Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 bertepatan 21 Januari 1973, penulis mendampingi Subchan ZE keliling balad Jeddah. Di dalam mobil, penulis dengan lugu bertanya: "Di koran pak Subchan diberitakan akan kawin. Dengan siapa, Pak?". "Betul, tapi yang mau kawin itu pikiran Subchan dengan pikiran Soeharto", jawabnya.

Lalu tanya penulis: "Bagaimana dengan isu miring bahwa Pak Subchan punya hobi ke dumang, dunia remang-remang, klub malam. Kan bapak seorang tokoh NU?"

Jawabnya: "Subchan ZE Wakil Ketua MPRS-RI itu selalu berada di tempat tidak jauh dari mobil B 4 parkir. Termasuk di night club itu betul tetapi ingat, sebagai Wakil Ketua MPRS, petinggi NU, dan seorang Muslim pada dasarnya adalah Muballigh, yang harus menyampaikan pesan Rasul walau hanya seayat. Coba siapa dari para kiai dan atau dai yang berani tanpa sembunyi-sembunyi nyambang tempat remang-remang untuk antarkan nasihat, nanting kembali ke jalan yang benar. Bukankah dakwah justru lebih dibutuhkan di tempat seperti itu daripada di mesjid dan surau?”

“Harus diingat,” sambungnya, “bahwa apapun yang kita lakukan, niat adalah hal pokok. Maka bulatkan tekad bahwa segalanya diniatkan untuk ibadah pada Allah dalam berkhidmah melayani kepentingan umat. Serahkan diri artinya niatkan semuanya hanya untuk memperoleh ridlo Allah sehingga kelak bisa menemuiNya dengan hati yang damai.”

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Ia lantas mengutip ayat ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? laa yanfau maalun wa laa banuuna illaa man ata-Llaaha bi-qalbin saliim, yakni: tidak akan berguna harta dan anak keturunan kecuali siapa yang datang menemui Allah dengan hati yang damai. Dan menyampaikan petikan hadits ? ? Ad-Diinu nashiihah. Agama adalah nasihat.

“Maka nasihatku, jika nanti kamu berniat terjun kiprah di politik, tebalkan terlebih dahulu bantalanmu. Jangan heran dan jangan gamang, jika datang menerpamu isu masuk partai untuk memperkaya diri. Lihatlah nanti setelah saya istirahat panjang, apakah saya masuk NU untuk memperkaya diri ataukah benar untuk berkhidmat bagi kepentingan umat? Kini saatnya, kuingin bangun hotel di Mekkah. Kumau istirahat panjang."

Siti Efi Farhati

Subhanallah, Pak Subchan ZE ternyata bukan hanya politikus ulung, tetapi juga kiai yang mumpuni. Ketika ditanya, "Kenapa Pak Subchan tidak membalas balik serangan pihak yang mendiskreditkan?" Jawabnya: "Man satara musliman satarahulLaahu fid-dunyaa wal-aakhiroh. Siapa menutupi (cela/aib/keburukan) seseorang Muslim maka Allah menutupi (cela/aib/keburukan)-nya di dunia dan akhirat.”

Dari sejak pagi perjumpaan hari itu, penulis sudah menyampaikan keinginan teman-teman agar Pak Subchan berkenan singgah di gubuk kami di Baghdadiyah Jeddah, dekat Hotel AlAttas. Maka adalah sebuah "barokah", kebetulan ketika itu tak satu pun kamar hotel di Jeddah yang kosong, maka Pak Subchan tidak memiliki alasan untuk tidak singgah ke gubuk tempat kami para kerabat mahasiswa/alumni Timur Tengah kumpul-kumpul.

Selanjutnya, setelah qailuulah atau tidur siang sejenak, kemudian mandi sore dan shalat, seraya mengikat tali sepatu beliau bersenandung, "Yang hilang tak kan kembali..." Serta merta penulis bilang: "Wah, Pak Subchan, bisa-bisa ngalahin Bob Tutupoli!"Sambil tersenyum lebar beliau merespon: "Oh ya? Tapi janganlah.. Kasihan nanti para penyanyi bisa kehilangan job."

Siti Efi Farhati

Kemudian beliau berpamitan untuk ke Mekkah dan Medinah menggunakan mobil Mercides warna putih milik Pak Abdullah Sumbawa, didampingi Pak Faisal Rochlan (adik beliau) dan Pak Nur (pemilik Percetakan Menara Kudus). Penulis ingat persis, hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 atau tanggal 21 Januari 1973, sudah berselang empat dasawarsa lebih, tapi rasanya seakan baru saja kemarin beliau tiga kali menoleh ke penulis dan teman-teman seraya berucap: "Selamat tinggal... Fii AmaanilLaah!"

Usai maghrib, ketika itu bersama keluarga Cak Bakrin Kafi, penulis sedang menjamu Kepala Inkopad, Pak Brigjen Djoko Basoeki sekeluarga, datanglah sahabat penulis bernama Yazid Ramli dari Mekkah membawa berita dukacita. Di luar pintu Yazid Ramli memeluk lunglai penulis yang dengan suara lirih bertanya: "Kenapa? Pak Subchan?!" Berbareng kami mengucap lirih: "Innaa lilLaahi wa innaa ilaiHi roojiuun".

Malam itu Cak Bakrin Kafi dan penulis tidak sampai hati untuk menginformasikan berita duka cita itu ke Pak Brigjen Djoko Basoeki, yang pamitan mau terbang ke Amerika untuk suatu tugas, dan keluarga terbang pulang ke Jakarta.

Musim haji tahun 1392/1973 itu Amiirul-Haj Indonesia adalah Pak Jenderal Amir Machmud, Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Umum Golkar. Maka tentunya dapat dibayangkan, isu politik seperti apa yang sangat mungkin serta merta dapat mencuat menjelma menjadi malapetaka amat dahsyat di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur, belahan Nusantara basis kaum santri dan Nahdliyiin. Karena itu, penulis segera mencoba-yakinkan Cak Bakrin Kafi, putra Kiai Cholil Bangkalan Madura, untuk melakukan tindakan darurat demi keamanan situasi negeri tercinta dengan menangkal kemungkinan hembusan fitnah. 

Alhamdulillah Cak Bakrin tanggap, maka malam itu juga bersama penulis ke Telkom Jeddah (musim haji buka 24 jam) mengirim dua telegram (isi berita sama, yaitu: "kilat":

"Innaa lilLaahi wa innaa ilaihi raajiuun, telah berpulang ke rahmatulah SWT almarhum haji Subchan ZE karena kecelakaan murni, ulangi karena kecelakaan murni, di Wadi Fatmah dalam perjalanan darat dari Mekkah ke Medinah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya serta mengampuni segala dosanya dan membangunkan tempat mulia di taman surgaNya, sementara ahli keluarga dan kita yang ditinggalkan tetap tabah, tawakkal dan tulus ikhlash mendoakannya disertai membaca al-faatihah. Demikian, Bakrin Kafi dan Muzammil Basyuni) masing-masing dialamatkan ke Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya - Jakarta Pusat; dan

Keluarga Bapak Subchan ZE. AlMarhum, Jl. Banyumas No.4, Menteng, Jakarta Pusat.

Sopir Pak Subchan ZE, yaitu Syauqi Thohir Rochili, putra Pengasuh Ponpes AtTahiriyah  Kampung Melayu, Jatinegara, sempat ditahan di penjara, lalu dibebaskan atas permohonan keluarga AlMarhum. 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Waktu itu dua sesepuh: Al-Mukarram KH. Bisri Syamsuri, Rais Aam NU (yang mengskors Pak Subchan ZE dalam kepengurusan struktural PBNU); dan Al-Mukarram KH Ali Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogya, guru besar penulis, juga menunaikan haji bersama keluarga.

Sungguh amat mengharukan ketika di acara Tahlil di Bait Indonesia Jiyad Mekkah, Al-Mukarram Rais Aam NU meminta kesaksian para hadirin atas pernyataan beliau merehabilitasi nama harum Pak Subchan ZE rahimahullaah, dan secara eksplisit juga menyatakan mencabut keputusan skorsnya tersebut di atas. 

Dan penulis bersyukur bahwa pada malam itu Al-Mukarram KH Ali Maksum telah berkenan untuk melakukan Talqiin keesokan harinya bakda dluhur, pada acara pemakaman Almarhum di Mala Mekkah.

Allah Maha Besar lagi Maha Mendengar, Pak Subchan ZE telah memperoleh restuNya membangun "hotel"-nya di Mala Mekkah dan istirahat panjang.

 

                          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Yaa ayyatuhan-nafsul-muthmainnah. Irjiii ilaa Rabbiki râdliyatan mardliyyah.. fadkhul fî ibâdî wadkhulî jannatî."

 

 

Muzammil Basyuni. Dubes RI untuk Rep. Arab Suriah 2006-2010.

Arinda, 21 Januari 2011.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Humor Islam, AlaNu Siti Efi Farhati

Sabtu, 17 Februari 2018

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas

Aceh Besar, Siti Efi Farhati. Meski baru dilantik Selasa malam (22/8) lalu, PCNU Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam telah bergerak jauh sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, salah satu pergerakan mereka adalah mengupayakan pendirian Universitas Nahdlatul Ulama. Perguruan tinggi dianggap ujung tombak untuk kemajuan umat Islam secara umum, dan NU secara khusus. ?

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCNU Aceh Besar Ingin Dirikan Universitas

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Aceh Besar Tgk. Dhiauddin Idris mengatakan, NU harus turut serta dalam mengelola negara Indonesia. Syarat utama untuk melakukan itu butuh calon-calon penyelenggara negara yang berkualitas. NU memiliki kader warga yang secara kultur mayoritas.

“Kami optimis untuk jurusan-jurusan tertentu justru akan jadi minat utama calon mahasiswa, misalnya kedokteran atau keperawatan, dimana nantinya para alumni dapat mendedikasikan dirinya pada lembaga-lembaga amal usaha NU, bahkan masyarakat secara luas; mengingat begitu banyak anak-anak Aceh yang butuh perhatian khusus. Apalagi Aceh Besar merupakan daerah penyelenggaran pendidikan inklusif yang dicanangkan Kemdikbud,” jelasnya Jumat malam (26/8). ?

Siti Efi Farhati

Saat ini , tambahnya, pendirian universitas dalam tahap pengurusan lahan. Sementara taget berdiri, kalau memungkinkan, ingin tahun ini. “Kita berharap secepatnya. Kami baru ditugaskan PWNU Aceh untuk mengurus hibah lahan. Insyaallah kalau dalam dua bulan ini hibah lahan clear,” katanya.

Menurut dia, jika pengurusan hibah itu berjalan dengan lancar, maka tahun ini juga akan didirikan karena sudah ada yang menawarkan pendirian bangunan sederhana yang dapat difungsikan sebagai sekretariat panitia pendirian sekaligus sekretariat PCNU Aceh Besar. (Abdullah Alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Doa, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 31 Januari 2018

Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar

Sumedang,Siti Efi Farhati. Wakil Rais Pengurus Wilayah Provinsi Jawa Barat KH Muhammad Aliyuddin mengatakan bahwa dengan membela dan membesarkan Nahdlatul Ulama (NU) sama dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Aliyuddin Baiat Banser dan Beri Hizib Nashar

Hal tersebut disampaikan sebelum pembaitan peserta Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser NU Kabupaten Sumedang di Dusun Palasah, Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dari Sabtu-Ahad (17-28/9).

KH Muhammad Aliyuddin juga menuturkan bahwa bagi warga nahdliyin, mengurus NU itu wajib. Jangan hanya bangga menjadi warga nahdliyin yang kultural saja. Namun harus bangga dengan terlibat dalam struktur kepengurusan NU. Banon dan lembaga NU itu banyak, warga NU bisa memilih masuk kepengurusan.

Siti Efi Farhati

Zaman sekarang perkembangan berbagai paham dan golongan yang tidak sesuai dengan Aswaja ala NU subur sekali. Malahan paham NU saat ini banyak diserang oleh golongan tersebut. Meraka suka mengadu domba antarsesama warga NU, malahan tidak sedikit yang membuat fitnah terhadap NU.

“Ini sebuah tantangan bagi warga Nahdliyin. Ayo kita urus organisasi NU ini dengan benar. Jangan hanya jadi warga nahdliyin yang pasif. Tapi jadilah warga NU yang aktif,” ajak KH. Muhammad Aliyuddin.

Siti Efi Farhati

Pada kesempatan itu, ia memberikan ijazah Hizib Nashar kepada seluruh peserta dan panitia. “Banser itu harus kuat lahir dan batinnya. Yang dibela oleh Banser itu tidak hanya NU, tapi juga NKRI. Semoga Hizib Nashar ini dapat bermanfaat untuk perjuangan Banser,” katanya.

Sementara Kepala Satuan Komando Cabang Banser Kabupaten Sumedang Dadan Khoerudin mengajak kepada seluruh anggota Banser untuk lebih solid lagi. Banser NU Sumedang harus satu komando dan bersatu, jangan mudah dipecah belah. Is juga berjanji akan terus menjaga dan merawat anggota Banser. Ini semua demi NU dan NKRI. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Hikmah, Pesantren, AlaNu Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Universitas Indonesia

Depok, Siti Efi Farhati. Tak seperti biasa, lagu Ya Lal Wathon yang lazimnya sering didengungkan di pesantren, lembaga maupun jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) Sabtu (28/10) pagi, lagu semangat nasionalisme yang digubah oleh KH Abdul Wahab Chasbullah ini mengema di Gedung Auditorium Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia (PSJ-UI) dalam rangka 1st Santri Writer Summit serta merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.

Menurut Desi Sulaiman, salah satu anggota paduan suara yang juga santri Umul Quro, Bogor, mengatakan, dengan dinyanyikannya lagu Ya Lal wathon pada kegiatan yang diikuti oleh ratusan santri dan pemerhati pesantren ini bertujuan untuk memupuk nasionalisme bersama dan sekaligus mengenalkan kepada khalayak bahwa pesantren merupakan basis yang selalu mengawal Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Universitas Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Universitas Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagu Ya Lal Wathan Menggema di Universitas Indonesia

“Iya, untuk menumbuhkembangkan rasa Nasionalisme dan supaya dunia luar pesantren tahu tentang besarnya nasionalisme kaum pesantren,” tuturnya. 

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama bersama Komunitas Santri Nulis ini telah menyaring essay yang diikuti oleh 357 orang santri se-Indonesia, kemudian disaring menjadi 50 santri pilihan.

Sebagai bentuk penghormatan, santri yang lolos seleksi akan mendapatkan hadiah dari panitia berupa hadiah liburan ke Singapura. Demikian ungkap salah satu panitia, Nur Sehah. 

Siti Efi Farhati

“Peserta dengan performa terbaik akan mendapatkan tiket liburan ke Singapura sebagai apresiasi yang diberikan pihak penyelenggara,” tandasnya. 

Dalam seminar ini, lanjutnya, hadir sebagai narasumber budayawan Prie GS, Habiburrahman El-Sirazi, Abdul Wahab dari Santri Online serta beberapa narasumber lain. (Ahmad Mundzir/Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Nahdlatul, Doa Siti Efi Farhati

Minggu, 21 Januari 2018

Hidayah Taufiqiyyah, Ini Penjelasan Kiai Maruf

Mimika, Siti Efi Farhati. Dengan suara yang mantab, Johanes mengucapkan syahadat di hadapan Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Jumat (26/10).

Hidayah Taufiqiyyah, Ini Penjelasan Kiai Maruf (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidayah Taufiqiyyah, Ini Penjelasan Kiai Maruf (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidayah Taufiqiyyah, Ini Penjelasan Kiai Maruf

Pemuda asal NTT itu telah cukup lama tinggal dan bekerja di Timika. Kehadiran Kiai Maruf di Masjid Babusalam Timika, dimanfaatkan untuk mengikrarkan tekadnya menjadi penganut agama Islam.

Kiai Maruf berharap Johanes lebih giat belajar agama dan bisa menjalankan syariat Islam dengan baik. Ia juga menyinggung betapa pentingnya hidayah iman. 

“Hidayah ini pemberian dari Allah. Dan merupakan nikmat yang besar ketika diberi hidayah masuk agama Islam, seperti yang baru kita saksikan,” kata Kiai Maruf.

Kiai Maruf menjelaskan adanaya hidayah taufiqiyyah, yakni pemahaman agama yang sesuai dengan keinginan Allah. 

Siti Efi Farhati

“Sekarang banyak pemahaman yang beragam, namun jika Allah memberikan hidayah taufiqiyyah maka kita bisa memahami dan memilih jalan yang benar,” ungkapnya.

Pemahaman yang benar, lanjut Kiai Maruf, dipahami sebagai hal yang memang benar. Pemahaman yang salah hendaknya dipahami juga sebagai sesuatu yang salah. 

“Allah memberikan hidayah sehingga kita bisa bedakan mana yang benar dan mana yang salah,” tandasnya.

Di Mimika, selain berceramah di Masjid Babusalam, Kiai Maruf juga melakukan lawatan ke Yayasan Pendidikan NU, serta melakukan Dialog Kebangsaan. (Sugiarso/Kendi Setiawan)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Jakarta, Siti Efi Farhati. Direktur The Wahid Institute mengoreksi berita di media yang seolah-olah ia hanya mendukung pengosongan kolom agama di KTP. Menurut salah satu sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU ini, ia justru mendukung pula pilihan untuk mengisi kolom agama bagi para pemeluknya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Di sini ada dua solusi. Pertama, komunitas agama dan kepercayaan di luar enam agama bisa mengosongkan. Kedua, mereka juga bisa mengisi agama dan kepercayaan mereka," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (9/11).

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Selama ini masih ada komunitas dan kelompok di luar enam agama yang dipaksa memilih satu di antara enam agama dan tidak bisa mengosongkan kolom agama. Padahal itu bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2006 dan direvisi menjadi UU Nomor  24 Tahun 2013 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.

Siti Efi Farhati

Dalam pasal 64 ayat (2) UU Nomor 24  Tahun 2013 disebutkan, "Keterangan tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan."

Siti Efi Farhati

Untuk mengatasi masalah diskriminasi dan pemenuhan yang adil terhadap warga negara itu Yenny meminta negara mengakomodasi warga di luar enam agama yang diakui untuk bisa mencantumkan agama dan keyakinan mereka dalam KTP, bukan hanya tanda strip (-). Misalnya untuk komunitas Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Parmalim, atau agama-agama lain di luar yang enam.

"Itu bentuk perlindungan dan pemenuhan keadilan oleh negara," ujar putri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Di beberapa tempat seperti Bekasi dan Meneges, Jawa Tengah, ada penganut agama lokal yang bisa mencantumkan  identitas "kepercayaan" di KTP mereka. "Itu bisa jadi contoh bahwa ternyata bisa mengisi kata selain  tanda strip," imbuhnya.

Pengosongan dan pengisian kolom agama dalam KTP di luar agama yang enam sejauh ini dinilai Yenny pilihan yang lebih bijak. "Yang enam dilindungi, di luar mereka juga dijamin," kata mantan jurnalis The Sydney Morning Herald dan The Age Australia itu. lagi.

Dengan begitu setiap warga negara merasa tidak khawatir kehilangan identitas keagamaan mereka. Yang terpenting, tambahnya, justru memastikan bagaimana pelayanan pemerintah di pusat dan lokal tidak diskriminatif dan merugikan hak-hak dasar lain untuk mereka yang di luar yang enam. "Apalagi kita setuju bahwa negara ini tidak mengenai istilah agama resmi dan tidak resmi," pungkasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu Siti Efi Farhati

Jumat, 12 Januari 2018

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

Bandung, Siti Efi Farhati - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Bimbingan Tes (Bimtes) sebagai bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa baru yang hendak mengikuti tes masuk melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri.

Sedikitnya 245 calon mahasiswa baru mengikuti Bimtes ini di SMK KIfayatul Akhyar Cibiru, Bandung, Jawa Barat, 28-29 Juni 2016. Menurut Ketua Pelaksana Farhan mengatakan, agenda ini diadakan sebagai kepedulian terhadap mahasiswa baru yang sedang bingung menghadapi testing.

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

“Bimtes ini seperti apa yang dikatakan Soekarno ketika berangkat tanpa persiapan maka siap-siap pulang tanpa penghormatan,” ujar Farhan.

Siti Efi Farhati

Senada dengan Farhan, Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Agus Taufik Habibie mengatakan bahwa calon mahasiswa baru (camaba) perlu dibimbing dan diberikan arahan sebab mereka berasal dari berbagai daerah yang jauh.

Siti Efi Farhati

“Nantinya calon mahasiswa baru ini tidak terlalu gagap dan kaget melihat soal-soal, karena bukan dari Aliyah saja, ada yang dari SMK, STM sangat perlu bimbingan dari PMII,” ujar Habibi.

Habibi pun menambahkan bahwa camaba bukan hanya diberikan kisi-kisi mengenai materi-materi yang akan diujikan tetapi bimtes PMII ini pun memberikan materi tentang keislaman dan keindonesia yang memuat nilai perdamaian dan toleransi.

“Kami juga tidak hanya bimbingan, try out dan testing saja, tapi kami menyelundupkan ajaran bersifat adem, damai dan toleran serta memperkenalkan juga (apa itu) PMII,” ujarnya.

Fasilitator bimtes ini didatangkan dari alumni PMII, kalangan profesional dan dosen UIN Sunan Gunung Djati. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Internasional, Tegal Siti Efi Farhati

Rabu, 10 Januari 2018

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pola relasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa sebatas mengandalkan modernisasi struktur. Memasuki abad ke-2, NU sebagai organisasi harus mampu mengkombinasi empat pilar kekuatan yang dimilikinya, nasab, sanad, struktur, dan kultur.?

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

Empat elemen ini, merupakan penataan pola relasi yang baik organisasi NU menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis dan terbuka. Sebaliknya, justru yang terjadi hari ini adalah rasa memiliki yang semakin kuat, tanpa diiringi rasa tanggungjawab.?

“Banyak pihak lebih mudah mengatasnamakan NU sebagai jalan pintas mendapat keuntungan, tanpa memikirkan dampaknya buat organisasi, termasuk warga NU,” kata Hery Haryanto Azumi, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU), Ahad (23/10/2016).

Ia menegaskan, hubungan nasab dan sanad, harus teraplikasi dalam bentuk tanggungjawab struktural dan kultural. Hal ini dilakukan agar setiap program kerja yang digagas bisa terukur. Terutama mengukur setiap risiko dari program kerja.?

Siti Efi Farhati

“Implikasinya terhadap masa depan organisasi NU itu juga harus dipetakan,” tegas mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) ini.?

Kemudian dimana pentingnya Sanad? Ditanya demikian, Hery-demikian ia akrab disapa menambahkan, adalah menanamkan posisi pengetahuan sebagai pondasi dalam perjalanan peradaban manusia. Harapannya, ada gambaran tentang peta pengetahuan secara sektoran dan sebarannya.?

Berarti, lanjut dia, menjadi penting kekuatan sumber daya di tubuh organisasi NU. Sumber daya sosial menjadi basis legitimasi bagi keberadaan NU itu sendiri, baik itu kemarin, hari ini dan masa mendatang. “Ini perlu dukungan kemampuan sumber daya manusia pada struktur organisasi NU, sebagai pelaksana mandat sosial,” ujarnya lagi.?

Modernisasi struktur yang terjadi hari ini, tidak mengikutsertakan nasab dan sanad. Kondisi ini berbahaya dan justru bisa memicu konflik kekuatan struktural dengan kultural, Hery menambahkan.?

Seharusnya, struktur NU mampu mengakomodir kepentingan atau kebutuhan warga NU, dengan melakukan social service sebagai upaya membangun komunikasi timbal balik - simbiosis mutualisme antara jam’iyyah dengan jamaah.

Siti Efi Farhati

“Semua tidak akan berjalan baik, apabila nalar kekuasaan dan mencari keuntungan lebih dominan. Sense of belonging harus seiring dengan sense of responsibility,” tegasnya.?

Untuk itu ke depan, lanjut dia, organisasi NU harus mengintegrasikan empat kekuatan tadi, nasab, sanad, struktur dan kultur, yang fungsinya saling menguatkan. “Cara yang bisa menyatukan kekuatan itu melalui permusyawaratan ulama. Permusyawaratan ulama ini menjadi pengikat,” tandasnya. (Aras/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pesantren, Cerita, AlaNu Siti Efi Farhati

Selasa, 09 Januari 2018

Maulid Nabi, Santri Tremas Khatamkan Pembacaan Maulid Al-Barzanji

Pacitan, Siti Efi Farhati - Umat Islam di seluruh dunia memperingati hari kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Robiul Awal dengan berbagai kegiatan. Ribuan santri Pesantren Tremas Pacitan yang menggelar puncak peringatan maulid nabi dengan mengkhatamkan pembacaan Maulid al-Barzanji, Ahad (11/12) malam. Acara ini merupakan penutup kegiatan pembacaan Maulid al-Barzanji (dziba’an) yang sudah dilakukan sejak malam 1 Robiul Awal lalu.

Ribuan santri memenuhi halaman Masjid Pesantren Tremas. Para kiai, pengasuh, ustadz duduk melingkar di tengah-tengah para santri. Mereka secara bergantian membaca sejarah perjalanan hidup Nabi yang terangkum dalam kitab Maulid al-Barzanji karangan Syekh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad al-Barzanji itu hingga khatam.

Maulid Nabi, Santri Tremas Khatamkan Pembacaan Maulid Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, Santri Tremas Khatamkan Pembacaan Maulid Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi, Santri Tremas Khatamkan Pembacaan Maulid Al-Barzanji

Pengasuh Pesantren Tremas, KH Luqman Harits Dimyathi dalam tausyiahnya menuturkan riwayat tentang kapan dan siapa yang pertama kalinya melakukan perayaan Maulid Nabi. Dijelaskan bahwa yang pertama kali merayakan hari kelahiran nabi pada Senin 12 Robiul Awal adalah para malaikat.

Siti Efi Farhati

“Pada malam itu, para malaikat yang dipimpin oleh malaikat Jibril dan seluruh mahluk yang ada (baik yang ghaib maupun tidak ghaib) memenuhi Makkah. Mereka melakukan ihtifal, berhaflah, resepsi, menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mulia itu,” jelas kiai yang merupakan Katib Syuriyah PBNU itu.

Para malaikat yang hadir itu, imbuhnya, turut merasakan kebahagiaan atas kelahiran nabi yang kelak akan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Oleh sebab itu, sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW, sangat dianjurkan sekali untuk memeriahkan hari kelahiranya.

Siti Efi Farhati

“Hari kelahiran Rasulullah ini mari kita rayakan, mari kita haflahkan, sebab para malaikat sudah bersama-sama melakukanya,” ajaknya.

Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok itu mengajak kepada para santri untuk pandai bersyukur sebab telah diciptakan menjadi umat Baginda Nabi Muhammad SAW. Menjadi umat Nabi merupakan sebuah anugrah dan kebanggan, sebab Nabi Muhammad SAW merupakan makhluk yang paling istimewa di muka bumi ini. Salah satu wujud mensyukuri nikmat itu, imbuhnya, yaitu dengan memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Peringatan maulid nabi pada 12 Rabiul Awal rutin digelar oleh keluarga besar pesantren? Tremas Pacitan sebagai ekspresi mencurahkan segala bentuk kerinduan kepada baginda nabi Muhammad SAW.

Ribuan santri dengan khusyuk melantunkan puji-pujian dan shalawat dengan harapan kelak mendapat syafaat dari baginda nabi Muhammad SAW. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Rotal Amin dan KH Asif Hasyim. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Pesantren Siti Efi Farhati

Senin, 08 Januari 2018

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Panitia Muktamar Ke-33 NU meminta laporan kesiapan masing-masing komisi sidang terkait materi yang akan dibahas di sejumlah kota sebelum muktamar. Pada rapat ini, pihak panitia mengingatkan kepada masing-masing penanggung jawab komisi untuk mengangkat persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU

“Kita harus membahas rumusan terbatas perihal suatu isu yang penting di negeri ini. Misalnya RUU terkait perlindungan ? umat beragama yang selalu gagal disahkan. NU mesti bicara,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Slamet Effendy Yusuf di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Kualitas NU ke depan, sekurangnya bisa dilihat dari sejauhmana kesungguhan penanggung jawab komisi pada Muktamar Ke-33 ini, kata Slamet.

Siti Efi Farhati

Rapat ini dihadiri oleh penanggung jawab masing-masing sidang komisi yang berjumlah enam persidangan.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi mengusulkan, panitia sidang masing-masing komisi bisa mengangkat isu yang pernah dibahas di muktamar sebelumnya atau di ranting, wakil cabang, cabang, atau wilayah NU.

Siti Efi Farhati

“Persoalan yang dibutuhkan verifikasi atau syarah, bisa diangkat lagi. Bahkan, putusan lama yang tidak relevan bisa ditinjau ulang atau bilamana kebutuhan mendesak, bisa dinasakh. Ini berlaku untuk putusan NU atau hukum positif di Indonesia seperti UU dan peraturan lainnya,” kata Kiai Masdar yang juga memimpin rapat panitia.

Usulan Kiai Masdar diamini penanggung jawab sidang komisi bahtsul masail diniyah Qanuniyah. Mereka antara lain akan membahas kasus antrean haji yang mengular hingga lebih dari 20 tahun. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Halaqoh Siti Efi Farhati

Rabu, 27 Desember 2017

Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1)

Solo, Siti Efi Farhati. Satu syair qasidah dilantunkan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dengan penuh penghayatan, pada acara haul seorang wanita ahli al-Qur’an dari Solo, Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa di kompleks Pesantren Alqur’aniyy Solo, belum lama ini.

Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Syiir Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa (1)

Syair tersebut berisi tentang petuah-petuah yang pernah ditulis oleh Nyai Hj Maryam, semasa hidupnya. Menurut salah satu santri Pesantren Alqur’aniyy, Andy Alfan Qodri, syair tersebut biasa dilantunkan para santri dalam berbagai kegiatan.

“Syair tersebut ditulis Nyai Hj Maryam dalam tulisan berhuruf Arab pegon. Kemudian salah satu santri, ada yang menulis kembali ke dalam huruf latin. Sholawat ini menjadi tambah populer, karena Habib Syech juga sering membacanya dalam beberapa majelis,” ujarnya saat ditemui Siti Efi Farhati, Senin (23/2).

Siti Efi Farhati

Berikut isi syairnya:

Siti Efi Farhati

Ilaahi lastu lil Firdausi ahlan # wa la aqwa ‘ala naril jahimi

Fahabli taubatan waghfir dzunubi # fainnaka ghofiru dzanbil ‘adhimi

Duh yaa Robbi kulo nyuwun diparingi # Lesan kathah nderes Qur’an ingkang suci

(Ya Robbi, mohon hamba dianugerahi # lisan untuk banyak membaca Al-Qur’an yang suci)

?

Lan sageto kulo nderek dawuh Qur’an # Pejah kulo nyuwun Islam sarto Iman

(Izinkan hamba mengikuti perintah-Mu dalam al-Qur’an # matikan hamba dalam islam dan iman)

Duh yaa Robbi kulo nyuwun remen nderes # Qur’an kelawan lahir batin ingkang leres

(Ya Robbi, mohon hamba diberi rasa cinta untuk mengaji # al-Qur’an dengan lahir batin yang baik)

Qur’an iku panutane wong muslimin # Wal muslimat wal mu’minat wal mu’minin

(Al-Qur’an itu panutan bagi muslimin # muslimat, mu’minat dan mu’minin)

Moco Qur’an agung banget paedahe # Namung kudu netepi toto kramane

(Membaca al-Qur’an amat besar manfaatnya # namun mesti menjaga adabnya)

Mergo akeh wong kang moco Qur’an tompo # Ing bebendu sebab ora toto kromo

(Sebab banyak orang membaca al-Qur’an # menerima azab sebab tanpa adab dan kesopanan)

Wus tumindak zaman kuno lan saiki # Moco Qur’an kito kudu ngati-ati

(Sudah terjadi sejak zaman dahulu hingga sekarang # membaca al-Qur’an mesti hati-hati)

Nggepok Qur’an ora keno tanpo wudlu # Mulo siro ojo podho grusa grusu

(Memegang al-Qur’an mesti dalam keadaan wudhu # makanya jangan terburu-buru)

Moco Qur’an kudu nanggo toto kromo # Ora keno sak penak’e lan sembrono

(Mesti memakai adab dalam membaca al-Qur’an # tidak boleh seenaknya dan sembarangan)

Biso ugo moco Qur’an nggo sembrono # Dadi jalarane kufur kapitunan

(Membaca al-Qur’an dengan sembarangan # menjadi sebab dapat kerugian)

Yen pinuju ono uwong moco Qur’an # Kito kudu ngrungokake kang temenan

(Jika ada orang yang membaca al-Qur’an # kita wajib sungguh-sungguh untuk mendengarkan)

Yen ngrungokake mesti oleh ganjaran # Nyepelekke mesti tompo ing pasiksan

(Siapa yang mendengarkan mendapat pahala # yang meremehkan mendapat siksa)

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Foto: Makam Nyai Hj Maryam Ahmad Musthofa

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kiai, Pahlawan, AlaNu Siti Efi Farhati

Selasa, 19 Desember 2017

Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Workshop Pasar Modal Syariah yang dilaksanakan oleh GP.Ansor Kota Tasikmalaya dengan menggandeng PT.Henan Putihrai di Aula Kemenag Jl.Noenoeng Tisnasaputra No.05 A Cilolohan, yang dilangsungkan selama dua hari (19-20/4) disambut antusias para pesertanya. Di hari kedua, para peserta diarahkan untuk mengenal lebih jauh tentang saham konvensional dan saham syariah, serta peluang dan tatacara menjadi investor di bursa saham.

Ketika ditanya mengenai perbedaan pasar modal konvensional dan syariah, Menurut Kepala Pengembangan Pasar Modal Syariah Irwan Abdallah saat diwawancara pada hari kedua, Kamis (20/4), mengatakan, "Ini memang beda banget, ini untuk membedakan pasar tersebut, perlu dicatat bahwa ada sebagian masyarakat yang ingin melakukan investasi tapi barangnya tidak ingin yang haram, terus caranya yang sesuai syariah. Nah untuk membedakannya, maka PT.Henan Putihrai salah satu dari 12 PT se Indonesia yang memiliki program syariah akan memfilter saham yang masuk kriteria halal itu, maka kita kasih label syariah, jadi syariah bukan sekedar label atau slogan saja."

Irwan juga mengatakan pentingnya workshop pasar modal syariah seperti yang telah dilakukan oleh Ansor Kota Tasik ini, sebagai modal awal untuk mengenal apa itu pasar modal syariah, dan seberapa besar manfaatnya.

Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tasik Gelar Workshop Pasar Modal Syariah

"Adanya workshop pasar modal syariah ini untuk edukasi ke masyarakat, kita sudah menggandeng banyak pihak, kita telah menggandeng masyarakat syariah, dan khusus untuk NU yang telah melakukan hal seperti ini adalah Fatayat NU, LDNU dan sekarang Ansor. Potensi warga NU itu luar biasa, warga NU itu kan jutaan bahkan puluhan juta, anggap saja 1 juta yang melek pasar modal, kan luar biasa. Jangan sampai secara organisasi kuat tapi lemah dalam masalah ekonomi." papar keponakan Penggerak NU Tasik (Alm) KH.Dahlan Khudori dan Putra Ketua Muslimat Cisayong ini.

Mengenai workshop yang diselenggarana oleh Ansor, Irwan sedikit menyoroti tentang peluang investasi bagi kader-kader Ansor yang tersibukan dengan berorganisasi yang harus diimbangi dengan keberlangsungan masalah ekonomi, baik bagi keluarga terlebih bagi organisasi.

"Nah seluruh kader Ansor ini punya potensi pemberdayaan ekonomi, baik untuk dirinya sendiri ataupun organisasi, khusus GP Ansor jangan sampai masalah ekonomi terlupakan dan jadilah pelaku usaha, kenyataan secara organisasi terus aktif, disisi lain ada keluarga harus dijaga ekonominya, jadi harus switch, mudah-mudahan pasar modal syariah ini jadi alternatif, karena potensinya besar sekali." ujar Wasekjen 7 Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Indonesia ini.

Siti Efi Farhati

Terakhir Irwan menegaskan "Jangan takut, kami akan bantu, kita sudah komitmen dengan Pengurus GP. Ansor pusat , jadi ini akan memudahkan bagi seluruh kader Ansor seluruh Indonesia yang mau belajar pasar saham, dan kebetulan untuk kalangan Ansor, Tasik adalah urutan pertama yang melakukan workshop pasar modal syariah.".

Workshop yang dibatasi hanya 100 peserta yang meliputi kader Ansor-Banser, IPNU-IPPNU, Fatayat, PMII dan mahasiswa akan melahirkan para investor bursa saham baru, karena terlihat antrian peserta yang ingin langsung membuka rekening saham lewat PT. Henan Putihrai sebagai penghubung ke Bursa Efek Indonesia. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Budaya, AlaNu Siti Efi Farhati

Kamis, 07 Desember 2017

Hikmah Mengangkat Tangan ketika Takbir

Demikianlah Allah swt mensyariatkan gerakan shalat melalui Rasulullah saw. Sebagaimana dalam hadits yang popular shallu kama roaitumuni ushalli (shalatlah kalian sebagaimana, aku menjalankan shalat). Jika diamati dengan seksama, harmonisasi gerakan shalat sungguh luar biasa. Hampir semua anggota badan terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, jika dilaksanakan dengan baik dan benar shalat akan mengantarkan kita pada kehidupan yang sehat secara jasmani dan rohani.

Sebagai tamsil adalah hikmah yang terkandung dalam gerakan takbir dengan mengangkat tangan. Sesungguhnya, reggangan sepuluh jemari tangan ketika sedang bertakbiratul ihram dan memposisikannya sejurus dengan telinga, merupakan salah satu bentuk refleksi urat siku dan pergelangan lengan. Jika hal ini dilakukan berkali-kali dalam setiap shalat dan dijalankan lima kali dalam sehari, maka pergelangan tangan kita akan senantiasa terjaga.

Begitu juga makna yang terkandung di dalamnya, ketika seseorang menganggkat tangan dengan jemari terenggangkan dan berucap takbir, maka gerakan itu menandakan usaha seorang hamba membuka tabir antara dirinya dan Sang Khaliq. Setelah tabir terbuka, maka komunikasi antar keduanya dapat terjalin dengan harmonis.

Hikmah Mengangkat Tangan ketika Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Mengangkat Tangan ketika Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Mengangkat Tangan ketika Takbir

Demikian pula keterangan Imam SyafiI sebagaimana dikutib oleh Syaikh Nawawi dalam NIhayatuz Zain, sesungguhnya gerakan takbir itu meruapakan isyarat pengakuan seorang hamba atas keagungan Allah swt, dan pengharapan atas karunia-Nya dan ampunan-Nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hikmah di dalam pengangkatan tangan (ketika takbir) adalah isyarat membukakan tabir antara seorang hamba dan Allah swt. Imam SyafiI berkata bahwa hikamah mengangkat tangan adalah pengakuan seorang hamba akan keagungan-Nya dan mengharap pahala dari-Nya. (Red.Ulil H)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, AlaNu Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Minggu, 03 Desember 2017

Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU

Jakarta, Siti Efi Farhati. PBNU terus berupaya membangun model konsolidasi gerakan NU. Model ini digunakan untuk menata organisasi dengan rapi, sehingga kekuatan NU di berbagai daerah bisa bergerak maksimal. Kekuatan NU jangan hanya terkonsentrasi di Jawa saja, tetapi juga harus meluas dan mencakup semua daerah, khususnya Indonesia timur.

Demikian ditegaskan Helmy Faishal Zaini, Sekretaris Jenderal PBNU dalam acara silaturahim PWNU se-Indonesia dan PBNU di lantai 8 Kantor PBNU, Selasa (15/12).

Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU

"Kita membagi model konsolidasi dalam tiga hal. Pertama, Jawa-Lampung-NTB. Dalam model ini, konsolidasi harus sampai di tingkat ranting. Jawa Timur bahkan sudah menjadi contoh ideal untuk konsolidasi anak ranting (masjid). Kedua, konsolidasi luar Jawa. Dalam model ini, konsolidasi harus sampai pada tingkat MWCNU (kecamatan). Yang ketiga, konsolidasi daerah khusus. Ini konsolidasi tingkat cabang (PCNU)," terang Helmy.

Siti Efi Farhati

Helmy juga mencontohkan bahwa antara Jawa Timur dan Papua sangat berbeda. Jawa Timur sudah sampai pada tingkat anak ranting, sementara di Papua, kepengurusan beberapa cabang ternyata ada di satu kantor. Bahkan ada yang satu Rais Syuriyah menjadi Rais Syuriyah untuk tiga cabang. Kantornya juga satu tempat.

"Daerah khusus, seperti Papua, harus menjadi perhatian serius. Ini gerak langkah nyata, agar konsolidasi NU secara menyeluruh sampai ke tingkat ranting, bahkan anak ranting," tambahnya.

Siti Efi Farhati

Untuk itu, lanjut Helmy, seluruh kepengurusan NU di tingkat wilayah dan cabang harus selalu koordinasi dengan PBNU, sehingga diupayakan langkah-langkah strategis untuk membangun kekuatan NU.

"Kita akan bekerja keras. Konsolidasi organisasi akan terus kita kawal dan kita perbaiki, sehingga ke depan, NU benar-benar kuat secara kelembagaan dan peran sosial di masyarakat," tegasnya. (Madun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Siti Efi Farhati

Senin, 27 November 2017

PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan

Jakarta, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengajak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanjanya untuk pertanian lebih besar dari pemerintahan sebelumnya. Kiai Said meminta pemerintah mengatasi soal kesejahteraan petani, berikut segala kompleksitasnya.

PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Alokasi Besar APBN untuk Tulang Punggung Kehidupan

“Selagi petani belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, kita harus memprioritaskan kepentingan mereka,” kata KH Said yang biasa disapa Kang Said kepada Siti Efi Farhati seusai rapat koordinasi dengan federasi buruh Sarbumusi di Gedung PBNU, Rabu (24/9) siang.?

Kang Said berharap Jokowi-JK juga memperhatikan nasib petani. Keduanya, kata Kang Said, mesti berkenan menurunkan anggaran besar untuk pertanian sebagai tulang punggung kehidupan.

Siti Efi Farhati

“Masak anggaran pertanian lebih kecil dibanding anggaran untuk pendidikan atau kementerian agama, pertahanan?” kata Kang Said menuju lift.

Siti Efi Farhati

Kehidupan petani sederhana. Asal ada air, bibit bagus, dan pupuk, itu sudah cukup. Petani tidak pernah kenal untuk dari dulu. Tidak rugi saja petani sudah Alhamdulillah. Lain kalau agrobisnis.

Ke depan jangan lagi petani menjadi korban, korban kebijakan, korban konflik lahan, tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Kyai Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

Kisah Preman Insaf di Bulan Ramadhan

Bojonegoro, Siti Efi Farhati. Seperti pondok pesantren pada umumnya, di bulan Ramadhan, pesantren lebih menggenjot santri dalam mengaji. Termasuk di Pondok Pesantren Asyari Desa Ceweng Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Di pondok pesantren yang diasuh Kiai Ahmad Choirul Anam itu ada beberapa mantan preman. Di antara mereka, selain berambut panjang, ada yang bertato.

Kisah Preman Insaf di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Preman Insaf di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Preman Insaf di Bulan Ramadhan

"Di bulan Ramadhan ini dapat hidayah, saya ingin insaf," ujar salah seorang preman, Rio, dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Siti Efi Farhati

Diceritakan Rio, kalau sebelum insaf, ia banyak melakukan perbuatan yang tidak baik dan tidak pantas disebutkan.

Kemudian setelah kenal Abah Choir (panggilan Ahmad Choirul Anam) yang mengadakan pengajian rutin di terminal kepada anak-anak jalanan dan penghuni terminal, ia berubah.

Siti Efi Farhati

"Panjang ceritanya bisa insaf. Saya mau ke pondok karena kenal beliau. Abah sampai ngelawang door to door," ungkapnya di masjid Pondok Ceweng setempat.

Ditambahkan, selain belajar agama dan puasa, ia juga mendirikan Sanggar Putra Bima untuk mewadahi anak jalanan agar mengisi kegiatan-kegiatan yang positif.

Preman insaf lainnya, Puguh, asal Kelurahan Pandigiling Kecamatan Sawahan Surabaya Selatan. Ia mengaku sekitar setahun di pondok tersebut. Dengan kaki, tangan, dada dan dahi bertato, ia tetap belajar ilmu agama meski atas keinginan kakaknya.

"Dulu nakal banget, Mas; preman, minum, mencuri uang, dadu dan lainnya pernah," ungkap remaja berusia 24 tahun itu. Selama di Pondok Ceweng, ia diajari banyak hal termasuk kebersihan dan mengaji.

Pengasuh pondok pesantren Al-Asyari Ahmad Choirul Anam menuturkan, di tempatnya ada lima preman yang insaf dan mau belajar mengaji. Orang berniat baik itu, sudah insaf, tetapi harus diiringi dengan perbuatan-perbuatan baik.

"Ada lima preman yang insaf di bulan Ramadhan ini, kebanyakan dari terminal Bojonegoro. Tahun lalu juga ada, sekarang sudah kembali di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Awalnya Abah Choir tidak serta-merta langsung mengajak berbuat baik. Ia mendekati mereka perlahan-lahan dengan memberikan pengajian dan pengetahuan yang baik-baik. Setelah mau ke pondok dan mengaji, mereka juga diajak berpuasa saat bulan Ramadhan sekarang ini.

"Di pondok mereka diajari tentang lingkungan, sikap dan etika. Supaya nanti bisa kembali di masyarakat dan bermanfaat," pungkasnya. [M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu Siti Efi Farhati

Selasa, 21 November 2017

Slamet Effendy: NU Otomatis Tenangkan Warga Hadapi Potensi Krisis

Jakarta, Siti Efi Farhati. Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf menyatakan keinginan Presiden Joko Widodo agar NU turun menenangkan masyarakat menghadapi perlambatan ekonomi dan potensi krisis secara otomatis dilaksanakan dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh rais aam dan ketua umum PBNU.

Slamet Effendy: NU Otomatis Tenangkan Warga Hadapi Potensi Krisis (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Effendy: NU Otomatis Tenangkan Warga Hadapi Potensi Krisis (Sumber Gambar : Nu Online)

Slamet Effendy: NU Otomatis Tenangkan Warga Hadapi Potensi Krisis

“Itu otomatis saja, dengan program NU, muballigh NU, dengan pernyataan PBNU, karena apa yang diucapkan rais aam dan ketua umum itu dipublikasikan dengan sangat luas. Itu pasti akan mempengaruhi masyarakatnya, warga NU. Mereka mungkin akan ada aksi, siapa tahu ada istighotsah supaya berdoa kepada Allah agar bangsa ini dikeluarkan dari musibah yang lebih buruk daripada sekarang pelambanan ekonomi,” katanya di gedung PBNU, Jum’at (28/8).

Ia berpendapat, presiden dari akun twitternya, sangat memberi makna terhadap NU sebagai penjaga persatuan dan kesatuan. Tetapi presiden menyadari masyarakat NU perkembangannya belum sebagaimana diharapkan seperti kelompok lain, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan. Karena itu, presiden membantu dengan memerintahkan para menterinya untuk menjalin kerjasama dengan NU untuk ikut memecahkan persoalan bangsa.

Slamet menjelaskan, ada beberapa kementerian yang sudah disebut namanya untuk dimintai menjalin kerjasama seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Siti Efi Farhati

“Kalau NU sudah siap, tinggal melaksanakan dengan penyesuaian pada program di APBN atau APBD karena mau tidak mau harus dari situ perencanaannya,” tandasnya. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati AlaNu, Pertandingan Siti Efi Farhati

Jumat, 17 November 2017

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Makassar, Siti Efi Farhati. Pengurus LP Maarif NU Sulawesi Selatan menyelenggarakan rapat kerja di Gedung NU Sulsel, Rabu (17/12). Mereka bertemu untuk mengevaluasi dan membuat langkah kerja ke depan dalam rangka mewujudkan pendidikan di lingkungan NU yang kian diminati masyarakat.

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Ketua LP Maarif NU Sulsel Abdur Rahim Sanjata mengatakan, keberadaan Maarif Sulsel sebagai lembaga yang mengurusi pendidikan di Sulawesi Selatan sangat dibutuhkan dan ke depan sekolah atau madrasah NU mesti dikelola secara profesional tanpa meninggalkan rutinitas nilai-nilai Aswaja.

Sementara Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid melihat posisi strategis LP Maarif NU di Sulsel sebagai jantung aktifitas dakwah NU khususnya di bidang pendidikan. Arifin berharap, ke depannya pengurus Maarif, sekolah/madrasah di bawah naungan LP Maarif untuk senantiasa memperbaiki manajemen dan standardisasi untuk perbaikan tata kelola yang bermutu dan berkualitas.

Siti Efi Farhati

“Dewasa ini pendidikan di Indonesia menjadi tolok ukur proses maju tidaknya bangsa Indonesia. Sehingga perbaikan kualitas pendidikan ke depan menjadi pra syarat menuju bangsa yang berkualitas,” kata Ketua PP LP Ma’arif NU H Zainal Arifin Junaidi di hadapan ratusan peserta rapat kerja.

Siti Efi Farhati

Dirjen Pendis Kemenag RI Kamaruddin Amin mengapresiasi pertemuan rapat kerja LP Maarif Sulsel ini. “Kami berharap Maarif mampu menjadi sarana bagi peningkatan kualitas madrasah dan pesantren khususnya di lingkungan NU di Sulawesi Selatan.”

Kamaruddin juga mnyorot aspek SDM sebagai modal peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Maarif NU. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Halaqoh, AlaNu Siti Efi Farhati

Minggu, 29 Oktober 2017

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Oleh M. Alim Khoiri

--Menjelang muktamar ke-33 NU yang rencananya akan dilaksanakan di kota Jombang, 1-5 Agustur 2015, sudah banyak pekerjaan rumah yang menanti. Dengan jargon “NKRI harga mati”, NU tak hanya dituntut untuk mampu mengawal keutuhan dan kesatuan negeri tercinta, tetapi juga harus mampu mengatasi persoalan-persoalan kecil ‘rumah tangga’ yang jika terus menerus diabaikan justeru akan merusak kesatuan dan keutuhan internal NU.

‘Kerikil’ terbaru NU saat ini adalah munculnya fenomena “NU Garis Lurus”. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatasnamakan “NU Garis Lurus” ini tak segan-segan mencaci kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan Kang Said pun tak lepas dari serangan mereka.

Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Di dunia maya, “NU Garis Lurus” ini populer melalui media sosial facebook dan jejaring sosial twitter dengan nama akun “NU GARIS LURUS”. Mereka juga terkenal lewat situs pejuangislam.com yang diasuh oleh ust. Luthfi Bashori. Tak hanya mendaku sebagai pejuang Islam atau NU Garis Lurus, kelompok ini juga mengklaim sebagai etafet pemikiran dakwah Sunan Giri. Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham-faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalisme atau faham “Syi’ahisme”. Menurut mereka, faham-faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip-prinsip ‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU.

Paradigma “NU Garis Lurus” yang berusaha untuk ‘meluruskan’ NU dari faham-faham yang mereka anggap bengkok ini, sebetulnya sah-sah saja. Hanya, masalahnya ada pada cara berdakwah. Jika kelompok “NU Garis Lurus” ini mengaku sebagai pewaris perjuangan dakwah Sunan Giri, maka mestinya mereka berkaca pada beliau dalam beberapa hal;

Pertama, sejarah mencatat bahwa, dakwah Sunan Giri banyak melalui berbagai metode, mulai dari pendidikan, budaya sampai pada politik. Dalam bidang pendidikan misalnya, beliau tak segan mendatangi masyarakat secara langsung dan menyampaikan ajaran Islam. Setelah kondisi dianggap memungkinkan beliau mengumpulkannya melalui acara-acara seperti selametan atau yang lainnya, baru kemudian ajaran Islam disisipkan dengan bacaan-bacaan tahlil maupun dzikir. Dengan begitu, masyarakat melunak hingga pada akhirnya mereka memeluk Islam. Kanjeng Sunan Giri tidak mengenal metode dakwah dengan cara mencela atau bahkan menghina.

Siti Efi Farhati

Kedua, dalam bidang budaya kanjeng Sunan Giri juga memanfaatkan seni pertunjukan yang menarik minat masyarakat. Beliau juga dikenal sebagai pencipta tembang Asmaradhana, Pucung, Cublak-cublak suweng dan Padhang bulan. Lalu tentu saja beliau masukkan nilai-nilai keislaman di dalamnya. Itu semua dilakukan kanjeng Sunan demi tersebarnya ajaran Islam yang damai. Kanjeng Sunan -sekali lagi- tidak mengajarkan metode berdakwah dengan saling mencemooh atau menghujat mereka yang tak sependapat.

Ketiga, di bidang politik, kanjeng Sunan Giri dikenal sebagai seorang raja. Dalam menjalankan kekuasaannya, beliau tak pernah berlaku otoriter dan semaunya sendiri. Beliau selalu menggunakan cara-cara persuasif untuk menarik minat masyarakat terhadap ajaran Islam. Beliau tidak mencontohkan strategi dakwah dengan cara mencaci maki mereka yang tidak sefaham.

Siti Efi Farhati

Wa ba’du, Terlepas dari apakah “NU Garis Lurus” ini memang betul-betul berasal dari kalangan nahdliyyin ataukah sekedar ulah oknum yang tak bertanggung jawab, yang jelas supaya betul-betul lurus, “NU Garis Lurus” mesti mengubah gaya dakwahnya yang cenderung ekstrim itu. “NU Garis Lurus” juga harus bisa memahami bahwa di dalam tubuh NU selalu penuh dinamika. Perbedaan pendapat menjadi sesuatu yang biasa dan berbeda jalan pemikiran adalah hal yang niscaya. Jika “NU Garis Lurus” terus bersikukuh dengan strategi kerasnya, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Alih-alih mendaku sebagai kelompok “NU Garis Lurus”, yang ada mereka justeru menjadi “NU Garis Keras”. Wallahu a’lam.

M. Alim Khoiri, warga NU tinggal di Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaNu, Lomba, Syariah Siti Efi Farhati

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Jakarta, Siti Efi Farhati. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama, yang diagendakan digelar September mendatang.

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

"Tadi saya sampaikan, yang dulu-dulu Munas Konbes NU yang hadir adalah Wakil Presiden. Tapi tadi saya juga menyampaikan kali ini jika berkenan Presiden yang hadir, dan Alhamdulillah beliau bersedia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan SBY di Istana Negara, Selasa kemarin (29/5).

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menemui SBY di Istana Negara dengan didampingi oleh Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud dan Ketua Panitia Munas dan Konbes Alim Ulama H. Dedi Wahidi. Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, dan Seskab Dipo Alam.

?

Siti Efi Farhati

Kiai Said menjelaskan, tema Munas kali ini yaitu Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

Siti Efi Farhati

?

Di kesempatan yang sama PBNU juga menyampaikan akan digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) NU di Pontianak pada tanggal 3 Juli mendatang yang rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI ? Boediono.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ulama, AlaNu Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock