Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang

Rembang, Siti Efi Farhati. Terdapat lima tempat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang dinilai ideal sebagai lokasi melakukan rukyat hilal untuk menentukan awal bulan hijriah. Semua tempat tersebut berada di dataran tinggi beberapa kecamatan di kabupaten yang berbatasan dengan Laut Jawa itu.

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Lokasi Ideal untuk Rukyat di Rembang

Kelimat tempat yang dimaksud adalah Bukit Kingkin di Desa Mbedog, Kecamatan Pamotan; Bukit Tengkeng di Desa Pomahan, Kecamatan Sulang; Pasujudan Sunan Bonang di Desa Bonang, Kecamatan Lasem; Bukit Bolo Dewo di Pasedan, Kecamatan Bulu; dan Desa Rakitan, Kecamatan Sluke.

Hal itu dikatakan Anggota Badan Hisap Rukyah (BHR) Kementerian Agama Rembang H Badrudin, Senin (23/6). Menurutnya, tempat-tempat tersebut sudah diobservasi tim BHR Rembang dan Kanwil Kemenag Jawa? Tengah.

Siti Efi Farhati

"Kami memang sudah melakukan survei tempat yang menurut kami bisa digunakan untuk melakukan rukyat," katanya.

Siti Efi Farhati

Selain itu, pihaknya juga berencana menambahkan tempat lain yang dimungkinkan cocok bagi pelaksanaan rukyat yang rutin digelar tiap akhir bulan dalam kalender hijriah.

Observasi tempat lain tersebut, lanjut Badrudin, hingga kini masih terus dilakukan. Di antara yang terbaru adalah Pasujudan Sunan Bonang. Ia mengaku tempat ini merupakan hasil rekomendasi Rais Syuriah PCNU Rembang KH Chazim Mabrur setelah pihaknya meminta saran. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Santri, Internasional, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Jumat, 16 Februari 2018

Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo, Rabu sore (2/7) menggelar “Diskusi dan Buka Bersama” di kantor cabang di Jalan Randupitu Gending Probolinggo, Jawa Timur.

Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Puasa Bersama, PMII Probolinggo Gelar Diskusi

Kegiatan yang diikuti pengurus rayon dan komisariat PMII se Probolinggo ini mengundang Pengasuh Pondok Pesantren Fathullah Sebaung Gending KH Amin Fathullah sebagai penyaji dengan tema ‘Membedah Visi Keislaman PMII’.

Ketua PMII Probolinggo Muhammad Towil menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturrahim dan silaturfikri kader PMII dengan salah satu alumni PMII, yakni KH Amin Fathullah.

Siti Efi Farhati

Disamping itu, KH Amin Fathullah yang tercatat sebagai Pengurus Cabang NU Kraksaan, menjadi alasan tersendiri. “Ini juga upaya agar PMII lebih dekat lagi dengan NU,” katanya.

KH Amin meminta, PMII untuk menjaga Islam Ahlussunnah wal jamaah ‘ala manhaj Nahdlatul Ulama. PMII lahir dari NU. Ada kesamaan nilai yang dianut. “Selama ini PBNU belum pernah menyatakan PMII bukan bagian dari ahlusunnah,” katanya.

Siti Efi Farhati

KH Amin melanjutkan, jika PMII mengadakan kegiatan, undanglah tokoh-tokoh NU setempat. “Nanti saya juga akan bilang ke pengurus cabang NU, jika mengadakan kegiatan supaya PMII juga diikutkan,” katanya.

“Dua bulan sekali lah PMII ngaji tentang Aswaja ke KH Syafrudin Syarif (Katib Syuriah PWNU Jatim, pen). 15 atau berapa orang pengurus pergi menghadap KH Syafrudin,” pesan KH Amin.

Diskusi dan Buka bersama ini diikuti sekitar 35 kader PMII delegasi pengurus rayon dan komisariat  PMII se Probolinggo. Agenda Diskusi dan Buka Bersama ini direncanakan dilaksanakan dua kali. Untuk Diskusi dan Buka Bersama kedua direncanakan pada tanggal 13 Ramadhan dengan Tema “PMII dan Civil Society”. (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri

Khortoum,Siti Efi Farhati. Nasihat paling manjur datangnya dari hati nurani sendiri. Namun, ini memang sulit dicapai karena manusia cenderung mementingkan hal-hal lain di luar dirinya.

”Pada malam hari, pada saat suasana hening, selesai sholat tahajud, kala orang orang pada lelap tidur, itulah waktu yang tepat untuk menasehati diri sendiri,” tutur Ustadz Moh Badrussalam Shof, Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Sudan saat memberikan ceramah untuk masyarakat Indonesia Sudan di ruang serbaguna KBRI Khartoum Sudan, Jum’at (1/5) lalu.

Kang Badrus, panggilan akrab Moh Badrussalam Shof, yang aktif  mengisi siraman rohani Al-Hijrah mengajak segenap jamaah pengajian untuk saling nasihat-menasihati. ”Addunu nasihah, agama itu Islam itu adalah nasihat untuk kebaikan,” kata Kang Badrus menyitir hadits Nabi MUhammad SAW.

Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kita Perlu Nasihati Diri Sendiri

Dikatakan, bangsa Indonesa perlu melatih diri untuk saling menasihati dengan hati nurani agar menjadi bangsa yang berwibawa di mata dunia. "Ini tidak hanya kita yang ada di Sudan, namun semua elemen bangsa Indonesia khususnya para pemimpinya," katanya.

Pengajian Al-Hijrah untuk Masyarakat Indonesia di Sudan itu dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sudan. Lembaga ini semakin diminati terbukti dengan bertambahnya anggota pengajian dari waktu ke waktu.

Siti Efi Farhati

Semula kegiatan itu diikuti hanya puluhan orang pada awal berdirinya Agustus 2006, kini pengajian begitu pesat sehingga memenuhi ruangan serbaguna KBRI Khartoum Sudan

 

Siti Efi Farhati

Pensisbud KBRI Khartoum, Bambang purwanto, menilai kegiatan itu sangat positif, seperti juga dituturkan oleh para majikan tenaga kerja di sana.

”Pengajian seperti ini harus diteruskan, walaupun begitu tetap ada yang menyalahgunakan acara pengajian untuk tempat janjian ketemu,” katanya bergurau.

 

Pada pengajian akhir pekan itu Kang Badrus didampingi Ustadz Zulham FA. Hadir juga Ketua PCI-NU Sudan HM Shohib Rifa’i.(nus/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Minggu, 28 Januari 2018

Rembug Nasional Guru Madrasah

Malang, Siti Efi Farhati. Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Prof Dr H Nur Syam,M.Si mengakui, bahwa hingga saat ini sekolah berbasis agama atau madrasah masih kekurangan guru yang berstatus negeri. Harapan akan terpenuhinya persoalan ini dinilai sangat sulit diatasi. Pasalnya, terdapat banyak aspek yang harus dipenuhi.

Demikian disampaikan Nur Syam saat menghadiri acara pembukaan Rembug Nasional Guru Madrasah, di lapangan Rampal Kota Malang, Selasa (10/7).

Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rembug Nasional Guru Madrasah

Menurut Nur Syam, masalah pengangkatan guru madrasah masih bergantung pada kebijakan pemerintah secara umum. “Untuk merekrut guru apalagi yang berstatus PNS, pemerintah masih perlu mempertimbangkan soal ketersediaan anggaran serta formasi pegawai yang dibutuhkan,”terang mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Siti Efi Farhati

Meski demikian, pihaknya berharap di Jawa Timur bisa mendapatkan penambahan guru madrasah berstatus negeri. Sebab guru berkaitan erat dengan kualitas madrasah. Keberadaan madrasah akan diakui masyarakat ketika para pendidiknya memiliki kualitas dan profesionalitas sebagai seorang pengajar. Tentu saja yang dipertimbangkan tidak hanya peningkatan standar nasional pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan moral siswa.

Sebenarnya, kata Nur Syam, keberadaan guru yang berkualitas juga tidak akan memberikan andil maksimal terhadap hasil pendidikan di madrasah ketika tidak ditunjang program lainnya. Adapun beberapa langkah lain itu seperti pengadaan infrastruktur, program kelas percepatan atau akselerasi, serta penggunaan bahasa asing untuk kegiatan sehari-hari.

Siti Efi Farhati

Diakui Nur Syam, hingga kini keberadaan madrasah masih dipandang sebelah mata dibandingkan sekolah umum lainnya. Oleh karena itu, Nur Syam berjanji, Kementrian Agama akan mengupayakan peningkatan kualitas madrasah sehingga mampu bersaing dengan dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

Untuk itu, kata Nur Syam, pihaknya berencana meningkatkan kualitas dengan melakukan akreditasi bagi madrasah di Indonesia yang belum terakreditasi. "Dari 63 ribu lebih madrasah di Indonesia, sudah 53 persen yang terakreditasi dan dikatakan berkualitas. Sementara sisanya sebanyak 47 persen belum terakreditasi," tegasnya.

Menurutnya, akreditasi tersebut penting untuk dilakukan, dalam rangka peningkatan kualitas madrasah. "Selama ini peringkat kualitas madrasah masih dianggap kelas dua, sehingga madrasah jangan mau kalah dengan sekolah umum," ujarnya.

Meski demikian, keberadaan madrasah banyak tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, lanjut Nur Syam, di luar Jawa ada madrasah yang dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar mempergunakan tiga bahasa asing. “Ini bisa menjadi program yang inovatif sehingga mampu mengangkat madrasah bisa go internasional," kata Nur Syam bangga.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Budaya, Ahlussunnah, Aswaja Siti Efi Farhati

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Semarang, Siti Efi Farhati. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj menegaskan kembali NU ? tetap ? bersikap kritis kepada pemerintah. NU mendukung program pemerintah yang pro rakyat, namun bila melenceng tak segan mengkritiknya.

"Bila pemerintah menyerempet ? keliru, NU akan ? mengkritiknya ? dengan santun dan akhlakul karimah,” tegasnya saat membuka acara Silatnas Majelis Alumni IPNU di ? Semarang, Jum’at (22/3).

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tetap Kritis Kepada Pemerintah

Kang Said mengatakan ? NU bukanlah ? partai politik sehingga tidak akan menempatkan diri sebagai oposisi maupun koalisi dengan pemerintah.

Siti Efi Farhati

“saya menyampaikan kritikan atau masukan kepada SBY tapi ? tidak ? koar-koar di koran melainkan bertemu dan menyampaikan langsung,” tandasnya.

Siti Efi Farhati

Di depan alumni IPNU se-Indonesia, ? ia ? mendorong kader NU untuk selalu membangun masyarakat yang bermartabat melalui pendampingan maupun advokasi.?

“NU melakukan itu karena mereka ? butuh pendampingan maupun advokasi sehingga tidak ada lagi kesenjangan yang menyengsarakan orang,” ujar Kang Said.

Ia mengajak melakukan jihad ilmu untuk memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Siti Efi Farhati

Sabtu, 27 Januari 2018

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta KH. Asy’ari Abta menilai, Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh istiqamah dalam memelihara posisi NU agar sesui dengan landasan dan garis perjuangannya.

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal Tak Segan Marahi Pelanggar Khittah

“Kiai Sahal itu adalah seorang kiai yang sangat konsisten. Bahkan beliau tidak segan memarahi orang-orang yang melanggar khittah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya usai memimpin tahlilan pada peringatan tujuh hari wafatnya Kiai Sahal di Gedung PWNU DIY, Rabu (29/1) malam.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tanfidiyah PWNU DIY KH Zuhdi Mudlor mengatakan bahwa Kiai Sahal adalah seorang ulama besar dan panutan. Ia dinilai sebagai ulama yang sedikit bicara tapi banyak bekerja.?

Siti Efi Farhati

“Beliau itu pemimpin NU yang bisa jadi pemersatu. Dan nyatanya bisa menjaga Khittah NU secara konsisten,” pujinya kepada Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Siti Efi Farhati

Acara tahlil tujuh harinya untuk Kiai Sahal dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU DIY. KH. Asy’ari Abta mengatakan bahwa PWNU DIY sudah berniat pergi ke Pati saat mendengar kabar Kiai Sahal Wafat, tetapi karena musibah banjir yang memutus akses jalan, akhirnya niat tersebut diurungkan.

“Kami insyaallah akan tetap berencana tindakan? (pergi) ke dalemnya Kiai Sahal, entah itu nanti 40 harinya atau kapan. Semoga tidak ada halangan lagi,” tandasnya.

Acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut di hadiri oleh jajaran PWNU DIY. Usai tahlil bersama, acara kemudian dilanjutkan dengan evaluasi tentang kepengurusan PWNU DIY belakangan ini. (Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 23 Januari 2018

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Jakarta, Siti Efi Farhati. Bidang Keilmuan Ma’had Aly yang bersifat spesifik (Takhasshus) dalam mengkaji keilmuan Islam membuat lulusannya diharapkan menjadi kader-kader ulama mumpuni dalam bidang kegamaan Islam. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan bahwa lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag).

“Berdasarkan pertimbangan tertentu, kita memutuskan secara bulat bahwa gelar yang diperoleh para lulusan Ma’had Aly adalah S.Ag atau Sarjana Agama,” ujar Kepala Sub Direktorat Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, H Ahmad Zayadi, Senin (30/5) dalam rapat peresmian Ma’had Aly di Jombang.

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Zayadi menjelaskan bahwa Ma’had Aly yang merupakan perguruan tinggi yang berada di jalur Pendidikan Diniyah Formal ini sudah terbukti selama beberapa tahun telah menghasilkan para kader ulama yang menguasai berbagai litertaur kitab kuning.?

Namun, lanjutnya, baru kali ini lembaga pesantren tingkat tinggi ini mendapat pengakuan resmi oleh pemerintah. “Sehingga lulusan Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Islam dan Umum,” jelas Zayadi.

Siti Efi Farhati

Dia menegaskan bahwa Ma’had Aly tidak akan bertransformasi menjadi STAIN, IAIN, maupun UIN. Ia akan terus berkembang dan tumbuh menjadi perguruan tinggi khas pesantren dengan masing-masing spesifikasi keilmuannya masing-masing.?

“Karena kami, pemerintah telah memutuskan bahwa satu Ma’had Aly hanya boleh mengembangkan satu program studi, misal Ushul Fiqih, Hadits, dan lain-lain. Semuanya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015,” terangnya.

Dari spesifikasi tersebut, Zayadi optimis bahwa Ma’had Aly bukan hanya menjadi lembaga tinggi pesantren yang mengkaji keilmuan khusus, tetapi ia juga akan menjadi pusat kajian keilmuan Islam di Indonesia. “Misal, jika ingin belajar dan memperdalam Ushul Fiqih, silakan ke Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur, dan seterusnya,” ungkap Zayadi.?

Tahun ini, Kementerian Agama akan meresmikan 13 Ma’had Aly sekaligus pemberian SK serta izin operasional. Peresmian atau peluncuran ke-13 Ma’had Aly ini akan dilakukan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Kamis, 18 Januari 2018

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,? Siti Efi Farhati?

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas. ?

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

Siti Efi Farhati

“Apakah kalian siap?” tanya Alfa.

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Siti Efi Farhati

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Berita, Syariah, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Senin, 15 Januari 2018

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Siti Efi Farhati - Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asep Irfan Mujahid menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, (2/2). Ia berharap ke depan pendidikan di Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik.di hari pendidikan ini Pimpinan Pusat IPNU mengeluarkan empat maklumat.

"Pertama, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru yang selama ini konsisten mengawal tahapan proses pendidikan tanpa pamrih dan penuh keikhlasan," katanya.

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Kedua, Hardiknas diharapkan bukan hanya sekedar peringatan seremoni di lingkungan pemerintahan, tapi harus sepenuhnya dijadikan momentum untuk merefleksi keberhasilan target capaian pendidikan itu sendiri yang hakikatnya adalah untuk memanusiakan manusia.

Siti Efi Farhati

"Ketiga, pemerintah diharapkan segera menerapkan konsep pendidikan muaadalah yang mengakui eksistensi pesantren sebagai bagian subkultur kependidikan yang selama ini berkontribusi besar dalam pembangunan manusia Indonesia dan menjadikannya sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional," jelasnya.

Yang terakhir, imbuh Asep, PP IPNU meminta pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih luas terhadap eksistensi organisasi ekstra sekolah yang berbasis pelajar di sekolah-sekolah tingkat menengah, serta mengeluarkan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Pramuka dari instrumen penilaian akreditasi atau perangkat aturan lain yang selama ini diterapkan sehingga organisasi kepelajaran dan kepanduan pelajar di sekolah tidak hanya dimonopoli oleh kedua organisasi tersebut.

Siti Efi Farhati

Hari Pendidikan Nasional diperingati dan ditetapkan sesuai dengan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 316 tahun 1959. Adapun tanggal peringatan tersebut disematkan pada hari lahir salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang gigih dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Humor Islam, Daerah Siti Efi Farhati

Sabtu, 06 Januari 2018

Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kamis (5/1) pagi memimpin ziarah ke makam Raden KH Abdul Wahab atau (Kiai Ronggo) di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Kiai Ronggo sendiri merupakan pembabat alas Kota Kraksaan sekaligus pendiri Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan.

Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo Pimpin Ziarahi Makam Kiai Ronggo

Ziarah makam Kiai Ronggo ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT Kota Kraksaan ke-7 tahun 2017. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko dan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Hadir pula Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Kraksaan.

Siti Efi Farhati

Ziarah diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan dilanjutkan pembacaan tahlil bersama. Setelah doa bersama, dilakukan tabur bunga di atas makam Kiai Ronggo oleh Bupati Tantri dan diikuti oleh seluruh undangan lain.

Siti Efi Farhati

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari mengungkapkan, ziarah ini digelar sebagai upaya pengenalan terhadap generasi penerus terkait dengan tokoh-tokoh agama yang ada di Kabupaten Probolinggo, khususnya Kota Kraksaan.

“Ziarah ini dilakukan agar masyarakat tidak melupakan jasa orang yang telah berbuat baik terhadap kemajuan di Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan kita mampu meneladani kesholehan dan keilmuan dari Kiai Wahab demi perbaikan dan kemajuan Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Hasan Aminuddin mengatakan bahwa Kiai Abdul Wahab atau Kiai Ronggo memiliki jiwa sosial yang tinggi. Selain kesalehan ibadahnya juga memiliki kesalehan sosialnya yang sudah banyak mewakafkan tanahnya untuk kepentingan agama dan kepentingan bangsa.

“Kiai Ronggo salah satu pejuang syiar Islam yang ikut membabat alas Kota Kraksaan. Hari ini kita ingin mengembalikan kepada sejarahnya. Kraksaan dahulu itu merupakan cikal bakal pada Pemerintahan Belanda,” katanya.

Menurut Hasan, Kota Kraksaan ini harus dijaga dengan baik. Diantaranya menjaga kebersihan yang lebih sulit dari pada membangun. Serta tertib terhadap peraturan perundang undangan, khususnya pada hari Jumat mulai pukul 11 siang sampai selesainya sholat Jum’at para pedagang untuk tidak melakukan transaksi atau melayani pembeli. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Kyai, Ahlussunnah, Sholawat Siti Efi Farhati

Jumat, 22 Desember 2017

Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso

Bondowoso, Siti Efi Farhati. Pasangan suami istri Riski (50) dan Fatima (40) bersyukur cita-citanya melaksanakan ibada umroh telah tercapai. Pasangan tersebut melaksanakan ibadah itu dengan ongkos hasil dari berjualan es degan dan bakso yang telah mereka jalani selama 15 tahun.

Pasutri itu berangkat umroh 6 Desember dari Jember. Menurut Riski, ibadah tersebut ditempuh selama 20 hari, di Madinah 5 hari dan di Mekkah selama 15 hari.

Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso

“Saya tidak punya gaji bulanan, bukan pegawai negeri. Tidak punya juga apa yang mau dijual. Jadi, hasil jualan ini saya tabung," ujar pria lulusan SMP itu kepada Siti Efi Farhati di tempat bekerjanya, sebuah warung di pinggir jalan di Desa Lojejer, Selasa (10/1), ketika ditanya ongkos keberangkatan.

Siti Efi Farhati

Bapak dua anak ini menambahkan, awalnya ia mempunyai uang 5 juta untuk membuka tabungan dia dan istrinya.

“Saya buka rekening di bank. Saya menabung tidak setiap hari. Saya kumpulkan dulu selama beberapa hari. Empat hari atau lima hari, saya tabungkan ke bank BRI Cabang Tenggarang dekat pasar itu sebesar 500 ribu atau 700 ribu itu untuk dua orang," jelasnya.

Siti Efi Farhati

Warga Desa Kajar Rt 4 Rw 1 Kecamatan Tenggarang itu mengaku menjual satu es degan seharga 6 ribu rupiah. Sementara bakso per mangkok 5 ribu rupiah.

Ketika musim panas, lanjutnya, es degan laris manis. Sehari ia bisa menjual 100 -125 butir dengan harga sama, 6 ribu. Sementara ia membeli kelapa tersebut seharga 2 ribu per butir.

"Semua itu niat hati, insyaallah bisa berangkat (umroh, red.). Ini buktinya saya bisa berangkat umroh," ucapnya. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Senin, 18 Desember 2017

AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri

Makassar, Siti Efi Farhati?



Rais Syuriyah NU Sulawesi Selatan Anregurutta KH M Sanusi Baco menjelaskan dakwah wasathiyah, artinya moderat. Secara bahasa berada pada dua sisi, tidak berlebih-lebihan.

AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco: Umat Moderat Ditandai Tiga Ciri

“Al-wasathiyah bisa dipahami sebagai umat wasathiyah yang berarti umat Islam,” katanya pada Halaqah Dakwah Wasathiyah An Nahdliyah yang digelar PWNU Sulawesi Selatan di auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, Sabtu (20/5).

Menurut AGH Sanusi, wasathiyah ditandai dengan 3 sifat yakni, umat yang adil, umat yang selalu menegakkan kebenaran, dan umat yang selalu menjaga keseimbangan dalam segala hal.

“Salah satu definisi keadilan adalah keseimbangan antara kewajiban dan hak. Kalau keduanya seimbang, maka itulah umat wasathiyah. Orang yang memiliki sifat wasathiyah biasanya adalah orang pemurah. Jadi orang-orang NU itu semuanya pemurah,” ungkapnya disambut tawa hadirin.

Siti Efi Farhati

Dalam berdakwah pun, NU senantiasa dengna pendekatan wasathiya, menjaga keseimbangan, menyebarkan nilai-nilai toleransi, serta selalu menganjurkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Pemateri halaqah di antaranya Guru Besar UIN Alauddin yang juga Ketua Lembaga Dakwah NU Sulsel, M. Ghalib, Katib Syuriyah NU Sulsel KH Ruslan, Rais Syuriyah NU Makassar KH Baharuddin HS, Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah Agus Arifin Numang dan salah satu Mubaligh NU Makassar Ust. Amirullah Amri. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Warta, Daerah Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh

Semarang, Siti Efi Farhati. Pengurus Rabithah Maahid Islamiyyah NU Jawa Tengah telah melakukan kajian mendalam untuk meluncurkan program Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren (PBPK). Gerakan ini bertujuan untuk membangun pola pikir manajemen lingkungan dan kebersihan serta menjadikan pesantren lebih sehat, rapi, nyaman, dan asri.?

Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan PBPK RMINU Jateng Lahir dari Saran Kiai Sepuh

Selanjutnya santri dapat meraih berkah belajar dengan sehat dan suka cita. Pesantren bukan lagi tempat dengan kebersihan tidak terawat dan tempat yang penuh sesak.

Koordinator gerakan PBBK Ustadz H Abu Choir al-Fadholi menyatakan bahwa bersih dan sehat secara lahir adalah pangkal kejernihan pikiran, beningnya hati, dan kesehatan jasmani. ? Menjadikan pesantren sebagai tempat yang bersih, rapi, dan sehat menjadi bukti bahwa pesantren selalu bisa menyerap hal-hal positif dalam perkembangan zaman.?

Siti Efi Farhati

"PBPK merupakan program yang dirancang untuk memunculkan kesadaran internal pesantren tentang pentingnya manajemen lingkungan dan kebersihan guna meningkatkan kualitas kehidupan santri dan pesantren," kata dosen IAIN Surakarta ini, Jumat (8/1).

Gagasan PBBK lahir atas saran dan arahan ulama sesepuh pesantren, pecinta pesantren, pecinta ulama, pecinta ilmu, pecinta lingkungan dan kebersihan. RMI Jateng menjadi motor penggerak untuk ikut andil dalam menggulirkan program ini.

Siti Efi Farhati

Keterlibatan pihak selain RMI Jateng menjadi kunci penting suksesnya PBPK. Santri menjadi unsur utama gerakan ini sebagai eksekutor program. Mereka adalah pengasuh dan sumber daya manusia pesantren, alumni dan pecinta pesantren (akademisi, peneliti, praktisi dan individu atau kelompok yang memunyai kecintaan mendalam kepada pesantren).

Bentuk konkret dari PBPK dalam tahap awal akan dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen house keeping, manajemen lingkungan dan kebersihan. Selanjutnya pelatihan akan ditingkatkan sampai melahirkan standar mutu kebersihan dan kesehatan pesantren.

Sebagai pemicu awal, program ini akan menyasar 35 pesantren di Jawa Tengah untuk menjadi percontohan. ? Selanjutnya program ini akan menyebar di pesantren-pesantren di Jawa Tengah dan Indonesia. Pesantren yang berada dalam naungan NU dan berminat bisa menghubungi Ustadz Abu Choir di nomor kontak 08122805726.

Partisipasi donasi bisa dikirimkan ke rekening BRI 3043-01-026279-53-1 PESANTRENKU BERSIH PESANTRENKU KEREN. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Santri Siti Efi Farhati

Rabu, 22 November 2017

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa

Kudus, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengintruksikan kepengurusan kadaluwarsa di semua tingkatan segera melakukan reorganisasi. Hal ini sebagai upaya penataan organisasi agar tertib sesuai AD/ART.

Ketua PC GP Ansor Kudus Abdul Ghofar mengatakan, eksistensi organisasi GP Ansor baik di level pimpinan ranting maupun anak cabang berjalan dengan baik di sembilan kecamatan. Namun, sebagian besar masa periode kepengurusannya sudah habis.

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa

“Oleh karenanya, kami minta semua pengurus yang sudah habis masa periodenya segara mengadakan pembaharuan (melalui) konferensi atau rapat Anggota,” tandasnya dalam acara koordinasi PC dan PAC Ansor se-Kudus di kediamannya di Desa Temulus,? Kecamatan Mejobo, Kudus, Sabtu (28/12) lalu.

Siti Efi Farhati

Penataan kepengurusan GP Ansor ini, tambah Ghofar, sebagai upaya menciptakan organisasi ini lebih dinamis dan tetap berjalan secara berkesinambungan. “Sebab, tanpa adanya reorganisasi atau kaderisasi organisasi akan mati,”tegasnya lagi.

Ghofar menjelaskan, kepengurusan yang sudah mati tidak? bisa mengikuti rapat permusyawaratan seperti kongres, konferensi di tingkatan atasnya. Di samping itu, kepengurusan masih aktif menjadi persyaratan untuk mengikuti dan mengggunakan hak suaranya dalam acara konferensi.

Siti Efi Farhati

“Kami instruksikan, PAC yang sudah kadaluarsa segera mengadakan konferensi sehingga bisa menjadi peserta konferensi wilayah Ansor Jawa tengah bulan Mei 2014 mendatang,” pintanya.

Terakit kegiatan apel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) GP Ansor di Surabaya, pihaknya memberangkatkan? 150 pasukan dengan menggunakan tiga bus pada Sabtu (4/1)? pukul 05.30 dari depan Gedung DPRD Kudus.

“Kita berangkat Sabtu 05.30 WIB karena pukul 08.00 nanti berangkat bareng-bareng bersama pasukan banser se-karesidenan di Rembang,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

Cirebon, Siti Efi Farhati. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, konflik yang berkecamuk di beberapa negara merupakan akibat dari sikap intoleran. Radikalisme yang dikembangkan segelentir umat beragama di beberapa negara telah menimbulkan perpecahan dan kekisruhan di antara mereka.

“Padahal jika ajaran agama dipahami dan diamalkan secara benar, tidak akan menimbulkan kebencian terhadap siapapun, justru yang timbul adalah sikap toleran dan solidaritas,” jelasnya saat bertausiah pada haflah akhirissanah Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (30/5).

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

Di hadapan ribuan hadirin, Kiai asal Cirebon ini bersyukur peristiwa tersebut relatif tidak ada di Tanah Air. Menurutnya, umat beragama di Indonesia mayoritas bersikap moderat dan hal itu merupakan jasa dari kiprah pesantren.

Siti Efi Farhati

“Alhamdulillah kalau di Indonesia, kita punya warisan sistem pendidikan keagamaan yang mampu mencetak generasi muslim yang moderat, menanamkan karakter bangsa yang luhur, serta mengedepankan akhlakul karimah. Sistem pendidikan tersebut adalah pondok pesantren,” lanjut Kang Said, sapaan akrabnya.  

Sementara itu, mudir Madrasah Al Hikamus Salafiyah KH Azka Hammam Syaerozi dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berorientasi pada pendidikan karakter berbasis pesantren, sehingga mereka diharapkan mampu menjadi figur khoiru ummah (teladan masyarakat), “Madrasah Al Hikamus Salafiyah merupakan lembaga yang memiliki kurikulum independen, mengacu pada pendalaman kitab kuning, mulai dari tingkat ibtida’iyah, tsanawiyah, aliyah dan ma’had aly”.  

Siti Efi Farhati

Bersama para kiai babakan, Kang Said Aqil juga diberi kehormatan untuk mewisuda siswa MHS dari seluruh tingkatan. Prosesi wisuda ini dipimpin langsung oleh KH Makhtum Hannan, sesepuh pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Acara puncak haflah akhirussanah yang berlangsung di halaman utama Madrasah Al Hikamus Salafiyah itu, sebelumnya diawali dengan atraksi sepak bola api dan mandi petasan di lapangan bola Desa Babakan, Ciwaringin. Hal ini merupakan tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun, dilakukan oleh para siswa kelas I Aliyah Madrasah Al Hkamus Salafiyah. Masyarakat sekitar pun menyambutnya dengan sangat antusias. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Fragmen Siti Efi Farhati

Minggu, 19 November 2017

PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I

Lombok, Siti Efi Farhati - Pertandingan Liga Santri Nusantara 2016 Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) I telah dimulai. Pertandingan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faisal Zainy di Lapangan Dirgantara TNI AU Rembiga, Mataram, Kamis (18/8).

Pertandingan pertama mempertemukan tim dari Pesantren Darussalam Desa Babussalam, Kecataman Gerung, Lombok Barat dan Pesantren Mahimulmunir, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I

Menurut Helmy, Liga Santri Nusantara di samping sebagai wadah penyeleksian dan pembinaan skil olahraga sepak bola bagi kalangan santri, juga menjadi salah satu kanal persaudaraan antara santri se-Nusantara melalui olahraga sepak bola.

“LSN merupakan wujud pengembangan ukhuwah olahraga, jika tahun kemarin tageline-nya ‘Dari Pesantren menuju Nusantara’, maka saat ini ‘Dari Pesantren menuju Dunia’,” jelas Helmy.

Siti Efi Farhati

Tampak hadir pada pertandingan ini Ketua PWNU NTB Tuan Guru Taqiuddin Mansur. (Red Alhafiz K)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Warta, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Selasa, 14 November 2017

Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal

Solo, Siti Efi Farhati. Seperti halnya di Yogyakarta yang menggelar Grebeg Syawal, Keraton Solo mengadakan upacara serupa yang dihelat di halaman depan Masjid Agung Solo, Jumat (9/8). Acara dimulai dengan kirab prajurit Keraton Solo dari  halaman Keraton Solo menuju Masjid Agung Solo.

Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Solo Rebutan Gunungan Grebeg Syawal

Barisan prajurit Keraton Solo yang berpakaian warna hitam itu berjalan diiringi tabuhan drum band (Corobalen) khas Keraton Solo. Di belakang arakan prajurit, diarak dua gunungan besar yang diusung beberapa abdi dalem.

Dua gunungan itu masing-masing bernama jaler dan estri (laki-laki dan perempuan). Gunungan berbentuk lancip menyerupai tumpeng yang berisi berbagai sayuran seperti kacang, wortel dan terung itu bernama jaler. Sedangkan gunungan estri berbentuk agak bulat menyerupai kubah yang berisi rengginang.

Siti Efi Farhati

Sesampainya di Masjid Agung, dua gunungan itu diletakkan di halaman masjid. Gunungan itu didoakan oleh Tafsir Anom atau takmir Masjid Agung. Usai didoakan ratusan warga menyerbu gunungan

Siti Efi Farhati

Dengan berharap berkah, mereka berebut mengambil rengginang yang habis dalam waktu sekejab. Bahkan sebagian warga masih mencari sisa-sisa rengginang meski kerangka gunungan telah diambil.

“Ini merupakan ritual tahunan sebagai wujud kedekatan Keraton Solo dengan masyarakat dan Masjid Agung. Isi gunungan itu semuanya hasil bumi,” jelas Kerabat Keraton, KRMH Satriyo Hadinagoro.

Sementara itu, gunungan jaler diarak kembali oleh abdi dalem menuju halaman Keraton Solo. Ratusan warga yang menunggu gunungan tersebut langsung berebut mengambil sayur-sayuran hasil bumi itu. “Saya mengambil kacang panjang dengan harapan bisa sehat dan selamat,” ucap Slamet, salah satu warga. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ubudiyah, Kajian, Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Sabtu, 11 November 2017

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

Way Kanan, Siti Efi Farhati. Nahdlatul Ulama (NU) akan berusia 90 tahun pada 31 Januari 2016. Warga NU Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersiap merayakan di 14 kecamatan yang ada.

Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) melalui intruksi Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Way Kanan KH Nur Huda akan menggelar serangkaian acara serentak berkaitan dengan amaliah-amaliah Aswaja.

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

"Sementara masih diinventarisir setiap MWC akan menggelar apa. Adapun Gerakan Pemuda Ansor, sebagai rencana tindak lanjut berlatih bekam, akan menggratiskan warga sejumlah 90 orang untuk hijamah atau mengeluarkan darah kotor secara gratis pada harlah NU," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Jumat (8/1).

Siti Efi Farhati

Organisasi pemuda NU di daerah yang dipimpin Pj Bupati Albar Hasan Tanjung ini dalam beberapa kesempatan mengajarkan pengobatan bekam kepada kader. Antara lain di PAC Pakuan Ratu yang juga diikuti kader dari PAC Negeri Agung dan selanjutnya akan diikuti kader PAC Kasui, Rebang Tangkas dan Banjit.

Siti Efi Farhati

"Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 macam penyakit’. Bekam bagi 90 warga secara gratis tersebut akan digelar PAC Pakuan Ratu yang dipimpin sahabat Bakti Ghozali," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

PCNU Way Kanan pada Ahad (10/1) akan menggelar rapat akbar dengan seluruh badan otonom dan lembaga NU setempat di kantor NU, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu untuk membahas perayaan Harlah NU. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Foto: Kader Gerakan Pemuda Ansor Pakuan Ratu dan Negeri Agung belajar bekam di Klinik Bulan Medical Center Pimpinan dr Yusuf J Mustofa Dok GP Ansor Way Kanan

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Bahtsul Masail, Ahlussunnah, Ulama Siti Efi Farhati

Kamis, 02 November 2017

Hindari Beragama Secara Eksklusif dan Menafikan Keyakinan Orang Lain

Bandar Lampung, Siti Efi Farhati. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung H Suhaili menjelaskan problematika tentang keberagaman yang dewasa ini ada di Indonesia. Salah satu yang menjadi problem paling besar dalam kehidupan beragama dewasa ini menurutnya adalah kenyataan banyaknya agama.?

Keberagaman ini, lanjutnya, diharapkan tidak menjadi sumber konflik. Namun harus dikelola dengan baik sehingga bisa berfungsi pada masyarakat plural jadi tidak saling berbenturan.

Hindari Beragama Secara Eksklusif dan Menafikan Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Beragama Secara Eksklusif dan Menafikan Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Beragama Secara Eksklusif dan Menafikan Keyakinan Orang Lain

"Masalahnya sering kita lihat bahwa para pemeluknya telah mengekspresikan kebenaran agamanya secara monolitik dan eksklusif, dalam arti bahwa subyektivitas kebenaran yang diyakininya seringkali menafikan agama yang diyakini pihak lain," ujarnya, Kamis (20/7).

Hal itu disampaikannya didepan Peserta Workshop Multikulturalisme Intern Umat Islam yang dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama Lampung. Kegiatan yang mengangkat Tema Memperkokoh Ukhuwah dan Sinergi Dalam Dakwah ini dilaksanakan di Hotel Kurnia Bandar Lampung pada 20-22 Juli 2017.?

Siti Efi Farhati

Ia mengatakan bahwa Karakter Asli Agama adalah membawa misi sebagai pembawa kedamaian dan keselarasan hidup bukan saja antar manusia, tetapi juga antar sesama makhluk Tuhan penghuni semesta ini.

Namun, lanjutnya, dalam rentangan sejarah, misi agama tidak selalu artikulatif. Selain sebagai alat pemersatu sosial, agama pun menjadi unsur konflik. Salah satu Penyebab konflik antar pemeluk agama atau kelompok agama ini menurutnya adalah intoleransi.

"Yang menyebabkan intoleransi menurutnya adalah absolutisme (kesombongan intelektual), ekslusivisme (kesombongan sosial), fanatisme (kesombongan emosional), ekstremisme (berlebih-lebihan dalam bersikap), dan agresivisme (berlebih-lebihan dalam melakukan tindakan fisik)," jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa jika kemajemukan seperti warna kulit, suku, tradisi, bahasa, aktualisasi budaya, kepemimpinan sosial, kearifan lokal dan agama dapat dikelola agar bisa menjadi sebuah kekuatan yang bisa bermanfaat. Namun sebaliknya bisa jadi kelemahan apabila tidak dimenej dengan baik.

Ia sangat menyayangkan saat ini kemajemukan yang ada sering dijadikan perdebatan khususnya di Media Sosial yang menjurus kepada perpecahan. Oleh karenanya Ia berharap umat Islam tidak ikut terpengaruh dengan hal-ha tersebut.

Siti Efi Farhati

"Umat Islam jangan larut dalam hiruk pikuk perdebatan perbedaan pandangan Agama di Medsos. Banyak yang merasa Paling benar sendiri seolah-olah mau masuk surga sendiri," katanya seraya mengingatkan bahwa yang terpenting adalah menjaga persatuan.

Menurutnya umat Islam harus menerima kenyataan keragaman budaya dan agama serta memberikan toleransi kepada masing-masing komunitas dalam menjalankan ibadahnya. Oleh karena itu, kecurigaan tentang sifat Islam yang anti plural sangat tidak beralasan dari segi ideologis. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah Siti Efi Farhati

Sabtu, 07 Oktober 2017

Produk Elektronik Karya Santri Jepara ini Tembus Pasar Mancanegara

Jakarta, Siti Efi Farhati



Kelahiran Jasa Repair Ponsel (Jarepo) yang dibidani Muhammad Alauddin (29) mendapat sambutan luar biasa dari pelanggan. Pria kelahiran Pati yang pernah mondok di Pesantren Amtsilati Jepara, Jawa Tengah, ini menyebut pelanggannya selain dari berbagai daerah di Indonesia juga dari mancanegara.

Produk Elektronik Karya Santri Jepara ini Tembus Pasar Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Produk Elektronik Karya Santri Jepara ini Tembus Pasar Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Produk Elektronik Karya Santri Jepara ini Tembus Pasar Mancanegara

“Beberapa pesanan datang dari luar negeri. Ada dari sejumlah negara di Asia Tenggara bahkan ada juga pemesan dari Amerika Latin," ujar Alauddin ketika dihubungi Siti Efi Farhati dari Jakarta, Ahad (3/9).

Para pelanggan baru tersebut, lanjut dia, datang dari negara Thailand (1 buah), Malaysia (10 buah), Vietnam (10 buah), dan Peru (3 buah). “Terus terang, saya bahagia sekali sekaligus tertantang untuk merambah pasar baru di luar negeri,” tuturnya.

Siti Efi Farhati

Saat diminta bercerita tentang manfaat socket kekinian itu, pria yang memiliki hobi bongkar-pasang elektronik sejak belia ini mengatakan awalnya dari kebutuhan pribadi. Sebagai teknisi, ia merasa kerepotan jika bekerja dengan beberapa alat pemrograman sekaligus.

“Kalau misalnya alat yang satu kurang mendukung atau pengen ganti ke alat lain, harus lepas pasang adapter ke perangkat yg akan di kerjakan. Repot dan menyita waktu lama. Apalagi yang namanya direct isp emmc. Harus solder ulang dengan kerumitan titik solder 0,3 - 0,5mm. Kecil sekali,” paparnya.

Alak, panggilan akrabnya, kemudian berpikir untuk menciptakan alat yang bisa untuk semua (all in one). Semua alat programming bisa dikoneksikan dengan satu alat yang namanya adapter direct isp emmc dan converter socket BGA all in one. “Akhirnya saya membuat produk pertama tersebut,” ungkapnya bangga.

“Nah, karena banyak permintaan teman-teman seprofesi, kenapa nggak dibikin yang khusus masing-masing alat juga? Kan nggak semua teknisi punya langsung semua alat programming, kadang hanya punya 1 alat atau 2 bahkan hanya 3 saja. Akhirnya menciptakan lagi produk-produk lain sesuai permintaan pelanggan,” tambahnya.

Siti Efi Farhati

Menurut Alak, untuk produk unggulan dan yang pertama kali ia buat, para calon pelanggan dapat mengakses link https://www.smart-connects.com/produk/jual-converter-socket-bga-dan-adapter-direct-isp-emmc-all-in-one. “Nah, kalau pengen tahu daftar semua produk yang sudah saya buat, bisa klik link berikut ini https://www.smart-connects.com/produk,” jelasnya.

Disinggung soal bea cukai, Alak mengatakan masing-masing negara punya peraturan yang berbeda-beda. Terkadang ada beberapa pelanggan yang minta ditulis hanya 50 USD saja pada saat pengiriman. Walaupun harga barang di atas 200 USD jika pembelian 10 pcs. “Karena dia khawatir kena batasan bea cukai di negaranya kalau melebihi 50 USD,” pungkas Alak. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Ahlussunnah, Kajian Sunnah Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock