Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro

Pekalongan, Siti Efi Farhati - Momen Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jawa Tengah di Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11), dimanfaatkan sejumlah peserta untuk berziarah ke beberapa makam di Pekalongan. Para kader GP Ansor Boyolali menyempatkan diri untuk berziarah ke makam para ulama di kompleks pemakaman Sapuro Pekalongan Barat.

"Sejak awal sudah kami rencanakan, sebelum ke lokasi Konferwil, berziarah ke makam Sapuro," terang Ketua GP Ansor Boyolali Choirudin Ahmad di sela kegiatan ziarah.

Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Konferwil Ansor Jateng Ziarah ke Makam Sapuro

Di kompleks pemakaman tersebut di antaranya terdapat makam Habib Ahmad Bin Abdullah bin Tholib Al-Athas, seorang tokoh penyebar agama Islam di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Selain itu juga ada makam Habib Hasyim bin Umar bin Yahya merupakan kakek dari Maulana Habib M Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan.

Siti Efi Farhati

Pantauan Siti Efi Farhati, tak hanya Ansor Boyolali yang menyempatkan diri untuk berziarah. Cabang lain seperti Blora, Cilacap, Sragen, dan daerah lainnya juga tak menyiakan kesempatan mereka berada di wilayah Pekalongan.

Siti Efi Farhati

Konferwil kali ini diikuti ribuan utusan dari 35 cabang dan 409 anak cabang Ansor se-Jawa Tengah. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Rabu, 17 Januari 2018

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

Jember, Siti Efi Farhati. Warga Jember menyambut baik program pembuatan kartu tanda anggota NU (Kartanu) yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU (PCNU) setempat. Syarat pembayaran Rp 8000 untuk ongkos kartu dan administrasi tak menyurutkan antusiasme mereka memiliki Kartanu.

Untuk membuat kartu tanda pengenal ini mereka datang berduyun-duyun mendatangi kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) kecamatan setempat guna mengikuti proses pemotretan dan pengisian identitas.

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Bayar, Warga Jember Antusias Buat Kartanu

“Ini beda dengan kartu anggota partai. Kalau kartu anggota partai, sudah gratis masih tidak ada yang mau datang,” ujar Hasani, panitia pembuat Kartanu PCNU Jember di kantor MWCNU Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, Kamis (5/9).

Siti Efi Farhati

Dia menambahkan, untuk sementara PCNU Jember menargetkan dapat menerbitkan 193.000 Kartanu. Jumlah ini sebenarnya sangat tidak sepadan dibandingkan dengan jumlah warga NU di Kabupten Jember yang tergolong mayoritas.

Siti Efi Farhati

Karena itu, kata Hasani, pihaknya masih menunggu perkembangan untuk membuat Kartanu secara massal lagi. “Bisa jadi nanti kita fasilitasi buat Kartanu lagi, tergantung perkembangan,” tukasnya (Aryudi/Mahbib).

Pembuatan Kartanu dibuka mulai 1 September hingga 23 Desember 2013. Sementara peluncurannya sudah dilakukan beberapa waktu lalu di kantor PCNU Jember. Demi kelancaran, panitia akan mendatangi semua MWCNU secara bergilir untuk mengadakan pemotretan dan menerima isian data diri warga.

“Alhamdulillah, sampeyan bisa lihat sendiri, warga sangat antusias ingin foto untuk Kartanu,” ungkapnya. (Aryudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, News, Ubudiyah Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak

Jakarta, Siti Efi Farhati - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang tergabung dalam 100 organisasi perempuan memberikan dukungan dan secara kompak membacakan pernyataan menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Dukungan tersebut mengemuka dalam kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kampanye Tolak Persekusi terhadap Perempuan dan Anak

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum IPPNU Puti Hasni menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah yang intensif mengampanyekan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan dan persekusi.  

“Tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh lagi terjadi di bumi Indonesia. Segala bentuk tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditindak tegas, tidak boleh ditolerir, dan harus diberi hukuman setimpal yang membuat efek jera,” jelas Puti

Siti Efi Farhati

Puti menjelaskan bahwa tindakan persekusi tidak sesuai dengan nilai-nilai keadaban bangsa Indonesia, merampas kemanusiaan, dan tindakan sewenang-wenang yang melampaui batas.

Siti Efi Farhati

“Pelaku persekusi harus dihukum seberat-beratnya agar tidak lagi terjadi tindakan main hakim sendiri dan membuat keresahan sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Puti.

Puti juga mendukung penuh upaya penguatan lembaga penegak hukum beserta aparatnya, dalam rangka akselerasi penanganan tindakan kekerasan pada perempuan dan anak serta tindakan persekusi.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU, Puti mengimbau dan menyerukan kepada pelajar Indonesia agar selalu waspada, ikut berkampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan melaporkan setiap tindakan persekusi maupun bullying secara fisik yang dialami teman-teman sebaya para pelajar.

Puti juga menyinggung soal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurutnya, segala ujaran kebencian dan pelanggaran terhadap pemberlakuan UU ITE harus diproses secara hukum secepat-cepatnya. (Anty Husnawati/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Sabtu, 30 Desember 2017

Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng

Way Kanan, Siti Efi Farhati

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak peserta Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 menyaksikan tayangan Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso yang menurut KH Abdurahhman Wahid (Gus Dur) merupakan polisi jujur.

"Dari Jenderal Hoegeng saya belajar mengenai konsistensi, kejujuran, dan bagaimana menjadi pejabat yang tidak terbuai rayuan dunia," ujar Santri BPUN Anisa Yuliani dari SMAN 2 Buay Bahuga, di Gunung Labuhan, Rabu (18/5).

Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri BPUN Ansor Way Kanan Belajar Kejujuran dari Polisi Hoegeng

Menurut Anisa seusai menyaksikan kisah Jenderal Hoegeng pada sesi motivasi di aula Pesantren Assiddiqiyah 11 Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan yang diasuh Kiai Imam Murtadlo Sayuthi, Hoegeng Imam Santoso yang menjabat sebagai Kapolri pada tahun 1968-1971 adalah  sosok patut diteladani.

"Beliau adalah polisi sejati, patut dicontoh polisi lain dan seluruh masyarakat di negeri ini. Indonesia hari ini butuh ribuan Hoegeng yang konsisten dengan kejujurannya," kata Anisa lagi.

Hoegeng yang dilahirkan di Pekalongan tahun 1921 pernah menolak hadiah rumah dan berbagai isinya saat menjalankan tugas sebagai Kepala Direktorat Reskrim polda Sumatra Utara tahun 1956.

Siti Efi Farhati

Anisa menambahkan, satu figur Hoegeng berdampak besar dengan kejujuran dimilikinya. "Apalagi jika ada seribu figur sebagaimana Hoegeng dengan beragam profesi. Tentu akan sangat bisa memajukan bangsa karena banyak figur memiliki keberanian untuk tidak menyeleweng," ujarnya.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan selaku Manajer BPUN Gatot Arifianto berharap para peserta BPUN 2016 dapat mengambil kesimpulan dan pelajaran dari tayangan Jenderal Hoegeng sehinggga dapat menjadi generasi bangsa yang akan mampu bersikap dan bertindak seperti Hoegeng dimasa mendatang. (Septiana Nurul Fajriah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pesantren, Hadits Siti Efi Farhati

Rabu, 27 Desember 2017

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Padangpariaman, Siti Efi Farhati

Sorak, tepuk tangan, menjijik, rasa takut dan kesedihan bercampur-baur dikalangan pengurus IPNU Padangpariaman dan santri pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat saat menyaksikan tayangan film Sang Kiai. Suasana spontan berubah dari keheningan menjadi tepuk tangan ketika menyaksikan tayangan santri berhasil menyerbu markas bangsa Sekutu.

Demikian suasana nonton bareng Sang Kiai yang diselenggarakan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2016, Sabtu (22/10) malam. Hampir seribuan penonton yang didominasi para santri dan santriwati pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, ? terlihat puas menyaksikannya.

Seperti diakui salah seorang santri kelas II Abdurrahman Wahid Arni Putra, film Sang Kiai memberikan inspirasi baru bagi kami di pesantren ini. Kami mengetahui bagaimana sosok perjuangan KH Hasyim Asy’ari sebagai seorang ulama kharismatik dan pimpinan pesantren. Selain itu, bagaimana pula sosok santri yang rela berjuang mempertahankan jiwa raganya agar bangsa penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia.

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad usai nonton bareng (nobar) pukul 23.15 WIB menyebutkan, kegiatan nobar ini memang yang pertama kita libatkan santri. Dengan momen Hari Santri ini kita ingin para santri mendapatkan hiburan, pendidikan, dan pengetahuan baru. Sebelum Nobar, didahului dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor PW GP Ansor Sumatera Barat M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah.

“Melalui film Sang Kiai ini terlihat semua santri puas dan mengikutinya dengan serius. Buktinya, tidak ada satupun pengurus IPNU dan santri yang meninggalkan aula tempat pemutaran film Sang Kiai,” kata ? Fauzan.

Harapan kita, kata Fauzan, penayangan film tersebut dapat memberikan inspirasi baru? bagi santri Nurul Yaqin Ringan-Ringan. “Yang tidak kalah pentingnya, sejak masih sebagai santri di Pesantren, kita sudah perkenalkan dengan peran Nahdlatul Ulama dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan para santri tersebut menjadi benteng NU dan NKRI kelak setelah menyelesaikan pendidikan di Nurul Yaqin,” tambah Fauzan.? (tanjung armaidi/abdullah alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Sabtu, 16 Desember 2017

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Farida Farichah menilai penggunaan jilbab oleh anggota polwan di Indonesia sudah semestinya diberikan keleluasaan. Karena, anggota polwan sebagai warga negara memiliki hak untuk mengenakan jilbab.

Demikian dikatakan Farida Farichah menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Selasa (19/11) yang mengizinkan anggotanya untuk mengenakan jilbab saat bertugas.

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab

“Meskipun belum ada aturan mengenai itu, kelonggaran yang diberikan Kapolri Sutarman patut diapresiasi,” kata Farida, Selasa (19/11).

Siti Efi Farhati

Kebijakan dari Kapolri perihal jilbab dinilai tepat. Karena, Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim dan juga negara yang sangat demokratis. Dari kelonggaran itu, polwan yang ingin mengenakan jilbab bisa leluasa tanpa terganggu dengan masalah kedisiplinan.

Siti Efi Farhati

Apalagi mengenakan jilbab, lanjut Farida, juga tidak menghalangi atau mengurangi kinerja polwan. Malah mungkin, kredibiltas atau integritas anggota polwan dengan mengenakan jilbab akan lebih meningkat.

Keleluasaan seperti itu, menurut Farida, menjadi langkah positif untuk mendorong dan memberikan kesempatan yang sama bagi muslimah di Indonesia untuk ikut terjun di dunia kepolisian.

Terlebih lagi tidak adanya peraturan kedisiplinan yang melarang anggota polwan mengenakan jilbab, pungkas Farida. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Rabu, 13 Desember 2017

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri

Banyuwangi, Siti Efi Farhati. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah dalam agenda-agenda regional. Setelah sukses melaksankan Latihan Kader Utama IPPNU se-Tapal Kuda di  pertengahan tahun 2017 lalu, kali ini Banyuwangi diberi kesempatan menjadi panitia lokal pelaksanaan Pendidikan Pelatihan Kader Madya (Diklamdad) Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri.

Ketua Stering Comite Komandan Wawan, menjelaskan pemilihan Banyuwangi sebagai tuan rumah merupakan keputusan bersama panitia. Banyuwangi dianggap sebagai tempat yang paling strategis untuk melaksankan agenda ini. Kesiapan SDM panitia yang mumpuni juga menunjang terpilihnya Banyuwangi sebagai panitia lokal.

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyuwangi Jadi Tempat Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri

"Banyuwangi merupakan daerah yang strategis. Di sini banyak tempat yang bisa dijadikan opsi. Selain itu juga didukung oleh personil CBP-KPP di Banyuwangi yang cukup solid, menjadi faktor paling menentukan", ujar pemuda yang akrab disapa Ndan Wawan.

Ketua PC IPNU Banyuwangi, Yahya Muzakky berjanji selama proses kegiatan berlangsung, PC IPNU maupun IPPNU Banyuwangi siap member dukungan sepenuhnya. 

"Alhamdulilah, kami kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Insyaallah sebagai tuan rumah kita kan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu," ungkap Yahya.

Diklamdad Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri merupakan jenjang kaderisasi kedua pasca Diklatama.

Siti Efi Farhati

Peserta tidak hanya harus menyiapkan fisik, namun juga siap psiskis karena nantinya mereka dicetak menjadi leader-leader yang tangguh, tanggap dan sigap.

Siti Efi Farhati

Diklamdad dibuka Kamis (20/09). Sebanyak 25 peserta dari perwakilan DKC CBP se-Tapal Kuda akan mengikuti pelatihan hingga Ahad (24/09) sore. (Ibnu/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Quote, Hadits Siti Efi Farhati

Sabtu, 09 Desember 2017

Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api

Tangerang, Siti Efi Farhati. Di tahun ketiga, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten, akan melaksanakan kegiatan orientasi mahasiswa baru pada Sabtu-Minggu, 24-25 September 2016 di kampus setempat.

Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api

HM. Qustulani, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Nusantara memaparkan bahwa masa orientasi mahasiswa baru (Momru) akan diisi dengan beberapa kegiatan, di antaranya pengenalan akademik, ijazah awradul basyariyah dari kiai khos, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa perusahaan syariah serta notaris, Lailatul Ijtima, sepakbola api, aksi damai NKRI, pengambilan sumpah setia terhadap Nahdlatul Ulama, dan Mapaba PMII.

"Rencananya pagi, pengenalan kampus NU Tangerang, dan MoU dengan PT SBL terkait Manajemen Bisnis Berbasis Syariah, juga dengan notaris Abdul Azis, M.Kn terkait praktium dan pengembangan skill aplikatif mahasiswa," ujarnya, Jumat (23/9).

Siti Efi Farhati

"Malam,? lailatul ijtima. Diisi dengan dzikiran dan tawassulan dipimpin oleh KH. M. Mahrusillah, dilanjutkan dengan nasihat dan ijazah dari murabbi ruh STISNU Nusantara Abah Kiai Aliyuddin Zen Pandawa. Setelah itu, mahasiswa akan praktikum debus Banten dan bermain bola api. Di sepertiga malam, mereka (mahasiswa baru) akan diambil sumpah setiannya terhadap Nahdlatul Ulama. Tujuannya, STISNU istiqamah bersama tradisi shaleh ulama dalam tradisi akademik," kata Qustulani.

Terakhir, minggu pagi, diisi dengan kegiatan aksi damai car free day untuk NKRI dan Pancasila serta Islam Nusantara bersama komunitas pemuda Tionghoa, Nasrani, Hindu dan lain lain. Setelah itu, dilanjutkan kegiatan Mapaba PMII.

Siti Efi Farhati

Mahasiswa STISNU Nusantara diharapkan jadi basis atau laboratorium pengaderan generasi muda NU. “Harapannya ketika lulus mereka tidak hanya menjadi alumni dengan bergelar sarjana, akan tetapi mereka punya beban dan tanggungjawab membumikan Nahdlatul Ulama di daerahnya masing-masing,” tambahnya.

Hasanudin Petoy, ketua panitia Momru 2016 menambahkan bahwa tema kegiatan kali ini adalah Jawara Nahdlatul Ulama. Jawara artinya jujur, adil, berwibawa, agamis, religius dan akuntabel.

Pada acara tersebut diagendakan kegiatan pembuatan Kartanu (kantru tanda anggota NU) massal? khusus mahasiswa NU Tangerang Raya oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tangerang Raya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Rabu, 06 Desember 2017

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Oleh: Muhammad Idris Masudi* Hingga tulisan ini dikerjakan, mungkin sudah puluhan tulisan terkait tema Islam Nusantara bertebaran di berbagai media baik cetak maupun elektronik, baik pro maupun kontra. Melejitnya isu ini ditengarai disebabkan oleh sejumlah faktor. 

Konon, tema yang awalnya “adem-ayem” ini, menjadi buah bibir perbincangan masyarakat luas, terutama di dunia sosial-media, mencapai momentumnya pasca acara di Istana Presiden, setelah munculnya pembacaan al-Quran dengan menggunakan “langgam Jawa”. 

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Perlu ditegaskan di sini bahwa sebelum ramainya diskursus Islam Nusantara, pada tahun 2012, STAINU Jakarta telah mendapatkan izin dari kementerian Agama untuk membuka prodi Pascasarjana Sejarah Kebudayaan Islam dengan konsentrasi Islam Nusantara. Pembukaan prodi “baru” ini bahkan meminjam istilah Kiai Said, “jurusan Islam Nusantara ini merupakan jurusan satu-satunya di dunia dan akhirat”. 

Sejumlah kalangan akademisi “mencibir” dengan mengatakan bahwa Islam Nusantara terlalu “jawa sentris”. Karena perbincangan tentang Nusantara yang ditulis oleh sejumlah kalangan yang pro terhadap istilah ini lebih banyak membicarakan soal Islam Jawa.

Siti Efi Farhati

Tulisan pendek di bawah ini hendak mencoba menepis anggapan “miring” di atas dengan menyuguhkan sebuah ijtihad yang –sepanjang pembacaan penulis- hanya pernah dilakukan oleh ulama Nusantara. Yaitu ijtihad yang dilakukan oleh Syeikh Abdus Shamad al-Palimbani tentang keutamaan jihad di lautan dalam kitabnya berjudul “Nashihatul Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.”

Siti Efi Farhati

Sekilas tentang Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani

Syeikh Abdusshamad al-Falimbani dilahirkan pada tahun 1116 H/ 1704 M,[1] di Palembang. Ayahnya, Syeikh Abdul Jalil bin Syeikh Abdul Wahab bin Syeikh Ahmad al-Mahdani adalah seorang ulama yang berasal dari Yaman dan dilantik menjadi Mufti di Kedah (sekarang daerah Malaysia) pada awal abad ke 18M. Sementara ibunya adalah wanita Palembang yang diperistri  oleh Syeikh Abdul Jalil setelah sebelumnya menikahi puteri Dato’ Sri Maharaja Dewa di Kedah.

Perjalanan Intelektual

Syaikh Abdushamad hidup dalam keluarga yang mencintai ilmu tasawuf.[2] Sebagai anak dari seorang mufti, Abdushamad kecil dididik langsung oleh ayahnya, Syeikh Abdul Jalil di Kedah. Kemudian Syeikh Abdushamad di bawah ayahnya untuk mendalami ilmu agama di negeri Patani; di antaranya adalah Pondok Bendang Gucil di Kerisik atau Pondok Kuala Berkah dan Pondok Semala yang kesemuanya berada di daerah Patani, Thailand. 

Pengembaraan intelektualnya tidak hanya berhenti di Patani, melainkan ke India[4], hingga sampai ke Madinah dan Makkah. Sebagaimana dijelaskan Azra dalam bukunya berjudul Jaringan Ulama Nusantara, Madinah dan Makkah (Haramayn) pada masa itu menjadi sebuah pusat intelektual dunia Islam. Sehingga wajar, bila Abdushamad memilih untuk singgah dan belajar di Haramayn.

Guru-Gurunya:

1. Muhammad bin Abdul Karim Al-Sammani

2. Muhammad bin Sulayman al-Kurdi

3. Abdul Mun’in al-Damanhuri

4. Ibrahim al-Rais, Muhammad Murad

5. Muhammad al-Mashri

6. Athaullah al-Mashri

Karya-Karyanya:

1. Zahratul Murid fi Bayani Kalimat al-Tauhid, 1178/1764 M.

2. Risalah Pada Menyatakan Sebab Yang Diharamkan Bagi Nikah, 1179 H/ 1765

3. Hidayat al-Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin, 1192 H/1780

4. Siyar al-Salikin ila Ibadat Rabb al-Alamin, 1194 H/ 1780

5. al-Urwat al-Wutsqa wa Silsilat Waliyil Atqa

6. Ratib Syeikh Abdushamad al-Falimbani

7. Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujtahidin fi Sabilillah.

8. Al-Risalat fi Kayfiyat Ratib Laylat al-Jum’ah

9. Mulhiqun fi Bayan Fawaid al-Nafi’ah fi Jihad fi Sabilillah

10. Zadul Muttaqin fi Tawhid Rabbil ‘Alamin

11. Ilmu Tasawuf

12. Mulkhishut Tuhbat Mafdhah Min al-Rahmat al-Mahdhah ‘Alayhi al-Shalat wa al-Salam

13. Kitab Mi’raj

14. Anis Muttaqien

15. Puisi Kemenangan Kedah

Kontekstualisasi Keutamaan Hadis-Hadis Jihad Maritim

Bagi penulis, yang salah satu kontek menarik dalam karya Syeikh Abdus Shamad ini adalah bagaimana cara beliau mengkontekstualisasikan hadis-hadis nabi. Syaikh Abdus Shamad tentunya menyadari betul bahwa nusantara adalah Negara maritim yang memiliki luas lautan yang lebih besar ketimbang daratan (dua pertiga lautan dan sepertiga daratan). 

Hal ini menjadi salah satu poin penting untung menyerukan jihad di lautan. Melihat potensi ini, Syaikh Abdushamad mendasarkan seruan tersebut dengan mengutip sejumlah hadis tentang keutamaan jihad perang di laut yang di dalam teks hadisnya mencantumkan bahwa pahala perang di lautan lebih besar ketimbang jihad di daratan. Hemat penulis, apa yang dilakukan oleh Syaikh Abdushamad ini menjadi menarik karena dalam kitab-kitab fikih konvensional, jarang- untuk tidak menemukan tidak sama sekali- ditemukan pembahasan tentang jihad di lautan. Salah satu hadis yang dikutip oleh Syaikh Abdushamad dalam menjelaskan tentang keutamaan jihad di lautan adalah hadis riwayat  al-Thabrani:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?[3] 

Artinya: Keutamaan jihad di jalur lautan disbanding jihad di daratan sebagaimana keutamaan jihad di daratan dibandingkan orang yang tidak ikut berperang dan tidak menginfakkan hartanya untuk perang. 

Hadis lain (riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Hilyat al-Awliya’) yang cukup “kontroversial” (ditilik dalam cara penukilan hadis yang tidak menggunakan kitab-kitab hadis kanonik) dalam ranah hadis namun dikutip oleh Syaikh Abdushamad untuk memicu semangat jihad di jalur lautan adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [4] 

Artinya: Semua dosa orang yang mati syahid yang bertempur di daratan diampuni oleh Allah kecuali dalam masalah hutang (materi) dan amanah, sementara semua dosa orang mati syahid, bahkan hutang (hutang yang bersifat haqqullah, bukan haq adami, pent) dan amanah sekalipun.

Penutup

Dari pemaparan singkat ini, kita bisa mengambil banyak faidah dan teladan dari Syaikh Abdus Shamad dalam upayanya membumikan hadis-hadis Nabi dengan melihat pada konteks kekinian dan kedisinian. Sebagaimana para sarjana klasik sering kali mengatakan bahwa “al-Nash mutanahi wal waqa’i’ la tatanaha”, teks-teks al-Quran dan hadis Nabi terbatas sementara realitas terus menerus berjalan sesuai perkembangan zaman. 

Oleh karena itu, ijtihad-ijtihad kreatif harus tetap dilakukan untuk merespon tantangan zaman. Di sisi lain, tulisan ini juga menegaskan bahwa yang dimaksud Islam Nusantara di sini bukan “jawa sentris”, melainkan meliputi seluruh wilayah nusantara. Dan Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani ini salah satu contoh terbaik dari deretan ulama nusantara yang non-Jawa.  

*) Staff bidang Akademik Pascasarjana Islam Nusantara di STAINU Jakarta 

Sumber Bacaan:

[1] Sejumah sumber sejarah yang mengulas biografi Syaikh Abdushamad tidak menyebutkan tahun kelahirannya, konon, kata Azyumardi Azra, hanya dalam buku Tarikh Salasilah Negri Kedah yang memberikan angka tahun kelahiran dan wafatnya. Lihat, Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVII (Jakarta; Kencana, 2007)cet.3, h.306 

[2] Ahmad Luthfi, Muqaddimah Tahqiq Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah, (Jakarta; Wuzarat al-Syuun al-Diniyyah Lil Jumhuriyyah al-Indunisiyah, 2009) cet.1, h.8

[3] Sanad hadis ini oleh al-Munawi dalam Fayd al-Qadir dinilai hasan, lihat Ahmad Luthfi dalam catatan kaki kitab Nashihat al-Muslimin, h. 80. 

[4] Hadis ini menurut muhaqqiqnya, Ahmad Luthfi, terdapat dalam kitab silsilat al-ahadits al-dhaifah wa al-Mawdhu’atnya al-Albani

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, Habib, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Kamis, 30 November 2017

Walikota dari PKS "Masuk" NU

Jakarta, Siti Efi Farhati

Mantan Menteri Kehutanan Republik Indonesia ke-6 Nur Mahmudi Ismail, politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sukses diusung oleh partainya sebagai Walikota Depok periode 2006-2011 kini Mulai mendekati mendekati warga Nahdliyin. Pria kelahiran Kediri, 11 November 1961 ini banyak mengunjungi pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh warga NU.



Walikota dari PKS Masuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota dari PKS Masuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota dari PKS "Masuk" NU

Salah satunya adalah pengajian umum yang diselenggarakan di Masjid Al-Munawwaroh Kompleks Pesantren Ciganjur, Jl. Warung Silah No. 10 Jakarta Selatan. Nur Mahmudi Ismail hadir dan diperkenalkan diri sebagai Walikota Depok, meskipun Ciganjur bukan termasuk wilayah Kota Depok. "Mungkin dia ingin masuk lagi ke NU," celetuk salah seorang peserta pengajian kepada Siti Efi Farhati saat Nur Mahmudi sedang memberikan semacam testimoni.

Dalam penyataannya, Nur Mahmudi menjelaskan bahwa, sebagai pemimpin seorang Muslim harus memiliki jiwa amanah, agar masyarakat yang dipimpin dapat merasa tenteram dan tidak terancam. Seorang pemimpin juga harus menunjukkan karakter kuat untuk melindungi seluruh rakyatnya.

Siti Efi Farhati

Pengajian umum yang dihadirinya kali ini, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Nahdliyin, di antaranya adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi, KH Lukman Hakim selaku perwakilan Pengasuh Pesantren Ciganjur yang juga pemimpin umum Majalah Sufi, KH Zainuddin MZ selaku pembicara dan Zanuba "Yenny" Arifah Chafsoh, puteri KH Abdurrahman Wahid Pengasuh Pesantren Ciganjur. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, Pahlawan, Ulama Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Jumat, 24 November 2017

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Jakarta, Siti Efi Farhati. Anggota Senat Australia, Nick Xenophon, Selasa (10/3/2015) datang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ? (PBNU) untuk meminta dukungan atas keinginan pemerintahnya agar hukuman mati terhadap duo Bali Nine ditunda.?

"Kami sadar (pemberlakuan) hukuman mati ini hak Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu kami tidak meminta dibatalkan, tapi mohon untuk itu ditunda, agar ke depan juga bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Australia bahwa narkoba membawa bahaya yang sangat besar," kata Imam Masjid Afghan, Adelaide, Australia, Syech Kafrawi Abdurrahman Hamzah, peterjemah sekaligus pendamping kedatangan Nick Xenophon ke PBNU.?

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Dua orang delegasi dari Australia itu diterima oleh Syuriyah PBNU KH. Masdar F. Masudi, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsyudi Syuhud, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra, Ketua PBNU H. Mohammad Maksoem Mahfudz, H. Slamet Efendi Yusuf, H. Iqbal Sullam, dan H. Kacung Marijan.?

Siti Efi Farhati

"Jadi kami ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia, dan juga umat agama lain di sini, termasuk Pemerintah Indonesia, bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sudah menunjukkan keinginan bertobat yang kuat. Islam adalah agama rahmat, mengedepankan pengampunan, maka sudah sewajarnya dua warga Australia itu mendapatkan pengampunan," tambah Kafrawi.?

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut Kafrawi mengatakan, pihaknya khawatir jika hukuman mati tetap diberlakukan terhadap duo Bali Nine maka yang terjadi adalah permusuhan antara Australia dan Indonesia.?

Menjawab keinginan yang disampaikan delegasi Australia, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud menegaskan sikap PBNU yang mendukung hukuman mati terhadap pengedar dan bandar narkoba.?

"Tidak semua hukuman mati kami dukung. Ketika Pemerintah Mesir akan mengeksekusi mati tahanan politik, kami bersurat ke PBB agar bisa menghentikan itu. Tapi kalau narkoba beda, karena narkoba sudah membunuh 50 orang di Indonesia setiap harinya," tegas Marsudi.?

Nick Xenophon mengaku bisa menerima sikap keras PBNU terhadap rencana hukuman mati duo Bali Nine. Meski tetap berharap hukuman mati ditangguhkan, dia mengaku tak bisa mengintervensi hukum yang diterapkan di Indonesia. (Samsul Hadi Karim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, Tegal, Olahraga Siti Efi Farhati

Senin, 13 November 2017

Pagar Nusa Kudus Ajak Ma’arif NU Rumuskan Kurikulum Silat

Kudus, Siti Efi Farhati. Agar pencak silat masuk kurikulum madrasah, Pagar Nusa Kudus melibatkan LP Ma’arif NU dalam pembuatan kebijakan maupun konsepnya. Dengan demikian, madrasah dan sekolah NU memiliki satu pemahaman dengan Pagar Nusa dalam realisasinya.

Pagar Nusa Kudus Ajak Ma’arif NU Rumuskan Kurikulum Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kudus Ajak Ma’arif NU Rumuskan Kurikulum Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kudus Ajak Ma’arif NU Rumuskan Kurikulum Silat

Untuk membicarakan ini, Ketua PC Pagar Nusa Kudus K Ali Rosman menyatakan akan berkomunikasi dengan LP Ma’arif NU Kudus. “Kita akan tata bersama supaya Pagar Nusa memang menjadi pencak silat NU yang berkembang besar di madrasah sekolah NU,” terang Ali kepada Siti Efi Farhati, di Kantor PCNU Kudus jalan Pramuka 20 Kudus, ? Ahad (2/2).

Eksistensi Pagar Nusa di lingkungan madrasah dan sekolah NU di Kudus, sambung Ali, sudah tersosialisasikan dengan baik. Namun, belum semuanya menjadikan Pagar Nusa masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler madrasah atau sekolah NU.

Siti Efi Farhati

“Kita berharap semua madrasah NU memasukkan kegiatan pencak silat Pagar Nusa. Bahkan diupayakan madrasah NU tidak mendatangkan perguruan pencak silat lain di luar Pagar Nusa,” lanjut Ali.

Sedangkan pengurus LP Ma’arif Kudus Ali Asyhari menyambut baik keinginan Pagar Nusa mengembangkan di madrasah dan sekolah NU. Bahkan ia memberi isyarat untuk memasukkan Pagar Nusa dalam kegiatan ektrakurikuler wajib di sekolah atau madrasah.

Siti Efi Farhati

“Kita siap duduk bersama mendukung program-program Pagar Nusa yang berkeinginan mengembangkan pencak silat bagi siswa-siswi Ma’arif NU,” ujar Asyhari. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, Hikmah Siti Efi Farhati

Jumat, 10 November 2017

LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini

Jakarta, Siti Efi Farhati. Banyaknya kejadian bencana yang terjadi dan membuat anak-anak usia dini yang menjadi korban, hal ini bukan karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan anak-anak dalam kejadian bencana, diantaranya dikarenakan anak–anak tidak paham apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.?

LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU DKI Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Gempa kepada Anak Usia Dini

Melihat kondisi tersebut diatas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) DKI Jakarta, menyelenggarakan Road Show Dongeng Anak NUsantara, yang bertujuan mengedukasi dan mensosialisasikan nilai-nilai tentang berbakti pada orang tua, guru dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana serta cara menyayangi lingkungan hidup.

LPBI NU DKI Jakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang kepedulian lingkungan juga dilakukan simulasi gempa, pada anak-anak usia dini, Rabu (9/11). Sosialisasi dan simulai gempa dilakukan dengan pendekatan melalui nyanyian tentang langkah-langkah yang dilakukan saat terjadi gempa.?

Pendekatan lagu yang mudah dihafal membuat anak-anak selain senang menyanyikan juga dapat langsung mempraktekkan dan mesimulasikannya. ? Simulasi ini diikuti ? oleh 250 anak ? usia dini dari 11 PAUD di kelurahan Kebon Jeruk Jakarta Barat, kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan komplek Kodam Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Siti Efi Farhati

Penyampaian nilai-nilai melalui media dongeng sangat efektif, selain diikuti oleh 250 murid juga diikuti oleh para wali murid dan guru dari masing-masing sekolah, sehingga jika di total mencapai 400 orang penerima manfaat langsung dari kegiatan sosialisasi dan simulasi ini. ? ?

Ketua HIMPAUDI Kecamatan Kebon Jeruk Elitia, didampingi Manajer Dongeng Anak ? Nusantara ? LPBINU DKI Jakarta, Desi Setyowahyuni menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga anak-anak usia dini juga dapat memahami dan mengamalkan pengalaman yang didapatnya.?

Siti Efi Farhati

M. Wahib, Ketua LPBINU DKI Jakarta dalam Sambutannya ? mengatakan, kegiatan dongeng ini sangat positif. Karena adanya penanaman nilai-nilai kepada anak usia dini, yang akan terus diingat oleh anak-anak, sebagai laporan bahwa ada kebahagiaan dari para wali murid.?

“Karena setelah mendengarkan dongeng anak–anak mau membuang sampah di tempatnya, dan makin sayang dengan orang tuanya, sehingga ke depan anak-anak juga paham tentang kesiapsiagaan dalam bencana, dan ? paham apa yang harus melakukan jika terjadi bencana,” ujar Wahib. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Anti Hoax, Sholawat, Hadits Siti Efi Farhati

Jumat, 27 Oktober 2017

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini

Jakarta, Siti Efi Farhati?

Konferensi Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan digelar pada 25 sampai 27 November 2016 di Pondok Pesantren Ashdiqiyah, Karawang, Jawa Barat. Konferwil tersebut mengangkat tema “Perempuan untuk Indonesia”.?

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini

Konferwil XV ini, menurut Ketua PC IPPNU Ciamis Adiesti Mutia Ayu Fadhila?, tema tersebut sebagai upaya IPPNU Jawa Barat ikut serta dalam setiap derap pembangunan bangsa. "Wanita adalah tiangnya negara, apabila wanita itu baik maka baiklah suatu negara tapi apabila wanitanya hancur maka hancur pula suatu negara," ucap.

Adiesti menuturkan, pentingnya ? peranan perempuan dalam kehidupan dan pembangunan suatu bangsa. Namun dewasa ini, anggapan kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala aspek kehidupan.?

"?Dalam mengatasinya diperlukan upaya dan strategi, dengan mengintegrasikan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan," tuturnya.

Siti Efi Farhati

Tambah dia, ? IPPNU merupakan wadah meliputi upaya dan strategi untuk memberdayakan perempuan dalam pembangunan. IPPNU hadir dalam potret meningkatkan kualitas, dan peran perempuan pada pembangunan semua aspek kehidupan baik mulai pembangunan karakter ditambah dengan terlibat dalam akselerasi proses pembangunan. "?Pemberdayaan kaum perempuan sebagai suatu proses kesadaran, dan pembentukan kapasitas karakter terhadap partisipasi yang lebih besar," tambahnya.?

Menurut dia, kekuasaan serta pengawasan dalam pembuatan keputusan, dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan kaum laki-laki.?

IPPNU hadir sebagai partner pembanguan, ditambah isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang di masyarakat. "Perempuan sebagai sumberdaya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women In Development dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Hadits, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 04 Oktober 2017

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya

Jakarta, Siti Efi Farhati. Dewan Pembina Pimpinan Pusat Pagar Nusa KH Fuad Anwar meminta agar mengurus organisasi pencak silat di NU itu dengan pengibaratan nasi tumpeng. Ia menyampaikan hal itu pada istighasah rutin Selasa Kliwon di masjid An-Nahdlah, lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, Selasa malam (21/1).

Menurut dia, nasi tumpeng itu pada bagian bawah terdapat beragam lauk-pauk, mulai daging ayam, kacang-kacangan, telor, lalapan, sambal, sampai urab. “Di tubuh Pagar Nusa itu pun seperti itu, di bagian bawah terdapat beragam anggota beraneka ragam,” katanya di hadapan puluhan pengurus.

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya

Tapi, semakin ke atas dari nasi tumpeng itu semakin mengerucut. “Pada pucuk tumpeng itulah posisi seorang pemimpin. Pemimpin harus memahami dan mengayomi keberagaman di bagian bawah organisasi,” jelasnya. ?

Siti Efi Farhati

Dengan pola semacam itu, kata mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa periode sebelumnya tersebut, organisasi silat yang didirkan 28 tahun lalu itu bisa beragam dalam satu kesatuan. Fuad sangat menekankan sekali tentang kemenyatuan ini .

Siti Efi Farhati

Kemenyetuan itu, tegas dia, harus diorganisir dengan baik. Ia kemudian memperkuat pernyataannya dengan mengutip sebuah peribahasa Arab. “Islam tidak akan sempurna kalau tidak diorganisir. Pengorganisiran tidak akan berjalan kalau pengurusnya tidak mengurus,” tegasnya.

Kepengurusan pun, tambah dia, tidak akan bermanfaat kalau tidak bersatu dalam ketaaatan terhadap aturan organisasi.

Selain sebagai rutinan Selasa Kliwonan, potong tumpeng itu merupakan tasyakuran PP Pagar Nusa selepas sukses dua bedah buku di gedung PBNU, Selasa sore (21/1). Potong tumpeng dilakukan Sekretaris Jenderal PP Pagar Nusa M. Nabil Harun. Potongan tumpeng itu ia berikan kepada Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman dan KH Fuad Anwar. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Hadits Siti Efi Farhati

Kamis, 28 September 2017

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

Pringsewu, Siti Efi Farhati. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Muhammad Aqil Irham mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk lebih melebarkan sayap dan mengfokuskan sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan untuk memperkuat jamiyah Nahdlatul Ulama. Hal ini disampaikannya di depan sejumlah Pengurus Cabang NU di Provinsi Lampung pada Group Discussion di Aula Gedung NU Pringsewu, Sabtu (16/9).

Aqil yang merupakan pengurus NU asal Provinsi Lampung ini mengingatkan bagaimana sejarah berdirinya jamiyyah NU dititik fokuskan pada penguatan kebangsaan dan perekonomian.

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

"Jamiyah NU lahir di komunitas perkotaan di Surabaya diawali dengan Nahdlatul Wathon, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Ulama. Jadi kita harus memahami bahwa bidang ekonomi menjadi salah satu sektor yang sangat perlu digarap," katanya pada acara yang juga dihadiri Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri ini.

Menurut mantan Ketua GP Ansor Lampung ini, trend perubahan diberbagai sektor perlu juga dicermati agar tidak tertinggal jauh dalam melakukan akselerasi penguatan dan percepatan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Ia memberikan contoh bagaimana saat ini orang yang tidak memiliki kendaraan namun bisa melihat peluang bisnis melalui jasa penyewaan transportasi berbasis android atau online dengan menggunakan kendaraan orang lain yang saat ini sudah menjadi trend.

Penguatan pendidikan, lanjutnya, dapat diperkuat dengan pengkaderan generasi muda yang dilakukan secara intensif sejak pendidikan menengah. Ia mengajak semua elemen di NU untuk merangkul para pelajar dengan berbagai kegiatan dan program yang nantinya akan didistribusikan ke semua lini sehingga penguatan SDM melalui pendidikan akan dapat terealisasi.

Siti Efi Farhati

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu penguatan lembaga seperti sekolah, klinik dan koperasi atau lembaga keuangan di Provinsi Lampung melalui dukungan segenap warga NU.

Pertemuan yang dikemas dalam kelompok diskusi tersebut merupakan upaya terciptanya gerakan bersama dengan kesamaan visi antar pengurus PCNU di Provinsi Lampung dalam memperkuat tiga sektor tersebut.

Siti Efi Farhati

Hadir dalam pertemuan tersebut pengurus PCNU tuan rumah Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Bandarlampung dan Lampung Tengah. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Sabtu, 09 September 2017

Hasyim Berharap Islam ala Indonesia Dihargai

Jakarta, Siti Efi Farhati. Imam dan khatib Masjid Nabawi Madinah Syeikh Dr Abdul Muhsin Al Qasim bersama rombongan melakukan kunjungan ke kantor PBNU, Selasa (29/12). Ia diterima oleh KH Hasyim Muzadi, KH Syaifuddin Amsir, Ir Iqbal Sullam dan Dr Arif Zamhari.

Muhsin menjelaskan, kunjungan ini merupakan silaturrahmi kepada para pimpinan NU yang merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia.

Hasyim Berharap Islam ala Indonesia Dihargai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Berharap Islam ala Indonesia Dihargai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Berharap Islam ala Indonesia Dihargai

Dalam kesempatan ini, Hasyim menjelaskan sejarah perkembangan Islam di Indonesia yang berbeda dengan di jazirah Arab. Dikatakannya, nusantara pada awalnya didominasi oleh agama Hindu dan Budha, yang sampai saat ini peninggalannya masih dipelihara dan dilestarikan seperti candi Borobudur dan Prambanan.

Siti Efi Farhati

Selanjutnya datang para walisongo yang mendakwahkan Islam ke bumi nusantara sampai akhirnya Islam terus berkembang dan saat ini dianut oleh sekitar 85 persen penduduk Indonesia.

Siti Efi Farhati

“Para wali mendakahkan Islam tidak dengan cara kekerasan, tetapi dengan pendekatan budaya. Inilah kunci keberhasilan dakwah Islam di Indonesia,” katanya.

Karena proses dakwah yang menggunakan pendekatan agama inilah, yang menjadikan Islam memiliki warna yang berbeda dengan yang ada di Arab sebagai tempat kelahiran Islam, tetapi tidak keluar substansi Islam.

Negeri Arab, terdiri dari satu bahasa dan budaya sehingga lebih monoton, sementara Indonesia kondisinya sangat beragam, mulai dari entis, bahasa, budaya dan kondisi geografisnya yang terdiri dari berbagai pulau.

“Merupakan prestasi yang luar biasa bisa mengislamkan lebih dari 80 persen penduduk di nusantara,” katanya.

Setelah masuknya Islam di nusantara, wilayah ini kemudian didatangi oleh para penjajah beserta misionarisnya, tetapi mereka tidak mampu merubah keyakinan yang sudah dipegang teguh umat Islam. Agama nasrani hanya bisa berkembang di daerah-daerah yang belum banyak tersentuh oleh pendakwah Islam, khususnya di Indonesia Timur.

Sementara itu syuriyah PBNU KH Syaifuddin Amsir mengusulkan dibentuknya sebuah lembaga riset tentang Islam Indonesia di universitas di Saudi Arabia agar bisa memahami kondisi dan perkembangan Islam di Indonesia secara komprehensif, temasuk mengapa tejadi perbedaan-perbedaan dengan di jazirah Arab. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Jumat, 19 Mei 2017

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Jakarta, Siti Efi Farhati. Salah seorang ulama asal Mekah Arab Saudi Dr Syaikh Muhammad Ismail berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) sore. Bersama rombongan, Syaikh Muhammad membahas masa depan lembaga pendidikan NU di Mekah.

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Hadir dalam kesempatan ini Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Wasekjen PBNU yang membidangi pendidikan Masduki Baidlawi dan Hanif Saha Ghofur, serta Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi dan segenap pengurus pusat LP Ma’arif NU.

Syaikh Muhammad menegaskan, kunjungannya untuk kepentingan pendidikan, bukan politik. ”Kalaupun saya nanti ke pesantren-pesantren maka itu silaturahim biasa, menyangkut pendidikan, akhlak, dan cara-cara berdakwah yang baik,” ujarnya.

Siti Efi Farhati

Masduki menjelaskan, tahun 2000 lalu dia bersama KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Faqih, dan sejumlah kiai lainnya datang ke pesantren Syaikh Muhammad dan mendirikan madrasah NU di Mekah. Kini sekolah swasta untuk tingkat TK hingga SMA ini mengalami sedikit hambatan.

Siti Efi Farhati

”Sekarang pemerintah Arab Saudi sedang menerapkan persyaratan yang sangat ketat, menyangkut keamanan, pelayanan publik, perizinan, dan lain-lain. Kehadiran Syaikh di sini dalam rangka ingin membantu kami mengatasi masalah ini,” katanya.

Masduki menambahkan, di sana status madrasah di bawah pengelolaan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Arab Saudi itu disarankan KBRI menjadi sekolah negeri. Namun, PCINU setempat mengajukan syarat akan tetap mempertahankan karakter dan sejarah ke-NU-an lembaga pendidikan ini.

”Jika tidak, mereka tidak setuju, dan mau dikelola sendiri oleh PCINU. Untuk bantuan kan sudah menjadi kewajiban negara (Arab) kepada pendidikan dasar. Meski swasta NU tetap menuntut untuk mendapatkan hak-haknya karena tak ada perbedaan antara negeri dan swasta,” paparnya.

Kepada Syaikh Muhammad, Marsudi menjelaskan profil singkat NU dan lembaga pendidikannya, termasuk pesantren. Menurut dia, lembaga pendidikan NU di Indonesia sangat besar dan semuanya turut serta mengembangkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pesantren, Kajian Islam, Hadits Siti Efi Farhati

Sabtu, 04 Maret 2017

Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru

Habib Abdullah Asy Syathiri, Hadramaut, Yaman pernah mempunyai seorang murid yang cerdas, sajian ceramahnya indah. Setiap kali si murid ini akan menyampaikan ceramah di suatu tempat, ia pasti menghadap terlebih dahulu kepada Habib Abdullah untuk meminta izin dan restu.?

"Iya, saya kasih izin, semoga engkau dilimpahi keberkahan," kata Habib Abdullah.?

Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru

Berbagai majelis didatangi oleh murid ini. Namun tiba satu waktu yang dilematis. Ia mendapat undangan mengisi ceramah dalam satu tempat, namun berbenturan dengan jadwal mengaji yang diasuh gurunya, Habib Abdullah.

Timbul dalam hati si murid ini untuk membolos. "Ah, sesekaIi tak masalah lah kalau aku tidak masuk majelis taklim," pikirnya.?

Namun tidak seperti biasa, dalam pengajian Ribath Tarim ini, tiba-tiba Sang Guru, Habib Abdullah Asy-Syathiri mengabsen satu persatu nama murid hingga sampai pada panggilan nama seorang murid yang bolos tadi.?

"Fulan bin Fulan," Panggil Habib Salim.

Siti Efi Farhati

"Maaf, dia tidak hadir Tuan Guru," kata salah satu murid yang duduk di majelis.?

Siti Efi Farhati

"Lho, ke mana dia?" tanya sang guru.

"Dia mengisi ceramah di suatu tempat."

"Kenapa dia tidak izin terlebih dahulu kepadaku? Aku tidak ridho dunia akhirat," tegas Habib Abdullah.

Tiba-tiba si murid yang sedang memulai ceramah itu mendadak ia hanya bisa menyampaikan "amma badu, amma badu, amma badu", begitu terus tidak bisa menyampaikan ceramah satu patah kata pun sebagaimana biasanya.?

Setelah kejadian itu, si murid di kemudian hari hidupnya selalu terlunta-lunta, miskin dan tidak bisa cemerlang sebagaimana sebelumnya di mana ceramah agamanya nikmat dan ditunggu banyak orang. Ini hilang semua karena dia tidak mendapat ridho guru.?

(Ahmad Mundzir)

Cerita ini disampaikan oleh KH Agus Reza Ahmad Zahid (Gus Reza Imam Yahya) dalam acara Haul Akbar Ngroto di Komplek Pesantren Miftahul Huda, Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (18/1/2017).?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hadits, Budaya Siti Efi Farhati

Sabtu, 06 Agustus 2016

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, Siti Efi Farhati

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Hadits Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock