Jumat, 14 Juli 2017

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Ciamis, Siti Efi Farhati?

Satu jam sebelum azan Jumat berkumandang, rombongan pelajar putra dan putri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tiba di Pondok Pesantren Kasepuhan Atas Angin. ? Mereka akan mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) 2016 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti pelajar Ciamis, melainkan Kota Banjar.?

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Setelah menempati ruangan yang telah disediakan tuan rumah, tanpa komando mereka langsung bergegas untuk membersihkan peluh keringat mereka. Tak kurang dari 40 anggota IPNU langsung memadati masjid setempat, sedang anggota IPPNU langsung mengumpulkan logistik dan berkoordinasi dengan tuan rumah.?

Selepas Jumatan, perwakilan dari panitia langsung menemui pengasuh pesantren KH Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi Qs yang akrab dipanggil Abah Irfa’i. Dengan wajah berseri Abah menyambut mereka. Abah Irfa’i duduk di tengah peserta Lakmud, kemudian ia memimpin tahlilan. Setelah selesai, dengan membaca basmalah, Abah Irfa’i membuka kegiatan tersebut.

Abah berpesan, acara-acara seperti ini haruslah tetap lestari. “Insyaallah akan terwujud generasi santri yang akan mengisi dalam setiap lini pembangunan negara dan bangsa yang mempunyai akhlak mulia, yang mempunyai nurani yang sambung kepada Allah dan rasulnya,” ungkap Mustasyar PCNU Kabupaten Ciamis ini pada Jumat 4 November 2016.?

Malam hari, H. Tatang Nawawi menyampaikan materi Aswaja dan Nahdhathul Ulama. Selain sejarah Aswaja yang disampaikan, ia juga menyampaikan kelahiran Nahdathul Ulama dan perannya mengawal pembangunan bangsa.?

Siti Efi Farhati

Materi disampaikan dengan diselingi guyonan khas Sunda menjadikan suasana semakin hangat. Dua jam Ustadz Tatang menyampaikan materi bergaya stand-up comedy untuk menjaga semangat peserta Lakmud.?

Keesokan harinya, para peserta berkeliling pondok pesantren. Disuguhi pemandangan alam yang indah, mereka dipandu santri pondok untuk melihat bagaimana kegiatan pondok yang fokus pada pertanian, yakni sistem pembudiyaan tanaman kapolaga dan jenis terong-terongan. Pondok pesantren juga tetap menjaga kelestarian hutan.?

Kemudian kembali Abah Irfa’i berpesan kepada peserta Lakmud, “Jangan menyerah terhadap alam karena segersang apa pun alam itu adalah karunia Allah. Sebagai abdi Allah, maka kita wajib menerima dan berikhtiar menjaga dan melesterikannya. Walaupun batang mawar tumbuh duri, akan tetapi semerbak wanginya menjadikan duri bukan sebagai halangan, namun sebagai karomahnya.”?

Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat Amin Fajri turut hadir. Ia menyampaikan materi komunikasi dalam organisasi dan keluar. Baginya, kunci utama dari organisasi adalah kesehatan. Untuk menjadi sehat, ia berpesan untuk saling berkomunikasi antar-sesamanya sehingga semua permasalahan dan program-program berjalan dengan baik. “Ketika dalam tubuh kita telah sehat, maka sehat pula pergaulan kita,” ujarnya.

Siti Efi Farhati

Menurut dia, IPNU dan IPPNU merupakan organisasi dasar. Oleh karena itu, mereka harus berpondasi dasar kuat juga, “Pelatihan seperti Makesta, Lakmud dan Lakut merupakan rutinitas, yang penting tetap menjaga komunikasi antar sesamanya.”?

Lebih lanjut, ia berpendapat, ada yang menarik ketika melihat NU di Jawa Barat. Di provinsi tersebut mayoritas masyarakat dapat dikatakan Nahdliyin, tetapi jarang terdengar gaungnya, bahkan tenggelam oleh organisasi keislaman lainnya. “IPNU dan IPPNU melaksanakan Makesta, Lakmud dan Lakut maka diharapkan gaung Nahdliyin dapat kembali bergema di bumi Pasundan,” ujarnya.

Amin mendorong anggota IPNU dan IPPNU berpartisipasi aktif di dalam masyarakat dan mengembangkan karakter kemandiriannya. Kultur masyarakat Jawa Barat terkenal jiwa eunterprener-nya seperti yang dilakukan IPPNU Garut yang telah membangun koperasi dan membuka usaha jasa angkut.

Ia juga mengomentari isu yang berkembang mengenai radikalisi dan anarkisme yang memakai tameng agama. Menurutnya, sebagai kader NU, harus berpikir secara komprehensif, tidak terbawa arus. “Daripada membawa kader nahdiyin yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU dalam kekeruhan politik, lebih baik saya mengajak mereka untuk berwirausaha dan mengajak mereka menguri-uri tradisi para ulama terdahulu,” ujarnya.

Pengurus IPPNU tingkat wilayah dan cabang, berkomentar sama terkait kurang bergemanya gaung ke-NU-an di wilayah jawa Barat. Walaupun di sini mempunyai tradisi pesantren, tetapi tidak semasif dan semarak dijawa Timur dan Jawa Tengah.?

“Untuk mengajak teman-teman pelajar bergabung, kita harus menyelami karakter mereka, bahkan dari beberapa pertemuan terkait dengan kegiatan kita lakukan di taman-taman kota, mall dan lainnya,” ujar Adisty, Ketua IPPNU Cabang Ciamis dan dua Pengurus Wilayah Jawa barat.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi IPPNU kini dan kedepannya akan semakin besar, seperti halnya terkait dengan isu feminisme dan emansipasi wanita.?

“Dalam hal ini kita perlu berhati-hati dikarenakan dapat mengundang keramaian seperti halnya permasalahan jilbab, kami di pengurus tidak pernah menyoalkan mengenai bentuk jilbab ataupun kerudung, diikarenakan yang baik bagi kami mereka sudah mau menutup auratnya saja sudah cukup,” ujarnya.

Abah Irfa’i kembali berpesan pelajar-pelajar NU dengan menceritakan tentang kemerinduannya dengan jiwa-jiwa santri yang penuh semangat, terlebih mereka yang sami’na waato’na terhadap para ulama yang senantiasa mengharap berkah dan karomahnya, membimbingnya selalu untuk berjalan dalam keridhoan Allah.?

“Yang perlu digarisbawahi dalam kehidupan di alam dunia ini adalah meyakini akan ketetapan Allah dan senantiasa mengharap limpahan rahmatnya, dikarenakan dimana pun kalian berada dan kapan pun maka kalian akan selalu ada dalam keadilan Allah, dengannya maka kita harus bersyukur atas limpahan rahmatnya, walaupun akal kita berbicara sebaliknya,” jelasnya.?

Dalam perhitungan kita baik 2+2 ataupun 2x2 adalah 4, namun lanjutnya, bagi manusia yang telah memahami bahwa dirinya sebagai hamba Allah, maka jawabannya adalah massya Allah, semua telah menjadi kehendak dan ketentuan Allah.?

Dalam pesan terakhirnya, Abah mengatakan bahwa generasi nahdliyin adalah generasi yang selalu mengharap berkah dari para warisatul anbiyya dan selalu berimbang kepadanya. (Mazhar Ali/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah, Fragmen Siti Efi Farhati

Siti Efi Farhati. Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat di Siti Efi Farhati ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock