Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro

Pekalongan, Siti Efi Farhati - Momen Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jawa Tengah di Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11), dimanfaatkan sejumlah peserta untuk berziarah ke beberapa makam di Pekalongan. Para kader GP Ansor Boyolali menyempatkan diri untuk berziarah ke makam para ulama di kompleks pemakaman Sapuro Pekalongan Barat.

"Sejak awal sudah kami rencanakan, sebelum ke lokasi Konferwil, berziarah ke makam Sapuro," terang Ketua GP Ansor Boyolali Choirudin Ahmad di sela kegiatan ziarah.

Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro

Di kompleks pemakaman tersebut di antaranya terdapat makam Habib Ahmad Bin Abdullah bin Tholib Al-Athas, seorang tokoh penyebar agama Islam di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Selain itu juga ada makam Habib Hasyim bin Umar bin Yahya merupakan kakek dari Maulana Habib M Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan.

Siti Efi Farhati

Pantauan Siti Efi Farhati, tak hanya Ansor Boyolali yang menyempatkan diri untuk berziarah. Cabang lain seperti Blora, Cilacap, Sragen, dan daerah lainnya juga tak menyiakan kesempatan mereka berada di wilayah Pekalongan.

Siti Efi Farhati

Konferwil kali ini diikuti ribuan utusan dari 35 cabang dan 409 anak cabang Ansor se-Jawa Tengah. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

Jember, Siti Efi Farhati. Warga Jember menyambut baik program pembuatan kartu tanda anggota NU (Kartanu) yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU (PCNU) setempat. Syarat pembayaran Rp 8000 untuk ongkos kartu dan administrasi tak menyurutkan antusiasme mereka memiliki Kartanu.

Untuk membuat kartu tanda pengenal ini mereka datang berduyun-duyun mendatangi kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) kecamatan setempat guna mengikuti proses pemotretan dan pengisian identitas.

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

“Ini beda dengan kartu anggota partai. Kalau kartu anggota partai, sudah gratis masih tidak ada yang mau datang,” ujar Hasani, panitia pembuat Kartanu PCNU Jember di kantor MWCNU Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, Kamis (5/9).

Siti Efi Farhati

Dia menambahkan, untuk sementara PCNU Jember menargetkan dapat menerbitkan 193.000 Kartanu. Jumlah ini sebenarnya sangat tidak sepadan dibandingkan dengan jumlah warga NU di Kabupten Jember yang tergolong mayoritas.

Siti Efi Farhati

Karena itu, kata Hasani, pihaknya masih menunggu perkembangan untuk membuat Kartanu secara massal lagi. “Bisa jadi nanti kita fasilitasi buat Kartanu lagi, tergantung perkembangan,” tukasnya (Aryudi/Mahbib).

Pembuatan Kartanu dibuka mulai 1 September hingga 23 Desember 2013. Sementara peluncurannya sudah dilakukan beberapa waktu lalu di kantor PCNU Jember. Demi kelancaran, panitia akan mendatangi semua MWCNU secara bergilir untuk mengadakan pemotretan dan menerima isian data diri warga.

“Alhamdulillah, sampeyan bisa lihat sendiri, warga sangat antusias ingin foto untuk Kartanu,” ungkapnya. (Aryudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, News, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak

Jakarta, Siti Efi Farhati - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang tergabung dalam 100 organisasi perempuan memberikan dukungan dan secara kompak membacakan pernyataan menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Dukungan tersebut mengemuka dalam kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum IPPNU Puti Hasni menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah yang intensif mengampanyekan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan dan persekusi.  

“Tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh lagi terjadi di bumi Indonesia. Segala bentuk tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditindak tegas, tidak boleh ditolerir, dan harus diberi hukuman setimpal yang membuat efek jera,” jelas Puti

Siti Efi Farhati

Puti menjelaskan bahwa tindakan persekusi tidak sesuai dengan nilai-nilai keadaban bangsa Indonesia, merampas kemanusiaan, dan tindakan sewenang-wenang yang melampaui batas.

Siti Efi Farhati

“Pelaku persekusi harus dihukum seberat-beratnya agar tidak lagi terjadi tindakan main hakim sendiri dan membuat keresahan sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Puti.

Puti juga mendukung penuh upaya penguatan lembaga penegak hukum beserta aparatnya, dalam rangka akselerasi penanganan tindakan kekerasan pada perempuan dan anak serta tindakan persekusi.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU, Puti mengimbau dan menyerukan kepada pelajar Indonesia agar selalu waspada, ikut berkampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan melaporkan setiap tindakan persekusi maupun bullying secara fisik yang dialami teman-teman sebaya para pelajar.

Puti juga menyinggung soal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurutnya, segala ujaran kebencian dan pelanggaran terhadap pemberlakuan UU ITE harus diproses secara hukum secepat-cepatnya. (Anty Husnawati/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Sabtu, 30 Desember 2017

Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng

Way Kanan, Siti Efi Farhati

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak peserta Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 menyaksikan tayangan Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso yang menurut KH Abdurahhman Wahid (Gus Dur) merupakan polisi jujur.

"Dari Jenderal Hoegeng saya belajar mengenai konsistensi, kejujuran, dan bagaimana menjadi pejabat yang tidak terbuai rayuan dunia," ujar Santri BPUN Anisa Yuliani dari SMAN 2 Buay Bahuga, di Gunung Labuhan, Rabu (18/5).

Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng

Menurut Anisa seusai menyaksikan kisah Jenderal Hoegeng pada sesi motivasi di aula Pesantren Assiddiqiyah 11 Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan yang diasuh Kiai Imam Murtadlo Sayuthi, Hoegeng Imam Santoso yang menjabat sebagai Kapolri pada tahun 1968-1971 adalah  sosok patut diteladani.

"Beliau adalah polisi sejati, patut dicontoh polisi lain dan seluruh masyarakat di negeri ini. Indonesia hari ini butuh ribuan Hoegeng yang konsisten dengan kejujurannya," kata Anisa lagi.

Hoegeng yang dilahirkan di Pekalongan tahun 1921 pernah menolak hadiah rumah dan berbagai isinya saat menjalankan tugas sebagai Kepala Direktorat Reskrim polda Sumatra Utara tahun 1956.

Siti Efi Farhati

Anisa menambahkan, satu figur Hoegeng berdampak besar dengan kejujuran dimilikinya. "Apalagi jika ada seribu figur sebagaimana Hoegeng dengan beragam profesi. Tentu akan sangat bisa memajukan bangsa karena banyak figur memiliki keberanian untuk tidak menyeleweng," ujarnya.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan selaku Manajer BPUN Gatot Arifianto berharap para peserta BPUN 2016 dapat mengambil kesimpulan dan pelajaran dari tayangan Jenderal Hoegeng sehinggga dapat menjadi generasi bangsa yang akan mampu bersikap dan bertindak seperti Hoegeng dimasa mendatang. (Septiana Nurul Fajriah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pesantren, Hadits Siti Efi Farhati

Rabu, 27 Desember 2017

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Padangpariaman, Siti Efi Farhati

Sorak, tepuk tangan, menjijik, rasa takut dan kesedihan bercampur-baur dikalangan pengurus IPNU Padangpariaman dan santri pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat saat menyaksikan tayangan film Sang Kiai. Suasana spontan berubah dari keheningan menjadi tepuk tangan ketika menyaksikan tayangan santri berhasil menyerbu markas bangsa Sekutu.

Demikian suasana nonton bareng Sang Kiai yang diselenggarakan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2016, Sabtu (22/10) malam. Hampir seribuan penonton yang didominasi para santri dan santriwati pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, ? terlihat puas menyaksikannya.

Seperti diakui salah seorang santri kelas II Abdurrahman Wahid Arni Putra, film Sang Kiai memberikan inspirasi baru bagi kami di pesantren ini. Kami mengetahui bagaimana sosok perjuangan KH Hasyim Asy’ari sebagai seorang ulama kharismatik dan pimpinan pesantren. Selain itu, bagaimana pula sosok santri yang rela berjuang mempertahankan jiwa raganya agar bangsa penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia.

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad usai nonton bareng (nobar) pukul 23.15 WIB menyebutkan, kegiatan nobar ini memang yang pertama kita libatkan santri. Dengan momen Hari Santri ini kita ingin para santri mendapatkan hiburan, pendidikan, dan pengetahuan baru. Sebelum Nobar, didahului dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor PW GP Ansor Sumatera Barat M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah.

“Melalui film Sang Kiai ini terlihat semua santri puas dan mengikutinya dengan serius. Buktinya, tidak ada satupun pengurus IPNU dan santri yang meninggalkan aula tempat pemutaran film Sang Kiai,” kata ? Fauzan.

Harapan kita, kata Fauzan, penayangan film tersebut dapat memberikan inspirasi baru? bagi santri Nurul Yaqin Ringan-Ringan. “Yang tidak kalah pentingnya, sejak masih sebagai santri di Pesantren, kita sudah perkenalkan dengan peran Nahdlatul Ulama dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan para santri tersebut menjadi benteng NU dan NKRI kelak setelah menyelesaikan pendidikan di Nurul Yaqin,” tambah Fauzan.? (tanjung armaidi/abdullah alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Sabtu, 16 Desember 2017

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Farida Farichah menilai penggunaan jilbab oleh anggota polwan di Indonesia sudah semestinya diberikan keleluasaan. Karena, anggota polwan sebagai warga negara memiliki hak untuk mengenakan jilbab.

Demikian dikatakan Farida Farichah menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Selasa (19/11) yang mengizinkan anggotanya untuk mengenakan jilbab saat bertugas.

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab

“Meskipun belum ada aturan mengenai itu, kelonggaran yang diberikan Kapolri Sutarman patut diapresiasi,” kata Farida, Selasa (19/11).

Siti Efi Farhati

Kebijakan dari Kapolri perihal jilbab dinilai tepat. Karena, Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim dan juga negara yang sangat demokratis. Dari kelonggaran itu, polwan yang ingin mengenakan jilbab bisa leluasa tanpa terganggu dengan masalah kedisiplinan.

Siti Efi Farhati

Apalagi mengenakan jilbab, lanjut Farida, juga tidak menghalangi atau mengurangi kinerja polwan. Malah mungkin, kredibiltas atau integritas anggota polwan dengan mengenakan jilbab akan lebih meningkat.

Keleluasaan seperti itu, menurut Farida, menjadi langkah positif untuk mendorong dan memberikan kesempatan yang sama bagi muslimah di Indonesia untuk ikut terjun di dunia kepolisian.

Terlebih lagi tidak adanya peraturan kedisiplinan yang melarang anggota polwan mengenakan jilbab, pungkas Farida. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Rabu, 13 Desember 2017

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri

Banyuwangi, Siti Efi Farhati. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah dalam agenda-agenda regional. Setelah sukses melaksankan Latihan Kader Utama IPPNU se-Tapal Kuda di  pertengahan tahun 2017 lalu, kali ini Banyuwangi diberi kesempatan menjadi panitia lokal pelaksanaan Pendidikan Pelatihan Kader Madya (Diklamdad) Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri.

Ketua Stering Comite Komandan Wawan, menjelaskan pemilihan Banyuwangi sebagai tuan rumah merupakan keputusan bersama panitia. Banyuwangi dianggap sebagai tempat yang paling strategis untuk melaksankan agenda ini. Kesiapan SDM panitia yang mumpuni juga menunjang terpilihnya Banyuwangi sebagai panitia lokal.

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri

"Banyuwangi merupakan daerah yang strategis. Di sini banyak tempat yang bisa dijadikan opsi. Selain itu juga didukung oleh personil CBP-KPP di Banyuwangi yang cukup solid, menjadi faktor paling menentukan", ujar pemuda yang akrab disapa Ndan Wawan.

Ketua PC IPNU Banyuwangi, Yahya Muzakky berjanji selama proses kegiatan berlangsung, PC IPNU maupun IPPNU Banyuwangi siap member dukungan sepenuhnya. 

"Alhamdulilah, kami kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Insyaallah sebagai tuan rumah kita kan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu," ungkap Yahya.

Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri merupakan jenjang kaderisasi kedua pasca Diklatama.

Siti Efi Farhati

Peserta tidak hanya harus menyiapkan fisik, namun juga siap psiskis karena nantinya mereka dicetak menjadi leader-leader yang tangguh, tanggap dan sigap.

Siti Efi Farhati

Diklamdad dibuka Kamis (20/09). Sebanyak 25 peserta dari perwakilan DKC CBP se-Tapal Kuda akan mengikuti pelatihan hingga Ahad (24/09) sore. (Ibnu/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Quote, Hadits Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock