Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

Tangerang Selatan, Siti Efi Farhati

Negara-negara Islam di Timur Tengah saat ini tengah dilanda krisis dan konflik berkepanjangan. Seakan tak tampak lagi wajah Islam yang santun dan berkeadaban. Hari-hari selalu dihiasi dengan perang, pembunuhan, dan tragedi. Ini menunjukkan model keberagamaan Islam dan sistem yang dibangun di sana tak mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi.?

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

“Lain halnya dengan Indonesia. Negeri yang berpenghuni muslim terbesar sedunia ini, jauh lebih mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan memasukkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terang KH Wahfiuddin Sakam saat menyampaikan taushiyah usai pelantikan pengurus Mahasiswa Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah (MATAN) Cabang Ciputat, Tangerang Selatan dan Komisariat STAINU Jakarta, UNU Indonesia, UI, IPB, UNJ, dan STIKIP Kusuma Negara, Senin (11/4) lalu.

Mengapa ini bisa terjadi? Kiai Wahfi menjelaskan, karena umat Islam Indonesia mampu menerapkan tiga pilar ajaran Islam, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Ia mengibaratkan tiga pilar itu ibarat tripod yang mampu menyanggah dan tegak dengan gagah. Bila salah satu pilarnya tak lurus, maka tripod tersebut akan roboh dan tak mampu menyanggah beban.?

Tiga pilar itu jika diterjemahkan secara sederhana berarti aqidah (iman), syariah (Islam), dan tasawuf (ihsan). Ketiga pilar ini tidak bisa dipisah-pisah, tapi harus menyatu dan berdiri kokoh dalam diri seorang muslim. Hal ini sebagaimana tercermin dalam sejarah kejayaan Islam di masa lalu.?

Siti Efi Farhati

“Ketika saya melakukan ekspedisi napak tilas kejayaan Islam di Eropa dan juga Timur Tengah, saya datang ke makam-makan ulama besar dan pemikir di sana, ternyata mereka semua adalah orang sufi pengamal tarekat,” terang Kiai Wafi yang juga Mudhir JATMAN (Jamiyah Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah) DKI Jakarta.?

Kebesaran Islam di Indonesia juga tak lepas dari guru-guru mursyid Tarekat. Syeikh Nawawi al-Bantani, Syekh Yasin al-Fadani, Syaikh Khotib Sambas, Syeikh Nuruddin ar-Raniri, Syeikh Abdusshamad al-Palimbangi, dan juga para wali penyebar Islam di Nusantara, semuanya adalah muslim pengamal tarekat.?

“Karena itu, Islam yang mereka ajarkan di Indonesia, tidak hanya menggunakan pendekatan fiqih-formalistik yang cederung hitam-putih, tapi juga memperkuat ajaran Islam yang santun, ramah, dan toleran terhadap perbedaan,” tegasnya.

NKRI adalah bukti nyata buah karya ulama ahli tarekat yang mampu memadupadankan ajaran Islam dalam konteks berbangsa dan bernegara. Untuk itu, supaya tiga pilar tadi dapat berdiri dengan kokoh, ajaran tarekat tidak hanya dilakukan oleh generasi tua, tapi juga harus diamalkan oleh generasi muda, yaitu para mahasiswa. Ini penting, karena korupsi dan kolusi yang memporkak-porandakan negeri ini dilakukan oleh para pejabat, yang mereka semua adalah mantan mahasiswa.?

Siti Efi Farhati

“Untuk itu, organisasi MATAN hadir di tengah-tengah kampus untuk menanamkan amalan tarekat, agar generasi muda Indoesia tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Iman, Islam, dan Ihsan,” pungkas Kiai Wahfi. (Abdullah Ubaid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Nasional, Tokoh Siti Efi Farhati

Rabu, 21 Februari 2018

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut

Pacitan, Siti Efi Farhati. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan, Jawa Timur, Ahad (18/12) menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana strata satu (S1) ke X. Sebanyak 110 mahasiswa program Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 27 mahasiswa program Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut

Ketua STAINU Pacitan, KH Imam Faqih Sudjak, dalam sambutnya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masayarakat Pacitan yang telah memilih STAINU Pacitan sebagai tempat menimba ilmu bagi putera-puterinya.

Sebagai wujud terima kasih atas kepercayaan dari masyarakat, katanya, tahun 2016 STAINU Pacitan terus mengembangkan diri dan tengah mengajukan alih status menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama, yang saat ini masih berproses di Dirjen Pendidikan Tinggi Agama Islam. STAINU Pacitan telah memiliki tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah.

“Kami melangkah sudah cukup jauh. Kami akan beralih status menjadi IAINU Pacitan dan setelah itu akan terus berupaya hingga menjadi Universitas Nahdaltul Ulama atau UNU Pacitan dan itu adalah cita-cita kami,” kata Kiai Faqih dihadapan ratusan undangan.

Kiai Faqih yang juga Rais Syuriyah PCNU Pacitan itu memohon dukungan dari seluruh masyarakat, agar niat dan usaha STAINU Pacitan tersebut dapat segera tercapai. ”Semoga upaya kita selalu mendapat kemudahan dan ridho dari Allah SWT,” harapanya.

Siti Efi Farhati

Dalam kesempatan itu, Kiai Faqih berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa memiliki kematangan aqidah ahlussunnah wal jamaah dan memiliki budi pekerti yang luhur. Para wisudawan diharap dapat mempraktekkan serta mengembangkan ilmu yang telah diperoleh dari bangku perkuliahan.

“Kami mengucapkan selamat, dan mudah-mudahan ilmu kalian berguna dan bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, fiddin wal akhirat,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan, Suko Wiyono, yang mewakili Bupati Pacitan H Indartato, dalam sambutnya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi STAINU Pacitan dalam mencetak sarjana pendidikan Islam. STAINU, katanya, merupakan salah satu kampus unggulan. “Jadi tidak keliru, kalau anda kuliah di kampus STAINU Pacitan,” tuturnya disambut tepuk tangan oleh seluruh wisudawan.

Siti Efi Farhati

Sekda menyampaikan pesan dari Bupati Pacitan, agar para alumni STAINU tidak berhenti belajar dan diharap terus menimba ilmu serta mengembangkan keilmuanya. ”Masa depan kalian masih panjang dan luas. Jadi jangan pernah berhenti belajar,” pesanya.?

Hadir dalam acara wisuda yang digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan itu, Alim Ulama dan para Kiai, pengurus PCNU Pacitan dan Banomnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) Kabupaten Pacitan, dan undangan lainya. (Zaenal Faizin/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Nasional Siti Efi Farhati

Selasa, 20 Februari 2018

SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul

Sidoarjo, Siti Efi Farhati. Untuk mengenang sejarah dan memberikan pengetahuan kepada para siswanya, SMA Kholid Bin Walid asal desa Renokenonggo yang saat ini kontrak di desa Glagaharum Kecamatan Porong Sidoarjo melakukan upacara bendera di tengah-tengah pon penampungan lumpur Lapindo tepatnya di titik 42 desa Renokenonggo Porong Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/8).

SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Kholid bin Walid Sidoarjo Gelar Upacara HUT RI di Atas Tanggul

Kepala sekolah SMA Kholid bin Walid, Ali Masad menjelaskan, untuk menunjukkan kepada para siswa baru, bahwa awal dari sekolahan itu sudah terendam oleh lumpur Lapindo 9 tahun yang lalu, maka pihak sekolah mengadakan upacara bendera di atas tanggul penahan lumpur. Upacara ini sekaligus memperingati HUT Ke-70 RI.

Ali Masad berharap, melalui peringatan HUT RI ini, sekolahan yang ditenggelamkan lumpur Lapindo itu segara mendapatkan dana ganti rugi. "Soal ganti rugi di sekolahan kami hingga saat ini belum terbayarkan. Kami berharap kepada pihak BPLS untuk segera menyelesaikan proses ganti rugi tersebut," ucapnya penuh harap.

Siti Efi Farhati

Upacara yang dilakukan oleh puluhan siswa ini layaknya upacara resmi. Meskipun ada kekurangan, namun kegiatan upacara tersebut berjalan dengan baik, lancar dan penuh khidmat.

Iklimatul Jazillah kelas 11 SMA Kholid Bin Walid mengaku bahwa, dirinya baru mengetahui kalau sekolahannya dulu berada disini (desa Renokenonggo Porong) yang saat ini sudah terendam oleh lumpur Lapindo.

Siti Efi Farhati

"Terkait dana ganti rugi saya kurang paham, karena saya siswa baru. Dan alhamdulillah upacara hari kemerdekaan ini berjalan lancar," pungkas Iklimatul Jazillah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin”

Amsterdam, NU Online. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menemui delegasi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara di kawasan Eropa dan Mediterania usai melantik PCINU Belanda di Amsterdam, Ahad 18 Januari 2015 lalu.

Sehari sebelumnya delegasi PCINU menghadiri acara sarasehan dan rapat koordinasi yang mengusung tema “Globalising ‘Islam Nusantara’: Envisioning Indonesian Muslim Diaspora’s Role In The International Arena.”

Dalam kesempatan itu Gus Mus menyatakan dukungan atas pelaksanaan sarasehan dan rapat koordinasi PCINU ini. Gus Mus menekankan bahwa kerjasama regional semacam ini sangat penting agar dakwah Islam Nusantara lebih dikenal di dunia Barat.

Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin” (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin” (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Sampai Islam “Mahjubun bil Muslimin”

Menurut Gus Mus, Islam Nusantara adalah manifestasi Islam yang otentik yang sanad keilmuan dan kerohaniannya bersambung langsung pada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau Nabi bersabda, ‘alaykum bis-sawadil-a’zham (ikutilah mayoritas ulama yang agung), maka siapa lagi yang dimaksudkan jika bukan ulama pendukung Islam Nusantara?” tekan Gus Mus. Islam Nusantara inilah yang selalu Gus Mus sampaikan dalam banyak kunjungan ke berbagai negara dan pertemuan dengan para pemimpin dunia.

Namun ada pertanyaan yang kerap diajukan kepada Gus Mus dan sulit untuk dijawab: “Mengapa Islam Nusantara ini tidak banyak dikenal oleh masyarakat Barat? Mengapa Islam Nusantara tenggelam oleh suara-suara Islam radikal yang menggunakan cara kekerasan sebagai ekspresi utamanya?”

Siti Efi Farhati

Menurut Gus Mus, hal itu karena banyak umat Islam sendiri yang kerap menampilkan Islam yang justru bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad. “Kalau dulu ada ungkapan al-Islam mahjubun bil-muslimin (agama Islam dikaburkan oleh pemeluknya sendiri), maka yang kini terjadi adalah al-Islam mardudun bil-muslimin (agama Islam diingkari oleh pemeluknya sendiri).” Hal ini diperparah dengan gejala Islamophobia yang makin meningkat dewasa ini.

Untuk merespon hal tersebut, Gus Mus berpesan kepada semua delegasi PCINU agar merapikan aspek jam’iyyah NU dengan melakukan konsolidasi organisasi, tertib manajemen, dan pemetaan SDM.

“Jika para pengurus NU bisa merapikan aspek jam’iyyah ini, maka harapan dunia atas peran penting Islam Nusantara dapat diwujudkan. Kalau masalah ini bisa dijawab, maka NU akan bisa menjawab masalah dunia.”

Siti Efi Farhati

Di akhir pertemuan, para delegasi PCINU mendapat kesempatan untuk menyampaikan masalah yang dihadapi di negara masing-masing, juga usulan dan harapan terkait peran NU di pentas global.

Salah satu usulan penting yang diajukan adalah menjadikan negeri Belanda sebagai ujung tombak untuk dakwah Islam Nusantara di Eropa. Hal ini mengingat keberadaan Muslim Indonesia di Belanda yang cukup besar, dukungan organisasi masyarakat Muslim Indonesia yang cukup kuat, di samping banyak sekali manuskrip Islam Nusantara yang tersimpan di arsip dan perpustakaan perguruan tinggi dan museum di Belanda.

Salah satu bentuk konkrit upaya ini adalah dengan pengiriman ustadz yang berpaham ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) dari Indonesia dan pengembangan lembaga pendidikan sejenis pesantren melalui kerja sama dengan organisasi Muslim Indonesia yang ada di Belanda.

Menanggapi hal ini, Rais ‘Am PBNU meminta agar usulan ini bisa dirumuskan lebih konkret untuk dibahas di forum muktamar NU yang akan datang di samping untuk disampaikan ke Pemerintah RI.

Alhasil, seperti sambutan perwakilan KBRI Danang Waskito, program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Muslim Indonesia khususnya dan umat Islam pada umumnya sudah dinanti-nantikan dari PCINU Belanda yang baru dilantik ini. Selamat bekerja! (Mohamad Shohibuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Sejarah Siti Efi Farhati

Jumat, 26 Januari 2018

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media

Surabaya, Siti Efi Farhati. Dunia memasuki tantangan baru yakni dengan masuk di era televisi dan internet. Sebaran informasi dan dakwah yang akan mempengaruhi khalayak sangat ditentukan dari dua media ini. Bila gagal menguasai, maka Islam Aswaja benar-benar terancam.

"Jangan heran kalau banyak kalangan berlomba menguasai internet dan televisi. Hal itu dilakukan karena keduanya sebagai sarana efektif dalam mencari keuntungan dan mempengaruhi masyarakat," kata H A Hakim Jayli, Ahad (8/11).

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Aswaja di Indonesia Memasuki Darurat Media

Direktur TV9 Surabaya ini mengemukakan, banyak kalangan yang memiliki prinsip bahwa memiliki jamaah itu tidak terlalu penting. "Menguasai televisi dan internet saja sudah cukup dalam mempengaruhi pola pikir dan pandangan terhadap berbagai persoalan," kata Mas Hakim, sapaan akrabnya.

Siti Efi Farhati

Ia kemudian membandingkan dengan jamaah dan jamiyah NU yang memiliki kepengurusan hingga anak ranting dan jamaah yang demikian besar. "Tapi kalau dalam siaran TV dan internet kita kalah, maka jangan salahkan umat kalau mereka berbeda haluan," sergahnya.

Hakim Jayli menggugah sejumlah penerbit dan pegiat buku di tingkat pesantren dan NU untuk bersama membuat tayangan yang mampu mengimbangi tayangan di sejumlah TV dan internet. "Kita kaya khazanah pengetahuan, banyak tokoh ulama dan kiai, tradisi yang juga sarat dengan nilai keislaman, tapi sangat jarang yang menvisualkan dan menyebarkannya lewat internet maupun TV," terangnya.

Siti Efi Farhati

Karenanya, hal mendesak yang harus terus digalakkan adalah bagaimana generasi muda NU dan pesantren memiliki keterampilan dan keinginan untuk mengunggah khazanah luhur yang ada di komunitasnya dengan memanfaatkan dua media tersebut.

"Kita boleh marah dengan tayangan sejumlah TV dan sebaran berita di internet yang menyerang Ahlussunnah wal Jamaah," katanya. Namun marah saja tidak bisa memberikan solusi bila tidak diimbangi dengan menyebarkan konten yang menguatkan Aswaja, lanjutnya.

Karenanya, di sinilah pentingnya mengkonsolidir media-media NU dalam menghadapi tantangan dan problematika global. "Kata kuncinya adalah networking agar khazanah pesantren dan NU dapat dioptimalkan penyebarannya di sejumlah media, baik televisi maupun internet.

Baginya, inilah yang harus segera dilakukan karena Islam di Indonesia telah memasuki era darurat media, lanjutnya.

Peringatan tersebut disampaikan Hakim Jayli saat menjadi narasumber sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyin Jawa Timur. Kegiatan diselenggarakan PW Lembaga Talif wan Nasyr NU (PW LTN NU Jatim) di Museum NU Surabaya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Warta Siti Efi Farhati

Kamis, 25 Januari 2018

Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal

Jakarta, Siti Efi Farhati. Keluarga besar Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan halal bi halal di auditorium HM Rasyidi, Kementerian Agama RI, jalan MH Thamrin nomor 6, Jakarta Pusat. Kegiatan halal bihalal rencananya dilaksanakan pada Sabtu (21/9) pagi.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Kegiatan Halal Bihalal Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Machsanah Asnawi kepada Siti Efi Farhati lewat pesan singkatnya, Kamis (19/9) petang.

Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PP Muslimat NU Gelar Halal Bihalal

“Dalam undangan, kita melibatkan kehadiran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikut badan otonomnya, pengurus PP Muslimat NU, PW Muslimat NU DKI Jakarta, PW Muslimat NU Banten, dan cabang Muslimat NU se-Jabodetabek,” kata Hj Machsanah.

Siti Efi Farhati

Selain mereka, panitia penyelenggara, lanjut Hj Machsanah, pun mengundang pengurus Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan pengurus Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI).

Halal bihalal tahun ini, sambung Hj Machsanah, mengambil tema ‘Mempererat Silaturahmi dan Menguatkan Perjuangan untuk Kepentingan Umat’.

Siti Efi Farhati

Kecuali ramah tamah, kesempatan pertemuan itu digunakan untuk melantik pengurus Yayasan Haji Muslimat NU (YHM) sebagai salah satu perangkat PP Muslimat NU yang menangani urusan ibadah haji.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Senin, 08 Januari 2018

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

Makkah, Siti Efi Farhati - Sekitar 150 ribu jemaah haji Indonesia serta jutaan jemah negara lain telah selesai menyelesaikan prosesi puncak haji, wukuf di Arafah. Seteleh menginap (mabit) di Muzdalifah, Senin (12/9), jemaah haji sudah berada di Mina untuk mabit di sana sampai dengan 14 September bagi yang mengambil nafar awal dan 15 September untuk yang nafar tsani.

Sampai dengan sehari pasca Arafah, tercatat total 100 jemaah haji Indonesia yang wafat di Saudi. Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, hari ini pukul 07.00 waktu Arab Saudi mencatat, delapan orang di antaranya, meninggal di Arafah pada 8 9 Dzulhijjah kemarin.

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

"Kalau yang meninggal di Arafah ada delapan orang, tapi yang wafat pada hari Arafah (9 dzulhijjah) hanya lima, yang tiga wafat di pemondokan Arafah pada 8 Dzulhijjah," demikian penjelasan Penghubung Kesehatan dr. Ramon Andreas di Daker Makkah sebagaimana dilansir di laman Kemenag.go.id

Siti Efi Farhati

Kedepalan jemaah yang wafat di Arafah: Sanipah binti Kawi Soleh (76), Sarah binti Marjuki Sere (84), Sukro bin Gimin Sali (71), Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69), Djumirah binti Karto Temon (82), Dimanto bin Sono Dikromo (72), Mani binti Mamak Isma (49), dan Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71).

Siti Efi Farhati

Ditanya apakah ada penurunan jumlah jemaah wafat di Arafah, Ramon belum bisa memberikan kepastian. Hanya saja, Ramon menilai kalau jemaah haji cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antarjemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.

"Kalau melihat kemarin, kelihatannya jemaah kita lebih disiplin. Di tenda penerangan tidak banyak orang kesasar. Selain itu, keberadaan petugas sektor adhoc cukup efektif menjaga jemaah agar tetap berada di tendanya," ujar Ramon.

Menurut Ramon, keberadaan water fan juga cukup membantu memberi kelembaban dan mendinginkan suhu ditenda. Per hari ini, suhu udara mencapai 42 derajat celcius, sementara riil feelnya mencapai 52 derajat. Adapun kelembaban hanya 22%, ujar Ramon.

Berikut ini daftar lengkap 100 jemaah yang wafat:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.

2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.

3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.

5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Embarkasi Solo (SOC) Kloter 018.

6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) Kloter 003.

8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

9. Juani bin Mubin Ben (61). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 006.

10. Asma binti Mian (78). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

11. Tasniah binti Durakim Datem (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 003.

12. Jamaludin bin Badri Kar (58). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

13. Abdullah bin Umar Gamyah (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 001.

14. Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 020.

15. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 011.

16. Siti Maryam binti Ismail (60). Embarkasi Solo (SOC) Kloter 001.

17. Misnawar bin Kasimo Kamujo (76). Embakarsi Surabaya (SUB) Kloter 015

18. Din Azhari Nurina bin Sadid (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 005.

19. Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60). Embarkasi Balikpapan (BPN) Kloter 009.

20. Muhammad Nasir bin Abdul Hamid (64). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 010.

21. Manih binti Siyan Muhammad (71). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 006.

22. Joko Pramono bin H Ali Pramono (41). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 26.

23. Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65). Embarkasi Batam (BTH) kloter 002.

24. Udju Sumiati binti Marhati (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) Kloter 038.

25. Siti Fatonah Binti Supangat Kasmungin (68). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 028.

26. Imam Rifai bin Ngali (60). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

27. Suhaimi bin kadir Abdillah (62). Embarkasi Medan (MES) Kloter 005.

28. Siti Maskanah binti Djumri (66). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) Kloter 013.

29. Zainabon binti Umar Muhammad (71). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 008.

30. Awaludin bin Abu Sahar Tanjung (58). Embarkasi Medan (MES) Kloter 011.

31. Kadiran bin Molyadi Sokaryo (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 022.

32. Yudha Arifin bin Kasah (55). Jemaah haji khusus.

33. Abdul Hamid bin Lapewa Palewa (53). Jemaah haji khusus.

34. Roman bin H. Maeji Suhaedi (58). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 020.

35. Mochamad Subarjah bin Sumawinata R (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 048.

36. Taggi bin Haseng Maggu (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 048

37. Saifuddin bin Buchori Abdullah (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 003.

38. Semi Parsinah binti Wamu Adam (65). Embarkasi Aceh (BTJ) loter 002.

39. Siti Maryam binti Haram (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

40. Aceng bin Nuroddin Hasyim (58). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 018.

41. Adisman Rasidin Salin bin St. Salam (63). Jemaah haji khusus.

42. Warniti binti Samadi Rimin (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 051.

43. Sukardi As Haryanto bin Abu Bakar (78). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 009.

44. Rukiyah bt Muhammad Arif Pane (62). Embarkasi Medan (MES) kloter 011.

45. Sumin Adinoto bn Suto Karso (73). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 028.

46. Zahadi bin Muhayadin Asir (58). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 007.

47. Imo binti Ahmad Umar (73). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 006.

48. Carwit binti Karjani Sarip (51). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 037.

49. Mukijan bin Sodimejoh Muhammad (62). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 032.

50. Siti Sarah binti Abdul Kapi (53). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 014.

51. Abdul Sani bin H Hayani (59). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

52. Emuh Sutrisna Atmadja bin Wardi (79). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 008.

53. Ali bin Lapantje Lakoro (77). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 011.

54. Cholik bin Aguscik Usman (65). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 005, B3343307.

55. Marfuah Amina Toyib binti Mustofa (76). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

56. Nipi binti Mad Ambri Mungkar (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

57. Hawang binti Bungku Ilham (59). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 007.

58. Boniatun binti Dulkahir Kartak (60). Embarkasi Batam (BTH) kloter 17.

59. Hariri bin Mustafa M. Soleh (73). Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG) kloter 37.

60. Dain Nariya bin Satimin (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 29.

61. Rosid bin Kamadi Rani (63). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 061.

62. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58). Jemaah haji khusus

63. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66). Jemaah haji khusus

64. Wawan Barnawi K bin Casmita (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 036.

65. Sikan bin Bait Sabut (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 005.

66. Nana Supena bin Uba R (64). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 010.

67. Budiyanto bin Lihan Suliman (57). Embarkasi kloter Surabaya (SUB) kloter 026.

68. Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur (62). Embarkasi Padang (PDG) kloter 009.

69. Agus Slamet Riyadi bin Cokrowasito (62). Jemaah haji khusus.

70. Munawwaroh binti Muslih Simin (66). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 020.

71. Darmuya bin Jabar Bila (79). Embarkasi Padang kloter 011.

72. Sofyan Soleh Jamhari binti H.M Sohe (74). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 007.

73. Sumi binti Sahrul Towasi (80). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 003.

74. Nur Wachid bin Abdul Majid Samsul (68). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 025.

75. Sahriye binti Sulaiman Kaima (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

76. Sulkan bin Satiman Lasijah (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 063.

77. Sariyana Ganing P binti Laganing (73). Jemaah haji khusus.

78. Djunaide bin Masse Bandu (71). Jemaah haji khusus.

79. Sawi bin Saidin Armidin (73). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

80. Jamhari bin Arip Ardiah (83). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 021.

81. Endah Wirdah binti Sukemi Harja. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 038.

82. Mariyah Komar binti Umar Martawidjaja. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 031.

83. Aen Harmaen bin Suhandi Suhatma (66). Jemaah haji khusus.

84. Ripah binti Ardja Semita (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 056.

85. Sumitro bin Chambali Moh. Sidik (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 036.

86. Nur Pudjimas Saleh bin Muhammad Nur (70). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 027.

87. Rasta Wangsa Mihardja bin P Sayan (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

88. Namin bin Artamin Senang (79). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 013.

89. Badrijanto bin Darmodipuro Kartowijoto (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 008.

90. Sanipah binti Kawi Soleh (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 030.

91. Sarah binti Marjuki Sere (84). Embarkasi Jakarta Pondok (JKG) kloter 033.

92. Sukro bin Gimin Sali (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 039.

93. Sangkut bin Yasin Saguk (60). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 023.

94. Sutadji bin Taredjo Sabar (85). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 034.

95. Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 028.

96. Djumirah binti Karto Temon (82). Embarkasi Solo (SOC) kloter 024.

97. Dimanto bin Sono Dikromo (72). Embarkasi Medan (MES) kloter 017.

98. Mani binti Mamak Isma (49). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

99. Jukih binti Tiyul Kemat (72) Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 029.

100. Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71). Embarkasi Surabay (SUB) kloter 057. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Makam Siti Efi Farhati

Sabtu, 06 Januari 2018

Tugas Lesbumi, Saatnya Kiai Nikmati Pagelaran Seni

Jepara, Siti Efi Farhati

Salah satu komunitas seni Jepara, Teater Sumeh SMK Islam Jepara turut memeriahkan agenda perdana Selapanan Ahad Legi Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Jepara, berlangsung di Gedung NU, Jl Pemuda 51 Jepara, Sabtu (20/2/2016) malam. 

Malam itu, pegiat teater yang berjumlah enam orang mendramatisasi puisi karya Oki Setiawan berjudul Kiri-Kanan. Dramatisasi yang berdurasi 8 menit digarap apik oleh sang sutradara Oki yang juga Wakil Ketua Lesbumi Jepara ini. 

Tugas Lesbumi, Saatnya Kiai Nikmati Pagelaran Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas Lesbumi, Saatnya Kiai Nikmati Pagelaran Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas Lesbumi, Saatnya Kiai Nikmati Pagelaran Seni

“Kiri/ kanan/ kiri/ kanan/ kiri/ kanan,” kata itu ditegaskan berulang-ulang para pemain sembari membawa senter. Secara pribadi mereka mencari arah yang dituju. 

“Arah/ kemana/ arah/ kemana/ arah/ kemana.” 

“Aaaaaliran.” 

Siti Efi Farhati

“Aku aliran A.” 

Siti Efi Farhati

“Aku aliran B.”

“Aku aliran C.”

“Aku aliran D.”

“Aku aliran mmm… apa ya? Loh ya, anu …mmmm apa ya? Enggak deh.” 

“Pilihlah sesuai pilihanmu/ pilihanmu jangan sampai salah memilih/ boleh kiri/ boleh kanan/ boleh arah mana saja/asal jangan menikung alias mengafirkan diri.

Itulah penggalan pementasan kiri-kanan yang dipersembahkan pelajar sekolah kejuruan ini. Ditanya, tentang pesan dari pentas ini, Oki menerangkan bahwa kita bebas untuk memilih sesuai dengan pilihan kita masing-masing. 

Dalam berdemokrasi, menurutnya, tidak boleh kebablasan tetapi ada aturan main yang harus ditaati. Ia yang juga menjadi pengajar di SMK Islam Jepara ini meneguhkan boleh berbeda asal tidak menyakiti satu sama lain. “Jangan mengubah Nusantara, jangan mengubah Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya mengutip potongan drama ini. 

Dalam kegiatan yang bersamaan dengan serah terima jabatan Lesbumi dari M Nuh Thobroni, ketua demisioner ke ketua baru Ngateman, Mustaqim Umar selaku Dewan Penasihat memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada pengurus baru. 

“Sudah saatnya “kiai” menikmati pagelaran seni. Mereka tidak marah tetapi mendapat ilmu,” katanya. 

PR-nya, lanjut Wakil Ketua PCNU Jepara ini, Lesbumi membuat naskah, setelah positif para kiai diundang untuk menikmati pentas bareng. Untuk nilai apa yang termaktub dalam pagelaran, imbuhnya, kiai diharapkan bisa menerimanya. 

Lelaki yang kerap disapa Pak Mek ini menyebut masih ada sebagian kiai yang melarang penggunaan alat musik. Kiai misal dia hanya membolehkan main rebana. Tetapi hal ini berbeda dengan sosok Habib Luthfi yang tidak melarang bermain musik. 

Dari dua kutub yang berbeda ini, Kabid Dikmen Dikpora Jepara ini malah trenyuh ketika dirinya mengikuti sebuah diklat di Semarang belum lama ini. Pada sebuah sesi, pemateri seorang kristiani memutarkan pembacaan puisi Gus Mus tentang membaca Indonesia yang waktu itu diselenggarakan di salah satu kampus katolik. Dari pemutaran, pembacaan puisi ini mendapatkan aplous dari peserta diklat. 

Alhasil, tugas seniman yang bergerak di Lesbumi ialah menemukan kutub tradisional dan modern ini agar keduanya saling bersinergi. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Selasa, 02 Januari 2018

Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai

Pringsewu, Siti Efi Farhati. Setelah berlangsung selama 6 hari, Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar (KMD) yang dilaksanakan oleh Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif NU Pringsewu berakhir pada Sabtu (26/12). Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan seperti dari Ketua LP Maarif Pringsewu Ahmad Rifai.

Menurutnya, kegiatan KMD yang baru pertama kali digelar oleh Pengurus Sako Maarif ini mampu meningkatkan semangat para pembina pramuka khususnya di lingkungan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Maarif Pringsewu.

Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai

"Hasil KMD Sako Maarif Pringsewu sangat berkesan. Mari kita tingkatkan ukhwah kita agar kita semua tetap mampu mengajarkan risalah Rasulullah melalui pendidikan akhlaq," harapnya, Sabtu (26/12).

Siti Efi Farhati

Menurutnya, pendidikan pramuka memiliki cara untuk mengajarkan peserta didik bagaimana menjadi pribadi yang tangguh dan disiplin.

"Hal ini sesuai dengan risalah Rasullullah yang senantiasa mengedepankan moralitas bukan intelektualitas semata," jelasnya di sela sela penutupan kegiatan.

Siti Efi Farhati

Ia menyimpulkan bahwa pramuka memunyai model pendidikan yang mengedepankan hal tersebut.

Pada hari terakhir pelaksanaan, peserta KMD mendapatkan materi dari Afif Anshori yang merupakan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Daerah (Pusdiklatda) Provinsi Lampung. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Kamis, 28 Desember 2017

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat

Solo, Siti Efi Farhati

Pada penelusuran jejak penyebaran Islam di daerah Pajang Laweyan Surakarta, belum lama ini (16/3), kami sempat singgah ke sebuah kompleks Pemakaman Pulo, yang kebetulan terletak tak jauh dari Masjid Laweyan.? Menurut kabar yang kami terima, di pemakaman tersebut terdapat makam satu pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KH Mustahal bin KH Ahmad Masyhud. Momentum ziarah ini tentu juga tepat, mengingat organisasi pelajar NU ini baru saja memperingati Hari Lahir ke-63.

Tiba di pemakaman, kami pun sempat berziarah ke beberapa makam para tokoh ulama Solo yang dimakamkan di tempat tersebut, antara lain KH Ahmad Shofawi, KH Asy’ari, KH Muhammad Sulaiman, dan lain sebagainya.

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat

Makam para tokoh tersebut terletak dalam sebuah bangunan, yang kemungkinan menjadi area pemakaman keluarga dari KH Ahmad Shofawi, yang merupakan salah satu pendiri Pesantren Al-Muayyad. Namun, letak makam yang menjadi tujuan pencarian kami belum jua ditemukan.

Penuh Semak Belukar

Siti Efi Farhati

Hingga akhirnya, kami pun bertemu dengan seorang warga setempat. Saat kami temui, wanita yang enggan menyebut namanya tersebut, tampak sedang menyapu sekitar belakang bangunan makam keluarga KH Ahmad Shofawi.

Kami kemudian ditunjukkan ke salah satu makam yang penuh dengan rerumputan dan tanaman liar. “Ini makamnya Pak Mustahal dan istrinya. Ya kondisinya memang tidak terawat begini. Paling kalau lebaran atau ruwah, ada yang ke sini,” kata dia.

Siti Efi Farhati

Setelah kami cek, tulisan yang tertera pada makam memang betul: H. Mustahal Achmad Masyhoed. 8 Januari 1935. Wf 1 Juli 1994. (tulisan ini sekaligus meralat tulisan berjudul? KH Mustahal Ahmad, Perintis Tiga Banom NU, di mana disebutkan KH Mustahal Achmad lahir 31 Januari 1935,-red).

Sembari membersihkan makam, ia pun menunjuk makam yang ada di dekat makam KH Mustahal. Kondisinya bahkan dipenuhi semak belukar. “Kalau yang ini makam Bapak dan Ibu Mawardi (Machmudah Mawardi,-red),” ujarnya.

Machmudah Mawardi merupakan kakak Mustahal, yang pernah mengemban amanah sebagai Ketua PP Muslimat NU selama delapan periode.

Keadaan kedua makam tersebut, tentu sangat disayangkan. Mengingat jasa keduanya yang begitu besar, baik untuk NU maupun Umat Islam.

Saat kami konfirmasi hal ini kepada sejumlah pengurus IPNU dan PMII di Kota Solo, sebagian dari mereka bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan makam tersebut.

“Insyaallah akan kita masukkan dalam agenda ziarah, sebagai rangkaian Harlah PMII mendatang,” terang Ketua PC PMII Surakarta, Bahar.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Senin, 25 Desember 2017

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Bila kita berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 154, Jakarta, tiap Rabu pada minggu keempat saban bulan, ratusan warga akan terlihat sedang duduk bersila di Masjid An-Nahdlah begitu sembahyang jamaah isya’ usai.

Mereka yang sibuk merapalkan doa-doa, shalawat, dan ayat-ayat al-Qur’an itu datang dari daerah Jakarta dan sekitarnya. Sebagian merupakan jamaah dari majelis taklim tertentu, ada yang dari pesantren, serta banyak pula warga umum yang memang senang mengikuti majelis dzikir dan pengajian.

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU

Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) memang memfasiltiasi kegiatan bertajuk “Istighotsah dan Pengajian Bulanan” ini sebagai forum silaturahim, penguatan rohani, juga sarana menimba ilmu.

Siti Efi Farhati

Selepas istighotsah, jamaah akan menyimak sekaligus bisa berdiskusi dengan para mubaligh yang dihadirkan. Beberapa ulama luar negeri pernah duduk lesehan bersama Nahdliyin dalam forum ini, di antaranya Syaikh Muhammad Utsman asal Palestina dan Syekh Khalil ad-Dabbagh dari Lebanon.

Siti Efi Farhati

Menurut salah satu pengurus Pengurus Pusat LDNU, Bukhori Muslim, kegiatan ini telah dilaksanakan sejak sepuluh tahun silam. “Sudah ada sejak era Gus Dur. Persisnya saat kepemimpinan Kiai Nuril Huda (mantan Ketua PP LDNU),” ungkapnya usai acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan, Rabu (25/3) malam.

Tiap istighotsah, lanjut Bukhori, masjid PBNU selalu penuh jamaah hingga meluber ke halaman. “Banyak kiai dan habaib datang turut menyemarakkan kegiatan bulanan itu,” ujarnya.

Selain segenap pengurus LDNU, hadir pula dalam acara Rabu tadi malam pengasuh Pondok Pesantren al-Mishbah Jakarta, KH Misbahul Munir. Dalam ceramahnya, Kiai Misbah menjelaskan tentang keutamaan berdoa dan dzikir bersama.

“Dalam kitab al-Tibyan, diceritakan ada sekelompok orang berdoa kemudian ada yang mengamini, itu sangat dianjurkan. Yustahabbu khudhuru majlisi khatmil Quran,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Kiai Misbah, Rasulullah SAW justru mengimbau orang-orang yang haid untuk turut serta dalam majlis itu, untuk mengharapkan berkah doa dari kaum muslimin. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pertandingan, Nasional Siti Efi Farhati

Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis

Rembang, Siti Efi Farhati. Puluhan pelajar yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lasem, Kabupaten Rembang, mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Madrasah Tsanawiyah Sunan Bonang desa Sendang Mulyo Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, 27- 29 Juni 2015.

Acara yang dibuka dengan materi tentang Aswaja dan ke-NU-an itu dimulai pada Sabtu (27/6) pagi. Materi ini berisi tentang dalil-dalil rujukan Aswaja, prinsip Islam menurut Aswaja, sejarah kelahiran NU, makna filosofis NU, dan tentang tinjauan organisasi NU.

Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis

Selaku PC IPNU Lasem, M Syaiful Anam menuturkan, pihaknya memang menyiapkan materi-materi khusus tentang ke-NU-an dan jurnalistik, termasuk menyiapkan para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Siti Efi Farhati

Kegiatan pengkaderan dan pelatihan jurnalistik ini diselenggarakan dalam rangkaian acara “Gebyar Ramadan Tahun 2015”. "Dalam acara kali ini, kami mengambil tema Berpikir Kritis Menjadi Kader Kreatif dan Berkualitas. Kami berharap bibit-bibit unggul kader muda NU ini akan lebih bisa menunjukkan kreatifitas dan kualitasnya," jelas Anam.

Turut hadir menjadi narasumber dalam acara ini, M Aan Ainun Najib wartawan Muria Expose dan Ilyas Al Musthofa dari Suara Merdeka yang memberikan materi tentang jurnalistik. Sedangkan tentang Aswaja dan ke-NU-an oleh H Masum (MWC NU Sarang), dan materi tentang kepemimpinan disampaikan oleh Dhuha Aniqul Wafa.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut, Anam menuturkan, pihaknya akan lebih memanfaatkan pelatihan-pelatihan semacam ini, sehingga para kader muda NU ini akan lebih terpacu dan tergali potensi-potensi yang ada pada mereka.

"Kami akan melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik ini secara keberlanjutan, mungkin dua bulan sekali, atau bahkan satu bulan sekali", tutup Anam. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Makam Siti Efi Farhati

Senin, 18 Desember 2017

LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina

Jakarta,Siti Efi Farhati. Direktur Eksekutif Pengurus Pusat? Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh (LAZISNU) H Amir Ma’ruf menyerukan umat Islam Indonesia untuk membantu korban tragedi kemanusiaan di Palestina. Bantuan bisa dilakukan dengan mengumpulkan dana yang akan disalurkan ke negara tersebut.

LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina

Menurut Amir, seruan itu juga sudah disampaikan kepada cabang-cabang LAZISNU di tiap tingkatan untuk segera menggalang dana. Ia berharap, tidak hanya LAZISNU yang melakukan hal itu, tapi banom, lajnah, dan lembaga NU.

Amir mengatakan, Palestina saat ini ada banyak luka dan korban nyawa, serta kerusakan infrastruktur. “Maka yang paling pokok, LAZISNU menyerukan mMuslim Indonesia untuk membantu. Mereka perlu dukungan internasional, terutama dunia Islam,” tegasnya.

Siti Efi Farhati

Menurut Amir, warga Muslim dunia harus terlibat sesuai kapasitas masing-masing. Bagi yang punya kekuatan fisik, harus membantu dan menjadi relawan ke sana. Bagi yang punya rezeki mari membantu bareng-bareng berrsama LAZISNU. “Kita akan kumpulkan dulu dana, nanti akan dikomunikasikan dan kirimkan ke sana.”

Serta bagi yang punya kekuatan diplomasi, harus segera dilakukan. LAZISNU meminta pemerintah Indonesia untuk berperan aktif melalui diplomasi internasional supaya tragedi ini segera diselesaikan serta mendesak PBB sama berpean aktif menghadang kejadian itu. “Kali ini banyak korban anak-anak. Ini masa depan bangsa Muslim dipertaruhkan,” tegasnya. (Abdullah Alawi)

?

Siti Efi Farhati

#Mari salurkan donasi melalui Rek BNI 0108575648 atas nama Lazis NU, dan akan disalurkan berupa program makanan dan obat-obatan serta bantuan tempat tinggal langsung kepada para korban di Gaza.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Nusantara, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Kamis, 14 Desember 2017

Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air

Jakarta, Siti Efi Farhati. Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional yang ke-3 oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama menjadi ajang untuk memperkuat karakter bangsa, terutama menguatkan rasa patriotisme dan cinta tanah air.

Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkemahan Pramuka Madrasah Ajang Perkuat Cinta Tanah Air

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menegaskan Perkemahan Pramuka Madrasah (PPMN) ke-3 ini menjadi salah satu program strategis Kemenag dalam menginternalisasi nilai-nilai kepramukaan.?

Menurutnya, hal ini tidak terlepas setelah seruan Menag tentang ceramah di rumah ibadah dan Deklarasi Aceh yang dikeluarkan para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), PPMN III menjadi upaya Kemenag dalam ikut menyiapkan generasi bangsa yang cinta tanah air.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menegaskan, PPMN relevan dan penting di tengah tantangan kampanye ideologi transnasional yang merambah ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, dan dikhawatirkan merongrong persatuan dan kesatuan bangsa. PPMN III juga strategis karena akan dikuti lebih dari 800 pramuka penegak siswa Madrasah Aliyah dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Siti Efi Farhati

"Mereka adalah generasi masa depan bangsa dan karenanya rasa cinta Tanah Air harus ditanamkan sejak dini," terang Kamaruddin dalam konferensi pers, Selasa (9/5) didampingi Direktur KSKK Madrasah M. Nur Kholis Setiawan.

Mengangkat tema Kreatif, Terampil, dan Berkarakter, PPMN III didesain sebagai ajang kreasi dan unjuk keterampilan pramuka madrasah. Sejumlah kegiatan telah diagendakan untuk mencapai tujuan bersama menanamkan nilai dan karakter jujur, setiakawan, patriotik, serta cinta tanah air.

Siti Efi Farhati

"Mereka harus paham bahwa pendiri bangsa ini telah bersepakat untuk menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika," sambungnya.

Selain melalui aktivitas kepramukaan, internalisasi tema PPMN III dilakukan melalui talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang Jasa Pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta Tanah Air, pemecahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, Bakti Sosial.

"Sementara kreatifitas dan keterampilan diperlukan dalam merespon modernitas, karakter kebangsaan yang kuat akan menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara para calon pemimpin masa depan," ujar Kamaruddin.

Kegiatan PPMN III 2017 ini juga merupakan wujud komitmen Kemenag mengawal pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Program Nawa Cita untuk menyiapkan tunas bangsa dan generasi masa depan lebih baik dalam mengisi kemerdekaan dan membangun peradaban dunia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Tegal, RMI NU, Nasional Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Laskar pelajar putri NU antinarkoba siap memasuki medan perjuangan. Mereka akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan perihal narkoba dan bahayanya di sekolah masing-masing.

Setelah dibekali materi yang cukup terkait narkoba selama dua hari, laskar yang terdiri dari 75 pelajar putri NU menutup pembekalannya dengan membuat persiapan aksi dengan sejumlah perencanaan strategi tindak lanjut.

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Dalam membuat strategi persiapan, mereka dibagi menjadi enam kelompok diskusi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (7/3) sore. Setiap kelompok didampingi oleh dua pengurus IPPNU.

“Mereka berasal dari 15 sekolah yang tersebar di Jabodetabek. Mereka menyatakan perang terhadap narkoba di sekitar lingkungan masing-masing,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Siti Efi Farhati di kantor PBNU, Kamis (7/3) sore.

Laskar pelajar putri antinarkoba berjuang dengan panji “Perang Terhadap Narkoba Dimulai dari Diri Sendiri”. Panji berisikan kalimat itu ungkap Farida, cukup efektif dan bertenaga untuk disuarakan.

Siti Efi Farhati

“Di kelompok ini, kita bentuk organisasi kecil. Dengan itu, gerakan laskar pelajar putri antinarkoba lebih terarah,” kata seorang pengurus PC IPPNU Tangsel Zaimah yang mendampingi salah satu kelompok laskar di Kantor PBNU lantai delapan, Kamis (7/3) sore.

Siti Efi Farhati

Setiap kelompok menyusun agenda aksinya pada selembar karton. Program sosialisasi dan penyuluhan narkoba dirumuskan sesuai dengan tantangan dan peluang yang ada di masing-masing sekolah dan daerah mereka.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Budaya, Meme Islam Siti Efi Farhati

Jumat, 08 Desember 2017

Doa saat Terjerat Utang

Seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW terkait utang yang dideritanya. “Kenapa tidak amalkan Sayyidul Istighfar?” kata Rasulullah. Rasulullah menganjurkan sahabatnya untuk membaca tasbih berikut antara terbit fajar dan shalat Shubuh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Terjerat Utang

Subhânallâhi wa bi hamdih, subhânallâhil ‘azhîm, astaghfirullâh 100 kali.

Siti Efi Farhati

Artinya, “’Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah,’ 100 kali,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, 1424 H, halaman 63). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Islamophobia dalam Perspektif Komunikasi

Oleh Hagie Wana



Akhir-akhir ini kita sering menjumpai kampanye melawan Islamophobia di media sosial. Gerakan ini giat disuarakan oleh kelompok yang merasa menjadi “sasaran” dari Islamophobia tersebut. Kini muncul kampanye berupa meme, foto, atau bentuk posting-an lainnya yang sedang digandrungi masyarakat cyber yang mengajak masyarakat Muslim, khususnya generasi muda untuk tidak ragu mengenakan jilbab syar’i, memanjangkan janggut, memakai celana cingkrang atau sebagainya dan menegaskan bahwa hal-hal tersebut bukanlah pakaian teroris.

Islamophobia dalam Perspektif Komunikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islamophobia dalam Perspektif Komunikasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islamophobia dalam Perspektif Komunikasi

Fenomena yang menjangkiti sebagian besar masyarakat, bahkan termasuk umat Islam sendiri adalah memberikan stigma negatif terhadap mereka yang kental berpenampilan syar’i (seperti cadar, gamis, atau janggut panjang). Misalnya saja seorang muslimah yang berhijab syar’i—apalagi bercadar—sulit untuk diterima bekerja di dunia perkantoran. Di bank yang berlabel “syariah” pun rasanya tidak pernah kita jumpai teller/karyawan yang berhijab syar’i. Atau ada seorang pria yang mengenakan peci dan berjanggut lebat kadang mendapat “perhatian lebih” dari orang-orang di sekelilingnya apabila sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Kemudian ada orang yang sungkan dan ragu untuk membeli makanan hanya karena penjualnya memakai gamis dan sorban. Di beberapa negara maju, konon mereka yang memiliki nama dengan unsur bahasa Arab yang kental, agak sulit untuk mengurusi dokumen administrasi di wilayahnya. Seperti yang dialami rekan penulis, ia menceritakan pernah sampai diintrogasi oleh otoritas sebuah bandara karena memiliki nama yang kearab-araban. Atau berbagai contoh lain yang menggambarkan Islamophobia.

Fenomena ini sudah umum terjadi, atau bahkan mungkin kita sendiri terlibat didalamnya, entah sebagai orang yang menaruh curiga terhadap mereka yang berpenampilan syar’i, ataupun sebagai pihak yang menjadi sasaran dari kecurigaan tersebut. Kemudian banyak pula kita dapati postingan berbagai teori-teori yang mencoba menjelaskan fenomena ini. Ada yang mengatakan bahwa Islamophobia adalah bagian dari konspirasi zionis. Ada juga yang mengatakan bahwa Islamophobia adalah isu yang diembuskan oleh Barat untuk menghancurkan generasi Muslim, dan lain sebagainya.

Siti Efi Farhati

Lalu betulkah Islamophobia adalah bagian dari konspirasi? Betulkah ketakutan terhadap simbol-simbol Islam yang kerap diidentikan dengan terosisme adalah isu yang diembuskan oleh Barat? Dan teori lainnya yang menunjukkan bahwa ketakuan terhadap simbol-simbol Islam dimunculkan orang-orang non Islam.

Siti Efi Farhati

Berbicara kemungkinan, teori-teori di atas mungkin saja betul. Dan memang dapat diterima secara logis. Namun tidakkah kita sadari bahwa terkadang ketakutan terhadap simbol agama Islam terkadang dibuat oleh orang Islam itu sendiri? Ada pihak yang tidak terima ketika simbol-simbol Islam seperti cadar dan lain-lain disebut sebagai kostum teroris, namun di sisi lain “ketidakterimaan” mereka tidak dibarengi dengan langkah yang konkret. Hal ini bisa kita amati dari sikap mereka yang terkadang apatis atau bahkan cenderung mendukung aksi-aksi teror di saat masyarakat luas mengutuk aksi terorisme, atau sikap lainnya yang “melawan arah” lalu balik menuduh bahwa yang tidak sejalan dengan mereka adalah anti-Islam, perilaku kafir dan lain sebagainya.

Dalam perspektif ilmu komunikasi, apa yang kita tampilkan adalah pernyataan kita. Kemudian penampilan kita akan dipersepsi berbeda-beda oleh orang lain. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi (Rakhmat:2015) dan persepsi seseorang boleh jadi sesuai, boleh juga tidak sesuai dengan kepribadian aslinya.

Mereka (orang non-Muslim atau mungkin umat Islam sendiri) yang phobia dengan simbol-simbol Islam tidak sepenuhnya salah karena itu persepsi mereka berdasarkan pengalaman yang mereka alami sendiri. Oleh sebab itu upaya nyata melawan Islamophobia adalah dengan cara menampilkan perilaku pribadi muslim yang humanis, fleksibel, atau istilah santri mengatakan shahih likulli zaman wa makan (relevan dengan segala kondisi) kemudian membuktikan bahwa pakaian syar’i bukanlah pakaian teroris dapat direfleksikan dengan upaya menolak segala bentuk kekerasan/aksi teror yang mengatasnamakan agama. Jika sudah berada di barisan depan dalam menolak aksi teror, akankah publik masih mencap bahwa yang berpenampilan syar’i adalah teroris?

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN SGD Bandung



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ulama, Nasional, Aswaja Siti Efi Farhati

Jumat, 01 Desember 2017

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal

Jepara, Siti Efi Farhati?

Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) merupakan kegiatan yang dilaksanakan LP Ma’arif NU untuk meminimalisir pelajar NU dari rongrongan kelompok radikal.?

Pernyataan itu diungkapkan Agus Sofwan Hadi, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Tengah dalam Rapat Koordinasi Panitia Porsema X Jawa Tengah di Gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Selasa (14/3) kemarin.?

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal

Menurut Agus, dengan melakukan banyak kegiatan ruang gerak mereka tertutup. Apalagi Porsema X tingkat Jawa Tengah yang rencananya akan dilaksanakan di Jepara 18-21 Mei mendatang sudah ditunggu-tunggu oleh madrasah dan sekolah di Jawa Tengah.?

Hingga warta ini disyiarkan sudah tercatat 20-an Cabang LP Maarif yang sudah mendaftarkan diri. “Jika dihitung sekitar 2881 peserta plus official. Itu belum semuanya. Jumlah total semuanya sekitar 4000an orang lebih,” jelasnya kepada panitia lokal Jepara yang hadir.?

Bersama rombongan pengurus LP Ma’arif Jawa Tengah, ia mengucapkan terima kasih kepada LP Maarif NU Jepara, utamanya PCNU Jepara yang sudah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanakan Porsema Jateng.?

Siti Efi Farhati

Ucapan terima kasih juga dia layangkan untuk KONI Jepara yang menurut info yang didengar adalah salah satu mitra kerjasama kegiatan Porsema tersebut.

Ke depan ia berharap Porsema menjadi even tingkat nasional. Hal itu berdasar usulan Cabang-cabang se-Jawa Tengah. Pihaknya sudah menyampaikan kepada PP LP Ma’arif NU. “Semoga tahun depan even ini sudah menjadi even nasional,” harapnya.?

Hadir dalam kesempatan itu KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU Jepara, Ketua LP Ma’arif NU Jepara, perwakilan KONI Jepara, pengurus LP Maarif NU Jawa Tengah dan panitia lokal. ?

Siti Efi Farhati

Usai Rakor panitia lokal dan pengurus LP Ma’arif NU Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi terkait kesuksesan Porsema X Jawa Tengah. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Cerita, Bahtsul Masail Siti Efi Farhati

Minggu, 26 November 2017

IPNU Jakpus Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Jakarta, Siti Efi Farhati . Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) serta perekrutan ketua Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja masyarakat, bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kantor Kecamatan Senen Jalan Kramat Raya No.114, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (16/11).

Acara yang dibuka oleh wakil camat Senen ini dihadiri antara lain Kepala BKKBN Jakarta Pusat Bapak, Dr. H. Sudarmaji, Ketua PPLKB Kecamatan Senen Ibu Lilis, Ketua PC IPNU Jakpus Friady Maulana, Pengurus PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Senen, serta perwakilan pelajar tingkat SLTA se-Kecamatan Senen.

IPNU Jakpus Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Proses kegiatan perekrutan ini melibatkan Pelajar NU Senen untuk membentuk PIK remaja Jalur Masyarakat (Jamas) di setiap kecamatan yang ada di Jakarta Pusat. Sugianto, anggota dari IPNU Senen, terpilih menjadi ketua PIK remaja Jamas kecamatan setempat.

Siti Efi Farhati

Friady Mulana, Pembina PIK Remaja sekaligus Ketua IPNU Jakarta Pusat, mengatakan selama ini banyak remaja yang tidak memahami permasalahan kesehatan reproduksi. Kekurangpahaman remaja terhadap permasalahan ini bisa membawa pengaruh buruk bagi kesehatan masyarakat pada umumnya.

Kesadaran ini, katanya, akan memberi pegangan kepada para remaja putra dan putri untuk peduli pada kesehatan mereka dan tidak mudah terpengaruh untuk melakukan aktivitas budaya seks bebas. “Apalagi IPNU dan IPPNU selama ini telah gencar mengumandangkan kampanye anti seks bebas di kalangan anggotanya, ujar Maulana kepada Siti Efi Farhati.

Siti Efi Farhati

Senada dengan Friady, Kepala BKKBN Jakpus Sudarmaji mengatakan, kaum remaja memang rentan terhadap serangan IMS (Infeksi Menular Seksual). Dengan sosialisasi seperti ini, akan tumbuh kesadaran untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan. Semua berharap agar masyarakat terutama kaum remaja menjaga kesehatan reproduksi mereka dan untuk tidak menikah di usia dini.

“Menikah usia dini banyak sisi negatifnya dari pada sisi positifnya.” Kata Sudarmaji. Teman-teman PIK remaja yang sudah terbentuk di tingkat kecamatan senen bisa mensosialisakan kesehatan reproduksi remaja di lingkungan mereka sendiri”. (Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional, Makam Siti Efi Farhati

Senin, 20 November 2017

Cara Fatayat-Muslimat Sumberrejo Cetak “Modin Perempuan”

Bojonegoro, Siti Efi Farhati. Banyaknya bencana alam yang tidak terduga maupun bencana yang ditimbulkan oleh kelalainan manusia menimbulkan banyak korban yang memerlukan penanganan, baik dari sisi perawatan medis sampai kepada korban meninggal dunia.

Jika banyak pihak mampu mengatasi maupun memberikan tidakan kepada korban bencana ketika masih hidup tidak dengan korban bencana yang sudah meninggal dunia. Banyak yang enggan bahkan menjauhi ketika harus merawat orang yang telah meninngal dunia.

Cara Fatayat-Muslimat Sumberrejo Cetak “Modin Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Fatayat-Muslimat Sumberrejo Cetak “Modin Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Fatayat-Muslimat Sumberrejo Cetak “Modin Perempuan”

Hal inilah yang mendorong Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU dan Muslimat NU Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar pelatihan pemulasaran jenazah, Ahad (26/1), di Kompleks MINU Walisongo Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro.

Siti Efi Farhati

Mereka ingin mencetak modin atau pemuka agama yang biasa menangani jenazah yang umumnya laki-laki. Acara yang sudah diagendakan sebulan sebelumnya ini mengundang hampir seluruh ranting yang ada di kecamatan Sumberrejo. Setiap ranting mengirimkan tiga wakilnya yang terdiri dari unsur Fatayat dan Muslimat.

Siti Efi Farhati

Pemateri tingkat kabupaten menjadi pemandu selama kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 ini. Acara yang disusun panitia meliputi tata cara menjenguk dan merawat orang sakit, tata cara memandikan dan mengkafani jenazah, praktik memandikan dan mengakafani jenazah, tata cara sholat dan mengubur jenazah. Panitia juga memberikan sertifikat bagi para peserta setelah melalui post test atau evaluasi.

“Kami berharap peserta yang jumlahnya ratusan ini tidak hanya mendapatkan ilmu maupun praktek namun lebih dari itu agar mereka lebih memiliki tanggung jawab serta mampu mengambil peran (dalam merawat jenazah) ketika kembali ke masyarakatnya,” tutur H Muntaha, salah satu pemateri alumni Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. (Ahsanul Amilin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nasional Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock