Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Hipsi Jembatan Santri Hadapi MEA

Bandar Lampung, Siti Efi Farhati

Bupati Pringsewu, Lampung KH Sujadi Sadat menyatakan, Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) bisa menjadi jembatan menghadapi masyarakat ekonomin Asean (MEA).

Hipsi Jembatan Santri Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi Jembatan Santri Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi Jembatan Santri Hadapi MEA

"Harapan Kiai Sujadi demikian. Selain menjadi wadah pengusaha, juga menjadi ruang calon pengusaha dari santri," ujar H Karim, Ketua Hipsi Lampung, di Bandar Lampung, Selasa (27/9).

Jajaran pengurus Hipsi Lampung melakukan silaturahmi ke Kabupaten Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu dan Pesisir Barat.

Di Tanggamus rombongan diterima Wakil Bupati Syamsul Hadi, di Pringsewu diterima Bupati KH Sujadi, di Pesisir Barat diterima Wakil Bupati Erlina.

Siti Efi Farhati

"Selain sebagai silaturahmi, Hipsi Lampung juga ingin memperkenalkan diri pada pemerintah daerah jika kami siap berkiprah mengajak santri-santri memiliki jiwa kewirausahaan," ? ujar H Karim didampingi Ketua PCNU Pesawaran Kiai Salamun Solihin. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Hikmah Siti Efi Farhati

Kamis, 08 Februari 2018

MWCNU Mojogedang Bahas Sikap Politik Tingkat Ranting

Karanganyar, Siti Efi Farhati. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC) Kecamatan Mojogedang Kab. Karanganyar mengadakan pertemuan ranting, Ahad (12/1) di kediaman Kiai Asrofi, syuriah MWCNU Mojogedang. Acara tersebut diadakan guna membahas sikap politik menjelang pemilu raya pada bulan 9 April 2014 nanti.

MWCNU Mojogedang Bahas Sikap Politik Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Mojogedang Bahas Sikap Politik Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Mojogedang Bahas Sikap Politik Tingkat Ranting

“Pertemuan ini merupakan momen penting karena masalah yang dibahas pun juga masalah penting yang menyangkut orang banyak terutama jamaah NU. Jangan sampai pecah hanya gara-gara beda pendapat tentang sikap politik,” ujar Kiai Muqorrobin ketua MWC NU Mojogedang.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh delapan pengurus ranting dan ketua PCNU Karanganyar tersebut masing-masing ranting diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat mengenai sikap politiknya.

Siti Efi Farhati

Ada beberapa pengurus yang menyatakan untuk mendukung dan mengajak jamaahnya memilih salah salah satu parpol tertentu, namun ada pula yang menolak untuk mendukung partai tertentu.

Siti Efi Farhati

“Masalah politik adalah masalah pribadi masing-masing orang, boleh saja kita mengutarakan sikap politik kita untuk mendukung salah satu parpol tertentu, namun sekali lagi jangan berbicara atas nama NU,” ujar Sukidi salah satu perwakilan ranting Ngadirejo.

Senada dengan pernyataan tersebut, perwakilan dari ranting Pereng juga mengungkapkan bahwa sebagi tokoh agama di desanya. Ia menolak membawa nama tertentu untuk dipilih, karena akan merusak nama baik dan citra sebagai tokoh agama. (Ahmad Rosyidi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII

Bandung, Siti Efi Farhati. Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) angkatan XVI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Nusantara (Uninus) dihadiri salah seorang pendiri PMII, KH Nuril Huda.

Mapaba bertema Gerakan Ideologisasi versus Deregenerasi dan globalisasi tersebut, digelar di kantor PWNU Jawa Barat, di Bandung, Jumat (19/10) hingga Ahad (21/10).

Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba Uninus Dihadiri Pendiri PMII

Pada kesempatan itu, KH Nuril Huda yang datang pada Sabtu, (20/10) bercerita sejarah pendirian PMII pada tahun 1960. Saat itu, ada empat partai terkuat, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI.

Siti Efi Farhati

“Setiap partai mempunyai kader di kalangan mahasiswa, PNI punya GMNI, Masyumi punya HMI, PKI punya CGMI, partai NU belum punya,” katanya.

Siti Efi Farhati

Kemudian ia 13 orang mahasiswa NU menghadap kepada Ketua Umum PBNU waktu, KH Idham Chalid, untuk menanyakan perlun tidaknya dibentuk organisasi mahasiswa NU.

“Perlu!” jawab Kiai Idham Chalid yang memipin NU selama 25 tahun. Jawaban dia, diamini salah seorang Syuriyah PBNU waktu itu, KH Anwar Musaddad.

Dengan demikian, sambung KH Nuril, PMII adalah anak sah NU. Meski kemudian PMII secara struktural pisah, tapi hakikatnya masih anak NU, “Itu hanyalah strategi saja. Benang merahnya masih ada, masih anak NU.”

Sebagai anak muda NU, maka PMII adalah organisasi intelektual berhaluan Ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Karena itulah ia menjelaskan perbedaan aliran keagamaan dalam Islam yang tumbuh di berbagai organisasi di Indonesia.

Mapaba tersebut diikuti 80 orang mahasiswa dan mahasiswi. Selain Uninus, ikut pula beberapa peserta dari kampus sekitar Bandung.

Redaktur:  A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah, Budaya Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Innalillahi, KH Syafiq Naschan Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus Wafat

Kudus, Siti Efi Farhati. Suasana duka menyelimuti kota Kudus. Pada Senin (8/6) siang pukul 12.30 WIB Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus KH Syafiq Naschan wafat. Jenazah kiai yang juga Ketua MUI Kudus ini seketika dimakamkan hari itu pula di pemakaman umum desa setempat. 

Ribuan pelayat dari berbagai kalangan memenuhi rumah duka hingga jalan menuju makam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Innalillahi, KH Syafiq Naschan Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Syafiq Naschan Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Syafiq Naschan Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus Wafat

Saat upacara pemberangkatan, Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi menyampaikan mauidhah hasanah sekaligus sambutan mewakili keluarga. Pada kesempatan itu, Mbah Syaroni mengajak para pelayat mendoakan almarhum sebagaimana perintah sabda Nabi.

Siti Efi Farhati

"Semoga almarhum mengakhiri masa usianya dengan menetapi iman dengan khusnul khatimah, semua amal ibadahnya diterima Allah Swt terutama ibadah hajinya," tutur Kiai Syaroni yang juga besan Almarhum.

Siti Efi Farhati

Disamping menjabat Ketua MUI Kudus, KH Syafiq Naschan semasa hayatnya juga menjadi Ketua IPHI/JHK Kudus, Ketua Yayasan Arwaniyah Kudus dan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kudus. Ia wafat meninggalkan istri, Hj Basyiroh dan 5 anak. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Cerita, Hikmah, Sholawat Siti Efi Farhati

Rabu, 31 Januari 2018

Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar

Sumedang,Siti Efi Farhati. Wakil Rais Pengurus Wilayah Provinsi Jawa Barat KH Muhammad Aliyuddin mengatakan bahwa dengan membela dan membesarkan Nahdlatul Ulama (NU) sama dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar

Hal tersebut disampaikan sebelum pembaitan peserta Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser NU Kabupaten Sumedang di Dusun Palasah, Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dari Sabtu-Ahad (17-28/9).

KH Muhammad Aliyuddin juga menuturkan bahwa bagi warga nahdliyin, mengurus NU itu wajib. Jangan hanya bangga menjadi warga nahdliyin yang kultural saja. Namun harus bangga dengan terlibat dalam struktur kepengurusan NU. Banon dan lembaga NU itu banyak, warga NU bisa memilih masuk kepengurusan.

Siti Efi Farhati

Zaman sekarang perkembangan berbagai paham dan golongan yang tidak sesuai dengan Aswaja ala NU subur sekali. Malahan paham NU saat ini banyak diserang oleh golongan tersebut. Meraka suka mengadu domba antarsesama warga NU, malahan tidak sedikit yang membuat fitnah terhadap NU.

“Ini sebuah tantangan bagi warga Nahdliyin. Ayo kita urus organisasi NU ini dengan benar. Jangan hanya jadi warga nahdliyin yang pasif. Tapi jadilah warga NU yang aktif,” ajak KH. Muhammad Aliyuddin.

Siti Efi Farhati

Pada kesempatan itu, ia memberikan ijazah Hizib Nashar kepada seluruh peserta dan panitia. “Banser itu harus kuat lahir dan batinnya. Yang dibela oleh Banser itu tidak hanya NU, tapi juga NKRI. Semoga Hizib Nashar ini dapat bermanfaat untuk perjuangan Banser,” katanya.

Sementara Kepala Satuan Komando Cabang Banser Kabupaten Sumedang Dadan Khoerudin mengajak kepada seluruh anggota Banser untuk lebih solid lagi. Banser NU Sumedang harus satu komando dan bersatu, jangan mudah dipecah belah. Is juga berjanji akan terus menjaga dan merawat anggota Banser. Ini semua demi NU dan NKRI. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah, Pesantren, AlaNu Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

Aksi Tanggap Bencana Terus Dilakukan PMII

Tangerang Selatan, Siti Efi Farhati. Para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di berbagai daerah, terus melakukan aksi kemanusiaan untuk korban bencana erupsi Gunung Kelud. Kali ini dilakukan PMII Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mereka turun ke jalan, kemudian meminta sumbangan kepada para pengguna jalan di beberapa ruas di daerah Tangerang Selatan dan Jakarta. Di antaranya di lingkungan kampus UIN Jakarta, Jalan TB Simatupang, Lebak Bulus, dan Blok M pada Senin (17/2).

Aksi Tanggap Bencana Terus Dilakukan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Tanggap Bencana Terus Dilakukan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Tanggap Bencana Terus Dilakukan PMII

Mereka juga membuka posko peduli Gunung Kelud di depan kampus mereka, yakni halte UIN Jakarta, untuk mengumpulkan baju-baju layak pakai, keperluan bayi, serta masker.

Siti Efi Farhati

Ketua PMII Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Ciputat, Anggit Rahmadi Triatmodjo mengatakan, kegiatan ini atas dasar rasa kemanusiaan. “Tidak ada maksud apapun dalam kegiatan ini. Kami hanya ingin meningkatkan rasa kemanusiaan kepada anggota dan kader-kader PMII untuk lebih menimbulkan rasa kemanusiaan dan rasa nasionalisme terhadap lingkungan,” katanya.

Siti Efi Farhati

Kegiatan ini, tambah dia, akan dilakukan rutin mulai Senin (17/2) sampai Jumat (21/2). “Insya Allah, kami akan mengirim beberapa relawan dari anggota dan kader-kader kami untuk terjun langsung ke Jawa Timur, untuk membantu sahabat-sahabat relawan di sana,” tambahnya.

Aksi kemanusiaan ini juga akan dilakukan dengan berpindah-pindah lokasi, yakni di sekitar Blok M, Lebak Bulus, Bintaro, sekitar Jakarta Selatan dan Barat, pada Selasa (18/2). (Yusran Rafiqie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah Siti Efi Farhati

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, Siti Efi Farhati. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

Siti Efi Farhati

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

Siti Efi Farhati

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah, Nusantara, PonPes Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock