Senin, 19 Maret 2018

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif

Surabaya, Siti Efi Farhati - Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur menggelar ragam lomba untuk menyambut hari santri. Semua lomba tentunya menyentuh segmentasi pelajar atau santri.

"Ada enam jenis lomba yang akan kami gelar untuk menyambut hari santri ini," kata Haikal Atiq Zamzami saat ditemui di kantor PW IPNU Jatim, Sabtu (7/10).

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif

Pertama lomba Videogram usia peserta maksimal 27 tahun. Video singkat tentang Abadikan Moment Khas Pesantrenmu dengan durasi maksimal 60 detik. Video itu harus diunggah di akun Instagram pribadi lalu mention @pwipnujawatimur dan sertakan tagar #HSNIPNUJATIM_VIDIOGRAM.

"Lomba ini ditutup tepat pada 16 Oktober 2017 tepat pukul 23.59 WIB," kata Sutamaji Ketua Panitia lomba.

Siti Efi Farhati

Kedua lomba Essay khusus santri, pelajar dan mahasiswa. Tema yang diangkat adalah ikhtiyar santri menjawab tantangan globalisasi. Karya harus orisinil. Diketik pada MS Word: kertas A4; margin 3-3-3-3; font Times New Roman; size 12; paragraf 1,5; before 0 pt; after 0 pt; karya maksimal 6 halaman.

Siti Efi Farhati

"Sertakan juga biodata dan dikirim ke alamat email lombahsn.ipnujatim@gmail.com," terang Sutamaji.

Ketiga membuat video gemakan kreasi lalaranmu. "Lalaran ini khusus Alfiyah dengan mengunakan alat musik seadanya dengan durasi maksimal 5 menit," terang wakil ketua IPNU Jatim ini. Caranya upload video ke youtube lalu coy linknya dan dikirim ke WhatsApp 081217501072 disertai dengan format keterangan pengirim.

Keempat adalah lomba Photography dengan tema Abadikan Moment Nyantrimu. Foto diunggah di Instagram dengan mention @pwipnujawatimur sertakan tagar #HSNIPNUJATIM_FOTOGRAFI batas akhir tanggal 16 Oktober 2017 pukul 23.59 WIB.

Kelima lomba puisi hari santri. Puisi harus berupa syair santri untuk negeri. Puisi harus disertakan cuplikan video durasi 60 detik. Dan keenam adalah Graphic Design Quote, ukir nasehat kiai mu lewat desain.

"10 quote terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai dua ratus ribu," terang Sutamaji.

"Semua pemenang akan kami undang pada puncak hari santri yang akan digelar di lapangan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada tanggal 22 Oktober 2017," pungkas Haikal. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Khutbah Siti Efi Farhati

Peduli Sesama, Pelajar NU Bojonegoro Bagikan 300 Takjil

Bojonegoro, Siti Efi Farhati. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulamadan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Bojonegoro membagikan 300 takjil di Pertigaan Jambean Jalan A. Yani Bojonegoro, Jawa Timur, paada Sabtu (3/8).

Peduli Sesama, Pelajar NU Bojonegoro Bagikan 300 Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Sesama, Pelajar NU Bojonegoro Bagikan 300 Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Sesama, Pelajar NU Bojonegoro Bagikan 300 Takjil

Ketua panitia pembagian takjil, Siti Masulah mengatakan, kegiatan tersebut sebagai ungkapan peduli sesama pelajar NU Bojonegoro terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Ia menambahkan, aktivis pelajar NU Bojonegoro langsung terjun dengan masyarakat membagikan 300 takjil berupa es buah dan kurma. “300 paket takjil tersebut hanya berlangsung kurang 30 menit sudah habis dibagikan,” ungkapnya.

Siti Efi Farhati

Paket-paket itu, kata dia, dibagikan untuk pengguna jalan raya dan utamanya para tukang becak. Lokasinya di tiga lampu merah jurusan jalan A. Yani, Gajah Mada dan jurusan Driyen.

Siti Efi Farhati

"Tujuan barbagi takjil ini untuk berbagi dengan sesama, sesuai dengan tema Ramadhan bil Hikmah wal Barokah," ujarnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Bojonegoro Misbakhul Munir mengaku, memberikan takjil buka puasa untuk pengguna jalan yang kemungkinan tidak membawa bekal untuk terbuka. "Semoga ini bisa memberikan manfaat terhadap sesama," pungkasnya.

Redaktur    : Abdullah alawi

Kontributor: Muhammad Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sejarah Siti Efi Farhati

Selasa, 13 Maret 2018

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia

Kudus, Siti Efi Farhati - Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Maarif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.

Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak? supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia

?

"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.

?

Siti Efi Farhati

Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.

?

Siti Efi Farhati

Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.

?

"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.

Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan? dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin". (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Amalan Siti Efi Farhati

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 bertepatan 21 Januari 1973, penulis mendampingi Subchan ZE keliling balad Jeddah. Di dalam mobil, penulis dengan lugu bertanya: "Di koran pak Subchan diberitakan akan kawin. Dengan siapa, Pak?". "Betul, tapi yang mau kawin itu pikiran Subchan dengan pikiran Soeharto", jawabnya.

Lalu tanya penulis: "Bagaimana dengan isu miring bahwa Pak Subchan punya hobi ke dumang, dunia remang-remang, klub malam. Kan bapak seorang tokoh NU?"

Jawabnya: "Subchan ZE Wakil Ketua MPRS-RI itu selalu berada di tempat tidak jauh dari mobil B 4 parkir. Termasuk di night club itu betul tetapi ingat, sebagai Wakil Ketua MPRS, petinggi NU, dan seorang Muslim pada dasarnya adalah Muballigh, yang harus menyampaikan pesan Rasul walau hanya seayat. Coba siapa dari para kiai dan atau dai yang berani tanpa sembunyi-sembunyi nyambang tempat remang-remang untuk antarkan nasihat, nanting kembali ke jalan yang benar. Bukankah dakwah justru lebih dibutuhkan di tempat seperti itu daripada di mesjid dan surau?”

“Harus diingat,” sambungnya, “bahwa apapun yang kita lakukan, niat adalah hal pokok. Maka bulatkan tekad bahwa segalanya diniatkan untuk ibadah pada Allah dalam berkhidmah melayani kepentingan umat. Serahkan diri artinya niatkan semuanya hanya untuk memperoleh ridlo Allah sehingga kelak bisa menemuiNya dengan hati yang damai.”

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Ia lantas mengutip ayat ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? laa yanfau maalun wa laa banuuna illaa man ata-Llaaha bi-qalbin saliim, yakni: tidak akan berguna harta dan anak keturunan kecuali siapa yang datang menemui Allah dengan hati yang damai. Dan menyampaikan petikan hadits ? ? Ad-Diinu nashiihah. Agama adalah nasihat.

“Maka nasihatku, jika nanti kamu berniat terjun kiprah di politik, tebalkan terlebih dahulu bantalanmu. Jangan heran dan jangan gamang, jika datang menerpamu isu masuk partai untuk memperkaya diri. Lihatlah nanti setelah saya istirahat panjang, apakah saya masuk NU untuk memperkaya diri ataukah benar untuk berkhidmat bagi kepentingan umat? Kini saatnya, kuingin bangun hotel di Mekkah. Kumau istirahat panjang."

Siti Efi Farhati

Subhanallah, Pak Subchan ZE ternyata bukan hanya politikus ulung, tetapi juga kiai yang mumpuni. Ketika ditanya, "Kenapa Pak Subchan tidak membalas balik serangan pihak yang mendiskreditkan?" Jawabnya: "Man satara musliman satarahulLaahu fid-dunyaa wal-aakhiroh. Siapa menutupi (cela/aib/keburukan) seseorang Muslim maka Allah menutupi (cela/aib/keburukan)-nya di dunia dan akhirat.”

Dari sejak pagi perjumpaan hari itu, penulis sudah menyampaikan keinginan teman-teman agar Pak Subchan berkenan singgah di gubuk kami di Baghdadiyah Jeddah, dekat Hotel AlAttas. Maka adalah sebuah "barokah", kebetulan ketika itu tak satu pun kamar hotel di Jeddah yang kosong, maka Pak Subchan tidak memiliki alasan untuk tidak singgah ke gubuk tempat kami para kerabat mahasiswa/alumni Timur Tengah kumpul-kumpul.

Selanjutnya, setelah qailuulah atau tidur siang sejenak, kemudian mandi sore dan shalat, seraya mengikat tali sepatu beliau bersenandung, "Yang hilang tak kan kembali..." Serta merta penulis bilang: "Wah, Pak Subchan, bisa-bisa ngalahin Bob Tutupoli!"Sambil tersenyum lebar beliau merespon: "Oh ya? Tapi janganlah.. Kasihan nanti para penyanyi bisa kehilangan job."

Siti Efi Farhati

Kemudian beliau berpamitan untuk ke Mekkah dan Medinah menggunakan mobil Mercides warna putih milik Pak Abdullah Sumbawa, didampingi Pak Faisal Rochlan (adik beliau) dan Pak Nur (pemilik Percetakan Menara Kudus). Penulis ingat persis, hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 atau tanggal 21 Januari 1973, sudah berselang empat dasawarsa lebih, tapi rasanya seakan baru saja kemarin beliau tiga kali menoleh ke penulis dan teman-teman seraya berucap: "Selamat tinggal... Fii AmaanilLaah!"

Usai maghrib, ketika itu bersama keluarga Cak Bakrin Kafi, penulis sedang menjamu Kepala Inkopad, Pak Brigjen Djoko Basoeki sekeluarga, datanglah sahabat penulis bernama Yazid Ramli dari Mekkah membawa berita dukacita. Di luar pintu Yazid Ramli memeluk lunglai penulis yang dengan suara lirih bertanya: "Kenapa? Pak Subchan?!" Berbareng kami mengucap lirih: "Innaa lilLaahi wa innaa ilaiHi roojiuun".

Malam itu Cak Bakrin Kafi dan penulis tidak sampai hati untuk menginformasikan berita duka cita itu ke Pak Brigjen Djoko Basoeki, yang pamitan mau terbang ke Amerika untuk suatu tugas, dan keluarga terbang pulang ke Jakarta.

Musim haji tahun 1392/1973 itu Amiirul-Haj Indonesia adalah Pak Jenderal Amir Machmud, Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Umum Golkar. Maka tentunya dapat dibayangkan, isu politik seperti apa yang sangat mungkin serta merta dapat mencuat menjelma menjadi malapetaka amat dahsyat di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur, belahan Nusantara basis kaum santri dan Nahdliyiin. Karena itu, penulis segera mencoba-yakinkan Cak Bakrin Kafi, putra Kiai Cholil Bangkalan Madura, untuk melakukan tindakan darurat demi keamanan situasi negeri tercinta dengan menangkal kemungkinan hembusan fitnah. 

Alhamdulillah Cak Bakrin tanggap, maka malam itu juga bersama penulis ke Telkom Jeddah (musim haji buka 24 jam) mengirim dua telegram (isi berita sama, yaitu: "kilat":

"Innaa lilLaahi wa innaa ilaihi raajiuun, telah berpulang ke rahmatulah SWT almarhum haji Subchan ZE karena kecelakaan murni, ulangi karena kecelakaan murni, di Wadi Fatmah dalam perjalanan darat dari Mekkah ke Medinah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya serta mengampuni segala dosanya dan membangunkan tempat mulia di taman surgaNya, sementara ahli keluarga dan kita yang ditinggalkan tetap tabah, tawakkal dan tulus ikhlash mendoakannya disertai membaca al-faatihah. Demikian, Bakrin Kafi dan Muzammil Basyuni) masing-masing dialamatkan ke Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya - Jakarta Pusat; dan

Keluarga Bapak Subchan ZE. AlMarhum, Jl. Banyumas No.4, Menteng, Jakarta Pusat.

Sopir Pak Subchan ZE, yaitu Syauqi Thohir Rochili, putra Pengasuh Ponpes AtTahiriyah  Kampung Melayu, Jatinegara, sempat ditahan di penjara, lalu dibebaskan atas permohonan keluarga AlMarhum. 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Waktu itu dua sesepuh: Al-Mukarram KH. Bisri Syamsuri, Rais Aam NU (yang mengskors Pak Subchan ZE dalam kepengurusan struktural PBNU); dan Al-Mukarram KH Ali Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogya, guru besar penulis, juga menunaikan haji bersama keluarga.

Sungguh amat mengharukan ketika di acara Tahlil di Bait Indonesia Jiyad Mekkah, Al-Mukarram Rais Aam NU meminta kesaksian para hadirin atas pernyataan beliau merehabilitasi nama harum Pak Subchan ZE rahimahullaah, dan secara eksplisit juga menyatakan mencabut keputusan skorsnya tersebut di atas. 

Dan penulis bersyukur bahwa pada malam itu Al-Mukarram KH Ali Maksum telah berkenan untuk melakukan Talqiin keesokan harinya bakda dluhur, pada acara pemakaman Almarhum di Mala Mekkah.

Allah Maha Besar lagi Maha Mendengar, Pak Subchan ZE telah memperoleh restuNya membangun "hotel"-nya di Mala Mekkah dan istirahat panjang.

 

                          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Yaa ayyatuhan-nafsul-muthmainnah. Irjiii ilaa Rabbiki râdliyatan mardliyyah.. fadkhul fî ibâdî wadkhulî jannatî."

 

 

Muzammil Basyuni. Dubes RI untuk Rep. Arab Suriah 2006-2010.

Arinda, 21 Januari 2011.

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Doa, Humor Islam, AlaNu Siti Efi Farhati

Minggu, 11 Maret 2018

Muslimat NU Sukses Pecahkan Dua Rekor Muri pada Puncak Harlah

Malang, Siti Efi Farhati

Muslimat NU telah berusia genap 70 tahun. Puncak peringatan hari lahir (harlah) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, kali ini jauh lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Tak tanggung-tanggung dalam satu acara organisasi kaum ibu ini memecahkan dua rekor Muri (Musium Rekor Indonesia) sekaligus.

Muslimat NU Sukses Pecahkan Dua Rekor Muri pada Puncak Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sukses Pecahkan Dua Rekor Muri pada Puncak Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sukses Pecahkan Dua Rekor Muri pada Puncak Harlah

Pertama, lautan manusia berjilbab hijau dengan jumlah 50 ribu peserta yang dalam kurun waktu 10 detik berubah menjadi putih. Seketika Stadion kebanggaan Aremania ini menjadi putih. Tak lama dari itu, seluruh peserta secara serentak menabuh rebana mengumandangkan shalawat Nabi diiringi oleh paduan suara Muslimat dan el-Kiswah Surabaya. Seluruh pejabat yang hadir juga tak ketinggalan menabuh rebana. Aksi ini tercatat sebagai rekor kedua yang dipecahkan Muslimat NU pada acara akbar ini. Suasana Stadion Gajayana semakin semarak setelah 1941 pelajar dan santri NU se-Malang membentuk konfigurasi harlah ke-70 Muslimat NU.

Wakil Ketua Umum dan Direktur Utama MURI Aylawati Sarwono dan Senior Manager MURI Awan Rahargo hadir menyaksikan pemecahan rekor ini.

Siti Efi Farhati

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, agenda pemecahan rekor tidak bertujuan mencari sensasi belaka. Namun pemecahan rekor tersebut menyampaikan pesan bahwa Muslimat NU senantiasa menguatkan UKM dan industri kreatif yang diinisiasi kaum perempuan. "Kemandirian adalah ciri khas Muslimat NU," tandasnya.

Puncak Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU dihadiri oleh puluhan ribu anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Harlah Ke-70 Muslimat NU yang bertema "Bersatu Mewujudkan Indonesia Damai Sejahtera" kali ini bertujuan untuk membuka sarana silaturahmi dan konsolidasi nasional Muslimat NU dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Siti Efi Farhati

Presiden Jokowi hadir bersama menteri kabinet kerja, tampak dideretan terdepan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Gubernur Jatim Soekarwo, Istri Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid Sinta Nuriyah, dan Yenni Wahid. (Rof Maulana/Mahbib)

 Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Amalan, Ulama Siti Efi Farhati

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

Tangerang Selatan, Siti Efi Farhati

Negara-negara Islam di Timur Tengah saat ini tengah dilanda krisis dan konflik berkepanjangan. Seakan tak tampak lagi wajah Islam yang santun dan berkeadaban. Hari-hari selalu dihiasi dengan perang, pembunuhan, dan tragedi. Ini menunjukkan model keberagamaan Islam dan sistem yang dibangun di sana tak mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi.?

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN, Memperkuat Islam Indonesia dan NKRI dengan Tarekat

“Lain halnya dengan Indonesia. Negeri yang berpenghuni muslim terbesar sedunia ini, jauh lebih mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan memasukkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terang KH Wahfiuddin Sakam saat menyampaikan taushiyah usai pelantikan pengurus Mahasiswa Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah (MATAN) Cabang Ciputat, Tangerang Selatan dan Komisariat STAINU Jakarta, UNU Indonesia, UI, IPB, UNJ, dan STIKIP Kusuma Negara, Senin (11/4) lalu.

Mengapa ini bisa terjadi? Kiai Wahfi menjelaskan, karena umat Islam Indonesia mampu menerapkan tiga pilar ajaran Islam, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Ia mengibaratkan tiga pilar itu ibarat tripod yang mampu menyanggah dan tegak dengan gagah. Bila salah satu pilarnya tak lurus, maka tripod tersebut akan roboh dan tak mampu menyanggah beban.?

Tiga pilar itu jika diterjemahkan secara sederhana berarti aqidah (iman), syariah (Islam), dan tasawuf (ihsan). Ketiga pilar ini tidak bisa dipisah-pisah, tapi harus menyatu dan berdiri kokoh dalam diri seorang muslim. Hal ini sebagaimana tercermin dalam sejarah kejayaan Islam di masa lalu.?

Siti Efi Farhati

“Ketika saya melakukan ekspedisi napak tilas kejayaan Islam di Eropa dan juga Timur Tengah, saya datang ke makam-makan ulama besar dan pemikir di sana, ternyata mereka semua adalah orang sufi pengamal tarekat,” terang Kiai Wafi yang juga Mudhir JATMAN (Jamiyah Ahli al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah) DKI Jakarta.?

Kebesaran Islam di Indonesia juga tak lepas dari guru-guru mursyid Tarekat. Syeikh Nawawi al-Bantani, Syekh Yasin al-Fadani, Syaikh Khotib Sambas, Syeikh Nuruddin ar-Raniri, Syeikh Abdusshamad al-Palimbangi, dan juga para wali penyebar Islam di Nusantara, semuanya adalah muslim pengamal tarekat.?

“Karena itu, Islam yang mereka ajarkan di Indonesia, tidak hanya menggunakan pendekatan fiqih-formalistik yang cederung hitam-putih, tapi juga memperkuat ajaran Islam yang santun, ramah, dan toleran terhadap perbedaan,” tegasnya.

NKRI adalah bukti nyata buah karya ulama ahli tarekat yang mampu memadupadankan ajaran Islam dalam konteks berbangsa dan bernegara. Untuk itu, supaya tiga pilar tadi dapat berdiri dengan kokoh, ajaran tarekat tidak hanya dilakukan oleh generasi tua, tapi juga harus diamalkan oleh generasi muda, yaitu para mahasiswa. Ini penting, karena korupsi dan kolusi yang memporkak-porandakan negeri ini dilakukan oleh para pejabat, yang mereka semua adalah mantan mahasiswa.?

Siti Efi Farhati

“Untuk itu, organisasi MATAN hadir di tengah-tengah kampus untuk menanamkan amalan tarekat, agar generasi muda Indoesia tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Iman, Islam, dan Ihsan,” pungkas Kiai Wahfi. (Abdullah Ubaid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Sunnah, Nasional, Tokoh Siti Efi Farhati

Jumat, 09 Maret 2018

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

Yogyakarta, Siti Efi Farhati. Pagelarang Wayang yang diadakan Pesantren Kaliopak selama 11 Malam, dengan 11 Lakon, dan 11 Dalang, telah resmi dibuka perwakilan Gubernur DIY, GBPH Yudhoningrat, yang merupakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY, Senin (30/09) malam, di Alun-alun Utara Yogyakarta. 

Pengasuh Pesantren Kaliopak, M. Jadul Maula, dalam sambutannya mengatakan, Pagelaran Wayang tahun ini memang sedikit berbeda dengan Pagelaran Wayang pada tahun 2011 dahulu. 

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

“Jika tahun 2011 kita mengadakan Pagelaran Wayang selama 11 malam hanya di Alun-alun saja, maka tahun ini ada permintaan dari masyarakat agar Pagelaran Wayang diadakan secara bergilir meliputi seluruh kabupaten yang ada di Yogyakarta,” ujarnya di depan penonton.

Siti Efi Farhati

Oleh karena itu, lanjutnya, Pagelaran Wayang tahun ini diadakan di lima tempat, yakni Alun-alun Utara, Lapangan Prancak Panggungharjo Sewon, Lapangan Pesantren Pandanaran, Lapangan Piyungan, dan terakhir di Puro Pakualaman saat penutupan tanggal 10 Oktober 2013 nanti.

Pria yang akrab disapa Kang Jadul itu pun menambahkan, kegiatan Milenium Kalijaga tersebut rutin akan diadakan dua tahun sekali sebagai bentuk nguri-nguri (melestarikan) dan mempelajari ajaran leluhur, khususnya Sunan Kalijaga. Oleh karenanya, ia sekaligus memohon doa restu dan dukungan dari seluruh pihak agar ke depan kegiatan tersebut tetap dapat terlaksana.

Siti Efi Farhati

Sementara itu, GBPH Yudhoningrat malam itu membacakan surat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam suratnya, Sultan HB X selaku Gubernur DIY begitu mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Kaliopak tersebut, agar seni dan budaya tetap terjaga. Selain itu, dengan adanya Pagelaran Wayang ajaran Sunan Kalijaga tersebut dipandang dapat menghibur masyarakat dengan budaya religi. 

Gubernur DIY dalam surat tersebut juga mengatakan akan pentingnya menjaga seni dan budaya sebagai warisan leluhur. Bahkan tidak hanya kelestariannya yang perlu dijaga, melainkan juga perkembangannya, karena seni dan budaya dapat mengasah ketajaman batin manusia.

Setelah membacakan surat Gubernur, acara dilanjutkan dengan penyerahan Wayang secara simbolis dari GBPH Yudhoningrat kepada Dalang Ki Suhar Cermo Djiwandono, sebagai tanda bahwa Pagelaran Wayang selam 11 malam ke depan telah resmi dibuka. 

Sebelumnya, penonton juga disuguhi penampilan Tarian dari Sulawesi Selatan yang dibawakan oleh 7 perempuan dan 2 laki-laki sebagai pengisi pra acara. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Siti Efi Farhati Pendidikan Siti Efi Farhati

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Siti Efi Farhati sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Siti Efi Farhati. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Siti Efi Farhati dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock