Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Solo, Siti Efi Farhati. Kajian Ar-Raudah menggelar kajian rutin Selasa sore pada pekan ke-2 dan ke-4 di selasar masjid Nurul Huda Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS), Jawa Tengah, Selasa, (26/11). Kajian bernafas Ahlussunnah wal Jamaah ini mengaji kitab Risalatul Jamiah karya Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi.

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Ar-Raudhah Lestarikan Aswaja di Kampus UNS

Puluhan jamaah yang terdiri dari berbagai fakultas di UNS turut hadir. Kehadiran Ar-Raudhah cukup membantu mereka yang berhaluan aswaja. Sebelumnya majelis taklim di sekitar kampus UNS cukup banyak. Namun, majelis ilmu model aswaja terbilang langka.

Para mahasiswa UNS dari kalangan Nahdliyyin terkadang menempuh jarak sekitar 7 km untuk mendapatkan siraman ilmu dari para ulama ataupun habib di daerah Pasar Kliwon, Solo ataupun di tempat lain. Namun, kesulitan itu kini sedikit terbantu dengan adanya kajian Ar-Raudhah UNS.

Siti Efi Farhati

Ar-Raudhah UNS sendiri merupakan majelis ilmu yang dirintis oleh Habib Novel al-Aydrus dan kemudian dilanjutkan oleh Habib Muhammad bin Husain al-Habsyi. Seiring perkembangannya, majelis ini kini semakin besar jamaahnya. Bahkan banyak dari kalangan mahasiswa ataupun dosen yang bukan dari Nahdliyyin pun tertarik mengikuti kajian ini.

Dalam kesempatan itu, Habib Muhammad menerangkan pentingnya meningkatkan iman dan membersihkan hati. “Bagaimana caranya? Di antaranya dengan duduk semacam ini (majelis ilmu). Meskipun sederhana, akan tetapi iman kita bisa meningkat,” tutur ulama yang juga aktif dalam kegiatan NU Solo itu.

Siti Efi Farhati

Lebih lanjut ia menjelaskan, cara lain untuk membersihkan hati yakni dengan pengakuan atau bertobat kepada Allah SWT. Dengan itu, kita juga dapat mengintrospeksi kesalahan kita untuk selanjutnya mengganti dengan perbuatan baik. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Ubudiyah, Doa Siti Efi Farhati

Jumat, 02 Februari 2018

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

Jepara, Siti Efi Farhati. Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, GP Ansor Ranting Wonorejo kecamatan Kota kabupaten Jepara sudah beberapa tahun berjalan menyelenggarakan Santunan Anak Yatim dan Piatu se-Desa Wonorejo.?

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

Kegiatan santunan yang dirangkai dengan pengajian umum dilangsungkan di Mushalla Al-Amin Desa Wonorejo, Ahad (09/10/16) malam itu menghadirkan KH M Rojih Ubab, cucu KH Maimun Zubair Sarang sebagai pembicara.?

700an Nahdliyin dari NU, Muslimat dan Ansor serta aparat desa hadir dalam even tahunan tersebut. Kesempatan itu, pihak Ansor Wonorejo menyantuni 43 anak yatim dan piatu.?

Puluhan anak yatim dan piatu itu merupakan hasil pendataan dari GP Ansor ranting setempat. Untuk batas anak yang memperoleh santunan maksimal berusia 13 tahun.?

Siti Efi Farhati

Salah satu panitia kegiatan, Ahmad Muzaiyin mengatakan dalam setahun kegiatan santunan digelar dua kali, bulan Muharram dan menjelang Idul Fitri. Adapun dana diperoleh dari sumbangsih warga, agniya serta kas Ansor.?

“Santunan yang kami berikan berupa uang dan bingkisan,” paparnya mewakili ketua Ansor Wonorejo, Kusmanto.?

Siti Efi Farhati

Jika anak yatim dan piatu tersebut masih duduk di bangku madrasah, maka lanjut Zayyin uang syahriyah-nya ditanggung oleh pihak Ansor.?

Dijelaskannya, menyantuni anak yatim merupakan tanggung jawab bersama dan kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Ansor Wonorejo.?

Karena kegiatan tersebut terbilang positif, ia berharap juga ditiru oleh Ansor maupun organisasi yang lain. Dirinya menekankan, peduli terhadap anak-anak yatim tidak hanya sekadar memberi tetapi lebih dari itu tanggung jawab untuk merampungkan pendidikannya merupakan kewajiban semua pihak, termasuk di dalamnya adalah Ansor. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terlantar di kemudian hari. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, Amalan, IMNU Siti Efi Farhati

Minggu, 14 Januari 2018

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Tasikmalaya, Siti Efi Farhati. Setelah kemarin digelar di Kabupaten Ciamis, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda); dalam rangka knsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan DKM, akan digelar pula di Tasikmalaya, hari ini, Ahad (10/2).

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Acara akan dimulai pukul 09.00, dibuka amanat Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi. Kemudian dilanjutkan materi pertama Revitalisasi masjid untuk memperkuat struktur dan kultur NU; akan disampaikan Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani.

Kemudian materi fundrising (keuangan masjid) disampaikan KH Mansur Saeroji, pengembangan ekonomi masjid oleh Ir. Suaidi MM., database masjid oleh Sekretaris PP LTMNU KH Ibnu Hazen dan Ir. Soecipto, pentingnya sertifikasi wakaf nadzir NU dan tekniknya oleh KH Sholeh Qosim MM.

Siti Efi Farhati

Kegiatan yang diagendakan berakhir pukul 17.00 tersebut bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”; diikuti 200 orang peserta dari Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

Rapimda tersebut terselenggara atas kerjasama PP LTMNU, PCNU Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan PT Sinde Budi Sentosa.

Siti Efi Farhati

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Quote, IMNU, PonPes Siti Efi Farhati

Kamis, 04 Januari 2018

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Suara adzan menempati posisi istimewa dalam hati umat Islam. Bunyi yang dipantulkannya sangat berbeda dari suara-suara lainnya. Setiap orang memunyai ekspresi tersendiri ketika adzan dikumandangkan. Ada yang berdiri hingga adzan selesai. Orang yang tidur tiba-tiba langsung duduk ketika ? mendengar suara adzan. Orang yang sedang beraktivitas langsung berhenti dan terdiam sampai adzan selesai digemakan.

Ekspresi berdiri, duduk, dan lain-lain ini merupakan bentuk penghormatan seseorang akan suara adzan karena suara adzan terbilang sakral. Hal ini juga tidak hanya terjadi di zaman sekarang, sejak dulu masyarakat sudah terbiasa melakukan hal ini.

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Namun apakah ekspresi semisal ini merupakan kewajiban, kesunahan, atau bagaimana? Terkait masalah ini al-Suyuthi dalam Hawi al-Fatawa menjelaskan:

Siti Efi Farhati

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Sebenarnya berita yang beredar tentang orang yang berdiri tidak boleh langsung duduk dan orang yang duduk harus tetap duduk ketika mendengar suara adzan, tidak ada landasan dalam hadits Nabi, baik hadits shahih maupun dhaif. Bahkan tidak seorang pun ulama fikih menyebutkan permasalahan ini. Maka orang yang mendengar suara adzan sementara ia dalam posisi berdiri diperbolehkan langsung duduk. Orang yang sedang duduk diperbolehkan untuk berbaring. Orang yang berbaring diperkenankan juga untuk tetap berbaring.

Pendapat as-Suyuthi ini paling tidak bisa dijadikan argumentasi bahwa berdiri ketika mendengar suara adzan bukanlah sebuah kewajiban. Begitu pula dengan orang yang duduk dan berbaring juga diperbolehkan melanjutkan posisinya, tanpa harus mengubah posisi ketika menyimak suara adzan.

Siti Efi Farhati

Namun kita juga tidak boleh menyalahkan bila ada orang yang berdiri ketika mendengar suara adzan. Sebab bisa jadi itu bentuk dari penghormatannya dan ekpresinya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU, Tegal, Syariah Siti Efi Farhati

Minggu, 31 Desember 2017

Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi

Jombang, Siti Efi Farhati. Kalangan penganut ajaran gerakan Wahabi di Indonesia dan di dunia lebih senang menyebut dirinya sebagai penganut ajaran gerakan Salafi. Padahal dua istilah ini sangat berbeda satu dengan yang lain. 

Gerakan Wahabi dinisbatkan kepada ajaran Syech Muhammad Bin Abdul Wahab, sedangkan ajaran Salafi merujuk kepada ajaran yang dikembangkan Imam Ahmad Bin Hambal, salah satu Imam Madzhab yang diikuti oleh pengikut ajaran Ahlissunnah Wal Jamaah. Pengikut ajaran yang terakhir ini sering disebut sebagai Salafiyun.

Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahabi Gunakan Istilah Salafi untuk Mengelabuhi

Penggunaan sebutan Salafi yang digunakan oleh pengikut Wahabi, bukanlah sesuatu yang tidak disengaja. Tetapi digunakan untuk mengelabuhi, agar seolah-olah mereka menjadi bagian dari ajaran Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) sehingga mereka bisa masuk dengan mudah ke dalam kantong-kantong pengikut ajaran Aswaja yang menjadi mayoritas di dunia, khususnya di Indonesia.

Siti Efi Farhati

Demikian salah satu materi yang disampaikan oleh KH Wazir Ali, Lc, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang dan salah satu Pengasuh PP Mamba’ul Maarif Denanyar Jombang, dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ (malam konsolidasi) PCNU Jombang, Jumat (25/1) di Masjid Jogoroto Jombang.

Kegiatan yang dilakukan secara reguler bergiliran tempat tersebut bekerjasama dengan MWC-MWC se Eks-Kawedanan Mojoagung, yang terdiri dari kecamatan Mojoagung, Peterongan, Sumobito, Kesamben dan Jogoroto.

Siti Efi Farhati

Hadir pada malam itu sekitar 250 orang, baik dari pengurus MWC, Ranting-ranting dan Banom NU (Muslimat NU, Ansor NU, Fatayat NU, IPNU-IPPNU). Disamping itu juga hadir Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar, dan jajaran Muspika Kecamatan Jogoroto.

Dalam kegiatan tersebut, sebagaimana yang tersusun dalam modul lailatul ijtimak PCNU Jombang, Kiyai Wazir secara keseluruhan menyampaikan tentang definisi Aswaja; 3 pilar-pilar ajaran Aswaja yang terdiri dari Iman, Islam dan Ihsan; 3 pilar keilmuan Aswaja yang terdiri dari akidah, syariah dan tasawuf/thoriqoh; karakteristik ajaran Aswaja yang tawasuth (tengah, tidak ekstrim), I’tidal (adil), tasamuh (toleran) dan tawazun (seimbang, antara akal dan nash, antara dunia dan akhirat, antara pikiran dan gerakan).

Di akhir presentasinya, Kiai Wazir juga menyampaikan tentang organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah dan yang berpaham Wahabi.

“Banyak Ormas di Indonesia yang menggunakan organisasinya untuk menyebarkan ajaran Wahabi di Indonesia, misalnya MTA dan MMI. Bahkan banyak yayasan didirikan untuk menyebarkan ajaran Wahabi. Di Jember ada, di Bangil ada juga di Surabaya”, kata kiai Wazir. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdillah

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati IMNU Siti Efi Farhati

Kamis, 28 Desember 2017

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran

Subang, Siti Efi Farhati. Dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, Prodi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Pesantren Al-Hidayah menggelar Workshop menghapal dan memahami kata ayat Al-Quran dengan metode My Q-Map, kegiatan tersebut digelar di aula Pesantren Al-Hidayah Desa Kihiyang, Kecamatan Binong, Subang, Jawa Barat, Jumat (28/7)

"Melalui kegiatan ini diharapkan akan memudahkan para santri dan para ustadz dalam menghapal Al-Quran, karena My Q-Map dinilai sebagai metode yang mudah dan menyenangkan dalam menghapal Al-Quran," papar Ustadz Ali Imran, Pengasuh Pesantren Al-Hidayah.

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran

Ditambahkannya, metode My Q-Map merupakan metode menghafal al-Quran yang diciptakan oleh Hj Dini Widyawati, metode tersebut menggunakan media gambar yang mewakili makna dalam ayat Al-Quran, hal ini sesuai dengan prinsip kerja otak dalam menangkap sesuatu yang mudah yaitu gambar.

"Keunggulan metode My Q-Map; santri mampu menghafal ayat secara acak dan membaca dari akhir ayat sampai ke awal ayat," tambah Sekretaris MWCNU Binong itu.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, Hj Umayah selaku Kepala Prodi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan masyarakat yang pertama kalinya dilaksanakan di Subang, karena sebelumnya pembinaan masyarakat hanya sekitar kampus saja.?

"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menjalin silaturahim antara IAIN Syekh Nurdjati Cirebon dengan pesantren-pesantren yang ada di kabupaten subang," imbuhnya.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para santri agar tetap semangat dalam ? mempelajari Al-Quran sehingga diharapkan kelak mereka dapat menjadi generasi Qurani. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati IMNU, Nusantara, RMI NU Siti Efi Farhati

Rabu, 13 Desember 2017

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud

Sumenep, Siti Efi Farhati. Beberapa minggu ke depan, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Sumenep siap melakukan kaderisasi kepada anggota IPNU-IPPNU yang sudah pernah mengikuti masa kesetiaan anggota (Makesta). Menurut Ketua PC IPNU Sumenep, Syaiful Harir, Latihan Kader Muda (Lakmud) yang akan dilakukan adalah bagian dari kaderisasi formal IPNU-IPPNU.

“Kaderisasi pertama untuk jadi anggota IPNU-IPPNU disebut masa kesetiaan anggota (Makesta), dan kaderisasi lanjutan untuk bisa disebut sebagai kader adalah latihan kader muda (Lakmud),” katanya, Rabu (12/12) sore di kantornya.

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud

Menurutnya, PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Sumenep sedang melakukan persiapan kaderisasi tingkat dua tersebut yang rencananya akan digelar pada awal Januari 2013 mendatang.

Siti Efi Farhati

“Rekan-rekan baru saja selesai rapat, Rabu (12/12). Ada beberapa hal yang telah disepakati bersama hasil pertemuan barusan,” lanjutnya ditemani Sekretaris PC IPNU Sumenep Ubaidilah.

Ketua PC IPPNU Sumenep Waki Saningrum membenarkan akan adanya rapat tersebut. Menurutnya, rapat tersebut mendiskusikan tema yang akan diusung. Setelah melalui proses debat panjang, tema yang disepakati “Mengaswajakan Pelajar dan Mempelajarkan Aswaja”.

Siti Efi Farhati

“Pilihan tema tersebut oleh rakan-rekanita dinilai lebih pas dan cocok ketimbang tema-tema yang lain. Selain tema tersebut ada pengurus yang mengusulkan tema Peluang dan Tantangan Aswaja di Era Modern dan Membentuk Pelajar yang Mabadi Khairul Ummah,” ceritanya.

Selain itu, kepantiaan Lakmud 2013 sudah terbentuk, dan akan segara ada rapat lanjutan untuk mendiskusikan konsep kegiatan dan menetukan pilihan beberapa tempat yang mengemuka saat rapat.

Taufiq, Ketua Panitia Lakmud, mengungkapkan, Lakmud 2013 akan diikuti oleh 10 PAC IPNU dan IPPNU.

“Kouta peserta akan ditentukan pada rapat Sabtu (15/12) mendatang. Yang pasti akan diikuti oleh utusan dari 10 PAC IPNU-IPPNU,” terangnya.

Rapat yang berlangsung selama tiga jam juga dihadiri oleh Sekretaris PC IPNU Sumenep Ubaidillah, Wakil Ketua III PC IPNU Sumenep M. Kamil Akhyari, Wakil Ketua I PC IPPNU Sumenep Romlatur Rohmah, Wakil Ketua II PC IPPNU Sumenep Khatimatul Khusna dan pengurus yang lain.

IPNU-IPPNU Sumenep Siap Gelar Lakmud

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Daerah, IMNU Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock