebagaimana dilakukan Sunan Kalijaga.

Mukti tampil setelah menerima wayang Anoman dari KH Mahfudz Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahun Najah, Pringsewu, Lampung yang akan mengisi pengajian akbar pada Selasa (9/2) pukul 09.00 WIB.

Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Way Kanan dibantu petugas kepolisian mengamankan pertunjukan dihadiri puluhan warga di Kecamatan Baradatu tersebut. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, IMNU, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 15 November 2017

Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. KH Masdar Farid Mas’udi, Rais Syuriyah PBNU mengatakan, masjid mempunyai fungsi sosial (hablumminannas) yang diwujudkan dengan adanya serambi masjid, sebagai tempat berbagai pertemuan dan aktifitas sosial.

Demikian disampaikannya dalam kegiatan bahstul masail atau pembahasan masalah keagamaan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Bantul bersama Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masjid (P3M) di masjid Ar-Ridla, Ngrukem, Pendowoharjo, Bantul, Senin dan Selasa (27-28/5).

Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Serambi Masjid, Menurut KH Masdar Farid

KH Masdar Farid Mas’udi menjelaskan secara gamblang terkait fungsi masjid dan filosofinya. Ia mengatakan bahwa kegiatan memakmurkan masjid merupakan usaha untuk “mengembalikan kekayaan yang hilang”.

Siti Efi Farhati

Menurutnya, masjid berbeda dengan tempat-tempat ibadah lain. Masjid mempunyai satu tempat yang disebut serambi.

“Ini adalah bentuk filosofi hablumminannas. Sedangkan dengan tempat ibadah yang lainya tidak ada serambinya, itu menandakan bahwa tempat ibadah tersebut hanya berfungsi hablumminallah atau hanya hubungan dengan tuhannya,” tambahnya.

Siti Efi Farhati

Sementara itu bahtsul masail yang dihadiri perwakilan komunitas takmir masjid se-Bantul itu membahas hasil diskusi yang dilakukan oleh komunitas masjid selama dua kali. 

“Dari dua pertemuan, pertemuan pertama adalah untuk membahas tentang bagaimana masjid dapat memakmurkan masyarakat. Sedangkan pada pertemuan kedua yang dihadiri oleh pemerintah desa, itu membahas terkait review Musrenbangdes,” ungkap salah satu takmir masjid Ar-Ridlo, Ngrukem, Musthofa.

Dalam bahstul masail, perwakilan dari takmir masjid mempresentasikan hasil diskusinya di masjid masing-masing. “Ada 5 perwakilan dari takmir masjid yang mempresentasikan hasil diskusinya pada bahstul masail kali ini,” ujar moderator dan pengurus P3M, Abdullah Sastrawi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sholikhin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Sabtu, 11 November 2017

Demi Muktamar, Ratusan PKL Alun-alun Jombang Siap Pindah

Jombang, Siti Efi Farhati. Ratusan pedagang kaki lima (PKL) alun-alun Jombang siap ikut menyukseskan kegiatan Muktamar ke-33 NU di Jombang 1-5 Agustus 2015 ini. Mereka siap untuk dipindah ke lokasi lain demi suksesnya hajatan besar NU di kota santri tersebut.

Demi Muktamar, Ratusan PKL Alun-alun Jombang Siap Pindah (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Muktamar, Ratusan PKL Alun-alun Jombang Siap Pindah (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Muktamar, Ratusan PKL Alun-alun Jombang Siap Pindah

Imam salah satu pedagang mengaku, bahwa seluruh pedagang yang biasa berjualan di alun-alun sudah mendapatkan pemberitahuan untuk pindah sementara selama digelarnya Muktamar NU.?

“Tadi malam seluruh pedagang dikumpulkan oleh PU Cipta Karya dan diminta untuk pindah sementara selama kegiatan Muktamar berlangsung," ujarnya ditemui disela sela menggelar dagangannya di alun-alun setempat, Jumat (24/7).

Siti Efi Farhati

Dikatakannya, jumlah PKL yang biasa berjualan di alun-alun diperkirakan mencapai 240 orang. Dirinya bersama ratusan pedagang lain siap dipindah ke Jl Kusuma Bangsa sekitar 300 meter dari lokasi Muktamar.?

Para pedagang tidak mempersoalkan digusur dari alun alun, asalkan tetap bisa berdagang. Demi ikut menyukseskan kegiatan Muktamar NU di Jombang. "Yang penting kita semua masih bisa berdagang, kan tidak selamanya," imbuh Slamet pedagang lain.

Siti Efi Farhati

Disinggung terkait ganti rugi, Slamet mengaku panitia maupun Pemkab Jombang tidak memberikan ganti rugi selama pindah lokasi. Namun jika kegiatan Muktamar sukses, PKL alun-alun dijanjikan tenda. "Kalau ganti rugi tidak ada, tapi kalau kegiatan Muktamar sukses, pedagang dijanjikan akan diberi tenda," tandasnya.

Sementara itu, dari pantauan Siti Efi Farhati, panitia nampak ngebut menyelesaikan persiapan lokasi yang bakal digunakan pembukaan dan rapat pleno. Floring atau lantai dari kayu mulai dipasang dibawah tenda besar yang telah berdiri sejak puasa kemarin. "Targetnya tanggal 27 ini sudah harus selesai, lantai dan aksesesorisnya, makanya sekarang dikebut," ujar Samsul Rijal Wakil Sekretaris PCNU saat meninjau lokasi. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Foto: Disela kesibukan persiapan lokasi Muktamar ke 33 NU di alun alun Jombang. Ratusan PKL menggelar dagangan mereka sebelum mulai pindah pada 27 Juli mendatang.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax Siti Efi Farhati

Jumat, 10 November 2017

LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini

Jakarta, Siti Efi Farhati. Banyaknya kejadian bencana yang terjadi dan membuat anak-anak usia dini yang menjadi korban, hal ini bukan karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan anak-anak dalam kejadian bencana, diantaranya dikarenakan anak–anak tidak paham apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.?

LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini

Melihat kondisi tersebut diatas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) DKI Jakarta, menyelenggarakan Road Show Dongeng Anak NUsantara, yang bertujuan mengedukasi dan mensosialisasikan nilai-nilai tentang berbakti pada orang tua, guru dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana serta cara menyayangi lingkungan hidup.

LPBI NU DKI Jakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang kepedulian lingkungan juga dilakukan simulasi gempa, pada anak-anak usia dini, Rabu (9/11). Sosialisasi dan simulai gempa dilakukan dengan pendekatan melalui nyanyian tentang langkah-langkah yang dilakukan saat terjadi gempa.?

Pendekatan lagu yang mudah dihafal membuat anak-anak selain senang menyanyikan juga dapat langsung mempraktekkan dan mesimulasikannya. ? Simulasi ini diikuti ? oleh 250 anak ? usia dini dari 11 PAUD di kelurahan Kebon Jeruk Jakarta Barat, kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan komplek Kodam Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Siti Efi Farhati

Penyampaian nilai-nilai melalui media dongeng sangat efektif, selain diikuti oleh 250 murid juga diikuti oleh para wali murid dan guru dari masing-masing sekolah, sehingga jika di total mencapai 400 orang penerima manfaat langsung dari kegiatan sosialisasi dan simulasi ini. ? ?

Ketua HIMPAUDI Kecamatan Kebon Jeruk Elitia, didampingi Manajer Dongeng Anak ? Nusantara ? LPBINU DKI Jakarta, Desi Setyowahyuni menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga anak-anak usia dini juga dapat memahami dan mengamalkan pengalaman yang didapatnya.?

Siti Efi Farhati

M. Wahib, Ketua LPBINU DKI Jakarta dalam Sambutannya ? mengatakan, kegiatan dongeng ini sangat positif. Karena adanya penanaman nilai-nilai kepada anak usia dini, yang akan terus diingat oleh anak-anak, sebagai laporan bahwa ada kebahagiaan dari para wali murid.?

“Karena setelah mendengarkan dongeng anak–anak mau membuang sampah di tempatnya, dan makin sayang dengan orang tuanya, sehingga ke depan anak-anak juga paham tentang kesiapsiagaan dalam bencana, dan ? paham apa yang harus melakukan jika terjadi bencana,” ujar Wahib. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Sholawat, Hadits Siti Efi Farhati

Kamis, 09 November 2017

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia

Kudus, Siti Efi Farhati. Pada Jumat, 01 Syaban 1438 H (28/4) PC Muslimat NU Kabupaten Kudus menggelar istighotsah akbar, tahlil umum dan santunan 500 yatama plus 250 lansia dhuafa.?

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia

Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai puncak peringatan harlah ke-71 Muslimat NU. Gedung JHK Kabupaten Kudus Jawa Tengah dipenuhi lebih dari 2000 tamu undangan dari ranting hingga anak cabang di Kudus. Bahkan beberapa Pengurus Cabang Muslimat NU di Jawa Tengah di antaranya dari Sragen, Batang, Grobogan, Kebumen dan lainnya turut hadir.

Rangkaian acara mewarnai peringatan harlah tersebut dimulai dari peringatan Isra’ Mi’raj, mauidhoh hasanah, dan penyerahan baksos KB Berprestasi dari PWMNU Jateng.?

Sebelumnya (27/4), telah diadakan lomba gebyar PAUD, Baksos KB, khotmil qur’an bil ghoib dan manaqiban, ziarah leluhur, dan silaturahmi ulama di Kudus. PCMNU bahkan sukses menjadi tuan rumah lomba Gebyar PAUD dan lomba diba’ sekorwil Pati.

Harlah di Kudus ini dihadiri sejumlah ulama, tokoh, dan pejabat. Di antara yang hadir adalah KH Ma’sum, KH Ulil Albab, Ketua dan jajaran PW Muslimat NU Jawa Tengah, dan H Masfuah, ketua bidang kesehatan yang menangani masalah KB dari bidang kesehatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa tengah.

Siti Efi Farhati

Gus Bab, panggilan KH Ulil Albab, dalam mauidhoh-nya mengatakan bahwa warga Muslimat adalah kekuatan besar, “Muslimat jangan sampai seperti unthuk (buih di lautan) yang bergerak mengikuti arus. Muslimat harus bisa menjadi teladan keluarga dan lingkungannya.”

Siti Efi Farhati

?

“Warga Muslimat NU harus bisa mengajak keluarganya agar terhindar dari paham radikal dengan cara berhidmat,” kata Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Hj Ismawati Hafidz. Ia juga memuji PCMNU Kudus yang selalu sukses mengadakan kegiatan.

Prestasi PCMNU Kudus

Dalam sambutannya Ketua PC Muslimat NU Kudus, Hj Chumaidah Chamim menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir. “Semoga Muslimat NU semakin maju, besar, dan bisa menanamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Semoga Muslimat NU Kudus bisa selalu menjadi teladan anggotanya dan cabang lain,” katanya.

Chumaidah sangat bangga atas eksistensi Muslimat NU di berbagai bidang, baik keagamaan, sosial, dan pendidikan. SD Muslimat NU Kudus yang dikelola Muslimat NU Kudus sudah 7 tahun berdiri dan tahun ini adalah Ujian Nasional perdana yang diikuti siswa sisiwi kelas VI. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Halaqoh Siti Efi Farhati

Selasa, 07 November 2017

LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran

Jakarta, Siti Efi Farhati. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) mendorong Pemerintah Daerah penerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT untuk memanfaatkannya sesuai ketentuan yang berlaku. Sejauh ini masih ditemukan banyak penyelewengan, sehingga manfaat atas alokasi dana tersebut tidak maksimal dirasakan masyarakat.

"Misalnya ada DBHCHT yang digunakan untuk mengaspal jalan, padahal itu jelas tidak boleh," ungkap Sekretaris LPPNU Imam Pituduh di Jakarta, Jumat (30/11). 

LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Dorong Pemanfaatan Cukai Tembakau Tepat Sasaran

Dorongan agar DBHCHT dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku juga terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema DBHCHT untuk Kemakmuran Petani yang diselenggarakan Pengurus Wilayah LPPNU Kalimantan Tengah dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya, Kalteng, Rabu (28/11). 

Siti Efi Farhati

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Andi Najmi Fuaidi yang menjadi salah satu pembicara, mengatakan hanya terdapat 16 Pemda tingkat I di Indonesia yang mendapatkan alokasi DBHCHT. Oleh karena ini, daerah yang sudah mendapatkannya tidak boleh memanfaatkan di luar ketentuan yang berlaku.

“Penggunaan DBHCHT tidak boleh untuk infrastruktur. Dana ini harus untuk pengembangan sektor pertanian, tegas Andi di hadapan dosen dan mahasiswa Universitas Palangka Raya, serta jajaran pengurus di PWNU Kalteng, dan tamu undangan lain yang sebagian besar adalah petani. 

Siti Efi Farhati

Andi mengharapkan agar kelompok masyarakat yang menggeluti bidang pertanian memanfaatkan dana tersebut agar tidak digunakan untuk program yang tidak ada kaitannya dengan sektor pertanian

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya Dr. Ir. Suharno, dalam forum yang sama mengatakan bahwa DBHCHT termasuk dana yang belum dikenal luas masyarakat. Jika mengacu kepada peraturan yang ada sektor pertanian memiliki peluang besar dikembangkan dengan dana tersebut. 

"Di samping dapat digunakan di sektor pertanian, kalangan kampus juga bisa memanfaatkan DBHCHT untuk riset pengembangan pertanian," ungkap Suharno. 

Suharno mengaku siap membantu Pemerintah memanfaatkan DBHCHT untuk kemajuan sektor pertanian di Kalimanta Tengah. "Meskipun di sini tidak ada tanaman tembakau dan industri tembakau, kami siap membantu Pemerintah memaksimalkan penggunaan DBHCT agar beberapa kendala di sektor pertanian non tembakau dapat terkurangi," pungkasnya di acara yang diselenggarakan di Aula Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya tersebut.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Kajian Sunnah, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Minggu, 05 November 2017

Ketika Rasulullah Dihina dan Dilempari Kotoran

Perilaku dan akhlak yang baik adalah anjuran nabi yang selalu ditekankan pada umatnya, bahkan berbuat baik pada orang yang telah melakukan hal buruk sekalipun. Hal ini jelas sudah dicontohkan oleh sang pemuda padang pasir, Muhammad SAW dengan selalu menimpali perbuatan buruk orang lain terhadapnya dengan kasih sayang.

Syahdan, suatu hari Nabi SAW hendak pergi ke masjid dan melewati jalan yang merupakan akses satu-satunya untuk menuju masjid. Di situ Nabi selalu mendapat hinaan, cacian, bahkan dilempar kotoran. 

Ketika Rasulullah Dihina dan Dilempari Kotoran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Rasulullah Dihina dan Dilempari Kotoran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Rasulullah Dihina dan Dilempari Kotoran

Namun Nabi tidak pernah membalasnya walau hanya mengeluh. Justru Nabi bertanya dan khawatir terhadap orang yang melempar kotoran saat suatu hari dia tidak melakukan kebiasaan buruknya itu. Ternyata Nabi mendapat kabar bahwa dia sedang sakit. 

Meski mendapat perlakuan negatif dan keji, Nabi tidak segan-segan menjenguknya. Akhirnya, orang tersebut merasa malu karena ternyata manusia yang selalu dikerjainya tersebut mempunyai sifat baik dan tidak dendam sedikitpun. Perangai Nabi itulah yang membuat Islam diterima dan menyebar luas hingga sekarang.

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Siti Efi Farhati

“Barang siapa bangun pagi dengan maksud untuk tidak berbuat zhalim (Aniaya)kepada seseorang maka perbutan dosa yang dilakukan akan diampuni (oleh Allah). Dan barang siapa bangun dipagi hari berniat untuk menolong orang yang terzholimi, memenuhi kebutuhan orang muslim maka dia akan mndapatkan pahala seperti haji mabrur.” (Nashaihul Ibad, hal 21)

Berbuat baik (menolong orang yang terdzalimi)dalam arti di atas memiliki arti umum yakni “Madhlum” yang berarti orang yang teraniaya, artinya berbuat baik tidak pandang agama, golongan ataupun ras. Namun berbuat baik adalah anjuran yang harus melekat pada diri manusia. (Diana Manzila)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Lomba, Anti Hoax, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock