Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain

Jakarta, Siti Efi Farhati

Ada orang yang beriman, tetapi tidak berilmu. Juga ada orang berilmu, sayangnya tidak beriman. Padahal Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang beriman sekaligus berilmu. Beriman sekaligus berilmu itulah yang menjadi cita-cita Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).

Demikian disampaikan Rektor Unusia Prof Dr Ir Maksoem Machfoedz pada? ceramah ilmiah berjudul “Spiritualisasi Keilmuan” dalam rangka Dies Natalis Ke-1 Unusia di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (15/6).

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain

Peringatan ulang tahun pertama Unusia mengambil tema “Menuju Kampus Bermutu”. Dalam ceramahnya, Prof Maksoem pun mengambil analogi keilmuan yang ingin dikembangkan Unusia dengan spirit ibadah puasa.

Siti Efi Farhati

Pelaksanaan ibadah puasa harus mampu mengendalikan hawa nafsu. Bagi mahasiswi hendaknya menghindari perguncingan, dan mahasiswa harus mampu menjaga pandangan mata yang dapat mengundang syahwat. Puasa jangan sampai hanya mendatangkan derita lapar dan dahaga. Karena puasa bertujuan menjadikan manusia bertakwa.

Ketakwaan dapat dilihat dari beberapa dimensi, yaitu ubudiyah dan pembentukan karakter. Salah satu bentuk karakter takwa adalah keadilan. Keadilan mendekatkan pula kepada ketakwaan. Keadilan harus ditegakkan, walaupun berkaitan dengan orang terdekat, juga tidak peduli kaya atau miskin. Keadilan harus pula diaplikasikan melalui sikap kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Siti Efi Farhati

Prof Maksoem menegaskan semua tujuan itu dikaji, dibentuk dan diwujudkan dalam program studi-program studi yang diselenggarakan di Unusia. Adalah tantangan bagi keberadaan program studi humaniora dengan aneka pendekatan keilmuannya untuk menerjemahkan cita-cita dan amanat spiritual keadilan. Sudah tiba waktunya dipertanyakan eksistensi keilmuan Hukum ketika ketidakadilan justru menjadi raja diraja. Pertanyaan yang sama juga menjadi tantangan serius bagi Ilmu Psikologi, Sosiologi, Komunikasi sampai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Penting direnungkan, lanjut Prof Maksoem, bahwa krisis ekonomi merupakan kegagalan keilmuan ekonomi baik dari sisi manajemen maupun akuntansinya. Tantangan keilmuan ekonomi adalah menerjemahkan ekonomi yang berkeadilan. Ilmu ekonomi yang selama ini diterapkan hanya memperhatikan keuntungan uang.

Menurut Prof Maksoem ilmu teknik juga sama saja, bahkan cenderung menjadi hamba kapitalis. “Pernahkah kita berpikir ada lulusan Sistem Informasi yang pro rakyat kecil? Umumnya mereka sangat pro kapitalisme dan liberalisme,” kata Prof Maksoem.

Setiap ada warga yang miskin, selalu yang disalahkan adalah kaum miskin tersebut. Kaum miskin dipersalahkan karena kalah bersaing, tidak belajar, dan dianggap pantas saja ada fakir miskin.

Prof Maksoem berasumsi, bila Allah tidak menyaratkan perhatian orang muslim terhadap kaum miskin, kira-kira apa ada puasa wajib? Bila tidak ada kepentingan dengan fakir miskin bisa jadi puasa Ramadhan tidak wajib. Karena salah satu hikmah berpuasa adalah membangun simpati dan empati kepada kaum miskin.

Puasa juga tidak lengkap apabila tidak ada kewajiban membayar zakat. Membayar zakat haruslah kepada orang yang berhak, salah satunya fakir miskin.

Prof Maksoem mendorong mahasiswa Unusia semua jurusan menjadi ilmuwan yang tidak hanya intelektual, tetapi ilmuwan yang bertindak untuk kemaslahatan umat. Ilmuan seperti itulah yang oleh Allah disebut ulama. Yakni mereka yang dengan ilmunya—ilmu apa pun, tidak harus ilmu agama—dapat memberikan manfaat bagi orang lain. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Makam, Nahdlatul Ulama, Pertandingan Siti Efi Farhati

Senin, 12 Februari 2018

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Siti Efi Farhati yang terhormat. Pada Rabu (20/4) siang, saya menyaksikan acara Aswaja TV yang salah satu poin bahasannya adalah "Tidak semua bid‘ah itu adalah dhalalah (sesat)."

Saya mau meminta penjelasan lebih lanjut perihal kriteria seseorang boleh membuat bidah hasanah. Berikutnya saya mohon diberikan contoh-contoh yang termasuk bidah hasanah. Demikian mohon penjelasannya. Terima kasih. (Sukron Mamun)

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kriteria Bid‘ah Dhalalah dan Bid‘ah Hasanah

Jawaban

Siti Efi Farhati

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman dan pembaca di mana pun berada, semoga selalu dirahmati Allah swt. Pada kesempatan ini kita mencoba melihat hadits-hadits Rasulullah SAW yang berkaitan dengan bid‘ah. Kita akan mengawalinya dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai berikut ini.

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»?

Artinya, “Dari Jabir bin Abdullah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW dalam khothbahnya bertahmid dan memuji Allah SWT. Lalu Rasulullah SAW berkata, ‘Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang Allah sesatkan jalan hidupnya, maka tiada yang bisa menunjuki orang tersebut ke jalan yang benar. Sungguh, kalimat yang paling benar adalah kitab suci. Petunjuk terbaik adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW. seburuk-buruknya perkara itu adalah perkara yang diada-adakan. Setiap yang diada-adakan adalah bid‘ah. Setiap bid‘ah itu sesat. Setiap kesesatan membimbing orang ke neraka,’” (Lihat Ahmad bin Syu‘aib bin Ali Al-Khurasani, Sunan An-Nasai, Maktab Al-Mathbu‘at Al-Islamiyah, Aleppo, Cetakan Kedua, tahun 1986 M/ 1406 H).

Untuk memahami hadits riwayat An-Nasai, kita perlu menyandingkannya dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan di Shahih Bukhari sebagai berikut.

? ? ? ? ?: "? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "?": "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?". ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? "?".

Artinya, “Ucapan Rasulullah SAW ‘Setiap bid‘ah itu sesat’ secara bahasa berbentuk umum, tapi maksudnya khusus seperti keterangan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, ‘Siapa saja yang mengada-ada di dalam urusan kami yang bukan bersumber darinya, maka tertolak’. Riwayat kuat menyebutkan Imam Syafi’i berkata, ‘Perkara yang diada-adakan terbagi dua. Pertama, perkara baru yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunah Rasul, pandangan sahabat, atau kesepakatan ulama, ini yang dimaksud bid‘ah sesat. Kedua, perkara baru yang baik-baik tetapi tidak bertentangan dengan sumber-sumber hukum tersebut, adalah bid‘ah yang tidak tercela,’” (Lihat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal, Halaman 206).

Imam Syafi’i dalam keterangan di atas jelas membuat polarisasi antara bid‘ah yang tercela menurut syara’ dan bid‘ah yang tidak masuk kategori sesat. Pandangan Imam Syafi’i kemudian dipertegas oleh ulama Madzhab Hanbali, Ibnu Rajab Al-Hanbali sebagai berikut.

? ? ? ? ?: ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnu Rajab Al-Hanbali mengatakan, ‘Yang dimaksud bid‘ah sesat itu adalah perkara baru yang tidak ada sumber syariah sebagai dalilnya. Sedangkan perkara baru yang bersumber dari syariah sebagai dalilnya, tidak termasuk kategori bid‘ah menurut syara’/agama meskipun masuk kategori bid‘ah menurut bahasa,’” (Lihat Ibnu Rajab Al-Hanbali pada Syarah Shahih Bukhari).

Perihal hadits Rasulullah SAW itu, Guru Besar Hadits dan Ulumul Hadits Fakultas Syariah Universitas Damaskus Syekh Mushtofa Diyeb Al-Bugha membuat catatan singkat berikut ini.

(?) ?. (? ?) ? ? ? ?. (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?). (?) ? ? ? ? ?]

Artinya, “Siapa saja yang mengada-ada (membuat hal baru) di dalam urusan (agama) kami (agama Islam) yang bukan bersumber darinya (tidak terdapat dalam Al-Quran atau sunah, tidak berlindung di bawah payung hukum keduanya atau bertolak belakang dengan hukumnya), maka tertolak (batil, ditolak, tidak diperhitungkan),’ (Lihat Ta’liq Syekh Mushtofa Diyeb Al-Bugha pada Jamius Shahih Al-Bukhari, Daru Tauqin Najah, Cetakan Pertama 1422 H, Juz IX).

Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam, ulama madzhab Syafi’i abad 7 H kemudian membuat rincian lebih detail perihal bid‘ah beserta contohnya seperti keterangan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Bid‘ah adalah suatu perbuatan yang tidak dijumpai di masa Rasulullah SAW. Bid‘ah itu sendiri terbagi atas bid‘ah wajib, bid‘ah haram, bid‘ah sunah, bid‘ah makruh, dan bid‘ah mubah. Metode untuk mengategorisasinya adalah dengan cara menghadapkan perbuatan bid‘ah yang hendak diidentifikasi pada kaidah hukum syariah. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kewajiban, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah wajib. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut keharaman, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah haram. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kesunahan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah sunah. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kemakruhan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah makruh. Kalau masuk dalam kaidah yang menuntut kebolehan, maka bid‘ah itu masuk kategori bid‘ah mubah. Bid‘ah wajib memiliki sejumlah contoh,” (Lihat Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam As-Salami, Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, Cetakan kedua, Tahun 2010, Juz II, Halaman 133-134).

Contoh bid‘ah wajib antara lain mempelajari ilmu nahwu (gramatika Arab) sebagai perangkat untuk memahami Al-Quran dan Hadits, mendokumentasikan kata-kata asing dalam Al-Quran dan Hadits, pembukuan Al-Quran dan Hadits, penulisan ilmu Ushul Fiqh. Sementara contoh bid‘ah haram adalah hadirnya madzah Qadariyah, Jabariyah, Murjiah, atau Mujassimah. Contoh yang dianjurkan adalah sembahyang tarawih berjamaah, membangun jembatan, membangun sekolah. Contoh bid’ah makruh adalah menghias mushhaf dengan emas. Sedangkan contoh bid’ah mubah adalah jabat tangan usai sembahyang subuh dan ashar, mengupayakan sandang, pangan, dan papan yang layak dan bagus. Contoh bid‘ah di Indonesia antara lain peringatan tahlil berikut hitungan hari-harinya, peringatan Isra dan Miraj dan lain sebagainya yang kesemuanya bahkan dianjurkan oleh agama. Contoh-contoh ini dapat dikembangkan sesuai tuntutan kaidah hukumnya seperti diterangkan Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Semoga pengertian dan pembagian bid‘ah di atas dapat menurunkan intensitas kontroversi di masyarakat perihal bid‘ah. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Halaqoh, Anti Hoax Siti Efi Farhati

Jumat, 09 Februari 2018

PBNU: Politik Transaksional Lahirkan "Pencuri"

Jember, Siti Efi Farhati. Maraknya politik transaksional karena ketidakdewasaan politisi dalam bersikap telah melahirkan konflik. Akibatnya kerukunan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia tecerderai. Hal ini telah memperlemah posisi Pancasila.

PBNU: Politik Transaksional Lahirkan Pencuri (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Politik Transaksional Lahirkan Pencuri (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Politik Transaksional Lahirkan "Pencuri"

Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua Umum PBNU, H. As’ad Said Ali saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Kerukunan Bernegara di Gedung Mas Soerachman, Universitas Jember, Jawa Timur, Senin (25/11).

Menurutnya, demi mengejar kekuasaan, para elite politik rela melakukan apa saja, termasuk demokrasi transaksional. “Seharusnya sistem demokrasi di Indonesia melahirkan tokoh politik yang memiliki sifat kenegarawanan, bukan malah menjamurnya pencuri yang menjadi politisi,” ujarnya.

Siti Efi Farhati

As’ad menambahkan, sejumlah konflik di tanah air banyak disebabkan karena ketidakdewasaan elit politik dalam “bermain”. Yang memilukan, katanya, konflik tersebut mulai dikembangkan dengan menggunakan isu agama.

“Saya tahu yang bermain itu adalah para elite. Sekarang yang menjadi korban rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa,” sambungnya.

Siti Efi Farhati

As’ad berharap agar bangsa Indonesia kembali kepada Pancasila sebagai pegangan hidup. Pancasila memang dirancang untuk falsafah hidup bangsa Indonesia yang beranegka ragam budaya dan sukunya. “Kalau berbicara kerukunan bernegara ya Pancasila rujukannya,” ucapnya.

Sarasehan itu sendiri dihadiri para mahasiswa, aktivis, tokoh masyarakat  dan sejumlah kiai. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PCNU Jember, KH. Misbahussalam. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012

Jakarta, Siti Efi Farhati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menindaklanjuti berbagai keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Cirebon pada pertengahan September lalu. Proses tindak lanjut akan melibatkan tim khusus.?



PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012

Hal ini tampak dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah di kantor PBNU, Rabu (7/11), yang dihadiri Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali.

Menurut Sekretaris Jendral PBNU Marsudi Syuhud, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk merealisasikan sejumlah rekomendasi Munas, terutama menyangkut revisi undang-undang (UU) dan rancangan undang-undang (RUU).

Tim khusus yang dipimpin Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dan Ketua PBNU Prof Maksum ini akan bekerja hingga ke tingkat uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). Munas NU menemukan banyak pasal dalam UU ataupun RUU yang tak sejiwa dengan Khittah Indonesia 1945.?

Siti Efi Farhati

Rencananya, PBNU juga akan proaktif menyosialisasikan hasil Munas NU kepada masyarakat luas, termasuk parakader NU yang tersebar di beragam posisi. “Kader-kader NU yang di partai, professional, akademisi, birokrat,” tambah Wakil Ketua Umum PBNU.?

Siti Efi Farhati

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Khutbah Siti Efi Farhati

Rabu, 07 Februari 2018

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik

Jakarta, Siti Efi Farhati. Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Asosiasi Pesantren NU se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 pada tanggal 14-16 Juni 2017 di Hotel Menara Peninsula Jakarta.?

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik

Dalam sambutannya di acara pembukaan Bimtek, KH Abdul Ghaffar Rozin selaku Ketua Pengurus Pusat RMI NU dan sekaligus CEO LSN 2017 mengapresiasi pemerintah dan PSSI yang telah mendukung penyelenggaraan Liga Santri.

"Sebagai bagian terbesar bagi dunia pendidikan di Indonesia dan sekaligus sub-kultur bangsa ini, sudah seharunya kita berharap ke depan Liga Santri ini menjadi bagian resmi dari liga di lingkungan PSSI. Sepakbola adalah milik rakyat Indonesia, dan pesantren sebagia bagian terbesar dari bangsa ini tentu ingin berkontribusi di dalamnya," ujar Gus Rozin.

Dalam sambutan Bimtek yang diikuti perwakilan 32 region seluruh Indonesia itu Gus Rozin menyatakan, Menurut UU ? No. 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olahraga.

Siti Efi Farhati

?

Sebagai elemen sah yang turut memperjuangkan dan mendirikan Negara ini, Gus Rozin menambahkan, pesantren tidak saja akan berhenti dengan mencetak kader bangsa yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesia-an, melainkan juga berkewajiban mempersembahkan insan-insan terbaik di semua lini kehidupan bangsa, termasuk di bidang sepak bola.

Siti Efi Farhati

Lebih-lebih, tidak ada olahraga yang lebih populis dibanding sepakbola. Sportivitas, universalitas dan insklusifitas tidak berkontradiksi dengan ajaran pesantren, bahkan sangat in-line dengan nilai-nilai pesantren yang mengedepankan kejujuran, moderatisme, toleransi, dan kesetaraan/keadilan.?

"Dengan bertemunya prinsip-prinsip kebangsaan dan kepesantrenan tersebut, kami haqqul yaqin kedepan kita hanya menghasilkan pemain bola profesional di negeri ini, melainkan lebih jauh kami akan menghasilkan pemain bola yang profesional, patriotik, yang mencintai negaranya melebihi sekat-sekat sektarianisme dan primordialisme. Inilah yang menjadi diferensiasi kami," pungkas putra almaghfurlah KH Sahal Mahfudz tersebut.

Hadir dalam acara ? tersebut antara lain Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Isnanta, Asisten Deputi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga, Bayu Rahadiyah dan perwakilan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Direktur Kompetisi, Efraim Ferdinand Bawole.

Seperti diketahui LSN tahun ini akan dimulai dengan kick-off Agustus 2017 dan ditutup dengan babak final pada bulan Oktober 2017. Pagelaran ini akan melibatkan seribu lebih pesantren dari Sabang hingga Merauke dan diikuti oleh 1.024 kesebalasan, 22.528 pemain, 990 pertandingan yang terdistribusi kedalam 32 region. (Ali/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Santri Siti Efi Farhati

Senin, 05 Februari 2018

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang

Purworejo, Siti Efi Farhati. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah bergerak membantu pemulihan pasca terjadinya longsor di Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno, Senin (30/10).

Dengan menggunakan peralatan seadanya, beberapa personil Banser membersihkan rumah dan jalanan dari timbunan material longsor. Selain itu, Ansor dan Banser juga telah menggalang dana untuk warga yang terdampak longsor.

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bantu Korban Longsor Karanggedang

"Bantuan kepada keluarga korban berupa uang tunai dan sebagian bahan pangan," ungkap Ahmad Afif, ketua PAC GP Ansor Bruno yang dihubungi Siti Efi Farhati via aplikasi pesan singkat.

Afif, sapaan akrabnya, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan melalui Ansor Banser Kecamatan Bruno.

Siti Efi Farhati

"Mudah-mudahan bisa meringankan beban yang terkena musibah," imbuhnya. 

Seperti banyak diberitakan, Desa Karanggedang diguyur hujan lebat pada Jumat (27/10) sore sampai malam hari dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta satu orang luka-luka. Selain itu, longsor juga merusak beberapa rumah dan menimbulkan material yang menutup akses jalan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Boedi Harjono pada Sabtu (28/10) memberikan keterangan bahwa, korban yang meninggal atas nama Tarsono (56) dan korban luka-luka adalah istri Tarsono, yang mengalami patah tulang paha sebelah kiri. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Meme Islam, Nahdlatul Ulama, Khutbah Siti Efi Farhati

Selasa, 30 Januari 2018

12 Pastor Manca Negara Kunjungi Pesantren Tebuireng

Jombang, Siti Efi Farhati. Sejumlah pastor Serikat Jesuit yang berasal dari beberapa negara berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Rabu (9/8). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian acara pertemuan rutin pastor yang tergabung dalam Jesuits Among Muslims (JAM) yang tahun ini digelar di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke pesantren yang dipimpin KH Salahudin Wahid itu, Delegasi berjumlah 12 orang pastor yang dipimpin Romo Franz Magnis-Suseno SJ tersebut menyempatkan diri berziarah ke makam Presiden Ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).?

Dalam dialog yang berlangsung akrab dan dibalut nuansa kekeluargaan, anggota delegasi yang berasal dari Jerman, Perancis, Nigeria, Turki, India, Spanyol dan Roma itu menanyakan banyak hal tentang Islam dan pesantren.

12 Pastor Manca Negara Kunjungi Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
12 Pastor Manca Negara Kunjungi Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

12 Pastor Manca Negara Kunjungi Pesantren Tebuireng

"Salah satu pastor dari Jerman bahkan bertanya, apakah seorang nonmuslim bisa diterima belajar di pesantren," tutur Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar di Dalem Kasepuhan Tebuireng.

Mereka juga melontarkan pertanyaan terkait pola rekrutmen santri dan keberadaan santri perempuan. "Apakah di Pesantren Tebuireng juga ada santri perempuan dan bagaimana pola relasi keseharian mereka dengan santri putra," imbuh Gus Ghofar menirukan pertanyan pastur asal Nigeria.

Siti Efi Farhati

Yang tidak kalah menarik, dalam kesempatan tersebut, Romo Ignatius Ismartono SJ, salah satu anggota delegasi, menanyakan tingginya selera humor kaum santri dan warga Nahdlatul Ulama.

"Apakah di pesantren ada kurikulum atau faktor khusus yang membuat selera humor santri sedemikian tinggi?" tanya pria kelahiran Yogyakarta itu.

Siti Efi Farhati

Pertanyaan itu tentu saja mengundang tawa seluruh peserta dialog. Bukannya mendapat jawaban serius, pertanyaan Romo Ismartono justru memancing peserta dialog berbagi kisah humor yang banyak diceritakan oleh Gus Dur semasa hidupnya.

Sebelum meninggalkan Pesantren Tebuireng, para pastor itu sempat berkeliling di kawasan makam Gus Dur dan makam KH Hasyim Asy’ari pendiri NU dan pahlawan nasional. Paa pastor juga melihat langsung salah satu kamar santri dan berdialog dengan salah satu pembina santri.

Tampak ikut dalam rombongan tersebut, Romo Gregorius Sutomo SJ (seorang pastor yang berhasil menyelesaikan S3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Wakil Rektor II Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Muhsin Kasmin dan beberapa mudir di lingkungan Pesantren Tebuireng.(Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Rabu, 24 Januari 2018

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

Wonosobo, Siti Efi Farhati. Ada yang istimewa pada acara Lailatul Ijtima dan Mujahadah rutin Warga NU Wonosobo, Jawa Tengah yang digelar pada Jumat (2/10) lalu. Acara rutin yang diselenggarakan oleh PCNU Wonosobo setiap Jumat Wage malam tersebut diawali dengan mujahadah yang diimami oleh Habib Ahmad Al-Athas dan dilanjutkan ramah tamah Pengurus Cabang dan warga NU Wonosobo.

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

Pada kesempatan muwada’ah (ramah tamah) tersebut, Bupati Wonosobo yang memasuki akhir masa jabatannya, Kholiq Arif, menyempatkan diri berpamitan dengan warga NU Wonosobo. Di hadapan warga NU, bupati menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari NU.?

"Saya mohon maaf atas kinerja saya selama 10 tahun jika belum bisa bermanfaat penuh bagi NU. Dan saya sangat berterimakasih sekali atas dukungan NU selama ini, sehingga program pemerintah dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Siti Efi Farhati

Dalam sambutannya, wakil ketua sekaligus pelaksana harian ketua PCNU, H Musofa menyampaikan apresiasi atas kinerja Bupati Wonosobo. "Suasana kondusif dan toleransi masyarakat yang tercipta merupakan prestasi tersendiri, warga NU Wonosobo mengucapkan terima kasih, semoga menjadi amal ibadah tersendiri bagi Pak Kholiq," pungkasnya.

Kholiq Arif, adalah bupati yang telah menjabat selama 2 (dua) periode. Latar belakang keluarganya adalah tokoh penggiat NU di Wonosobo. Saat ini dia juga menjabat Ketua PC ISNU Jawa Tengah. (Red: Fathoni)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Selasa, 23 Januari 2018

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Jakarta, Siti Efi Farhati. Bidang Keilmuan Ma’had Aly yang bersifat spesifik (Takhasshus) dalam mengkaji keilmuan Islam membuat lulusannya diharapkan menjadi kader-kader ulama mumpuni dalam bidang kegamaan Islam. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan bahwa lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag).

“Berdasarkan pertimbangan tertentu, kita memutuskan secara bulat bahwa gelar yang diperoleh para lulusan Ma’had Aly adalah S.Ag atau Sarjana Agama,” ujar Kepala Sub Direktorat Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, H Ahmad Zayadi, Senin (30/5) dalam rapat peresmian Ma’had Aly di Jombang.

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Zayadi menjelaskan bahwa Ma’had Aly yang merupakan perguruan tinggi yang berada di jalur Pendidikan Diniyah Formal ini sudah terbukti selama beberapa tahun telah menghasilkan para kader ulama yang menguasai berbagai litertaur kitab kuning.?

Namun, lanjutnya, baru kali ini lembaga pesantren tingkat tinggi ini mendapat pengakuan resmi oleh pemerintah. “Sehingga lulusan Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Islam dan Umum,” jelas Zayadi.

Siti Efi Farhati

Dia menegaskan bahwa Ma’had Aly tidak akan bertransformasi menjadi STAIN, IAIN, maupun UIN. Ia akan terus berkembang dan tumbuh menjadi perguruan tinggi khas pesantren dengan masing-masing spesifikasi keilmuannya masing-masing.?

“Karena kami, pemerintah telah memutuskan bahwa satu Ma’had Aly hanya boleh mengembangkan satu program studi, misal Ushul Fiqih, Hadits, dan lain-lain. Semuanya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015,” terangnya.

Dari spesifikasi tersebut, Zayadi optimis bahwa Ma’had Aly bukan hanya menjadi lembaga tinggi pesantren yang mengkaji keilmuan khusus, tetapi ia juga akan menjadi pusat kajian keilmuan Islam di Indonesia. “Misal, jika ingin belajar dan memperdalam Ushul Fiqih, silakan ke Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur, dan seterusnya,” ungkap Zayadi.?

Tahun ini, Kementerian Agama akan meresmikan 13 Ma’had Aly sekaligus pemberian SK serta izin operasional. Peresmian atau peluncuran ke-13 Ma’had Aly ini akan dilakukan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Humor Islam, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Jumat, 19 Januari 2018

Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja

Pamekasan, Siti Efi Farhati - Saat mengisi acara Daurah Aswaja di Auditorium STAIN Pamekasan, Kiai Marzuqi Mustamar mengapresiasi semangat Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pamekasan dalam menjalankan roda organisasi, Ahad (22/1). Kiai Marzuki mendoakan semoga para pelajar NU terus berkiprah dalam mencerdaskan diri dan bangsa ini.

"Kalian harus jadi generasi emas Aswaja, yaitu generasi yang selalu mengedepankan nilai-nilai kemoderatan, toleransi, adil, dan selalu menebar kebaikan dengan cara yang santun,"? tegas Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang tersebut.

Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja

Menurutnya, NU insyaallah akan terus jaya mana kala para pelajarnya terus berada pada garis perjuangan ulama. Karenanya, pelajar NU harus fokus belajar keagamaan yang berhaluan Aswaja, tidak perlu nyelenih dengan aliran-aliran yang tidak jelas sanad keilmuannya.

Siti Efi Farhati

Dalam kesempatan itu, Kiai Marzuki membagikan ratusan kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat kepada hadirin. Pihaknya berpesan agar kitab karangannya tersebut dikaji.

"Jika isinya baik, amalkanlah. Jika ada yang perlu diluruskan, kami selalu terbuka pada kritikan," tukas Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur tersebut.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Ketua PC IPNU Pamekasan Kadarisman mengungkapkan, peserta Dauroh Aswaja terdiri dari para pelajar NU se-Kabupaten Pamekasan. Selain itu, hadir pula para kiai, pimpinan kampus, sesepuh NU, dan petinggi NU di Kabupaten Pamekasan.

"Alhamdulillah acara ini mendapat sambutan hangat dari seluruh elemen warga nahdliyin," ujar pemuda asal Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan tersebut.

Usai acara, tambah Kadarisman, nanti pengurus akan menindaklanjutinya dengan melangsungkan kajian kitab yang diberikan oleh Kiai Marzuki. Itu dipandang perlu supaya kegiatan PC IPNU-IPPNU Pamekasan tidak berhenti di seremonialnya saja. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Doa, RMI NU Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Kiai Sekar Al-Amri dan Koleksi Kitab-kitab Kunonya

Probolinggo, Siti Efi Farhati. Pesantren Kiai Sekar Al-Amri di Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Tengah merupakan pesantren tertua di Kecamatan Leces. Bahkan bisa menjadi tertua se-Kabupaten Probolinggo. Hal itu terlihat dari perpustakaan pesantren, dimana sejumlah kitab-kitab kuno yang tertulis perintis pesantren.

Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pesantren Kiai Sekar Al Amri Kiai Abdullah Zamroni masih menyimpan kitab-kitab kuno yang telah ditulis oleh pendiri pesantren. “Kalau bangunan asli pesantren sudah tidak ada. Saat ini yang masih tersimpan adalah catatan yang dibukukan menjadi kitab. Catatan ini dibuat oleh pendiri pesantren generasi kedua, tepatnya tahun 1930,” katanya, Rabu (15/6).

Pesantren Kiai Sekar Al-Amri dan Koleksi Kitab-kitab Kunonya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kiai Sekar Al-Amri dan Koleksi Kitab-kitab Kunonya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kiai Sekar Al-Amri dan Koleksi Kitab-kitab Kunonya

Catatan yang kemudian dibukukan menjadi kitab ini dari berbagai keilmuan. Mulai ketauhidan, tasawuf, fiqih, nahwu-sorof dan ushluhuddin. “Ini catatan kiai yang berisi berbagai hal tentang agama. Catatan ini ditulis saat beliau masih menjadi santri dulu,” terangnya.

Kitab-kitab tersebut ditulis dalam huruf arab diatas kertas yang telah berwarna kekuning-kuningan. Buku itu bersampul kertas tebal berwarna coklat. Sayangnya, kitab-kitab kuno yang memiliki nilai sejarah ini tidak mendapatkan perawatan khusus.

Siti Efi Farhati

Sedikitnya ada 60 kitab yang telah berusia puluhan tahun dan hanya disimpan di salah satu lemari kayu. “Kalau penyimpanannya sementara ini di lemari kayu saja,” tegasnya.

Kepada santri-santrinya, isi dalam catatan ini tetap disampaikan, namun berupa intisari terutama tentang fiqih dan ketauhidan. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Habib, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati

Kamis, 04 Januari 2018

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Jakarta, Siti Efi Farhati



Dalam pidato pembukaan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa dunia Islam memerlukan dukungan PBB dan menyerukan proses damai jangan ditunda guna mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara.?

Solusi Dua Negara ini telah cukup lama diutarakan kepada Israel, namun belum ada langkah konkret apapun menuju ke sana, kata Presiden di Balai Sidang Jakarta, Senin.

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Israel berada di tanah yang sama dengan tanah di mana Palestina berdiri. Sejak 1967, aneksasi militer dan politik internasional Israel secara ilegal bekerja pada Palestina dan semua warganya di sana.

Jalur Gaza menjadi contoh sempurna soal ini, di mana Israel hanya membuka satu pintu, Rafah, sebagai satu-satunya jalur keluar dan masuk warga Palestina ke Jerusalem.?

Posisi dan sikap Indonesia soal kemerdekaan Palestina, menurut Presiden Jokowi, sangat jelas dan tetap, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina.?

Siti Efi Farhati

Presiden Jokowi pun menyitir pernyataan Presiden RI 1945-1966 Soekarno (Bung Karno) pada 1962 bahwa selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia menantang penjajahan Israel.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI, yang semula bernama Organisasi Konferensi Islam, mengadakan konperensi tingkat tinggi luar biasa (KTT LB) membahas kemerdekaan Palestina dan perdamaian Tanah Kudus (Al Quds) Jerusalem di Jakarta, 6 dan 7 Maret 2016. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Olahraga, Nahdlatul Ulama, Tokoh Siti Efi Farhati

Rabu, 03 Januari 2018

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

Di tengah pembicaraan kami mengenai riwayat hidup dan pengabdiannya bersama NU, Syaibani (79 tahun) sedikit mengenang masa mudanya, kala ia pernah terlibat bersama kawan-kawannya dalam sebuah kegiatan yang dikenal dengan nama “Missi Islam”.

“Missi Islam ini didirikan oleh Pak Idham (KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU tahun 1952-1984, red) sekitar tahun 1961,” kenang Syaibani, saat ditemui di rumahnya, di daerah Pucangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

KH Idham Chalid, sebagai pendiri lembaga Missi Islam menjadi ketua, didampingi H Anshary Syams (Sekretaris I) dan Danial Tandjung (Sekretaris II).

Missi Islam ini, lanjut Syaibani merupakan sebuah lembaga yang pendiriannya bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader muda NU untuk dikirimkan berdakwah ke daerah-daerah transmigrasi atau daerah-daerah minus Islam.

“Ketika itu saya sebagai staf pribadi KH Fattah Yasin, ditunjuk untuk menjadi salah satu koordinator. Gemblengan banyak dilakukan di pusat (Jakarta),” kata dia.

Tambahan data yang penulis peroleh dari sumber lain, angkatan pertama Missi Islam dikirim ke Irian Jaya, menjelang Pepera (1961), sebanyak 8 orang. Angkatan selanjutnya menyebar ke Sorong, Merauke, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Gorontalo, NTT, Nias, dan sebagainya, dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

Siti Efi Farhati

“Beberapa dari para kader bahkan ada yang sukses mendirikan pesantren dan menetap di tempat ia dikirimkan,” ungkap Syaibani.

Banyak jasa yang berhasil ditorehkan lembaga ini. Di antara tokoh-tokoh NU yang pernah aktif di Lembaga Missi Islam adalah KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, Anshary Syams, H. Danial Tanjung, Mr Suparman, Djawahir, Hisyam Zaini, dr Fahmi D Saifuddin, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Nuril Huda, Slamet Effendy Yusuf, Abdullah Syarwani, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Wawancara H Ahmad Syaibani Ilham (2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, PonPes, Pendidikan Siti Efi Farhati

Selasa, 02 Januari 2018

Ansor Batam Prihatin Kegaduhan Politik Pascawafatnya Gubernur Kepri

Batam, Siti Efi Farhati

Wafatnya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) HM Sani beberapa waktu lalu mengantarkan wakil gubernurnya, Nurdin Basirun mengisi jabatan gubernur. Hanya saja, tentang siapa pendamping Nurdin menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun kedai kopi. Beberapa politisi bahkan berani berbicara di media cetak terkait masalah tersebut sebelum tujuh hari berpulangnya HM Sani. Beberapa nama muncul, baik dari partai pengusung, tim sukses hingga dari keluarga mendiang.

Ansor Batam Prihatin Kegaduhan Politik Pascawafatnya Gubernur Kepri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Batam Prihatin Kegaduhan Politik Pascawafatnya Gubernur Kepri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Batam Prihatin Kegaduhan Politik Pascawafatnya Gubernur Kepri

Menyikapi hal tersebut, Ketua Penasehat Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Batam Eddy Prasetyo berharap semua pihak bisa menahan diri. Menurutnya, tanggung jawab utama pemerintahan di provinsi ini kini sudah berada di tangan Nurdin.

"Kami keluarga Ansor Batam masih berduka dengan wafatnya M Sani. Namun menyinggung masalah kepemimpinan di Kepri, keluarga besar Ansor Batam meminta kepada seluruh pihak agar memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Nurdin Basirun untuk menentukan siapa wakilnya. Tentu saja sesuai dengan mekanisme yang ada," kata Eddy Prasetyo yang didampingi oleh Sularno Menot, Wakil Ketua Ansor Kota Batam.

Siti Efi Farhati

Eddy melanjutkan, untuk pergantian dan penentuan siapa wakil gubernur Kepri masih ada proses dan mekanisme panjang yang mesti dilalui. "Sebelumnya DPRD Provinsi Kepri harus melaksanakan sidang paripurna istimewa dengan agenda pemberhentian Gubernur, serta mengusulkan gubernur baru kepada Presiden melalui Mendagri," tegas Eddy Prasetyo.

Siti Efi Farhati

Menyikapi siapa yang paling berpeluang menjadi pendamping Nurdin kelak, Eddy menyatakan bahwa itu sepenuhnya menjadi hak Nurdin sebagai Gubernur. Sehingga tidak boleh ada satu pihakpun yang mengatur dan menekan Nurdin Basirun.

"Menurut Peraturan Pemerintah nomor 104 tahun 2014 pasal 5 menyebut bahwa gubernur wajib mengajukan nama calon wakil gubernur paling lambat 15 hari sejak dilantik menjadi gubernur. Jadi, penentuan siapa yang berhak menjadi wakil gubernur adalah Nurdin sendiri sejak dia dilantik menjadi gubernur," tandasnya.

Pada kesempatan ini Eddy berharap agar semua pihak dapat menghormati konstitusi. Sehingga semuanya dapat berjalan semestinya. "Silakan memberi masukan tentang siapa yang layak mendampingi Bang Nurdin, tetapi hanya sebatas memberi masukan. Kita kembalikan kepada beliau siapa yang di rasa cocok dan memiliki kemampuan menjadi pendamping beliau melanjutkan cita-cita pembangunan Kepri yang telah di susun bersama mendiang pak Sani. Jangan sampai ada riak bahkan gelombang yang dapat mengganggu semua tatanan, baik ekonomi, sosial maupun politik di Kepri," kata Eddy.

Sementara itu wakil ketua GP Ansor Batam Sularno Menot meyakini, bahwa Nurdin Basirun akan sangat bijak dalam mamilih wakil gubernur pendampingnya. Siapapun nanti yang di pilih, pastilah orang yang mampu di ajak bekerja sama dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita almarhum Pak Sani bersama Nurdin.

"Bisa saja bukan dari kalangan politisi, karena dalam PP nomor 102, pasal 4 ayat 1 huruf (f) mengisyaratkan PNS dengan golongan paling rendah IV/C dan pernah atau sedang menduduki jabatan eselon IIa maka ia boleh di tunjuk sebagai calon wakil gubernur" terang Menot.

Menot menegaskan bahwa penunjukan Wakil Gubernur ini merupakan kewenangan Gubernur dan dikomunikasikan kepada partai pengusung. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati AlaSantri, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Selasa, 12 Desember 2017

Rusia Tak Merasa Perlu "Pilkada"

Washington, Siti Efi Farhati
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tidak memerlukan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) agar dikatakan sebagai negara demokratis."Prinsip penunjukan kepala-kepala derah bukanlah tanda kurangnya demokrasi," kata Presiden Putin dalam wawancara dengan televisi CBS dalam program "60 Menit"-nya, hari Sabtu.
  
Putin menyampaikan sikapnya tersebut menjawab pertanyaan mengenai prinsip yang diterapkan Moskow dalam memilih para kepala daerah. Putin mengatakan adalah salah jika cara-cara penunjukan seorang kepala daerah dikatakan tidak demokratis karena buktinya India, negara demokratis terbesar di dunia, ternyata memakai sistem penunjukan untuk para gubernur negara-negara bagiannya. "India disebut-sebut sebagai demokrasi terbesar dunia, tapi gubernur-gubernurnya selalu (orang-orang) yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat, dan tak seorangpun yang mempertentangkan bahwa India bukan negara demokrasi," kata Putin.
  
Wawancara CBS dengan Putin menyangkut demokratisasi Rusia itu terjadi pada saat Moskow dan Washington semakin memperlihatkan sikap bertentangan dalam hal ini. Presiden George W. Bush berulangkali mengatakan perlunya Rusia semakin mendemokrasikan diri.
 
Kesempatan wawancara itu digunakan Putin untuk secara tajam mengingatkan AS agar jangan mengajari Rusia soal demokrasi, atau memaksakan demokratisasi. "Amerika harus melihat dulu kekurangan-kekurangannya sendiri dalam berdemokrasi, sebelum mengkritik Rusia." "AS juga jangan coba-coba untuk mengekspor demokrasinya, sebagaimana yang sedang diupayakannya terhadap Irak," kata Putin yang menegaskan ia akan terus melakukan penunjukkan kepala-kepala daerah secara langsung, dan itu juga tetap demokrasi dari titik pandang Rusia.
  
Pemimpin Rusia itu bahkan menyampaikan apa-apa yang dipandangnya sebagai kekurangan dalam sistem demokrasi di AS sendiri, termasuk apa yang disebut sistem pemilihan umum. "Di Amerika Serikat, anda mula-mula memilih sejumlah pemilih dan kemudian mereka melakukan voting untuk menentukan kandidat-kandidat presiden. Di Rusia, Presiden dipilih langsung oleh seluruh rakyat, itu malah mungkin justru lebih demokratis," kata Putin.
 
Sebagai bukti, Putin mengingatkan empat tahun lalu terjadi masalah dengan pemilihan presiden di AS di mana akhirnya seorang presiden diputuskan oleh pengadilan, yang artinya melibatkan sistem hukum ke dalam proses tersebut. "Tapi kami tak akan mengendus-endus sistem demokrasi anda karena terserah rakyat Amerika saja," kata Putin yang juga mengungkit kembali proses yang ditempuh AS (di PBB) yang dikatakannya tidak demokratis karena memaksakan kehendak dan berangkat sendiri untuk memerangi Irak.

CBS, mengutip Putin, menyimpulkan bahwa demokrasi tidak bisa diekspor ke tempat-tempat lain karena (demokrasi) haruslah produk dari perkembangan urusan dalam negeri suatu masyarakat tertentu sendiri. (cbs/atr/cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati PonPes, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Rusia Tak Merasa Perlu Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Rusia Tak Merasa Perlu Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Rusia Tak Merasa Perlu "Pilkada"

Rabu, 06 Desember 2017

Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar

Pati, Siti Efi Farhati. Ketua Kesbangkol Pati itu Sudartomo menyampaikan beberapa potensi konflik yang mungkin terjadi di Pati. Karena itu, penyelesaian konflik penting untuk disosialisasikan kepada para mahasiswa. Menurutnya, persoalan seperti keberadaan karaoke dan rencana penambangan pabrik semen di Pati selatan menjadi semacam warning bagi semua pihak untuk bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Konflik, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah Gelar Seminar

Hal ini disampaikan dalam seminar dengan tema “Kontribusi Masyarakat dalam Perubahan Cara Pandang dan Cara Penyelesaian Konflik di Jawa Tengah” yang diselenggarakan oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri bersama LSM Humanity Development Center Pati dan bekerjasama dengan mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Fakultas Dakwah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) di Pati, Senin (2/11).

Ia menambahkan konflik akhir-akhir ini tidak lain adalah kurangnya rasa kesadaran dan kurangnya perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait, sehingga konflik yang ada di masyarakat tidak bisa dielakkan lagi. Oleh karena, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk saling bekerjasama dan bersatu, agar konflik yang ada dimasyarakat tidak terjadi.

Siti Efi Farhati

Faiz Aminuddin, sekretaris LTN PCNU Pati menambahkan bahwa saat ini kondisi masyarakat telah terjadi pergeseran dalam pola interaksi sosialnya, kecenderungannya lebih mengarah pada sikap individualis dan permisif, prinsipnya asal tidak mengganggu dan tidak ada kaitannya dengan kehidupannya maka tidak perlu diurusi. Karenanya, masyarakat penting untuk diedukasi tentang toleransi, pluralis, gender, perilaku prososial, dan sikap guyup rukun supaya dapat melahirkan tanggung jawab moral, karena mereka semua adalah  bagian dari masyarakat. Apabila prinsip-prinsip ini dapat dipahami dengan baik maka akan memperkokoh tatanan kehidupan yang damai.

Lebih lanjut, menurut Faiz, “Untuk menangani konflik maka perlu sebuah pemetaan secara komprehensif, sehingga pemecahan dan solusi dari setiap konflik dapat teruai dengan tepat dan sesuai dengan sasaran,” ujarnya. (Siswanto El Mafa/Mukafi Niam)

Siti Efi Farhati

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Santri Siti Efi Farhati

Sabtu, 02 Desember 2017

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Malang, Siti Efi Farhati. Guna meningkatkan minat pelajar dalam dunia tulis menulis, PC. IPNU-IPPNU Kota Malang menyelenggarakan diklat jurnalistik di SMA Negeri 3 Malang, belum lama ini.

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Kegiatan yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini bertema “Dengan Pena, Merubah Dunia, bangkit Generasi Muda”.

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Malang mengingatkan pentingnya generasi muda untuk terus mengasah kemampuan tulis-menulisnya.

Siti Efi Farhati

“Saatnya pelajar untuk bangkit, bangun generasI muda, walaupun hanya dengan sebuah pena untuk merubah dunia,” terang Mufarrihul Hazin, Sekretaris Umum PC. IPNU Kota Malang pada acara pembukaan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan materi-materi, diantaranya pengenalan dunia jurnalistik, teknik penulisan artikel, teknik wawancara-investigasi dan teknik penulisan berita.

Siti Efi Farhati

Adapun pemateri yang hadir dalam diklat ini, diantaranya Mahmudi Muchit, Redaktur Malang Post dan Angga Teguh, Redaktur Koran Pendidikan.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi setiap materi, yaitu teori dan praktik, bahkan mereka di beri tugas untuk menulis opini tentang Kebangkitan Nasional yang dilombakan. Dan penulis opini terbaik adalah Sutra Wardatul Jannnah dari MA Negeri 3 Malang.

Kegiatan yang diiikuti sekitar 41 pelajar dari 14 sekolah tingkat SMA se-Kota Malang ini, berjalan dengan sukses dan sangat meriah.

Usai pemaparan materi yang terakhir, para alumni membentuk sebuah komunitas yang bernama “Komunitas Dunia PENA” dan diketuai oleh Fikra dari SMA Negeri 3 Malang.

Komunitas ini memiliki 5 progam, yang diantaranya adalah pembuatan majalah pelajar NU, pengaktifan website, komunitas dunia PENA, dan lain-lain.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Mufarrihul Hazin

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, IMNU, Santri Siti Efi Farhati

Kamis, 30 November 2017

Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tasikmalaya Eris Zam Zam Noor berkiprah di masyarakat dalam bidang pendidikan dengan merintis pendirian sekolah dan memajukan pesantren di Kampung Datarpetir Desa Toblongan Bojongasih Tasikmalaya, Jawa Barat.

Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan

Sekolah yang ia rintis bernama Madrasah Tsanawiyah Tholabul Hidayah didirikan 9 Juni 2013. MTs ini adalah MTs pertama dalam sejarah Desa Toblongan. MTs ini berada dibawah naungan Yayasan Pesantren Tholabul Hidayah. Sebuah Pesantren yang didirikan pada 9 Juni 1922 oleh Ajengan Ahmad Syaepudin ? yang merupakan santri dari KH Zainal Musthafa Sukamanah, dan ia juga adalah salah seorang santri yang ikut bertempur pada masa penjajahan Jepang bersama KH Zainal Musthafa ? dan Wafat ? pada 1 Syawal 1433 H.

Eris Berkiprah di PMII Sebagai Anggota Kemudian Menjadi ? Sekretaris Komisariat PMII Institut Agama Islam Cipasung Pada Tahun 2008 – 2011. Saat ditemui di Kediamannya Di Kampung Datarpetir Toblongan Bojongasih, ? Tasikmalaya Kamis (24/09). ? Eris menuturkan bahwa Madrasah ini didirikan Karena Sekolah dengan Jenjang yang Sama Sulit dijangkau oleh Masyarakat, Karena akses yang Jauh, apalagi Mayoritas Masyarakat disini Petani.

Siti Efi Farhati

“Madrasah ini juga untuk memajukan pesantren yang didirikan kakek saya yang kian hari dan kian lama susah berkembang karena tidak adanya pendidikan formal, dan ? masyarakat sekarang ? cenderung mengutamakan pendidikan formal, dan usia SLTP disini banyak ? meninggalkan desa Untuk bekerja di luar kota atau sebagian sekolah di luar desa sehingga pesantrenpun susah berkembang, untuk mengimbangi itu harapan saya dengan MTs ini Pendidikan Masyarakat bisa meningkat dan memajukan Pesantren Tholabul Hidayah,” papar Eris.

Siti Efi Farhati

Madrasah ini, lanjutnya, memiliki visi Melahirkan peserta didik yang yang cerdas, berkarakter keislaman, kebangsaan serta berwawasan budaya. Oleh karena itu ke-NU-an dan ke-Aswaja-an menjadi mata pelajaran di MTs ini agar siswa paham nilai dari Islam, Indonesia dan hubungan budaya dengan fikih sejak dini.

Pemuda 26 tahun itu melanjutkan, Madarasah ini dibiayai dengan swadaya karena belum menerima Bantuan Oprasional Sekolah (BOS). Karena itu, dirinya selalu memberikan semangat ? kepada para pengajar bahwa mendidik adalah tugas besar yang diemban secara terhormat oleh orang-orang terhormat dan kita disini membangun bangsa bersama sama dengan mendidik. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Aswaja Siti Efi Farhati

Rabu, 29 November 2017

Gus Mus: Tuhan, Islamkah Aku?

Jakarta, Siti Efi Farhati

Kamis malam (28/1) bertempat di Gedung kesenian Jakarta, KH Mustofa Bisri menerima tantangan dari pianis senior Jaya Suprana. Pengasuh Pesantren Raudlatuth Thalibin? Rembang itupun tak mengelak. Tantangan pendiri Musium Rekor Indonesia (MURI) itu dibalas oleh kiai yang biasa disapa Gus Mus. "Lu Semau Lu, Gue Semau Gue," katanya.

Gus Mus: Tuhan, Islamkah Aku? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tuhan, Islamkah Aku? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tuhan, Islamkah Aku?

Malam itu Gus Mus kembali ke medan sastra dengan membaca beberapa bait puisi. Menurut alumni Universitas Al Azhar Mesir ini, puisi yang ia baca terbagi dalam tiga? kategori, yakni sebagai warga dunia, sebagai muslim, juga sebagai warga Indonesia.

Berikut ini salah satu bait puisi berjudul "Puisi Islam" :

Islam agamaku nomor satu di dunia

Islam benderaku berkibar di mana-mana

Siti Efi Farhati

Islam tempat ibadahku mewah bagai istana

Islam tempat sekolahku tak kalah dengan yang lainnya

Siti Efi Farhati

Islam sorbanku

Islam sajadahku

Islam kitabku

Islam podiumku kelas exclussive yang mengubah cara dunia memandangku

Tempat aku menusuk kanan kiri

Islam media massaku

Gaya komunikasi islami masa kini

Tempat aku menikam sana sini

Islam organisasiku

Islam perusahaanku

Islam yayasanku

Islam istansiku , menara dengan seribu pengeras suara

Islam muktamarku, forum hiruk pikuk tiada tara

Islam bursaku

Islam warungku hanya menjual makanan sorgawi

Islam supermarketku melayani segala keperluan manusiawi

Islam makananku

Islam teaterku menampilkan karakter-karakter suci

Islam festifalku memeriahkan hari-hari mati

Islam kaosku

Islam pentasku

Islam seminarku, membahas semua

Islam upacaraku, menyambut segala

Islam puisiku, menyanyikan apa saja

Tuhan Islamkah aku?

(Red: Zunus)





Foto: Page Facebook Ahmad Mustofa Bisri.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul Ulama, Doa Siti Efi Farhati

Senin, 27 November 2017

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah

Surakarta, Siti Efi Farhati. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H A Helmy Faishal Zaini mengajak ribuan Syechermania, sebutan untuk pencinta Habib Syech, berpartisipasi dalam agenda pembacaan satu miliar Shalawat Nariyah guna memperingati Hari Santri Nasional. Shalawat Nariyah akan dibaca serentak pada Sabtu malam, 21 Oktober 2017.

"Bulan ini (Oktober) bulan keramat karena 22 oktober kita akan memperingati hari santri. PBNU membuat rangkaian acara salah satunya pembacaan satu miliar shalawat nariyah," ujarnya saat hadir dalam acara shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir dalam rangka memperingati hari santri di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (14/10) malam.

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah

Satu miliar, lanjutnya ini sudah dibagi habis ke seluruh jajaran pengurus NU dari Sabang sampai Merauke. Ia menambahkan, PBNU membuat sistem per paket di mana satu paket 4444 kali baca.

"Bapak/ibu bisa ikut di masjid-masjid, majelis shalawat, struktur NU mulai ranting, cabang dan wilayah. Bisa juga baca di rumah masing-masing Sabtu (21/10) bada isya, target kita satu miliar," imbuh Helmy.

Sementara Habib Syech mengatakan, tahun lalu di Banjarmasin ia memimpin pembacaan Shalawat Nariyah saat acara shalawatan. "Saya pimpin sendiri masing-masing jamaah 10 kali baca Shalawat Nariyah waktu itu karena ribuan yang hadir," tutur Pemimpin Majelis Ahbabul Mushtofa ini.

Siti Efi Farhati

Ribuan jamaah membanjiri lokasi Solo Bershalawat di depan Balai Kota Surakarta. Lantunan syiir dan shalawat bergema, mulai dari “Kisah Sang Rasul”, “Demi Waktu”, hingga “Padang Bulan” disenandungkan, tidak ketinggalan “Ya Lal Wathon” dan “Syiir Nahdlatul Ulama”. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati Pemurnian Aqidah, Nahdlatul Ulama Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock