Bondowoso, Siti Efi Farhati. Pasangan suami istri Riski (50) dan Fatima (40) bersyukur cita-citanya melaksanakan ibada umroh telah tercapai. Pasangan tersebut melaksanakan ibadah itu dengan ongkos hasil dari berjualan es degan dan bakso yang telah mereka jalani selama 15 tahun.
Pasutri itu berangkat umroh 6 Desember dari Jember. Menurut Riski, ibadah tersebut ditempuh selama 20 hari, di Madinah 5 hari dan di Mekkah selama 15 hari.
| Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso
“Saya tidak punya gaji bulanan, bukan pegawai negeri. Tidak punya juga apa yang mau dijual. Jadi, hasil jualan ini saya tabung," ujar pria lulusan SMP itu kepada Siti Efi Farhati di tempat bekerjanya, sebuah warung di pinggir jalan di Desa Lojejer, Selasa (10/1), ketika ditanya ongkos keberangkatan.Siti Efi Farhati
Bapak dua anak ini menambahkan, awalnya ia mempunyai uang 5 juta untuk membuka tabungan dia dan istrinya.“Saya buka rekening di bank. Saya menabung tidak setiap hari. Saya kumpulkan dulu selama beberapa hari. Empat hari atau lima hari, saya tabungkan ke bank BRI Cabang Tenggarang dekat pasar itu sebesar 500 ribu atau 700 ribu itu untuk dua orang," jelasnya.
Siti Efi Farhati
Warga Desa Kajar Rt 4 Rw 1 Kecamatan Tenggarang itu mengaku menjual satu es degan seharga 6 ribu rupiah. Sementara bakso per mangkok 5 ribu rupiah.Ketika musim panas, lanjutnya, es degan laris manis. Sehari ia bisa menjual 100 -125 butir dengan harga sama, 6 ribu. Sementara ia membeli kelapa tersebut seharga 2 ribu per butir.
"Semua itu niat hati, insyaallah bisa berangkat (umroh, red.). Ini buktinya saya bisa berangkat umroh," ucapnya. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Siti Efi Farhati Sejarah, Ahlussunnah Siti Efi Farhati
