Kamis, 01 September 2016

NU Kaji Peran Negara di Tengah Praktik Pasar Bebas

Jakarta, Siti Efi Farhati. Para kiai NU tengah mempersiapkan draf bahtsul masail muktamar NU soal konsep dan praktik pasar bebas. Pengangkatan isu ini berangkat dari keresahan pengurus NU di tengah praktik pasar bebas yang cederung melumpuhkan pedagang-pedagang lokal. Di sini, para kiai NU melihat pemerintah belum siap secara regulasi dalam melindungi pengusaha lokal.

“Sementara mayoritas masyarakat dan warga NU bukan pengusaha besar, namun masih level Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Abdul Jalil saat memaparkan praktik berikut ekses pasar bebas pada forum bahtsul masail pra Muktamar NU Ke-33 di Jakarta, Rabu (22/4) siang.

NU Kaji Peran Negara di Tengah Praktik Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kaji Peran Negara di Tengah Praktik Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kaji Peran Negara di Tengah Praktik Pasar Bebas

Menurut Jalil, pengusaha kecil masih perlu disemai, dipupuk, dan dirawat. Sekuat apapun UMKM, tentu bukan tandingan perusahaan transnasional (Multinational Corporation, MNCs) yang akan menjadi pesaing mereka.

Siti Efi Farhati

Syafiq Hasyim yang juga hadir pada forum ini mengingatkan bahwa pasar bebas menjadi salah satu tanda praktik ekonomi neoliberal. ? Artinya, harga-harga lebih ditentukan oleh mekanisme pasar. Usaha-usaha terutama swasta bebas dari ikatan-ikatan negara termasuk upah buruh.

Siti Efi Farhati

“Dalam hal ini, pasar yang memimpin. Pasalnya negara tidak banyak mengintervensi,” jelas Syafiq.

Untuk itu, forum Muktamar NU ini harus mengeluarkan konsep-konsep dalam menyikapi pasar bebas yang berlaku pada Desember 2015 mendatang. NU dalam muktamar ini perlu berbicara soal ekonomi pada tataran makro, ujar Ketua PBNU H Imam Aziz.

Pasar kita ini sudah sedemikian rusak. Dengan mengimpor garam dan beras saja, kita sudah babak belur, terang Imam.

“NU harus menekan pemerintah bahwa Indonesia ini tidak menganut paham neoliberal dalam berekonomi. Konsep Munas NU di Kempek kemarin itu luar biasa mengingatkan Khittah RI 1945. Peran proteksi pemerintah melalui regulasi ini yang perlu didorong. Di Korea saja tidak ada kedai makanan cepat saji asal Amerika,” kata H Imam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Nahdlatul, Daerah Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati. NU Kaji Peran Negara di Tengah Praktik Pasar Bebas di Siti Efi Farhati ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock